• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN USULAN TATA LETAK PENYIMPANAN SPARE PART DI TOKO MULIA KENCANA MOTOR.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB 6 KESIMPULAN DAN SARAN USULAN TATA LETAK PENYIMPANAN SPARE PART DI TOKO MULIA KENCANA MOTOR."

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

127 BAB 6

KESIMPULAN DAN SARAN

6.1. Kesimpulan

Hasil penelitian yang telah dilakukan di Toko

Mulia Kencana Motor menunjukkan beberapa hal, yaitu:

a.Susunan media penyimpanan menjadi lebih baik karena

tidak ada media penyimpanan yang terhalang oleh

media penyimpanan lain, sehingga penjaga toko tidak

perlu memutar untuk mengambil barang. Akses

pengambilan barang menjadi lebih mudah karena aisle

menjadi lebih lebar yang semula ada yang hanya

sebesar 48 sentimeter menjadi sebesar minimal 60

sentimeter, sehingga tidak terlalu sempit untuk

dilewati penjaga toko. Selain itu, pada kolom media

penyimpanan yang menyimpan barang lebih dari satu

jenis, penempatan barang menggunakan faktor

anthropometri. Barang-barang yang lebih sering

dibeli mendapat prioritas utama untuk ditempatkan

pada kolom yang tingginya antara TPG (tinggi

pinggang) sampai TBH (tinggi bahu), yaitu antara

0,94 meter sampai 1,35 meter. Hal ini menyebabkan

penjaga toko mudah untuk mengambil barang, tidak

perlu jongkok ataupun berjinjit. Perbaikan susunan

media penyimpanan dapat dilihat di Gambar 5.1.

b.Tata letak usulan memiliki total jarak tempuh yang

lebih kecil daripada tata letak awal dengan

perbaikan susunan media penyimpanan. Total jarak

tempuh tata letak awal adalah sebesar 39620.75

meter. Total jarak tempuh tata letak usulan adalah

(2)

128

jarak tempuh sebesar 13527,10 meter atau terjadi

pengurangan nilai sebesar 34,141% dari total jarak

tempuh awal. Hal ini berarti tata letak usulan dapat

memperpendek jarak tempuh yang dilalui oleh penjaga

toko dalam mengambil barang.

6.2. Saran

Penelitian di Toko Mulia Kencana Motor dapat

dikembangkan lebih lanjut tidak hanya perbaikan tata

letak dengan perbaikan susunan media penyimpanan, tapi

juga dapat dengan penentuan letak barang pada tiap

level kolom media penyimpanan dengan mempertimbangkan

faktor popularitas tiap item barang dan faktor

ergonomis. Perbaikan tata letak lain yang bisa

dilakukan adalah perbaikan tata letak dengan

(3)

129

DAFTAR PUSTAKA

Farizal, A., 2011, Perancangan Tata Letak Gudang untuk

Meminimumkan Jumlah Produk yang Tidak

Tertampung dalam Blok dan Efisiensi Aktivitas

Perpindahan Barang di Divisi Penyimpanan

Produk Jadi, Skripsi, Program Studi Teknik

Industri, Universitas Pembangunan Nasional

Veteran, Surabaya.

Francis, R.L., White, J.A., and McGinnis, L.F., 1992,

Facility Layout and Location: An Analytical

Approach, 2nd Ed, Prentice Hall, Inc., New

Jersey.

Harjono, R. dan Prasetyawan, Y., 2010, Perancangan Tata

Letak Gudang untuk Meminimumkan Jumlah Produk

yang Tidak Tertampung dalam Blok, Skripsi,

Program Studi Teknik Industri, Institut

Teknologi Sepuluh November, Surabaya.

Heizer, J. and Render, B., 2006, Operations Management,

8th Ed, Pearson, New Jersey.

Ilham, S., 2009, Perancangan Tata Letak Gudang Ekspor

PT Hadi Baru dengan metode Shared Storage,

Skripsi, Program Studi Teknik Industri,

Universitas Mercu Buana, Jakarta.

