• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS YURIDIS KEDUDUKAN DAN KEWENANGAN JAKSA AGUNG DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2004 TENTANG KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS YURIDIS KEDUDUKAN DAN KEWENANGAN JAKSA AGUNG DALAM SISTEM KETATANEGARAAN INDONESIA DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 16 TAHUN 2004 TENTANG KEJAKSAAN REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
19
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Yusril Ihza Mahendra dengan materi Pasal 22 ayat (1) huruf d Undang Undang Nomor 16 Tahun 2004, bahwa Jaksa Agung sebagai Pejabat Negara ( yang pada masa itu diduduki oleh

kewenangan Jaksa Pengacara Negara dengan didasarkan pada ketentuan peraturan perundang-undangan, Pasal 30 ayat (2) UU Kejaksaan RI dan Pasal 24 ayat (2) Perpres

Bahwa menurut Pemohon, ketentuan Pasal 22 ayat (1) huruf d Undang-Undang a quo telah membuka peluang bagi orang yang "mengaku dan atau menyebut diri" sebagai Jaksa Agung

Pasal 2 (1) Kejaksaan Republik Indonesia yang selanjutnya dalam Undang-Undang ini disebut kejaksaan adalah lembaga pemerintah yang melaksanakan kekuasaan negara di bidang

Analisis eksistensi kejaksaan sebagai lembaga pemerintah dalam sistem ketatanegaraan Republik Indonesia.. Penulisan Hukum

Beberapa ketentuan dalam Peraturan Jaksa Agung Nomor PER-033/A/JA/07/2011 tentang Pemberian Tunjangan Kinerja Pegawai di Lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia

1) lnstruksi Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor INS-004MA/3/1994 tanggal 9 Maret 1994 tentang Pengendalian Perkara Penting Tindak Pidana Umum. 2) Surat Jaksa Agung Muda

Pegawai Negeri Sipil Kejaksaan Republik Indonesia yang menduduki jabatan fungsional jaksa dan diangkat dalam jabatan struktural serta pangkatnya masih satu tingkat