PEMBAHASAN SIKAP
1. Pernyataan positif dengan skor tertinggi
Pernyataan sikap nomor 10: saya sering makan buah dan sayur supaya gigi saya sehat.
Tabel 4.59. Diskripsi Pre-test Sikap Siswa SDN 1 Pamijen Mengenai Sering Makan Buah dan Sayur Supaya Gigi Sehat
Frekuensi Persentase
Persentase Validasi
Persentase Kumulatif Validasi Sangat Tidak
Setuju
1 1.3 1.3 1.3
Tidak Setuju 1 1.3 1.3 2.5
Ragu-ragu-Ragu-ragu
1 1.3 1.3 3.8
Setuju 29 36.3 36.3 40.0
Sangat Setuju 48 60.0 60.0 100.0
Total 80 100.0 100.0
Sumber : Data Primer Praktek Lapangan Rural 2014
Tabel 4.60. Diskripsi Post-test Sikap Siswa SDN 1 Pamijen Mengenai Sering Makan Buah dan Sayur Supaya Gigi Sehat
Frekuensi Persentase
Persentase Validasi
Persentase Kumulatif Validasi Sangat Tidak
Setuju 1 1.3 1.3 1.3
Tidak Setuju 3 3.8 3.8 5.0
Setuju 25 31.3 31.3 36.3
Sangat Setuju 51 63.8 63.8 100.0
Total 80 100.0 100.0
Sumber : Data Primer Praktek Lapangan Rural 2014
SDN 1 Pamijen telah menyadari jika mengkonsumsi buah dan sayur bermanfaat untuk menyehatkan gigi.
2. Pernyataan positif dengan skor terendah
Pernyataan nomor 21: saya mau ke dokter gigi satu kali dalam setahun untuk memeriksakan gigi.
Tabel 4.61 Diskripsi Pre-test Sikap Siswa SDN 1 Pamijen Mengenai Kebiasaan ke Dokter Gigi 1 Kali Dalam Setahun Untuk Memeriksakan Gigi
Sumber : Data Primer Praktek Lapangan Rural 2014
Tabel 4.62 Diskripsi Post-test Sikap Siswa SDN 1 Pamijen Mengenai Kebiasaan ke Dokter Gigi 1 Kali Dalam Setahun Untuk Memeriksakan Gigi
Frekuensi Persentase
Persentase Validasi
Persentase Kumulatif Validasi Sangat Setuju 23 28.8 28.8 28.8
Setuju 29 36.3 36.3 65.0
Ragu-ragu-Ragu-ragu
1 1.3 1.3 66.3
Tidak Setuju 24 30.0 30.0 96.3
Sangat Tidak Setuju
3 3.8 3.8 100.0
Total 80 100.0 100.0
Sumber: Data Primer Praktek Lapangan Rural 2014
Kunjungan ke dokter gigi dalam 6 bulan sekali perlu dilakukan dengan tujuan untuk pencegahan kerusakan gigi yang lebih parah, penyakit gusi, penyakit jaringan pendukung gigi, maupun untuk mengetahui kelainan rongga mulut
Frekuensi Persentase
Persentase Validasi
Persentase Kumulatif
Validasi Sangat Setuju 34 42.5 42.5 42.5
Setuju 27 33.8 33.8 76.3
Ragu-ragu-Ragu-ragu
7 8.8 8.8 85.0
Tidak Setuju 8 10.0 10.0 95.0
Sangat Tidak
Setuju 4 5.0 5.0 100.0
yang mungkin tidak dapat terlihat langsung (Rahmadhan, 2010). Berdasarkan tabel pre-test dan post-test diatas, diperoleh hasil sebanyak 4 siswa dan 3 siswa. Hal ini menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa-siswi SDN 1 Pamijen tidak menyadari kebutuhan periksa ke dokter gigi dalam rentang waktu 6 bulan sekali.
3. Pernyataan negatif dengan skor tertinggi
Pernyataan nomor 40: saya selalu rajin menyikat gigi agar rapi.