Koedoeboen, C.C.U., 2010, Desain Ulang Gudang Produk

Jadi di Kendaga Keramik Yogyakarta, Skripsi,

(4)

130

Teknologi Industri, Universitas Atma Jaya

Yogyakarta, Yogyakarta.

Kurniawan, J.H., 2011, Teknik Posisi dan Penyimpanan

Spare Part Berbasis JIT pada Gudang Bengkel

Otomotif, Skripsi, Program Studi Teknik

Industri, Universitas Mercu Buana, Jakarta.

Linawati, C., 2006, Perancangan Tata Letak Penyimpanan

Produk dan Komponen Berdasarkan Faktor

Komoditi Produk dan Komponen , Skripsi,

Program Studi Teknik Industri, Universitas

Kristen Petra, Surabaya.

Meyers, F.E. and Stephens, M.P., 2005, Manufacturing

Facilities Design and Material Handling, 2nd

Ed, Prentice Hall, Inc., New Jersey.

Meyliani, K., 2010, Perbaikan Tata Letak Gudang Bahan

Baku, Skripsi, Program Studi Teknik Industri,

Fakultas Teknologi Industri, Universitas Atma

Jaya Yogyakarta, Yogyakarta.

Mulcahy, D.E., 1994, Warehouse Distribution and

Operations Handbook, McGraw-Hill, Inc.,

Singapore.

Muther, R., 1970, Practical Plant Layout, McGraw-Hill,

New Jersey.

Russell, D.M., and Kevin, R.G., 2009, The Application

of New Aisle Design for Unit Load Warehouses,

Department of Industrial Engineering,

(5)

131

Tanaya, R.F., 2005, Optimalisasi Layout Gudang

Berdasarkan Product Family dan Trend

Pengiriman di PT. Trias Sentosa, Skripsi,

Program Studi Teknik Industri, Universitas

Kristen Petra, Surabaya.

Tobiah, R.M., 2009, Warehouse Redesign of Facility

Layout, Racking System and Item Classification

at Sunrize Tackle Inc., California Polytechnic

University, California.

Tompkins, J.A., White, J.A., Bozer, Y.A., and

Tanchocho, J.M.A., 2003, Facilities Planning,

3rd Ed, John Willey & Sons, Inc., United

Referensi

Dokumen terkait

Pada storage maupun pada warehouse saat ini penyimpanan benang maupun kain sebagai barang jadi memiliki tempat yang tidak tetap atau tidak pasti, dengan kata

Gudang yang memiliki luas area yang terbatas tidak dapat menampung seluruh barang dagang dengan jumlah yang banyak, maka perlu penataan barang dagang di gudang sehingga

¾ Toko aksesoris dan alat tulis Petraco ini setiap harinya ramai dan tidak mempunyai tempat parkir yang mampu mewadahi kendaraan pengunjungnya, terutama untuk parkir mobil

Setiap blok penyimpanan di gudang ini hanya menampung satu jenis produk dan satu tanggal kadaluarsa, sehingga penempatan barang harus di blok yang kosong dan tidak

informasi mengenai penjualan sparepart mobil sehingga memudahkan pelanggan untuk memilh barang yang diperlukan. Metode Penelitian 1) Metode Pustaka. Metode ini dilakukan dengan cara

Kekurangan cara ini adalah butuhnya waktu lebih untuk melakukan pemesanan ke toko lain dan tidak dapat mengambil untung karena harga jual yang ditawarkan sama dengan harga yang

Setiap blok penyimpanan di gudang ini hanya menampung satu jenis produk dan satu tanggal kadaluarsa, sehingga penempatan barang harus di blok yang kosong dan tidak

Path perlu untuk lebih menjaga dan lebih mengembangkan fitur yang sudah ada di Path terutama value added yang tidak dimiliki oleh media sosial lainnya sehingga manfaat yang