• Tidak ada hasil yang ditemukan

WONDERFUL LIFE IN INDONESIA Karya: Kevin/ KaichengZheng

Kedatangan

Sekarang, sudah bulan kedelapan saya di Indonesia. Saya masih ingat, delapan bulan yang lalu saat saya dan teman sampai di bandara Jakarta. Saat itu, sudah tengah malam, tetapi teman-teman Binus masih setia menunggu kami. Kami bersyukur akan kehadiran mereka.

Jalanan Jakarta lancar. Mungkin karena sudah tengah malam. Sebelumnya, kami sering mendengar Jakarta sangat macet, mungkin cuma di pagi hari. Kesan pertama

Pagi pertama di Jakarta. Setelah semalam beristirahat, kami menuju Binus Anggrek untuk hadir dalam sebuah acara. Perjalanan ke Binus membuat kami melihat bagaimana lingkungan Jakarta. Secara jujur, kesan pertama tidak bagus. Jalan Jakarta sempit, di depan asrama kami, jalan

82

menuju binus, sempit dan macet.Banyak motor dan mobil lalu lalang di jalan itu, tidak ada jalan khusus pejalan kaki. Polusi. Itu kata pertama untuk kesan kami.

Aplikasi yang asyik

Hari kedua di Indonesia, saya coba pesan Gojek. Katanya, aplikasi itu sangat terkenal di Indonesia, dosenku juga merekomendasikannya. Saya berpikir, “Saya pasti tidak bisa hidup di Indonesia tanpa aplikasi ini.” Pengalaman naik gojek memang enak, tidak usah berjalan kaki ke kampus, jalanan ke kampus benar-benar tidak cocok untukjalan kaki.

Kami juga mencoba beberapa fungsi yang lain di Gojek tersebut, seperti Food, Send, dan Go-Massage. Hidup di Indonesia cukup menggunakan satu aplikasi saja. Selain itu, kami juga mencoba aplikasi Tokopedia dan Lazada. Di Tiongkok, kami sudah terbiasa berbelanja online. Untungnya, di Indonesia juga ada fasilitas tersebut. Jika ada barang-barang yang susah dicari di mal atau pasar,

83

cari di Tokopedia saja meskipun pengirimannya agak lambat.

Makanan Indonesia

Selama delapan bulan tinggal di Indonesia, kami sudah coba bermacam makanan yang memang sangatberbeda dengan makanan Tiongkok. Makanan Indonesia lebih banyak digoreng dan menggunakan banyak bumbu. Kami merasa itu sedikit aneh, rasanya juga aneh. Bagi kami, sering makan gorengan akan menjadi gemuk.

Beruntungnya kuliah di Jakarta, kami lebih mudah mencari makanan yang enak dan sesuai, seperti di Mangga Besar-Chinatown. Ya, kadang kami tidak menyukai makanan Indonesia karena sering digoreng atau dibakar.

Sebelumnya, kami pikir di sini ada banyak pilihan, tetapi ternyata cuma nasi goreng dan nasi ayam. Dengan belajar lebih mendalam dan hidup lebih lama di Jakarta, kami temukan banyak

84

makanan enak, terutama di Binus Syahdan.Kami sudah lebih mudah menerima apa pun.

Perjalanan di Indonesia

Indonesia, negara yang indah. Saya sudah mengunjungi banyak tempat, setiap tempat indah dan unik, salah satunya Bandung. Kota ini punya pemandangan dan udara yang sangat segar. Kota ini juga dijuluki sebagai “Kota Kembang” atau “Kota Bunga”. Sesuai namanya, banyak bungadan pohon-pohonnya yang tinggi dan besar. Suhu Bandung memang paling cocok bagi saya di antara kota-kota yang pernahdikunjungi.

Selain Bandung, saya juga pernah ke Yogyakarta yang memiliki kebudayaan asli Indonesia. Kemudian, saya juga ke Kota Malang. Di sana, ada gunung api yang sangat terkenal, namanya Gunung Bromo. Keindahan lain Indonesia juga saya temukan di Bangka Belitung. Di sana, pemandangan sangat indah, sama dengan pemadangan di Bali.Naik motor

85

di Pulau Belitung adalah hal- hal yang paling asyik di perjalanan itu. Jalanannya bagus dan tidak macet. Saya tau, masih banyak tempat yang belum dikunjungi. Indonesia sangat luas. Indonesia masihmenyembunyikan banyak tempat indah yang perlu dikunjungi dan dijelajahi.

