• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sekolah Menengah Pertama (SMP)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Sekolah Menengah Pertama (SMP)"

Copied!
105
0
0

Teks penuh

  • Pengajar:
    • Prof. Dr. Khairil Anwar Notodiputro
  • Sekolah: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
  • Mata Pelajaran: Kurikulum
  • Topik: Kompetensi Dasar Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs)
  • Tipe: dokumen
  • Tahun: 2013

I. ORGANISASI KOMPETENSI, TUJUAN SATUAN PENDIDIKAN, DAN STRUKTUR KURIKULUM

Bagian ini membahas tentang organisasi kompetensi dalam kurikulum SMP/MTs, yang mencakup pengelompokan mata pelajaran berdasarkan kompetensi dasar yang saling terkait. Penekanan pada kesinambungan antar kelas dan keharmonisan antar mata pelajaran menjadi fokus utama. Tujuan dari pengorganisasian ini adalah untuk menyederhanakan struktur kurikulum dan memudahkan proses belajar mengajar. Selain itu, dijelaskan pula mengenai tujuan satuan pendidikan yang bertujuan untuk membangun potensi peserta didik agar menjadi individu yang beriman, berilmu, sehat, mandiri, dan bertanggung jawab.

1.1 Organisasi Kompetensi

Mata pelajaran diorganisasikan berdasarkan kompetensi dasar yang mempertimbangkan kesinambungan dan keharmonisan antar kelas. Penekanan pada pengintegrasian muatan lokal ke dalam mata pelajaran menjadi penting untuk memberikan konteks yang relevan bagi siswa. Hal ini juga mencakup pengurangan jumlah mata pelajaran untuk memfokuskan pembelajaran dan meningkatkan efektivitas proses belajar.

1.2 Tujuan Satuan Pendidikan

Tujuan satuan pendidikan di SMP/MTs dirumuskan untuk membangun karakter peserta didik yang beriman, cakap, kreatif, dan bertanggung jawab. Hal ini sejalan dengan peraturan pemerintah yang mengatur pengelolaan pendidikan. Tujuan ini menjadi acuan dalam penyelenggaraan pendidikan yang berorientasi pada pengembangan potensi individu secara menyeluruh.

1.3 Struktur Kurikulum dan Beban Belajar

Struktur kurikulum menggambarkan alokasi waktu belajar untuk setiap mata pelajaran. Beban belajar yang ditetapkan adalah 38 jam per minggu untuk setiap kelas, dengan penekanan pada pembelajaran aktif yang memberikan ruang bagi siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.

II. KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR

Bagian ini menjelaskan tentang kompetensi inti dan kompetensi dasar yang menjadi landasan dalam pembelajaran di SMP/MTs. Kompetensi inti mencakup aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang harus dimiliki siswa pada setiap jenjang pendidikan. Kompetensi dasar diturunkan dari kompetensi inti dan menjadi acuan dalam penyusunan materi ajar. Hal ini penting untuk memastikan bahwa pembelajaran terstruktur dan terarah.

2.1 Kompetensi Inti

Kompetensi inti merupakan kualitas yang harus dimiliki siswa setelah menyelesaikan pendidikan pada satuan pendidikan tertentu. Ini mencakup sikap keagamaan, sosial, pengetahuan, dan penerapan pengetahuan. Kompetensi inti berfungsi sebagai pengikat antara kompetensi dasar di berbagai mata pelajaran dan antar kelas, sehingga menciptakan kesinambungan dalam pembelajaran.

2.2 Kompetensi Dasar

Kompetensi dasar adalah konten yang harus dikuasai siswa untuk setiap mata pelajaran. Ini mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang disusun berdasarkan karakteristik peserta didik. Penekanan pada pendekatan yang eklektik dalam penyusunan kompetensi dasar memungkinkan fleksibilitas dalam pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa.

2.3 Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Mata Pelajaran

Setiap mata pelajaran memiliki kompetensi inti dan dasar yang spesifik. Misalnya, dalam pendidikan agama, kompetensi dasar berfokus pada penghayatan ajaran agama dan pengembangan sikap moral. Hal ini bertujuan untuk membentuk karakter siswa yang sesuai dengan nilai-nilai yang diajarkan dalam agama masing-masing.

Gambar

grafik, aljabar, dan aritmatika
grafik masalah nyata serta menentukan

Referensi

Dokumen terkait

Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif

Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan

Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan

Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif

Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan

Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan

Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan

KI 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli toleransi, gotong royong, santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan