BATAS WAKTU WANPRESTASI DAN PERNYATAAN PERCEPATAN PENYELESAIAN UTANG OLEH KREDITOR SEPARATIS
Teks penuh
Dokumen terkait
Dari pertimbangan hukum tersebut, maka pada akhirnya Majelis Hakim pemeriksa perkara menjatuhkan putusan yang inti amarnya: pertama, mengabulkan gugatan Penggugat untuk
Penyelesaian Kepailitan Terhadap Kreditor Separatis Dibandingkan dengan Kreditor Pemegang Hak Jaminan dalam Hal Terjadinya Sita Jaminan………..63. Proses Penyelesaian
(3) selama jangka waktu pengguhan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), kurator dapat menggunakan harta pailit berupa benda tidak bergerak maupun benda bergerak yang berada
Keenam, berdasarkan kriteria lain dalam ilmu hukum kontrak, dapat dikategorikan sebagai force majeure karena ketidakpraktisan (impracticability). Berdasarkan
Bahwa pertimbangan Judex Facti tersebut salah dan keliru dalam menafsirkan Pasal 59 ayat (1) Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban
Pengaturan hukum jaminan dalam Pasal 21 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1996 tentang Hak Tanggungan dan Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 42 tentang Fidusia serta Pasal 55 ayat
107 Undang-Undang Hak Tanggungan dan Pasal 34 Undang-Undang Kepailitan yang menentukan “Kecuali ditentukan lain dalam Undang- Undang ini, perjanjian yang bermaksud
Studi hukum mengenai perlindungan kreditor separatis terhadap harta debitur pailit berdasarkan Pasal 55 ayat (1) Undang-Undang