• Tidak ada hasil yang ditemukan

Persepsi Petani Terhadap Siaran Pertanian DiRadio Fiska Fm Bogor : (Kasus Petani di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Persepsi Petani Terhadap Siaran Pertanian DiRadio Fiska Fm Bogor : (Kasus Petani di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat)"

Copied!
73
0
0

Teks penuh

(1)

PEJlSEPSI PETANI TERHADAP SIARAfli PERTANIAN

DI RADIO FISKA FM BOGC>R

(Kasus Petani di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat)

Abdul Aziz

JURUSAN SOSIAL EKOl\TOMI PER.TANIAN

FAKULTAS SAINS DAN TEKN01LOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI

JAKARTA

(2)

PE.RSEPSl PETANI TERHADAP

siarajセ@

PERTANIAN

Ill RADIO FISKA FM BOG()R

(Kasus Petani di Desa Sukamu!ya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogar Provinsi Jawa Barat)

Oleh:

Abdul Aziz

NIM : 100092020290

Skripsi

Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian I Agribisnis

Fakultas Sains clan Teknologi

Universitas Islam Negeri SyarifHidayatullah Jakarta

JURUSAN SOSIAL EKONOMI PEllTANIAN

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOiLOGI

UNIVERSITAS ISLAI\1 NEGERI

JAIURTA

(3)

JURUSAN SOSIAL EI(ONOMI PERTANIAN/AGRIBISNIS

FAI(ULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UIN SY ARIF HIDAY A TULLAH JAJKART A

Dengan ini menyatakan bahwa Skripsi yang ditulis oleh : Nama

NIM

Program Studi Judul Skripsi

: Abdul Aziz

: I 00092020290

: Sosial Ekonomi Pertanian/ Agribisnis

: Persepsi Petani Terhadap Siaran Pertanian di Radio Fiska FM Bogor (Kasus Petani di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barnt)

Dapat diterima sebagai syarat kelulusan tmtuk memperoleh gelar Sarjana pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Dekan,

Jakarta, September 2004 Menyetujui, Dosen Pembimbing

Pembimbing II,

⦅^セセ@

Ors. Acep Muhib, MMA NIP. 150 317 959

Mengetahui

Ketua Jurusan,

JJセGゥャ@

4-

Dr. Syopi nsyah Jaya Putra, M.Sis

NIP. 150 317 956 セ@

(4)

PENGESAHAN UJIAN

Skripsi berjudul "Persepsi Petani terhadap Siaran Pertanian di Radio Fiska FM Bogor (Kasus Petani di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat)" telah diuji dan dinyatakan lulus dalam sidang munaqosyah Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakaita, pada hari Sabtu, 18 September 2004. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Strata I (SI) pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian/Agribisnis.

Penguji II

Jakarta, September 2004 Tim Penguj i,

Penguji I

セL@

Ir. Mudatsir Najamuddin, MM

Penguji Ill

Drs. Acep Mubib, MMA

Mengetahui, Dekan

Fakultas Sains dan Telmologi

Dr. Syopiansyah aya Pntra, M.Sis

(5)

PERNYATAAN

DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRll'SI INI BENAR-BENAR

HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH l>IAJUKAN SEBAGAI

SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU

LEMBAGA MANAPUN.

Jakarta, September 2004

Abdul Aziz

(6)

RINGKASAN

Abdul Aziz, Persepsi Petani Terhadap Siaran Pertanian di Radio Fiska FM Bogor (Kasus Petani di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat) (Di bawah bimbingan U. Maman dan Acep l\iuhib).

Pertanian adalah salah satu sektor yang sangat p1lnting dalam memenuhi kebutuhan dasar hidup setiap individu manusia di muka bumi ini. Namun jika sektor pertanian sudah berubah ke sektor lain, sepe1ti pertambangan galian C di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat, maka akan berdampak buruk terhadap kelangsungan lahan pertanian di masa yang akan datang. Dampak yang akan terjadi secara langsung adalah, berk"Urangnya lahan produktif untuk pertanian dan semakin sedikitnya masyarakat (khususnya petani) yang bekerja pada sektor tersebut. Hal ini terjadi karena kurangnya inforrnasi tentang pertanian serta tidak tersedianya para penyuluh pertanian yang dapat memberikan informasi pertanian secara langsung kepada masyarakat. Jika situasi tersebut tidak disikapi dengan baik maka akan berdampak buruk di kemudian hari. I11elalui media informasi, masyarakat dapat dengan mudah mendengarkan informasi-informasi tentang pertanian. Salah satu media informasi tersebut adalah media radio lokal yang berada di tengah-tengah masyarakat Desa Sukamulya. Stasiun Radio Fiska FM Bogor secara khusus membuat program acara siaran pertanian yang mengangkat materi/isi siaran seputar pemmsalahan pertanian di Desa Sukamulys. dengan tujuan untuk mengajak masyarakat agar labih proaktif dalam menyikapi permasalahan-permasalahan pertanian yang terjadi di Desa Sukamulya.

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (I) mengetahui persepsi petani terhadap siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor dan (2) menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi persepsi petani terhadap siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor. Penelitian dilakukan di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin

Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat pada Bulan Juli sampai Bulan Agustus tahun

2004. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja atau puf]JOSive. Teknik pengambilan

sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling (Sampel acak sederhana)

dan ukuran sampel yang digunakan untuk mendapatka.n sampel penelitian aalah

dengan menggunakan rumus Simple Random Sampling menurut Zikmulk. Metode

penelitian yang digunakan adalah metode survai. Pengola.han data dilakukan dari basil kuesioner, selanjutnya dibuat tabulasi silang, kemudian dianalisis menggunakan

pengujian secara uji statistik, yaitu chi-square.

(7)
(8)

KATA PENGANTAR

Assalamu 'alaikmn Waraltmatullahi Wabarakatuuh.

Alhamdulillahirobbil 'alamin, segala puja dan puji tercurahkan kehadirat ilahi

rabbi Allah SWT yang telah memberikan !impahan nikmat dan hidayah-Nya yang

tidak terhingga, sehingga penulis dapat menyelesaikan skrispi ini dengan judul

"Persepsi Petani terhadap Siaran Pertanian di Radio Fiska Fl'\/[ Bogor (Kasus Petani di

Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat)".

Salawat serta salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah

mengajak ummatnya ke jalan yang diridhoi Allah SWT.

Dalam proses penulisan skripsi ini, penulis tentunya mengalami hambatan dan

ujian yang begitu banyak sehingga patutlah penulis mengucapkan banyak terima

kasih yang sedalam-dalamnya kepada :

1. Kedua orang tuah.'U Abah H. Syatibi Yusuf dan Thu Hj. Rumdanah yang begitu

sabar menunggu penulis menyelesaikan kuliah ini dan tanpa henti-hentinya

membantu secara materi dan moril yang tiada batas. Mudah-mudahan Allah SWT

selalu memberikan kemudahan dan keselamatan kepada kedua orang tuaku.

Amin.

2. Bapak Drs. U. Maman, M.Si dan Bapak Drs. Acep Muhib, MMA selaku dosen

pembimbing yang telah sabar menunggu penulis menyelesaikan skripsi ini.

3. Bapak Ir. Mudatsir Najamuddin, MM selaku Penguji I ujian skripsi yang juga

telah sabar dan terus memberikan perhatian dan m.otivasinya kepada penulis

sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

4. Bapak Dr. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis selaku Dekan Fakultas Sains dan

Teknologi UIN SyarifHidayatullah Jakarta.

5. Bapak Ir. Mudatsir Najamuddin, MM dan Bapak Drs. Acep Muhib, MMA selaku

Ketua Jurusan dan Sekertaris Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian UIN Syarif

(9)

6. Kakakku Drs. H. Mustafa Kamal yang telah banyak membantu penulis menyelesaikan skripsi ini baik rnateri maupun moril.

7. Kakak Munawar, Ce Nunung, Kakak Marwaji, Kakak Anwar Musyaddad, Kakak Jamal (axes), serta adikku Najib dan Yasir yang telah bersama-sama hidup dalam keluarga besar bersama penulis dalam lingkungan yang harmonis dan rukun-rukun. Amin

8. Keponakanku yang cantik-cantik, eva, ofah, kaka, syifa, dan dini yang telah banyak memberikan motivasi dengan canda-candanya yang lucu dan ngegemesin. 9. Kru di Fak.ultas Sains dan Teknologi, Ibu Ofah, Bpk Gun, Bpk Ocin, dan bpk/ibu

lainnya yang telah banyak membantu penulis dalam proBes penyelesaian skrispsi ini.

10. Bpk Basyir di Perpustakaan Fakultas Sains dan Teknologi yang begitu baik sama penulis.

11. Bos Mufid Ansori, anak ekonomi UIN angkatan 2000.

12. Bos mahfad (anak ekonomi UMJ) dan bos irnan, Bos Ari Timan (Wong Pangandaran), dan bos-bos lainnya yang telah banyak menyita waktu bersama penulis untuk diskusi dan saling bertukar pik:iran.

