LAPORAN PERANCANGAN
TKA 490 – STUDIO TUGAS AKHIR
SEMESTER B TAHUN AJARAN 2012 / 2013
Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Teknik
Oleh
WILLIAM SUSANTO
090406029
DEPARTEMEN ARSITEKTUR
FAKULTAS TEKNIK
Oleh:
WILLIAM SUSANTO
090406029
Medan, Juli 2013
Disetujui oleh:
Pembimbing I,
Pembimbing II,
Ir. Rudolf Sitorus, M.L.A.
Beny O.Y. Marpaung, ST, MT, Phd
NIP : 195802241986 01 002
NIP : 1971 1022 2002 12 2001
Ketua Departemen Arsitektur,
Nama
: WILLIAM SUSANTO
NIM
: 090406029
Judul Proyek Akhir
: Sumatera Air Asia Training Center
Tema Proyek Akhir : Arsitektur Metafora
Rekapitulasi Nilai
:
Nilai Akhir
A
B+
B
C+
C
D
E
Dengan ini mahasiswa bersangkutan dinyatakan:
No.
Status
Waktu
Pengumpulan
Laporan
Paraf
Pembimbing
I
Paraf
Pembimbing
II
Koordinator
TKA-490
1.
Lulus Langsung
2.
Lulus Melengkapi
3.
Perbaikan Tanpa
Sidang
4.
Perbaikan Dengan
Sidang
5.
Tidak Lulus
Medan, Juli 2013
Ketua Departemen Arsitektur,
Koordinator TKA-490,
karena berkat rahmat dan karunia-Nya saya dapat menyelesaikan seluruh
proses penyusunan Laporan Tugas Akhir ini sebagai persyaratan untuk
memperoleh gelar Sarjana Teknik Arsitekur, Departemen Arsitektur
Universitas Sumatera Utara.
Laporan Studio Tugas Akhir ini berisikan antara lain : pengumpulan
data melalui studi literature dan dari berbagai nara sumber, telaah, analisa
dan penyusunan landasan- landasan teoritis ( konseptual ) bagi tahap
perancangan serta gambar-gambar rancangan.
Selama proses hingga selesainya laporan ini, penulis tidak terlepas
dari berbagai pihak yang turut andil dalam menyukseskannya.Oleh sebab
itu,pada kesempatan ini, penulis ingin menyampaikan rasa terima kasih yang
sebesar-besarnya kepada :
1. Pembimbing tugas akhir Bapak Ir. Rudolf Sitorus , M.L.A. dan kepada Ibu
Beny O.Y. Marpaung, ST.,MT ., Phd atas kesediaannya membimbing,
memotivasi, memberi pengarahan, dan waktu beliau kepada penulis
sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas akhir ini.
2. Bapak Wahyu Abdillah ST. selaku dosen penguji yang telah memberikan
masukan dan saran-saran yang sangat membantu.
3. Bapak Ir. Vinky Rachman, MT. selaku Ketua Departemen Arsitektur,
Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.
4. Ibu Ir. Basaria Talarosa, MT , Bapak Ir. Dwi Lindarto Hadinugroho, MT
dan Bapak Wahyu Abdillah ST. selaku coordinator Tugas Akhir,
Departemen Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara.
5. Bapak dan Ibu dosen staff pengajar Departemen Arsitektur, Fakultas
Teknik, Universitas Sumatera Utara.
6. Bapak dan Ibu pegawai staff Tata Usaha Departemen Arsitektur, Fakultas
memberikan informasi yang berguna untuk penyelesaian Tugas Akhir ini.
9. Para senior dan mentor yang telah memberikan banyak masukan dan
kesempatan untuk belajar.
10. Semua teman-teman studio Tugas Akhir dan stambuk 2009 yang selalu
ceria dan telah bersama-sama melalui proses pendidikan di Arsitektur
USU.
Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi pengembangan ilmu
pengetahuan khusunya di lingkungan Departemen Arsitektur Universitas
Sumatera Utara.
Medan, Juli 2013
Hormat saya
DAFTAR ISI
KATAPENGANTAR……… i
DAFTARISI……….... iii
DAFTARGAMBAR……….. vi
DAFTAR TABEL…….……….... xi
DAFTAR DIAGRAM... xii
ABSTRAK... ... xiii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang……….. 1
1.2 Maksud Dan Tujuan………...……….. 2
1.3 Permasalahan…… ………...……... 2
1.4 Sasaran………... 2
1.5 Pendekatan……….. 3
1.6 Lingkup / Batasan………...……… 3
1.7 Kerangka Berfikir………..……. 4
1.8 Sistematika Laporan……….. 5
BAB II DESKRIPSI PROYEK 2.1 Terminologi Judul……….. 6
2.2 Tinjauan Umum………..……… 7
2.2.1 Pengertian Sumatera……….………. 7
2.2.2 Air Asia………. 8
2.2.3 Aviation Training Center………..……….. 10
2.3 Lokasi Proyek………. 17
2.3.1 Kriteria Pemilihan Lokasi Proyek………. 17
2.3.2 Alternatif Pemilihan Lokasi………. 18
2.3.3 Deskripsi Lokasi Sebagai Tapak Rancangan………...……… 21
2.4 Tinjauan Fungsi……… 21
2.4.1 Deskripsi Pengguna Dan Kegiatan……….... 22
2.5 Studi Banding Proyek Sejenis……… 29
2.5.1 Emirates Aviation College………... 29
2.5.2 Sia Center……….. 31
BAB III ELABORASI TEMA 3.1 Pengertian Tema………. 36
3.1.1 Pengertian Arsitektur………. 36
3.1.2 Pengertian Metafora……….. 36
3.1.3 Metafora Dalam Arsitektur………... 37
3.1.4 Kegunaan Penerapan Metafora Dalam Arsitektur…………... 38
3.2 Interpretasi Tema………... 39
3.3 Keterkaitan Tema Dengan Judul……….. 39
3.4 Studi Banding Proyek Dengan Tema Sejenis……… 40
3.4.1 Museum of Fruit……… ………. 40
3.4.3 Sydney Opera House……….. 42
BAB IV ANALISA 4.1 Analisa Fisik………... 44
4.1.1 Analisa Lokasi………. 44
4.1.2 Kondisi Eksisting Site……… 45
4.1.3 Analisa Pencapaian……….. 47
4.1.4 Analisa Sirkulasi Kawasan………...………… 49
4.1.5 Analisa Utilitas………. 50
4.1.6 Analisa Vegetasi………. 51
4.1.7 Analisa View……….. 52
4.1.8 Analisa Kebisingan……… 55
4.1.9 Analisa Orientasi Matahari……… 56
4.2 Analisa Fungsional………..…. 57
4.2.1 Analisa Pola Kegiatan……….…..…. 58
4.3.1 Kebutuhan………..………... 60
4.3.2 Fasilitas………..……….….. 60
4.3.3 Daya Tampung………..………..….. 61
4.4 Program Ruang………...………..…. 64
4.4.1 Kebutuhan Area Parkir………..…... 69
BAB V KONSEP PERANCANGAN 5.1 Konsep Pemograman Ruang……….….. 70
5.1.1 Matrik Hubungan antar ruang secara umum………..…. 70
5.1.2 Matrik Hubungan antar ruang kelompok fungsi utama………..… 70
5.1.3 Matrik Hubungan antar ruang kelompok fungsi penunjang…….. 71
5.2 Konsep Penzoningan Fungsi………. 73
5.3 Konsep Sirkulasi…..……….. 74
5.3.1 Sirkulasi Internal………..……….. 74
5.3.2 Sirkulasi Eksternal………...……… 75
5.4 Konsep Bentukan Massa……… 76
5.5 Konsep Penzoningan Ruang………. 83
BAB VI HASIL PERANCANGAN 6.1 Visualisasi 3 Dimensi ………..………. 85
6.2 Bestek Sumatera Air Asia Training Center……….. 90
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Pulau Sumatera………...….… 7
Gambar 2.2 Site alternative 1………....… 18
Gambar 2.3 Site alternative 2………...……….… 18
Gambar 2.4 Site alternative 3………...……….... 19
Gambar 2.5 Enterance Gedung Emirates Aviation College……….…... 29
Gambar 2.6 Ruang Pelatihan………...………….…… 30
Gambar 2.7 Ruang Latihan Merias………..……..…….. 30
Gambar 2.8 Cabin Mock-up………...…….. 30
Gambar 2.9 Wet Drill Training………...…… 30
Gambar 2.10 Suasana Training………. 30
Gambar 2.11 EET Training………. 31
Gambar 2.12 EET Training………. 31
Gambar 2.13 SIA Center……….. 32
Gambar 2.14 Hall SIA Center………..…... 34
Gambar 2.15 EET Training………..………. 34
Gambar 2.16 Dapat Di Kontrol………...… 32
Gambar 2.17 Wet Drill Training………..… 32
Gambar 2.18 Door Training………. 33
Gambar 2.19 Studio Catwalk………...…….. 33
Gambar 2.20 Cabin Mock-up………..…… 33
Gambar 2.21 Ruang Rias……… 33
Gambar 2.22 MFTD………. 33
Gambar 2.23 Flight Simulator………..…….. 33
Gambar 3.1 Site Plan Museum of Fruit………... 40
Gambar 3.2 Museum of Fruit………..………….. 41
Gambar 3.3 Maket Museum of Fruit………...……… 41
Gambar 3.4 Denah Museum of Fruit……….. 42
Gambar 4.1 Sumut………..……….….. 44
Gambar 4.2 Site terhadap Bandara………...………….…. 44
Gambar 4.3 Peta Wilayah Site……….……. 44
Gambar 4.4 Kondisi eksisting site……….……. 45
Gambar 4.5 Sudut dari simpang……….………. 45
Gambar 4.6 View ke arah jalan………..……….. 45
Gambar 4.7 Foto eksisting site……….... 46
Gambar 4.8 Peta Pencapaina Lokasi……….. 47
Gambar 4.9 Gerbang tol t.Morawa………..…………. 47
Gambar 4.10 Jalan Batang Kuis………...……. 47
Gambar 4.11 Jalan laying kuala namu……….. 48
Gambar 4.12 Jalandari bandaru menuju lokasi………..……… 48
Gambar 4.13 T .Morawa………..……… 48
Gambar 4.14 Detail Pencapaian………... 48
Gambar 4.15 Sirkulasi Kawasan………..……….. 49
Gambar 4.16 Keterangan Gamba………....……... 49
Gambar 4.15 Jaringan Draining Drainse………...…… 51
Gambar 4.16 Vegetasi di Ujung Site………..…… 51
Gambar 4.17 Jaringan Listrik………..………...……… 50
Gambar 4.18 Jaringan Drainase………. 50
Gambar 4.19 Vegetasi di Ujung Site………... 50
Gambar 4.20 Vegetasi di Dalam Site………..………….. 50
Gambar 4.21 Vegetasi Sepanjang Site………..………….. 51
Gambar 4.22 Vegetasi di Samping Site……… 51
Gambar 4.23 view lurus ke jalam……….……….. 52
Gambar 4.24 view di debelah selatan………..… 52
Gambar 4.25 view sebelah timur site……….….…... 52
Gambar 4.26 Analisa view ke luar site……… 53
Gambar 4.28 View dari simpang……….……….. 54
Gambar 4.29 view dari timur……….. 54
Gambar 4.30 Analisa kebiisingan………..………… 55
Gambar 4.31 Pergerakan Matahari………... 56
Gambar 4.32 Contoh Jadwak Salah Satu Maskapai……….. 62
Gambar 4.33 Contoh Jadwal Salah Satu Maskpai……….. 63
Gambar 5.1 Matrik Hubungan Antar Ruang Secara Umum………….... 70
Gambar 5.2 Matrik Hubungan Antar Ruang Fungsi Utama…………... 71
Gambar 5.3 Matrik Hubungan Antar Ruang Fungsi Penunjang………... 71
Gambar 5.4 Organisaisi ruang…………...……… 72
Gambar 5.5 Organisasi Ruang Kelompok Fungsi Utama……… 72
Gambar 5.6 Konsep Orientasi terhadap jalan………. 73
Gambar 5.7 Konsep sirkualsi luar………. 74
Gambar 5.8 Konsep sirkulasi dalam………. 75
Gambar 5.9 ilustrasi………. 76
Gambar 5.10 Ayah memgbimbing anaknya……….. 76
Gambar 5.11 Pembentukan massa……… 78
Gambar 5.12 Ilstrasi konsep view………..………. 78
Gambar 5.13 Sketsa bentukan massa dan konsepruang……….. 78
Gambar 5.14 Dketsa bentukan massa denkosep ruan dalam……... 78
Gambar 5.15 Skematis Lantai 1 ………..……… 79
Gambar 5.16 Skematik lantai 2………..……….. 79
Gambar 5.17 Potongan………..……….. 79
Gambar 5.18 Sketsa Interior………..…….. 79
Gambar 5.19 Maket massa 2dan ide gedung asrama…………...…. 80
Gambar 5.20 skematik………..……….. 8
Gambar 5.21 Ide awal………...… 80
Gambar 5.22 Maket………...………. 81
Gambar 5.24 pengelolahan level lantai, pengalaman ruang….………... 81
Gambar 5.25 Ide Fasade………. 82
Gambar 5.26 Ide Interior………..……… 82
Gambar 5.27 Zoning ruang terhadap bentuk massa………..…… 83
Gambar 5.28 Penzoningan Bangunan Utama………..………... 83
Gambar 5.29 Penzoningan Massa B………. 84
Gambar 6.1 Perspektif Mata Burung Selatan………. 85
Gambar 6.2 Perspektif Mata Burung Dari Arah Timur………. 85
Gambar 6.3 View Dari Arah Batang Kuis……….. 86
Gambar 6.4 View Dari Jalan Kearah Kualanamu………. 86
Gambar 6.5 View Dari Enterance Utama………..………. 86
Gambar 6.6 View Dari Arah Jalan Sebelah Timur……….… 86
Gambar 6.7 View Dari Dalam Enterance……… 86
Gambar 6.8 Foyer & Receptionist…...……… 87
Gambar 6.9 View Hall Utama………...……… 87
Gambar 6.10 View Tangga Putar Hall Utama………..…… 87
Gambar 6.11 Inner Court Ruang Simuator…………..……… 87
Gambar 6.12 View Dari Depan Auditorium……….……….. 87
Gambar 6.13 View Dari Ruang Komunal Lantai 3………... 87
Gambar 6.14 View Dari Lantai 3 ke arah Jalan………...…… 88
Gambar 6.15 Perspektif dari Atas Atap………..……….. 88
Gambar 6.16 Area Komunal di Ujung Bangunan………....………. 88
Gambar 6.17 View Kea rah Koridor Lantai 1………..………. 88
Gambar 6.18 Design Tangga Futuristic………. 88
Gambar 6.19 Ruang Emergency Training………..……… 88
Gambar 6.20 View dari Jembatan Ke Arah Asrama……… 89
Gambar 6.21 View dari Taman Asrama……… 90
Gambar 6.22 View ke arah Jembatan………..………. 90
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Criteria Internal Proyek Sumatera Air Asia Training Center... 17
Tabel 2.2 Penilaian Criteria Internal Alternatif Site………. 19
Tabel 2.3 Penilaian Eksternal Alternative Site………. 20
Tabel 2.4 Tabel Kebutuhan Ruang Sumatera Air Asia Training Center….. 26
Tabel 4.1 Tabel Alur Kegiatan PenggunA………. 57
DAFTAR DIAGRAM
Diagram 1.1 Kerangka Berfikir……….. 4
function;training facility for the Air Asia Crew; the other airline’s crew can be train by a cooperation with Air Asia.The aircraft crew that can be train in this facility is pilot initial, pilot type-rating, pilot recurrent, ATPL, Flight attendant initial and recurrent..This facility have a dormitory building with a many addition facility for the trainee.Design is a parable froma paper plane ,through the analysis of the function context and the image of Air Asia..The interior also throught an analysis of the Air
Asia Airlines ’s mission . With this training facility then the high quality of man power that Air Asia need,
can b e fullfill and be the icon of Air Asia Airlines.
Keyword : Air Asia, Training, Pilot, Fligth Attandant, Metafora
Abstrak
Pembangunan fasilitas pelatihan milik Air Asia yaitu Sumatera Air Asia Training Center dimaksudkan untuk dapat memfasilitasi pelatihan calon-calon kru pesawat yang akan bekerja di Maskapai Air Asia.Selain fungsi pelatihan kru pesawat maskapai Air Asia sendiri, fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan oleh maskapai lain yang ingin melatih kru pesawatnya dengan bekerjasama dengan maskapai Air Asia.Kru pesawat yang melakukan pelatihan di sini adalah pilot initial, pilot type-rating, pilot recurrent, pengambil ATPL serta Flight attendant initial dan recurrent.Dalam fasilitas ini juga terdapat gedung asrama yang memiliki berbagai fasilitas penunjang untuk peserta pelatihan.Desain bangunan merupakan wujud perumpamaan pesawat kertas yang dikaji secara mendalam dari konteks fungsi dan citra dari Air Asia.Bagian dalam bangunan juga didesain berdasarkan penganalisaan terhadap misi yang ingin dicapai oleh maskapai Air Asia.Dengan dibangunnya fasilitas pelatihan ini maka SDM berkualitas yang dibutuhkan Air Asia dapat terpenuhi dan menjadi ikon dari maskapai Air Asia.
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dunia penerbangan Indonesia, sangat timpang karena tidak
berimbangnya segi bisnis dengan sumber daya manusia (SDM). Akibatnya,
banyak terjadi pembajakan serta pengarbitan SDM. Hal ini merupakan bahaya
laten yang amat membahayakan aspek keselamatan penerbangan. (Roberto
Kobeh Gonzales,Presiden ICAO).
Jumlah SDM di dunia penerbangan Indonesia yang kurang dibandingkan
dengan perkembangan industri penerbangan perlu mendapat perhatian
khusus.Dalam kurun 5 tahun kedepan, Indonesia akan membutuhkan 4000 pilot.Hal
ini disebabkan oleh rencana penambahan armada-armada di berbagai maskapai di
Indonesia.Dengan jumlah tersebut dapat dipastikan kebutuhan akan fasilitas
pendidikan juga bertambah.
Secara internal, Air asia juga mengalami masalah ketersedian SDM dan
pendidikannya.Air Asia sebagai penerima World’s Best Low Cost Airlines dari
Skytrax akan terus mengembangkan dan memperkuat pasar terutama di ASIA.Hal
ini kemudian dibarengi dengan kebutuhan SDM yang terus bertambah.
Penambahan karyawan unggul dan kompetitif Air Asiamembutuhkan fasilitas
untuk mengakomodirnya.Fasilitas tersebut berupatraining center yang mencetak
karyawan darat maupun karyawan udara.Fasilitas tersebut merupakan tempat
dimana pilot serta kru pesawat mendapatkan pendidikan dan pelatihan guna
mewujudkan visi dan misi dari Air Asia.
Air Asia sebelumnya sudah memiliki sebuah training centre di Selangor
Malaysia dengan nama “Asian Aviation Academy”.Fasilitas tersebut merupakan joint
venture Air asia dengan CAE.Asian Aviation Academy juga dapat mentraining
karyawan dari maskapai lain guna mendapatkan keuntungan dari fasilitas itu
sendiri.Namun dengan perkembangan dunia aviasi di asia juga menuntut
penambahan fasiltas training untuk di bangun di berbagai wilayah bisnis.
Tony Fernandes selaku CEO Air Asia Group mengungkapkan adanya rencana
daerah Sumatera, Penang, Thailand dan Singapore seiring dengan rencana
penambahan armada yang mencapai 200 pesawat A320.
Dengan dibangunnya fasilitas training ini di harapkan dapat memenuhi
kebutuhan akan pendidikan yang berkualitas bagi karyawan Air Asia serta dapat
menjadi salah satu generator keuntungan bagi Air Asia Group.Selain itu keberadaan
fasilitas training ini dapat menjadi sarana edukasi dan memicu pemuda di Sumatera
untuk bergabung di industry penerbangan.
1.2 Maksud dan Tujuan
Adapun maksud dan tujuan dari perencanaan Sumatera Air Asia Training
Center.
1. Sebagai salah satu fasilitas Training yang dimiliki oleh Air Asia di regional
ASEAN
2. Meningkatkan minat generasi produktif dari Sumatera dan luar sumatera untuk
berpartisipasi dalam dunia penerbangan
3. Untuk mewujudkan visi,misi dan sasaran maskapaiAir Asia, yakni:
4. Sebagai generator keuntungan bagi Air Asia Group.
1.3 Permasalahan
1. Bagaimana menciptakan hubungan antar ruang yang baik dari berbagai fungsi
ruang yang berbeda-beda serta mencakup berbagai divisi yang terdapat dalam
Sumatera Air Asia Training Center.
2. Bagaimana menghadirkan suasana kekeluargaan sebagaimana disebutkan
dalam visi misi Air Asia.
3. Bagaimana menginterpretasikan suatu bentuk yang berkaitan dengan
penerbangan untuk menciptakan arsitektur yang bermakna.
1.4 Sasaran
Yang menjadi sasaran dalam proyek ini adalah:
1. Karyawan Air Asia yaitu pilot dan pramugari baik yang ditraining untuk mulai
bekerja di Air Asia maupun yang ditrainining untuk memperbaharui izin terbang.
2. Pilot dan pramugari dari maskapai lain yang tidak mempunyai fasilitas training
3. Masyarakat umum terutama pelajar di wilayah sumatera untuk mendapat
informasi dan pengetahuan tentang pekerjaan di dunia penerbangan.
4. Dari jumlah penambahan armada yang mencapai 200 pesawat (1600 pilot,4000
flight attendant hingga 2020 ) ,Fasilitas ini ditargetkan akan mampu menampung
¼ dari jumlah awak setelah di kurangi dengan peserta training dari maskapai
lain.
1.5 Pendekatan
Pendekatan-pendekatan dalam penyelesaian masalah pada proyek ini dilakukan
dengan berbagai cara diantaranya :
1. Pemahaman terhadap kasus proyek Sumatera Air AsiaTraining Centre melalui
studi pustaka, mencakup pemahaman kebutuhan dan kelayakan akan lokasi,
pola aktifitas yang terjadi di dalamnya dan kebutuhan akan ruang-ruang dan
bentuknya.
2. Studi banding terhadap proyek yang memiliki kesamaan dalam hal jenis proyek
maupun tema yang di pakai yang dipakai dalam judul proyek ini.Diambil dari
berbagai sumber seperti buku, internet, media cetak lainnya, dan
sumber-sumber yang mendukung judul proyek.
3. Menganalisa potensi-potensi site dengan cara mensurvey lapangan / lokasi.
4. Menggali informasi dari instansi dan narasumber terkait untuk memperoleh data
yang dibutuhkan untuk mendukung kelayakan studi proyek
1.6 Lingkup / Batasan
1. Lingkup batasan proyek ini adalah pembahasan mengenai hal-hal yang
berkaitan dengan desain arsitektur, lansekap serta interior yang dapat
mendukung terciptanya pendidikan yang berkualitas di Sumatera Air Asia
Training Center.
2. Menyangkut masalah pemilihan lokasi site, dan peraturan pemerintah yang
berlaku di sekitar site.
3. Fokus perancangan dikaitkan dengan aspek fisik dan non fisik perancangan
yang menyangkut pemakai, pengunjung, struktur, kebutuhan ruang, sirkulasi
dalam dan luar, perancangan tapak, massa bangunan, serta potensi pada
1.7 Kerangka Berfikir
MASALAH PERANCANGAN
Bagaimana menghadirkan hubungan
ruang yang baik antar fungsi dalam design yang baik
Bagaimana menghadirkan suasana
kekeluargaan sesuai dengan misi Air Asia
Bagaimana menginterpretasikan suatu bentuk yang berkaitan dengan penerbangan untuk menciptakan arsitektur yang bermakna.
PENGUMPULAN DATA
Studi literatur
Studi lapangan
o Kondisi site
o Data eksisting site
Studi banding
o Kajian tema
o Perbandingan fungsi sejenis
KONSEP
Konsep Zoning
Konsep massa & tapak
Konsep sirkulasi
ANALISIS
Analisis kondisi tapak (site)
Analisis Fisik dan nonfisik
RANCANGAN
feedback
JUDUL PROYEK
SUMATERA AIR ASIA TRAINING CENTER
LATAR BELAKANG
Perkembangan Air Asia yang diikuti oleh kebutuhan mencetak karyawan berkualitas.
Perlu adanya fasilitas yang mampu mengakomodir kebutuhan tersebut
Adanya statement dari CEO Air Asia untuk membangun fasilitas training di Sumatera
MAKSUD & TUJUAN
Sebagai fasilitas Training yang
dimiliki oleh Air Asia di ASEAN
Meningkatkan minat generasi
produktif dari Sumatera dan luar
sumatera untukberpartisipasi
dalam dunia penerbangan
Untuk mewujudkan visi,misi dan
sasaran maskapaiAir Asia,
Sebagai generator keuntungan
bagi Air Asia Group.
1.8 Sistematika Laporan
Adapun sistematika penyusunan laporan ini,yaitu :
BAB I PENDAHULUAN
Berisi tentang kajian latar beakang, maksud dan tujuan, perumusan masalah dan
batasan, pendekatan,kerangka berfikir, dan sistematika laporan
BAB II DESKRIPSI PROYEK
Berisi tentang deskripsi proyek , tinjauan lokasi proyek, serta studi banding proyek
sejenis, tinjauan umum, pengertian secara umum, secara khusus, serta faktor
pendukung proyek secara umum.
BAB III ELABORASI TEMA
Berisi tentang kajian mengenai pengertian, interpretasi, dan keterkaitan tema
dengan judul serta studi banding terhadap bangunan-bangunan yang menerapakan
tema sejenis.
BAB IV ANALISA
Berisi tentang kajian analisis terhadap lokasi terhadap lokasi tapak perancangan,
masalah, potensi, prospek dan kondisi lingkungan, pemakai dan aktivitasnya. Juga
berisi tentang dasa-dasar pemrograman fasilitas yang direncanakan, meliputi
kebutuhah ruang, besaran dan persyaratan ruang, dan hubungan antar ruang.
BAB V KONSEP PERANCANGAN
Berisi tentang konsep gubahan massa, konsep struktur, serta penzoningan baik luar
maupun dalam.
BAB VI PERANCANGAN ARSITEKTUR
Berisi gambar hasil perancangan berupa foto maket maupun gambar kerja.
DAFTAR PUSTAKA
Berisi daftar pustaka yang digunakan sebagai literature selama proses perencanaan
BAB II
DESKRIPSI PROYEK
2.1 Terminologi Judul
Judul proyek ini adalah “Sumatera Air Asia Training Center“.Secara terminologi,
judul dapat dijabarkan sebagai berikut :
Pengertian Sumatera:
Sumatera merupakan pulau keenam terbesar di dunia yang terletak di Indonesia,
dengan luas 443.065,8 km2 .Mewakili lokasi fasilitas yang berada di pulau
sumatera
Pengertian Air Asia:
AirAsia adalah sebuah perusahaan terlibat dalam penyediaan jasa transportasi
udara kategori low cost airlines.
Pengertian Training:
Training (pelatihan) adalah tindakan untuk meningkatkan pengetahuan dan
kecakapan sumber daya dalam suatu organisasi untuk melaksanakan suatu
pekerjaan tertentu (Flippo, 1961).
Training (pelatihan) adalah proses membantu sumber daya yang terdapat dalam
suatu organisasi untuk memperoleh efektifitas dalam pekerjaan mereka yang
sekarang atau yang akan datang melalui pengembangan skill, knowledge dan
attitude (Sherwood and Best, 1958).
Pengertian Center :
A. Pusat, sentral , bagian yang paling penting dari sebuah kegiatan atau organisasi
B. Tempat aktivitas utama, dari kepentingan khusus yang dikonsentrasikan
C. Suatu tempat dimana sesuatu yang menarik aktivitas atau fungsi terkumpul atau
terkonsentrasi.
Berdasarkan penjabaran di atas, maka “Sumatera Air Asia Training
Center“ dapat diartikan sebagai tempat. Tempat yang memberikan pelatihan dan
meningkatkan kecakapan kepada sumber daya manusia diAir Asia yang berlokasi di
untuk mentraining para pilot dan awak kabin pesawat atau biasa disebut sebagai
pramugara-pramugari. Fasilitas ini juga dapat dimanfaatkan oleh maskapai lain yang
tidak memiliki fasilitas training sendiri sehingga fasilitas ini dapat menjadi generator
keuntungan bagi Air Asia
2.2 Tinjauan Umum
Berikut pembahasan tentang Sumatera Air Asia Training Center secara umum.
2.2.1 Pengertian Sumatera
Sumatera atau pulau sumatera adalahpulau keenam terbesar di duniayang
terletak diIndonesia, dengan luas 443.065,8 km2.Penduduk pulau ini sekitar
42.409.510 jiwa (2000). Pulau ini dikenal pula dengan nama lain yaituPulau
Percha,Andalas,atauSuwarnadwipa(bahasa sanserkerta, berarti "pulau emas").
Kemudian padaPrasasti Padang Roco tahun 1286 dipahatkanswarnnabhūmi(bahasa
Sanskerta, berarti "tanah emas") danbhūmi mālayu("Tanah Melayu") untuk
menyebutpulau ini. Selanjutnya dalam naskahNegarakertagamadari abad ke-14 juga
kembali menyebut "Bumi Malayu" (Melayu) untuk pulau ini.( Gambar 2.1 )
Pulau Sumatera terletak di bagian barat gugusan kepulauan Nusantara. Di
sebelah utara berbatasan dengan Teluk Benggala, di timur dengan Selat Malaka, di
sebelah selatan dengan Selat Sunda, dan di sebelah barat dengan Samudra Hindia. Di
sebelah timur pulau, banyak dijumpai rawa yang dialiri oleh sungai-sungai besar yang
bermuara di sana, antara lain Asahan (Sumatera Utara), Sungai
Siak (Riau), Kampar, Inderagiri (Sumatera Barat, Riau), Batang Hari (Sumatera
Barat, Jambi), Musi, Ogan, Lematang, Komering (Sumatera Selatan), dan Way
Sekampung(Lampung). Sementara beberapa sungai yang bermuara ke pesisir barat
pulau Sumatera diantaranya Batang Tarusan (Sumatera Barat),
dan Ketahun (Bengkulu).
Di bagian barat pulau, terbentang pegunungan Bukit Barisan yang membujur dari
utara hingga selatan. Sepanjang bukit barisan terdapat gunung-gunung berapi yang
masih aktif, seperti Geureudong (Aceh), Sinabung (Sumatera
Utara), Marapi, Talang (Sumatera Barat), Gunung Kaba (Bengkulu),
dan Kerinci (Sumatera Barat, Jambi). Di pulau Sumatera juga terdapat beberapadanau,
di antaranya Danau Laut Tawar (Aceh), Danau Toba (Sumatera Utara), Danau
Singkarak, Danau Maninjau, Danau Diatas, Danau Dibawah, Danau Talang (Sumatera
Barat), Danau Kerinci(Jambi) dan Danau Ranau (Lampung dan Sumatera Selatan).
2.2.2 Air Asia
Sekilas Air Asia
Awalnya AirAsia dimiliki oleh DRB HICOM milik Pemerintah Malaysia namun
maskapai ini memiliki beban yang berat dan akhirnya dibeli oleh mantan eksekutif Time
Warner, Tony Fernandes, dengan harga simbolik 1 Ringgit pada 2 Desember 2001.
Tony melakukan turnaround dan AirAsia berhasil membukukan laba pada 2002 dengan
berbagai rute baru dan harga promosi serendah 10 RM bersaing dengan Malaysia
Airlines.
AirAsia sendiri adalah sebuah perusahaan berbasis di Malaysia terlibat dalam
penyediaan jasa transportasi udara.Perusahaan mengoperasikan armada 90 pesawat
yang tidak kenal dengan Air Asia.Perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi
udara (pesawat terbang) dengan sistem harga murah (low cost) dan sistem What You
Pay Is What You Get. Air Asia memang perusahaan yang saat ini sangat melesat
kepopularitasannya di industri penerbangan. Dengan semboyan ”Now Everyone Can
Fly”, membuat suatu sistem penerbangan murah (low cost) baru dengan penjualan
online (online ticketing) dengan alamat AirAsia.com.
Air Asia Indonesia
Pada 2004, AWAIR diakuisisi atau diambil alih oleh perusahaan penerbangan Air
Asia. Setelah diambil alih oleh Air Asia, maskapai ini berubah nama menjadi Air Asia
Indonesia. Setelah berubah nama, Air Asia Indonesia mulai beroperasi lagi untuk
meramaikan dunia penerbangan Indonesia dengan strategi penerbangan berbiaya
murah. Air Asia Indonesia berdiri pada September 1999.Pada awal berdirinya, Air Asia
Indonesia bernama PT AWAIR Internasional. Pada 2000, Air Asia Indonesia mulai
beroperasi melayani penerbangan ke berbagai kota di Indonesia. Kemudian, menyusul
pembukaan jalur penerbangan baru ke luar negeri, yaitu Singapura.Setahun setelah
beroperasi, maskapai ini menghentikan operasinya karena ketatnya persaingan penerbangan di Indonesia.AIRASIA INDONESIA Sejarah Air Asia Indonesia.
Visi dan Misi Air Asia
Visi: Menjadi maskapai low cost terbesar di Asia dan melayani 3 milliar orang yang
lemah terhadap keterhubungan dan biaya yang tinggi.
Misi :
o Menjadi perusahaan terbaik untuk bekerja dimana karyawan diperlakukan
sebagai bagian dari keluarga besar
o Menciptakan merek ASEAN yang diakui secara global
o Untuk mencapai biaya terendah sehingga setiap orang bisa terbang dengan
AirAsia
o Merawat produk kualitas tertinggi, merangkul teknologi untuk mengurangi biaya
2.2.3 Aviation Training Center
Dalam Sumatera Air Asia Training Center terdapat 2 divisi training yaitu Pilot dan
awak kabin yang masuk dalam training flight operation.Berikut jenis-jenis training yang
diselenggarakan:
Flight Crew
Pada Pelatihan Flight Crew terdapat beberapa pembagian yaitu :
A. ATPL
ATPL atau Air Transport Pilot Lincense merupakan lisensi tertinggi yang
didapatkan oleh seorang pilot pesawat udara.Mereka yang bersertifikat/ berlisensi
ATPL memiliki wewenang sebagai pilot-in-comand dari maskapai penerbangan
berjadwal.
