REVIEW JURNAL
Migarasi Penduduk Menuju Daerah Pinggiran Kota Bandung
dan Implikasinya Terhadap Kualitas Lingkungan Permukiman
Iwan Setiawan
Jurusan pendididkan Geografi FPIPS UPI
A. PENDAHULUAN
Jurnal ini membahas mengenai migrasi penduduk yag terjadi di Kota Bandung. Migrasi sendiri merupakan bagian dari mobilitas penduduk yaitu perpindahan penduduk dari suatu wilayah ke wilayah yang lain dalam jangka waktu tertentu. Seperti halnya kota-kota besar di Indonesia khususnya Kota Bandung yang mengalami perkembangan dari waktu ke waktu, termasuk perkembangan wilayah secara fisik.Semakin meningkatnya pertumbuhan jumlah penduduk maka membuat semakin banyaknya lahan dimanfaatkan untuk dibangun pemukiman penduduk dan tempat-tempat industri, dari sinilah maka timbul permasalahan yang terjadi akibat dari pembanguanan yang semakin pesat membuat lahan di kota Bandung semakin sempit dan menjadi padat sehingga pemerintah kota Bandung membuat kebijakan untuk memperluas wilayah kota Bandung yang membuat wilayah-wilayah dipinggiran Kota Bandung menjadi pusat pemukiman, dimana dari kebijakan yang dibuat pemeritah Kota Bandung untuk mengembangkan wilayah pinggiran Kota Bandung membuat penduduk melakukan migrasi ke wilayah pinggiran kota bandung.
miskin akan fasilitas permukiman.Walaupun demikian, di bagian lainnya berkembang permukiman dengan kualitas yang lebih baik sehingga terjadi ketimangan.
B. METODE
Metode yang digunakan dalam penlitian ini adalah metode survai.Metode ini dilakukan dengan mengambil sampel dari suatu populasi dan menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpul data pokok (Singarimbun, 1987). Penentuan wilayah pinggiran dan pusat kota ditentukan terlebih dahulu untuk menentukanbatasan geografis daerah penelitian. Untuk keperluan tersebut digunakan indikator penggunaan lahan, kepadatan penduduk, kepadatan bangunan, kepadatan fasilitas, dan pertambahan jumlah penduduk. Masing-masing indikator diberi skor dan kemudian ditentukan skor total untuk masing-masing kecamatan. Kecamatan yang memiliki skor sama dengan atau lebih besar dari 15 dianggap sebagai daerah pusat kota dan yang kurang dari 15 dianggap sebagai daerah pinggiran kota.
Penentuan responden dilakukan seuntuk memilih kecamatan yang termasuk daerah pinggiran kota dari metode survai yang digunkan maka terpilihlah 13 kecamatan yang menunjukkan bahwa 13 kecamatan termasuk daerah pinggiran kota.Hasil skoring menunjukkan bahwa Kecamatan yang termasuk kategoripinggiran kota adalah Kecamatan Cibiru, Arcamanik, Ujungberung, Rancasari, Cicadas, Margacinta, Bandung Kidul, Bojongloa Kidul, Bandung Kidul, Babakan Ciparay, Bandung Kulon, Sukasari dan Cidadap. Sisanya adalah kecamatan-kecamatan yang termasuk pusat kota. Setelah terpilihnya 13 kecamatan yang termasuk daerah pinggiran kota maka untuk menuntukan responden digunakan tehnik purposive dan dibagi dalam dua kategori yaitu migran yang berasal dari desa ke kota dan migran yang berasal dari kota ke desa maka didaptlah 200 jumlah respoden yang dibagi kedalam dua kategori migran. Data yang dikumpul berasal dari wawancara dan data angket.
C. HASIL
Migran desa ke kota memilki kelompok usia dibawah 25 tahun yang tergolong pada usia dan usia pencari kerja, yang jumlahnya lebih besar 18% dibandingkan jumlah migran yang berasal dari kota ke desa. Penyebab dari perbedaan usia migran untuk berpindah dikarenakan alasan ekonomi atau mencari pekerjaan didaerah perkotaan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa juga banyak terdapat migran yang bersal dari kota-kota lain yang bersal dari provinsi jawa timur, jawa tengah, dan sumatera.
