PEJlSEPSI PETANI TERHADAP SIARAfli PERTANIAN
DI RADIO FISKA FM BOGC>R
(Kasus Petani di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat)
Abdul Aziz
JURUSAN SOSIAL EKOl\TOMI PER.TANIAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKN01LOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
JAKARTA
PE.RSEPSl PETANI TERHADAP
siarajセ@PERTANIAN
Ill RADIO FISKA FM BOG()R
(Kasus Petani di Desa Sukamu!ya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogar Provinsi Jawa Barat)
Oleh:
Abdul Aziz
NIM : 100092020290Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat untuk Memperoleh Gelar Sarjana pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian I Agribisnis
Fakultas Sains clan Teknologi
Universitas Islam Negeri SyarifHidayatullah Jakarta
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PEllTANIAN
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOiLOGI
UNIVERSITAS ISLAI\1 NEGERI
JAIURTA
JURUSAN SOSIAL EI(ONOMI PERTANIAN/AGRIBISNIS
FAI(ULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SY ARIF HIDAY A TULLAH JAJKART A
Dengan ini menyatakan bahwa Skripsi yang ditulis oleh : Nama
NIM
Program Studi Judul Skripsi
: Abdul Aziz
: I 00092020290
: Sosial Ekonomi Pertanian/ Agribisnis
: Persepsi Petani Terhadap Siaran Pertanian di Radio Fiska FM Bogor (Kasus Petani di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barnt)
Dapat diterima sebagai syarat kelulusan tmtuk memperoleh gelar Sarjana pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Dekan,
Jakarta, September 2004 Menyetujui, Dosen Pembimbing
Pembimbing II,
⦅^セセ@
Ors. Acep Muhib, MMA NIP. 150 317 959Mengetahui
Ketua Jurusan,
JJセGゥャ@
4-
Dr. Syopi nsyah Jaya Putra, M.SisNIP. 150 317 956 セ@
PENGESAHAN UJIAN
Skripsi berjudul "Persepsi Petani terhadap Siaran Pertanian di Radio Fiska FM Bogor (Kasus Petani di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat)" telah diuji dan dinyatakan lulus dalam sidang munaqosyah Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakaita, pada hari Sabtu, 18 September 2004. Skripsi ini telah diterima sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Strata I (SI) pada Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian/Agribisnis.
Penguji II
Jakarta, September 2004 Tim Penguj i,
Penguji I
セL@
Ir. Mudatsir Najamuddin, MM
Penguji Ill
Drs. Acep Mubib, MMA
Mengetahui, Dekan
Fakultas Sains dan Telmologi
Dr. Syopiansyah aya Pntra, M.Sis
PERNYATAAN
DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRll'SI INI BENAR-BENAR
HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH l>IAJUKAN SEBAGAI
SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU
LEMBAGA MANAPUN.
Jakarta, September 2004
Abdul Aziz
RINGKASAN
Abdul Aziz, Persepsi Petani Terhadap Siaran Pertanian di Radio Fiska FM Bogor (Kasus Petani di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat) (Di bawah bimbingan U. Maman dan Acep l\iuhib).
Pertanian adalah salah satu sektor yang sangat p1lnting dalam memenuhi kebutuhan dasar hidup setiap individu manusia di muka bumi ini. Namun jika sektor pertanian sudah berubah ke sektor lain, sepe1ti pertambangan galian C di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat, maka akan berdampak buruk terhadap kelangsungan lahan pertanian di masa yang akan datang. Dampak yang akan terjadi secara langsung adalah, berk"Urangnya lahan produktif untuk pertanian dan semakin sedikitnya masyarakat (khususnya petani) yang bekerja pada sektor tersebut. Hal ini terjadi karena kurangnya inforrnasi tentang pertanian serta tidak tersedianya para penyuluh pertanian yang dapat memberikan informasi pertanian secara langsung kepada masyarakat. Jika situasi tersebut tidak disikapi dengan baik maka akan berdampak buruk di kemudian hari. I11elalui media informasi, masyarakat dapat dengan mudah mendengarkan informasi-informasi tentang pertanian. Salah satu media informasi tersebut adalah media radio lokal yang berada di tengah-tengah masyarakat Desa Sukamulya. Stasiun Radio Fiska FM Bogor secara khusus membuat program acara siaran pertanian yang mengangkat materi/isi siaran seputar pemmsalahan pertanian di Desa Sukamulys. dengan tujuan untuk mengajak masyarakat agar labih proaktif dalam menyikapi permasalahan-permasalahan pertanian yang terjadi di Desa Sukamulya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk (I) mengetahui persepsi petani terhadap siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor dan (2) menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi persepsi petani terhadap siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor. Penelitian dilakukan di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin
Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat pada Bulan Juli sampai Bulan Agustus tahun
2004. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja atau puf]JOSive. Teknik pengambilan
sampel yang digunakan adalah Simple Random Sampling (Sampel acak sederhana)
dan ukuran sampel yang digunakan untuk mendapatka.n sampel penelitian aalah
dengan menggunakan rumus Simple Random Sampling menurut Zikmulk. Metode
penelitian yang digunakan adalah metode survai. Pengola.han data dilakukan dari basil kuesioner, selanjutnya dibuat tabulasi silang, kemudian dianalisis menggunakan
pengujian secara uji statistik, yaitu chi-square.