13. Teman baikku agribisnis 2000, fatwa Mui, jerry, acak, mila, abu, yusuf, heni, lulu, masburi, GW, O'O, salim, ade sugesti, sri, arm:an, dan teman-temanku lainnya serta Fitria Yuliati (teman spesial) yang telah bersama-sama memotivasi diri untuk menyelesaikan tugas penulisan skripsinya masing-masing.

14. Sernua teman baikku yang tidak tertulis semoga kalian se:mua meraih kesuksesan dalam hidup ini dan tentunya tetap ingat dengan

Akhimya penulis berharap semoga kita semua dapat menjalankan kewajiban ini (penulisan skripsi) dengan sebaik-baiknya.

Wassalaumi 'alaikum Wo.rahmatullolii Wa.barakatuk

Jakarta, Februari 2005

(10)

DAFTARISI

KATA PENGANTAR ... .

DAFTARISI... ... iii

DAFTAR TABEL ... . v

DAFT AR GAMBAR ··· VI DAFTAR LAMPIRAN ... vn BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1 1.2. Perumusan Masalah ... .. . ... ... . . ... ... ... ... 4

1. 3 Tujuan Penelitian . . . .. . . .. . . 4

1.4 Kegunaan Penelitian . . . .. . . .. . . 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Persepsi . . . ... . . .. . . 6

2.2. Masyarakat Petani .. .... .... ... . ... ... . . .. ... .. ... ... .. . ... ... ... 11

2.3. Siaran Radio dan Siaran Pertanian di Radio Fiska FM ... 14

2.3 .1. Siaran Radio . . . . ... . . .. . . .. . . .. . . .. .. . . 14

2.3.2. Siaran Pertanian di Radio Fiska FM Bogor ... 18

2.4. Faktor-faktor yang Be1pengaruh Terhadap Persepsi ... 20

2.5. Kerangka Pemikiran ... 22

2.6. Hipotesa ... ... ... 24

BAB ill METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Tempat danLokasi Penelitian ... 25

3.2. Teknik Pengambilan Sampel ... 25

3.3. Teknik Pengumpulan Data... 27

3.4. Teknik Pengolahan dan Analisis Data ... 28

3.5. Definisi Operasional ... 29

(11)

3. 5. 2. Persepsi Petani terhadap Siaran pe1tanian .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. 30

BAB IV GAM.RARA.N UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1. Keadaan UmumDesaSukamulya ... ... 31

4.2. Keadaan Radio Fiska FM Bogor .... .... ... .. .... .. ... 36

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Karakteristik Responden Petani ... 37

5.1.1. Umur ... 37

5 .1.2. Tingkat Pendapatan ... ... .... .. .... ... 38

5.1.3. Tingkat Pendidikan ... 39

3.1.4. Status KepemilikanLahan Pcrtanian ... 40

5.2. Persepsi Petani Terhadap Siaran pertanian ... 41

5 .2.1. Persepsi Petani terhadap Materi/Isi Siaran Pertanian di Radio Fi ska FM Bogor . . . 42

5.2.2. Persepsi Petani Terhadap Jam Siar Siaran Pertanian di Radio Fiska FM Bogor .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. 44

5 .3. Hubungan Karakteristik Petani dengan Persepsi Petani Terhadap Siaran Pertanian di Radio Fiska FM Bogor... 47

BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan ... 51

6.2. Saran ... セNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN@ ... 52

DAFTAR PUSTAKA ... 53

(12)

DAFTAR TABEL

Tabel 1. Penggunaan Tanah Desa Sukamu!ya .. .. . . .. . .. . . .. . . .. . .. . . .. . . ... . . . .. . 31

Tabel 2. Kondisi Demografi Desa Sukamutya tahun 2004 ... .... 33

Tabel 3. Tingkat Pendidikan Penduduk Desa Sukamulya. ... 34

Tabel 4. Mata Pencaharian Penduduk Desa Sukamulya ... 35

Tabel 5. Jumlah Responden Petani Berdasarkan Umur ... 37

Tabel 6. Jumtah Responden Petani Berdasarkan Tingkat Pendapatan ... 38

Tabet 7. Jumlah Responden Petani Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 39

Tabel 8. Jumtah Responden Petani Berdasarkan Status Kepemilikan Lahan .... 40

Tabel 9. Persepsi Petani terhadap Materi/Isi Siaran Pertanian di Radio F1ska FM Bogor ... ... ... .. ... ... .. ... 42

Tabel 10. Persepsi Petani Terhadap Jam Siar Siaran Pertanian di Radio Fiska FM Bogor ... ... 45

Tabet 11. Hubuugan Antara Persepsi Petani berdasarkan Karakteristik Petani dengan Materi/isi Siaran Pertanian di Radio Piska Bogor. .. . .. . 48

[image:12.595.42.450.137.475.2]
(13)

DAFTAR GAMBAR

Garn bar 1. Proses Persepsi . . . .. . . . .. . .. . . . .. . .. . . .. . . .. . .. .. . . .. . . 8

Gambar 2. Bagan Kerangka Pemikiran Persepsi Petani Terhadap Siaran

[image:13.595.62.435.163.486.2]
(14)

DAFfAR LAMPIRAN

(15)

1.I. Latar Belakang

RABI

PENDAHUI.UAN

Pertanian adalah salah satu sektor yang sangat pf:nting dalam memenuhi

kebutuhan dasar hidup setiap individu manusia di muka burni ini. Hal ini disebabkan

setiap individu pasti membutuhkan komoditas pertanian sebagai alat untuk

mencukupi kebutuhan jasmani. Jika sektor pertanian ditinggalkan oleh petani dan

tidak ada yang ingin melakukan kegiatan pada sektor pertanian tersebut, maka ini

akan berakibat sangat buruk. Seperti yang tetjadi di Desa Sulkamulya di bagian Barat

Kabupaten Bogor, lahan pertanian banyak ditinggalkan oleh pemiliknya dan dijual

kepada pengusaha galian (Bogor Barat merupakan daerah yang sangat potensial

untuk usaha pertambangan galian karena memiliki sumber <la.ya alam yang melimpah

seperti pasir, batu kali, abu, dan sumber daya alam lainnya). Biasanya daerah yang

memiliki sumber daya alam seperti pasir, batu kali, serta number daya alam lainnya

dinamakan daerah pertambangan galian C).

Lahan pertanian di Desa Sukamulya yang paling banyak dijadikan .

pertambangan galian C adalah lahan persawahan. Hal ini disebabkan karena I ah an

persawahan di Desa Sukamulya memiliki kandungan pasir yang tinggi dan sangat

potensial serta mampu memberikan hasil dalam kurun waktu yang relatif singkat.

(16)

areal pertanian khususnya persawahan di Desa Sukamulya serta terjadinya degradasi

lahan pertanian yang cukup besar.

Pemilik lahan pertanian di Desa Sukamulya melalmkan tindakan penjualan

lahan pertanian kepada pihak pengusaha pertambangan galian disebabkan oleh

rendahnya tingkat pendapatan petani ( dari usaha tani yang dilakukan) sehingga jalan

yang mudah untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar adalah menjual tanah. Di

samping itu desakan dan rayuan oleh pihak-pihak tertentu serta tekanan dari keluarga

membuat mereka tidak berdaya untuk mempertahankannya. Faktor keluarga

khususnya anak petani yang sudah dewasa menginginkan kendaraan bermotor untuk

bergaya dan tentunya supaya tidak ketinggalan zaman. Kebiasaan ini juga

menyebabkan ada sebagian petani yang tidak lagi me!almkan kegiatan usahanya di

areal pertanian, sebaliknya mereka berpindah pekerjaan seperti menjadi buruh kasar,

kuli pasir, serta pekerjaan kasar lainnya. Hal ini difa,kukan karena mereka

menganggap dengan usaha tersebut cepat mendatangkan uang. Lain halnya jika

bertani, uang lambat diperoleh karena menunggu musim panen tiba.

Perpindahan pekerjaan yang terjadi pada sebagian µetani tersebut berimbas

terhadap anak-anaknya. Anak-anak mereka yang sudah d0wasa tidak tertarik untuk

meneruskan pekerjaan sebagai petani. Para pemuda atau anak petani yang sudah

dewasa lebih senang mencari uang dengan menjadi ku11i pasir karena tidak

membutuhkan ijasah. Ini diakibatkan oleh rendahnya tingkat pendidikan pada para

pemuda, dimana minat terhadap sekolah rendah. Rendahnya tingkat pendidikan pada

(17)

informasi dari koran, majalah, dan media cetak Iainnya. Hal ini disebabkan karena

kemampuan baca tulisnya rendah. Mereka lebih senang mendengarkan atau melihat

informasi dari media elektronik seperti televisi dan radio.

Rendahnya minat baca dan tulis pada petani di Desa Sukamulya

mengakibatkan mereka mencari informasi yang tidak membutuhkan kemampuan

baca tulisnya. Salah satu media informasi yang dapat dijadikan tempat untuk

memperoleh informasi atau pesan adalah media komunikasi dektronik radio.

Media radio menjadi salah satu sarana untuk memberikan pesan dan

informasi kepada petani di Desa Sukamulya, karena terdapat kemudahan untuk

mendapatkan informasi. Setiap audience (petani) hanya membutuhkan alat indera

pendengar untuk mendapatkan informasi clan pesan yang diberikan oleh media radio.

