• Tidak ada hasil yang ditemukan

Wawancara Mendalam (Indepth Int erview)

Dalam dokumen PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN (Halaman 54-63)

Implementasi Nilai-Nilai Karakter KECE (Komunikatif, Empatik, Cinta Damai, Energik) di Sekolah Dasar Dalam Pemanfaatan Bonus Demografi

1. Wawancara Mendalam (Indepth Int erview)

Wawancara adalah percakapan dengan maksud tertentu. Percakapan dilakukan oleh dua pihak, yaitu pewawancara (interviewer) yang mengajukan pertanyaan dan pewawancara (interviewee) yang memberikan jawaban atas pertanyaan itu (Moloeng, 2007: 186). Wawancara dipergunakan untuk mengadakan komunikasi dengan subjek penelitian sehingga diperoleh data-data yang diperlukan. Teknik wawancara mendalam ini diperoleh langsung dari subyek penelitian melalui serangkaian tanya jawab dengan pihak-pihak yang terkait langsung dengan pokok permasalahan.

Dalam penelitian ini wawancara dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara bebas terpimpin.

Wawancara bebas terpimpin yaitu cara

mengajukan pertanyaan yang dikemukakan bebas, artinya pertanyaan tidak terpaku pada pedoman wawancara masalah masalah pokok dalam penelitian kemudian dapat dikembangkan sesuai dengan kondisi di lapangan (Sutrisno Hadi, 1994: 207). Dalam melakukan wawancara ini, pewawancara membawa pedoman yang hanya berisi garis besar tentang hal-hal yang akan ditanyakan.

Wawancara dalam penelitian ini dilakukan secara berulang-ulang terhadap 2 (dua) orang Mahasiswa semister 3 dan 4 Fisika Unmul Samarinda. Wawancara dianggap selesai apabila sudah menemui titik jenuh, yaitu sudah tidak ada lagi hal yang perlu ditanyakan. Wawancara ini bertujuan untuk memperoleh informasi secara mendalam tentang pengetahuan diri, penilaian diri dan pengharapan terhadap diri.

2. Observasi

Menurut Burhan (2007: 115) observasi adalah kemampuan seseorang untuk mengguna-kan pengamatannya melalui hasil kerja pancaindra mata serta dibantu dengan pancaindra lainnya.

Dalam melaksanakan pengamatan ini sebelumnya peneliti akan mengadakan pendekatan dengan subjek penelitian sehingga terjadi keakraban antara peneliti dengan subjek penelitian.

Penelitian ini menggunakan jenis o bservasi non partisipan dimana peneliti tidak ikut serta terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang subjek lakukan, tetapi observasi dilakukan pada saat wawancara. Pengamatan yang dilakukan menggunakan pengamatan berstruktur yaitu dengan melakukan pengamatan menggunakan pedoman observasi padasaat pengamatan dilakukan.

Pengamatan ini dilakukan saat subje k dan peneliti Sedang melakukan pengamatatn terhadap proyek yang mereka buat dan pada saat jalannya wawancara.

Instrumen penelitian menurut Suharsimi Arikunto (2006: 149)

merupakan alat bantu bagi peneliti dalam mengumpulkan data. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto dalam edisi sebelum-nya adalah alat atau fasilitas yang digunakan oleh penelii dalam mengumpulkan data agar pekerjaannya lebih mudah dan hasilnya lebih baik, dalam arti lebih cermat, lengkap dan sistematis, sehingga mudahv diolah.

Instrumenyang digunakan oleh peneliti dalam hal ini adalah instrumen pokok dan instrumen penunjang.

Instrumen pokok adalah manusia itu sendiri sedangkan instrumen penunjang adalah pedoman observasi dan pedoman wawancara.

