• Tidak ada hasil yang ditemukan

RPP Kelas VII

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "RPP Kelas VII"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN 3. Menghargai diri sendiri 4. Kemandirian

5. Menghargai pendapat orang lain

STANDAR KOMPETENSI

Memahami diri sebagai laki-laki atau perempuan yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan agar dapat berelasi dengan sesama dan lingkungannya dengan meneladani Yesus Kristus yang mewartakan Bapa dan Kerajaan-Nya

KOMPETENSI DASAR

Menyadari bahwa pertumbuhan dan perkembangan dirinya tidak dapat lepas dari peran serta keluarga dan sesame di sekitar nya, sehingga terpanggil untuk bekerja sama dan menghargai sesama.

MATERI POKOK

Aku di tengah keluarga

INDIKATOR

1. Menjelaskan peran orangtua dalam perkembangan hidupnya

2. Menyebutkan berbagai tindakan yang dapat mereka lakukan untuk mengusahakan keharmonisan dalam keluarga

3. Menyebutkan hal-hal yang dapat menghalangi terjadinya keharmonisan dalam keluarga 4. Menjelaskan nasihat Injil tentang relasi yang harmonis antara anak dengan orangtua.

MATERI PEMBELAJARAN

1. Keluarga membentuk kepribadian pada sang anak untuk memahami mana ha-hal yang bisa diterima atau tidak diterima, dicintai atau tidak dicintai, dan mana yang patut dan mana yang tidak dilakukan.

2. Orang tua kita memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk dan

mengembangkan kepribadian kita menjadi pribadi yang dewasa dan bertanggung jawab. Orang tua juga berperan sangat penting dalam membimbing dan menyediakan segala fasilitas bagi kita dalam menyiapkan hidup masa depan yang lebih baik. Orang tua juga memperhatikan, agar melalui semua acara pendidikan anak-anak itu

berkembang menjadi manusia yang cerdas dan penuh inisiatif guna membangun hidupnya sendiri di dunia modern.

3. berbagai macam hal yang dapat kita lakukan untuk ikut menciptakan situasi keluarga yang harmonis antara lain:

a. Taat pada ajaran dan nasehat orang tua b. Berperan dalam tugas-tugas keluarga

c. Belajar dengan giat dan menunjukkan prestasi yang membanggakan d. Menjaga nama baik keluarga di manapun kita berada.

e. Mendoakan orang tua dan anggota keluarga lainnya.

4. Hal-hal yang dapat menghambat keharmonisan dalam keluarga antara lain: a. Sikap egois; dirinya harus menjadi pusat perhatian.

b. Kurangnya komunikasi setiap anggota keluarga, terlalu sibuk dengan urusan pribadi.

c. Materi atau kekayaan dipakai sebagai tolok ukur kebahagiaan atau materi dijadikan tujuan hidup.

d. Kurang peduli terhadap kesulitan anggota keluarga yang lainnya.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah proses pembelajaran, peserta didik dapat menyadari apan peran keluarga dalam perkembangan dirinya, sehingga mereka mampu menghargai serta turut berperan dalam mengusahakan keharmonisan dalam keluarga masing-masing.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

1. Membangun Komunitas Murid Yesus 1, Kanisius 2. Berkembang Bersama Yesus 1, PT Galaxy Puspa Mega 3. Pengalaman siswa

METODE PEMBELAJARAN 1. Tanya Jawab

2. Sharing pengalaman 3. presentasi

LANGKAH KEGIATAN

A. Pendahuluan ( 10 menit)

1. Deskripsi singkat/ pertanyaan apersepsi

Siapasaja yang mempengaruhi perkembangan hidup kita? Dari berbagai pihak yang mempengaruhi perkembangan kita, siapakah yang pertama-tama berpengaruh dalam perkembangan hidup kita? (Saling menghargai)

2. Relevansi

Keluarga merupakan tempat yang pertama dan utama seseorang tumbuh dan berkembang. Semua anggota keluarga memiliki peran masing-masing dan dengan melaksanakan peran itu, maka mereka satu sama lain saling mempengaruhi perkembangan hidupnya.

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu bahwa peserta didik dapat menyadari apan peran keluarga dalam perkembangan dirinya, sehingga mereka mampu menghargai serta turut berperan dalam mengusahakan keharmonisan dalam keluarga masing.

(2)

a. Peserta didik merefleksi, mengingat kembali tentang pengalamannya dalam keluarga, sehingga menemukan peran keluarga bagi perkembangan hidupnya. (Menghargai diri sendiri)

b. Tanya jawab Sehubungan hasil refleksi (Kemandirian)

2. Elaborasi

a. Peserta didik membentuk kelompok

b. Dalam kelompok melakukan sharing pengalaman mengenai usaha yang mereka lakukan untuk menjaga keharmonisan dalam keluarga. (menghargai pendapat orang lain)

c. Setelah itu, masih di dalam kelompok, membaca Kitab Suci, Amsal 4:1-27 dan Efesus 6:1-4 dan menemukan nasihat Injil tentang mengusahakan keharmonisan dalam keluarga (religius)

d. Setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil sharing dan diskusinya (kemandirian)

3. Konfirmasi

a. Setelah semua kelompok selesai mempresentasikan, guru memberikan tanggapan dan catatan-catatan terhadap hasil presentasi mereka.

b. Bila ada kesalahan, guru memberikan arahan dan bimbingan serta membetulkannya.

C. Kegiatan penutup (10 menit)

Peserta didik bersama guru membuat rangkuman bersama

EVALUASI Apasaja peran orangtuamu dalam perkembangan

dirimu?

Usaha apasaja yang dapat kamu lakukan untuk mengusahakan keharmonisan dalam keluarga? Hal-hal apasaja yang dapat menghambat keharmonisan dalam keluarga?

Apasaja nasihat Kitab Suci dalam hal mengusahakan keharmonisan dalam keluarga berdasarkan Kitab Amsal?

Nilai : Jumlah skoor 2

(3)

.c w.d o c u -tr a c k

w.d oc u -tr a c ko .c

1. Orang tua kita memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk dan

mengembangkan kepribadian kita menjadi pribadi yang dewasa dan bertanggung jawab. Orang tua juga berperan sangat penting dalam membimbing dan menyediakan segala fasilitas bagi kita dalam menyiapkan hidup masa depan yang lebih baik. Orang tua juga memperhatikan, agar melalui semua acara pendidikan anak-anak itu

berkembang menjadi manusia yang cerdas dan penuh inisiatif guna membangun hidupnya sendiri di dunia modern.

2. berbagai macam hal yang dapat kita lakukan untuk ikut menciptakan situasi keluarga yang harmonis antara lain:

a. Taat pada ajaran dan nasehat orang tua b. Berperan dalam tugas-tugas keluarga

c. Belajar dengan giat dan menunjukkan prestasi yang membanggakan d. Menjaga nama baik keluarga di manapun kita berada.

e. Mendoakan orang tua dan anggota keluarga lainnya.

3. Hal-hal yang dapat menghambat keharmonisan dalam keluarga antara lain: a. Sikap egois; dirinya harus menjadi pusat perhatian.

b. Kurangnya komunikasi setiap anggota keluarga, terlalu sibuk dengan urusan pribadi.

c. Materi atau kekayaan dipakai sebagai tolok ukur kebahagiaan atau materi dijadikan tujuan hidup.

d. Kurang peduli terhadap kesulitan anggota keluarga yang lainnya.

4. Nasihat Kitab Suci sehubungan dengan usaha untuk mewujudkan keharmonisan dalam keluarga berdasar Efesus 6:1-4 :

a. Hai anak-anak, taatilah orangtuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. b. Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.

TINDAK LANJUT

Umpan Balik:

a. Bagi siswa yang memiliki umpan balik positif (KKM tercapai) diberikan pengayaan b. Bagi siswa yang umpan balik negative, diberikan remedial

Mengetahui Kepala Sekolah

Bekasi, 22 Februari 2017. Guru Mata pelajaran

Yohanes Nurung, S.Th.

(4)

Laurentius L. Jadi Wijaya, SS,MPd.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu

: SMP UNITY

: Pendidikan Agama Katolik : VII/ 2

: 2016/2017 : 2 X 40 menit

NILAI/ KARAKTER YANG DIKEMBANGKAN

1. Menghargai pendapat orang lain 2. Kemandirian

STANDAR KOMPETENSI

Memahami diri sebagai laki-laki atau perempuan yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan agar dapat berelasi dengan sesama dan lingkungannya dengan meneladani Yesus Kristus yang mewartakan Bapa dan Kerajaan-Nya

KOMPETENSI DASAR

Menyadari bahwa pertumbuhan dan perkembangan dirinya tidak dapat lepas dari peran serta keluarga dan sesame di sekitar nya, sehingga terpanggil untuk bekerja sama dan menghargai sesama.