Tabel 4.63. Diskripsi Pre-test Sikap Siswa SDN 1 Pamijen Mengenai Rajin Menyikat Gigi agar Gigi Rapi
Frekuensi Persentase
Persentase Validasi
Persentase Kumulatif Validasi Sangat
Setuju
48 60.0 60.0 60.0
Setuju 30 37.5 37.5 97.5
Tidak Setuju 1 1.3 1.3 98.8
sgt tdksetuju 1 1.3 1.3 100.0
Total 80 100.0 100.0
Sumber : Data Primer Praktek Lapangan Rural 2014
Tabel 4.64. Diskripsi Pre-test Sikap Siswa SDN 1 Pamijen Mengenai Rajin Menyikat Gigi agar Gigi Rapi
Frekuensi Persentase
Persentase Validasi
Persentase Kumulatif Validasi Sangat
Setuju
47 58.8 58.8 58.8
Setuju 28 35.0 35.0 93.8
Ragu-ragu 1 1.3 1.3 95.0
Tidak Setuju 3 3.8 3.8 98.8
sgt tdksetuju 1 1.3 1.3 100.0
Total 80 100.0 100.0
Menjaga kebersihan rongga mulut, salah satunya dengan menyikat gigi, bertujuan untuk membersihkan plak, membersihkan bakteri lunak yang menempel pada gigi agar dapat tidak menyebabkan gigi berlubang dan penyakit pada jaringan pendukung gigi (Wong dkk, 2008). Berdasarkan tabel pre-test dan post-test diatas, diperoleh hasil sebanyak 48 siswa dan 47 siswa. Hal ini menunjukkan bahwa sebagian siswa-siswi SDN 1 Pamijen belum menyadari fungsi yang dapat diperoleh dari menyikat gigi.
4. Pernyataan negatif dengan skor terendah
Pernyataan nomor 38: Saya menyikat gigi setelah makan pagi dan sebelum tidur. Tabel 4.65. Diskripsi Pre-test Sikap Siswa SDN 1 Pamijen Mengenai Kebiasaan Menyikat Gigi setelah Makan Pagi dan Sebelum Malam
Frekuensi Persentase
Persentase Validasi
Persentase Kumulatif
Validasi Setuju 33 41.3 41.3 41.3
Sangat Setuju
47 58.8 58.8 100.0
Total 80 100.0 100.0
Sumber : Data Primer Praktek Lapangan Rural 2014
Tabel 4.66. Diskripsi Post-test Sikap Siswa SDN 1 Pamijen Mengenai Kebiasaan Menyikat Gigi setelah Makan Pagi dan Sebelum Malam
Frekuensi Persentase
Persentase Validasi
Persentase Kumulatif Validasi Sangat Tidak
Setuju
1 1.3 1.3 1.3
Ragu-ragu 2 2.5 2.5 3.8
Setuju 27 33.8 33.8 37.5
Sangat Setuju 50 62.5 62.5 100.0
Total 80 100.0 100.0
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pH dalam rongga mulut akan kembali normal dibutuhkan waktu sekitar 20-30 menit setelah mengkonsumsi karbohidrat. Apabila menyikat gigi dilakukan langsung setelah sarapan, maka pH dalam rongga mulut masih berada dalam kondisi asam. Hal ini akan menyebabkan mudahnya kerusakaan permukaan gigi. Oleh karena itu, waktu menyikat gigi yang baik adalah pagi 30 menit setelah sarapan dan malam hari sebelum tidur (Maulani, 2005). Berdasarkan tabel pre-test dan post-test
diatas, diperoleh hasil sebanyak 47 siswa dan 50 siswa. Hal ini menunjukkan bahwa hampir seluruh siswa-siswi SDN 1 Pamijen menyadari waktu yang tepat untuk menyikat gigi adalah setelah sarapan dan sebelum tidur malam.
