• Tidak ada hasil yang ditemukan

SUSUT REPAIR MORTAR DENGAN BAHAN TAMBAH POLYMER

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "SUSUT REPAIR MORTAR DENGAN BAHAN TAMBAH POLYMER"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Krisna Sulistya
  • Pengajar:
    • S A Kristiawan, ST, MSc, Ph.D.
    • Ir. Sunarmasto, MT
  • Sekolah: Universitas Sebelas Maret
  • Mata Pelajaran: Teknik Sipil
  • Topik: Susut Repair Mortar Dengan Bahan Tambah Polymer
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2010
  • Kota: Surakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang pentingnya penelitian mengenai susut repair mortar dengan bahan tambah polymer. Beton merupakan material konstruksi yang umum digunakan, namun memiliki kekurangan seperti rendahnya kekuatan tarik dan kerentanan terhadap kerusakan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan material perbaikan yang lebih efektif dengan menambahkan polymer untuk meningkatkan sifat elastis dan liat mortar. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan teknologi beton dan memberikan alternatif bahan perbaikan yang lebih ekonomis.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini mencakup penggunaan beton sebagai material utama dalam konstruksi yang sering mengalami kerusakan. Kerusakan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk beban yang tidak terduga dan perubahan suhu. Oleh karena itu, diperlukan metode perbaikan yang efektif. Penambahan polymer diharapkan dapat meningkatkan daya lekat dan elastisitas mortar, sehingga mengurangi risiko kerusakan lebih lanjut.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup tiga pertanyaan utama: pengaruh proporsi polymer terhadap shrinkage mortar, akurasi rumus ACI 209R-92 dalam memprediksi shrinkage, dan modifikasi rumus tersebut untuk mendapatkan nilai error prediksi yang optimal. Pertanyaan-pertanyaan ini menjadi fokus utama untuk menjawab tantangan dalam penggunaan polymer dalam mortar.

1.3. Batasan Masalah

Batasan masalah ditetapkan untuk menjaga fokus penelitian. Penelitian ini hanya akan menguji shrinkage dari mortar yang menggunakan satu jenis mix design dan tidak akan menganalisis sifat kimia dari material penyusun mortar. Uji shrinkage dimulai dari hari pertama setelah pembuatan benda uji, dengan pengujian dilakukan dalam kondisi lingkungan yang tidak terkontrol.

1.4. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai shrinkage pada mortar berbahan polymer dan membandingkannya dengan mortar buatan pabrik. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai efektivitas penggunaan polymer sebagai bahan tambahan dalam mortar perbaikan.

1.5. Manfaat Penelitian

Manfaat penelitian ini dibagi menjadi dua kategori: teoritis dan praktis. Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan ilmu dan teknologi, khususnya dalam bidang material konstruksi. Secara praktis, penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan alternatif repair material yang lebih ekonomis dan efektif dibandingkan produk pabrikan.

II. TINJAUAN PUSTAKA DAN LANDASAN TEORI

Bagian ini membahas teori-teori yang mendasari penelitian, termasuk pengertian beton, kerusakan yang mungkin terjadi, serta bahan-bahan yang digunakan dalam mortar. Teori-teori ini penting untuk memahami bagaimana polymer dapat mempengaruhi sifat fisik mortar dan mengurangi risiko kerusakan. Selain itu, juga dibahas tentang metode perbaikan yang dapat digunakan untuk mengatasi kerusakan pada beton.

2.1. Beton

Beton adalah material komposit yang terdiri dari agregat, air, dan semen. Beton memiliki kekuatan tekan yang tinggi tetapi rendah dalam kekuatan tarik. Kerusakan pada beton dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk desain yang buruk dan lingkungan yang agresif. Oleh karena itu, pemahaman tentang sifat-sifat beton sangat penting dalam penelitian ini.

2.2. Kerusakan-Kerusakan Beton

Kerusakan pada beton dapat berupa retak, spalling, dan keropos. Setiap jenis kerusakan memiliki penyebab yang berbeda dan memerlukan metode perbaikan yang sesuai. Memahami jenis-jenis kerusakan ini membantu dalam menentukan metode perbaikan yang tepat, termasuk penggunaan polymer dalam mortar.

2.3. Mortar

Mortar adalah campuran semen, agregat halus, dan air yang digunakan untuk mengikat batuan atau bahan bangunan lainnya. Penambahan polymer dalam mortar dapat meningkatkan sifat fisik dan mekanik mortar, sehingga diharapkan dapat mengurangi shrinkage yang terjadi selama proses pengeringan.