MATERI POKOK

Peran gereja dan masyarakat dalam hidupku

INDIKATOR

1. Menjelaskan pengertian Gereja

2. Menjelaskan peran Gereja bagi perkembangan dirinya 3. Menjelaskan bahwa manusia sebagai mahkluk sosial

4. Menjelaskan usaha yang dapat dilakukan untuk mewujudkan kehidupan yang aman, damai dan tentram.

MATERI PEMBELAJARAN

1. Kata “Gereja”berasal dari Bahasa Portugis,igreja. Kata itu sendiri sebenarnya terjemahan dari bahasa Latin Eclessiayang bahasa Yunani Ekklesia.

Ekklesiameuapakan terjemahan dari bahasa Ibrani Qahal yang berarti pertemuan atau himpunan. Gereja adalah kumpulan umat yang beriman kepada Yesus atau paguyuban yang berimankan pada Yesus Kristus

2. Peran Gereja dalam kehidupan kita: a) dengan hidup bersama dalam lingkungan gereja akan semakin memperkembangan kehidupan beriman kita yang pada akhirnya juga dapat berdampak yang baik dan positif pula dalam kehidupan kita di tengah

(5)

rohani maupun kebersamaan dengan jemaat yang lain, sehingga memungkinkan pula bagi kita untuk senantiasa hidup selaras dan berkenan kepada Tuhan

3. Kehidupan manusia sebagai mahkluk social tentunya tidak dapat terlepas dengan kehidupannya bersama dengan manusia lain dalam kelompok yang disebut masyarakat. Kita merupakan bagian dari masyarakat, maka kita tidak dapat melepaskan diri dari kehidupan masyarakat di sekitar kita.

4. Usaha yang perlu dan dapat dilakukan untuk mewujudkan hidup rukun damai, aman dan tentram antara lain dengan cara : a) Menyadari akan segala perbedaan yang ada. Namun bagaimana kesadaran akan perbedaan itu tidak untuk saling menjatuhkan tetapi untuk saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain, sehingga terjalin kehidupan yang damai, aman dan tenteram. b) Membangun sikap yang terbuka terhadap perbedaan. c) Belajar untuk menahan diri. Dengan sikap pengendalian diri yang baik, kita dapat menghindarkan diri dari berbagai perselisihan dan pertengkaran dengan orang lain yang berbeda dengan kita. d) Membangun komunikasi dan dialog dengan orang yang berbeda. Dialog merupakan sarana mengkomunikasikan segala perbedaan yang ada sehingga timbul sikap saling menghargai satu dengan yang lain. e) Mengamalkan ajaran Yesus Kristus tentang kasih.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah proses pembelajaran, peserta didik dapat menyadari akan peran mereka dalam gereja dan tengah masyarakat, sehingga mampu mengusahakan tindakan yang dapat mewujudkan kedamaian dimanapun mereka berada.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

1. Berkembang Bersama Yesus 1, PT Galaxy Puspa Mega 2. Membangun Komunitas Murid Yesus 1, Kanisius 3. Kitab Suci

4. Pengalaman siswa

METODE PEMBELAJARAN

1. Tanya Jawab 2. Diskusi

LANGKAH KEGIATAN

A. Pendahuluan ( 10 menit)

1. Deskripsi singkat/ pertanyaan apersepsi

Kegiatan apa saja yang kalian lakukan di gereja? Apa manfaatnya? (kemandirian)

2. Relevansi

Sebagai bagian dari umat, kita pasti memiliki kesempatan dan kerinduan untuk berkumpul dengan umat yang lain sebagai sebuah persekutuan. Inilah pentingnya komunitas dalam Gereja dan juga masyarakat

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu bahwa peserta didik dapat menyadari akan peran mereka dalam gereja dan tengah masyarakat, sehingga mampu mengusahakan tindakan yang dapat mewujudkan kedamaian dimanapun mereka berada.

(6)

a. Peserta didik melakukan tanya jawab bersama guru tentang: (kemandirian) - Pelayanan apa saja yang telah kamu terima dari Gereja

- Apa dampaknya bagimu setelah menerima berbagai pelayan oleh Gereja? b. Setelah itu peserta didik diminta untuk membentuk kelompok, mendiskusikan (menghargai pendapat orang lain):

- Jelaskan berbagai pengertian Gereja

- Jelaskan peran Gereja bagi perkembanganmu - Apa maksudnya manusia sebagai mahkluk sosial

- Usaha apasaja yang dapat dilakukan untuk mengusahakan hidup yang aman, damai dan tenteram di dalam masyarakat?

2. Elaborasi

a. Setiap kelompok diminta untuk menyampaikan/ mempresentasikan hasil diskusi mereka (kemandirian)

b. Kelompok yang lain diperbolehkan untuk menanggapi presentasi dari kelompok.

3. Konfirmasi

a. Setelah semua kelompok selesai mempresentasikan, guru memberikan tanggapan dan catatan-catatan terhadap hasil diskusi mereka.

b. Bila ada kesalahan, guru memberikan arahan dan bimbingan serta membetulkannya.

C. Kegiatan penutup (10 menit)

Peserta didik bersama guru membuat rangkuman bersama

EVALUASI

Apasaja peran Gereja bagi perkembangan hidupmu?

Usaha apasaja yang dapat dilakukan untuk

mengusahakan hidup aman, damai dan tenteram di tengah masyarakat

Jumlah skoor X 2 3

Kunci Jawaban:

1. Kata “Gereja”berasal dari Bahasa Portugis,igreja. Kata itu sendiri sebenarnya terjemahan dari bahasa Latin Eclessiayang bahasa Yunani Ekklesia.

Ekklesiameuapakan terjemahan dari bahasa Ibrani Qahal yang berarti pertemuan atau himpunan. Gereja adalah kumpulan umat yang beriman kepada Yesus atau paguyuban yang berimankan pada Yesus Kristus

(7)

dapat berdampak yang baik dan positif pula dalam kehidupan kita di tengah

masyarakat. b) Kita membutuhkan gereja guna memperkembangkan kahidupan pribadi (dalam bidang rohani) maupun dalam kehidupan bersama, namun demikian, gereja juga membutuhkan kita sebagai umatnya, sebagai bagian dari gereja itu sendiri, sehingga segala kegiatan gereja akan dapat berjalan dengan baik dan lancar. c) Kebersamaan yang kita bangun dalam kehidupan menggereja kita, memungkinkan bagi kita untuk dapat berkembang bersama dengan saudara seiman, baik dalam perkembangan iman, rohani maupun kebersamaan dengan jemaat yang lain, sehingga memungkinkan pula bagi kita untuk senantiasa hidup selaras dan berkenan kepada Tuhan

3. Usaha yang perlu dan dapat dilakukan untuk mewujudkan hidup rukun damai, aman dan tentram antara lain dengan cara : a) Menyadari akan segala perbedaan yang ada. Namun bagaimana kesadaran akan perbedaan itu tidak untuk saling menjatuhkan tetapi untuk saling melengkapi dan menyempurnakan satu sama lain, sehingga terjalin kehidupan yang damai, aman dan tenteram. b) Membangun sikap yang terbuka terhadap perbedaan. c) Belajar untuk menahan diri. Dengan sikap pengendalian diri yang baik, kita dapat menghindarkan diri dari berbagai perselisihan dan pertengkaran dengan orang lain yang berbeda dengan kita. d) Membangun komunikasi dan dialog dengan orang yang berbeda. Dialog merupakan sarana mengkomunikasikan segala perbedaan yang ada sehingga timbul sikap saling menghargai satu dengan yang lain. e) Mengamalkan ajaran Yesus Kristus tentang kasih.

