• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perkembangan In Vitro Embrio Sapi-Sapi Holstein dan Japanese Black

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perkembangan In Vitro Embrio Sapi-Sapi Holstein dan Japanese Black"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)

Referensi

Dokumen terkait

(2003) dalam penelitiannya terbukti embrio hasil fertilisasi in vitro pada sapi yang dikawinkan silang (hybrid) memiliki tingkat pembentukan blastosis yang tinggi dari pada sapi

Tema yang dipilih dalam penelitian yang dilaksanakan sejak bulan Februari 2015 ini ialah Fertilisasi In Vitro , dengan judul Efektivitas Penambahan Glutathione

re i, Drt Pmohbd k

Secara keseluruhan, maturasi oosit selama 20 jam baik dengan maupun tanpa penambahan LIF menunjuk- kan persentase yang lebih tinggi baik pada oosit yang membelah maupun yang

Penambahan IGF-I dan cairan folikel yang berasal dari folikel berdiameter berbeda dapat meningkatkan pematangan oosit, kemampuan fertilisasi dan perkembangan embrio

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kemampuan perkembangan dan stadium pembelahan embrio yang diproduksi secara in vitro tidak menunjukkan perbedaan yang nyata

(2003) dalam penelitiannya terbukti embrio hasil fertilisasi in vitro pada sapi yang dikawinkan silang (hybrid) memiliki tingkat pembentukan blastosis yang tinggi dari pada