• Tidak ada hasil yang ditemukan

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ANAK MENGAMEN DI JALAN (STUDI KASUS DI PEREMPATAN JL. KALI URANG KOTA MALANG)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ANAK MENGAMEN DI JALAN (STUDI KASUS DI PEREMPATAN JL. KALI URANG KOTA MALANG)"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB ANAK MENGAMEN DI JALANSTUDI

KASUS DI PEREMPATAN JL. KALIURANG KOTA MALANG)

Oleh: MAHFUDZ ZAHIDAN M. (99810336)

Psychologi

Dibuat: 2006-07-06 , dengan 3 file(s).

Keywords: Faktor-faktor Penyebab, Anak-anak Mengamen, Jalan

Anak jalanan merupakan fenomena kehidupan sosial yang tidak terlepas dari tindakan eksploitasi dan kekerasan. Anak-anak jalanan adalah korban, baik sebagai korban didalam keluarga,

komunitas jalanan, dan tentunya adalah korban pembangunan. Anak yang seharusnya masih berada dalam lingkungan bermain dan belajar, ketika mereka pergi atau bahkan tinggal di jalan mereka akan kehilangan masa kanak-kanaknya dan hal ini dikhawatirkan akan mempengaruhi perkembangan kejiwaan dan kehidupan masa depannya.

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Subyek penelitian terdiri dari dua orang anak jalanan yang berusia dibawah 13 tahun dan beroperasi di perempatan Jl. Kaliurang.

Faktor-faktor penyebab anak menjadi pengamen jalanan antara lain adalah faktor keluarga, faktor lingkungan dan faktor teman. Faktor keluarga memegang peranan penting dalam terjadinya anak jalanan karena keluarga adalah merupakan lingkungan sosial pertama yang menjadi penentu perkembangan mental dan fisik anak karena disitulah anak pertama kali bersosialisasi dan belajar

Abstract

Street children is a phenomenon of social life that is inseparable from the act of exploitation and violence. Street children are victims, either as a victim within the family, community streets, and of course, is the victim of development. Children who should still be in play and learning

environment, when they go or even stay on the road they will lose their childhood and this is feared to affect the psychological development and his future life.

This research is a descriptive qualitative research. The subjects consisted of two street children under the age of 13 years and operates at the intersection of Jl. Ground.

Referensi

Dokumen terkait

Keluarga yang selalu memberikan dukungan, secara khusus kepada Ibunda tercinta yang menjadi alasan utama saya bertahan menjalani proses perkuliahan dengan berbagai

Kurangnya keterlibatan pihak keluarga/kerabat juga menjadi faktor yang sangat mempengaruhi, dibuktikan dari pernyataan informan kunci bahwa tidak ada pihak keluarga/kerabat

Eksploitasi secara ekonomi terhadap anak jalanan merupakan suatu tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh seseorang dengan cara memanfaatkan waktu dan tenaga anak

Eksploitasi secara ekonomi terhadap anak jalanan merupakan suatu tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh seseorang dengan cara memanfaatkan waktu dan tenaga anak

Keluarga dengan anak down syndrome umumnya mengalami tingkat stres yang lebih tinggi. Sehingga sangat penting bagi orang tua untuk memiliki ketahanan mental atau resiliensi.

Keluarga adalah merupakan tempat pertama proses terjadinya sosialisasi dan sivilisasi pribadi anak. Di dalam keluarga seorang anak belajar untuk mengenal cinta, kasih saying,

Hidup anak jalanan terancam akibat eksploitasi, diskriminasi, kekerasan seksual dan kejahatan lain yang merugikan (Abu Laka, diakses: 6 juni 2013 pukul 13.00 WIB).. Kota

Rendahnya sebuah ekonomi menjadikan suatu faktor pertama penyebab terjadinya perceraian, emosi yang masih belum bisa di kendalikan sering menyebabkan KDRT, dan adanya pihak ketiga dalam