• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perenan Rapat PT. (Persero) Wilayah Sumatera utara

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Perenan Rapat PT. (Persero) Wilayah Sumatera utara"

Copied!
54
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHIR

PERANAN RAPAT PADA PT. PLN (PERSERO)

WILAYAH SUMATERA UTARA

OLEH

TENGKU RIEF HAMDANI 062103083

PROGRAM STUDI DIPLOMA III KESEKRETARIATAN FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN

(2)

Lembar Persetujuan Tugas Akhir

Nama : Tengku Rief Hamdani

Nim : 062103083

Program Studi : D III Kesekretariatan

Judul : Peranan Rapat Pada PT. PLN (PERSERO) WILAYAH

SUMATERA UTARA

Medan, 2009 Ketua Program Studi

NIP. 132010480

(DR. Endang Sulistya Rini, SE, MSi)

Medan, 2009 Dekan

NIP. 131285985

(3)

Penanggung Jawab Tugas Akhir

Nama : Tengku Rief Hamdani

Nim : 062103083

Program Studi : D III Kesekretariatan

Judul : Peranan Rapat Pada PT. PLN (PERSERO) WILAYAH

SUMATERA UTARA

Medan, 2009

Menyetujui Dosen Pembimbing

NIP. 132010480

(4)

KATA PENGANTAR

Sesungguhnya segala puji bagi Allah SWT, kita memujiNya, meminta

pertolonganNya, dan meminta ampun serta bertaubat kepadaNya. Shalawat dan

salam penulis sampaikan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW, tauladan

umat dan pembawa risalah da’wah kebenaran yang membimbing kita semua ke

jalan yang lurus.

Alhamdulillah akhirnya penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini,

yang merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan Diploma III

Jurusan Kesekretariatan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

Tiada penghargaan yang paling indah selain ucapan terima kasih kepada

pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam menyusun tugas akhir ini

khususnya :

1. Bapak Drs. Jhon Tafbu Ritonga, MEc selaku Dekan Fakultas Ekonomi

Universitas Sumatera Utara.

2. Ibu DR. Endang Sulistya Rini, SE., MSi selaku Program Studi Diploma III

Kesekretariatan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

3. Ibu DR. Arlina Nurbaity Lubis, MBA selaku sekretaris Program Studi

Diploma III Kesekretariatan Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

4. Teristimewa Ayahanda T. Darhamsyah, SH dan Ibunda tersayang Latifah

Hanum Nst yang dengan sabar memberikan dukungan moril dan materil serta

(5)

pendidikan di Fakultas Ekonomi Jurusan Kesekretariatan Universitas

Sumatera Utara.

5. Ibu Dra. Fepty Aniar selaku Kepala Sub. Bagian Akademik Fakultas

Ekonomi Universitas Sumatera Utara.

6. Seluruh Dosen pengajar dan pegawai di Fakultas Ekonomi Universitas

Sumatera Utara.

7. Kak Ita di Program Studi Diploma III Kesekretariatan, terima ksaih banyak

sudah membantu selama kuliah di Ekonomi.

8. Kepada Pimpinan, staff dan seluruh pegawai PT. PLN (Persero) Wilayah

Sumatera Utara yang telah memberikan izin dan bantuan serta motivasi

kepada penulis selama melakukan riset.

9. Adik tercinta T. Zulfa Hasdiani, T. M. Riansyah dan Julpan M. Serta kak

Eka, jadilah engkau sebagai seorang yang sholeh, rajin belajar. Semoga

impiannya tewujud dan selalu dalam kebaikan. Amin.

10. Para sahabat, karib, sobat bahkan saya anggap keluarga, para anggota d3_53c

tercinta ’06 (Demez, Bandit, Ubay, Ujek, Aray, Idoer) ’07 (Iwan & agung,

selamat atas keberhasilanmu nak, tunjukkan kinerjamu) ’08 (Kumar, Roy,

Depri, Isan, Roby) banyak latihan kalau mau melawan ’06.

11. Untuk De-wiee, De-end, & De-yos terima kasih banyak telah mengisi

hari-hariku, dan siapa selanjutnya?

12. Buat sekretaris umum saya Eva UGD, Buat bendahara umum winda, terima

kasih banyak sudah mau berjuang bersama-sama untuk HIDEAKI. Seluruh

(6)

Reni, Maya, Grace, Abang, veena, Noni, & D3_kes team Amel, Didar, Dila,

Muty, & Nadia, jangan lupa sama abang kalian semua) terus kembangkan

yang sudah kami buat, & ”Pertahankan D III Kesekretariatan tetap di

Ekonomi”.

13. Untuk Cecer (Cerdas Cermat), Narsis, nero & Mobil, terima kasih sudah

menemaniku selama kuliah.

14. Keluarga di pajus mas Bay & bang Pra, terima kasih mas atas tempat

kumpul, rapat & cuci foto anak-anak sekretaris.

15. Serta seluruh kawan-kawan stambuk 2006, adik-adik stambuk 2007 & 2008

yang tak tersebutkan namanya satu-persatu yang telah memberikan

pengalaman dan pembelajaran hidup yang berarti bagi saya. I love

Kesekretariatan

Akhir kata penulis menyadari bahwa penulisan tugas akhir ini masih

banyak memiliki kesalahan dan kekurangan. Oleh sebab itu dengan segala

kerendahan hati, penulis mengharapkan saran maupun kritik demi perbaikan dan

kesempurnaan tugas akhir ini ke depannya, sehingga dapat bermanfaat bagi

penulis dan pembaca.

Medan, 15 juni 2009

Penulis

(7)

DAFTAR ISI

B. Pengelolaan Rapat pada PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA ... 38

(8)

DAFTAR TABEL

Halaman

(9)

DAFTAR GAMBAR

Halaman

Gambar 2. 1. Struktur Organisasi PT. PLN (PERSERO) WILAYAH

SUMATERA UTARA ... 10

(10)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Setiap perusahaan yang didirikan baik itu yang bergerak di bidang jasa,

industri maupun dagang mempunyai tujuan utama yang ingin dicapai oleh

perusahaan antara lain untuk mendapatkan laba (profit) yang maksimal dengan

pengeluaran yang tertentu, sehingga dapat mempertahankan kelangsungan hidup

perusahaan (survival) serta pertumbuhan perusahaan (growth). Agar tujuan ini

tercapai, fungsi-fungsi manajemen seperti perencanaan (planning),

pengorganisasian (organizing), pangarahan (directing) dan fungsi pengawasan

(controlling) hendaknya dilaksanakan dengan baik oleh perusahaan. Setiap

perusahaan juga harus mempunyai sistem dan prosedur yang baik dalam

mengelola dan mengawasi semua kegiatan yang ada di perusahaan.

Dalam melaksanakan fungsi-fungsi manajemen tersebut diperlukan suatu

forum pertemuan untuk membahas tata cara pelaksanaan fungsi-fungsi

manajemen yang baik, membahas kinerja perusahaan dan kendala-kendala yang

dialami perusahaan serta mencari solusi yang tepat dalam menghadapinya, salah

satu forum tersebut adalah rapat. Rapat adalah pertemuan yang diselenggarakan

untuk membahas sesuatu. (Wibowo, 2001 ; 39). Rapat dapat diikuti oleh semua

anggota organisasi untuk membahas kepentingan umum demi lancarnya

organisasi. Rapat juga merupakan tempat pengurusnya memberikan

(11)

Rencana-rencana organisasi seperti rencana strategis (strategic plan),

rencana taktis (tactical plan), dan rencana operasional (operasional plan) juga

biasanya ditentukan dalam rapat perusahaan. Rapat bukan hanya sekedar

membuat rencana, dan mengevaluasi kinerja perusahaan, tetapi proses

pengambilan keputusan juga dilakukan dalam rapat perusahaan, sehingga

keputusan yang diambil tidaklah keputusan sepihak saja, namun merupakan

keputusan perusahaan/organisasi tersebut.

Rapat perusahaan merupakan suatu hal yang sangat penting (urgent), karena

menyangkut kelangsungan hidup perusahaan (survival) dan pertumbuhan

perusahaan (growth). Jika pelaksanaan rapat terlaksana dengan baik, akan

menghasilkan suatu keputusan - keputusan yang baik pula bagi perusahaan.

Rapat Rapat pada PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA

UTARA mempunyai peranan yang sangat besar dalam menentukan kinerja

perusahaan, karena keputusan-keputusan penting perusahaan biasanya diambil

dalam rapat. Evaluasi-evaluasi kinerja perusahaan juga dibahas dalam rapat,

sehingga hal-hal yang mungkin menjadi kekurangan dapat diperbaiki.