1. Instrumen pokok dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Peneliti sebagai instrumen dapat berhubungan langsung dengan responden dan mampu memahami serta menilai berbagai bentuk dari interaksi di lapangan. Menurut Moleong (2007: 168) Kedudukan peneliti dalam penelitian kualitatif adalah ia sekaligus merupakan perencana, pelaksana, pengumpulan data, analisis, penafsir data,pada akhirnya ia menjadi pelapor hasil penelitiannya. Ciri- Ciri umum manusia sebagai instrumen mencakup sebagai berikut:

a) Responsif, manusia responsif terhadap lingkungan dan terhadap pribadi pribadi yang menciptakan lingkungan.

b) Dapat menyesuaikan diri, manusia dapat menyesuaikan diri pada

keadaan dan situasi

pengumpulan data.

c) Menekankan keutuhan, manusia memanfaatkan imajinasi dan kreativitasnya dan memandang dunia ini sebagai suatu keutuhan jadi sebagai konteks yang berke-sinambungan dimana mereka memandang dirinya sendiri dan kehidupannya sebagai sesuatu yang real, benar, dan mempunyai arti.

d) Mendasarkan diri atas perluasan pengetahuan, manusia sudah mempunyai pengetahuan yang cukup sebagai bekal dalam mengadakan penelitian dan memperluas kembali berdasarkan pengalaman praktisnya.

e) Memproses data secepatnya, manusia dapat memproses data secepatnya setelah diperolehnya, menyusunnya kembali, mengubah arah inkuiri atas dasar penemuannya, merumuskan hipotesis kerja ketika dilapangan, dan mengetes hipotesis kerja itu pada respondennya.

f) Memanfaatkan kesempatan untuk mengklarifikasikan dan mengikhtisarkan, manusia memiliki kemampuan untuk menjelaskan sesuatu yang kurang dipahami oleh subjek atau responden.

g) Memanfaatkan kesempatan untuk mencari respons yang tidak lazim dan disinkratik, manusia memiliki kemampuan untuk menggali informasi yang lain dari yang lain, yang tidak direncanakan semula, yang tidak diduga sebelumnya, atau yang tidak lazim terjadi. Untuk membantu peneliti sebagai instrumen pokok, maka peneliti membuat instrumen penunjang.

Dalam penyusunan instrumen penu njang tersebut, Suharsimi Arikunto (1996: 153–

54) mengemukakan pemilihan metode yang akan digunakan peneliti ditentukan oleh tujuan penelitian, sampel penelitian, lokasi, pelaksana, biaya dan waktu, dan data yang ingin diperoleh. Dari tujuan yang telah di-kemukakan tersebut, dalam penelitian ini menggunakan metode wawancara dan observasi. Setelah ditentukan metode yang digunakan, maka peneliti menyusun instrumen pengumpul data yang diperlukan untuk mengumpulkan data yg diperlukan.

2. Instrumen kedua dalam penelitian ini adalah dengan metode

wawancara. Secara umum, penyusunan instrumen pengumpula n data berupa pedoman wawancara dilakukan dengan tahap- tahap berikut ini :

a) Mengadakan identifikasi terhadap variabel-variabel yang ada di dalam rumusan judul penelitian atau yang tertera di dalam problematika penelitian.

b) Menjabarkan variabel menjadi sub atau bagian variabel.

c) Mencari indikator setiap sub atau bagian variabel.

d) Menderetkan deskriptor menjadi butir-butir instrumen.

e) Melengkapi instrumen dengan pedoman atau instruksi dan kata pengantar (Suharsimi Arikunto, 2005:135)

Lebih lanjut, sebelum melakuka n wawancara peneliti terlebih dahulu membuat kisi- isi pedoman wawancara sebagai berikut:

3. Instrumen ketiga dalam penelitian ini adalah dengan observasi.

Secara umum, penyusunan instrumen pengumpulan data berupa observasi dilakukan dengan tahap-tahap berikut ini:

a) Mengadakan identifikasi terhadap variabel-variabel yang ada di dalam rumusan judul penelitian atau yang tertera di dalam problematika penelitian.

b) Menjabarkan xariabel menjadi sub atau bagian variabel.

c) Mencari indikator setiap sub atau bagian variabel.

d) Menderetkan deskriptor menjadi butir-butir instrumen.

e) Melengkapi instrumen dengan pedoman atau instruksi dan kata pengantar (Suharsimi Arikunto, 2005:135)

Informan Penelitian

Informan Penelitian adalah subyek yang memahami informasi objek penelitian sebagai pelaku maupun orang

lain yang memahami objek penelitian.