TINDAK LANJUT

Umpan Balik:

a. Bagi siswa yang memiliki umpan balik positif (KKM tercapai) diberikan pengayaan b. Bagi siswa yang umpan balik negative, diberikan remedial

Mengetahui Kepala Sekolah

Bekasi, 22 Februari 2017 Guru Mata pelajaran

(8)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu

: SMP UNITY

: Pendidikan Agama Katolik : VII/ 2

: 2016/2017 : 2 X 40 menit

NILAI/ KARAKTER YANG DIKEMBANGKAN

1. Religius 2. Kasih 3. Kemandirian

STANDAR KOMPETENSI

Memahami diri sebagai laki-laki atau perempuan yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan agar dapat berelasi dengan sesama dan lingkungannya dengan meneladani Yesus Kristus yang mewartakan Bapa dan Kerajaan-Nya

KOMPETENSI DASAR

Memahami berbagai sifat dan sikap Yesus Kristus sehingga dapat meneladani dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari

MATERI POKOK

Yesus berbelaskasih

INDIKATOR

1. Menunjukkan tindakan Yesus yang penuh belas kasih 2. Menjelaskan alasan Yesus berbelas kasih

MATERI PEMBELAJARAN

1. Tindakan Yesus yang menunjukkan tindakan-Nya yang penuh belas kasih tampak dalam peristiwa:

- mukjizat ketika membangkitkan seorang pemuda di kota Nain (lih. Luk 7: 11-17). - menyelamatkan wanita yang tertangkap basah berzinah

- menyembuhkan orang sakit kusta

- menyembuhkan orang buta, dan sebagainya.

2. Yesus melakukan semua perbuatan kasih itu bukan demi mencari pengikut yang banyak, bukan pula demi popularitas, namun semua itu dilakukan demi pembebasan orang yang dikasihi-Nya, demi kebahagiaan orang yang dikasihi-Nya.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah proses pembelajaran, peserta didik dapat memahami tentang sikap Yesus yang penuh belas kasih sehingga mampu mewujudkan dalam kehidupan sehari-hari

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

(9)

4. Pengalaman siswa

METODE PEMBELAJARAN

1. Tanya Jawab 2. Diskusi

3. Curah pendapat

LANGKAH KEGIATAN

A. Pendahuluan ( 10 menit)

1. Deskripsi singkat/ pertanyaan apersepsi

Pernahkan kamu memberikan bantuan kepada orang lain? kepada orang menderita? (Kasih)

2. Relevansi

Kehidupan bersama umat manusia tidak dengan sendirinya menjadi kehidupan yang penuh kemanusiaan. Kehidupan bersama tidak otomatis menjadi kehidupan yang manusiawi. Kehidupan bersama yang semakin menghargai nilai-nilai kemanusiaan seperti dikehendaki Tuhan harus selalu diperjuangkan.

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu bahwa dalam pelajaran kali akan mempelajari tentang : tindakan Yesus yang penuh belas kasih, dan alasan Yesus berbelas kasih

B. Kegiatan Inti (60 menit) 1. Eksplorasi

a. Peserta didik diminta untuk mengamati video slideshow tentangtindakan belaskasih yang dilakukan Yesus (religius)

b. Dilakukan tanya jawab sehubungan dengan apasaja yang dilakukan Yesus dalam

Video slideshow tadi: (kemandirian)

c. Dalam Kelompok, Membaca dan mendalami Kitab Suci (Luk 7: 11-17) dengan

pertanyaan pendalaman: (religius)

- Mengapa Yesus melakukan tindakan membangkitkan pemuda di Nain?

- Tindakan belaskasih apasaja yang dilakukan Yesus selain dari tindakan dalam bacaan tadi?

- Tindakan apasaja yang dapat kita lakukan untuk meneladan sikap Yesus yang berbelas kasih?

2. Elaborasi

- Setiap kelompok diberi waktu untuk mempresentasikan hasil pendalaman Kitab Suci mereka (kemandirian)

- Kelompok yang lain diperbolehkan untuk menanggapi 3. Konfirmasi

a. Setelah semua kelompok selesai mempresentasikan, guru memberikan tanggapan dan catatan-catatan terhadap hasil diskusi mereka.

(10)

C. Kegiatan penutup (10 menit)

Peserta didik membuat rangkuman bersama guru

EVALUASI

Test Formatif a. Teknik

b. Bentuk instrument

No. Soal 1

2

3

4

: Test Tertulis : Test Uraian

Butir Soal Skoor

7

4

4

5 Sebutkan 5 contoh tindakan belaskasih yang

dilakukan Yesus berdasarkan Kitab Suci ! Mengapa Yesus mau melakukan tindakan belaskasih?

Tindakan belaskasih apasaja yang dapat kita lakukan ?

Terhadap siapasajakah kita dapat melakukan tindakan berbelaskasih?

Nilai : Jumlah skoor 2

Kunci Jawaban:

1. Lima contoh tindakan belaskasih Yesus: - Yesus membangkitkan pemuda di Nain

- Menyelamatkan perempuan yang kedapatan berzinah - Menyembuhkan orang yang buta

- Menyembuhkan orang yang lumpuh - Memberi makan 5 ribu orang

2. Yesus melakukan semua perbuatan kasih itu bukan demi mencari pengikut yang banyak, bukan pula demi popularitas, namun semua itu dilakukan demi pembebasan orang yang dikasihi-Nya, demi kebahagiaan orang yang dikasihi-Nya

3. Tindakan belaskasih yang dapat kita lakukan misalnya: a. Memberikan sedekah pada pengemis.

b. Memberikan pakaian yang masih layak pakai kepada pemulung. c. Memberikan kue kepada gelandangan pada saat ulang tahun. d. Memberikan bantuan di panti asuhan.

(11)

TINDAK LANJUT

Umpan Balik:

a. Bagi siswa yang memiliki umpan balik positif (KKM tercapai) diberikan pengayaan b. Bagi siswa yang umpan balik negative, diberikan remedial

Mengetahui Kepala Sekolah

Bekasi, 22 Februari 2017. Guru Mata pelajaran Lurentius L.Jadi Wijaya,SS.MPd.

(12)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu

: SMP UNITY

: Pendidikan Agama Katolik : VII/ 2

: 2016/2017 : 2 X 40 menit

NILAI/ KARAKTER YANG DIKEMBANGKAN 1. Religius

2. Kemandirian

STANDAR KOMPETENSI

Memahami diri sebagai laki-laki atau perempuan yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan agar dapat berelasi dengan sesama dan lingkungannya dengan meneladani Yesus Kristus yang mewartakan Bapa dan Kerajaan-Nya

KOMPETENSI DASAR

Memahami berbagai sifat dan sikap Yesus Kristus sehingga dapat meneladani dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari

MATERI POKOK

Yesus mengampuni

INDIKATOR

1. Menjelaskan tahap-tahap pemberian maaf

2. Menjelaskan faktor yang menyebabkan seseorang sulit meminta/ memberi maaf 3. Menjelaskan akibat dari Ketidakmampuan memaafkan atau mengampuni. 4. Menjelaskan ajaran Yesus tentang mengampuni.

MATERI PEMBELAJARAN

1. Tahap-tahap dalam pemberian maaf, yaitu: a. Sakit hati

b. Membenci c. Menyembuhkan d. Berjalan bersama

2. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan orang sulit untuk memaafkan atau juga orang sulit untuk meminta maaf atas kesalahannya, yaitu antara lain: a) Karena keinginan untuk mempertahankan “harga diri” atau wibawa. b) Karena gengsi, c) Karena sikap egois dan mau menang sendiri.

3. Ketidakmampuan memaafkan atau mengampuni dapat mengakibatkan: a) Menumbuhkan rasa dendam, yang sesungguhnya dapat merugikan diri sendiri, b) Orang yang bersalah pada akhirnya menanggung rasa bersalah secara

(13)

4. Kepada setiap pendosa yang bertobat, Yesus selalu membukakan pintu maaf dan pengampunan, bahkan Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk selalu mengampuni tanpa batas, seperti diungkapkan dalam Matius 18: 21-22 yaitu mengampuni bukan hanya sampai tujuh kali tetapi tujuh puluh kali tujuh kali. Kepada perempuan yang berdosa, Yesus tidak mengadili, tetapi memberi kesempatan kepada perempuan tersebut untuk berubah dan tidak melakukan dosa lagi. Yesus member kesempatan kepada pendosa itu untuk bertobat.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah proses pembelajaran, peserta didik dapat memahami tindakan Yesus yang maha pengampun, sehingga mampu meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

1. Berkembang Bersama Yesus 1, PT Galaxy Puspa Mega 2. Membangun Komunitas Murid Yesus 1, Kanisius 3. Kitab Suci

4. Pengalaman siswa

METODE PEMBELAJARAN 1. Tanya Jawab

2. Diskusi

3. Curah pendapat

LANGKAH KEGIATAN

A. Pendahuluan ( 10 menit)

1. Deskripsi singkat/ pertanyaan apersepsi

Siapa yang pernah meminta maaf? Bagaimana perasaan ketika dimaafkan? Sebaliknya bagaimana perasaanmu ketika tidak dimaafkan? (Kemandirian)

2. Relevansi

Dalam kehidupan kiuta sehari-hari, tidak semua orang bila melakukan kesalahan cepat-cepat untuk meminta maaf atas kesalahannya. Demikian pula tidak semua orang yang mau dengan senang hati untuk memaafkan atau memberi pengampunan kepada orang yang bersalah dan berusaha meminta maaf atau mohon pengampunan padanya, apa lagi jika dirasa bahwa kesalahannya sungguh terlalu berat dan menyakitkan hati

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu bahwa peserta didik dapat memahami tindakan Yesus yang maha pengampun, sehingga mampu meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari.