Syarat pendaftaran lisensi ATPL yaitu:
o Memiliki Sertifikat CPL
o Berusia antara 21 – 60 tahun
o Pengalaman minimal yaitu 1500 jam terbang yang termasuk jam di simulator.
Konten pelatihan:
o Air law, Rules & Regulation and CASR
o Flight Navigation
o High Speed Aerodynamic
o Aircraft Performance
o Flight Planning
o Meteorology
o Conduct of Flight Operations
o Aircraft Systems
o Aircraft Powerplant
o Human Performance: Aviation Medicine & Human Factor
Durasi: 216 jam (termasuk pengecekan)
B. B737/500/400/300 Type Rating
Type Rating merupakan pelatihan untuk mendapatkan lisensi menerbangkan
peswat tertentu yang memerlukan pelatihan tambahan diluar ruang lingkup lisensi
awal.Pesawat apa yang akan diterbangkan disesuaikan dengan kebutuhan airlines
yang bersangkutan.
Konten Pelatihan:
o Aircraft General
o Flight Planning
o Flight Operation Procedure
o Aircraft Emergency Procedures
o Weight and Balance
o Emergency Proceedures
o Basic Airplane Performance Dispatch Requirement & Procedurea
o Examination & Review
(sumber: Merpati Training center official site)
Tahap Pelatihan:
o Kelas teori
Durasi: 10 hari , termasuk ujian.
Sistem: CBT
o Flight Training
Durasi
Flight Training Device: 21 jam (3 sesi)
Full Flight Simulator: 40 jam (10 sesi) termasuk ujian
C. A320 Type Rating
Konten Pelatihan:
o Aircraft General
o Flight Planning
o Flight Operation Procedure
o Aircraft Emergency Procedures
o Weight and Balance
o Emergency Proceedures
o Basic Airplane Performance Dispatch Requirement & Procedurea
o Examination & Review
(sumber :Merpati Training center official site)
Tahap Pelatihan:
o Kelas teori
Durasi: 19 hari , termasuk ujian.
Sistem: CBT
o Flight Training :
MFTD : 40 jam
FFS training : 36 jam (9 sesi)
(sumber : http://www.iftc.aero)
D. A320 recurrent:
Meskipun telah dipekerjakan sebagai seorang kapten seorang pilot tidak lah
lepas dari pelatihan.Recurrent training adalah training yang harus dilakukan oleh
seluruh kru penerbang setiap 12 bulan sekali.
Konten Pelatihan:
o Aircraft systems review
o Aircraft systems test
o 4 jam sesi Pelatihan simulator
E. B737 recurrent
F. CRM initial:
Human error merupakan 80% dari penyebab kecelakaan di dunia
penerbangan.Pengurangan human error di penerbangan dapat meningkatkan efek
positif dari keselamatan penerbangan.Pelatihan ini memperkenalkan faktor manusia
yang berdampak pada error dan menawarkan berbagai metode untuk meningkatkan
kinerja kru.
Konten Pelatihan
o Fundamental faktor manusia dengan konsentrasi informasi yang diterapkan
relevan dengan lingkungan kerja penerbangan
o Kepeminpinan
o Komunikasi di tempat kerja; feedback, resolusi konflik dan mengadakan
pertemuan yang efektif.
o Managemen individu dengan kelompok, faktor sosial, kultur dan pengambilan
keputusan
o Kesadaran akan situasi
Peserta Pelatihan
Seluruh awak kokpit
(sumber :Merpati Training center official site)
G. CRM recurrent
H. Emergency Training ( teori & Praktek )
Flight Operation Officer
Pada pelatihan Flight Operation Officer terdapat beberapa pembagian :
A. FOO initial
Pengetahuan untuk menguasai dan mengerti pekerjaan dan prosedur adalah
intisari bagi staff operasi yang bertanggung jawab atas proses pekerjaan yang baik,
Pelatihan ini didesian untuk mewujudkan visi serta mengembangkan
pengetahuan dan skill sebagai syarat untuk menjalankan pekerjaan secara baik bagi
seorang FOO.
Konten Pelatihan
o Pengetahuan Pesawat
o Meteorology / cuaca
o Hukum Udara
o Pelaksanaan Flight Operation
o Peraturan dan tata tertib
o Aircraft Type Knowledge / pengetahuan tipe pesawat
o Sistem Navigasi Udara
o Prinsip penerbangan
o Navigasi Penerbangan
o Aircraft Handling Service
B. B737 Type Rating
C. A320 Type Rating
D. Dangerous Goods Regulations
Pelatihan ini menyediakan peserta pelatihan ketrampilan untuk dapat menerima,
menangani dan memproses pengiriman barang yang berisi barang berbahaya/
dangerous goods sesuai pedoman peraturan yang diterbitkan oleh IATA.
Konten Pelatihan
o Tanggung Jawab operator dan pengirim.
o Pengemasan, penilaian, pemberian label persyaratan spesifikasi PBB, jumlah
quaitiies, kompatibilitas dan pemisahan aket, selama kemasan.
o Batas-batas
o Prosedur pemuatan dan inspeki prosedur darurat
o Klasifikasi dan identifikasi : Sembilan kelas bahaya dngan criteria utama mereka,
daftar abjad dalam tabel, ketntuan khusus, NOS entri, Campuran dan larutan.
o Pengiriman bahan radio aktif
E. Resources Management
Crew Resource Management adalah aplikasi pengetahuan tentangfaktor
manusia dan ketrampilan untuk pelaksanaan operasi penerbangan dengan tujuan
mengefisienkan penggunaan semua sumber daya yang tersedia (peralatan, sistem dan
orang-orang) untuk mencapai operasi penerbangan yang aman.CRM menggabungkan
ketrampilan individu dan pengetahuan faktor manusia dengan koordinasi dengan kru
yang effektif.
Flight Attendant
Pada pelatiahanFlight Attendant terdapat beberapa pembagian :
Flight Attendant Initial
Ketrampilan dan sikap dari cabin crew sangat krusial kepada reputasi
maskapai.Hasil pelatihan yang baik adalah esensi untuk menjaga citra jika maskapai
ingin mendapatkan keuntungan dan bertahan di pangsa pasar.Pelatihan ini dirancang
untuk staf kabin pemula yang bertanggung jawab untuk menangani dan melayani
penumpang dengan tujuan mendapatkan laba.
Konten Pelatihan
o Pengetahuan penerbangan
o Wet Drill
o Prosedur darurat dan keselamatan penerbangan
o Orientasi
o Regulation
o Kedokteran penerbangan dan pertolongan pertama
o Pengumuman
o Perawatan Bayi
o Pelayanan dan etika
o Penanganan penumpang
o Dokumentasi
o Pengetahuan umum
o Service saat terbang
o Bahasa inggris
o Table manner
o Poise and Grace
o Keamanan penerbangan
Peserta pelatihan
Staf kabin pemula tanpa pelatihan pramugari-pramugara sebelumnya, atau
lulusan SMA yang ingin menjadi pramugari-pramugara.
Type Rating Flight attendand
Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dalam memahami tata
letak kabin dan peralatan untuk pelayanan yang lebih baik dan terlatih dalam
penanganan darurat.
Konten Pelatihan
o Pengetahuan umum
o Praek kabin
o Tipe pesawat
o Makanan dan minuman
o Training Darurat
o Penanganan kebakaran
Peserta Training
Pramugara-pramugari yang telah menyelesaikan pelatihan initial / awal, atau
pramugari yang akan bertanggung jawab melayani dalam jenis pesawat tertentu.
Special Recurrent Package (CRM, Emergency Training Ditching)
Pelatihan Kabin
CRM initial
CRM recurrent
DGR Recurrent
2.3 Lokasi Proyek
Pada sub bab ini akan diuraikan tentang deskripsi / tinjauan lokasi proyek dari
kriteria, alternatif, hingga site yang dipilih.
2.3.1 Kriteria Pemilihan Lokasi Proyek
Kriteria lokasi berdasarkan persyaratan lokasi yang dapat dijadikan sebagai
acuan atau tolok ukur standar yang dapat menjadi pertimbangan untuk pemilihan lokasi
Sumatera Air Asia Training Center, yaitu:
No Kriteria Internal Lokasi
1 Posisi Site Berada di lokasi berdekatan
dengan bandara sebagai
penunjang fungsi bangunan dan
dekat dengan komunitas
penerbangan.