Dalam jurnal ini penduduk migran desa-kota umunya menempati daerah yang tergolong kumuh dengan sanitasi yang jelek, luas rumah yang sempit, dan lokasi rumah yang berada di daerah saluran air tercemar. Lain halnya dengan migran yang bersal dari kota ke desa yang tinggal di komplek perumahan dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan migran desa ke kota.
Migrasi kota-desa dicirikan oleh lebih kecilnya motivasi untuk mencari pekerjaan dibanding migran desakota. Ketidakpuasan terhadap tempat tinggal di daerah asal (pusat kota) menjadi besar karena perubahan karakteristik personal menyangkut perubahan kondisi sosial-ekonomi dan perubahan persepsi tentang rumah dan lingkungan. Perubahan jumlah anggota keluarga dan siklus hidup membutuhkan tempat tinggal yang lebih nyaman dan lebih luas. Perubahan di daerah asal (pusat kota) juga terjadi pada karakteristik lokasional atau karakteristik lingkungan karena meningkatnya polusi udara, kebisingan dan lain-lain.
Fenomena migrasi dari pusat kota ke daerah pinggiran terjadi karena didukung oleh perkembangan teknologi transportasi dan komunikasi serta ekspansi berbagai aktivitas ekonomi dari pusat kota sesuai dengan yang dikemukakan Frey (1984) tentang pandangan restruksturisasi regional dan pandangan dekonsentrasi. Pandangan restrukturisasi regional menjelaskan bahwa pergantian penduduk di daerah perkotaan mencerminkan adanya perubahan organisasi produksi. Perubahan tersebut terlihat dengan berpindahnya berbagai industri dari pusat kota ke daerah pinggiran yang didukung oleh adanya inovasi dalam produksi, transportasi dan komunikasi. Pandangan dekonsentrasi menjelaskan bahwa hilangnya hambatan geografis memungkinkan adanya dekonsentrasi pekerja karena relokasi dan ekspansi berbagai jenis kegiatan usaha ke daerah pinggiran.
D. KESIMPULAN
kota dan permasalahn lingkungan yang terjadi pada migran kota ke desa dengan karakteristik yang berbeda satu sama lain dan alasan untuk bermigrasi yang berbeda pula seperti halanya alasan dari migran desa ke kota pindah ke wilayah pinggiran kota bandung adalah karana faktor ekonomi lebih karena untuk mencari pekerjaan, sedangkan alasan yang mendasari migran kota ke desa pindah ke wilayah pinggiran kota bandung iyalah untuk mencari lahan pemukiman yang baru dimana sudah terbatasnya lahan untuk pemukiman tempat tinggal di kota bandung. Migrasi yang dilakukan oleh migran desa ke kota memilki perbedaan usia dimana usia 25-29 lebih dominan untuk mecari kerja atau tergolong pada usia muda.
E. KELEMAHAN DAN KELEBIHAN 1. Kelemahan
Tidak adanya pembahasan mengenai contoh eksperimen yang tidak berhasil, karna mestinya selalu ada, karna tidak ada penelitian yang sempurna. Kurangnya kontribusi yang didapat dari penelitian ini bagi kualitas lingkungan permukiman didaerah pinggiran kota Bandung dikarenakan penelitian ini hanya meneliti kualitas lingkungan migran desa ke kota dan kota ke desa tanpa meberikan solusi pada permasalah yang dibahas, dimana didalam penelitian ini sendiri hanya melihat penyebabnya dan akibat yang ditimbulkan dari migrasi penduduk menuju pinggiran kota, seharusnya agar dapat memberikan manfaat yang luas bagi kehidupan, penelitian itu haruslah memberikan solusi dari permasalah yang peneliti bahas agar kedepannya kulitas lingkungan migran yang ada dipinggiran kota bandung dapat menjadi lebih baik dan tidak menimbulkan permasalahan yang baru dikemudian hari.
2. Kelebihan
DAFTAR PUSTAKA
Alfana, Muhammad ArifFahruddin. Sri Rum Giyarsih. KanthiAryekti.
AyuRahmaningtias.
