• Tidak ada hasil yang ditemukan

TAHAP V KONSEP PERENCANAAN DAN PERANCANGAN

TINJAUAN PUSTAKA DAN TINJAUAN KOTA

II.3. TINJAUAN ARSITEKTUR HIJAU 1 Pengertian Arsitektur Hijau

II.3.6 Penerapan prinsip Arsitektur Hijau 1 Green siting and Land use

11. Water Cooling

Badan air dalam bentangan alam sangat berpengaruh terhadap iklim mikro. Pada aplikasi dalam merancang suatu tapak, badan air (kolam atau danau) dapat direncanakan pada area dimana mendapat penyinaran radiasi sinar matahari. Dengan demikian panas matahari yang sedang terik-teriknya akan diserap oleh badan air, sehingga suhu disekitarnya akan turun. Selain itu, penggunaan air juga dapat ditempatkan dalam suatu bangunan atau kompleks bangunan. Penurunan suhu dan penaikan lelembaban udara dapat ditingkatkan dengan memuncratkan air ke udara (water fountain) untuk menambah butir-butir air di udara sekaligus sebagai elemen estetis tambahan dalam desain lansekap ( Sumber : SENVAR IV, Better Livung Environment)

Gb. 2. 11. Water cooling (Sumber : Analisa Pribadi) 12. Daylighting ( Pencahayaan Alami)

Daylighting adalah memasukkan cahaya alami melalui suatu celah atau jendela untuk mengurangi atau menghapuskan pemakaian lampu elektrik. Dengan menyediakan suatu mata rantai yang dinamis dan terus

menerus dengan memanfaatkan iliminasi dari luar ruangan, daylighting

dapat membantu terbentuknya rangsangan visual dan menciptakan lingkungan yang produktif bagi penghuni sekaligus mengurangi biaya energi.

Keuntungan daylighting : a. Meningkatkan nilai daur-hidup

Pada suatu perhitungan kenaikan biaya didapatkan bahwa kenaikan mencapai harga sebesar $0.50-$0.75 / sq.ft pada ruangan dengan cahaya redup. Daylighting dapat menyimpan $0.05-$0.20 setiap tahun. (sumber : www.wbdg.org, 8-8-2011)

b. Meningkatkan produktivitas

Daylighting juga membuat orang lebih sehat dan produktif. Hal ini dikarenakan adanya jendela-jendela yang dapat memperlihatkan pemandangan di luar bangunan sehingga orang yang bekerja di dalamnya tidak mengalami kejenuhan dan dapat bekerja lebih baik

c. Mengurangi Emisi

Dengan mengurangi kebutuhan akan konsumsi elektris untuk penerangan dan pendinginan, penggunaan daylighting dapat mengurangi gas rumah kaca dan melambat penghabisan bahan bakar fosil. (sumber : www.wbdg.org, 8-8-2011)

d. Mengurangi biaya operasional

Lambu penerangan elektrik menggunakan 35-50% dari total energi listrik di dalam bangunan komersial. Dengan menimbulkan sisa pemanasan, penerangan ini juga menambah beban mesin pendingin bangunan. Hal ini dapat dikurangi dengan menggunakan daylighting yang dapat mengurangi beban pendinginan banguna sebanyak 10-20%. (sumber : www.wbdg.org, 8-8-2011)

Gb. 2. 12. Day Lighting Sumber : metaefficient.com, 20-9-2011 Konsep daylighting

Penggunaan pencahayaan alami pada interior bangunan seringkali mengalami kesulitan karena distribusinya sangat sulit untuk dicapai dan tidak merata. Oleh karena itu desain harus dilakukan secara tepat. Perencanaan daylighting sebaiknya menggabungkan ahli dari berbagai cabang ilmu yang berkaitan seperti arsitektur, mesin, listrik dan pencahayaan. Tim desain sebaiknya memastikan agar daylighting benar- benar dipakai dalam keseluruhan desain. Adapun konsep-konsepnya adalah: a. Permasalahan visual dan tampilan

· Veiling Reflections (menyelubungi pemantulan)

Menyelubungi pemantulan pada sumber cahaya dengan penerangan yang tinggi. Pemantulan juga harus segera dicegah bila terjadi gangguan pada aspek visual.