B. Kegiatan Inti (60 menit) 1. Eksplorasi

a. Tanya jawab dengan guru dengan ,materi pertanyaan: (Kemandirian) - Menurutmu apasaja yang menjadi penyebab sehingga seseorang sulit untuk minta maaf?

- Apa pula yang menjadi penyebab seseorang sulit untuk memaafkan kesalahan orang lain?

(14)

b. Setelah selesai diadakan tanya jawab, Peserta didik diminta untuk mendengarkan Bacaan Kitab Suci dengan metode “menjadi saksi mata” dimana peserta didik merenung dan mendengarkan bacaan Kitab Suci sembari membayangkan dirinya ada dalam peristiwa Kitab Suci tersebut. (religius)

2. Elaborasi

a. Peserta didik diminta untuk mensharingkan hasil refleksi dan pendalaman Kitab Suci dengan metode “menjadi saksi mata” tersebut (Kemandirian)

3. Konfirmasi

a. Guru memberikan tanggapan dan catatan-catatan sehubungan dengan sharing dari peserta didik

b. Bila ada jawaban yang salah, guru memberikan arahan dan bimbingan serta membetulkannya.

C. Kegiatan penutup (10 menit)

Peserta didik bersama guru bernyanyi bersama sambil merenungkan isi lagu “Oh Rahmad yang Mengagumkan” (PS No. 600) Jelaskan tahap-tahap pemberian maaf !

Jelaskan faktor yang menyebabkan seseorang sulit meminta/ memberi maaf !

Jelaskan akibat dari Ketidakmampuan memaafkan atau mengampuni

Jelaskan ajaran Yesus tentang mengampuni.

Jumlah skoor 2 Kunci Jawaban:

1. Tahap-tahap dalam pemberian maaf, yaitu: a. Sakit hati

b. Membenci c. Menyembuhkan d. Berjalan bersama

2. Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan orang sulit untuk memaafkan atau juga orang sulit untuk meminta maaf atas kesalahannya, yaitu antara lain: a) Karena keinginan untuk mempertahankan “harga diri” atau wibawa. b) Karena gengsi, c) Karena sikap egois dan mau menang sendiri.

3. Ketidakmampuan memaafkan atau mengampuni dapat mengakibatkan: a) Menumbuhkan rasa dendam, yang sesungguhnya dapat merugikan diri sendiri, b) Orang yang bersalah pada akhirnya menanggung rasa bersalah secara

(15)

ketidakberanian mengakui kesalahan dapat menjadikan hati nurani tumpul yang mengakibatkan kesalahan apapun dianggap biasa, akhirnya lama kelamaan kesalahan besarpun termasuk yang merugikan orang lain akan dianggap biasa pula.

4. Kepada setiap pendosa yang bertobat, Yesus selalu membukakan pintu maaf dan pengampunan, bahkan Yesus mengajak murid-murid-Nya untuk selalu mengampuni tanpa batas, seperti diungkapkan dalam Matius 18: 21-22 yaitu mengampuni bukan hanya sampai tujuh kali tetapi tujuh puluh kali tujuh kali. Kepada perempuan yang berdosa, Yesus tidak mengadili, tetapi memberi kesempatan kepada perempuan tersebut untuk berubah dan tidak melakukan dosa lagi. Yesus member kesempatan kepada pendosa itu untuk bertobat.

TINDAK LANJUT

Umpan Balik:

a. Bagi siswa yang memiliki umpan balik positif (KKM tercapai) diberikan pengayaan b. Bagi siswa yang umpan balik negative, diberikan remedial

Mengetahui Kepala Sekolah

Bekasi, 22 Februari 2017 Guru Mata pelajaran Laurentius L. Jadi Wijaya, SS.MPd

(16)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu

: SMP UNITY

: Pendidikan Agama Katolik : VII/ 2

: 2016/2017 : 2 X 40 menit

NILAI/ KARAKTER YANG DIKEMBANGKAN 1. Religius

2. Menhargai diri sendiri 3. Kemandirian

4. Menghargai pendapat orang lain

STANDAR KOMPETENSI

Memahami diri sebagai laki-laki atau perempuan yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan agar dapat berelasi dengan sesama dan lingkungannya dengan meneladani Yesus Kristus yang mewartakan Bapa dan Kerajaan-Nya

KOMPETENSI DASAR

Memahami berbagai sifat dan sikap Yesus Kristus sehingga dapat meneladani dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari

MATERI POKOK

Yesus sang pendoa

INDIKATOR

1. Merumuskan pengertian doa

2. Menemukan keteladanan Yesus dalam hal berdoa

3. Mengemukakan pendapat tentang unsur-unsur doa yang baik

MATERI PEMBELAJARAN

1. Doa merupakan suatu sarana yang kita pergunakan untuk berkomunikasi dengan Tuhan. Dalam doa yang baik, terjadi suatu komunikasi yang timbal balik yaitu ketika kita berdoa, Tuhan berkenan mendengarkan dan sebaliknya dalam doa ada saat dimana kita harus membuka hati untuk mendengarkan sapaan Tuhan yang menggema di dalam hati kita, melalui bacaan Kitab Suci atau melalui meditasi dan permenungan pribadi

2. beberapa hal yang diteladankan Yesus kepada kita dalam hal berdoa antara lain: a. Yesus memulai karya-Nya dengan berdoa, menjalin relasi dengan Bapa-Nya (Luk 11:1-13)

b. Yesus mengajarkan kepada kita untuk menyapa Allah sebagai Bapa kita (Mat 6:5-15)

(17)

d. Dalam doa hendaknya disertai dengan sikap penyerahan, cinta kasih, keadilan dan pengampunan seperti dalam doa Bapa Kami yang diajarkan Yesus sendiri kepada kita.

e. Dalam berdoa hendaknya tidak perlu ditunjukkan/ dipamerkan kepada orang lain, tetapi masuk kedalam kamar (tempat yang tersembunyi), sebab Tuhan

mengetahui walaupun kita berdoa ditempat yang tersembunyi itu.

f. Dalam doa hendaknya tidak bertele-tele, tetapi cukuplah singkat sesuai dengan kebuTuhan dan ungkapan hati kita, sebab Tuhan maha mengerti apa yang paling kita butuhkan.

3. Doa yang baik adalah doa yang didalamnya minimal terkandung 3 unsur yaitu adanya unsur pujian, unsur syukur dan unsur permohonan. Disamping ketiga unsur tersebut, perlu juga di dalam doa kita itu untuk tidak hanya memikirkan kepentingan diri kita sendiri, tetapi juga memikirkan kepentingan dan keselamatan serta kedamaian bagi orang lain

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah proses pembelajaran, peserta didik dapat memahami ajaran Yesus tentang berdoa sehingga mampu untuk melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

1. Berkembang Bersama Yesus 1, PT Galaxy Puspa Mega 2. Membangun Komunitas Murid Yesus 1, Kanisius 3. Kitab Suci

4. Pengalaman siswa

METODE PEMBELAJARAN 1. Tanya jawab

2. Refleksi 3. Penugasan

LANGKAH KEGIATAN

A. Pendahuluan ( 10 menit)

1. Deskripsi singkat/ pertanyaan apersepsi

Tanya jawab, dengan pertanyaan: “Siapa yang rajin berdoa?

diungkapkan dalan doa? Untuk apa kalian berdoa?. (kemandirian) Apasaja yang

2. Relevansi

Doa merupakan suatu sarana yang kita pergunakan untuk berkomunikasi dengan Tuhan.Banyak hal dapat kita ungkapkan dalam doa kita kepada Tuhan. Dengan berdoa, menjadikan kita semakin dekat dan erat dengan Tuhan.