KATA PENGANTAR
Assalamu 'alaikmn Waraltmatullahi Wabarakatuuh.
Alhamdulillahirobbil 'alamin, segala puja dan puji tercurahkan kehadirat ilahi
rabbi Allah SWT yang telah memberikan !impahan nikmat dan hidayah-Nya yang
tidak terhingga, sehingga penulis dapat menyelesaikan skrispi ini dengan judul
"Persepsi Petani terhadap Siaran Pertanian di Radio Fiska Fl'\/[ Bogor (Kasus Petani di
Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat)".
Salawat serta salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang telah
mengajak ummatnya ke jalan yang diridhoi Allah SWT.
Dalam proses penulisan skripsi ini, penulis tentunya mengalami hambatan dan
ujian yang begitu banyak sehingga patutlah penulis mengucapkan banyak terima
kasih yang sedalam-dalamnya kepada :
1. Kedua orang tuah.'U Abah H. Syatibi Yusuf dan Thu Hj. Rumdanah yang begitu
sabar menunggu penulis menyelesaikan kuliah ini dan tanpa henti-hentinya
membantu secara materi dan moril yang tiada batas. Mudah-mudahan Allah SWT
selalu memberikan kemudahan dan keselamatan kepada kedua orang tuaku.
Amin.
2. Bapak Drs. U. Maman, M.Si dan Bapak Drs. Acep Muhib, MMA selaku dosen
pembimbing yang telah sabar menunggu penulis menyelesaikan skripsi ini.
3. Bapak Ir. Mudatsir Najamuddin, MM selaku Penguji I ujian skripsi yang juga
telah sabar dan terus memberikan perhatian dan m.otivasinya kepada penulis
sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.
4. Bapak Dr. Syopiansyah Jaya Putra, M.Sis selaku Dekan Fakultas Sains dan
Teknologi UIN SyarifHidayatullah Jakarta.
5. Bapak Ir. Mudatsir Najamuddin, MM dan Bapak Drs. Acep Muhib, MMA selaku
Ketua Jurusan dan Sekertaris Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian UIN Syarif
6. Kakakku Drs. H. Mustafa Kamal yang telah banyak membantu penulis menyelesaikan skripsi ini baik rnateri maupun moril.
7. Kakak Munawar, Ce Nunung, Kakak Marwaji, Kakak Anwar Musyaddad, Kakak Jamal (axes), serta adikku Najib dan Yasir yang telah bersama-sama hidup dalam keluarga besar bersama penulis dalam lingkungan yang harmonis dan rukun-rukun. Amin
8. Keponakanku yang cantik-cantik, eva, ofah, kaka, syifa, dan dini yang telah banyak memberikan motivasi dengan canda-candanya yang lucu dan ngegemesin. 9. Kru di Fak.ultas Sains dan Teknologi, Ibu Ofah, Bpk Gun, Bpk Ocin, dan bpk/ibu
lainnya yang telah banyak membantu penulis dalam proBes penyelesaian skrispsi ini.
10. Bpk Basyir di Perpustakaan Fakultas Sains dan Teknologi yang begitu baik sama penulis.
11. Bos Mufid Ansori, anak ekonomi UIN angkatan 2000.
12. Bos mahfad (anak ekonomi UMJ) dan bos irnan, Bos Ari Timan (Wong Pangandaran), dan bos-bos lainnya yang telah banyak menyita waktu bersama penulis untuk diskusi dan saling bertukar pik:iran.