· Distribution (distribusi)

Menggunakan daylighting sebanyak mungkin pada interior bangunan. Mata manusia dapat melakukan penyesuaian pada tingkat yang tinggi pada cahaya sama panjang dengan distribusinya. Secara umum, cahaya yang sampai secara tidak langsung (misal : cahaya yang dipantulkan

dari dinding putih akan menyediakan kualitas pencahayaan yang lebih baik dibandingkan dengan cahaya langsung dari sumber alami maupun buatan.

· Glare (silau)

Tujuan dari desain daylighting yang efisien tidak hanya untuk menyediakan tingkat pencahayaan yang cukup untuk tampilan yang bagus. Tetapi juga untuk menciptakan kenyamanan dan kepuasan atmosfer. Silau atau kekontrasan sinar berlebihan dalam pandangan adalah aspek yang menyebabkan ketidaknyamanan pada penghuni. Mata manusia dapat berfungsi cukup bagus melebihi cakupan luas dari pencahayaan lingkungan, namun tidak berfungsi baik jika terdapat kekontrasan pencahayaan yang sama dalam setiap sudut pandang. · Variety (variasi)

Beberapa kontras dalam tingkatan brightness mungkin diinginkan dalam suatu keefektifan ruangan. Warna cahaya yang pudar dalam pencahayaan dapat mendorong kea rah kelelahan dan dapat mengurangi konsentrasi sehingga menciptakan lingkungan yang kurang produktif.

b. Daylighting yang baik memerlukan perhatian pada aspek kualitatif dan kuantitatif pada desain. Pastikan kombinasi dari pencahayaan alami dan pencahayaan buatan cukup untuk kebutuhan yang diperlukan.

c. Agar efektif, daylighting harus dikombinasikan dengan desain pencahayaan elektrik. Selain ituagar hemat energi, daylighting perlu digabungkan dengan pengontrol pencahayaan elektrik yang efisien. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam perancangan menggunakan

daylighting:

1. Perbandingan luas bukaan 20% dari luas lantai

Kedalaman ruang yang masih memungkinkan penggunaan pencahayaan alami secara efektif adalah 2,5 kali ketinggian ruang untuk hunian dan 1,5 kali ketinggian ruang untuk kantor.

3. Batas kedalaman ruang

Frank Lloyd Wright menyarankan 6m sebagai batas ke dalam ruang untuk pencahayaan alami, sedangkan britis planning legislation dan Ken Yeang menyarankan dilakukan pada bangunan dengan perbandingan luas bukaan dengan luas dinding sebesar 15-20%.

Berikut merupakan zona pencahayaan pada ruang :

· Primarily daylight zone sedalam 4,5m dari bukaan, sumber cahaya utama berupa cahaya alami atau daylight.

· Partially daylight zone 4-5m berikutnya (9m dari bukaan), sebagian memerlukan pencahayaan buatan.

· Primarily artificial light zone, lebih dari 9m dari bukaan, membutuhkan penerangan buatan

Material dan Konstruksi daylighting a. Shading

Di iklim yan panas, shading yang dipasang di bagian eksterior bangunan dapat bekerja dengan baik untuk mengurangi panas dan mendistribusikan cahaya ke dalam ruangan.

b. Material kaca

Metode termudah yang digunakan untuk memaksimalkan daylighting di dalam ruangan adalah dengan memasang material kaca. Namun demikian, sebelumnya perlu dipahami kriteria berikut untuk menegoptimalkan system penetrasi.

· U-Value

Menciptakan tingkat pemindahan kalor dalam kaitannya dengan perbedaan temperature melalui pemasangan material kaca.

· Shading Coefficient (SC)

Merupakan perbandingan dari panas matahari pada perakitan kaca terhadap pemasangan kaca ganda dan kaca tunggal.