Berbeda dengan media televisi yang mengharuskan pemi.rsanya untuk melihat clan

mendengarkannya.

Stasiun radio siaran yang ada di Desa Sukamulya adalah Stasiun Radio Fiska FM

Bogor. Radio Fiska FM Bogor adalah stasiun radio lokal yang berada di

tengah-tengah masyarakat Desa Sukamulya. Stasiun radio tersebut memiliki program acara

pertanian dengan segmentasi pendengarnya adalah petani. Program siaran pertanian

di Radio Fiska FM Bogor memiliki tujuan untuk mendidik clan memberikan

informasi terbaru tentang pertanian serta membahas isu-isu yaing berkembang tentang

pertanian di wilayah Desa Sukamulya. Tujuan Iain dari siaran pertanian di Radio

Fiska FM adalah memberikan penyuluhan pertanian. Tujuan ini dilakukan dengan

(18)

(terutama lahan pertanian) kepada pengusaha pertambangv.n galian C agar pada

masa-masa yang akan datang tidak kembali menjual lahan pertaniannya.

1.2. Pcrumusan Masalah

Realitas dan adanya beberapa masalah di atas membuat pencliti ingin melihat

persepsi petani terhadap siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor dan faktor-faktor

apa saja yang mempengaruhinya. Untuk memudahkan penelitian maka dilakukan

perumusan permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimana persepsi petani terhadap siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor?

2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi persepsi petani terhadap siaran

pertanian di Radio Fiska FM Bogor?

1.3. Tu.iuan Penelitian

Tujuan pcnelitian ini adalah :

1. Mengkaji persepsi petani terhadap siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor.

2. Menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi persepsi petani terhadap

siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor?

1.4. Kegunaan Penclitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan kegunaan bagi

(19)

1. Peneliti, sebagai bahan informasi yang perlu diperhalikan (khususnya peneliti

dibidang pertanian) agar secara serius melakukan langkah-langkah antisipatif

dengan cara melakukan penelitian yang sama.

2. Pemerintah, sebagai bahan informasi tentang pentingnya sektor pertanian dan

juga sebagai bahan informasi tentang siaran pertanian yang semakin jarang

disiarkan oleh media radio.

3. Perguruan tinggi, memberikan sumbangan pemikiran kepada UIN Jakarta

dan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh di kampus serta merupakan

salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Jurusan Sosial

(20)

2.1. Pcrsepsi

BABil

TINJAUAN PUSTAKA

Persepsi adalah suatu interpretasi individu terhadap suatu objek yang akan

memberikan makna terhadap dirinya. Persepsi merupakan ungkapan pribadi dalam

upaya untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan manusia untuk mengetahui makna

dari informasi yang diterima. Menurut DeVito (1997), persepsi adalah proses dengan

mana kita menjadi sadar akan banyaknya stimulus yang mempengaruhi indera kita.

Secara formal, persepsi menurut Simamora (2002) dapat didefinisikan sebagai

suatu proses, dengan mana seseorang menyeleksi, mengorganisasikan, dan

mengiterupsi stimuli ke dalam suatu gambaran dunia yang berarti dan menyeluruh.

Stimuli adalah setiap input yang dapat ditangkap oleh indera., seperti produk, merek,

iklan, berita di radio, dan lain-lain. Stimuli tersebut diterima oleh pancaindera,

seperti, mata, telinga, mulut, hidung, dan kulit.

Persepsi adalah proses pemberian makna sehingga merasa memperoleh

pengetahuan baru. Persepsi yang dimiliki seseorang sangat tergantung pada faktor

internal dari individunya. Faktor-faktor tersebut antara lain pengalaman, motivasi,

nilai dan keyakinan. Karena itu, persepsi masing-masing individu akan beragam

antara satu individu dengan individu lainnya.

Persepsi dibentuk oleh serangkaian proses yaitu :;eleksi, organisasi dan

(21)

terjadi dengan cepat dan bersamaan. Seleksi adalah proses penyeleksian stimulus dan hanya stimulus yang sesuai dengan kebutuhan atau yang menarik saja yang kemudian akan diubah menjadi kesadaran. Organisasi merupakan :ruatu proses menyusun rangsangan ke dalam bentuk sederhana dan terpadu, secla ngkan interpretasi yaitu merupakan proses dimana seseorang membentuk penilaian-penilaian dan mengambil kesimpulan yang lebih dikenal dengan evaluasi dan identifikasi (Sugiyanto, 1996).

Menurut Soemirat dan Ardianto (2002) persepsi meliputi kognisi, motivasi dan sikap. Persepsi diartikan sebagai hasil pengamatan terhadap unsur lingkungan yang dikaitkan dengan proses pemaknaan, dengan kata lain individu akan memberikan makna terhadap rangsang berdasarkan pengalamannya. Dalam ha! ini, Soemirat dan Ardianto (2002) menjelaskan bahwa perilepsi atau pandangan individu akan positif apabila informasi yang diberikan oleh rangsang dapat memenuhi kognisi atau pengetahuan individu. Sebaliknya jika informasi yang datang tidak memberikan manfaat serta individunya memiliki pandangan negatif maka individu-individu tersebut t[dak akan meresponnya. Hal ini disebabkan karcna informasi yang diperoleh tidak mampu memenuhi kognisi atau pengetahuan terhadap indi•1idu tersebut.

(22)

Motif adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu

untuk melakukan keinginan-keinginan tertentu guna mencapai tujuan.

Sikap adalah kecenderungan bertindak, berpersepsi, berpikir dan merasa

dalam menghadapi objek, ide, situasi atau nilai. Sikap bukan perilaku, tetapi

merupakan kecenderungan untuk berperilaku dengan cara-cara tertentu (Soleh dan

Elvinaro, 2002). Sikap mempunyai daya pendorong atau moiivasi. Sikap menentukan

apakah harus pro atau kontra terhadap sesuatu, menentukan apa yang disukai,

diharapkan, dan diinginkan. Sikap mengandung asfek evaluatif, artinya mengandung

nilai menyenangkan atau tidak menyenangkan dan sikap ini juga dapat diperteguh

atau diubah.

Persepsi bekerja dengan menjelaskan tiga Jangkah yang terlibat dalam proses

[image:22.595.37.453.144.567.2]

persepsi pada gambar di bawah ini.

Gambar I. Proses persepsi

Terjadainya Stimuli alat

indera

Sumber: Joseph De Vito, 1997

I

Stimuli alat indera diatur

--Stimuli alat indera dievaluasi dan

ditafsirkan

Pada tahap pertama alat-alat indera di stimuli ( dirangsang). Misalkan ketika

seseorang mendengarkan musik dari radio, ketika melihat scseorang yang sudah lama

tidak berjumpa, ketika mencium parfum, dan ketika mencicipi untuk merasakan

(23)

Pada tahap kedua, stimuli terhadap alat indera tersebut diatur menurut

berbagai prinsip, yaitu :

1. Proximity (kemiripan). Objek atau pesan yang secara fisik mirip satu sama lain

dipersepsikan bersama-sama atau sebagai satu kesatwm. Kita menyimpulkan

bahwa kedua obyek atau pesan tersebut berkaitan menurut pola tertentu.

2. Closure (Kelengkapan). Cara kita mempersepsikan obye.k atau pesan yang pada

kenyataannya tidak lengkap, melalui penambahan bagian-bagian yang

tampaknya logis untuk melengkapi obyek atau pesan tersebut.

Tahap ketiga dalam proses persepsi adalah penafsiran dan evaluasi. Langkah

ketiga ini mernpalrnn proses subyektif yang melibatkan evaluasi di pihak penerima.

Penafsiran dan evaluasi tidak semata-mata didasarkan pada rangsangan luar,

melainkan juga sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, keyakinan tentang

seharusnya, keadaan fisik dan emosi pada saat itu. Adanya peluang bagi penafsiran

dan evaluasi serta cara yang berbeda-beda pada setiap orang yang akan menafsirkan

dan mengevaluasi pesan, menyebabkan penafsiran ini akan berbeda bagi satu orang

yang sama dari waktu ke waktu. Persepsi seseorang sangat ditentukan oleh kondisi

lingkungan pribadinya yang mempengaruhi perilaku dan tindakannya.

Persepsi Japat terjadi karena adanya suatu peristiwa yang terjadi dan memiliki

pengaruh rerhadap setiap individu yang mengalaminya. Persepsi juga dapat terjadi

karena adanya suatu pesan yang diberikan oleh pemberi pesan kepada penerima

pesan. PeBan dapat diperoleh dari media massa elektronik maupun media-media

(24)

tujuan yang hendak dicapai, misalkan media informasi tersebut adalah radio. Media

radio merupakan media yang mewajibkan seseorang atau masyarakat harus memiliki

kemamµuan mendengar dan memahami akan informasi yang disampaikan oleh media

radio tersebut.

Radio merupakan salah satu bagian contoh dari komunikasi massa. Menurut

Asngari yang mengutip pendapat Litterer (1984), bahwa dalam komunikasi massa

radio siaran memiliki dua bagian yaitu penyampaian pesaTI1 (sender) dan penerima

pesan (receiver). Dari dua bagian tersebut mempunyai latar belakang yang berbeda

sesuai dengan sifat massanya. Programa radio siaran yang sampai pada masyarakat

akan menyebabkan terbentuknya suatu penilaian terhadap persepsi yang dimilikinya.