2 Lingkungan Berada di lingkungan dengan
kepadatan rendah
3 Pencapaian atau aksesbilitas Berada di jalan primer yang
dapat di akses oleh kenderaan besar.
4 View Adanya view baik dari dalam
maupun keluar yang baik
5 Ukuran Lahan Harus mencukupi untuk program
dan fasilitas yang direncanakan yaitu ± 3.5 hectar
6 Kontur Tapak/ topografi Semakin datar semakin baik
7 Jaringan Jalan Terdapat pada jaringan jalan
yang mudah untuk diakses.
No Kriteria Internal Lokasi
1 Status kepemilikan lahan Merupakan Lahan kosong
2 Tersedia utilitas yang baik Terdapat di lokasi yang sudah mempunyai utilitas listrik, air, telepon, gas, dan kebakaran,dsb.
3 GSB, KLB, KDB, dsb. Disesuaikan dengan RDTR
Kecamatan yang bersangkutan atau melihat keadaan sekitar site.
4 Pola penggunaan lahan site (Tata
Guna Lahan)
Berada di lokasi pengembangan sesuai RTRW
2.3.2 Alternatif Pemilihan Lokasi
Lokasi Sumatera Air Asia Training Center sebagai sarana pendidikan karyawan
di bidang operasi penerbangan membutuhkan lokasi yang dapat menunjang kegiatan
pelatihan serta aksesbilitas yang mudah.Lokasi diusahakan berdekatan dengan
bandara dengan pertimbangan kedekatan dengan komunitas penerbangan itu
sendiri.Adapun beberapa alternative lokasi yaitu :
Alternatif site 1
Site berada di persimpangan jalan menuju
bandara kuala namu.yaitu Kecamatan batang
kuis.Site terletak di kawasan dengan kepadatan
rendah berbatasan dengan lahan kosong dan rumah
penduduk.Dengan luas ± 3.5hectar. ( Gambar 2.2 )
Alternatif site 2
Site berada di pantai muara dewi,dengan luas ±
3.5 hectar.Site terletak dikawasan wisata pantai
cermin.Site berbatasan dengan langsung dengan
laut,Hutan bakau serta tampak warga.( Gambar 2.3 )
Gambar 2.2 Site alternatif 1
Alternatif site 3
Site berada di Jalan Jenderal AH Nasution.Berbatasan langsung dengan jalan
besar, pombensin serta bangunan komersil.dan perumahan warga.luas site ± 3.50
hectar.( Gambar 2.4 )
Untuk memilih site yang paling sesuai, dilakukan penilaian terhadap ketiga
alternatif site diatas sebagai berikut :
Kriteria Penilaian Alternatif Lokasi
Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 3
Luas lahan yang
sesuai 3.5 hectar (5) (5) (5)
Terletak di jalan yang cukup lebar
12 m (5) 4 m (1) 8 m (5) Pencapaian atau aksesibilitas
Dapat diakses dari jalan primer munuju
bandara (5)
Lokasi terletak jauh dari jalan
primer (1)
Jalan primer (5)
Lingkungan
Berada di lingkungan kepadatan rendah (5) Berada di lingkungan kepadatan rendah (5) Berada di lingkungan kepadatan tinggi (1) View kedalam Berada di persimpangan (5)
posisi site berada di ujung pantai
(1)
site terbentang lebar ke samping
(5)
[image:35.612.347.532.185.350.2]Gambar 2.4 Site alternatif 3
View Keluar
Berada di persimpangan.Lokasi
sekitar masih cukup asri
(5)
View ke pantai dan lokasi wisata
(5)
View merupakan wilayah yang padat
penduduk (3)
Topografi Cukup datar
( 5 )
Kurang datar ( 3 )
Cukup datar ( 5 )
Pencapaian ke bandara
Jalan lurus menuju kuala namu
( 5 )
9 km ke bandara dengan jalan kecil
( 3 )
3 km ke bandara polonia (bukan bandara utama)
( 1 )
Total point 40 27 30
Kriteria Eksternal
Alternatif Lokasi Lokasi 1
Kec. Batang Kuis Deli Serdang
Lokasi 2 Kec Pantai Cermin
Serdang Bedagai
Lokasi 3 Kec.Polonia
Medan
Fungsi lahan dan sekitarnya
Lahan kosong dan perumahan warga
(5)
Pantai muara Dewi Tambak warga
(3)
Lahan komersil (5)
Utilitas Air sudah tersedia
(5)
belum jelas (1)
sudah tersedia (5)
Utilitas Listrik Sudah tersedia
(5) Perlu adanya penambahan instalasi (1) Sudah tersedia (5)
Jaringan telepon Sudah tersedia
(5)
Belum tersedia (1)
Sudah tersedia (5)
Kemacetan bukan daerah
kepadatan tinggi (5) bukan daerah kepadatan tinggi (5) daerah rawan macet (3)
Total nilai 25 11 23
Total point kedua kriteria
65 peringkat 1 38 peringkat 3 53 peringkat 2
Keterangan:
1. Kurang Baik 3. Cukup Baik 5 . Sangat Baik
Berdasarkan penilaian diatas maka site yang dipilih adalah Lokasi
2.3.3 Deskripsi Lokasi Sebagai Tapak Rancangan
Adapun deskripsi lokasi sebagai tapak rancangan :
Kasus Proyek: Sumatra Air Asia Training Center
Status Proyek: Fiktif
Pemilik Proyek: Pihak Swasta
Lokasi Tapak: Jl. Batang Kuis
A. Batas Selatan: Jalan menuju bandara
B. Batas Barat: Jl. Menuju tembung
C. Batas Timur: Lahan Kosong
Luas Lahan: ± 3.5 hectar
Kontur: Relatif Datar
KDB: 60 – 70 %
KLB: Maksimum 4 lantai
GSB:
A. Jl. Besar bandara: 9 m
B. Jl. Kecil: 4 m
Bangunan eksisting: Lahan Kosong
Potensi Lahan:
A. Terletak dekat dengan bandara
B. Berada pada kawasan pengembangan
C. Transportasi lancar, baik dan bebas kemacetan;
D. Luas site sesuai syarat ( 3.8 )
E. Terletak di sudut jalan;
F. Berada di lingkungan yang tenang;
G. Sudah memiliki jalur utilitas yang baik ( Listrik, Air Bersih,
Limbah,Kebakaran, Telepon, dsb).
2.4 Tinjauan Fungsi
Sub bab tinjauan fungsi ini membahas bagaimana Sumatera Air Asia Training
Center bekerja, apa aktivitasnya, siapa penggunanya, persyaratan dan kebutuhan
2.4.1 Deskripsi Pengguna dan Kegiatan
Adapun deskripsi pengguna dan kegiatan, yaitu :
Peserta Training
Peserta FOO Innitial Training
o Belajar di kelas
o Mencari informasi
o Makan
o Istirahat
o Refressing/ berolahraga
o Pelatihan CBT
o Brefing sebelum simulasi
o Pelatihan Silmulator
o Pelatihan tanggap darurat
o Menginap
o Pergi ke toilet
o Perayaan kelulusan
Peserta training Type Rating
o Belajar di kelas
o Mencari informasi
o Makan
o Istirahat
o Refressing /Berolahraga
o Pelatihan CBT
o Brefing sebelum simulasi
o Pelatihan Silmulator
o Menginap
Peserta recurrent training ( pilot )
o Belajar di kelas
o Pengecekan CBT
o Mencari informasi
o Istirahat
o Briefing
o Simulator training
o Menginap
o Pergi ke toilet
Peserta recurrent training ( attendant )
o Belajar di kelas
o Mencari informasi
o Makan
o Istirahat
o Briefing
o Pelatihan tanggap darurat
o Menginap
o Pergi ke toilet
Peserta Flight Attendant initial training
o Belajar di kelas
o Praktek etika airlines
o Mencari informasi
o Makan
o Istirahat
o Refressing /Berolahraga
o Pelatihan di cabin mock up
o Brefing sebelum simulasi
o Pelatihan tanggap darurat
o Menginap
o Pergi ke toilet
o Perayaan Kelulusan
Instruktur
Instruktur pelatihan terdiri dari instruktur pramugara-pramugaridan penerbang.
Datang Parkir Kendaraan
Menganjar
Istirahat
Makan
Pergi ke toilet
Pengelola
Pengelola memiliki kegiatan umum yaitu sebagai berikut :
Datang,parkir kendaraan
Bekerja
Istirahat
Makan
Pergi ke toilet
Melaksanakan fungsi masing-masing
Adapun fungsi utama masing-masing pengelola yaitu :
Kepala Sumatera Air Asia Training Center
Fungsi utama: Menetapkan rencana jangka panjang, strategi dan rencans kerja
anggaran dan pendapatan tahunan Sumatera Air Asia Training
Center.Mengarahkan,mengelola dan mengendalikan penyelenggaraan
pendidikan dan pelatihan untuk mencapai efektifitas dan efisiensi.