B. Rumusan Masalah

Permasalahan yang dibahas pada tulisan ini ialah:

1. Bagaimana tata cara pengelolaan rapat pada PT. PLN (PERSERO)

WILAYAH SUMATERA UTARA?

2. Apa peranan rapat pada PT. PLN (PERSERO) WILAYAH

(12)

C. Tujuan Penelitian

1. Untuk mengetahui tata cara pengelolaan rapat pada PT. PLN

(PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA.

2. Untuk mengetahui peranan rapat pada PT. PLN (PERSERO)

WILAYAH SUMATERA UTARA.

D. Manfaat Penelitian

1. Bagi penulis:

Sebagai tambahan ilmu pengetahuan mengenai tata cara pelaksanaan

rapat pada suatu perusahaan dan sebagai tambahan informasi tentang

PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA kepada

mahasiswa dan pembaca.

2. Bagi perusahaan:

Sebagai bahan masukan bagi perusahaan agar kinerja perusahaan

menjadi lebih baik dan Sebagai perbandingan untuk peningkatan

optimalisasi dan kinerja perusahaan dari waktu ke waktu.

3. Bagi peneliti yang akan datang:

(13)

E. Jadwal Kegiatan

Jadwal kegiatan pembuatan Tugas Akhir ini dapat dilihat pada Tabel 1.1

berikut ini :

Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan

NO KEGIATAN TANGGAL (JUNI)

15-17 18-24 25-30

Dalam kegiatan pengumpulan data, riset dilakukan selama beberapa minggu

mulai tanggal 15 Juni s/d 30 Juni 2009 di Kantor PT. PLN (PERSERO)

WILAYAH SUMATERA UTARA.

F. Sistematika Penulisan

Tugas Akhir ini dibagi atas 4 bab dan tiap bab dibagi atas beberapa sub bab

antara lain :

Bab I : PENDAHULUAN

Dalam bab ini diuraikan tentang latar belakang, rumusan masalah, tujuan

penelitian, manfaat penelitian, dan rencana penulisan yang terdiri dari jadwal

(14)

Bab II : PROFIL PERUSAHAAN

Dalam bab ini diuraikan mengenai sejarah singkat perusahaan, struktur

organisasi, uraian tugas, jenis usaha/kegiatan, kinerja usaha terkini dan rencana

kegiatan.

Bab III : PEMBAHASAN

Dalam bab ini diuraikan mengenai pengertian perseroan, pengertian rapat,

penyelenggaraan rapat pada perusahaan, dan peranan rapat perusahaan.

Bab IV : KESIMPULAN DAN SARAN

Dalam bab ini berisikan Kesimpulan dan Saran tentang Peranan Rapat

(15)

BAB II

PROFIL PERUSAHAAN

PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA

A. Sejarah Ringkas

Sebelum Kemerdekaan Sampai 1965

Kalau listrik mulai ada di wilayah Indonesia tahun 1893 di daerah Batavia

(Jakarta sekarang), maka 30 tahun kemudian (1923) listrik mulai ada di Medan.

Sentralnya dibangun di tanah pertapakan Kantor PLN Cabang Medan yang

sekarang di Jl. Listrik No. 12 Medan, dibangun oleh NV NIGEM/OGEM

perusahaan swasta Belanda. Kemudian menyusul pembangunan kelistrikan di

Tanjung Pura dan Pangkalan Brandan (1924), Tebing Tinggi (1927), Sibolga (NV

ANIWM) Brastagi dan Tarutung (1929), Tanjung Balai (1931) milik Gemeente –

Kotapraja, Labuhan Bilik (1936) dan Tanjung Tiram (1937).

Masa penjajahan Jepang, Jepang hanya mengambil alih pengelolaan

Perusahaan Listrik Swasta Belanda tanpa mengadakan penambahan mesin dan

perluasan jaringan. Daerah kerja dibagi menjadi Perusahaan Listrik Sumatera

Utara, Perusahaan Listrik Jawa dan seterusnya sesuai struktur organisasi

pemerintahan tentara Jepang waktu itu.

Setelah Proklamasi RI 17 Agustus 1945, dikumandangkanlah Kesatuan Aksi

Karyawan Perusahaan Listrik di seluruh penjuru tanah air untuk mengambil alih

perusahaan listrik bekas milik swasta Belanda dari tangan Jepang. Perusahaan

Listrik yang sudah diambil alih itu diserahkan kepada Pemerintah RI dalam hal ini

Departemen Pekerjaan Umum. Untuk mengenang peristiwa ambil alih itu, maka

(16)

Hari Listrik. Sejarah memang membuktikan kemudian bahwa dalam suasana yang

makin memburuk dalam hubungan Indonesia – Belanda, tanggal 3 Oktober 1953

keluar Surat Keputusan Presiden No. 163 yang memuat ketentuan Nasionalisasi

Perusahaan Listrik milik swasta Belanda sebagai bagian dari perwujudan pasal 33

ayat(2) UUD 1945.

Setelah aksi ambil alih itu, sejak tahun 1955 di Medan berdiri Perusahaan

Listrik Negara Distribusi Cabang Sumatera Utara (Sumatera Timur dan Tapanuli)

yang mula-mula dikepalai R. Sukarno (merangkap kepala di Aceh), tahun 1959

dikepalai oleh Ahmad Syaifullah. Setelah BPU PLN berdiri dengan SK Menteri

PPUT No. 16/1/20 tanggal 20 Mei 1961, maka organisasi kelistrikan dirubah.

Sumatera Utara, Aceh, Sumbar, Riau menjadi PLN Eksploitasi .

Tahun 1965, BPU PLN dibubarkan dengan Peraturan Menteri PUT No. 9

/PRT/64 dan Peraturan Menteri No. 1/PRT/65 ditetapkan pembagian daerah kerja

PLN menjadi 15 Kesatuan daerah Eksploitasi. Sumatera Utara tetap menjadi

Eksploitasi I.

Perubahan Eksploitasi I Sampai Wilayah II

Sebagai tindak lanjut dari pembentukan PLN Ekploitasi I Sumatera Utara

tersebut, maka dengan keputusan Direksi PLN No. KPTS 009/DIRPLN/66

tanggal 14 April 1966, PLN Eksploitasi I dibagi menjadi empat cabang dan satu

sektor, yaitu Cabang Medan, Binjai, Sibolga, P.Siantar (Berkedudukan di Tebing

Tinggi). PP No. 18 tahun 1972 mempertegas kedudukan PLN sebagai Perusahaan

Umum Listrik Negara dengan hak, wewenang dan tanggung jawab

(17)

Wilayah RI. Dalam SK Menteri tersebut PLN Eksploitasi I Sumatera Utara diubah

menjadi PLN Eksploitasi II Sumatera Utara.

Kemudian menyusul Peraturan Menteri PUTL No. 013/PRT/75 yang

merubah PLN Eksploitasi menjadi PLN Wilayah. PLN Eksploitasi II menjadi

PLN Wilayah II Sumatera Utara.

Perubahan Perum menjadi Persero

Dengan keluarnya peraturan pemerintah No. 23/1994 tanggal 16 Juni 1994

maka ditetapkan status PLN sebagi persero. Adapun yang melatarbelakangi

perubahan status tersebut adalah untuk mengantisipasi kebutuhan listrik yang

terus meningkat dewasa ini.

Dimana pada abad 21 nanti, PLN tidak dapat tidak harus mampu menghadapi

tantangan yang ada. PLN harus mampu menggunakan tolak ukur Internasional,

dan harus mampu berswadaya tinggi, dengan manajemen yang berani transparan,

terbuka, desentralisasi, profit center dan cost center.

Untuk mencapai tujuan PLN meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan

mendorong perkembangan industri pada PJPT II yang tanggung jawabnya cukup

besar dan berat, kerjasama dan hubungan yang harmonis dengan instansi dan

lembaga yang terkait perlu dibina dan ditingkatkan terus.