Persepsi pada masyarakat diawali dengan pemilihan, kemudian informasi yang masuk

tersebut disusun menjadi kesatuan yang bermakna, darn akhirnya membentuk

interpretasi mengena1 fakta keseluruhan dari informasi tersebut. Setelah proses

interpretasi seseorang menentukan pilihannya dan jawaban atas informasi yang

diterimanya.

Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah

sebuah pemberian makna atau asfek pengetahuan seseornng terhadap sesuatu obyek.

Persepsi seseorang terhadap suatu objek, umumnya selektif dan berbeda setiap

individu. Prinsip ini sifatnya selektif karena tergantung individu yang melaknkan

(25)

2.2. Masyarakat Petani

Manusia merupakan mahluk sosial yang dalam proses kehidupannya

membutuhkan bantuan orang lain. Adanya bantuan dari orang lain, maka proses

pemenuhan kebutuhan hidupnya akan terpenuhi. Maka tidak heran jika manusia

hidup secara berkelompok-kelompok yang pada akhirnya akan membentuk suatu

masyarakat.

Menurut Bouman seperti yang dikutip Hasansulana (1983), definisi

masyarakat adalah sekelompok manusia yang bekerja sama dengan cara teratur atas

dorongan hasrat-hasrat sosial atau sifat naluriah manusia yaitu, hasrat berhutang, rasa

harga diri, hasrat patuh, hasrat bergaul, hasrat tolong menolong dan kesukaan

memberi tahu serta mudah menerima kesan. Selain definisi tersebut, Hasansulana

(1983) juga mengutip definisi masyarakat menumt Wiriatmaja yaitu sebagai

segolongan manusia dalam keadaan berhubungan yang tetap atau agak tetap, yang

diorganisir untuk aktivitas-aktivitas bersamanya dan yang merasa terika:t kepadanya.

Salah satu kelompok dalam masyarakat adalah mayarakat petani yang

mengkhususkan diri pada usaha di bidang pertanian.

Masyarakat petani lahir sekitar 10.000 tahun sebelum masehi yang ditandai

dengan munculnya kemampuan untuk memelihara tanaman dan hewan atau yang

disebut kemampuan domistikasi. Menurut Firth yang dikutip Redfield (1982)

memper&'llnakan kata petani untuk setiap masyarakat produsen kecil untuk

keperluannya sendiri. Redfield (1982) mengemukakan bahwa petani hamslah

(26)

mata pencaharian dan suatu cara kehidupan, bukan suatu kegiatan usaha untuk

mencari keuntungan. Seorang petani adalah orang yang mengendalikan secara efektif

sebidang tanah yang dia sendiri sudah lama terikat oleh ikatan-ikatan tradisional dan

perasaan, sehingga tanah dan dirinya adalah bagian dari satu kesatuan yang tidak

dapat dipisahkan.

Kepemilikan tanah bagi seorang petani merupakan bagian yang penting karena

tanah atau Iahan pertanian adalah segalanya, sehingga memungkinkan mereka

meajalankan cara hidup yang biasa dan tradisional serta irnireka berinteraksi secara

intim. Akan tetapi tidak semua petani yang memiliki lahan jpertanian adalah sebagai

penanam modal usaha demi keuntungan. Hal ini dapat dilihat dari tingkat

perkembangan kehiclupan petani menurut Wolf yang dikutiJP Sutisna (2001) bahwa

petani terdiri dari pencocok tanam primitif, petani dan pengusaha pertanian atau

farmer. Petani bukanlah pencocok tanam primitif lebih mengutamakan untuk

menggunakan sebagian besar hasil pertanian untuk kepentingannya sendiri dan

memenuhi kewajiban kekerabatan, bukan untuk dipertukarkan dengan barang lain.

Pengusaha pertanian lebih berorientasi kepada bisnis dan mencari laba dalam

mengelola usaha taninya.

Empat karakteristik petani menurut Shani an yang dikutip Sutisna (2001)

adalah:

1. Petani selaku pelaku ekonomi yang memusatkan pada usaha tani milik keluarga.

2. Petani menggantungkan hidupnya kepada tanah, karena tanah merupakan sumber

(27)

3. Pernni memiliki budaya sosial yang kental dan mekanistik karena mereka

merupakan bagian dari warga desa yang berukuran kecil

4. Petani tidak gampang ditaklukkan oleh kekuatan ekonomi, budaya dan politik.

Menurut Sarwono (2003), usia seseorang dikatakan produktif adalah 25-29

tahun. Pada usia tersebut seseorang melakukan perkerjaan yang membutuhkan

kekuatan, kecepatan dan kecermatan gerak (misalnya dalam olah raga yang

membutuhkan tenaga fisik). Seorang petani yang memiliki usia diatas 30 tahuh masih

bisa disebut usia produktif Bahkan petani dengan usia diatas 50 tahun pun masih

banyak yang melakukan kegiatan usaha pertanian. Hal ini tidak bisa dikatakan ukuran

seorang µetani yang produktif adalah yang berusia 25-29 tahun.

Hurlock seperti dikutip Sarwono (2003) mengatakan bahwa tahap

perkembangan usia dewasa adalah 21-40 tahun dan usia setengah baya adalah 40-60

tahun serta usia tua adalah diatas 60 tahun. Dasar pengelompokan usia tersebut

dilak.ukan di negara maju seperti Amerika Serikat.

Penelitian ini membatasi usia petani sesuai dengar1 pendapat Hurlock dalam

Sarwono (2003) yaitu usia dewasa adalah 21-40 tahun. Pada kategori usia tersebut

seorang petani masih memiliki kemampuan yang cukup kuat dan semangat dalam

kegiatan usaha pertaniannya. Akan tetapi usia dengan kategori tua tidak mengikuti

pendapat Hurlock yaitu di atas 60 tahun. Penulis mcnentukan usia tua pada petani

antara 41-60 dengan dasar bahwa pada usia tersebut petani sudah masuk kategori tua

(28)

tersebut merupakan masa dimana petani masih melakukan kegiatan bertani tetapi

efektivitas waktu bertaninya berkurang.

2.3. Siaran Radio dan Siaran Pertanian di Radio Fiska Fll!l

2.3.1. Siaran Radio

Perkembangan informasi modern tidak lepas dari peni.ngkatan informasi yang

semakin tinggi. Komunikasi timbal balik sering distilahkan dengan komunikasi dua

arah atau two way communication merupakan suatu model komunikasi yang efektif.

Terobosan yang menentukan di lapangan terjadi dengan bermulanya

komunikasi tanpa kabel (wireless communication) yang memungkinkan menerima

pesan yang sama secara simultan di lokasi yang tak teiibatas jumlahnya. Sejak

komunikasi yang bersifat publik dan serempak atau synchronous menjadi mungkin

secara teknis, dan nyatanya memang komunikasi radio hanya dapat dilakukan secara

publik, dan sejak itu pula tidak mungkin untuk mencegah seseorang dari mendengar

apa yang disiarkan oleh suatu stasiun siaran. Satu-satunya syarat untuk menerima

pesan elektro-magnetic adalah pemilikan suatu pesawat pene:rima. Pesawat penerima

dalam penelitian ini adalah media radio yang mampu menerima pesan

e/ektro-magnetic tersebut.

Secara harpiah kata media memiliki arti "perant:ara" atau "pengantar".

Association for Education and Communication Technology (AEC1) yang dikutip oleh

(29)

dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi, sedangkan menurut Kamus

Besar Bahasa Indonesia (2002), media adalah suatu alat (sarana) komunikasi.

Media sesungguhnya adalah suatu sarana yang dibutuhkan oleh masyarakat

dalam setiap aspek dalam kehidupan. Media tersebut diantaranya adalah media radio

yang memiliki kemampuan penyampaian informasi secara cepat dan akurat kepada

pendengar. Media radio termasuk kedalam media elektronik juga bagian dari media

massa. Media elektronik adalah media massa yang mempergunakan alat-alat

elektror,ik medium, misalkan radio, televisi, dan film. Sedangkan media massa itu

sendiri memiliki definisi di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sarana dan

saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada

masyarakat luas.

Radio merupakan bagian dari media audio. Asnawir dan Masyiruddin (2002)

mengatakan bahwa media audio berkaitan dengan indera pendengaran, dimana pesan

yang disampaikan dituangkan dalam Jambang auditif, baik verbal (ke dalam kata-kata

atau bahasa lisan) maupun non verbal.

Akibat dari kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi orang

dapat menciptakan radio. Dalam pandangan Asnawir dan Basyimddin (2002), radio

merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunaka:n untuk mendengarkan

berita yang bagus dan aktual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan

(30)

Radio sebagai media massa muncul setelah adanya film, yakni sekitar tahun

1920. berberapa orang yang berjasa dalam penemuan radio antara lain Dr. Lee De

Forest, David Sarnoff, dan Dr. Frank Conrad (Amir, 1999).