5. Pernyataan positif yang signifikan
Pernyataan nomor 39: saya akan mengganti sikat gigi saya yang sudah mekar. Tabel 4.67. Diskripsi Pre-test Sikap Siswa SDN 1 Pamijen Mengenai Kebiasaan Mengganti Sikat Gigi yang Sudah Mekar
Frekuensi Persentase
Persentase Validasi
Persentase Kumulatif Validasi Sangat Tidak
Setuju
1 1.3 1.3 1.3
Tidak Setuju 2 2.5 2.5 3.8
Ragu-ragu 4 5.0 5.0 8.8
Setuju 40 50.0 50.0 58.8
Sangat Setuju 33 41.3 41.3 100.0
Total 80 100.0 100.0
Sumber : Data Primer Praktek Lapangan Rural 2014
Frekuensi Persentase
Persentase Validasi
Persentase Kumulatif Validasi Sangat Tidak
Setuju
1 1.3 1.3 1.3
Ragu-ragu 2 2.5 2.5 3.8
Setuju 27 33.8 33.8 37.5
Sangat Setuju 50 62.5 62.5 100.0
Total 80 100.0 100.0
Sumber : Data Primer Praktek Lapangan Rural 2014
Mengganti sikat gigi dengan yang baru hendaknya saat sikat sudah rusak, saat sikat kehilangan kemampuannya untuk membersihkan gigi dengan baik ataupun sudah berusia tiga bulan. Jika sebelum tiga bulan tetapi sikat gigi sudah rusak, berarti cara menyikat gigi yang dilakukan terlalu keras. Oleh karena itu, tekanan yang digunakan perlu dikurangi (Rahmadhan, 2010). Berdasarkan tabel pre-test dan post-test diatas, diperoleh hasil sebanyak 33 siswa dan 50 siswa. Hal ini menunjukkan bahwa ada peningkatan yang signifikan yaitu sebanyak 17 siswa yang menyadari pentingnya mengganti sikat gigi yang sudah rusak.
6. Pernyataan negatif yang signifikan
Pernyataan nomor 27: saya minum es terlalu sering akan menimbulkan rasa ngilu pada gigi.
Frekuensi Persentase
Persentase Validasi
Persentase Kumulatif Validasi Sangat Tidak
Setuju
22 27.5 27.5 27.5
Tidak Setuju 26 32.5 32.5 60.0
Ragu-ragu-Ragu-ragu
2 2.5 2.5 62.5
Setuju 19 23.8 23.8 86.3
Sangat Setuju 11 13.8 13.8 100.0
Total 80 100.0 100.0
Sumber : Data Primer Praktek Lapangan Rural 2014
Tabel 4.70. Diskripsi Post-test Sikap Siswa SDN 1 Pamijen Mengenai Minum Es Terlalu Sering Akan Menimbulkan Rasa Ngilu Pada Gigi
Frekuensi Persentase
Persentase Validasi
Persentase Kumulatif Validasi Sangat Tidak
Setuju
10 12.5 12.5 12.5
Tidak Setuju 29 36.3 36.3 48.8
Ragu-ragu-Ragu-ragu
4 5.0 5.0 53.8
Setuju 22 27.5 27.5 81.3
Sangat Setuju 15 18.8 18.8 100.0
Total 80 100.0 100.0
Sumber : Data Primer Praktek Lapangan Rural 2014
peningkatan yang terjadi tidak sidak signifikan karena jumlah peningkatan hanya sedikit yaitu 4 siswa.
Marotz, L.R., 2012, Health, Safety, and Nutrition for TheYoung Child, Ed.9, Cencage, Stamford.
Maulani, C., 2005, Kiat Merawat Gigi Anak Panduan Orang Tua dalam Merawat dan Menjaga Kesehatan Gigi bagi Anak-anaknya, Elex Media Komputindo, Jakarta. Rahmadhan, A.G., 2010, Serba-serbi Kesehatan Gigi dan Mulut, Cet. 1, Bukune, Jakarta.
Wong, D. L., Eaton, M. H., Wilsn, D., Winkelstein, M. L., Schwartz, P., 2008, Buku AjarKeperawatan Pediatrik Wong, Edisi 6, EGC, Jakarta.