Perkembangan In Vitro Embrio Sapi-Sapi Holstein dan Japanese Black
Teks penuh
Dokumen terkait
(2003) dalam penelitiannya terbukti embrio hasil fertilisasi in vitro pada sapi yang dikawinkan silang (hybrid) memiliki tingkat pembentukan blastosis yang tinggi dari pada sapi
Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Februari 2015 ini ialah Fertilisasi In Vitro , dengan judul Efektivitas Penambahan Glutathione
re i, Drt Pmohbd k
Secara keseluruhan, maturasi oosit selama 20 jam baik dengan maupun tanpa penambahan LIF menunjuk- kan persentase yang lebih tinggi baik pada oosit yang membelah maupun yang
Penambahan IGF-I dan cairan folikel yang berasal dari folikel berdiameter berbeda dapat meningkatkan pematangan oosit, kemampuan fertilisasi dan perkembangan embrio
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan perkembangan dan stadium pembelahan embrio yang diproduksi secara in vitro tidak menunjukkan perbedaan yang nyata
(2003) dalam penelitiannya terbukti embrio hasil fertilisasi in vitro pada sapi yang dikawinkan silang (hybrid) memiliki tingkat pembentukan blastosis yang tinggi dari pada