Pemisahan Wilayah, Pembangkitan dan Penyaluran

Perkembangan kelistrikan di Sumatera Utara terus mengalami pertumbuhan

dan perkembangan yang begitu pesat, hal ini ditandai dengan semakin

bertambahnya jumlah pelanggan, perkembangan fasilitas kelistrikan, kemampuan

(18)

pertumbuhan dan perkembangan kelistrikan Sumatera Utara dimasa – masa

mendatang serta sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasa

kelistrikan, maka berdasarkan Surat Keputusan Nomor 078.K/023/DIR/1996

tanggal 8 Agustus 1996 dibentuk organisasi baru bidang jasa pelayanan

kelistrikan yaitu PT PLN (Persero) Pembangkitan dan Penyaluran Sumatera

Bagian Utara.

Dengan pembentukan Organisasi baru PT PLN (Persero) Pembangkitan dan

Penyaluran Sumatera Bagian Utara yang terpisah dari PT PLN (Persero) Wilayah

II, maka fungsi – fungsi pembangkitan dan penyaluran yang sebelumnya dikelola

PT PLN (Persero) Wilayah II berpisah tanggung jawab pengelolaanya ke PLN

Pembangkitan dan Penyaluran Sumbagut. Sementara itu, PT PLN (Persero)

Wilayah II berkonsentrasi pada distribusi dan penjualan tenaga listrik.

Pada Tahun 2003 PT PLN (Persero) Wilayah II Berubah Menjadi PT PLN

(PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA.

B. Struktur Organisasi

PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara memiliki tujuh bidang yang

setiap bidangnya masing – masing dipimpin oleh kepala bidang yang bertanggung

jawab kepada General Manager. Bidang – bidang tersebut kemudian membawahi

beberapa sub dan sub – sub bagian yang secara khusus menangani suatu pekerjaan

tertentu berdasarkan spesialisasinya.

Adapun struktur organisasi PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara

(19)

Gambar 2.1.

Struktur Organisasi PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara

U

n

iv

e

r

s

ita

s

Su

m

a

te

r

a

U

ta

(20)

C. Uraian Tugas

1. GENERAL MANAGER

Bertanggung jawab atas pengelolaan usaha melalui optimalisasi seluruh

sumber daya secara efisien, efektif dan sinergis; pengelolaan pengusahaan

pembangkitan, pendistribusian dan penjualan tenaga listrik dalam jumlah dan

mutu yang memadai secara efisien, meningkatkan mutu dan keandalan serta

pelayanan pelanggan; dan memastikan terlaksananya Good Corporate

Governance (GCG) di PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara

Rincian tugas pokok sebagai berikut :

a. Melakukan kegiatan pengusahaan pembangkitan (skala kecil) secara

efisien, hemat energi, handal dan ramah lingkungan ;

b. Mengusulkan rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP) Wilayah

Sumatera Utara ;

c. Memastikan program rencana kerja dan anggaran perusahaan (RKAP)

Wilayah Sumatera Utara dilaksanakan sesuai penetapan direksi ;

d. Menetapkan kebijakan strategis terkait pengelolaan pengusahaan

pembangkitan, penditribusian dan penjualan tenaga listrik Wilayah

Sumatera Utara ;

e. Menjamin pengelolaan kegiatan pengusahaan pembangkitan,

pendistribusian dan penjualan tenaga listrik dalam jumlah dan mutu yang

(21)

f. Mengelola sistem manajemen kinerja unit dan manajemen mutu termasuk

menetapkan target kinerja unit-unit dibawah koordinasinya, memonitor

dan mengendalikan pelaksanaannya ;

g. Memastikan pelaksanaan kebijakan pokok pengembangan mekanisme

niaga dan operasi yang telah ditetapkan Direksi ;

h. Menetapkan kebijakan strategis penyusunan dan pemantauan manajemen

resiko Wilayah Sumatera Utara ;

i. Mengembangkan dan memelihara kompetensi anggota organisasi ;

j. Menetapkan Laporan Manajemen Wilayah Sumatera Utara.

2. BIDANG PERENCANAAN

Bertanggung jawab atas tersusunnya perencanaan kerja, sistem

menajemen kinerja, perencanaan investasi, pengembangan aplikasi sistem

informasi, untuk mendukung upaya pengusahaan tenaga listrik yang memiliki

efisiensi, mutu dan keandalan yang baik serta upaya pencapaian sasaran dan

ketersediaan kerangka acuan pelaksanaan kerja.

Rincian tugas pokok sebagai berikut :

a. Menyusun Rencana Umum Pengembangan Tenaga Listrik (RUPTL),

Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) dan Rencana Kerja

Anggaran Perusahaan (RKAP) ;

b. Menyusun rencana pengembangan sistem ketenagalistrikan ;

(22)

d. Menyusun metoda evaluasi kelayakan investasi dan melakukan penilaian

finansialnya ;

e. Mengembangkan hubungan kerjasama dengan pihak lain dan penyandang

dana, baik secara bilateral maupun miltilateral ;

f. Menyusun rencana pengembangan sistem teknologi informasi dan

aplikasi pengembangan sistem informasi;

g. Mengendalikan aplikasi-aplikasi teknologi informasi ;

h. Menyiapkan SOP pengelolaan aplikasi sistim informasi ;

i. Menyusun laporan manajemen dan database pada Bidang Perencanaan.

2.a. SUB BIDANG PERENCANAAN PERUSAHAAN

Bertanggung jawab atas tersusunnya rencana pengusahaan tenaga listrik,

system manajemen kinerja, perencanaan investasi, serta menggali potensi

kerjasama dengan pihak luar, menciptakan kerangka pelaksanaan kerja

sehingga dapat mendukung upaya pengusahaan tenaga listrik yang efektif,

efisien dengan mutu serta keandalan yang baik dan menerapkan tata kelola

perusahaan yang baik

2.b. SUB BIDANG PERENCANAAN SISTEM

Bertanggung jawab atas tersusunnya perencanaan umum penyediaan

tenaga listrik beserta kebutuhan investasinya. Merencanakan pengembangan

sistem pembangkit, transmisi, Gardu Induk dan distribusi sesuai standar,

(23)

pengusahaan tenaga listrik yang efektif, efisien dengan tingkat mutu serta

keandalan yang baik dan menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

2.c. SUB BIDANG SISTEM INFORMASI

Bertanggung jawab atas tersusunnya perencanaan, pengembangan,

pengendalian dan pemeliharaan sistem dan aplikasi teknologi informasi,

menyusun laporan manajemen, menciptakan kerangka pelaksanaan kerja

sehingga dapat mendukung upaya pengusahaan tenaga listrik yang efektif,

efisien dengan mutu serta keandalan yang baik dan menerapkan tata kelola

perusahaan yang baik

2.c.1 SUB SUB BIDANG OPERASI APLIKASI TEKNOLOGI INFORMASI

Bertanggung jawab beroperasinya sistem-sistem aplikasi serta

menjaga terpeliharanya sistem aplikasi, menyiapkan SOP sistem-sistem

aplikasi yang telah dioperasikan, menyiapkan pengembangan sistem

aplikasi sesuai kebutuhan perusahaan.

2.c.2 SUB SUB BIDANG OPERASI JARINGAN DAN MULTI MEDIA

Bertanggung jawab beroperasinya sarana jaringan, komunikasi

data dan sarana multi media, menyiapkan pengembangan kebutuhan

(24)

2.c.3 SUB SUB BIDANG LAYANAN DATABASE

Bertanggung jawab atas rancangan data base sesuai kebutuhan

dalam rangka pengembangan aplikasi dan sistem aplikasi dari

masing-masing user, dan pengembangan layanan database serta pengamanannya

3. BIDANG TEKNIK

Bertanggung jawab atas tersusunnya strategi, standarisasi dan penerapan

sistem pengelolaan jaringan distribusi dan pembangkit serta penerapan

manajemen lingkungan dan keselamatan ketenagalistrikan serta upaya

pencapaian sasaran dan ketersediaan kerangka acuan pelaksanaan kerja, untuk

mendukung upaya pengusahaan tenaga listrik yang efektif, efisien dengan

tingkat mutu dan keandalan yang baik serta upaya pencapaian sasaran dan

ketersediaan kerangka acuan pelaksanaan kerja

a. Menyusun dan membina penerapan sistem pengelolaan jaringan distribusi

dan pembangkit :

1) Strategi pengoperasian dan pemeliharaan pembangkit, jaringan

distribusi dan membina penerapannya

2) SOP penerapan dan pengujian peralatan distribusi, serta SOP untuk

operasi dan pemeliharaan jaringan distribusi

3) Standar desain konstruksi jaringan distribusi, kriteria konstruksi dan

peralatan kerjanya

4) Pengembangan sarana komunikasi dan optimalisasi operasi jaringan

(25)