Menurut Masduki (2004), radio sebagai medium komunikasi makin

diperlukan oleh masyarakat yang aktif bekerja. Masyarakat menurut Sari (1993)

adalah masyarakat yang menggunakan media massa sebagai sumber pemenuhan

kebutuhan bermedia. Sedangkan menurut Jetkins (1996) masyarakat adalah

kelompok atau orang-orang yang berkomunikasi dengan suatu organisasi, baik secara

internal maupun eksternal. Menurut Masduki (2004), radio memiliki tiga kekuatan

dibandingkan media-media lainnya yaitu

1. Mobilitas tinggi. Radio bisa membawa pendengarnya ke mana-mana sambil

tetap sibuk bekerja di suatu lokasi.

2. Realitas. Radio menggiring pendengar ke dalam kenyataan dengan suara-suara

aktual dan bunyi dari fakta yang terekam dan disiarkan.

3. Ke5egaran. Radio menyajikan informasi dan petu1njuk yang dibutuhkan

pendengar secara cepat, bahkan langsung pada saat kejadian. Pendengar bisa

berinteraksi dengan penyiar secara mudah melalui fasilitaB telepon.

Selanjutnya, Masduki (2004) mengatakan radio adalah suara. Suara

merupakan modal utama terpaan radio ke masyarakat dan stimulasi yang

dikoneksikan kepadanya oleh masyarakat. Secara psikologis suara adalah sensasi

yang te1persepsikan ke dalam kemasan auditif. Suara 、セャ。ュ@ sebuah radio adalah

(31)

dari suatu suara yang termediasi oleh teknologi yang kemudian menimbulkan formasi

imajinasi visual tertentu di benak pendengar. Setiap suara memiliki komponen visual

yang mampu menciptakan gambaran. Pencampuran antara kata, musik, dan efek

suara lainnya akan mempengaruhi emosi pendengar serta mengajak mereka berada di

lokasi kejadian yang dikomunikasikan.

Acara siaran radio merupakan alat penghubung autara pemberi pesan dengan

sasarannya. Pada masa sebelum jaman orde baru peran serta. siaran radio sangat kuat

sekali sebagai alat informasi yang cukup handal dalam rangka merebut kemerdekaan

dari penjajah (Effendy, 1990). Hampir seluruh masyarakat Indonesia merasakan

bagaimana handalnya peran radio dalam menyebarkan informasi. Radio pada masa

itu merupakan alat komunikasi antara penguasa Hindia Belanda Jepang dan Republik

Indonesia untuk digunakan sebagai alat propaganda yang sangat handal dalam

mempengaruhi audience atau masyarakat (Suharto, 1993).

Sebagai media komunikasi massa, pers (termasuk rad!io dan televisi) menurut

Abdullah (2000) dinilai memiliki kekuatan untuk mempengaruhi opini masyarakat.

Siaran radio merupakan bagian dari proses penyampaian pesan yang dilakukan oleh

stasiun radio dengan tujuan untuk didengar khalayak ramai.

Menurut Moses yang dikutip oleh Jahi (1988) bahwa siaran radio memiliki

suatu peranan yang besar di wilayah yang sangar luas. Hal ini dikarenakan siaran

radio dapat didengar oleh masyarakat dari berbagai tempat dimana siaran radio

(32)

Karena didominasi oleh massa yang amat heterogen, siaran radio mampu

mamberntuk opini atau persepsi masyarakat dan menimbulkan citra positif atau

negatif dari masyarakat tersebut. Opini dan citra masyarakat bisa muncul sangat

positif, bisa pula sangat negatif atau kebalikannya (Abdullah, 2000). Media radio

dapat pula dikomsumsi oleh massa yang homogen. Hal ini dapat dilihat dengan

adanya suatu program acara di radio yang lebih terfokus kepada suatu komuitas kecil

atau besar di kota maupun di desa. Misalnya program siaran radio atau salah satu

acaranya adalah yang mengkhususkan diri pada masalah pertanian, dimana tujuan

utama pendengarnya adalah petani.

Jadi sebenarnya dapat dilihat bahwa media radio merupakan suatu altematif

alat komunikasi yang cukup handal untuk digunakan sebagai alat di dalam

mendapatkan informasi atau hiburan bagi setiap individu yang membutuhkannya.

2.3.2. Siaran Pertanian di Radio Fislta FM Bogor

Siaran pertanian adalah satu program acara siaran radio dengan sasaran

utamanya adalah kalangan petani yang tinggal di pedesaan. Kondisi petani

mempunyai keragaman yang artinya antara daerah yang satu dengan daerah yang

Iainnya mempunyai perbedaan yang mendasar dalam ha! bahasa, pola hidup,

sosio-politik, clan tradisi atau kebudayaannya.

Program acara siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogar menjadi salah satu

proigram acara yang dibuat untuk memberikan informasi tentang pertanian dengan

(33)

satu bagian dari kelompok masyarakat di Desa Sukamulya memiliki potensi untuk

dikembangkan dan diberikan kesadaran akan pentingnya pertanian dalam kehidupan

sehari-hari, karena petani di Desa Sukamulya sudah banyak yang meninggalkan Iahan

pertanian.

Materi atau isi dalam siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor antara lain

pentingnya sektor pertanian merupakan sektor, sektor pertanian dalam bidang

perikanan penting untuk dibudidayakan, sektor pertanian dalam bidang perkebunan

penting untuk dikelola dan dikembangkan, sektor pertanian dalam bidang peternakan

penting untuk dikembangkan dan dibudidayakan, lahan pertanian penting untuk

dikembangkan bukan untuk dijual, dan dampak dari berubalmya lahan pertanian ke

lahan industri (galian pasir). Materi/isi yang akan dilihat dalam penelitian ini adalah :

a. Pentingnya sektor pertanian

b. Manfaat lahan pertanian

c. Dampak berubahnya sektor pertanian ke sektor industri

Informasi dari materi/isi yang disuguhkan dalam siaran pertanian di Radio

Fiska FM Bogor disiarkan pada jam siar pagi dan sore. Jam siar pagi dilaksanakan

padajam 7.00-8.30 WIB dan jam siar sore pada jam 15.30-17.00 WIB. Dalam satu

minggu, siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor dilaksanakan pada Hari Selasa

sore, Rabu malam, Kamis sore, dan Jum'at malam. Artinya dalam satu minggu,

siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor berlangsung selama 4 empat kali siaran

(34)

2.4. Faktor-faktor yang Berpengamh Terhadap p・イセ・ーウゥ@

lnformasi manakala mengandung unsur-unsur baru akan menjadi sesuatu yang penting •1ntuk diketahui. Sesuatu yang baru memang relatif, tetapi yang dianggap barn dalam ha! ini adalah sesuatu yang baru atau belum diketahui oleh petani.

figka FM Bogor sebagai agen pembaharu menyajikan informasi yang bersifat inovatif clan barn bagi petani dengan harapan agar petani memberikan respon terhadap informasi yang disampaikan oleh Fiska FM Bogor. Siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor mernpakan sesuatu yang barn untuk diketahui oleh petani clan khalayak lainnya. Hal ini menjadikan Stasiun Radio Fiska FM Bogor menjadi saluran informasi yang akan memberikan ide-ide barn atau sesuatu yang barn ( siaran pertanian) bagi pendengarnya (petani). Dengan demikian petani secara tidak langsung ak:an memberikan penilaian atau persepsinya terhadap ide-ide barn (siaran pertanian) tersebut.

(35)

dua puluhan. Kemampuan mental menurun sejalan dengan penurunan kemampuan

Fisik.

Lionberger (1960) melihat hubungan umur deng'm kemampuan kognisi dan

perilaku adopsi inovasi secara praktis. Semakin tua umur, terdapat kecenderungan

semakin menurunnya kesehatan dan kemampuan energi. Selain itu, petani tua

menghadapi permasalahan yang berbeda dengan petani muda. Petani tua cenderung

kurang respektif terhadap ide-ide barn dibanding petani muda.

Schram dalam Jahi (1988) menyebutkan, pendidikan menjadi faktor dalam

mendapatkan pengetahuan. Pendidikan melengkapi khalayak dengan

keterampilan-keterampilan komunikasi yang diperlukan. Sejalan dengan ini, Tichenor dalam

Maman (1996) mengatakan, kenaikan pendidikim formal menunjukkan

keanekaragaman dan perluasan ruang kehidupan. Menumt Tichenor, pendidikan

menggambarkan kemampuan kognitif seseorang serta lebih banyaknya pengetahuan

yang mereka miliki.

Sementara itu Rogers yang dikutip Maman (1996) mengatakan bahwa dalam

menjelaskan kesenjangan pengetahuan lebih menekankan pada perbedaan struktur

sosial ekonomi. Menurut pengamatannya, kelompok masyarakat yang memiliki status

sosial ekonomi lebih tinggi memiliki penerimaan dan respon terhadap perubahan

yang lebih tinggi. Selain itu, mereka yang berasal dari kelom]pok yang berstatus sosial

ekonomi lebih tinggi cenderung memiliki sumber daya yang memadai untuk

melakukan inovasi. Sedangkan yang berstatus sosial ekonominya rendah cenderung

(36)

Selain itu, menurut Rogers dalam Maman (1996), mereka yang berstatus

sosial ekonomi lebih tinggi cenderung memiliki persamaan dengan para komunikator.