2016.
Fertilitas
Dan
Migrasi:
KebijakanKependudukanUntukMigran Di KabupatenSleman
. NATAPAJA,
3 (1), 2016
Giyarsih, Sri Rum. 1999.
MobilitasPenduduk Daerah Pinggiran Kota
.
MajalahGeografi Indonesia, 13 (1999), 1999
Giyarsih,
Sri
Rum.
2002.
Dampak
Non
EkonomiMigrasiTenagaKerjaWanitaKeluarNegeri Di Daerah Asal:
LaporanPenelitian, PenelitianIlmuPengetahuanTerapan
, KajianWanita.
LembagaPenelitian, UniversitasGadjahMada, 2002
Giyarsih, Sri Rum. 2010.
Urban Sprawl Of The City Of Yogyakarta, Special
Reperence To The Stage Of Spatial Transformation (Case Study At
Maguwoharjo
). Indonesia Journal Of Geography, 42 (1), 49 – 60, 2010
Giyarsih, Sri Rum. 2011
. Gejala Urban Sprawl SebagaiPemicu Proses
DensifikasiPermukiman Di Daerah Pingiran Kota (Urban Fringe Area)
KasusPinggiran Kota Yogyakarta.
JurnalPerencanaan Wilayah Dan Kota,
12 (1), 39 – 45, 2011
Giyarsih, Sri Rum. Muhammad ArifFachruddinAlfana. 2013.
The Role Of Urban
Area As The Determinant Factor Of Population Growth
. Indonesian
Journal Of Geography, 45 (1), 2013
Giyarsih, Sri Rum. 2015.
DampakTransmigrasiTerhadap Tingkat
KesajahteraanWargaTransmigranDidesaTanjungKukuhKecamatanSemen
dawai Barat KebupatenOganKomeringUluTimurProvinsi Sumatera
Selatan
. UniversitasGadjahMada, 2015
Giyarsih,
Sri
Rum.
2015.
Giyarsih, Sri Rum. 2016.
KoridorAntar Kota SebagaiPenentuSinargismeSpasial:
KajianGeografi Yang SemakinPenting
. TATALOKA, 14 (2), 90 – 97, 2016
Harini, Rika. Sri Rum Giyarsih. Sri RahayuBudiani. 2005.
Analisis Sector
UnggulanDalamPenyerapanTenagaKerja Di Daerah Istimewa
Yogyakarta
. MajalahGeografi Indonesia, 19 (2005), 2005
Oryza,
Hidayat.
Sri
Rum
Giyaersih.
2012.
Tingkat
PengetahuanMahasiswaUniversitasGadjahMadatentangBahayaPenyakit
AIDS
. JurnalBumi Indonesia, 1 (2), 2012
Ridwan,
UcokHeriady.
Sri
Rum
Giyarsih.
2010.
KajianKualitasLingkunganPermukimanMasyarakatPesisirSukuBajo Di
KabupatenMunaProvinsi Sulawesi Tenggara
. UniversitasGadjahMada,
2010
Saputra, IwanAlim. Sri Rum Giyarsih. 2014.
StudiKomperatifTransformasi Wilayah
DikabupatenKlaten
. UniversitasGadjahMada, 2014
Setyono, JawotoSih. HadiSabariYunus. Sri Rum Giyarsih. 2016.
The Spatial Pattern
Of Urbanization And Small Cities Development In Central Java: A Case
Study Of Semarang - Yogyakarta - Surakarta Region
. Geoplaning: Journal
OfGeomatics And Planning, 3 (1). 53 – 66, 2016
Yudistira, Mathias Angger. Sri Rum Giyarsih. 2012.
Pengaruh Keberadaan
Fasilitas Pendidikan Terhadap Pola Keruangan Lahan Terbangun (Kasus:
Kecamatan Depok, Kabupaten Sleman)
. Jurnal Bumi Indonesia. 1 (3), 2012
TUGAS
DisusunOleh
Nama
: TheresiaDhina KR
NIM
: 15/377531/GE/07972
JURUSAN GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
FAKULTAS GEOGRAFI
UNIVERSITAS GADJAH MADA
YOGYAKARTA