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu bahwa dalam pelajaran kali akan mempelajari ajaran Yesus tentang berdoa sehingga mampu untuk melaksanakan dalam kehidupan sehari-hari..

B. Kegiatan Inti (60 menit) 1. Eksplorasi

(18)

b. Dilakukan tanya jawab sehubungan dengan hasil refleksi (kemandirian)

2. Elaborasi

a. Peserta didik diminta untuk membentuk kelompok, dengan anggota antara 3 sampai 4 orang.

b. Kegiatan yang dilakukan dalam kelompok : - Membaca Kitab Suci Luk 11:1-13 (religius)

- Saling mencurahkan pendapatnya tentang beberapa pertanyaan berikut ini:

(menghargai pendapat orang lain)

Menurutmu, Doa apa yang diajarkan oleh Yesus?

Apasaja isi doa yang baik menurut doa yang diajarkan Yesus? Hal apasaja yang diajarkan Yesus dalam hal berdoa?

Apakah dalam doa itu kita hanya meminta-minta saja?

c. Setelah selesai diskusi, masing-masing kelompok diminta untuk melaporkan hasil diskusi mereka. (kemandirian)

3. Konfirmasi

a. Setelah diadakan pleno, guru memberikan tanggapan dan catatan-catatan b. Bila ada jawaban yang salah, guru memberikan arahan dan bimbingan serta membetulkannya.

C. Kegiatan penutup (10 menit)

Peserta didik diminta untuk membuat doa yang isinya sesuai dengan unsur doa yang baik, yaitu pujian, syukur dan permohonan.

EVALUASI

Menurutmu apa pengertian dari doa?

Sebutkan berbagai macam keteladanan dalam hal berdoa !

Jelaskan unsur-unsur doa yang baik ! : Test Tertulis

1. Berdoa berarti berkomunikasi atau berdialog dengan Tuhan.

2. beberapa hal yang diteladankan Yesus kepada kita dalam hal berdoa antara lain: a. Yesus memulai karya-Nya dengan berdoa,

b. Yesus mengajarkan kepada kita untuk menyapa Allah sebagai Bapa kita

(19)

e. Dalam berdoa hendaknya tidak perlu ditunjukkan/ dipamerkan kepada orang lain, tetapi masuk kedalam kamar (tempat yang tersembunyi), sebab Tuhan

mengetahui walaupun kita berdoa ditempat yang tersembunyi itu.

f. Dalam doa hendaknya tidak bertele-tele, tetapi cukuplah singkat sesuai dengan kebuTuhan dan ungkapan hati kita, sebab Tuhan maha mengerti apa yang paling kita butuhkan.

3. Doa yang baik adalah doa yang didalamnya minimal terkandung 3 unsur yaitu adanya unsur pujian, unsur syukur dan unsur permohonan. Disamping ketiga unsur tersebut, perlu juga di dalam doa kita itu untuk tidak hanya memikirkan kepentingan diri kita sendiri, tetapi juga memikirkan kepentingan dan keselamatan serta kedamaian bagi orang lain

TINDAK LANJUT

Umpan Balik:

a. Bagi siswa yang memiliki umpan balik positif (KKM tercapai) diberikan pengayaan b. Bagi siswa yang umpan balik negative, diberikan remedial

Mengetahui Kepala Sekolah

Bekasi, 22 Februari 2017. Guru Mata pelajaran

(20)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu

: SMP UNITY

: Pendidikan Agama Katolik : VII/ 2

: 2012/2013 : 2 X 40 menit

NILAI/ KARAKTER YANG DIKEMBANGKAN 1. Religius

2. Berani mengungkapkan pendapat 3. Menghargai diri sendiri

4. Kemandirian

STANDAR KOMPETENSI

Memahami diri sebagai laki-laki atau perempuan yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan agar dapat berelasi dengan sesama dan lingkungannya dengan meneladani Yesus Kristus yang mewartakan Bapa dan Kerajaan-Nya

KOMPETENSI DASAR

Memahami perjuangan Yesus untuk menegakkan nilai-nilai dasar hidup bersama sehingga mampu menghayati dan menerapkan dalam hidup sehari-hari.

MATERI POKOK

Yesus mewartakan sabda bahagia

INDIKATOR

1. Menceritakan pengalaman merasakan kebahagiaan

2. Menjelaskan isi Delapan Sabda Bahagia yang disampaikan Yesus

3. Menjelaskan maksud Yesus menyampaikan Delapan Sabda Bahagia bagi para muridNya.

MATERI PEMBELAJARAN

1. Semua orang, baik dewasa maupun anak-anak, pasti menginginkan hidup yang bahagia. Kebahagiaan diartikan sebagai pemenuhan dari semua keinginan hati kita 2. Yesus menawarkan suatu konsep kebahagiaan yang sejati, dimana dalam kebahagiaan yang ditawarkan Yesus tersebut merupakan kebahagiaan yang mencakup kehidupan rohani dalam relasi dengan Allah dan relasi dengan sesama. Hal ini terungkap dalam Sabda Bahagia yang disampaikan Yesus, yang mengandung dua aspek yaitu : a. Aspek Iman (Mat 5: 3-6)

Pada bagian ini mengatakan bahwa yang berbahagia adalah orang yang sepenuhnya menyandarkan hidup kepada Allah. Mereka itu adalah;

 

Orang miskin; bukan mereka miskin karena tidak memiliki harta benda, melainkan karena tertindas oleh orang kaya dan kuat.

(21)

Orang yang lemah lembut; orang yang dengan rendah hati menantikan pertolongan dari Tuhan.

Orang yang lapar dan haus akan kebenaran; mereka adalah orang-orang yang rindu dibenarkan oleh Allah (Mzm 146: 7)

Dari aspek iman orang yang berbahagia adalah orang yang sepenuhnya mengandalkan Tuhan dan tindakan Allah dalam keadaannya sekarang yang kurang baik.

b. Aspek Sosial (Mat 5: 7-10)

Dari sudut sosial orang yang berbahagia menurut Yesus adalah:

Orang yang murah hati; artinya orang yang gemar berbuat kasih kepada sesamanya.

Orang yang suci hatinya: artinya orang yang sadarkan dirinya sebagai warga Kerajaan Allah dan siap melakukan kehendak-Nya.

Orang yang membawa damai; orang yang menciptakan suasana damai dalam masyarakat.

Orang yang dianiaya karena kebenaran; artinya orang yang berjuang demi tegaknya kebenaran.

3. Melalui sabda bahagia ini Yesus bermaksud menyatakan tiga hal yaitu: a. Menyiapkan para murid-Nya untuk menghadapi dunia yang orientasi kehidupannya sangat berlainan dengan kehendak Allah.

b. Sabda bahagia mengandung nilai eskatologis (akhirat/ akhir zaman), sebagai syarat masuk surga.

c. Sabda bahagia merupakan hukum baru yang mengatur relasi manusia dengan Tuhan dan sesama yang didasarkan pada kasih.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah proses pembelajaran, peserta didik dapat memahami ajaran Yesus tentang sabda bahagia, sehingga mereka mampu untuk mengusahakannya dalam kehidupan sehari-hari.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

1. Berkembang Bersama Yesus 1, PT Galaxy Puspa Mega 2. Membangun Komunitas Murid Yesus 1, Kanisius 3. Kitab Suci

4. Pengalaman siswa

METODE PEMBELAJARAN 1. Refleksi

2. Diskusi 3. Presentasi 4. Tanya jawab

LANGKAH KEGIATAN

A. Pendahuluan ( 10 menit)

(22)

1. Deskripsi singkat/ pertanyaan apersepsi

Melakukan tanya jawab : Siapa yang pernah mengalami kebahagiaan? Saat kapan kamu mengalami kebahagiaan? Apa itu kebahagiaan? (berani mengungkapkan pendapat)

2. Relevansi

Semua orang, baik dewasa maupun anak-anak, pasti menginginkan hidup yang bahagia. Kebahagiaan diartikan sebagai pemenuhan dari semua keinginan hati kita. semua orang ingin bahagia, umumnya orang tidak tahu secara persis kehidupan seperti apa yang dapat menghantar kita ke sana. Akibatnya tiap-tiap orang mengejar hal yang berbeda-beda untuk mencapai kebahagiaan itu. Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa: saya bahagia kalau punya banyak uang, bisa makan yang enak, atau punya pasangan yang keren, atau kedudukan yang tinggi dan pendidikan yang tinggi, kesehatan yang prima, dan penampilan yang OK dan sebagainya.