Pesan-pesan yang disampaikan akan lebih cepat memiliki efek bila disampaikan

kepada para petani yang berstatus sosial ekonomi lebih tinggi.

Pengamatan Lionberger (1960) terhadap proses dalam ide-ide dan praktek

baru menunjukkan status lahan garapan berhubungan dengan keutuhan adopsi

inovasi. Adopsi inovasi memerlukan proses pengambilan keputusan. Para petani

pemilik dapat mengambil keputusan dengan mudah untuk melakukan sebuah praktek

baru. Sebaliknya petani penggarap sangat tergantung kepad'a pemilik, terutama bila

adopsi memerlukan dukungan finansial. Sebagai konsekuensinya, adopsi inovasi

lebih banyak dilakukan oleh petani pemilik. Dalam kaitannya dengan persepsi petani

terhadap siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor; adopsi inovasi yang dimaksud

adalah siaran pertanian sebagai sesuatu yang barn untuk diketahui oleh petani dan

khalayak lainnya. Siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor tersebut pada dasarnya

mengadopsi siaran pedesaan yang pemah ada di Indonesia pada zaman sebelum era

reformasi.

2.5. Kerangka Pemikiran

Persepsi adalah proses pemberian makna sehingga memperoleh pengetahuan

baru. Salah satu komponen masyarakat di pedesaaan adalah petani. petani dapat

memperoleh pengetahuan baru jika dalam proses kehiduparmya mendapatkan suatu

(37)

adanya siaran radio yang menjadi tujuan untuk memberikan informasi atau

pesan-pesan kepada petani di Desa Sukamulya. Salah satu program acara dengan tujuan

khusus untuk petani adalah siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor. Informasi

yang diperoleh oleh petani dari siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor diperoleh

dengan cara mendengarkan dan alat untuk memahaminy:a adalah kesadaran dan

kognisi.

Penelitian ini akan melihat persepsi petani terhadap siaran pertanian di Radio

Fiska FM Bogor, yaitu bagaimana petani memberikan makna pada pesan atau

informasi dari siaran radio dari apa yang diberikan oleh Radio Fiska FM Bogor

tentang siaran pertanian. Hal ini ditentukan oleh karakteristik petani sebagai individu

yaitu umur, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan status kepemilikan Iahan

pertanian. Gambar 2 menunjukkan kerangka berfikir :;ecara operasional dari

penelitian yang dilakukan.

Gambar 2. Bagan Kerangka Pemikiran Persepsi Petani Terbadap Siaran Pertanian di

Radio Fiska FM Bogor.

Karakteristik Jndividu Petani

Persepsi Plltani terhadap Siaran

l. Umur Pertanian

2. Tingkat Pendapatan

l. Materi I isi

3. Tingkat Pendidikan

2. Jam Siar

4. Status Kepemilikan Laban

[image:37.595.38.459.169.505.2]
(38)

2.6. Hipotesa

Ada hubungan antara karakteristik individu petani ( mnur, tingkat pendapatan,

tingkat pendidikan, dan status kepemilikan lahan pertanian) dengan persepsi petani

(39)

BAB ill

METODOLOGI PENELITIAN

3.1. Tempat dan Lokasi Penelitian

Penelitian dilakukan di Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten

Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja atau

purposive, dengan pertimbangan bahwa di desa tersebut telah terjadi degradasi lahan

pertanian yaitu dengan berubahnya lahan pertanian ke lahan pertambangan galian C

serta adanya media siaran radio lokal yang memberikan informasi dan penyuluhan

tentang pertanian secara khusus kepada masyarakat di Desa Sukamulya.

Perubahan status lahan pertanian tersebut dialdbatkan oleh adanya

pertambangan galian basil alam seperti pasir, teras, clan lainnya yang sebagian besar

menggunakan lahan pertanian. Berdasarkan pengamatan awal penulis, petani di Desa

Sukamulya sebagian besar berpindah pekerjaan yaitu dari petani ke buruh kasar

seperti kuli menaikkan hasil alam ke mobil karena lahan pertmian mereka telah dijual

ke pengusaha galian. Penelitian ini dilakukan dari Bulan Juli sampai Bulan Agustus

2004.

3.2. Teknik Pengambilan Sampel

Populasi adalah keseluruhan objek penelitian, yaitu seluruh petani di Desa

Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Sampel

yang merupakan bagian atau elemen dari suatu populasi diambil dengan tujuan untuk

(40)

Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah

Simple Random Sampling (SRS). Metode tersebut merupakan metode pengambilan

sampel berpeluang acak sederhana, artinya setiap elemen dalam populasi (responden petani), mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sebagai sampel. Adapun jumlah petani di Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat berjumlah 250 orang. Data petani tersebut diambil dari Laporan Potensi Desa Sukamulya ta:hun 2004.

Menentukan jumlah ukuran sampel dari 250 poplasi p(itani di Desa Sukamulya adalah dengan menggunakan rumus simple random sampling menurut Zikmulk yang dikutip oleh Ruslan (2004) yaitu :

Keterangan :

11

z

s

E

(ZS)2

n =

-E

: ukuran atau besarnya sampel : nilai standar corifidental level

: standar deviasi ( estimasi) terhadap populasi : besarnya error yang dapat diterima

(41)

Maka standar deviasi yang diperoleh adalah 25 responden petani dari 250 populasi

petani. Sampling error yang dapat diterima adalah 2 % dengan kata Iain persentase

ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat diinginkan

sekitar 2 %. Maka dengan error 2 % dari 250 populasi petani di Desa Sukamulya

didapatkan 5 responden sampel yang salah. Dengan demikian hasilnya adalah sebagai

berikut:

n = (ZS)2

E

= (1,96) (25)2 5

= (49)2

5

= (9,8)2

= 96,04 "' 96 sampel petani

Berdasarkan rumus Zikmulk dalam Ruslan (2004) di atas dihasilkan 96

responden sampel dari 250 populasi petani di Desa Sukamulya. Sampel 96 petani di

Desa Sukamulya didapatkan dengan cara menggunakan daftar nama petani, kemudian

ditetapkan nomor yang ganjil sesuai dengan ukuran sampel yang telah di tentukan

yaitu 96 sampel.

3.3. Teknik Pengumpulan Data

Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai yaitu penelitian yang

mengambil sampel dari suatu populasi. Pada pelaksanaan survai, digunakan

kuesioner sebagai alat pengumpulan data pokok yang kemudian akan diolah dan

(42)

Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer di penelitian ini menggunakan kuesioner, yaitu dengan memberikan sejumlah daftar pertanyaan kepad.a responden yang terpilih untuk menjadi sampel penelitian. Sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan, seperti buku, laporan penelitian, dan literatur yang relevan dengan penelitian.

3.4. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

Pengolahan data dilakukan dari basil kuesioner dalam rangka menjawab identifikasi masalah dan tujuan peneltian, selanjutnya membuat tabulasi silang. Beberapa data lainnya dianalisis dengan pengujian secara statistik, yaitu chi square (Khi-Kuadrat) untuk melihat hubungan antara karakteristik individu petani dengan persepsi terhadap siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor.

Rumus chi square berdasarakan Singarimbun (1989) adalah sebagai berikut :

(Fo-ft)2

x•=I:[

J

ft

Keterangan :

X2 : Chi-kuadrat hitung (nilai perhitungan)

Fo : Frekuensi yang diperoleh dari survai Ft : Frekuensi teoritis

(43)

X2hit K=

X21iit+ n

Keterangan :

n : Jumlah responden

3.5. Definisi Operasional

3.5.1. Karakteristik Individn Petani

1. Umur adalah usia petani yang dihitung dari tahun kelahiran saat penelitian berlangsung. Umur dikelompokkan menjadi :

a. Muda/remaja : 21 - 40 tahun b. Tua : 41 -60 tahun

2. Tingkat pendapatan adalah jumlah uang yang diperoleh petani setiap bulan dan hasil dari hasil bertani, berdagang, pemberian anak, kiriman, dan Iain-Iain. Pendapatan dikelompokkan menjadi :

a. Rendah : < Rp 550.000,-b. Tinggi : > Rp

555.000,-3. Tingkat pendidikan adalah pendidikan formal tertinggi yang dicapai oleh petani. tingkat pendidikan dikelompokkan menjadi :

a. Rendah : Tidak Sekolah - SD

b. Tinggi : SMP-SMU

(44)

a. Petani penggarap adalah petani yang menggrap mahan milik orang Jain dan mempunyai hak untuk membuat dan memutuskan atas lahan tersebut.

b. Petani pemilik adalah petani yang mempunyai lahan dan menggarapnya sendiri.

3.5.2. Persepsi Petani terhadap Siaran Pertanian

I. Persepsi terhadap materi/isi adalah persepsi petani terhadap materi/isi pada acara siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor. materi/isi siaran pertanian tersebut adalah:

a. Pentingnya sektor pertanian b. Manfaat lahan pertanian

c. Dampak berubahnya sektor pertanian ke sektor industri

Terdapat dua kategori (I) negatif = skor 5 - 10, artinya materi-materi atau isi siaran pertanian yang dianggap tidak menarik oleh responden petani; dan (2) positif = skor 11 - 15, · artinya materi-materi atau isi siaran pertanian yang dianggap menarik oleh responden petani.

