• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penyakit Darier Pada Anak

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Penyakit Darier Pada Anak"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

PENYAKIT DARIER PADA ANAK

dr. Imam Budi Putra, SpKK

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN KULIT DAN KELAMIN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

RSUP H. ADAM MALIK

(2)

PENYAKIT DARIER PADA ANAK

Pendahuluan

Penyakit Darier adalah penyakit autosomal dominan, yang ditandai adanya

papel-papel hyperkeratotik pada daerah seboroik serta adanya perubahan pada kuku

dan membran mukosa. Penyakit ini bersifat progresif lambat, ditemukan pada dekade

pertama dan dekade kedua dari kehidupan, terbanyak usia 11 - 15 tahun. Penyakit ini

diperberat oleh sinar matahari.1,2,3

Kelainan yang dijumpai pada kulit berupa papel-papel sewarna kulit yang

dapat berubah menjadi kecoklatan atau keabu-abuan, hyperkeratotik, dapat bersatu

membentuk plak berkrusta dan disertai skuama berminyak. Mudah terjadi infeksi

sekunder terutama pada daerah lipatan-lipatan terutama tungkai bawah sehingga

berbau.1,2,34 Kuku biasanya berwarna lebih putih, mudah patah pada bagian distal,

juga didapatkan gambaran seperti huruf V dibagian kuku yang bebas dan subungual

keratosis. Kadang-kadang terdapat garis-garis longitudinal merah dan putih. Pada

membran mukosa terdapat gambaran papel-papel putih dengan penekanan ditengah

(umbilikasi).1,2,3

Pada pemeriksaan histopatologi didapat hyperkeratosis, parakeratosis dan

akantosis tidak teratur serta akantolisis yang ditandai adanya celah suprabasal. Sel

diskeratotik berupa corps ronds stratum spinosum dan grains distratum korneum.2,5

Hasil pengobatan biasanya selalu tidak memuaskan. Banyak pasien penyakit

Darier tidak memerlukan pengobatan khusus, hanya diberikan emolien, sun-block dan

menghindari pajanan sinar matahari. Topikal retinoid acid dapat membantu dan

efektif meskipun berpotensi untuk tegjadi iritasi tapi dapat diminimalkan dengan

penurunan konsentrai dan dikombinasi dengan topical kortikoteroid.3,4

Laporan Kasus

(3)

Keadaan ini telah berlangsung selama tiga tahun. Mula-mula berupa bintil-bintil

kecoklatan didaerah kening, wajah, leher, ketiak dan sela paha. Makin lama makin

menebal disertai skuama berminyak terutama pada daerah kening. Penyakit dirasakan

bertambah parah jika terkena sinar matahari. Tidak ada riwayat penyakit serupa pada

keluarga. Pasien belum pernah mendapat pengobatan sebelumnya.

Pada pemeriksaan klinis, status generalisata dalam batas normal. Status

dermatologis ; papel-papel hyperkeratotik, multipel berwarna kecoklatan pada daerah

kening. Dijumpai papel-papel pada daerah wajah, leher, ketiak dan sela paha. Kuku

berwarna sangat putih, rapuh dan mudah patah. Pada mukosa mulut tidak dijumpai

kelainan.

Hasil pemeriksaan laboratorium, darah rutin didapatkan Hb 12,6 gr %,

Leukosit 7100/mm3, LED 17 mm/jam, Hematokrit 38%, Trombosit 301.000/mm3.

Hitung jenis : Eosinofil 7%, Basofil 0%, Neutrofil Batang 0%, Neutrofil Segmen

55%, Limfosit 34%, Minosit 4%. Pemeriksaan kadar trigliserida, kolesterol total,

SGOT, SGPT, ureum dan kreatinin, gula darah sewaktu serta urin dalam batas

normal. Pada foto thoraks tidak ada kelainan. Hasil pemeriksaan histopatologis

menunjukkan epidermis hyperkeratotik, akantosis dan tampak celah suprabasal

dengan proses akantolisis, tampak sebukan sel radang menahun, batas sel daapt

dikenal. Didalam lapisan granuler terlihat corps ronds yang dikelilingi oleh halo

jernih. Tidak dijumpai tanda - tanda keganasan. Dapat disimpulkan bahwa gambaran

ini sesuai dengan Penyakit Darier.

Berdasarkan anamnesis, gambaran klinis dan pemeriksaan histopatologis

maka ditegakkan diagnosis, Penyakit Darier. Pengobatan yang diberikan adalah

Topikal Retinoat Acid 0,05% cream (kombinasi dengan Hidrocortison 1% cream

untuk menghindari iritasi). Sun-block SPF 15 dan oral anti oxidant 1 tablet perhari.

