• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 1 PENDAHULUAN USULAN TATA LETAK PENYIMPANAN SPARE PART DI TOKO MULIA KENCANA MOTOR.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "BAB 1 PENDAHULUAN USULAN TATA LETAK PENYIMPANAN SPARE PART DI TOKO MULIA KENCANA MOTOR."

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Permasalahan

Setiap badan usaha yang ada, baik itu yang

berbentuk badan usaha manufaktur ataupun badan usaha

jasa, pasti ingin mendapatkan keuntungan. Hal ini

memerlukan sistem kerja yang baik dan maksimal. Banyak

pihak yang sering kurang mempedulikan setiap aspek yang

ada di dalam sistem kerja. Bagian dari sistem kerja

yang kerapkali dilupakan orang adalah bagian

penyimpanan barang.

Barang-barang yang ada seringkali disimpan dengan

cara yang asal-asalan. Barang-barang diletakkan begitu

saja tanpa mempedulikan cara penyimpanan barang yang

baik. Tempat penyimpanan atau gudang yang ada sering

kurang diperhatikan. Tidak teraturnya barang-barang

yang disimpan ini dapat mengakibatkan kesulitan dalam

menemukan barang yang ada, kerusakan-kerusakan pada

barang yang disimpan, dan lain-lain.

Gudang adalah bangunan atau ruang tempat

penyimpanan material. Tompkins et al. (2003) membedakan

gudang yang menyimpan produk hasil produksi di pabrik

dengan gudang dalam sistem distribusi. Berbagai

pertanyaan muncul dalam perancangan gudang, misalnya

penentuan lokasi gudang, ukuran atau luas dan

jumlahnya, status kepemilikannya, maupun rancangan tata

(2)

2

Tata letak fasilitas atau rak di dalam sebuah

gudang memiliki pengaruh yang besar pada efisiensi

operasinya, misalnya tata letak ini berpengaruh pada

jarak yang harus ditempuh operator untuk meletakkan

maupun mengambil item tertentu, di mana hal ini juga

berpengaruh pada waktu, konsumsi energi, dan akhirnya

pada kepuasan konsumen.

Masalah penyimpanan barang ditemukan di Toko Mulia

Kencana Motor. Toko spare part Mulia Kencana Motor yang

berlokasi di Jalan Godean No 100 Km 4,5 Yogyakarta

adalah sebuah toko spare part yang menjual item-item

spare part dari berbagai jenis dan merek. Ada 246 macam

item spare part yang dijual di toko ini dan disimpan

di rak-rak penyimpanan dan etalase-etalase yang ada.

Setiap media penyimpanan ini menyimpan barang-barang

yang memiliki jenis dan ukuran yang bervariasi.

Pengamatan dan penelitian pendahuluan dilakukan

selama satu bulan dengan cara melihat nota-nota

pembelian barang yang dikumpulkan setiap harinya dan

melihat jenis barang yang sering dibeli untuk

mengetahui masalah yang terjadi di tempat penelitian.

Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa ada

barang yang sering dibeli namun ditempatkan pada rak

yang letaknya di bagian belakang. Ada juga barang yang

jarang dibeli namun diletakkan pada rak di bagian

depan. Gambar 1.1. menunjukkan letak penyimpanan 20

barang yang paling sering dibeli dan yang paling jarang

dibeli. Letak penyimpanan 20 barang yang paling sering

dibeli ditunjukkan dengan lingkaran merah. Letak

penyimpanan 20 barang yang paling jarang dibeli

(3)

3

RA1 E1 E2 E3 E4 E5

RA8 RA2 RA3 D2 MEJA KASIR R1 R15 RC R2 RA4 D1 R4 R5 R13 R6 R7 R9 MEJA BUKU R11 RA5 R14 RA6 L7 R19 R 20 R21 R12 a R16 R17 R3 R8 R18 11.00 7 .5 0 E6 E7 RA7 R1 0 AREA PERMESINAN KONSUMEN PENJAGA TOKO AREA PELAYANAN KONSUMEN 1.50 2.10 2 .1 0 2.00 0 .5 0 1.00 1 .0 0 0 .6 0 2 .2 5 0.60 0.50 0 .4 0 2 .2 5 2 .4 0 2 .0 0 1.20 1 .8

0 1.50

[image:3.595.89.516.131.740.2]

4.15 0 .5 0 0.40 0.20 2 .00 0.30 0.32 0 .6 0 0.48 0.52 0.50 0.48 0.68

Gambar 1.1. Letak Penyimpanan 20 Barang yang Sering Dibeli dan 20 Barang yang Jarang Dibeli.