· Visible Transmttance (Tvis)

Merupakan ukuran banyaknya cahaya untuk bangunan dengan skala besar di beberapa iklim dianjurkan penggunaan kaca dengan nilai SC sedang dan Nilai VT yang cukup tinggi.

c. Perletakan Lubang Cahaya

Strategi pencahayaan yang sederhana membiarkan daylighting untuk memasuki ruang dan juga menyediakan kemudahan pandangan dan ventilasi. Hal yang penting untuk diperhatikan yaitu kedalaman penetrasi

daylighting adalah sekitar 2 atau 1 ½ kali jarak antara bagian puncak jendela dengan ambang pencahayaan.

Gb. 2.13. Visible transmittance (sumber : www.wbdg.org, 8-8-2011) d. Faktor refleksi permukaan ruang

Nilai factor refleksi untuk permukaan ruang akan berdampak secara signifikan terhadap kualitas tampilan daylighting dan harus dijaga setinggi mungkin. Hal ini untuk menjaga faktor refleksi di langit-langit melebihi 80%, dinding melebihi 50%, dan lantai meliputi 20%. Pada

kebanyakan jenis ruang, factor refleksi lantai memiliki sedikit pengaruh pada penetrasi daylighting.

e. Pengabungan dengan alat control pencahayaan elektrik

Desain pencahayaan daylighting yang sukses tidak hanya dari segi arsitektural, tetapi juga harus digabungkan dengan sistem pencahayaan elektrik. Dengan menambahkan alat pengontrol, penghuni dapat menyesuaikan tingkatan daylighting dengan kebutuhan. Tiga jenis alat control di pasaran meliputi :

· Switching controls

Terdiri dari tombol on/off untuk memadamkan pencahayaan elektrik ketika daylighting cukup untuk memenuhi kebutuhan pencahayaan, dan menghidupkan pencahayaan elektrik ketika daylighting dirasa kurang.

· Stepped controls

Menyediakan level menengah pada pencahayaan elektrik dengan mengontrol lampu tunggal dalam pencahayaan.

· Dimming controls

Secara berkala melakukan penyesuaian pencahayaan elektrik dengan mengatur masuknya energi ke dalam lampu untuk melengkapi tingkat iliminasi yang disediakan oleh daylighting.

Gb. 2.14. Daylighting contribution (sumber : www.wbdg.org, 8-8-2011)

Strategi-strategi tersebut sebaiknya diintegrasikan dengan sistem manajemen bangunan untuk mendapatkan keuntungan dari sistem pengendali secara keseluruhan didalam bangunan. Agar mendapatkan keuntungan penuh dari daylighting dan mencegah daerah gelap (dark zone) perencana harus merencanakan system rangkaian dengan baik. f. Sistem pengontrol lainnya

Sebagai tambahan dari pengontrol daylighting, alat control elektrik lainnya perlu ditambahkan untuk mendapatkan biaya yang efektif, diantaranya meliputi penggunaan :

· Occupancy controls

Gunakan inframerah, ultrasonic atau tekhnologi gelombang mikro, sensor pemilik untuk menghidupkan atau memadamkan lampu. Ini dapat menghemat 10-50%.

· Timer

Alat ini digunakan untuk mengatur waktu menghidupkan dan menyalakan lampu. Alat ini juga efektif untuk menghemat biaya. 13. Natural Ventilation (ventilasi alami)

Ventilasi alami adalah proses memasukkan udara ke dalam bangunan dan mengeluarkan udara ke luar bangunan secara alami, hal ini dilakukan dengan memanfaatkan sifat udara yang mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan yang lebih rendah. Penggunaan ventilasi alami dapat menghemat konsumsi energi di dalam bangunan akibat pengguanaan AC, kipas angin, dan lain-lain. (sumber :www.wikipedia.com, 21-6-2011). Selain itu, terus menerus dalam ruangan tanpa ventilasi alami yang mengalirkan udara segar masuk ruangan dapat berdampak buruk bagi kesehatan,karena manusia memiliki kebutuhan akan udara segar dengan standard 17-26 m3 /jam/orang (van straiten, 1967)

Dokumen terkait