• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAGAIMANA ANAK BELAJAR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAGAIMANA ANAK BELAJAR"

Copied!
17
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Guru haruslah mengingat bahwa pengalaman tunggal tidaklah cukup untuk membangun sebuah konsep.

(3)
(4)

• Anak-anak belajar dengan berbagai cara. Mereka menyerap informasi dengan cara pengalaman nyata termasuk melalui alat indra penciuman, perasa, pendengaran, penglihatan, dan peraba

(5)
(6)
(7)

• Bermain kreatif membantu perkembangan kepribadian anak. Bermain membantu

anak membangun kemandirian dan

keterampilan mengelola lingkungannya. Melalui bermain, anak menemukan,

(8)

Bermain kreatif membantu

perkembangan emosi anak. Bermain

memfasilitasi integrasi kepribadian

anak dan memiliki imlikais yang

(9)

• Anak belajar bahwa mereka merupakan individu yang unik, mandiri serta terpisah dari orang lain. Di samping ini anak juga menyadari bahwa dengan bermain peran mereka memiliki perasaan dan fikiran

(10)

• Dengan mendorong anak untuk

memahami dan menerima diri mereka sendiri, orang tua/guru membantu anak untuk mencapai perkembangan diri yang optimal, membina hubungan dengan

orang lain serta meraih kesuksesan

(11)

Bermain kreatif membantu

perkembangan komunikasi anak.

Bermain sangat efektif untuk

(12)

• Bermain kreatif membantu perkembangan sosialisasi anak, memfasilitasi

perkembangan sosial anak, meningkatkan kemampuan sosiaisasi dan perasaan

(13)

• Bermain memiliki fungsi yang penting dalam perkembangan intelektual anak serta proses asimilasi dan akomodasi yang terkait

didalamnya. Asimilasi meliputi proses abstraksi informasi dari dunia luar dan bagaimana

mencocokan informais tersebut dengan skema yang sudah ada. Dalam akomodasi, anak

(14)

• Bermain memungkinkan anak untuk

terlibat dengan lingkungan melalui konflik internal maupun interpersonal. Bermain juga membantu perkembangan kognitif dan intelektual anak. Kurikulum yang berlandaskan bermain menyediakan

(15)

• Dengan bermain anak menjadi mandiri, memiliki motivasi, memiliki kemampuan mengendalikan diri, percaya diri, serta menerima diri mereka apa adanya

(16)

• Bermain membantu perkembangan memory, berfikir serta kemampuan

memecahkan masalah pada anak-anak. Dengan bermain anak-anak dapat belajar melakukan observasi, investigasi, dan

eksplorasi. Bermain juga menyediakan

(17)

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penelitian terbukti bahwa proses bermain drama efektif dalam mengelola kepribadian anak tunanetra dari yang sebelumnya kurang percaya diri menjadi lebih percaya

Sikap mandiri dan tingginya motivasi diri seorang anak tunarungu untuk meraih apa yang dicita – citakan sehingga memperoleh hasil belajar yang baik akan

Namun hal ini berbeda apabila individu mampu menerima dirinya, individu yang mampu menerima diri akan memiliki rasa percaya diri terhadap dirinya sehingga hal ini mempengaruhi

Setiap anak memiliki rasa percaya diri yang berbeda, ada yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi adapula yang rendah kepercayaan diri. Tidak begitu saja

Hadisubrata (1997), menjelaskan bahwa orang yang memiliki citra diri positif akan mengembangkan watak-watak seperti percaya diri, menghargai diri sendiri, menerima diri

Mereka tidak mampu mengendalikan diri, kurang dapat berpikir, kurangpercaya diri, tidak bisa mandiri, kurang kreatif, kurang dewasa dalam perkembanganmoral, dan rasa ingin

Emosi, individu yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi akan.. lebih mudah mengendalikan dirinya di dalam suatu keadaan

Abdullah (2007) mengatakan bahwa bermain sangat penting artinya bagi anak. Anak dan bermain tidak dapat dipisahkan. Lewat aktifitas bermain potensi anak dan rasa percaya