Sebagai contah, per yang sering dibeli ditempatkan

di media R21. Kabel spido yang sering dibeli

ditempatkan di media R15. Media penyimpanan R21 dan R15

letaknya ada di belakang. Kaki 4 yang jarang dibeli

namun disimpan di E2 yang letaknya di depan. Temlar

yang jarang dibeli namun disimpan di R9 yang letaknya

di depan.

Hasil pengamatan juga menunjukkan bahwa untuk

mencapai beberapa media penyimpanan tertentu, penjaga

toko tidak dapat menempuh jarak yang terpendek karena

terhalang rak lain atau meja pemilik toko, akibatnya

(4)

4

lebih jauh. Hal ini menunjukkan adanya masalah pada

penempatan barang-barang di media penyimpanan.

Wawancara juga dilakukan kepada pemilik toko.

Pemilik toko mengatakan bahwa memang ada masalah pada

tata letak penyimpanan barang. Kondisi saat ini setiap

item dikelompokkan di rak tertentu berdasarkan jenisnya

dan rak-rak penyimpanan tidak diberi kode untuk

memudahkan mencari di mana item-item tertentu

diletakkan. Hal ini dikarenakan pemilik toko hanya

fokus kepada penjualan dan pembelian barang dan pemilik

toko belum memahami desain penyimpanan yang baik dan

optimal.

Masalah ini menyebabkan penyimpanan barang yang

ada menjadi kurang teratur. Barang-barang yang sering

dibeli yang seharusnya diletakkan di bagian depan

supaya mudah dan cepat diambil ternyata ada yang

diletakkan pada bagian belakang sehingga jaraknya jauh

dari pusat pelayanan konsumen. Adanya permasalahan

dalam penyimpanan item-item spare part ini

mengakibatkan penjaga toko memerlukan waktu yang lebih

lama untuk melayani konsumen, sehingga saat kondisi

toko ramai pengunjung, jika konsumen terlalu lama

menunggu akhirnya konsumen menjadi kecewa dan

membatalkan pembelian barang. Pemilik toko merasa perlu

langkah penataan ulang barang-barang yang disimpan.

Penataan ulang barang-barang yang disimpan diharapkan

dapat mengoptimalkan penggunaan tempat penyimpanan di

toko Mulia Kencana.

(5)

5 1.2. Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan

di atas, perumusan masalah pada penelitian ini yaitu

barang yang alirannya tinggi disimpan pada media

penyimpanan yang jauh dari tempat pelayanan konsumen

dan untuk mencapai media penyimpanan tertentu penjaga

toko harus berjalan memutar karena terhalang rak dan

meja.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

a. Mendapatkan susunan media penyimpanan di gudang

dan penempatan barang-barang di dalam media

penyimpanan yang lebih baik, yaitu yang memudahkan

akses pengambilan barang.

b. Mendapatkan rencana penempatan barang-barang yang

disimpan di rak dan etalase yang dapat

meminimalkan jarak pengambilan barang.

1.4. Batasan Masalah

Penelitian ini memiliki beberapa batasan sebagai

berikut:

a. Analisis ini dibuat dengan ukuran ruangan tempat

penyimpanan yang ada. Tidak akan melakukan

penambahan luas gudang karena pertimbangan

finansial badan usaha.

b. Analisis ini dibuat dengan media penyimpanan yang

sudah ada.

c. Analisis ini dibuat dengan asumsi frekuensi

pengambilan barang dihitung berdasarkan frekuensi

(6)

6

d. Pengelompokkan barang yang disimpan pada media

etalase dan rak mengikuti kebijakan pemilik toko.

Barang di etalase tetap diletakkan di etalase.