(Burhan Bugin,2007)

Dalam penelitian ini, peneliti mengguna-kan informan penelitian utama (Key Informan). Yang dimaksud Informan penelitian utama (Key Informan) adalah orang yang paling tahu banyak informasi mengenai objek yang sedang diteliti atau data yang dikumpulkan oleh peneliti langsung dari sumber pertama.

1. Informan kunci, yaitu orang-orang yang sangat memahami permasalahan yan diteliti. Adapun yang dimaksud sebagai informan kunci dalam penelitian ini adalah : - Teman Satu angkatan berjumlah 2

orang.

- Teman dari daerah yang sama berjumlah 1 orang.

- Teman satu kost sebanyak 1 orang 2. Informan non kunci, yaitu orang yang dianggap mengetahui permasalahan yang diteliti yaitu Administrasi Laboratorium Fisika Eksperimen dan Instrumentasi.

Uji Keabsahan Data

Untuk menguji keabsahan d ata yang didapat sehingga benar-benar sesuai dengan tujuan dan maksud penelitian, maka peneliti menggunak an teknik triangulasi. Triangulasi data adalah teknik pemeriksaan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data tersebut untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding data tersebut (Moleong, 2007: 330).

Adapun triangulasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah triangulasi dengan sumber dan metode, yang berarti membandingkan dan mengecek derajat balik kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam metode kualitatif (Patton dalam Moleong, 2007: 330). Hal ini dapat peneliti

capai dengan jalan sebagai berikut:

Membandingkan data hasil pengamatan

dengan data hasil wawancara, serta sata yang diperoleh dari informan.

1. Membendingkan apa yang deperolah dari pengamatan langsung saat mahasiswa melakukan praktikum ekperimen dengan apa yang dikatakannya secara pribadi saat wawancara.

2. Membandingkan keadaan dan p erspektif Mahasiswa dengan ber bagai pendapat dan pandangan orang.

Teknik Analisis Data

Di samping itu, berdasarkan fokus penelitian ini, PP mahasiswa yang sedang melakukan praktikum fisika eksperimen memiliki ciri-ciri yang unik

dan mengandung bermacam-macam pola pkir mahasiswa yang sedang melakukan praktikum fisika eksperimen. Prosedur pengumpulan dan analisis data penelitian ini diuraikan secara rinci sesuai teori Miles and Huberman (1992:21-22), yang telah dimodifikasi sesuai kebutuhan penelitian dan digambarkan pada Gambar 2. Analisis data pada penelitian ini, menggunakan langkah-langkah se-suai tujuan penelitian, diadopsi dari Miles & Huberman (1992:458), yakni:

Data reduction (reduksi data: Seleksi &

Identifikasi data), Data display (pema-paran data: Transkripsi & Interpretasi data), dan Data conclusion (penyimpulan data: Verifikasi & Deskripsi data.

Gambar 2 Modifikasi model Miles & Huberman Untuk memeriksa akurasi

(kebenaran/ ketepatan) pada penelitian ini, peneliti melakukan beberapa metode.

Memeriksa keabsahan data pada pe-nelitian ini, peneliti melakukan metode sesuai pendapat Soenarto (2001:83) yakni Triangulasi (uji kelayakan dengan cara kaji silang) dengan pihak ketiga, dan Peer-debriefing (uji kelayakan dengan cara diskusi) dengan sesama pengajar bahasa Jepang lain, guna mengukur kualifikasi data, metode dan hasil analisis.