13. Teman baikku agribisnis 2000, fatwa Mui, jerry, acak, mila, abu, yusuf, heni, lulu, masburi, GW, O'O, salim, ade sugesti, sri, arm:an, dan teman-temanku lainnya serta Fitria Yuliati (teman spesial) yang telah bersama-sama memotivasi diri untuk menyelesaikan tugas penulisan skripsinya masing-masing.
14. Sernua teman baikku yang tidak tertulis semoga kalian se:mua meraih kesuksesan dalam hidup ini dan tentunya tetap ingat dengan
Akhimya penulis berharap semoga kita semua dapat menjalankan kewajiban ini (penulisan skripsi) dengan sebaik-baiknya.
Wassalaumi 'alaikum Wo.rahmatullolii Wa.barakatuk
Jakarta, Februari 2005
DAFTARISI
KATA PENGANTAR ... .
DAFTARISI... ... iii
DAFTAR TABEL ... . v
DAFT AR GAMBAR ··· VI DAFTAR LAMPIRAN ... vn BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang 1 1.2. Perumusan Masalah ... .. . ... ... . . ... ... ... ... 4
1. 3 Tujuan Penelitian . . . .. . . .. . . 4
1.4 Kegunaan Penelitian . . . .. . . .. . . 4
BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Persepsi . . . ... . . .. . . 6
2.2. Masyarakat Petani .. .... .... ... . ... ... . . .. ... .. ... ... .. . ... ... ... 11
2.3. Siaran Radio dan Siaran Pertanian di Radio Fiska FM ... 14
2.3 .1. Siaran Radio . . . . ... . . .. . . .. . . .. . . .. .. . . 14
2.3.2. Siaran Pertanian di Radio Fiska FM Bogor ... 18
2.4. Faktor-faktor yang Be1pengaruh Terhadap Persepsi ... 20
2.5. Kerangka Pemikiran ... 22
2.6. Hipotesa ... ... ... 24
BAB ill METODOLOGI PENELITIAN 3.1. Tempat danLokasi Penelitian ... 25
3.2. Teknik Pengambilan Sampel ... 25
3.3. Teknik Pengumpulan Data... 27
3.4. Teknik Pengolahan dan Analisis Data ... 28
3.5. Definisi Operasional ... 29
3. 5. 2. Persepsi Petani terhadap Siaran pe1tanian .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. 30
BAB IV GAM.RARA.N UMUM LOKASI PENELITIAN 4.1. Keadaan UmumDesaSukamulya ... ... 31
4.2. Keadaan Radio Fiska FM Bogor .... .... ... .. .... .. ... 36
BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN 5.1. Karakteristik Responden Petani ... 37
5.1.1. Umur ... 37
5 .1.2. Tingkat Pendapatan ... ... .... .. .... ... 38
5.1.3. Tingkat Pendidikan ... 39
3.1.4. Status KepemilikanLahan Pcrtanian ... 40
5.2. Persepsi Petani Terhadap Siaran pertanian ... 41
5 .2.1. Persepsi Petani terhadap Materi/Isi Siaran Pertanian di Radio Fi ska FM Bogor . . . 42
5.2.2. Persepsi Petani Terhadap Jam Siar Siaran Pertanian di Radio Fiska FM Bogor .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. .. 44
5 .3. Hubungan Karakteristik Petani dengan Persepsi Petani Terhadap Siaran Pertanian di Radio Fiska FM Bogor... 47
BAB VI KESIMPULAN DAN SARAN 6.1. Kesimpulan ... 51
6.2. Saran ... セNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNNN@ ... 52
DAFTAR PUSTAKA ... 53
DAFTAR TABEL
Tabel 1. Penggunaan Tanah Desa Sukamu!ya .. .. . . .. . .. . . .. . . .. . .. . . .. . . ... . . . .. . 31
Tabel 2. Kondisi Demografi Desa Sukamutya tahun 2004 ... .... 33
Tabel 3. Tingkat Pendidikan Penduduk Desa Sukamulya. ... 34
Tabel 4. Mata Pencaharian Penduduk Desa Sukamulya ... 35
Tabel 5. Jumlah Responden Petani Berdasarkan Umur ... 37
Tabel 6. Jumtah Responden Petani Berdasarkan Tingkat Pendapatan ... 38