(45)

BAB IV

GAMBARAN UMUM LOKASI PENELllTIAN '

4.1. Keadaan Umum Desa Sukamulya

Penelitian ini dilakukan di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Desa Sukamulya adalah desa yang terletak di Kabupaten Bogor bagian barat dimana posisinya berdekatan langsung dengan Desa Suradita Kabupaten Tangerang Provinsi Banten. Luas Wilayah Desa Sukamulya 1070,2 ha yang digunakan untuk berbagai penggunaan. Secara rinci dapat dilihat pada tabel l dli bawah ini.

Tabel I. Penggunaan tanah di Desa Sukamulya

セッN@

·•·· ',. ZNᄋN\ᄋセᄋZGᄋZ[⦅N|MLᄋZ⦅GOB@ ___ :::: __ :-.·.·:'·'·/-_- -. >

> •··· .

tallun

2()o4

·.>;\'.'' .

• p・QQァァQQョセAャセ@ Gヲ。QQセィO@ ... · .. ·

, . Jmllfa!t IB"ii\

· ·· ...

ᄋセᄋゥ|@

..

. -· ::; .· .

1. Pemukiman 382.49 35,74

2. Banmman 32.43 3.03

3. Pertanian

-

Persawahan 197,45 18.45

-

Perkebunan 38.95 3.64

-

Perikanan Darat/Air Tawar 6.0 0.56

4 LadangJTegalan 345.25 32.26

5. Padang Rumput/Stepa/Ladang 41.20 3.85

Gembalaan/Pangonan

6. Rekreasi dan Olah Raga 1· • 9.1 0.85

7. Raw a 3.0 0.28

8. Lain-lain 14.34 1.34

TOTAL 1070.2 100

Sumber : Data PotenSI Desa Sukamulya (2004)

[image:45.595.38.453.208.592.2]
(46)

Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Suradita Kecamatan Cisauk Kabuapten Tangerang Provinsi Banten.

Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Tamansari Kern>matan Rumpin Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat

Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Mekarsari Kecama.tan Rumpin Kabuapten Bogor Provinsi Jawa Barat

Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Gunung Sindur Ke1;amatan Gunung Sindur Provinsi Jawa Barat

Lokasi Desa Sukamulya dengan ibu kota Kecamatan berjarak I 0 km yang dapat ditempuh selama setengah jam. Jarak tersebut Iebih dekat jika dibandingkan dengan jarak desa ke Ibukota Kabupaten mencapai 6 kali jarak ke ibukota kecamatan yaitu 59 Km dan diternpuh selama 3 jam. Sedangkan ke ibukota kota provinsi waktu yang dibutuhkan selama 7 jam dengan jarak tempuh 184 Km. Kondisi seperti ini mengakibatkan Desa Sukarnulya mengalami hambatan di dalam rnelakukan pembani,>unan sarana dan prasarana karena jauhnya dari ibukota kabupaten dan telah rusaknya sarana jalan umum yang sudah berlangsung cul::up lama. Dengan keadaan seperti ini, rnaka rnasyarakat di Desa Sukamulya mengala.mi kesulitan mendapatkan informasi yang berkernbang di wilayah Kabupaten Bogor.

(47)

Jumlah kepala keluarga (KK) di Desa Sukamulya mencapai 2401 orang dengan jumlah penduduk sebanayk 11785 orang. Ada.pun komposisi penduduk berdasarkan jender yaitu Iaki-Iaki 5792 orang dan perempuan 5993 orang, yang berarti jumlah wanita di Desa Sukamulya lebih banyak di !bandingkan dengan laki-laki.

Tabel 2. Kondisi Demografi Desa Sukamulya Tahun 2004

No. Kondisi Demo1?rafi . • .. ... · Jumlal1Jofa1illtY .

.

.

l. Jumlah Kepala Keluarga IKKl 2401

2. Jumlah penduduk Desa Sukamulva 11785

3. Jumlah Penduduk laki-laki 5792

4. Jumlah penduduk peremouan 5993

5. Jumlah penduduk laki-laki dalam 2287

kelomook umur 21-40 tahun

6. Jumlah penduduk laki-laki dalam 1214

kelomeok umur 41-60 tahun Sumber: Da1a Potens1 Dcsa Sukarnulya, 2004

[image:47.595.36.456.172.466.2]
(48)

Tingkat pendidikan di Desa Sukamulya secara umum relatif cukup baik. Pada

tabel di bawah dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan tamata SLTP mencapai 3105

orang dan SLTA sebanyak 2085, sedangkan tingkat pendidian masyarakat yang tamat

SD berjumlah 1722. Secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel 3 berikut ini:

Tabel 3. Tingkat Pendidikan penduduk Desa Sukamulya

;;:iNi>; .• •.

< .. ····•···.·.···

GiGゥQャウエォャャNエGQ_・ョ、ゥゥャゥォャャNョゥᄋᄋGセZᄋキ@

I. Tidak tamat SD

2. Tamat SD 1722

3. SLTP 3105

4. SLTA 2085

5. D-1 150

6. D-2 60

7. D-3 60

8. S-1 140

9. S-2 30

10. S-3 10

Sumber: Data Potensi Desa Sukamulya, 2004

Pada tabel 3 tersebut meggambarkan penyebaran tingkat pendidikan di Desa

Sukamulya. Tingkat pendidikan petani di Desa Sukamulya umumnya berada pada

tingkat tidak sekolah sampai tingkat tamat SD. Sedangkan petani yang memiliki

tingkat pendidikan diatas tamat SD jumlahnya tidak sig11ifikan, ha! ini disebabkan

karena rendahnya minat sekolah dan tidak adanya dorongan dari keluarga dan

lingkungan. Pada tingkat pendidikan SLTP ke atas umumnya didominasi oleh

pekerja swasta dan buruh industri

Penduduk di Desa Sukamulya yang memiliki peh:rjaan berdasarkan data

potensi Desa Sukamulya tahun 2004 berjumlah 2375 jiwa. Dari klasifikasi mata

[image:48.595.39.457.175.474.2]
(49)

berjumlah 250 orang petani. Sedangkan mata pencahi:rian dengan jumlah paling banyak adalah karyawan swasta yaitu sebesar 651 orang. Pada tabel 4 dibawah ini digambarkan secara rinci jumlah petani yang bekerja sesuai dengan mata pencahariannya masing-masing.

Tabel 4. Mata Pencaharian Penduduk Desa Sukamulya No.

Mata Pencaharian

.

··. •.

i. .

Jullifah(orliii'"···· .... · .. ·.•

><·.

.. .

l. Buruh tani 30

2. Petani 250

3. p・、。セ。ョァOp・ョァオウ。ィ。Owゥイ。ウキ。ウエ。@ 270

4. PNS 549

-5. TNVPOLRl 20

6. Buruh Industri 266

7. Karyawan Swasta 651

8. _Tu k_1!!_1g_ k a Y_ll_ _ 208

· ·

-9. tオォ。ョセ@ batu 100

10. Guru S wast a 31

Sumber: Data Potens1 Desa Sukamulya, 2004

[image:49.595.37.458.151.480.2]
(50)

4.2. Keadaan Radio Fiska FM Bogor

Stasiun Radio Fiska FM Bogor berdiri pada tahun 2003 di Desa Sukamulya

Kecamatan Rumpin Bogor Provinsi Jawa Barat. Radio ini didirikan oleh sebuah

Y ayasan yang bernama Y ayasan Fl Silmy Kaafah dengan penanggung jawabnya

adalah Kepala Desa Sukamulya.

Bentuk radio ini adalah radio lokal yang tidak mempunyai tujuan untuk

mencari untung atau non profit. Penanggung jawab biaya operasional siaran radio

oleh Kantor Desa Sukamulya dan donasi dari pihak-pihak yang secara ikhlas

membantu.

Radio ini memiliki tujuan sebagai sarana informasi kepada masyarakat Desa

Sukamulya. Radio ini memiliki jangkauan frekuensi dengan radius 15 km. Dengan

radius 15 km maim seluruh masyarakat Desa Sukamulya dapat mendengarkan siaran

Radio Fiska KM.

Lokasi Radio Fiska FM Bogor secara geografis berada dekat dengan Provinsi

Banten dan cukup jauh dari kantor Kabupaten Bogor. Hal ini disebabkakn karena

daerah ini merupakan daerah yang berada di bagian Bogor Barat dari Kabupaten

(51)

BABV

HASIL DAN PEMBAHASAN

5.1. Karakteristik Responden Petani

5.1.1. Umur

Petani yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 96 orang dan berada pada

rentang umur 21-60 tahun. Pada tabel 5 di bawah ini dijelaskan tingkat umur

respondeu petani yang terpilih menjadi sampel penelitian di Desa Sukamulya

Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor.

Tabel 5. Jumlah Responden Petani Berdasarkan Umur

.