GM Research & Development
Fungsi utama: Merencanakan, mengkoordinir, melaksanakan dan mengevaluasi
aktivitas Perencanaan dan Pengembangan meliputi rekomendasi Business Plan,
Rencana Kerja Anggaran & Pendapatan Sumatera Air Asia Training Center,
penelitian dan pengembangan ( R & D ) produk Sumatera Air Asia Training
Center, analisa kebutuhan pelatihan, rancangan program pelatihan serta
pengembangan sistem untuk menunjang kegiatan operasional pelatihan.
GM Personnel & General Affair
Fungsi Utama: Merencanakan, mengkoordinir, melaksanakan dan
mengevaluasi aktifitas manajemen SDM yang meliputi perencanaan dan
permasalahan pegawai dan pengelolaan hubungan kerja lainnya sesuai arahan
kebijakan perusahaan dan kerumah tanggaan meliputi pengurusan dan
pencatatan dokumen perjalanan dinas, Industrial relation, pengelolaan inventory
management, transportasi dan kantin serta reproduksi materi pelatihan dalam
rangka menunjang kegiatan operational pendidikan dan pelatihan
GM Marketing
Fungsi utama: Melakukan analisa pasar,menyusun strategi pasar,kerja sama
dengan lembaga lain, melakukan promosi, melaksanakan penjualan,
mempertahankan pasar serta melakukan evaluasi terhadap kinerja marketing.
GM finance
Fungsi utama: Merumuskan laporan keuangan Sumatera Aia Asia Training
Center, Kebijakan penagihan maupun pembayaran, menganalisa seta
menghitung unit cost, membuat rencana dan pengontrolan arus kas/bank &
anggaran serta merencanakan, mengkoordinir, melaksanakan, mengendalikan
dan mengevaluasi aktivitas pengadaan barang / jasa di lingkungan Sumatera
Air Asia Training Center.Proses pengadaan dilakukan sesuai dengan kebijakan
perusahaan yang tertuang salam manual prosedur pengadaan untuk
menunjang kegiatan operasional pelatihan.
GM Perawatan & Pemeliharaan
Fungsi utama: Merencanakan, mengkoordinasikan dan mengendalikan
dukungan layanan gedung dormitory,training media dan training aids
(simulator,Mockup, CBT, power house dan peralatan pelatihan lainnya) melaluai
kegiatan perencanaan dan pelaksaan perawatan serta modifikasi dan
pengembangannya untuk meningkatkan performance dari peralatan tersebut.
GM Operation training
Fungsi Utama: Merencanakan, mengkoordinir, melaksanakan dan
mengendalikan aktifitas pelaksanaan pelatihan Operasi dan teknik penerbangan
untuk meningkatkan kompetensi sesuai tuntutan perusahaan.Pengelolaan
dilakukan sesuai dengan arahan kebijakan dan sistem yang diterapkan oleh
Kepala Sumatera Air Asia Training Center , yang mencakup aspek perencanan,
kegiatan pelatihan sesui target (anggaran) yang ditetapkan dan evaluasi
Pengunjung Wisata Edukatif
Pengunjung wisata edukatif adalah pengunjung yang datang dengan tujuan
berwisata menambah pengetahuan dunia penerbangan.Pengunjung di perkirakan
merupakan kelompok dari kalangan pelajar maupun mahasiswa.
Datang
Turun dari kenderaan (bus)
Kumpul di lobby
Tour keliling fasilitas training
Makan
Mendapat perkuliahan di Hall
Pergi ke toilet
2.4.2 Kebutuhan Ruang Sumatera Air Asia Training Center
Dari daftar kegiatan dan pengguna bangunan serta hasil studi banding,
munculah kebutuhan ruang yang harus dipenuhi antara lain :
FUNGSI FASILITAS PENGGUNA KEGIATAN KEBUTUHAN
RUANG
Enterance Lobby Utama Karyawan
penerima tamu
Menerima tamu dan memberikan informasi
Receptionist
Peserta Training Duduk,ngobrol
Menunggu jemputan
Orientasi bangunan
Mencari informasi
Ruang duduk Ruang terbuka Toilet
Instruktur Duduk.ngobrol
Menunggu jemputan
Orientasi bangunan
Mencari informasi
Ruang duduk Ruang terbuka Toilet
Pengelola Duduk.ngobrol Menunggu jemputan Orientasi bangunan Ruang duduk Ruang terbuka Toilet
Pengunjung Berkumpul sebelum
tour Menunggu jemputan Mencari informasi Orientasi Ruang duduk Ruang terbuka Toilet Kantor Pengelola
Ruang Kantor per divisi
Pengelola +
karyawan Mengatur dan merencanakan berjalannya kegiatan pelatihan . Mengatur administrasi Mengatur dan merencanakan perawatan gedung R. Kepala R. GM R & D R. GM Personnel & general affair R. GM marketing R. Marketing R. GM finance R. ADM R. GM Perawatan & pemeliharaan R. GM Operation training R. rapat Lounge Gudang Toilet Ruang arsip R. Staff pengajar Instruktur
Penerbang
Bekerja
Rapat kerja
Mengola data
R. Mgr Flight
Operation Training. R. instruktur R.rapat instruktur R.arsip Toilet Instruktur pramugara-pramugari Bekerja Rapat kerja Mengola data
R. Mgr Flight Attendant training R. instruktur R.rapat instruktur R.arsip Toilet
pendidikan Toilet
Instruktur Mengajarkan teori R. Kelas
Toilet Praktikal training Pesertatraining
pilot
CBT training
MFTD training Simulator training Emergency training Briefing R.CBT R. MFTD R.Simulator R.Emergency training R.Breifing Toilet
Instruktur Mengajarkan
Mengawasi Peserta training
pramugara-pramugari Belajar berdandan Belajar catwalk Mockup training Door training Emergency training Wet drill Antisipasi kebakaran R.rias Studio catwalk Cabin Mock up R.door training R.Emergency training
Kolam wet drill training
Locker Toilet
Shower room
Instruktur Mengajarkan &
memperagakan Mengawasi
Perpustakaan Peserta training Mencari informasi
Membaca buku R.buku R.baca R.internet Fasilitas Makanan
Cafetaria Juru masak Mengolah makanan Mengawasi
Dapur Locker Gudang toilet R.karyawan
Karyawan Melayani
Membersihkan dan
merawat
Mengatur stok bahan makanan Dapur R.makan Gudang Kasir Toilet Locker R.karyawan
Pengunjung Makan/minum
Duduk,ngobrol
R.makan Toilet Fasilitas
Pertemuan
Auditorium Semua
pengguna Duduk menonton Mengisi acara Kursi penonton Panggung Back stage Toilet gudang Fasilitas Olahraga
Gymnastium Peserta training Berolahraga dalam
Lapangan Basket Peserta training Bermain basket Menonton pertandingan Lapangan basket Kursi penonton Fasilitas kesehatan
Klinik Semua
pengguna ( pasien )
Di periksa Di rawat
Tempat tidur
pasien Meja dokter Toilet klinik
Dokter Merawat
Memeriksa
Meja dokter
Tempat tidur
pasien Fasilitas
Asrama
Tempat tinggal
sementara
Peserta training Istirahat Tidur Belajar Mencuci pakaian Tempat tidur R.Belajar Kamar Mandi Laundry Fasilitas parkir Pengelola Peserta Training Instruktur Pengunjung Memarkirkan kenderaan
Parkir roda 2
Parkir roda 4
2.5 Studi Banding Proyek Sejenis
Berikut studi banding proyek sejenis yang merupakan fasilitas training di
maskapai lain.
2.5.1 Emirates Aviation College
Bangunan didesain dengan menirukan bentuk pesawat pada bagian enterance
bangunan.( Gambar 2.5 ) Mesin jet juga dibuat untuk menegaskan bentuk pesawat
tersebut.Emirates bukanlah maskapai yang hanya peduli dengan jumlah
karyawan,namun juga kualitasnya.Mereka memperkerjakan orang-orang dari seluruh
dunia unutk dilatih menjadi kru penerbang terbaik di dunia dan di Enirates Aviation
College inilah mereka memulai langkah tersebut.