Memeriksa keabsahan hasil penelitian PP

Mahasiswa ini, sangatlah penting, oleh sebab itu kebenaran dan akurasi data yang diperoleh perlu diketahui. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Guba (dalam Sudikan, 2001:83), penelitian PP Mahasiswa tersebut juga menggunakan teori Qualitative Validity (Validitas Kua-litatif) dengan indikator: 1). credibility (kredibilitas/ keterpercaya-an), 2).

Transferability (transferabilitas/ketera-lihan), 3). dependability (dependabilitas/

kebergantungan), dan 4). confirmability (konfirmabili-tas/kepastian).

HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil

Diskripsi Tempat penelitian

Tempat penelitian berada di gedung baru F. MIPA Unmul lantai 4 yang diberi nama Laboratorium Instrumentasi dan Elektronika memiliki luas Ruangan ± 5x6 meter persegi, terdapat 2 pintu masuk, didalam sebelah kanan terdapat 3 ruangan masing-masing adalah ruangan alat, ditengah adalah ruangan administrasi lab, dan satu ruangan yang ditempati oleh kepala laboratorium, di depan kedua ruangan terdapat meja panjang berukuran 75 cm x 150 cm, memeiliki stop kontak di lantai yang akan memudahkan para mahasiswa untuk bereksperimen ataupun melakukan praktikum, labaratorium ini memilikki satu tenaga administrasi.

Beberapa osiloscope disusun secara baik dirak penyimpanan alat, juga signal generator beberapa dari alat tersebut sudah tua dan juga sudah banyak yang rusak, didalam ruangan administrsi lab terdapat 2 PC (Personal Computer), dan diruangan kepala laboratorium terdapat 1 PC dan satu lemari berlaci, ruang kepala laboratorium memeilki mesin pendingin (AC) begitu juga ruangan Admin Lab.

Diruangan praktikum terdapat 2 kipas angin.

Subjek

Ada dua kategori yang cukup sulit dalam pengambilan data ini yaitu pengambilan Subjek dan pengaturan alat pengamatan (kamera) Adapun kriteria dalam pengambilan Subjek adalah peneliti mencoba fokus pada satu masalah yaitu Subjek harus bisa jujur dalam memberikan infomasi yang di berikan selama penelitian.

Angkatan 2015 terdiri dari 6 orang mahasiswa. Dalam kurun hampir dua bulan yaitu bulan agustus 2016 dan september 2016 peneliti melaku-kan pendekatan terhadap Subjek, di antaranya memperkenalkan diri. Karena mahasiswa sepertinya sering di jadikan Subjek penelitian maka peneliti memperkenalkan

diri dengan identitas sebagai dosen magang yang mempelajari Laboratorium terutama mengamati bagaimana mahasiswa berinteraksi dengan Laboratorium. Selama itu hampir seluruh kelas sudah sedikit mengenal peneliti melalui beberapa perbincangan dan candaan terhadap calon Subjek agar tidak terjadi kesenggangan dan memberikan kenyamanan kepada calon Subjek agar lebih mudah saat memberikan informasi tentang diri mereka.

Selain itu peneliti mengakrab-kan diri dengan kepala administrasi Laboratorium, dan memperkenalkan diri serta meminta ijin untuk bisa berada di laboratorium untuk mengamati mahasiswa dan untuk memasang peralatan pengamatan yang berupa kamera, di mana kamera yang di pasang sebanyak 3 kamera yang terdiri dari 1 kamera handphone, 1 kamera kecil, dan 1 kamera portable kecil sehingga bisa di setting di laboratorium dan di harapkan memperkecil resiko terganggunya kegiatan eksperimen mahasiswa dengan adanya pengamatan dari peneliti, untuk setting ruangan peneliti lakukan selama satu minggu di setiap kesempatan yang di berikan.