5) Manajemen pengadaan dan perbekalan dalam sistem pengelolaan

jaringan distribusi

6) Pengendalian susut energi listrik dan gangguan serta usulan perbaikan

b. Menyusun regulasi untuk penyempurnaan data induk pembangkit dan

data induk jaringan (DIJ)

c. Memantau dan mengevaluasi data induk jaringan

d. Memantau dan mengevaluasi data induk jaringan

e. Menyusun rencana kegiatan konstruksi dan administrasi pekerjaan serta

membina penerapannya

f. Membuat usulan RKAP terkait bidang teknik

g. Menyusun laporan manajemen dan database pada bidang teknik

3.a. SUB BIDANG KONSTRUKSI

Bertanggung jawab atas tersusunnya standarisasi, analisa harga satuan dan

manajemen kontruksi dan rehabilitasi jaringan distribusi, pembangkit dan

sarana, yang memenuhi kriteria manajemen lingkungan dan keselamatan

ketenagalistrikan, menciptakan kerangka pelaksanaan kerja, sehingga dapat

mendukung upaya pengusahaan tenaga listrik yang efektif, efisien, memenuhi

tingkat mutu dan keandalan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan dan

(26)

3.b. SUB BIDANG DISTRIBUSI

Bertanggung jawab atas tersusunnya rencana operasi dan pemeliharaan

jaringan distribusi serta penerapan manajemen lingkungan dan keselamatan

ketenagalistrikan, menciptakan kerangka pelaksanaan kerja sehingga dapat

mendukung upaya pengusahaan tenaga listrik yang efektif, efisien, memenuhi

tingkat mutu dan keandalan yang sesuai dengan standar yang ditetapkan dan

menerapkan tata kelola perusahaan yang baik

3.c. SUB BIDANG PENGUKURAN DAN SISTEM PROTEKSI

Bertanggung jawab atas tersusunnya sistem proteksi dan pengukuran yang

handal dan akurat untuk mendukung pelayanan tenaga listrik kepada

masyarakat

4. BIDANG NIAGA DAN PELAYANAN PELANGGAN

Bertanggung jawab atas upaya pencapaian target pendapatan dari

penjualan tenaga listrik, pengembangan pemasaran yang berorientasi kepada

kebutuhan pelanggan dan transaksi pembelian tenaga listrik yang memberikan

nilai tambah bagi Perusahaan, serta ketersediaan standar pelaksanaan kerja dan

tercapainya interaksi kerja yang baik antar unit-unit pelaksana.

Rincian tugas pokok sebagai berikut :

a. Menyusun :

1) Ketentuan dan strategi pemasaran

(27)

b.Mengevaluasi harga jual energi listrik

c. Menghitung biaya penyediaan tenaga listrik

d.Menegosiasikan harga jual beli tenaga listrik

e. Menyusun :

1) Strategi dan pengembangan pelayanan pelanggan

2) Standar dan produk pelayanan

3) Ketentuan data induk (DIL) dan data induk saldo (DIS)

4) Konsep kebijakan sistem informasi pelayanan pelanggan

f. Melakukan pengendalian DIS dan opname saldo piutang

g.Mengkoordinasikan pelaksanaan penagihan kepada pelanggan tertentu

antara lain TNI/POLRI dan instansi vertikal

h.Mengkaji pengelolaan pencatatan meter dan menyusun rencana

penyempurnaannya

i. Menyusun mekanisme interaksi antar unit pelaksana

j. Menyusun rencana pengembangan usaha baru serta pengaturannya

k.Membuat usulan RKAP yang terkait dengan bidangnya

l. Menyusun dan mengelola manajemen mutu

m. Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik

n.Menyusun laporan manajemen dibidangnya

4.a SUB BIDANG PEMASARAN

Bertanggung jawab atas tersusunnya rencana pemasaran yang menjamin

(28)

kebutuhan pelanggan, serta kesediaan standar pelaksanaan kerja dan

tercapainya interaksi kerja yang baik antar unit-unit pelaksana dan menerapkan

tata kelola perusahaan yang baik

4.b SUB BIDANG KOMERSIAL

Bertanggung jawab atas upaya pencapaian target pendapatan dari

penjualan tenaga listrik, transaksi pembelian tenaga listrik yang memberikan

nilai tambah bagi perusahaan, serta ketersediaan standar pelaksanaan kerja dan

tercapainya interaksi kerja yang baik antar unit-unit pelaksana serta

menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

4.c SUB BIDANG PENGEMBANGAN USAHA

Bertanggung jawab atas upaya peningkatan pendapatan dengan

melakukan pengendalian terhadap administrasi penjualan tenaga listrik guna

tercapainya interaksi kerja yang baik serta menerapkan tata kelola perusahaan

yang baik

5. BIDANG KEUANGAN

Bertanggung jawab atas penyelanggaraan keuangan sesuai dengan

pronsip-prinsip manajemen keuangan yang baik, pengelolaan pajak dan

asuransi yang efektif serta penyajian laporan keuangan dan akuntansi yang

(29)

Rincian tugas pokok sebagai berikut :

a. Menyusun kebijakan anggaran dan proyeksi keuangan perusahaan

b. Menyusun biaya perolehan pokok (BPP) per transaksi dan atau perfungsi

c. Mengendalikan anggaran investasi dan anggaran operasi

d. Mengendalikan aliran kas pendapatan

e. Mengendalikan aliran kas pembiayaan

f. Melakukan pengelolaan keuangan

g. Melakukan analisis dan evaluasi laporan keuangan unit-unit

h. Menyusun laporan konsolidasi

i. Menyusun laporan rekonsiliasi keuangan

j. Menyusun dan menganalisa kebijakan resiko dan penghapusan asset

k. Melakukan pengelolaan pajak asuransi

l. Membuat RKAP bersama bidang perencanaan danbidang lainnya

m. Menyusun dan mengelola manajemen mutu dan menerapkan tata kelola

yang baik

n. Menyusun laporan manajemen di bidangnya

5.a SUB BIDANG ANGGARAN

Bertanggung jawab atas penyelenggaraan pengelolaan anggaran unit

sesuai dengan prinsip-prinsip manajemen keuangan yang baik serta

(30)

5.b SUB BIDANG KEUANGAN

Bertanggung jawab atas penyelenggaraan keuangan sesuai dengan

prinsip-prinsip manajemen keuangan yang baik sesuai ketentuan yang berlaku

serta menerapkan tata kelola perusahaan yang baik

5.b.1 SUB SUB BIDANG ADMINISTRASI KEUANGAN

Bertanggung jawab melaksanakan administrasi tata usaha

keuangan pengusahaan, sarana penyediaan tenaga listrik dan pelaporan

penggunaan setiap pos anggaran

5.c SUB BIDANG PENGENDALIAN PENDAPATAN

Bertanggung jawab atas pengelolaan pendapatan perusahaan yang baik

sesuai ketentuan yang berlaku dan menerapkan tata kelola perusahaan yang

baik

5.d SUB BIDANG PAJAK DAN ASURANSI

Bertanggung jawab atas pengelolaan pajak dan asuransi perusahaan yang

baik sesuai ketentuan yang berlaku dan menerapkan tata kelola pajak

perusahaan yang baik

5.e SUB BIDANG AKUNTANSI

Bertanggung jawab atas penyelenggaraa pengelolaan akuntansi unit sesuai

(31)

akuntansi yang akurat dan tepat waktu serta menerapkan tata kelola perusahaan

yang baik

5.e.1 SUB SUB BIDANG AKUNTANSI AKTIVA TETAP DAN PDP & PERSEDIAAN

Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan akuntansi untuk

pembangunan dan pemugaran sarana penyediaan tenaga listrik serta

akuntansi aktiva tetap, akuntansi persediaan, dan analisa evaluasi

keuangan/akuntansi

5.e.2 SUB SUB BIDANG AKUNTANSI UMUM

Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan akuntansi umum

wilayah dan pengusahaan sarana penyediaan tenaga listrik serta

menyusun laporan keuangannya

6. BIDANG SUMBERDAYA MANUSIA DAN ORGANISASI

Bertanggung jawab atas penyelenggaraan pengelolaan manajemen SDM

berbasis kompetensi, pengembangan organisasi, evaluasi tingkat organisasi

unit, perencanaan tenaga kerja, dan anggaran kepegawaian, pengelolaan data

dan administrasi kepegawaian serta hubungan industrial.