Barang di rak tetap diletakkan di rak.

e. Analisis ini menggunakan asumsi penempatan barang

oleh penjaga toko letaknya benar dan tidak

berubah-ubah.

f. Analisis ini menggunakan asumsi pada saat penjaga

toko hendak mengambil barang tidak terjadi

hambatan di lorong.

g. Analisis ini menggunakan asumsi penjaga toko

mengambil jarak terpendek untuk mengambil suatu

barang sehingga jarak tempuh yang dihitung adalah

jarak terpendek yang dapat diambil oleh penjaga

toko.

h. Penelitian ini tidak mempertimbangkan kebijakan

persediaan barang di toko.

i. Analisis ini tidak memperhitungkan kekuatan media

penyimpanan. Barang yang berat diletakkan pada

media penyimpanan di kolom yang paling bawah.

1.5. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan yang digunakan dalam tugas

akhir ini adalah sebagai berikut:

BAB 1 : PENDAHULUAN

Bab ini berisi latar belakang masalah di

Toko Mulia Kencana Motor, perumusan masalah,

tujuan penelitian, batasan masalah, dan

(7)

7

BAB 2 : TINJAUAN PUSTAKA DAN DASAR TEORI

Bab ini berisi tinjauan pustaka sebagai bahan

acuan mengenai hasil penelitian terdahulu

yang berhubungan dengan perancangan ulang

tata letak gudang, serta perbedaan antara

penelitian yang sekarang dilakukan dengan

penelitian terdahulu. Bab ini juga berisi

uraian sistematis dari teori yang terdapat

pada literatur maupun penjabaran tinjauan

pustaka yang dapat menjadi dasar pemecahan

masalah pergudangan.

BAB 3 : METODOLOGI PENELITIAN

Bab ini berisi uraian mengenai metodologi

penelitian yang dilakukan. Bab ini berisi

mengenai langkah-langkah penelitian, metode

pengambilan data dan diagram alir penelitian

yang dilakukan di Toko Mulia Kencana Motor.

BAB 4 : PROFIL PERUSAHAAN DAN DATA

Bab ini berisi uraian singkat toko Mulia

Kencana Motor, beserta data yang dibutuhkan

dalam proses perbaikan tata letak penyimpanan

spare part di Toko Mulia Kencana Motor.

BAB 5 : ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

Bab ini berisi analisis data dan pembahasan

dari hasil analisis data.

BAB 6 : KESIMPULAN DAN SARAN

Bab ini berisi ringkasan hasil penelitian,

yang merupakan hasil dari tujuan penelitian,

beserta saran-saran yang dapat diberikan

berkaitan dengan hasil analisis yang telah

Gambar

Gambar 1.1. Letak Penyimpanan 20 Barang yang Sering

Referensi

Dokumen terkait

Mekanisme fibrilasi atrium identik dengan mekanisme fibrilasi ventrikel kecuali bila prosesnya ternyata hanya di massa otot atrium dan bukan di massa otot ventrikel. Penyebab yang

Dari beberapa pengertian diatas dapat ditarik suatu kesimpulan umum, bahwa yang dimaksud dengan perkembangan adalah perkembangan itu tidak terbatas

Judul : Sosialisasi Penghapusan Kekerasan Dalam RT Bagi Ibu-Ibu PKK

Kedungdowo Kaliwungu blouse, pakaian wanita, busana muslim 2.075.000 22.. Undaan Kidul Undaan pakaian wanita, busana

Oleh karena insektisida deltametrin masih digunakan secara luas oleh petani untuk mengendalikan walang sangit (Leptocorixa acuta), maka perlu pengawasan yang lebih ketat

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada sistem penerimaan kas piutang pada Koperasi Indonesia Makmur sudah cukup baik, hal ini bisa dilihat dari bagian-bagian yang

1) Unit pelayanan informasi meteorologi di aerodrome harus memiliki salinan buku pedoman stasiun meteorologi, pedoman peralatan, standar teknis dan praktis, pedoman

Tahun 2010 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial maka institusi BPJS yaitu organisasi yang menyelenggarakan program BPJS harus mengikat kerjasama dengan setiap