Hasil Pengamatan

Pengamatan yang dilakukan dalam penelitian ini digunakan 3 buah kamera kecil yang dipasang sedemikian rupa agar Subjek yang dipantau tedak merasa terganggu saat melakukan eksperimen, hasil pengamatan berupa video yang rata-rata berdurasi 2 jam, meliputi :

- Saat mahasiswa mempersiapkan diri sebelum memasuki laboratorium.

- Saat metelah melakukan Eksperimen.

- Pengamatan juga dilakukan saat mahasiswa membuat Laporan Eksperimennya.

Hasil pengamatan ini kemudian didiskripsikan seluruhnya dan diberikan notasi yang sesui dengan indikator Pola-pikir.

Hasil Wawancara

Inti dari isi pertanyaan dalam wawancara pada penelitian ini adalah untuk mengetahui lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat disekitar tempat tinggal Subjek, pendidikan SD, SMP dan SMA, ketermpilan serta kesukaan dari Subjek.

Hasil wawancara ini kemudian dibuatkan notasi khusus, Agar bisa diproses dalam keabsahan data dengan triangulasi.

Hasil Angket

Angket berupa pelihan ganda juga isian yang bertujuan untuk mengungkap jati diri dari subjek yang sedang diteliti,

penekan khusu pada sistem kepercayaan (Belief Syatem) karena item ini akan menginformasikan keyakinan yang dimiliki oleh subjek. Hasil Angket ini kemudian dibuatkan notasi khusus, Agar bisa diproses dalam keabsahan data dengan triangulasi.

Hasil Informan

Informasi dari infoman berupa hasil wawancara antara subjek dengan informan berupa rekaman suara, ini akan diberikan notasi khusus agar bisa diproses dalam keabsahan data dengan triangulasi.

Tabel 2 Keabsahan Pola pikir yang Dimiliki oleh Subjek A001 Kode Subjek : A001.

NO Angket Hasil Wawancara Keabsahan Data

Melalui Metode Triangulasi

Subjek A001 Lingkungan keluarga

Pekerjaan orang tuanya adalah Guru, bersaudara 2 Orang, merupakan anak yang Kedua.

Ketika SD, SMP dan SMA menyenangi Mainan yang menggunakan Baterai Menyenangi mainan/

peralatan yang

menggunakan Listrik saat SMA

Tinggal dengan orang tua sampai SMA,

Rumah dekat dengan Masjid, Jarak antar tetangga tidak terlalu berdekatan.

.

SMP dan SMA ada labnya tapi prakteknya jarang hanya saat menjelang ujian .

Terdapat keabsahan data melalui triangulasi metode untuk bagian yang Pekerjaan orang tuanya adalah Guru, bersaudara 2 Orang, merupakan anak yang Kedua. Dan Tinggal dengan orang tua sampai SMA, Rumah dekat dengan Masjid, Jarak antar tetangga tidak terlalu berdekatan. memiliki pengertian Lingkungan keluarga (PP-1).

Kode Subjek : A001.

No Angket Hasil Wawancara Keabsahan Data

Melalui Metode Triangulasi

Subjek A001 Lingkungan keluarga

Kenal kata Elektronika Sejak SMA, Sejak SMA Mata kuliah elektronika Sudah tahu, Sering mengganti baterai mainan /peralatan, Pernah Membokar mainan /peralatan yang

menggunakan baterai.

Kadang kadang membuka Chassing Hp

Waktu kecil suka main mobil mobilan dan di pancing oleh orang tua untuk membongkar pasang.Suka mainan tradisional, lompat tali, gundu. Pernah mandi di sungai, tapi Lebih sering ke kebun waktu tinggal di desa.

waktu sekolah sering rangking saat SD saja Jika Mengerjakan sesuatu cukup tekun, Orangnya cukup teliti.