Rincian tugas pokok sebagai berikut :

a. Mengelola :

1) Pengembangan organisasi

(32)

3) Manajemen sumber daya manusia berbasis kompetensi

4) Administrasi dan data kepegawaian

b.Perencanaan tenaga kerja

c. Perencanaan anggaran kepegawaian

d.Evaluasi tingkat organisasi unit pelaksana dan sub unit pelaksana

e. Membina hubungan industrial

f. Menyusun laporan manajemen

6.a SUB BIDANG PENGEMBANGAN ORGANISASI DAN SDM

Bertanggung jawab atas penyusunan dan evaluasi perencanaan

organisasi dan SDM untuk mendukung kelancaran kerja organisasi,

menyusun anggaran biaya pegawai, menyusun rencana pengembangan

pegawai sesuai kebutuhan kompetensi jabatan dan kompetensi individu, serta

menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.

6.a.1 SUB SUB BIDANG PERENCANAAN KARIR DAN DIKLAT

Bertanggung jawab atas pelaksanaan kegiatan perencanaan karir

dan diklat untuk pembinaan Pegawai serta merencanakan proses Promosi

dan rotasi Pegawai

6.b SUB BIDANG ADMINISTRASI SDM

Bertanggung jawab atas pengelolaan administrasi kepegawaian sesuai

(33)

peningkatan produktivitas organisasi serta menerapkan tata kelola perusahaan

yang baik

6.b.1 SUB SUB BIDANG KESEJAHTERAAN PEGAWAI

Bertanggung jawab atas kegiatan administrasi gaji/upah dan

kesejahteraan pegawai serta pensiun, mengelola data pensiun

6.b.2 SUB SUB BIDANG ADMINISTRASI SDM

Bertanggung jawab atas kegiatan administrasi SDM meliputi

pengangkatan, penempatan, pemindahan dan pemberhentian pegawai,

serta mengelola data pegawai meliputi fisik/dosier maupun data

komputerisasi/Sipeg.

7. BIDANG KOMUNIKASI HUKUM DAN ADMINISTRASI

Bertanggung jawab atas pengelolaan administrasi dan kesekratariatan,

komunikasi, masyarakat, dan hukum ; pengelolaan keamanan, aset, sarana

dan prasarana kantor, serta pembinaan lingkungan untuk mendukung

kelancaran kerja organisasi.

Rincian tugas pokok sebagai berikut :

a. Mengelola :

1) Komunikasi perusahaan dengan pihak eksternal dan internal

2) Fasilitas dan prasarana kerja

(34)

b. Mengelola program kemitraan dan program bina lingkungan (PKBL)

c. Melakukan advokasi hukum dan peraturan-peraturan perusahaan

d. Mengelola :

1) Sertifikasi asset

2) Dokumentasi dan perpustakaan

3) Administrasi kesekretariatan, protokol dan rumah tangga kantor induk

e. Membuat usulan RKAP yang terkait dengan bidangnya

f. Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik

g. Menyusun laporan manajemen dan data base pada bidang komunikasi,

hukum dan administrasi

7.a SUB BIDANG KOMUNIKASI DAN BINA LINGKUNGAN

Bertanggung jawab atas terciptanya jembatan komunikasi dengan pihak

internal dan eksternal, serta melakukan pembinaan lingkungan untuk

mendukung peningkatan citra perusahaan serta menerapkan tata kelola

perusahaan yang baik

7.b SUB BIDANG HUKUM

Bertanggung jawab atas pengelolaan advokasi dengan menerapkan tata

(35)

7.c SUB BIDANG ADMINISTRASI UMUM DAN FASILITAS

Bertanggung jawab atas penyelenggaraan pengelolaan administrasi

kesekretariatan, dan pengelolaan keamanan, fasilitas, sarana dan prasarana

kantor untuk mendukung kelancaran kerja perusahaan serta menerapkan tata

kelola perusahaan yang baik.

7.c.1 SUB SUB BIDANG KESEKRETARIATAN

Bertanggung jawab atas kegiatan kesekretariatan dan kearsipan

kegiatan kedinasan, mengendalikan biaya pemakaian ATK dan sarana

kantor dan keamanan lingkungan kantor.

7.c.2 SUB SUB BIDANG UMUM DAN FASILITAS KANTOR

Bertanggung jawab atas pengelolaan administrasi pembayaran

pajak dan asuransi atas aset kantor wilayah dan mengelola pemeliharaan

gedung, instalasi dan sarana kerja, mengawasi pelaksanaan outsourching

SATPAM, Cleaning Service.

8. AUDIT INTERNAL

Bertanggung jawab atas penyelenggaraan audit internal sesuai program

kerja pemeriksaan tahunan dan pemantauan tindak lanjut hasil temuan,

pembinaan dan penyempurnaan sistem manajemen dan oprasional untuk

(36)

Rincian tugas pokok sebagai berikut :

a. Menyusun program kerja pemeriksaan tahunan sesuai program kerja

perusahaan

b. Melaksanakan audit internal yang meliputi audit keuangan, teknik,

manajemen dan SDM

c. Memberikan masukan dan rekomendasi yang menyangkut proses

manajemen dan operasional

d. Memonitor tindak lanjut temuan hasil audit internal

e. Menyusun laporan manajemen sesuai bidang tugas

D. Jenis Usaha/Kegiatan

Adapun jenis usaha/kegiatan pada PT. PLN (PERSERO) WILAYAH

SUMATERA UTARA, yaitu:

1. Mendistribusikan pasokan listrik di seluruh wilayah Sumatera Utara.

2. Pemeliharaan jaringan dan instalasi kelistrikan wilayah Sumatera Utara.

3. Pencapaian target pendapatan dari penjualan tenaga listrik yang

berorientasi kepada kebutuhan pelanggan.

E. Kinerja Usaha Terkini

Kinerja Usaha Triwulan IV Tahun 2008

Kondisi keuangan PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara secara

umum sampai dengan triwulan IV Tahun 2008 mengalami defisit keuangan

(37)

dibawah target s/d Triwulan IV yaitu sebesar 9.70% (target sampai dengan

Triwulan IV adalah 10.36%). Sementara kwh produksi sebesar 102.34% dan

penjualan sebesar 102.44% dari sasaran sampai dengan Triwulan IV tahun

2008.

Oleh karena itu, realisasi yang dicapai sampai dengan triwulan IV Tahun

2008 dibanding dengan sasaran penetapan RKAP(Rencana Kerja dan

Anggaran Perusahaan) 2008 antara lain sebagai berikut:

a. Penjualan tenaga listrik sebesar 5,757,847 MWh atau 102.44% dari

sasaran triwulan IV tahun 2008 sebesar 5,620,850 MWh.

b. Produksi tenaga listrik adalah sebesar 6,469,148 MWh atau 102.34% dari

sasaran triwulan IV 2008 sebesar 6,321,238 MWh.

c. Susut distribusi realisasi dicapai 9.70% sudah dibawah dari sasaran

triwulan IV tahun 2008 sebesar 10.36%.

d. Penambahan pelanggan sebesar 83,218 pelanggan, atau 66.79% dari

sasaran triwulan IV tahun 2008 sebesar 124,590 pelanggan.

e. SAIDI dan SAIFI, berturut – turut sebesar 384.84 menit per pelanggan

dan 10.67 kali per pelanggan, dari sasaran triwulan IV tahun 2008 sebesar

450.00 menit per pelanggan dan 12.00 kali per pelanggan.

f. Pendapatan operasi adalah sebesar Rp 7,275.52 miliar atau 67.18% dari

sasaran triwulan IV tahun 2008 sebesar Rp 10,830.24 miliar.

g. Biaya operasi sebesar Rp 10,431.12 miliar atau 98.14% dari sasaran

(38)

h. Rugi periode berjalan sebesar Rp 9.66 miliar atau 115.21% dari sasaran

triwulan IV tahun 2008 sebesar Rp 8.39 miliar.

i. Piutang listrik dan piutang ragu – ragu periode berjalan sebesar Rp 17,31

miliar dan piutang ragu – ragu sebesar Rp 17.31 miliar.

Kinerja PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara sampai dengan Triwulan

IV tahun 2008 berdasarkan SE Direksi 099.K/DIR/2008 tanggal 02 April 2008

berada pada klasifikasi PLN-K1 dengan nilai bobot 97.53.