Umur . Jmnlah(N)

. . ... ' ' , "

Muda 32 30,72

Tua 64 69,28

Jumlah 96 100

Sumber : Data primer yang lelah diolah

Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa kelompok umur dengan kategori tua atau

yang berumur antara 41-60 tahun lebih dominan dibandingkan umur dengan kategori

muda yaitu responden petani yang berumur antara 21-40 tahun. Responden petani

yang berumur tua berjumlah lebih dua kali lipat lebih banyak (69,28 %) dibandingkan

responden petani muda (30, 72 %). Artinya responden petani berusia tua tetap

melakukan usaha utamanya adalah bekerja di sektor pertanian seperti bertani di

sawah da.n ladang, sedangkan responden petani berusia muda lebih memilih bekerja

[image:51.595.34.456.163.470.2]
(52)

berusia muda tidak menjadikan pekerjaan kuli pasir sebagai pekerjaan utama. Mereka masih melakukan pekerjaannya sebagai petani tetapi intensitasnya rendah.

5.i.2. Tingkat Pendapatan

Tingkat pendapatan petani dikelompokkan menjadi tingkat pendapatan rendah dan tinggi. Petani yang memiliki pendapatan di bawah Rp 550.000,- merupakan kelompok respoden petani yang berpendapatan rendah dan sebaliknya tingkat pendapatan di atas Rp 555.000,- adalah petani yang berpcndapatan tinggi. Pada tabel 6 di bawah ini secara jelas dapat dilihat jumlah responden petani di Desa Sukamulya berdasarkan tingkat pendapatannya.

Tabet 6. Jumlah Responden Petani Berdasarkan Tingkat Pendapatan

Tingkat Pendapatan --_-, .: Jtlmfah (NJ ·· .. ·

'

'

.· ··

Npセョエ|ョゥ。ウᄁ@

. ···.·. .· ..

Rend ah 56 53,76

Tingg!_ 40 46,24

-Jumlah 96 100

Sumbcr : Dala pmner yang telah d10lah

(53)

menunjukkan bahwa tingkat pendapatan responden petani di Desa Sukamulya tidak

beragam.

5.1.3. Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan responden petani di Desa Sukamulya sebagian besar tidak

lulus sampai lulus Sekolah Dasar (SD), yaitu sebesar 70,08 persen atau 73 responden

petani dari total responden petani yang berjumlah 96 orang. Hal ini terjadi karena

pada umumnya orang tua responden petani bukan merupakan orang yang

berkecukupan serta rendahnya motivasi untuk menyekolahkan anak mereka ke

lembaga-lembaga pendidikan. Pada tabel 7 di bawah ini terlihat cukup besar

perbedaan tingkat pendidikan responden petani di Desa Sukamulya Kecamatan

Rump in Kabupaten Bogor.

Tabel 7. Jumlah Responden Petani Berdasarkan Tingkat Pendidikan

·•· · Tingkat Pendidikan.

Rend ah 73 70,08

Tin i 23 29,92

Jumlah 96 100

Sumber : Data primer yang telah diolah

Pada tingkat pendidikan responden petani yang tinggi atau responden petani

sekolah pada tingkat SMP-SMU pada tabel 7 diatas berjumilah 23 orang atau 29,92

persen dari total jumlah responden petani sebesar 96 orang. Hal ini menunjukkan

bahwa responden petani yang sekolah sampai tingkat SMP-S.MU umumnya memiliki

keinginan yang tinggi untuk memperoleh pengetahuan dan tidak ingin dikatakan buta

[image:53.595.37.462.161.520.2]
(54)

pendidikannya walaupun hanya sampai SMP atau SMU. Sedangkan responden petani yang memiliki pendidikan rendah Jebih disebabkan oleh lrurangnya motivasi untuk sekolah serta keterbatasan biaya.

5.1.4. Status Kepemilikan Lahan Pe1ia11ian

Status kepemilikan lahan pertanian dibagi ke dalam dua bagian yaitu petani yang berstatus penggarap dan petani yang berstatus pemilik. Responden petani penggarap merupakan bagian dari petani yang melakukan usaha taninya di atas tanah negara dan tanah milik perorangan yang tidak digunakan oleh pemiliknya. Petani penggarap ini umumnya tidak memberikan hasil usaha taninya ke negara karena mereka merasa ini hasil kerja kerasnya kecuali mereka menggarap lahan orang lain dimana hasil yang diperolehnya harus dibagi dengan pemilik lahan tersebut. Sedangkan responden petani pemilik merupakan petani yang memiliki lahan pertanian. Lahan yang dimiliki oleh petani pemilik ini umumnya digarap sendiri dan ada juga yang digarap oleh petani penggarap. Pada tabel 8 di! bawah ini dapat dilihat perbedaan yang cukup signifikan antara responden petani penggarap dan responden petani pemilik.

Tabel 8. Jumlah Responden Petani Berdasarkan Status Kepemilikan Lahan Status Kepemilikan Jnllllah(N) .•.•... .· .. .

Pers¢fftase/' ··

,' ·_,· '"

Pemmarnp 36 34,56

Pcmilik 60 65,44

Jumlah 96 - 100

Sumber : Data pmner yang tclall diolal1

[image:54.595.41.455.562.640.2]
(55)

responden petani dari total responden petani di Desa Sukamulya yaitu 96 petani

adalah berstatus sebagai pemilik lahan pertanian. Sedangkan responden yang

berstatus sebagai penggarap lahan pertanian hanya berjumlah 36 responden atau

34,56 persen dari total 96 responden petani. Hal ini menunuj:ukkan bahwa responden

petani sebagai pemilik lebih dominan dibandingkan dengan responden petani

penggarap dan ini berarti bahwa responden petani pemilik lebih suka melakukan

kegiatan pertaniannya secara mandiri.

5.2. Pernepsi Petani Terhadap Siaran Pertanian

Pada bagian ini akan diuraikan hasil penelitian terhadap responden petani yang

terpilih di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Provinsi Jawa

Barat. Adapun subyek yang menjadi bahasannya adalah persepsi petani terhadap

siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor.

Pembahasan ini dimaksudkan untuk melihat seberapa besar persepsi petani

terhadap siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogar. Persepsi petani terhadap Siaran

pertanian di Radio Fiska FM Bogar akan dilihat dari karakteristik siarannya yaitu

seberapa besar persepsi petani terhadap materi/isi siaran pertanian dan seberapa besar

persepsi petani terhadap jam siar pada siaran pertanian tersebut. Selain itu juga akan

dilihat seberapa besar pengaruh karakteristik individu petani (umur, tingkat

pendapatan, tingkat pendidikan, dan status kepemilikan lal'1an pertanian) terhadap

(56)

5.2.1. Persepsi Petani terhadap Materi!Isi Siaran Pertanian di Radio Fiska FM Bogor

lvfateri/isi siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor adalah materi/isi siaran

pertanian yang ada di Radio Fiska FM Bogor. Materi/isi tersebut telah dipilih dan

ditentukan sesuai dengan permasalahan yang ada di lokasi penelitian. Materi-materi

tersebut antara lain tentang pentingnya sektor pertanian, manfaat lahan pertanian, dan

dampak berubahnya sektor pertanian ke sektor industri (pertambangan galian C).

Pada tabel 9 di bawah ini dapat dilihat persepsi responden petani terhadap materi/isi

siaran pe1tanian di Radio Fiska FM Bogor berdasarkan karakteristik individu petani.

Tabel 9. Persepsi Petani Terhadap Materi/Isi Siaran Pe1tanian di Radio Fiska Fm Bogor

-

·--Persepsi Petani Terhadap Materi/Isi · ..

./

Karakteristik Siaran Pertanian · . . ·. ヲセエゥ、@

..

Pctani . Positif · ·._ · .. ·, Ne ati.f : --- -

...

-.··

...

ᄋᄋMセᄋᄋ@

...

Gambar

Tabel 1. Penggunaan Tanah Desa Sukamu!ya .. .. . . . . . . .. . .. . . .. . . . . . .
Gambar 2. Bagan Kerangka Pemikiran Persepsi Petani Terhadap Siaran
Gambar I. Proses persepsi
Gambar 2. Bagan Kerangka Pemikiran Persepsi Petani Terbadap Siaran Pertanian di
+7

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui persepsi masyarakat terhadap kuota 30 persen keterwakilan perempuan di Legislatif, (2) mengetahui faktor karakteristik personal

SAWAH ( Kasus d; Desa Purwasari Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat..

Manfaat dari penelitian ini adalah memberikan informasi mengenai kontribusi agroforestri terhadap rumah tangga petani dan informasi pola pengelolaan agroforestri yang

Faktor-faktor yang diprediksikan dapat mempengaruhi perilaku petani dalam mengelola lahan pertaniannya adalah umur petani, tingkat pendidikan terakhir yang ditamatkan oleh

Penelitian ini bertujuan untuk mengitung besarnya kontribusi agroforestry dalam pengelolaan hutan rakyat di Desa Cibatok Dua terhadap pendapatan bagi petani dan

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji tingkat partisipasi petani dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan evaluasi penyuluhan, mengetahui apakah program penyuluhan saat

Penelitian ini bertujuan untuk mengitung besarnya kontribusi agroforestry dalam pengelolaan hutan rakyat di Desa Cibatok Dua terhadap pendapatan bagi petani dan

Petani dengan luas lahan hutan rakyat yang besar juga memiliki lahan pertanian yang ditanami dengan tanaman pangan sehingga mereka tidak lagi akan mengkonversi hutan rakyatnya menjadi