Tabet 7. Jumlah Responden Petani Berdasarkan Tingkat Pendidikan ... 39
Tabel 8. Jumtah Responden Petani Berdasarkan Status Kepemilikan Lahan .... 40
Tabel 9. Persepsi Petani terhadap Materi/Isi Siaran Pertanian di Radio F1ska FM Bogor ... ... ... .. ... ... .. ... 42
Tabel 10. Persepsi Petani Terhadap Jam Siar Siaran Pertanian di Radio Fiska FM Bogor ... ... 45
Tabet 11. Hubuugan Antara Persepsi Petani berdasarkan Karakteristik Petani dengan Materi/isi Siaran Pertanian di Radio Piska Bogor. .. . .. . 48
[image:12.595.42.450.137.475.2]DAFTAR GAMBAR
Garn bar 1. Proses Persepsi . . . .. . . . .. . .. . . . .. . .. . . .. . . .. . .. .. . . .. . . 8
Gambar 2. Bagan Kerangka Pemikiran Persepsi Petani Terhadap Siaran
[image:13.595.62.435.163.486.2]DAFfAR LAMPIRAN
1.I. Latar Belakang
RABI
PENDAHUI.UAN
Pertanian adalah salah satu sektor yang sangat pf:nting dalam memenuhi
kebutuhan dasar hidup setiap individu manusia di muka burni ini. Hal ini disebabkan
setiap individu pasti membutuhkan komoditas pertanian sebagai alat untuk
mencukupi kebutuhan jasmani. Jika sektor pertanian ditinggalkan oleh petani dan
tidak ada yang ingin melakukan kegiatan pada sektor pertanian tersebut, maka ini
akan berakibat sangat buruk. Seperti yang tetjadi di Desa Sulkamulya di bagian Barat
Kabupaten Bogor, lahan pertanian banyak ditinggalkan oleh pemiliknya dan dijual
kepada pengusaha galian (Bogor Barat merupakan daerah yang sangat potensial
untuk usaha pertambangan galian karena memiliki sumber <la.ya alam yang melimpah
seperti pasir, batu kali, abu, dan sumber daya alam lainnya). Biasanya daerah yang
memiliki sumber daya alam seperti pasir, batu kali, serta number daya alam lainnya
dinamakan daerah pertambangan galian C).
Lahan pertanian di Desa Sukamulya yang paling banyak dijadikan .
pertambangan galian C adalah lahan persawahan. Hal ini disebabkan karena I ah an
persawahan di Desa Sukamulya memiliki kandungan pasir yang tinggi dan sangat
potensial serta mampu memberikan hasil dalam kurun waktu yang relatif singkat.
areal pertanian khususnya persawahan di Desa Sukamulya serta terjadinya degradasi
lahan pertanian yang cukup besar.
Pemilik lahan pertanian di Desa Sukamulya melalmkan tindakan penjualan
lahan pertanian kepada pihak pengusaha pertambangan galian disebabkan oleh
rendahnya tingkat pendapatan petani ( dari usaha tani yang dilakukan) sehingga jalan
yang mudah untuk mendapatkan uang dalam jumlah besar adalah menjual tanah. Di
samping itu desakan dan rayuan oleh pihak-pihak tertentu serta tekanan dari keluarga
membuat mereka tidak berdaya untuk mempertahankannya. Faktor keluarga
khususnya anak petani yang sudah dewasa menginginkan kendaraan bermotor untuk
bergaya dan tentunya supaya tidak ketinggalan zaman. Kebiasaan ini juga
menyebabkan ada sebagian petani yang tidak lagi me!almkan kegiatan usahanya di
areal pertanian, sebaliknya mereka berpindah pekerjaan seperti menjadi buruh kasar,
kuli pasir, serta pekerjaan kasar lainnya. Hal ini difa,kukan karena mereka
menganggap dengan usaha tersebut cepat mendatangkan uang. Lain halnya jika
bertani, uang lambat diperoleh karena menunggu musim panen tiba.