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu bahwa dalam pelajaran kali akan mempelajari tentang : pengalaman merasakan kebahagiaan, isi Delapan Sabda Bahagia yang disampaikan Yesus, dan maksud Yesus menyampaikan Delapan Sabda Bahagia bagi para muridNya.

B. Kegiatan Inti (60 menit) 1. Eksplorasi

a. Peserta didik diminta untuk duduk dengan sikap yang baik, diam dan menutup mata, kemudian masing-masing diminta untuk merefleksi tentang pengalaman merasakan kebahagiaan. (diiringi dengan musik instrumentalia) (menghargai diri sendiri)

b. Setelah selesai merefleksi, dipersilahkan untuk menuliskan pengalaman mereka

dalam buku catatan mereka.

2. Elaborasi

a. Peserta didik diminta untuk masuk dalam kelompok, dan mensharingkan hasil refleksi tentang pengalaman mereka merasakan kebahagiaan. (kemandirian) b. Setelah selesai sharing, didalam kelompok melakukan kegiatan:

Membaca Kitab Suci, Mat 5: 1-12 (religius) Mendalami Kitab Suci, dengan bantuan pertanyaan:

- Apasaja maksud dari Delapan Sabda Bahagia yang ditawarkan Yesus? - Manasakah dari Delapan Sabda Bahagia itu yang termasuk aspek iman dan termasuk aspek sosial?

- Apa maksud Yesus menyampaikan Delapan Sabda Bahagia kepada para muridNya?

c. Setelah selesai diskusi, setiap kelompok diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi mereka. (Kemandirian)

3. Konfirmasi

a. Guru memberikan tanggapan dan catatan-catatan sehubungan dengan hasil diskusi.

(23)

C. Kegiatan penutup (10 menit)

Peserta didik bersama guru membuat rangkuman dan peneguhan

EVALUASI Bagaimana cara orang dewasa ini dalam

memenuhi kebahagiaan mereka?

Tuliskan 4 isi Sabda Bahagia yang merupakan aspek iman!

Manasajakah aspek sosial dari sabda bahagia yang disampaikan Yesus?

Untuk maksud apasajakah Yesus menyampaikan sabda bahagia pada para muridNya?

Jumlah skoor 2 Kunci Jawaban:

1. Semua orang, baik dewasa maupun anak-anak, pasti menginginkan hidup yang bahagia. Kebahagiaan diartikan sebagai pemenuhan dari semua keinginan hati kita. semua orang ingin bahagia, umumnya orang tidak tahu secara persis kehidupan seperti apa yang dapat menghantar kita ke sana. Akibatnya tiap-tiap orang mengejar hal yang berbeda-beda untuk mencapai kebahagiaan itu. Ada sebagian orang yang mengatakan bahwa: saya bahagia kalau punya banyak uang, bisa makan yang enak, atau punya pasangan yang keren, atau kedudukan yang tinggi dan pendidikan yang tinggi, kesehatan yang prima, dan penampilan yang OK dan sebagainya. Berdasarkan konsep mereka tentang kebahagiaanlah, orang dengan caranya masing-masing menggapai kebahagiaan itu

2. Aspek Iman dari Sabda Bahagia(Mat 5: 3-6)

a. Orang miskin; bukan mereka miskin karena tidak memiliki harta benda, melainkan karena tertindas oleh orang kaya dan kuat.

b. Orang yang berduka cita; mereka mengharapkan penghiburan yang datang dari Allah (Yes 61: 1-3)

c. Orang yang lemah lembut; orang yang dengan rendah hati menantikan pertolongan dari Tuhan.

d. Orang yang lapar dan haus akan kebenaran; mereka adalah orang-orang yang rindu dibenarkan oleh Allah (Mzm 146: 7)

3. Aspek Sosial dari Sabda Bahagia (Mat 5: 7-10)

a. Orang yang murah hati; artinya orang yang gemar berbuat kasih kepada sesamanya.

b. Orang yang suci hatinya: artinya orang yang sadarkan dirinya sebagai warga Kerajaan Allah dan siap melakukan kehendak-Nya.

c. Orang yang membawa damai; orang yang menciptakan suasana damai dalam masyarakat.

(24)

d. Orang yang dianiaya karena kebenaran; artinya orang yang berjuang demi tegaknya kebenaran.

4. Melalui sabda bahagia ini Yesus bermaksud menyatakan tiga hal yaitu: a. Menyiapkan para murid-Nya untuk menghadapi dunia yang orientasi kehidupannya sangat berlainan dengan kehendak Allah.

b. Sabda bahagia mengandung nilai eskatologis (akhirat/ akhir zaman), sebagai syarat masuk surga.

c. Sabda bahagia merupakan hukum baru yang mengatur relasi manusia dengan Tuhan dan sesama yang didasarkan pada kasih.

TINDAK LANJUT

Umpan Balik:

a. Bagi siswa yang memiliki umpan balik positif (KKM tercapai) diberikan pengayaan b. Bagi siswa yang umpan balik negative, diberikan remedial

Mengetahui Kepala Sekolah

Bekasi, 22 Februari 2017 Guru Mata pelajaran Laurentius L. Jadi Wijaya, SS, MPd.

(25)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu

: SMP UNITY

: Pendidikan Agama Katolik : VII/ 2

: 2012/2013 : 2 X 40 menit

NILAI/ KARAKTER YANG DIKEMBANGKAN

1. Religius 2. Rasa ingin tahu 3. Kemandirian 4. Kecerdasan 5. Kedemokratisan

STANDAR KOMPETENSI

Memahami diri sebagai laki-laki atau perempuan yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan agar dapat berelasi dengan sesama dan lingkungannya dengan meneladani Yesus Kristus yang mewartakan Bapa dan Kerajaan-Nya

KOMPETENSI DASAR

Memahami perjuangan Yesus untuk menegakkan nilai-nilai dasar hidup bersama sehingga mampu menghayati dan menerapkan dalam hidup sehari-hari.

MATERI POKOK

Kebebasan anak-anak Allah

INDIKATOR

1. Menjelaskan pengertian bebas dari dan bebas untuk. 2. Menjelaskan kebebasan sejati

3. Menjelaskan pandangan Gereja tentang kebebasan.

MATERI PEMBELAJARAN

1. Pengertian Kebebasan memiliki makna dua hal yaitu bebas dari dan bebas untuk. Bebas dari adalah bebas dari segala sesuatu yang di anggap negative. Sedangkan pengertian bebas untuk adalah bebas untuk melakukan segala sesuatu yang positive 2. Allah bermaksud memberi manusia kebebasan untuk mengambil keputusan sendiri supaya ia mencari Allah dan mengabdi kepada-Nya secara bebas sehingga mencapai kesempurnaan yang penuh dan membahagiakan. Kebebasan yang sejati adalah kebebasan yang berasal dari Allah. Kebebasan anak-anak Allah disebut kebebasan yang sejati karena sesuai dengan kehendak Allah.

3. Pandangan gereja tentang kebebasan mengandung dua segi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, yaitu:

a. Manusia harus bebas dari hal-hal yang mengekang dan menghambat seseorang untuk berkembang dan mengaktualitaskan dirinya

(26)

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah proses pembelajaran, peserta didik dapat memahami arti kebebasan yang sejati, sehingga mereka mampu mengekspresikan kebebasan itu untuk melakukan hal-hal yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

1. Berkembang Bersama Yesus 1, PT Galaxy Puspa Mega 2. Membangun Komunitas Murid Yesus 1, Kanisius 3. Kitab Suci

4. Pengalaman siswa

METODE PEMBELAJARAN 1. Tanya jawab

2. Refleksi

LANGKAH KEGIATAN

A. Pendahuluan ( 10 menit)

1. Deskripsi singkat/ pertanyaan apersepsi

Kapankah kalian merasa bebas? Apakah setiap kalian dapat memenuhi keinginan kalian merasa bebas? Apakah kalian merasa bebas ketika tidak diawasi orangtua? Apakah kalian meras bebas ketika tidak ada pelajaran di sekolah? (kecerdasan)

2. Relevansi

Manusia bertindak menurut pilihannya yang sadar dan bebas, artinya manusia digerakkan dan didorong secara pribadi dari dalam dirinya sendiri bukan karna paksaan dari luar. Allah bermaksud memberi manusia kebebasan untuk mengambil keputusan sendiri supaya ia mencari Allah dan mengabdi kepada-Nya secara bebas sehingga mencapai kesempurnaan yang penuh dan membahagiakan.