Pasien berobat jalan dan kontrol sekali seminggu. Setelah 3 bulan keadaan kulit

menunjukkan perbaikan yang berarti. Pengobatan masih dilanjutkan dan dalam

(4)

Diskusi

Diagnosis Penyakit Darier pada kasus ini ditegakkan berdasarkan analnnesis,

gambaran klinis dan pemeriksaan histopatologis. Pada anamnesis didapati mulai

penyakit pada usia 11 tahun. Hal ini sesuai dengan kepustakaan yang mengatakan

bahwa usia tersering pada 11 - 15 tahun. Penyakit ini berjalan secara progresif dan

lambat, mula - mula hanya berupa bintil-bintil didaerah kening dan makin lama

makin menebal dan bertambah parah oleh pajanan sinar matahari. Hal tersebut sesuai

Dengan kepustakaan.Tidak ada riwayat keluarga dengan penyakit serupa, sedangkan

didalam kepustakaan penyakit ini adalah penyakit genetik yang autosomal dominan.

Gambaran klinis yang didapat sesuai dengan Penyakit Darier, yaitu

dijumpainya papel - papel hyperkeratotik yang tebal disertai skuama berminyak. Pada

kuku dijumpai warna kuku yang sangat putih, rapuh dan mudah patah namun tidak

dijumpai gambaran bentuk huruf V pada bagian distal kuku dan garis-garis

longitudinal merah - putih sebagaimana yang disebut dalam kepustakaan. Mengenai

daerah predileksi menurut kepustakaan daerah seboroik, sedangkan daerah lipatan

pada ekstremitas dan mukosa mulut tidak dijumpai kelainan. Pada pasien ini

dilakukan pemeriksaan histopatologi yang hasilnya sesuai dengan Penyakit Darier.

Sehingga berdasarkan hal tersebut di atas ditegakkan diagnosis Penyakit Darier.

Pengobatan yang diberikan Topikal Retinoat Acid 0,05 % cream yang

dikombinasikan dengan Hidrocortison 1 % cream untuk mengatasi iritasi yang

mungkin timbul, sun-block SPF 15 dan oral antioxydant 1 tablet perhari. Menurut

kepustakaan pengobatan ini memberikan hasil yang cukup efektif.

Pada pasien ini hasil pengobatan selama 3 bulan ini menunjukkan ada

perbaikan namun masih belum memuaskan dan pengobatan masih dilanjutkan dan

dalam pengawasan. Dan menurut kepustakaan tidak ada pengobatan khusus untuk

(5)

Daftar Pustaka

1. Burge. S. Darier's Disease, Dalam: Harper J, Oranje A, Prose N, Editor.

Textbook of Pediatric Dermatology. Oxford : Blackwell Scince, 2000, 1153-7.

2. Kwok. P.K. Keratosis Follicularis (Darier's Diasease). Dalam:

http://www.emedicine.com

3. Hurwitz. S. Keratosis Follicularis (Darier Disease) Dalam: Clinical Pediatric

Dermatology, Textbook of Skin Disorders of Childhood and AdolescenceW.B

Saunders company,1993: 188- 90.

4. Odom. RB, James WD, Gerber. GT. Darier's Disease (Keratosis Follicularis)

Dalam : Adrew's Diseases of the Skin Clinical Dermatology, ed 9th WB. Saunders

company 2000 : 716 - 8.

5. Murphy GF., Maturational and Degenerative Disorders. Dalam :

Referensi

Dokumen terkait

Peserta yang dinyatakan ‘LULUS’ seleksi administrasi, akademik dan wawancara selanjutnya akan diundang dalam pelatihan berdasarkan Surat Keputusan Direktorat Pendidikan

Dari definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa stres adalah reaksi fisik dan psikis yang berbeda -beda pada setiap individu dan terjadi dalam keadaan tertentu yang

Pengendalian pembangunan pendidikan berbasis logika kabur ( fuzzy logic ) adalah sistem pengendalian yang sangat baik untuk menangani objek yang sangat dinamis dan sulit

Pertama-tama, orang harus mengeluarkan uang yang banyak, termasuk pajak yang tinggi, untuk membeli mobil, memiliki surat ijin, membayar bensin, oli dan biaya perawatan pun

Tujuan penelitian adalah untuk membuat sebuah aplikasi yang dapat membantu kerja peneliti atau pemerhati tanaman kopi dalam melakukan diagnosis penyakit pada

Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan guna menggali lebih lanjut pengaruh kepedulian lingkungan konsumen Indonesia pada niat untuk memilih green hotel

Data yang diperoleh langsung dari sumber yang berkaitan dengan pelaksanaan festival kebudayaan Jember Fashion Carnaval di Kabupaten Jember.. Sumber data primer diperoleh