Perpindahan pekerjaan yang terjadi pada sebagian µetani tersebut berimbas
terhadap anak-anaknya. Anak-anak mereka yang sudah d0wasa tidak tertarik untuk
meneruskan pekerjaan sebagai petani. Para pemuda atau anak petani yang sudah
dewasa lebih senang mencari uang dengan menjadi ku11i pasir karena tidak
membutuhkan ijasah. Ini diakibatkan oleh rendahnya tingkat pendidikan pada para
pemuda, dimana minat terhadap sekolah rendah. Rendahnya tingkat pendidikan pada
informasi dari koran, majalah, dan media cetak Iainnya. Hal ini disebabkan karena
kemampuan baca tulisnya rendah. Mereka lebih senang mendengarkan atau melihat
informasi dari media elektronik seperti televisi dan radio.
Rendahnya minat baca dan tulis pada petani di Desa Sukamulya
mengakibatkan mereka mencari informasi yang tidak membutuhkan kemampuan
baca tulisnya. Salah satu media informasi yang dapat dijadikan tempat untuk
memperoleh informasi atau pesan adalah media komunikasi dektronik radio.
Media radio menjadi salah satu sarana untuk memberikan pesan dan
informasi kepada petani di Desa Sukamulya, karena terdapat kemudahan untuk
mendapatkan informasi. Setiap audience (petani) hanya membutuhkan alat indera
pendengar untuk mendapatkan informasi clan pesan yang diberikan oleh media radio.
Berbeda dengan media televisi yang mengharuskan pemi.rsanya untuk melihat clan
mendengarkannya.
Stasiun radio siaran yang ada di Desa Sukamulya adalah Stasiun Radio Fiska FM
Bogor. Radio Fiska FM Bogor adalah stasiun radio lokal yang berada di
tengah-tengah masyarakat Desa Sukamulya. Stasiun radio tersebut memiliki program acara
pertanian dengan segmentasi pendengarnya adalah petani. Program siaran pertanian
di Radio Fiska FM Bogor memiliki tujuan untuk mendidik clan memberikan
informasi terbaru tentang pertanian serta membahas isu-isu yaing berkembang tentang
pertanian di wilayah Desa Sukamulya. Tujuan Iain dari siaran pertanian di Radio
Fiska FM adalah memberikan penyuluhan pertanian. Tujuan ini dilakukan dengan
(terutama lahan pertanian) kepada pengusaha pertambangv.n galian C agar pada
masa-masa yang akan datang tidak kembali menjual lahan pertaniannya.
1.2. Pcrumusan Masalah
Realitas dan adanya beberapa masalah di atas membuat pencliti ingin melihat
persepsi petani terhadap siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor dan faktor-faktor
apa saja yang mempengaruhinya. Untuk memudahkan penelitian maka dilakukan
perumusan permasalahan sebagai berikut:
1. Bagaimana persepsi petani terhadap siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor?
2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi persepsi petani terhadap siaran
pertanian di Radio Fiska FM Bogor?
1.3. Tu.iuan Penelitian
Tujuan pcnelitian ini adalah :
1. Mengkaji persepsi petani terhadap siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor.
2. Menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi persepsi petani terhadap
siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor?
1.4. Kegunaan Penclitian
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat dan kegunaan bagi
1. Peneliti, sebagai bahan informasi yang perlu diperhalikan (khususnya peneliti
dibidang pertanian) agar secara serius melakukan langkah-langkah antisipatif
dengan cara melakukan penelitian yang sama.
2. Pemerintah, sebagai bahan informasi tentang pentingnya sektor pertanian dan
juga sebagai bahan informasi tentang siaran pertanian yang semakin jarang
disiarkan oleh media radio.
3. Perguruan tinggi, memberikan sumbangan pemikiran kepada UIN Jakarta
dan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh di kampus serta merupakan
salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana pada Jurusan Sosial
2.1. Pcrsepsi
BABil
TINJAUAN PUSTAKA
Persepsi adalah suatu interpretasi individu terhadap suatu objek yang akan
memberikan makna terhadap dirinya. Persepsi merupakan ungkapan pribadi dalam
upaya untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan manusia untuk mengetahui makna
dari informasi yang diterima. Menurut DeVito (1997), persepsi adalah proses dengan
mana kita menjadi sadar akan banyaknya stimulus yang mempengaruhi indera kita.