Kinerja Usaha Triwulan I Tahun 2009

Sedangkan kondisi keuangan PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara

sampai dengan Triwulan I tahun 2009 mengalami defisit keuangan sebesar Rp

(1,648.39) Milyar. Sedangkan realisasi susut distribusi melebihi target Triwulan I

yaitu sebesar 9.19% (target sampai dengan Triwulan I adalah 9.54%). Sementara

KWh produksi sebesar 98.56% dan penjualan sebesar 98.29% dari sasaran sampai

dengan Triwulan I tahun 2009.

Secara umum realisasi yang dicapai sampai dengan Triwulan I tahun 2009

dibanding dengan sasaran penetapan RKAP (Rencana Kerja dan Anggaran

Perusahaan) 2009 antara lain sebagai berikut:

a. Penjualan tenaga listrik sebesar 1,442,839 MWh atau 98.29% dari sasaran

triwulan I tahun 2009 sebesar 1,467.92 MWh.

b. Produksi tenaga listrik adalah sebesar 1,661,951 MWh atau 98.56% dari

(39)

c. Susut distribusi realisasi dicapai 9.19% sudah dibawah dari sasaran

triwulan I tahun 2009 sebesar 9.54%.

d. Penambahan pelanggan sebesar 19,507 pelanggan, atau 135.49% dari

sasaran triwulan I tahun 2009 sebesar 14,397 pelanggan.

e. SAIDI dan SAIFI, berturut – turut sebesar 1.28 jam per pelanggan dan 2.50

kali per pelanggan, dari sasaran triwulan I tahun 2009 sebesar 1.50 jam per

pelanggan dan 2.55 kali per pelanggan.

f. Pendapatan operasi adalah sebesar Rp 932.20 miliar atau 100.40% dari

sasaran triwulan I tahun 2009 sebesar Rp 928.47 miliar.

g. Biaya operasi sebesar Rp 2,582.68 miliar atau 98.15% dari sasaran triwulan

I tahun 2009 sebesar Rp 2,631.48 miliar.

h. Rugi periode berjalan sebesar Rp 1,648.39 miliar atau 96.95% dari sasaran

triwulan I tahun 2009 sebesar Rp 1,700.24 miliar.

i. Piutang listrik dan piutang ragu – ragu periode berjalan sebesar Rp 71.53

miliar dan piutang ragu – ragu sebesar Rp 11.18 miliar.

Kinerja PT. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara sampai dengan Triwulan I

tahun 2009 berdasarkan SE Direksi 023.K/010/2004 berada pada klasifikasi

PLN-K1 dengan nilai bobot 96.00.

Selain itu PT PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara terus berusaha

meningkatkan pelayanan kepada konsumen dan melakukan kegiatan

perbaikan-perbaikan instalasi maupun pemeliharaan perangkat. Untuk menjaga kualitas dan

(40)

F. Rencana Kegiatan Perusahaan

PT. PLN (Persero) mempunyai beberapa rencana kegiatan ke depan yang

telah dan akan dilaksanakan antara lain sebagai berikut:

1. Peningkatan mutu pelayanan kepada masyarakat pengguna.

2. Penambahan Data Induk Langganan (DIL) dan Data Induk Jaringan (DIJ).

3. Pengamanan pendapatan dengan SIP3 diseluruh unit Cabang.

4. Persiapan pembuatan sistem monitoring persediaan material.

5. Pembuatan Sistem Informasi Gardu Distribusi(SIGD).

6. Pembuatan Sistem Informasi Kepegawaian.

7. Sistem Informasi Pelayanan Pelanggan.

(41)

BAB III PEMBAHASAN

A. Pengertian Rapat

Rapat merupakan bentuk komunikasi yang dihadiri beberapa orang untuk

membicarakan dan memecahkan permasalahan tertentu. Melalui rapat, berbagai

permasalahan dapat dipecahkan, berbagai kebijakan organisasi dirumuskan, dan

kemajuan serta perkembangan organisasi pun dilahirkan. (Ratnawati & Sinarto.

2006 ; 67).

Rapat merupakan suatu media komunikasi yang bersifat tatap muka yang

sering diselenggarakan oleh berbagai organisasi, baik swasta maupun pemerintah.

Rapat merupakan alat untuk mendapatkan mufakat melalui musyawarah

kelompok. Rapat juga merupakan media pengambilan keputusan dengan

musyawarah untuk mufakat. (Wursanto. 2004 ; 150).

Rapat adalah sebuah peristiwa yang mencakup adanyan orang – orang,

materi yang dibahas dan proses yang dirancang untuk tujuan tertentu – siapa, apa,

bagaimana dan mengapa. Lazimnya terdapat pula variabel tempat dan waktu

kapan – dan dimana. (Streibel. 2004 ; 1)

Rapat dilaksanakan apabila pimpinan memerlukan sumbangan pendapat atau

sumbangan fikiran dari para staf atau para pembantunya karena pimpinan tidak

dapat mengambil keputusan secara sepihak. Rapat juga dapat diadakan apabila

materi yang akan dibicarakan bersifat rahasia sehingga pimpinan berpendapat

bahwa materi itu tidak tepat apabila disalurkan melalui saluran administrasi pada

(42)

yang menjadi subject matter tidak dapat dipecahkan melalui saluran administrasi

dan harus segera dipecahkan bersama-sama.

Rapat merupakan salah satu aktivitas organisasi yang vital dan harus

mendapat perhatian. Namun, dari pengalaman sering kita temukan beberapa

permasalahan sehubungan dengan rapat ini, antara lain sering kita dengar keluhan

pegawai, ”Apa sih, gunanya rapat?” Ungkapan ini menggambarkan adanya

beberapa fenomena, antara lain keterpaksaan anggota organisasi untuk mengikuti

rapat, atau rapat bagi anggota dianggap kurang perlu, atau rapat hanya merupakan

aktivitas yang membuang-buang waktu secara percuma. Hal ini terjadi, biasanya

akibat pengelolaan rapat yang kurang tepat. Hal-hal yang kurang tepat dalam

penyelenggaraan misalnya :

1. Para anggota organisasi terlalu sering diminta untuk mengikuti rapat tanpa

dipertimbangkan, siapa yang sebenarnya dan seharusnya terlibat dalam rapat.

2. Rapat hanya dijadikan alat pembenaran ide atau kehendak pimpinan.

3. Hasil rapat tidak pernah ditindaklanjuti atau hanya berhenti pada tataran ide

saja, tanpa pernah diusahan untuk direalisasikan.

Berdasarkan kenyataan ini sekurang-kurangnya dapat disimpulkan bahwa

pengelolaan rapat yang kurang baik justru akan merugikan organisasi, bahkan

dapat menimbulkan keluhan dan permasalahn baru, baik bagi para anggota

organisasi maupun organisasi itu sendiri. Rapat yang dikelola dengan baik akan

menghasilkan keputusan-keputusan yang baik pula, masalah-masalah yang timbul

(43)

Tujuan Rapat

Secara garis besar rapat mempunyai beberapa tujuan, yaitu:

1. Menyampaikan satu atau beberapa informasi. Dalam keadaan tertentu

seorang pimpinan atau pejabat ingin menyampaikan informasi secara

langsung kepada pegawai atau karyawannya dengan maksud bila

penyampaian informasi tidak disampaikan secara langsung akan

menimbulkan salah persepsi bagi pegawai atau karyawannya.

2. Mendapatkan masukan dari anggota rapat. Perusahaan atau organisasi

terkadang mengalami kesulitan terhadap masalah tertentu, misalnya masalah

tersebut mengenai semua karyawan atau pegawai, jadi keputusan yang

diambil supaya tidak berat sebelah maka masukan dari semua anggota

dibutuhkan sekali.

3. Melibatkan beberapa orang yang memiliki kemampuan tertentu untuk

memecahakan masalah yang dihadapi. Hal ini perlu dilakukan karena dalam

pemecahan masalah kita membutuhkan pertolongan orang-orang tersebut

supaya masalah segera dapat diatasi.

4. Menjalin kerjasama diantara anggota untuk membentuk suatu sikap yang

diinginkan. Dalam setiap bagian bila tidak saling bertemu mungkin hanya

hanya memikirkan pekerjaan mereka sendiri, dengan adanya rapat mereka

akan memperhatikan kepentingan bagian lain juga.

5. Menyampaikan masalah, keadaan tertentu, komplain, dan lain – lain. Banyak

hal yang dapat disampaikan secara terbuka dalam rapat, jika kita dapat

(44)

Bisa kita bayangkan jika satu–persatu karyawan atau pegawai

menyampaikan kepada pihak mamajemen dengan tidak melalui rapat, berapa

waktu yang dibutuhkan untuk itu?