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu bahwa peserta didik dapat memahami arti kebebasan yang sejati, sehingga mereka mampu mengekspresikan kebebasan itu untuk melakukan hal-hal yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

B. Kegiatan Inti (60 menit) 1. Eksplorasi

a. Peserta didik diminta untuk menyimak kisah tentang pentingnya peraturan. (keingintahuan)

b. Berdua-dua, peserta didik diminta untuk menganalisa kenyataan tentang

peraturan itu perlu, bukan untuk mengekang tetapi supaya mengatur jalannya kebebasan (kedemokratisan)

c. Setiap anak diminta membaca buku teks, untuk menemukan pengertian bebas

baik secara umum maupun menurut pandangan Gereja.

2. Elaborasi

a. Setelah selesai membaca buku teks, setiap anak diberi kesempatan untuk menyampaikan pendapat mereka. (kemandirian)

(27)

3. Konfirmasi

a. Guru memberikan tanggapan dan catatan-catatan sehubungan dengan pendapat peserta didik

b. Bila ada jawaban yang salah, guru memberikan arahan dan bimbingan serta membetulkannya.

C. Kegiatan penutup (10 menit)

Peserta didik bersama guru membuat rangkuman dan peneguhan

EVALUASI Jelaskan pengertian bebas dari dan bebas untuk!

Bagaimana pandangan Gereja tentang kebebasan? Jelaskan yang dimaksud dengan kebebasan sejati !

Jumlah skoor X 2 3

Kunci Jawaban:

1. Pengertian Kebebasan memiliki makna dua hal yaitu bebas dari dan bebas untuk. Bebas dari adalah bebas dari segala sesuatu yang di anggap negative. Sedangkan pengertian bebas untuk adalah bebas untuk melakukan segala sesuatu yang positive

2. Pandangan gereja tentang kebebasan mengandung dua segi yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lain, yaitu:

a. Manusia harus bebas dari hal-hal yang mengekang dan menghambat seseorang untuk berkembang dan mengaktualitaskan dirinya

b. Manusia juga harus bebas untuk melakukan segala sesuatu yang baik dan benar dalam upaya membawa dirinya menuju kesempurnaan

3. Kebebasan yang sejati adalah kebebasan yang berasal dari Allah. Kebebasan anak Allah disebut kebebasan yang sejati karena sesuai dengan kehendak Allah.

TINDAK LANJUT

Umpan Balik:

a. Bagi siswa yang memiliki umpan balik positif (KKM tercapai) diberikan pengayaan b. Bagi siswa yang umpan balik negative, diberikan remedial

Mengetahui Kepala Sekolah

Bekasi, 22 Februari 2017 Guru Mata pelajaran Laurentius L. Jadi Wijaya, SS. MPd.

(28)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu

: SMP UNITY

: Pendidikan Agama Katolik : VII/ 2

: 2012/2013 : 2 X 40 menit

NILAI/ KARAKTER YANG DIKEMBANGKAN

1. Religius 2. Kecerdasan 3. Kemandirian

4. Menghargai pendapat orang lain

STANDAR KOMPETENSI

Memahami diri sebagai laki-laki atau perempuan yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan agar dapat berelasi dengan sesama dan lingkungannya dengan meneladani Yesus Kristus yang mewartakan Bapa dan Kerajaan-Nya

KOMPETENSI DASAR

Memahami perjuangan Yesus untuk menegakkan nilai-nilai dasar hidup bersama sehingga mampu menghayati dan menerapkan dalam hidup sehari-hari.

MATERI POKOK

Yesus mewartakan cinta tanpa pengkotakan

INDIKATOR

1. Menjelaskan pengertian cinta tanpa pengkotakan

2. Menjelaskan alasan tidak bolehnya memberikan cita dengan pengkotakan 3. Menyebutkan akibat dari cinta dengan pengkotakan

4. Menemukan contoh tindakan Yesus yang mengasihi tanpa pengkotakan.

MATERI PEMBELAJARAN

1. Cinta tanpa pengkotakan adalah cinta yang tidak membeda-bedakan suku, ras, agama, keyakinan , golongan, dan budaya

2. Kita tidak boleh berperilaku mengkotak-kotakan karena: Manusia merupakan Citra Allah

Yesus mengajarkan mengasihi sesama tanpa pandang bulu Semua manusia sama di mata Tuhan

Perilaku pengkotak-kotakan bisa menyebabkan perselisihan 3. Akibat perilaku pengkotak-kotakan:

Muncul rasa kebencian Menyebabkan permusuhan Merasa tidak nyaman Tidak bebas berteman

Tidak bebas mengeluarkan pendapat

(29)

   

Yesus Mengasihi Zakeus dengan mau singgah dirumahnya Yesus menyelamatkan wanita yang kedapatan berzinah

Yesus mengasihi hamba seorang perwira dengan menyembuhkannya Yesus menyembuhkan orang sakit buta

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah proses pembelajaran, peserta didik dapat meneladan sikap Yesus yang mengasihi tanpa mengkotak-kotakkan, sehingga merekapun dapat mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

1. Berkembang Bersama Yesus 1, PT Galaxy Puspa Mega 2. Membangun Komunitas Murid Yesus 1, Kanisius 3. Kitab Suci

4. Pengalaman siswa

METODE PEMBELAJARAN 1. Tanya jawab

2. Studi pustaka 3. Presentasi

LANGKAH KEGIATAN

A. Pendahuluan ( 10 menit)

1. Deskripsi singkat/ pertanyaan apersepsi

Siapa diantara kalian yang berteman dengan semua anak? Tanpa membedakan? Bagaimana rasanya berteman dengan tanpa membedakan?. (kecerdasan)

2. Relevansi

Betapa damainya hidup bersama tanpa sekat dan pengkotakan. Betapa bahagianya jika sekalipun terdapat perbedaan warna kulit toh tetap mau bersahabat, mengulurkan dan bergandengan tangan. Perbedaan warna kulit tidak menjadi penghalang hidup bersama.

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu bahwa peserta didik dapat meneladan sikap Yesus yang mengasihi tanpa mengkotak-kotakkan, sehingga merekapun dapat

mewujudkannya dalam kehidupan sehari-hari

B. Kegiatan Inti (60 menit) 1. Eksplorasi

a. Tanya jawab tentang cinta tanpa pengkotakan. (kemandirian)

b. Membaca Kitab Suci dan menemukan berbagai kisah Yesus yang mengasihi

tanpa pengkotakan. (religius)

c. Peserta didik diminta untuk bergabung berdua-dua untuk berdialog membahas:

Contoh tindakan Yesus yang mereka temukan (religius)

Membicarakan alasan tidak bolehnya memberikan cita dengan pengkotakan

dan akibat dari cinta dengan pengkotakan: 2. Elaborasi (menghargai pendapat orang lain)

(30)

b. Tanya jawab sehubungan hasil presentasi hasil dialog.

3. Konfirmasi

a. Guru memberikan tanggapan dan catatan-catatan sehubungan dengan hasil presentasi dialog

b. Bila ada jawaban yang salah, guru memberikan arahan dan bimbingan serta membetulkannya.

C. Kegiatan penutup (10 menit)

Peserta didik bersama guru membuat rangkuman dan peneguhan

EVALUASI Jelaskan pengertian cinta tanpa pengkotakan !

Mengapa kita tidak boleh memberikan cita dengan pengkotakan ?

Apa saja akibat dari cinta dengan pengkotakan ? Tuliskan contoh tindakan Yesus yang mengasihi tanpa pengkotakan.