Secara formal, persepsi menurut Simamora (2002) dapat didefinisikan sebagai
suatu proses, dengan mana seseorang menyeleksi, mengorganisasikan, dan
mengiterupsi stimuli ke dalam suatu gambaran dunia yang berarti dan menyeluruh.
Stimuli adalah setiap input yang dapat ditangkap oleh indera., seperti produk, merek,
iklan, berita di radio, dan lain-lain. Stimuli tersebut diterima oleh pancaindera,
seperti, mata, telinga, mulut, hidung, dan kulit.
Persepsi adalah proses pemberian makna sehingga merasa memperoleh
pengetahuan baru. Persepsi yang dimiliki seseorang sangat tergantung pada faktor
internal dari individunya. Faktor-faktor tersebut antara lain pengalaman, motivasi,
nilai dan keyakinan. Karena itu, persepsi masing-masing individu akan beragam
antara satu individu dengan individu lainnya.
Persepsi dibentuk oleh serangkaian proses yaitu :;eleksi, organisasi dan
terjadi dengan cepat dan bersamaan. Seleksi adalah proses penyeleksian stimulus dan hanya stimulus yang sesuai dengan kebutuhan atau yang menarik saja yang kemudian akan diubah menjadi kesadaran. Organisasi merupakan :ruatu proses menyusun rangsangan ke dalam bentuk sederhana dan terpadu, secla ngkan interpretasi yaitu merupakan proses dimana seseorang membentuk penilaian-penilaian dan mengambil kesimpulan yang lebih dikenal dengan evaluasi dan identifikasi (Sugiyanto, 1996).
Menurut Soemirat dan Ardianto (2002) persepsi meliputi kognisi, motivasi dan sikap. Persepsi diartikan sebagai hasil pengamatan terhadap unsur lingkungan yang dikaitkan dengan proses pemaknaan, dengan kata lain individu akan memberikan makna terhadap rangsang berdasarkan pengalamannya. Dalam ha! ini, Soemirat dan Ardianto (2002) menjelaskan bahwa perilepsi atau pandangan individu akan positif apabila informasi yang diberikan oleh rangsang dapat memenuhi kognisi atau pengetahuan individu. Sebaliknya jika informasi yang datang tidak memberikan manfaat serta individunya memiliki pandangan negatif maka individu-individu tersebut t[dak akan meresponnya. Hal ini disebabkan karcna informasi yang diperoleh tidak mampu memenuhi kognisi atau pengetahuan terhadap indi•1idu tersebut.
Motif adalah keadaan dalam pribadi seseorang yang mendorong keinginan individu
untuk melakukan keinginan-keinginan tertentu guna mencapai tujuan.
Sikap adalah kecenderungan bertindak, berpersepsi, berpikir dan merasa
dalam menghadapi objek, ide, situasi atau nilai. Sikap bukan perilaku, tetapi
merupakan kecenderungan untuk berperilaku dengan cara-cara tertentu (Soleh dan
Elvinaro, 2002). Sikap mempunyai daya pendorong atau moiivasi. Sikap menentukan
apakah harus pro atau kontra terhadap sesuatu, menentukan apa yang disukai,
diharapkan, dan diinginkan. Sikap mengandung asfek evaluatif, artinya mengandung
nilai menyenangkan atau tidak menyenangkan dan sikap ini juga dapat diperteguh
atau diubah.
Persepsi bekerja dengan menjelaskan tiga Jangkah yang terlibat dalam proses
[image:22.595.37.453.144.567.2]persepsi pada gambar di bawah ini.
Gambar I. Proses persepsi
Terjadainya Stimuli alat
indera
Sumber: Joseph De Vito, 1997
I
Stimuli alat indera diatur
--Stimuli alat indera dievaluasi dan
ditafsirkan
Pada tahap pertama alat-alat indera di stimuli ( dirangsang). Misalkan ketika
seseorang mendengarkan musik dari radio, ketika melihat scseorang yang sudah lama
tidak berjumpa, ketika mencium parfum, dan ketika mencicipi untuk merasakan
Pada tahap kedua, stimuli terhadap alat indera tersebut diatur menurut
berbagai prinsip, yaitu :
1. Proximity (kemiripan). Objek atau pesan yang secara fisik mirip satu sama lain
dipersepsikan bersama-sama atau sebagai satu kesatwm. Kita menyimpulkan
bahwa kedua obyek atau pesan tersebut berkaitan menurut pola tertentu.