6. Memberi motivasi atau semangat kerja kepada anggota. Sama halnya dengan

poin 5, kita dapat menghemat waktu dalam memotivasi karyawan atau

pegawai asalkan mereka dalam keadaan normal tidak ada masalah yang

krusial.

7. Mengambil keputusan sesuai dengan kewenangan dari orang – orang yang

terlibat di dalamnya. (Herimanto & Indrojiono. 2005 ; 195).

Macam – macam Rapat

1. Rapat penjelasan 1. Menurut tujuannya 2. Rapat pemecahan

3. Rapat perundingan

1. Rapat formal 2. Menurut sifatnya 2. Rapat informal

3. Rapat terbuka 4. Rapat tertutup

1. Rapat mingguan 2. Rapat bulanan

RAPAT 3. Menurut jangka waktunya 3. Rapat semesteran

4. Rapat tahunan 5. Rapat berkala 6. Rapat insidentil

4. Menurut saluran hubungan organisasi 1. Rapat vertikal 2. Rapat horizontal

5. Menurut pelaksanaannya 1. Rapat kerja terpimpin 2. Rapat kerja terbuka

Gambar 3. 1.

(45)

Penjabaran macam – macam rapat pada Gambar 3.1 :

1. Rapat penjelasan adalah rapat yang bertujuan untuk memberikan

penjelasan kepada para peserta rapat.

2. Rapat pemecahan ialah rapat yanng bertujuan untuk mencari pemecahan

suatu masalah.

3. Rapat perundingan ialah rapat yang bertujuan menghindari adanya suatu

perselisihan.

4. Rapat formal yaitu rapat yang diadakan dengan perencanaan terlebih

dahulu dan para peserta mendapat undangan resmi.

5. Rapat informal yaitu rapat yang terkadang diadakan secara kebetulan,

dengan peserta yang tidak tertentu dan tidak ada undangan resmi.

6. Rapat terbuka yaitu rapat yang dihadiri oleh setiap anggota (sering

disebut rapat pleno). Biasanya membicarakan hal – hal yang tidak

bersifat rahasia.

7. Rapat tertutup ialah rapat yang hanya dihadiri oleh pimpinan tertentu dan

biasanya membicarakan hal – hal yang bersifat rahasia.

8. Rapat mingguan yaitu rapat yang diadakan seminggu sekali, yang

membahas masalah – masalah rutin yang dihadapi oleh setiap

manajer/pimpinan unit/bagian.

9. Rapat bulanan yaitu rapat yang diadakan sebulan sekali dan biasanya

membahas laporan laba – rugi bulan bersangkutan.

10.Rapat semesteran yaitu rapat yang diadakan setiap enam bulan sekali

(46)

11.Rapat tahunan yaitu rapat yang diadakan setahun sekali misalnya rapat

Dewan Komisaris, rapat pemegang saham.

12.Rapat berkala yaitu rapat yang diadakan menurut jangka waktu tertentu.

13.Rapat insidentil yaitu rapat yang diadakan apabila dipandang perlu,

waktunya tidak tetap dan tempatnyapun dapat berpindah-pindah.

14.Rapat vertikal yaitu rapat antara pimpinan dengan bawahan dalam rangka

pemberian informasi tentang berbagai peraturan dan kebijakan pimpinan

atau dalam rangka pengambilan keputusan.

15.Rapat horizontal yaitu rapat yang berlangsung antara pejabat atau

pegawai setingkat. Rapat ini diselenggarakan untuk mendapatkan

koordinasi dan kerjasama antar unit.

16.Rapat kerja terpimpin yaitu rapat dimana pimpinan rapat memegang

peranan utama dalam pengambilan keputusan, rapat kerja terpimpin juga

dapat berlangsung dalam rangka pemberian penjelasan tentang berbagai

peraturan atau petunjuk agar dalam pelaksanannya dapat berlangsung

secara serentak dan seragam.

17.Rapat kerja terbuka yaitu pimpinan tidak memegang peranan utama dan

para peserta diberi kesempatan seluas – luasnya untuk memberikan

sumbang saran yang positif. Rapat semacam ini dilakukan dalam rangka

(47)

C. Pengelolaan Rapat Pada PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA

Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dari rapat, maka diperlukan

pengelolaan yang baik dalam penyelenggaraannya. Demikian pula pada PT. PLN

(PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA, rapat perusahaan merupakan hal

yang sangat penting dalam menentukan kinerja perusahaan, sehingga dalam

penyelenggaraannya diperlukan pengelolaan yang baik dan benar.

Waktu Pelaksanaan Rapat

Penyelenggaraan rapat pada PT. PLN (PERSERO) tidaklah memiliki jangka

waktu tertentu, rapat dilaksanakan ketika muncul suatu

permasalahan-permasalahan yang menjadi kendala perusahaan, atau untuk membahas

langkah-langkah kedepan untuk mencapai tujuan perusahaan. Keputusan diadakannya

rapat diambil oleh General Manager (GM) atau manajer-manajer bidang. Tetapi

ada beberapa rapat yang dilaksanakan rutin setiap bulan seperti coffe morning dan

rapat antara GM dengan manajer-manajer bidang.

Rapat dilaksanakan apabila pimpinan memerlukan pendapat atau sumbangan

pikiran dari para staf atau para pembantunya karena pimpinan tidak dapat

mengambil keputusan secara sepihak. Rapat juga dapat diadakan apabila materi

yang akan dibicarakan bersifat rahasia sehingga pimpinan berpendapat bahwa

materi itu tidak tepat apabila disalurkan melalui saluran administrasi pada

umumnya.

Undangan Rapat

Peserta rapat yang akan diundang ditentukan oleh GM atau manajer bidang.

(48)

atau pegawai bidang, dalam menyampaikan undangan rapat untuk rapat intern

perusahaan, tidak melalui undangan tertulis, melainkan melalui komunikasi secara

lisan karena mempertimbangkan efisiensi waktu dan biaya. Tetapi jika rapat

tersebut melibatkan manajer/kepala cabang, maka undangan rapat disampaikan

melalui undangan tertulis yang dalam hal ini lebih efektif.

Tempat Pelaksanaan Rapat

Ruang tempat diselenggarakan rapat merupakan tempat dan ruangan yang

representatif. Tempat dan ruangan yang representatif tersebut mencakup bebas

dari gangguan aktifitas dari luar dan kondisi ruangan yang sehat, sirkulasi udara

yang baik, penerangan yang baik serta meja kursi yang memadai. Tempat

merupakan hal yang penting dalam menciptakan kenyamanan dalam rapat, dengan

suasana yang nyaman maka rapat dapat berjalan dengan lancar.

Dalam pelaksanaan rapat pada PT. PLN (PERSERO) tempat ditentukan oleh

GM atau manajer-manajer bidang dengan mempertimbangkan jumlah orang yang

mengikuti rapat dan permasalahan yang akan dibahas. Tempat rapat biasanya

dilakukan di Balai Astakonah yang berada di Lantai 4, rapat juga sering dilakukan

di ruangan GM atau manajer bidang sesuai dengan permintaan pimpinan. Posisi

susunan bangku peserta rapat juga disesuaikan dengan permintaan pimpinan.

Penyelenggaraan rapat dikelola oleh sekretaris perusahaan atau sekretaris

bidang, rapat dipimpin langsung oleh GM atau manajer-manajer bidang. Notula

hasil rapat dibuat oleh sekretaris perusahaan atau sekretaris bidang, sehingga rapat

(49)

D. Peranan Rapat Pada PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA

Rapat mempunyai peranan yang sangat penting dalam menentukan kinerja

PT. PLN (PERSERO), rapat merupakan alat media pengambilan keputusan –

keputusan perusahaan. Rapat juga merupakan alat untuk mendapatkan mufakat

melalui musyawarah.

Membina Rasa Kekeluargaan

Coffe morning merupakan bentuk dari rapat rutin PT. PLN (PERSERO) yang

dilaksanakan setiap bulannya. Dengan coffe morning rasa kekeluargaan antar

karyawan dan antara karyawan dengan pimpinan akan lebih terbina. Dengan rasa

kekeluargaan yang dimiliki dan dipelihara dengan baik, maka

komponen-komponen yang ada diperusahaan akan saling bantu-membantu dalam pencapaian

tujuan perusahaan sesuai dengan tugas dan tangggungjawabnya masing-masing.