Terdapat keabsahan data melalui triangulasi metode untuk bagian yang Menyenangi mainan/ peralatan yang menggunakan baterai Dengan sejak SD, dan SMP dan Suka mainan radisional, lompat tali, gundu. Pernah mandi di sungai, tapi Lebih sering ke kebun waktu tinggal di desa. waktu sekolah sering rangking saat SD saja memiliki pengertian Pendidikan (PP-3).

Kode Subjek : A001.

No Dokumen (Jawaban Tertulis) Hasil Wawancara Keabsahan Data

Melalui Metode Triangulasi

2. Pergaulandengan Masyarakat

Anggota keluarga yang pernah kuliah adalah Kakaknya, Sementara Ayahnya adalah lulusan sarjana,

Beberapa tetangga samping rumah ada yang Sarjananya.

Ibunya memiliki pekerjaan swasta, dan Ayahnya adalah Pegawai negeri. Sebagai guru.

Kos yang menjadi tempat tinggal sekarang tidak dengan satu jurusan, ngekos bareng keluarga.

Di tempat kos jika waktu luang, lebih suka dengarkan lagu atau membaca buku.

Terdapat keabsahan data melalui triangulasi metode untuk bagian yang Anggota keluarga yang pernah kuliah adalah Kakaknya, Sementara Ayahnya adalah lulusan sarjana, Beberapa tetangga samping rumah ada yang Sarjananya. memiliki pengertian Lingkungan dengan Masyarakat (PP-2).

Kode Subjek : A001.

No Dokumen (Jawaban Tertulis) Hasil Wawancara Keabsahan Data

Melalui Metode Triangulasi

2. Pergaulan dengan Masyarakat

Ibunya memiliki pekerjaan swasta, dan Ayahnya adalah Pegawai negeri. Sebagai guru.

Memiliki penyakit tertentu yang sifatnya Ringan, Jarang nerves ketika meng-hadapi pekerjaan berat

Sejak menjadi mahasiswa Kost dengan teman maha-siswa sama jurusan.Jarak rumah kost dari kampus dekat, Jarak rumah orang tua dari kampus Sangat jauh

Mata kuliah yang paling di sukai adalah fisika

eksperimen, meskipun termo agak susah. lebih suka mata kuliah praktek.

Di mata kuliah Fisika Eksperiment bagian tersulitnya adalah saat menyusun laporan di bagian analisisnya

Terdapat keabsahan data melalui triangulasi metode untuk bagian yang Ibunya memiliki pekerjaan swasta, dan Ayahnya adalah Pegawai negeri. Sebagai guru. Kos yang menjadi tempat tinggal sekarang tidak dengan satu jurusan, ngekos bareng keluarga. memiliki pengertian Lingkungan dengan Masyarakat (PP-2).

Kode Subjek : A001.

NO Dokumen (Jawaban Tertulis) Hasil Wawancara Keabsahan Data Melalui Metode Triangulasi

3.Pendidikan 4. SistemKepercayaan (Belief System)

Setelah kuliah di jurusan fisika lebih Senang dengan mata kuliah Listrik Mag-netik dan juga lebih Senang dengan mata kuliah Yang bersifat Praktik.

Saat praktik elektronika mereka Subjek dengan kelompoknya yang merangkai sendiri percobaanya tentunya dengan mengikuti saran co-as dan juga penuntun,

Terdapat keabsahan data melalui triangulasi metode

untuk bagian yang Setelah praktik mata kuliah elektronika masih memikirkan Rangkaianya. Subjek memiliki keraguan nilai praktik dan teori mata kuliah elektronika bisa lulus denagn baik.memiliki pengertian Sistem Kepercayaan (Belief System) (PP-4).

Kode Subjek : A001.

NO Dokumen (Jawaban Tertulis) Hasil

Wawancara Keabsahan Data Melalui Metode Triangulasi

3.Pendidikan 4. SistemKepercayaan (Belief System)

Praktik mata kuliah elektronika merupakan hal Yang

menyenakan

Setelah praktik mata kuliah elektronika masih memikirkan Rangkaianya.