2.4. Polymer

Polymer adalah bahan tambahan yang dapat meningkatkan elastisitas dan daya lekat mortar. Terdapat berbagai jenis polymer yang dapat digunakan, masing-masing dengan karakteristik dan kegunaan yang berbeda. Pemilihan jenis polymer yang tepat sangat penting untuk mencapai hasil yang diinginkan dalam penelitian ini.

2.5. Superplasticizer dan Accelerator

Superplasticizer dan accelerator adalah bahan tambahan yang digunakan untuk meningkatkan workability dan mempercepat proses pengikatan pada mortar. Penggunaan kedua bahan ini dalam campuran mortar dapat membantu mencapai performa yang lebih baik, terutama dalam kondisi lingkungan yang sulit.

2.6. Penyusutan Beton (Shrinkage)

Shrinkage adalah proses perubahan bentuk atau volume pada beton yang tidak dipengaruhi oleh beban. Penyusutan ini dapat disebabkan oleh evaporasi air dan karbonasi. Memahami faktor-faktor yang mempengaruhi shrinkage sangat penting untuk merancang mortar yang dapat mengurangi risiko kerusakan pada beton.

III. METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen laboratorium untuk menguji pengaruh proporsi polymer terhadap shrinkage mortar. Penelitian ini dilakukan dalam beberapa tahap, mulai dari persiapan bahan hingga analisis data. Metode ini dirancang untuk mendapatkan data yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga hasil penelitian dapat memberikan kontribusi yang berarti.

3.1. Umum

Metode penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen di laboratorium, di mana berbagai sampel mortar akan diuji untuk mengukur nilai shrinkage. Proses ini melibatkan pengumpulan data yang sistematis dan terstruktur untuk memastikan keakuratan hasil.

3.2. Tahap dan Prosedur Penelitian

Penelitian dibagi menjadi beberapa tahap, termasuk persiapan bahan, pengujian bahan, pembuatan benda uji, dan pengujian shrinkage. Setiap tahap dilakukan dengan prosedur yang jelas dan teratur untuk memastikan hasil yang konsisten dan dapat diandalkan.

3.3. Standar Penelitian dan Spesifikasi Bahan

Pengujian bahan dilakukan sesuai dengan standar ASTM dan SK-SNI untuk memastikan bahwa semua bahan yang digunakan memenuhi spesifikasi yang diperlukan. Hal ini penting untuk menjaga kualitas dan keandalan hasil penelitian.

3.4. Standar Pengujian Agregat Halus

Pengujian agregat halus dilakukan untuk menentukan karakteristik fisik dan kimia dari agregat yang digunakan dalam campuran mortar. Hal ini mencakup pengujian kadar lumpur, gradasi, dan spesifik gravity agar sesuai dengan standar yang ditetapkan.

3.5. Alat yang Digunakan

Alat-alat yang digunakan dalam penelitian ini mencakup timbangan, ayakan, mesin penggetar, oven, dan alat bantu lainnya yang diperlukan untuk memastikan proses pembuatan dan pengujian mortar berjalan dengan lancar.

3.6. Pembuatan dan Pengujian Benda Uji

Pembuatan benda uji dilakukan dengan mencampurkan bahan-bahan sesuai dengan proporsi yang telah ditentukan. Setelah itu, benda uji akan diuji untuk mengukur nilai shrinkage menggunakan alat yang sesuai, dan hasil pengujian akan dianalisis untuk menentukan pengaruh proporsi polymer.

IV. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN

Bagian ini menyajikan hasil pengujian shrinkage dari berbagai sampel mortar yang diuji. Data yang diperoleh akan dianalisis untuk menentukan pengaruh proporsi polymer terhadap nilai shrinkage. Pembahasan ini penting untuk memahami efektivitas penggunaan polymer dalam mortar perbaikan dan memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya.

4.1. Hasil Pengujian Susut (Shrinkage)

Hasil pengujian menunjukkan bahwa mortar tanpa polymer mengalami shrinkage yang lebih tinggi dibandingkan dengan mortar yang menggunakan polymer. Namun, terdapat variasi dalam nilai shrinkage tergantung pada proporsi polymer yang digunakan. Hal ini menunjukkan bahwa penambahan polymer dapat mempengaruhi performa mortar.