Selain itu dengan coffe morning diharapkan seluruh komponen yang ada di

perusahaan dapat bekerja sebaik-baiknya untuk mencapai tujuan perusahaan.

Wadah Menyampaikan Kendala, Keluhan & Masukan Bagi Perusahaan

Rapat bidang dilakukan antara manajer bidang dengan karyawannya. Dalam

rapat ini karyawan dapat menyampaikan masukan, keluhan, ataupun kendala

kepada manajer bidang, sehingga nantinya manajer bidang dapat menyampaikan

masukan, keluhan dan kendala ini ke tingkat lanjut untuk mendapatkan solusinya.

Selanjutnya, kendala-kendala yang dihadapi setiap bidangnya disampaikan kepada

GM melalui rapat intern antara GM dengan manajer bidang, dan kemudian secara

bersama-sama dapat ditindaklanjuti dengan baik. Dengan demikian semua

(50)

kelancaran kegiatan perusahaan. Dalam rapat ini General Manager memberikan

saran dan motivasi serta pemecahan masalah kepada manajer bidang agar dalam

melaksanakan tugas-tugasnya dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan yang

diharapkan.

Penyampaian keluhan-keluhan ini pun juga dilakukan di coffe morning, para

karyawan dapat menyampaikan keluhan serta kendala-kendala yang dialaminya

kepada pimpinan. Kemudian keluhan dan kendala ini dicari solusi dan

pemecahannya oleh pimpinan secara langsung ataupun dirapatkan kembali

nantinya.

Wadah Untuk Memberikan Semangat & Motivasi

Rapat sebagai wadah untuk memberikan semangat & motivasi kepada

karyawan. Dalam hal ini pimpinan perusahaan (GM atau manajer bidang)

memberikan motivasi-motivasi dan saran-saran bagi para pegawai lebih

bersemangat dalam menjalankan tugas-tugasnya. Dengan semangat pegawai

dalam menjalankan tugasnya, tentu hasil yang akan dicapai akan lebih maksimal,

efisiensi waktu juga akan dicapai, sehingga tujuan perusahaan dapat dicapai.

Menentukan Langkah-Langkah dan Kebijakan Perusahaan

Rapat kordinasi antara manajer bidang dengan GM juga dilakukan rutin

setiap bulan, rapat ini dilakukan untuk menentukan langkah-langkah dan

kebijakan yang akan dilakukan ke depannya untuk mencapai tujuan perusahaan,

langkah-langkah yang diambil tentunya dengan penuh pertimbangan di dalam

(51)

bisa diambil pemecahannya, agar pelaksanaan kegiatan ke depannya dapat lebih

baik lagi.

Menjalin Kerjasama Antar Anggota

Rapat juga diharapkan dapat menjalin kerjasama diantara anggota. Dalam

setiap bidang bila tidak saling bertemu mungkin hanya memikirkan pekerjaan

mereka sendiri, dengan adanya rapat mereka akan memperhatikan kepentingan

bagian lain juga. Dengan adanya rapat diharapkan kordinasi antar bidang juga

lebih terjalin, karena satu bidang pasti berkaitan dengan bidang lainnya yang tidak

bisa dipisahkan dan merupakan satu kesatuan yang utuh.

Wadah Untuk Mengambil Keputusan-Keputusan Perusahaan

Keputusan-keputusan penting PT. PLN (PERSERO) WILAYAH

SUMATERA UTARA sering diambil dalam rapat. Peserta rapat memberikan

masukan dan saran tetapi keputusan tetap diambil oleh pimpinan yang dalam hal

ini adalah General Manager atau manajer-manajer bidang. Dengan demikian

pimpinan dapat mengambil keputusan yang bijak dengan mempertimbangkan

saran-saran dan masukan dari anggotanya, sehingga keputusan yang diambil

merupakan keputusan yang terbaik bagi kelangsungan perusahaan.

Tempat Menyampaikan dan Saling Bertukar Informasi

Rapat merupakan tempat menyampaikan informasi kepada pimpinan ataupun

kepada bidang lainnya. Adakalanya informasi yang ada tidak disampaikan

seluruhnya kepada pimpinan atau bidang yang bersangkutan, dalam rapatlah

informasi ini dapat disampaikan secara baik dan benar, sehingga tidak terjadi

(52)

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

1. Pengelolaan rapat pada PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA

UTARA dilakukan oleh sekretaris perusahaan. Waktu dan tempat

pelaksanaan rapat dilakukan sesuai dengan permintaan pimpinan, karena

pimpinanlah yang mempertimbangkan segala sesuatunya dengan baik.

2. Beberapa macam rapat rutin yang dilakukan PT. PLN (PERSERO)

WILAYAH SUMATERA UTARA antara lain; coffe morning, rapat

kordinasi antara General Manager dengan manajer bidang, dan rapat antara

manajer bidang dengan karyawannya.

3. Rapat mempunyai peranan yang sangat besar terhadap perkembangan dan

kemajuan perusahaan, antara lain; Rapat merupakan wadah untuk saling

tukar-informasi, sebagai wadah menyampaikan keluhan, saran, serta

masukan-masukan bagi perusahaan, sebagai wadah untuk memberikan

semangat, motivasi, serta pemecahan masalah-masalah yang dihadapi

karyawan, sehingga karyawan dapat lebih bersemangat dan lancar dalam

menjalankan tugas-tugasnya. Rapat merupakan tempat mengambil

keputusan-keputusan penting perusahaan, dalam rapat keputusan tidaklah

diambil secara sepihak, melainkan penuh dengan

pertimbangan-pertimbangan dari peserta rapat, sehingga keputusan yang diambil

(53)

B. Saran

1. Sebaiknya diadakan rapat rutin antara PT. PLN (PERSERO) WILAYAH

SUMATERA UTARA dengan cabang-cabang yang berada di wilayah

Sumatera Utara, agar komunikasi antar cabang tetap terpelihara dan

informasi-informasi penting dapat tersampaikan secara baik. Saran-saran dan

keluhan dari cabang-cabangpun dapat ditampung, dan dapat diambil

pemecahan masalahnya oleh pimpinan wilayah, Serta wilayah dapat menilai

langsung kinerja dari masing-masing cabang.

2. Rapat pada PT. PLN (PERSERO) WILAYAH SUMATERA UTARA

sebaiknya dikelola dengan lebih baik lagi, sehingga dalam pelaksanaannya

pimpinan dan para peserta rapat dapat menjalankan rapat dengan lebih

nyaman, teratur dan sesuai dengan yang diharapkan sehingga dapat

(54)

DAFTAR PUSTAKA

Herimanto, Bambang dan Indrojiono. 2005. Komunikasi Bisnis, Amara Books, Yogyakarta.

Machfoedz, Mahmud. 2005. Rapat dan Presentasi Lisan Yang Efektif, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Ratnawati, Eti dan Sunarto. 2006. Sekretaris Profesional, Edisi 3, Penerbit Amus, Yogyakarta.

Streibel, Barbara J. 2004. The Manager’s Guide To Effective Meetings, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Wibowo, Wahyu. 2001. Manajemen Bahasa, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Gambar

Tabel 1.1 Jadwal Kegiatan
Gambar 2.1. Struktur Organisasi PT.  PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara (Sumber: PT

Referensi

Dokumen terkait

PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Bergerak dalam bidang. pendistribusian tenaga listrik Membawahi beberapa cabang yang

Penelitian mengenai pengaruh penggunaan sistem SCADA terhadap terhadap keandalan jaringan distribusi tenaga listrik telah banyak dilakukan, akan tetapi keandalan

pertumbuhan dan perkembangan kelistrikan Sumatera Utara dimasa – masa mendatang serta sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan jasah. kelistrikan, maka

Penggunaan tenaga listrik sekarang ini adalah merupakan salah satu kebutuhan penting dalam kehidupan masyarakat dan seringkali dianggap sebagai salah satu tolak

Dalam upaya peningkatan mutu dan keandalan penyediaan tenaga listrik dan peningkatan kesejahteraan rakyat secara adil dan merata serta mendorong peningkatan

Bertanggung jawab atas perencanaan kerja, sistetm manajemen kinerja, perencanaan investasi, pengembangan aplikasi sistem informasi, untuk mendukung upaya pengusahaan tenaga

PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera bagian Utara adalah unit usaha PLN yang bergerak dalam kegiatan pembangkitan tenaga listrik dengan menggunakan pembangkit jenis PLTA,

PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara Bergerak dalam bidang. pendistribusian tenaga listrik Membawahi beberapa cabang