Salah satu langkah pertama di pelatihan,peserta di perkenalkan dan di tuntut
untuk belajar keramahan Arab dan tentang kebudayaan lain yang mewakili perusahaan
dalamruang yang bertema majlis.Keragaman awak membantu mereka dengan mudah
berinteraksi dengan banyak penumpang yang akan terbang pada maskapai.( Gambar
2.6 )
Pakaian dan penampilan para awak pesawat adalah salah satu yang penting
diperhatikan.Disini setiap peserta akan dilatih bagaimana cara mereka memakai
seragam, gaya rambut, bagaimana menerapkan makeup dan tentu saja tentang
bagaimana cara memakai topi merah kebanggaan maskapai.( Gambar 2.7 )
Para peserta training diberikan pelatihan cabin mock up pesawat A 380.Disini
para peserta pelatihan belajar bagaimana menyapa penumpang, menyajikan makanan,
Menunjukkan bagaimana mengoperasikan fasilitas si pesawat, mock up memberikan
kesempatan bagi para peserta pelatihan untuk belajar cara-cara baru dalam melakukan
sesuatu dan belajar dari kesalahan mereka.( Gambar 2.8 )
[image:46.612.334.506.103.216.2]Gambar 2.8Cabin Mock-Up Gambar 2.9 Wet Drill Training Gambar 2.10Suasana training
[image:46.612.114.286.105.217.2]Gambar 2.12 EET Training
Gambar 2.11 EET Training
Untuk wet drill training merupakan pelatihan yang mengkondisikan pendaratan
di air.Dalam pelatihan para peserta akan melompat ke perahu karet dan juga berlatih
untuk menyelamatkan penumpang yang terjatuh.suasana pelatihan di buat semirip
mungkin dengan kondisi darurat.( Gambar 2.9 s/d gambar 2.10 )
Pada maskapai flight Emirates terdapat bebagai jenis pesawat dari boeing 777,
Airbus A380 dan A 330/A 340 yang masing-masing mempunyai cara penanganan yang
berbeda-beda sehingga dibutuhkan pelatihan yang berbeda pula.( Gambar ( 2.11 a/d
2.12 )
2.5.2 SIA Centre
Melewati pagar dan masuk kedaalam atrium yang berikan dekorasi berupa
seragam kru Singapore Airlines yang bersejarah panjang,kita sampai di jantung dari
Singapore Airlines.Di sinilah tempat 6000 kru datang dan mendapatkan pelatihan
mereka.( Gambar 2.13 s/d gambar 2.14 )
Ruang besar ini merupakan tempat awak kabin belajar dan di beri pelatihan
ulang tentang prosedur keselamtan.Replika merupakan gabungan dari pesawat boeing
777 pada bagian depan dan Airbus A380 di bangian belakang.Replika ini berguna untk
memberikan pelatihan kepada pramugara-pramugari mengevakuasi penumpang
dengan meluncur.(Gambar 2.15)
Pada replika pesawat dapat diberikan asap untuk pelatihan kondisi keadaan
darurat.Dan terdapat panel untuk para instructure mengatur scenario.Pada Bagian lain
terdapat kolam yang besar yang berguna untuk
pelatihan darurat mendarat di
air.Kolam tersebut memiliki mesin ombak yang dapat diatur kekuatannya.Dengan
kedalaman kolan 3 meter, dapat menampung sebuat rakit.( Gambar 2.16 s/d gambar
2.17)
Gambar 2.13 SIA centre
Gambar 2.14 Hall SIA centre
Untuk program pelatihan pramugari terdapat replika pesawat yang lain.Disini
para pramugara-pramugari mendapatkan pelatihan pelayanan kepada penumang. Para
peserta latihan juga diajarkan bagaimana cara berjalan yang baik,plating makanan,
menyuguhkan makanan dan latihan menata rias sesuai standar maskapai
penerbangan.( Gambar 2.18 s/d gambar 2.21 )
Gambar 2.18 Door Training Gambar 2.19 Studio Catwalk
Gambar 2.20 Cabin Mock-Up Gambar 2.21 Ruang Rias
[image:49.612.99.530.100.418.2]Sebelum menuju mesin simulator para pilot pemula selalu berlatih sistem
pesawat di mesin MTFD dahulu.Selanjutnya para penerbang berlatih di mesin simulator,
dengan kecanggihan mesin tersebut peserta akan meresakan sensasi terbang dengan
BAB III
ELABORASI TEMA
3.1
Pengertian Tema
Pada bab ini akan dibahas eloborasi tema proyek Sumatera Air Asia Training
Center yaitu tema Arsitektur Metafora.
3.1.1 Pengertian Arsitektur
Berikut beberapa pengertian Arsitektur :
Louis I Khan :
Arsitektur ialah pemikiran-pemikiran yang matang dalam pembentukan ruang.
Pembaharuan arsitektur secara menerus disebabkan adanya perubahan
konsep ruang.
Le Corbusier :
Arsitektur adalah pengaturan massa yang dilakukan dengan tepat, penuh
pemahaman dan magnifisien. Massa itu disatukan dan ditonjolkan dalam suatu
penyinaran cahaya, kubus, kerucut, silinder, piramid, yang merupakan
bentuk-bentuk primer yang kegunaannya jelas. Oleh adanya penyinaran cahaya,
massa tersebut merupakan bentuk yang paling indah.
3.1.2 Pengertian Metafora
Istilah metafora berasal dari bahasa yunani metapherein (latin:
metafora, :inggris : metaphor, perancis : metaphore). “Meta” dapat diartikan sebagai
memindahkan atau berhubungan dengan perubahan. “Pherein” berarti mengandung
atau memuat. Pengertian metafora secara umum berdasarkan Oxford Learner’s
Dictionary :
• A figure of speech in which a term is transferred from the object it ordinarily designates to on object it may designate only by implicit comparison or
analogies
• A figure of speech in which a name or quality is attributed to something to which it is not literally applicable
• The use of words to indicate something different from the literal meaning.
Terdapat beberapa cara pandang terhadap metafora antara lain sebagai
berikut:
Secara etimologi metafora menunjukkan pemindahan (transfer) sesuatu yang
dikandungnya (makna). Arti leksikal dari metafora adalah kiasan. Pengertian
lain adalah looking at the abstraction (melihat hubungan antar hal secara
abstrak).
Secara epistemologis, sesuai dengan pengertiannya, metafora dalam arsitektur
dilakukan dengan cara displacement of concept (Schon, 1963-1967) yaitu
dengan mentransfer konsep suatu objek kepada objek lain sehingga
mempermudah pemahaman lewat perbandingan yang lebih sederhana.
Secara aksiologis, sejarah mencatat bahwa tanda tanda penggunaan metafora
dalam karya arsitektur sesungguhnya telah lama ada. Kualitas arsitektur
piramida secara estetis dan structural menjadi symbol bangsa mesir kuno akan
keyakinan tentang keabadian. Bangsa yunani membedakan penggunaan tiang
dorik dan ionic sebagai pemujaan berdasar gender. Gothic dengan konsep
kesemerawangan kulit bangunan menjadi sebuahstandar bagi gereja untuk
mewujudkan suasana kehadiran Tuhan dalam perwujudan cahaya dan masih
banyak lagi contoh bangunan pada zaman pra modern yang sarat akan symbol
symbol metaforik.
3.1.3 Metafora Dalam Arsitektur
orang yang menikmati atau memakai karyanya.Adapun prinsip-prinsip yang dianut oleh Arsitektur Metafora
Mencoba atau berusaha memindahkan keterangan dari suatu subjek ke subjek lain.
Mencoba atau berusaha untuk melihat suatu subjek seakan-akan sesuatu hal yang lain.
Mengganti fokus penelitian atau penyelidikan area konsentrasi atau penyelidikan lainnya (dengan harapan jika dibandingkan atau melebihi perluasan kita dapat menjelaskan subjek yang sedang dipikirkan dengan cara baru).
Dalam Penerapannya Metafora dapt digabi menjadi 3 kategori yaitu :
Intangible methapors :
(metafora yang tidak dapat diraba) metafora yang berangkat dari suatu konsep, ide, hakikat manusia dan nilai-nilai seperti : individualisme, naturalisme, komunikasi, tradisi dan budaya.
Tangible methapors :
(metafora yang nyata), Metafora yang berangkat dari hal-hal visual serta spesifikasi / karakter tertentu dari sebuah benda seperti sebuah rumah adalah puri atau istana, maka wujud rumah menyerupai istana.
Combined methapors :
(metafora kombinasi), merupakan penggabungan kategori 1 dan kategori 2 dengan membandingkan suatu objek visual dengan yang lain dimana mempunyai persamaan nilai konsep dengan objek visualnya. Dapat dipakai sebagai acuan kreativitas perancangan.
3.1.4 Kegunaan Penerapan Metafora dalam Arsitektur
Memungkinkan untuk melihat suatu karya Arsitektural dari sudut pandang yang lain.
Mempengaruhi untuk timbulnya berbagai interprestasi pengamat.
Mempengaruhi pengertian terhadap sesuatu hal yang kemudian dianggap menjadi hal yang tidak dapat dimengerti ataupun belum sam