Orang-orang yang ramah

Meskipunberbeda agama, kami tetap bergaul dengan sangat baik. Orang Indonesia suka bantu-membantu. Dosen kami juga selalu mengajari secara pelan-pelan dan sabar. Selain itu, teman-teman Indonesia juga sangat lucu. Saat baru tiba di Jakarta, kami tidak tahu apa pun tentang kota ini.Kami juga hanya bisa sedikit berbahasa Indonesia, bahkan belum lancar.

Teman-teman Indonesia selalu memberi tahu kami tentang mana tempat jalan-jalan, tempat beli barang-barang yang murah, dan tempat makan yang enak. “Ikan Bakar Cianjur” menjadi salah satu

86

restoran yang paling berkesan bagi kami. Rasanya yang enak masih tersimpan di lidah ini.

Orang Indonesia memang ramah, sabar, dan lucu, baik pegawai-pegawai toko kecil maupun dosen-dosen yang punya jabatan tinggi.Tentu saja, kami akan selalu ingat mereka di dalam hati.

Secara singkat, saya menghabiskan waktu yang tidak akan terlupakan di Indonesia, penuh emosi senang, gembira, dan bahagia.

87

Di Indonesia Louise/Yi lu

Saya sudah delapan bulan di Indonesia. Pada awalnya,saya merasa malu ketika bicara bahasa Indonesia.Karena saya pikir bahasa Indonesia adalah salah satu bahasa untuk berkomunikasi, sekarang saya tidak takut bicara berbahasa Indonesia lagi. Saya pikir, orangCina dan orang Indonesia tidak banyak berbeda.

Saya jalan-jalan ke banyak tempat di Indonesia.Pada semester pertama,saya pergi ke Pulau Seribu dengan mahasiswa internasional. Di sana saya coba menyelam.Dunia bawah laut sangat ajaib.Kami bermain bersama, melihat matahari terbenam, dan memanggang BBQ. Saat itu, saya merasakan beragam budaya dari berbagai Negara bersatu dalam sebuah obrolan.

Kalau datang ke Indonesia,Pulau Bali menjadi destinasi tidak terlewatkan.Di Bali, lebih modern.

88

Banyak turis dari seluruh dunia yang datang.Pemandangan di bali sangat indah,lautnya sangat jernih dan biru. Saya berkeliling di sana naik motor. Pengalaman yang sangat menyenangkan.

Selain banyak wisata, Bali juga terkenal dengan tarian dan budayanya, musik tradisional, banyak ukiran, lukisan, kerajinan kulit, dan pengerjaan logam.Hidup di sana sangat santai.

Selain pulau Bali,saya juga ke Malang untuk melihat matahari terbit di Gunung Bromo.Saya dan teman-temannaik kereta api ke sana,kira-kira 15 jam. Lelah.Tapi, pemandangan di jalan juga sangat bagus.Kehidupan sehari- hari masyarakat dapat dilihat sepanjang perjalanan.

Kami berangkat pada tengah malam,naik Jeep.Jalan ke sana jauh. Jalanannya juga jelek.Kami tiba di sana pukul 4. Di atas gunung sangat dingin.Seperti orang lokal,kami minum kopi panas duduk di sebelah Anglo.

89

Saat langit semakin cerah,kami bisa melihat bentuk gunung api.Gunung Bromo sangat dekat dengan kami. Ini adalah kali pertama saya melihat gunung api. Saya merasakan pesona alam yang sangat indah.Semua orang juga sangat senang. Meskipun lelah sekali, pemandangan indah telah menjadi obatnya.

Saya juga ke Yogyakarta. Wisata di kota ini berbeda dengan wisata lain. Wisatanya sangat mencerminkan budaya Indonesia.Di candi Borobudur dan Prambanan, banyak ukiran dinding.Cerita atau legenda diukir di dinding.Di Yogyakarta,saya juga melihat matahari terbenam di atas gunung,sangat menakjubkan. Kota Yogyakarta terlihat semua. Orang-orang terlihat kecil. Saat itu, saya merasakan makna hidup,keindahan dalam kehidupan yang luar biasa.

Melanjutkan perjalanan, Bandung menjadi destinasi berikutnya. Bandung adalah kota yang dekat dengan Jakarta. Saya sering ke sana. Ada

90

teman yang kuliah di kota kembang ini. Ya, “Kota Kembang” atau “Kota Bunga” adalah julukan untuk kota ini.