4.2. Perhitungan Prediksi Susut (Shrinkage)

Perhitungan prediksi shrinkage dilakukan menggunakan rumus ACI 209R-92. Hasil perhitungan ini dibandingkan dengan data pengujian untuk menilai akurasi rumus tersebut dalam memprediksi nilai shrinkage jangka panjang pada mortar yang diuji.

4.3. Perhitungan Nilai Error Prediksi

Analisis nilai error prediksi dilakukan untuk mengevaluasi seberapa akurat rumus ACI 209R-92 dalam memprediksi shrinkage. Nilai error yang tinggi menunjukkan bahwa rumus tersebut perlu dimodifikasi agar dapat memberikan hasil yang lebih akurat.

4.4. Perhitungan Nilai Error Optimum dengan Memodifikasi Perkiraan Waktu Paruh Ultimate Shrinkage

Modifikasi rumus ACI 209R-92 dilakukan untuk mendapatkan nilai error yang lebih kecil. Dengan melakukan penyesuaian terhadap perkiraan waktu paruh ultimate shrinkage, diharapkan hasil prediksi menjadi lebih akurat dan mendekati nilai observasi.

4.5. Pembahasan

Pembahasan ini mencakup interpretasi dari hasil pengujian dan analisis data. Dapat disimpulkan bahwa meskipun penambahan polymer tidak selalu mengurangi shrinkage, namun dapat meningkatkan sifat mekanik mortar. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai penggunaan polymer dalam mortar perbaikan.

V. KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa penggunaan polymer dalam mortar repair tidak selalu mengurangi shrinkage. Namun, polymer dapat meningkatkan sifat elastis dan liat mortar. Saran untuk penelitian selanjutnya adalah untuk mengeksplorasi jenis polymer yang berbeda dan proporsi yang lebih bervariasi untuk mendapatkan hasil yang lebih optimal.

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penambahan polymer tidak selalu efektif dalam mengurangi shrinkage pada mortar. Namun, polymer memberikan kontribusi positif terhadap sifat mekanik mortar, sehingga dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam perbaikan beton.

5.2. Saran

Saran bagi penelitian selanjutnya adalah untuk melakukan pengujian dengan variasi jenis polymer dan proporsi yang lebih luas. Hal ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih dalam mengenai potensi penggunaan polymer dalam mortar dan material perbaikan lainnya.

Referensi Dokumen

  • Penelitian mengenai terjadinya dilaminasi dan retak pada benda uji ( Rini (2009) )

Gambar

Tabel 2.1 Jenis-jenis Semen Portland
Tabel 2.2.   Cara Perhitungan Nilai Shrinkage
Gambar 3.1. Diagram Prosedur dan Tahapan Penelitian
Gambar 3.2.  Sketsa Benda Uji untuk Pengujian Susut
+7

Referensi

Dokumen terkait

Metodologi penelitian merupakan langkah-langkah penelitian suatu masalah, kasus, gejala atau fenomena tertentu dengan jalan ilmiah untuk menghasilkan jawaban yang

Dengan adanya penelitian ini, maka didapat manfaat berupa informasi kandungan serat ban yang dapat ditambahkan dalam campuran repair mortar untuk mendapatkan repair

Air merupakan bahan dasar penyusun mortar yang paling penting dan paling murah. Air diperlukan untuk bereaksi dengan semen dan menyebabkan terjadinya pengikatan antara

Penggunaan fly ash sebagai bahan tambah pada pencampuran mortar pasir apung 0%, 10%, 20%, 30%, 40%, 50% terhadap berat semen dan pemberian beban pada proses

KARAKTERISTIK KUAT LEKAT REPAIR MORTAR DENGAN BAHAN TAMBAH POLYMER YANG DIUKUR DARI UJI KUAT BELAH.. The Characteristic Of Bond Strengh of Repair Mortar with Polymer Determined

Gambar 4.10 Perbandingan Kuat Tekan Rerata Percobaan Utama Mortar Kontrol dan Mortar dengan Polimer Alami Gracilaria

Salah satu syarat material repair yang dapat digunakan sebagai material repair bagian bangunan yang struktural adalah mempunyai modulus elastisitas yang setara

Eksperimen yang dilakukan yaitu pengujian pada sampel komposit beton normal dengan repair material terhadap nilai shrinkage dan dilakukan tanpa perawatan (curing). Untuk