Nilai : Jumlah skoor 2

Kunci Jawaban:

1. Cinta tanpa pengkotakan adalah cinta yang tidak membeda-bedakan suku, ras, agama, keyakinan , golongan, dan budaya

2. Kita tidak boleh berperilaku mengkotak-kotakan karena: Manusia merupakan Citra Allah

Yesus mengajarkan mengasihi sesama tanpa pandang bulu Semua manusia sama di mata Tuhan

Perilaku pengkotak-kotakan bisa menyebabkan perselisihan 3. Akibat perilaku pengkotak-kotakan:

Muncul rasa kebencian Menyebabkan permusuhan Merasa tidak nyaman Tidak bebas berteman

Tidak bebas mengeluarkan pendapat

(31)

 Yesus mengasihi hamba seorang perwira dengan menyembuhkannyaYesus menyembuhkan orang sakit buta

TINDAK LANJUT

Umpan Balik:

a. Bagi siswa yang memiliki umpan balik positif (KKM tercapai) diberikan pengayaan b. Bagi siswa yang umpan balik negative, diberikan remedial

Mengetahui Kepala Sekolah

(32)

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Sekolah Mata Pelajaran Kelas/ Semester Tahun Pelajaran Alokasi Waktu

: SMP UNITY

: Pendidikan Agama Katolik : VII/ 2

: 2012/2013 : 2 X 40 menit

NILAI/ KARAKTER YANG DIKEMBANGKAN 1. Kepedulian

2. Kemandirian 3. Rasa ingin tahu

STANDAR KOMPETENSI

Memahami diri sebagai laki-laki atau perempuan yang memiliki rupa-rupa kemampuan dan keterbatasan agar dapat berelasi dengan sesama dan lingkungannya dengan meneladani Yesus Kristus yang mewartakan Bapa dan Kerajaan-Nya

KOMPETENSI DASAR

Memahami perjuangan Yesus untuk menegakkan nilai-nilai dasar hidup bersama sehingga mampu menghayati dan menerapkan dalam hidup sehari-hari.

MATERI POKOK

Yesus memperjuangkan kesetaraan martabat manusia

INDIKATOR

1. Menjelaskan pengertian kesederajatan

2. Menjelaskan alasan Yesus mengusahakan kesederajatan manusia.

3. Menunjukkan contoh tindakan Yesus yang menunjukkan bahwa Ia senantiasa mengusahakan kesetaraan manusia

4. Menyebutkan contoh tindakan yang dapat dilakukan untuk mengusahakan kesetaraan manusia.

MATERI PEMBELAJARAN

1. Kesederajatan adalah suatu kondisi di mana dalam perbedaan dan keragaman yang ada, manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan

2. Yesus hadir ke dunia untuk memperjuangkan kesederajatan manusia yang koyak pada zamannya untuk mewujudkan Kerajaan Allah. Menurut Yesus, dihadapan Allah, semua manusia adalah citra-nya yang luhur dan bermartabat sama.

3. Contoh tindakan Yesus yang menunjukkan bahwa Ia senantiasa mengusahakan kesetaraan manusia:

Yesus berkenan singgah di rumah Zakeus yang dianggap pendosa Yesus menerima seorang perempuan nakal yang bertobat

Yesus memanggil Matius seorang pemungut cukai

4. Contoh tindakan yang dapat kita lakukan untuk mengusahakan kesetaraan martabat manusia:

(33)

  

Sopan kepada siapa saja Tidak menghina orang lain

Mau mendengar pendapat orang lain

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah proses pembelajaran, peserta didik dapat memahami tindakan Yesus yang mengusahakan kesederajatan manusia sehingga mereka dapat melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.

MEDIA DAN SUMBER BELAJAR

1. Berkembang Bersama Yesus 1, PT Galaxy Puspa Mega 2. Membangun Komunitas Murid Yesus 1, Kanisius 3. Kitab Suci

4. Pengalaman siswa

METODE PEMBELAJARAN 1. Tanya jawab

2. Dialog berdua-dua 3. Presentasi

LANGKAH KEGIATAN

A. Pendahuluan ( 10 menit)

1. Deskripsi singkat/ pertanyaan apersepsi

Sudahkah setiap orang diperlakukan sebagai pribadi yang bermartabat luhur?

Sudahkah setiap orang dihargai kemampuannya yang khas dan khusus?. (kepedulian)

2. Relevansi

Semua orang mempunyai jiwa yang berbudi dan diciptakan menurut gambar Allah, dengan demikian mempunyai kodrat serta asal mula yang sama. Mereka semua ditebus oleh Kristus, dan menghamba panggilan serta tujuan ilahi yang sama pula. Maka harus semakin diakuilah kesamaan dasariah antara semua orang.

3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu bahwa peserta didik dapat memahami tindakan Yesus yang mengusahakan kesederajatan manusia sehingga mereka dapat melaksanakannya dalam kehidupan sehari-hari.

B. Kegiatan Inti (60 menit) 1. Eksplorasi

a. Peserta didik diajak mengadakan tanya jawab sehubungan dengan pemehaman mereka tentang kesetaraan/ kesederajatan. (kemandirian)

b. Setelah selesai, peserta didik diminta untuk melakukan browsing internet guna

menemukan contoh-contoh perilaku manusia yang bertentangan dengan kesederajatan antar aesama manusia. (rasa ingin tahu)

c. Peserta didik diminta membuat laporan tersebut dalam bentuk powerpoint atau

video2. Elaborasi

(34)

b. Tanya jawab sehubungan hasil pendalaman dari browsing

c. Peserta didik diminta untuk menemukan dalam Kitab Suci, dengan cara membaca kitab Suci tentang tindakan Yesus yang menghargai martabat dan kesederajatan manusia

d. Secara bergantian, peserta didik menuliskan hasil temuannya di papan tulis

3. Konfirmasi

a. Guru menanggapi hasil temuan dari para peserta didik

b. Bila ada jawaban yang salah, guru memberikan arahan dan bimbingan serta membetulkannya.

C. Kegiatan penutup (10 menit)

Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan membuat rangkuman bersama.

EVALUASI

Apa yang menjadi alasan Yesus mengusahakan kesederajatan manusia ?

Tuliskan contoh tindakan Yesus yang

menunjukkan bahwa Ia senantiasa mengusahakan kesetaraan manusia !

tindakan apa saja yang dapat dilakukan untuk

mengusahakan kesetaraan manusia ? 5

Nilai :

Jumlah skoor 2

Kunci Jawaban:

1. Kesederajatan adalah suatu kondisi di mana dalam perbedaan dan keragaman yang ada, manusia tetap memiliki satu kedudukan yang sama dan satu tingkatan

2. Yesus hadir ke dunia untuk memperjuangkan kesederajatan manusia yang koyak pada zamannya untuk mewujudkan Kerajaan Allah. Menurut Yesus, dihadapan Allah, semua manusia adalah citra-nya yang luhur dan bermartabat sama.

3. Contoh tindakan Yesus yang menunjukkan bahwa Ia senantiasa mengusahakan kesetaraan manusia:

Yesus berkenan singgah di rumah Zakeus yang dianggap pendosa Yesus menerima seorang perempuan nakal yang bertobat

Yesus memanggil Matius seorang pemungut cukai

4. Contoh tindakan yang dapat kita lakukan untuk mengusahakan kesetaraan martabat manusia:

(35)

  

Sopan kepada siapa saja Tidak menghina orang lain

Mau mendengar pendapat orang lain

TINDAK LANJUT

Umpan Balik:

a. Bagi siswa yang memiliki umpan balik positif (KKM tercapai) diberikan pengayaan b. Bagi siswa yang umpan balik negative, diberikan remedial

Mengetahui Kepala Sekolah

Bekasi, 22 Februari 2017 Guru Mata pelajaran Laurentius L. Jadi Wijaya, SS. MPd.

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

He graciously assented to write the forewords to the American Botanical Council’s first two books: The Complete German Commission E Monographs: Therapeutic Guide to Herbal

Kegiatan seminggu terakhir mengurus rumah tangga (B5R24A3) File: ART Gambaran Tipe: Diskrit Format: character Width: 1 Observasi Valid: 0 Tidak Valid: 0 Populasi. Untuk anggota

dilakukan adalah mengumpulkan data data yang akan menjadi acuan untuk dihitung dalam analisis seperti jumlah Factory Outlet di Kota Bandung selanjutnya jarak antar

Tugas pendamping SL-PTT padi antara lain adalah menyediakan benih varietas unggul baru untuk diuji di laboratorium lapang, menjadi nara sumber inovasi teknologi dalam pelatihan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis burung yang potensial dijadikan objek wisata birdwatching dan membandingkan dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan

Berdasarkan hasil kesepakatan Pokja Sanitasi Kabupaten Tulungagung dan dengan berbagai pertimbangan ( geografi, demografi dan pendanaan ), diperoleh kesepakatan bahwa area studi EHRA

[r]

Setelah melihat ibunya mengambil kain untuk mengeringkan lantai dengan cara menyeret kakinya yang dialasi dengan kain untuk mengeringkan lantai, Afif pun