• Tidak ada hasil yang ditemukan

Pengaruh Kadar Protein dan Kadar Imbangan Energi Protein Pakan Berbeda terhadap Retensi Protein dan Pertumbuhan Benih Ikan Sidat (Anguilla bicolor bocilor)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Pengaruh Kadar Protein dan Kadar Imbangan Energi Protein Pakan Berbeda terhadap Retensi Protein dan Pertumbuhan Benih Ikan Sidat (Anguilla bicolor bocilor)"

Copied!
71
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)

Referensi

Dokumen terkait

tepung rebon dapat dijadikan sebagai sumber protein utama dalam pembuatan pakan ikan sidat. dikarenakan memiliki komposisi nutrisi yang paling baik dan sesuai dengan

Selain sebagai media kontrol, air tawar juga digunakan untuk mendapatkan air media yang memiliki kadar keasaman (pH) yang dikehendaki sebagai uji perlakuan pembeda

Data hasil pengukuran dari kinerja pertumbuhan ikan sidat Anguilla bicolor bicolor selama masa pemeliharaan 40 hari yang meliputi tingkat kelangsungan hidup, laju

Perlu dilakukan penelitian lanjutan yang dapat menggambarkan secara keseluruhan daya adaptasi benih ikan sidat terhadap konsentrasi amonia dengan menggunakan

Hasil penelitian menunjukkan ikan sidat dapat menyesuaikan diri dengan dengan salinitas sehingga energi yang digunakan untuk proses osmoregulasi relatif sama

Dengan demikian diharapkan dapat mengetahui pengaruh dosis protein yang berbeda dalam pakan buatan berbentuk pasta terhadap performa pertumbuhan, rasio efisiensi

Daging bagian tengah diperoleh protein larut air lebih rendah, hal ini dipengaruhi oleh struktur jaringan daging memiliki ruang antar serat daging lebih lebar dan serat

Hasil menunjukkan bahwa pemberian kadar protein dan rasio energi protein pakan berbeda, memberikan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap kinerja pertumbuhan (jumlah konsumsi pakan,