Udara di Bandungjauh lebih sejuk. Di sana tidak macet seperti jakarta.Ketika malam,kami pergi ke

Jalan Sudirman.Ada banyak makanan

China,hotpot,bbq,dimsum yang kami temui di sana.Wisata di Bandung banyak berada di ketinggian. Banyak restoran juga di setiap tempat wisata. Akhirnya, kamibisa menikmati pemandangan sambil makan.Salah satu tempat wisata kami kunjungi adalah Floating Market. Tempatini seperti taman bunga. Bisa duduk di sebelah danau,minum kopi, dan mengambil foto.

Berbagai keindahan kota luar Jakarta telah saya ceritakan. Kembali ke Jakarta tempat saya tinggal. Di Jakarta, ada monumen yang berisi sejarah kemerdakaan. Monas atau monumen nasional namanya. Selain wisata sejarah,ada Seaworld Ancol

91

yang memperlihatkan kehidupan laut. Saya kira tempat ini adalah tempat romantis.

Sekarang adalah semester akhir di Indonesia. Kami akan pulang. Kesan yang tidak bisa terlupa, saya melihat banyak pemandangan dan bertemu dengan banyak orangyang ramah. Di Indonesia, saya juga latihan berbahasa Indonesia langsung. Kami dibantu menerjemahkan bahasa Cina dan belajar berkomunikasi dengan bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia sangat berguna bagi kami. Dosen sangat berempati dan membantu kami. Pengalaman di sini

akan menjadi kenangan yang sangat

92

Pengalaman Menarik di Indonesia Shiting Zheng

Pengalaman saya tidak banyak selama tinggal di Indonesia beberapa bulan ini. Saya adalah orang yang tidak suka dunia luar.Pertama kali saya berwisata ke Kepulauan Seribu. Sebelumnya, saya belum pernah mencoba pergi ke laut dan pantai. Untuk itu, saya sangat ingin tahu tentang perjalanan ke Kepulauan Seribu.

Saya dan teman-teman berangkat pagi-pagi sekali.Kami tiba di pelabuhan disambut dengan bau amis.Ada perahu yang menunggu kami.Saya melihat matahari benar-benar indah di laut, merah hangat dan biru melayang, permata indah seperti Indonesia sedang bersinar. Kami naik perahu kayu yang sangat ramai. Saya sedikit merasa pengap dan sempit.Saya masih bersemangat. Saya masih menikmati perjalanan pertama ke laut, seperti anak yang penasaran sedang mengeksplorasi sesuatu yang tidak

93

diketahui. Cuaca hari itu sangat baik, angin dan ombak sangat besar, ombak memukul perahu, duduk di jendela, air laut menabur di wajah saya. Setelah beberapa jam badai, akhirnya kami tiba. Saya tidak berharap untuk duduk di kapal yang bergetar seperti itu.Saya tidak mabuk laut, ini hal yang baik untuk disyukuri.

Setelah turun, saya merasa hidup kembali. Tenang dan lega. Angin laut yang nyaman menyelamatkan saya.Rasanya, lebih enak berdiri di tanah dengan kedua kaki. Pulaunya kecil, namun tidak ada cara dan kata untuk menggambarkan pemandangan lautnya yang sangat indah. “Apakah saya datang ke dunia dongeng?”

Ada banyak pedagang kaki lima di pulau itu. Orang-orang di pulau itu tampaknya sangat antusias. Anak-anak melihat kami dengan rasa ingin tahu, dan orang dewasa ingin membiarkan kami membeli barang-barang di sini. Kegembiraan di sini adalah semacam ketenangan yang terisolasi dari dunia.

94

Akomodasi di pulau ini diatur oleh kampus kami.Biaya perjalanan ini terlalu rumah, jadi saya tidak berharap untuk mendapatkan akomodasi yang nyaman.

Sangat disayangkan bahwa kecoak di sini sangat besar dan suka beterbangan kesana kemari. Suatu malam, teman-teman sekelas saya dan saya harus selalu terjaga karena takut akan kecoak.

Pagi di Ke pulauan Se ribu. Saat saya sarapan, makanan yang paling tidakterlewatkan adalah mi bakso dan jus mangga yang dijual oleh pedagang kaki lima.Setelah makan, saya sudah tidak merasakan kelelahan. Saya mendengarkan suara ombak dan ada perasaan tidak ingin pergi.

Pada siang hari, kami naik perahu ke laut dangkal. Sangat cocok bagi kami untuk berenang. Saya tidak berenang karena alasan fisik. Akhirnya, saya yang bertanggung jawab untuk mengambil gambar semua orang di atas kapal. Setiap foto di sini

95

akan menjadi kenangan masa muda. Saya harus menyimpannya.