Subjek memiliki keraguan nilai praktik dan teori mata kuliah elektronika bisa lulus denagn baik

Terdapat keabsahan data melalui triangulasi metode untuk bagian Dengan Mata kuliah yang paling di sukai adalah fisika eksperimen, meskipun termo agak susah. lebih suka mata kuliah praktek. Di mata kuliah Fisika Eksperiment bagian tersulitnya adalah saat menyusun laporan di bagian analisisnya. memiliki pengertian Sistem Kepercayaan (PP-4).

Deskripsi hasil dari Tabel 2, keabsahan Pengetahuan tentang Pola pikir yang Di miliki oleh Subjek A001 adalah sebagai berikut:

Lingkungan keluarga Ibunya memiliki pekerjaan swasta, dan Ayahnya adalah Pegawai negeri Sebagai guru bersaudara 2 Orang, merupakan anak yang Kedua. d dan Tinggal dengan orang tua sampai SMA, Rumah dekat dengan Masjid, Jara k antar tetangga tidak terlalu berdekatan.

Pendidikan Menyenangi mainan/

peralatan yang menggunakan baterai sejak SD, dan SMP dan Suka mainan tradisional, lompat tali, gundu. Pernah mandi di sungai, tapi Lebih sering ke keb un waktu tinggal di desa. waktu sekolah sering rangking saat SD saja

Lingkungan dengan Masyarakat Anggota keluarga yang pernah kuliah adalah Kakaknya, Sementara Ayahnya

adalah lulusan sarjana, Beberapa tetangga samping rumah ada yang Sarjananya. Kos yang menjadi tempat tinggal sekarang tidak dengan satu jurusan, ngekos bareng keluarga.

Sistem Kepercayaan (Belief System) Setelah praktik mata kuliah elektronika masih memikirkan Rangkaianya. Subjek memiliki keraguan nilai praktik dan teori mata kuliah elektronika bisa lulus denagn baik. Mata kuliah yang paling di sukai adalah fisika eksperimen, meski pun termo agak susah. lebih suka mata kuliah praktek. Di mata kuliah Fisika Eksperiment bagian tersulitnya adalah saat menyusun laporan di bagian analisis nya.

Tabel 3 Keabsahan Pola pikir yang Dimiliki oleh Subjek Kode Subjek : A002.

NO Dokumen (Jawaban Tertulis) Hasil Wawancara Keabsahan Data Melalui Metode Triangulasi

Subjek A002 Lingkungan keluarga

Pekerjaan orang tuanya adalah:

Swasta, bersaudara: 2 Orang merupakan anak yang Pertama Ketika SD menyukai Mainan Mobil mobilan, Ketika SMP dan SMA kesukaannya adalah Mainan yang menggunakan Batray.

Tertarik dengan mainan/ peralatan yang menggunakan batray sejak SMP dan yang menggunakan Listrik

mainan/ peralatan saat SMA

Waktu SD, SMP, SMA tinggal bersama orang tua, tetapi berpindah pindah, terakhir di nganjuk memungkin-kan menjadi bersikap lebih dewasa.

Waktu sekolah rumah berdekatan dengan pasar, sehingga agak ramai, tetangga juga berdekatan, bukan perumahan, jarang yang Sarjana, bekerja ada yang sebagai PNS guru.

Terdapat keabsahan data melalui triangulasi metode

untuk bagian men-deskripsikan Ketika SD menyukai Mainan Mobil mobilan,

Ketika SMP dan SMA

kesukaannya adalah Mainan yang menggunakan Batray.

Katagori (PP-1)

Kode Subjek : A002.

NO Dokumen (Jawaban Tertulis) Hasil Wawancara Keabsahan Data Melalui Metode Triangulasi

Subjek A002 Lingkungan keluarga

Kenal Elektronika Saat SMA, Sering mengganti batray mainan/ peralatan.

Jarang membokar mainan/ peralatan yang menggunakan batray.