Perjalanan kedua saya ke Bandung. Perjalanan kedua ini juga merupakan eksplorasi. Saya mengunjungi Tangkuban Perahu. Tempat ini cukup terkenal baik di dalam maupun di luar negeri. Tangkuban Perahu terletak di 36 kilometer utara Bandung, dinamai kerucut vulkaniknya yang melingkar, seperti perahu yang jatuh dari daun. Perahu terbalik adalah gunung berapi aktif yang terkenal dan satu-satunya gunung berapi di Jawa yang dapat membawa mobil lurus ke atas kawah. Selain menonton gunung berapi, pengunjung dapat menunggang kuda, memotret, membeli instrumen Anglong dan suvenir khas Bandung. O rang-orang sering pergi ke Kaldera untuk mencium bau belerang yang menyengat, dan meletakkan telur di permukaannya untuk dimasak dan mengalami pengalaman magis sebagai hal terpenting hari itu. Kami menyewa mobil dan pergi ke kawah,

96

kawahnya dalam, lerengnya curam, orang tidak bisa berjalan ke dasar lembah, dan abu sedimen menyembunyikan jebakan yang tidak diketahui, sangat tidak aman, pengunjung hanya bisa berdiri. Melihat dari puncak gunung. Melihat ke bawah dari ketinggian.Saya melihat kerucut gunung berapi ya ng tebal, seperti paruh raksasa.Bagian bawah ditutupi dengan lava seperti pernis.Kabut putih muncul dari kawah, disertai dengan hidung yang berdesir. Bau belerang, seolah lumpur lava-cyan berjatuhan. Tidak ada tanaman di bagian bawah kawah. Warna batu itu abu-abu, seperti pemandangan neraka. Beberapa pohon ulet tumbuh di sekitar kawah, dan daun hijau muncul dari cabang-cabang yang mati.

Ada banyak pemilik toko dan pedagang asongan di puncak gunung, menjual beberapa makanan dan barang-barang kecil, dan sikapnya ramah. Aku mencium bau jagung bakar. Aku melihat kembali ke tongkol jagung yang telah dilucuti dari noda. Itu diletakkan di atas api arang

97

dan dipanggang. Tunggu sampai sedikit terbakar hitam dan aromanya sudah cukup untuk dimakan. Jadi, saya tidak bisa menahan diri untuk tidak memakan jagung bakar.

Kami mengambil banyak foto di puncak gunung.Ada berbagai atraksi dan sudut yang berbeda sehingga sulit untuk melakukan perjalanan, selalu meninggalkan beberapa kenangan! Setelah bermain selama lebih dari satu jam, kami membawa mobil ke lereng gunung untuk melihat mata air panas yang tersembunyi di lembah. Turun dan berjalan sekitar 3 mil dari jalan gunung.Kami akan sampai di lereng bukit. Seluruh lereng b ukit adalah batu yang telanjang dan hidungnya berbau belerang. Terus merangkak ke atas.Ada beberapa genangan air dengan ukuran berbeda di tumpukan batu.Air keluar dari bawah bebatuan, gelembungnya masih ada, dan airnya berwarna abu-abu. Saya menguji air dengan kaki saya, wow, panas! Dikatakan bahwa air ini dapat disterilkan, dan memiliki efek terapi pada

98

penyakit kulit. Di bawah tebing di puncak bukit, ada asap besar yang naik.Ketika saya naik lebih dekat, asap itu awalnya uap air, lalu menjadi uap panas yang melayang dari genangan air dua kaki persegi, dan air panas terus mengalir dari tanah. Ini disemprotkan untuk membentuk percikan besar. Suhu air mancur sangat tinggi.

Pemandu wisata lokal mengambil sekeranjang telur mentah dan memasaknya, dimasak sebentar saja. Kulit telur yang dimasak memiliki warna abu-abu muda, yang berbau seperti belerang, tetapi sangat lezat ketika dikupas. Kami memilih genangan air yang tidak terlalu panas, rendam kaki di air panas yang keruh dan rasakan pesona mata air panas. Ketika kami mengeluarkan kaki dari sumber air panas dan segera melihat perubahan pada telapak kaki setelah mengenakan sepatu, ada perasaan menyegarkan.

Pada malam terakhir, kami makan di sebuah restoran yang dibangun di atas bukit di mana kami

99

bisa melihat pemandangan malam seluruh kota Bandung. Di lingkungan udara terbuka, sambil makan burdock dan menonton pemandangan malam, tidak ada yang lebih menyenangkan dari ini.

100

WISATA PULAU BELITUNG