Jarang membuka Chassing Hp Memiliki penyakit tertentu yang sifatnya Musiman

Kadang kadang sering nerves ketika menghadapi pekerjaan berat

Waktu SD pribadi cukup tomboi, adik cowo, jadi cukup suka mainan laki, lompat tali, tanah tanahan.

Jarak SD dan SMP dekat, SMA agak jauh.

SMP dan SMA ada Lab tapi belum berfungsi dengan baik, tidak pernah eksperimen fisika, hanya kimia dan biologi, tapi sangat jarang.

Kode Subjek : A002.

NO Dokumen (Jawaban Tertulis) Hasil Wawancara Keabsahan Data Melalui Metode Triangulasi

Subjek A002Pendidikan dan Pergaulandengan Masyarakat

Anggota keluarga yang pernah kuliah dan sarjana adalah anggota keluarga jauh.

Disamping rumah ada tetangga yang pernah Kuliah dan Sarjana, Keluarga jauh ada yang kerja Swasta, begitu juga yang pegawai negeri.

Di surabaya tinggal dengan sepupu yang sudah berkeluarga.

Antara teori dan praktek lebih suka praktek, karna pada teori sudah sering dan lebih ada suasana baru pada saat praktek.

Terdapat keabsahan data melalui triangulasi metode untuk bagian men-deskripsikan Anggota keluarga yang pernah kuliah dan sarjana adalah anggota keluarga jauh. Dan Di surabaya tinggal dengan sepupu yang sudah berkeluarga. Katagori PP-2

Kode Subjek : A002.

NO Dokumen (Jawaban

Tertulis) Hasil Wawancara Keabsahan Data Melalui

Metode Triangulasi

Subjek A002 Pendidikan dan Pergaulandengan Masyarakat

Sejak menjadi mahasiswa Kost dengan teman mahasiswa beda jurusan, Jarak rumah kost dari kampus dekat Jarak rumah orang tua dari kampus jauh, Setelah kuliah di jurusan fisika lebih senang dengan mata kuliah Listrik Magnetik, juga menyenangi mata kuliah Yang bersifat Praktik.

Mata kuliah elektronika merupakan hal baru tahu setelah menjadi mahasiswa fisika, tapi

merupakan hal Yang menyenakan.

Terdapat keabsahan data melalui triangulasi metode untuk bagian Praktek yang paling disukai adalah optik dan listrik. Dan Praktek yang paling disukai adalah optik dan listrik.

Katagori PP-3

Kode Subjek : A002.

NO Dokumen (Jawaban Tertulis) Hasil Wawancara Keabsahan Data Melalui Metode Triangulasi

Subjek A002 SistimKepercayaan (Belief Syatem)

Saat melakukan eksperimen elaktronika, Subjek A002 dengan teman kelompoknya merangkai sendiri dibantu oleh asiten dan membaca

penunutun,

Setelah praktik mata kuliah elektronika masih komponen memikirkan Resistor. Ragu jika nilai elektronikanya bisa lulus dengan baik

Saat mengerjakan laporan dari dasar teori, analogi atau analisis yang paling susah adalah analisis.

Praktek yang paling disukai adalah optik dan listrik.

Diwaktu senggang lebih suka bermain sosial media.

Setelah praktik mata kuliah elektronika masih komponen memikirkan Resistor.

Ragu jika nilai elektronikanya bisa lulus dengan baik dan yang paling susah adalah analisis. Katagori PP-4

Pembahasan

Kode Subjek : A002.

Pekerjaan orang tuanya adalah Guru, bersaudara 2 Orang, merupakan anak yang Kedua. Dan Tinggal dengan

orang tua sampai SMA, Rumah dekat dengan Masjid, Jarak antar tetangga tidak terlalu berdekatan. Katagori Katagori (PP-1), .memiliki pengertian Lingkungan keluarga yang dimiliki oleh Subjek

Dalam dokumen PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENDIDIKAN (Halaman 54-63)

Dokumen terkait