2. Closure (Kelengkapan). Cara kita mempersepsikan obye.k atau pesan yang pada
kenyataannya tidak lengkap, melalui penambahan bagian-bagian yang
tampaknya logis untuk melengkapi obyek atau pesan tersebut.
Tahap ketiga dalam proses persepsi adalah penafsiran dan evaluasi. Langkah
ketiga ini mernpalrnn proses subyektif yang melibatkan evaluasi di pihak penerima.
Penafsiran dan evaluasi tidak semata-mata didasarkan pada rangsangan luar,
melainkan juga sangat dipengaruhi oleh pengalaman masa lalu, keyakinan tentang
seharusnya, keadaan fisik dan emosi pada saat itu. Adanya peluang bagi penafsiran
dan evaluasi serta cara yang berbeda-beda pada setiap orang yang akan menafsirkan
dan mengevaluasi pesan, menyebabkan penafsiran ini akan berbeda bagi satu orang
yang sama dari waktu ke waktu. Persepsi seseorang sangat ditentukan oleh kondisi
lingkungan pribadinya yang mempengaruhi perilaku dan tindakannya.
Persepsi Japat terjadi karena adanya suatu peristiwa yang terjadi dan memiliki
pengaruh rerhadap setiap individu yang mengalaminya. Persepsi juga dapat terjadi
karena adanya suatu pesan yang diberikan oleh pemberi pesan kepada penerima
pesan. PeBan dapat diperoleh dari media massa elektronik maupun media-media
tujuan yang hendak dicapai, misalkan media informasi tersebut adalah radio. Media
radio merupakan media yang mewajibkan seseorang atau masyarakat harus memiliki
kemamµuan mendengar dan memahami akan informasi yang disampaikan oleh media
radio tersebut.
Radio merupakan salah satu bagian contoh dari komunikasi massa. Menurut
Asngari yang mengutip pendapat Litterer (1984), bahwa dalam komunikasi massa
radio siaran memiliki dua bagian yaitu penyampaian pesaTI1 (sender) dan penerima
pesan (receiver). Dari dua bagian tersebut mempunyai latar belakang yang berbeda
sesuai dengan sifat massanya. Programa radio siaran yang sampai pada masyarakat
akan menyebabkan terbentuknya suatu penilaian terhadap persepsi yang dimilikinya.
Persepsi pada masyarakat diawali dengan pemilihan, kemudian informasi yang masuk
tersebut disusun menjadi kesatuan yang bermakna, darn akhirnya membentuk
interpretasi mengena1 fakta keseluruhan dari informasi tersebut. Setelah proses
interpretasi seseorang menentukan pilihannya dan jawaban atas informasi yang
diterimanya.
Berdasarkan pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa persepsi adalah
sebuah pemberian makna atau asfek pengetahuan seseornng terhadap sesuatu obyek.
Persepsi seseorang terhadap suatu objek, umumnya selektif dan berbeda setiap
individu. Prinsip ini sifatnya selektif karena tergantung individu yang melaknkan
2.2. Masyarakat Petani
Manusia merupakan mahluk sosial yang dalam proses kehidupannya
membutuhkan bantuan orang lain. Adanya bantuan dari orang lain, maka proses
pemenuhan kebutuhan hidupnya akan terpenuhi. Maka tidak heran jika manusia
hidup secara berkelompok-kelompok yang pada akhirnya akan membentuk suatu
masyarakat.
Menurut Bouman seperti yang dikutip Hasansulana (1983), definisi
masyarakat adalah sekelompok manusia yang bekerja sama dengan cara teratur atas
dorongan hasrat-hasrat sosial atau sifat naluriah manusia yaitu, hasrat berhutang, rasa
harga diri, hasrat patuh, hasrat bergaul, hasrat tolong menolong dan kesukaan
memberi tahu serta mudah menerima kesan. Selain definisi tersebut, Hasansulana
(1983) juga mengutip definisi masyarakat menumt Wiriatmaja yaitu sebagai
segolongan manusia dalam keadaan berhubungan yang tetap atau agak tetap, yang
diorganisir untuk aktivitas-aktivitas bersamanya dan yang merasa terika:t kepadanya.
Salah satu kelompok dalam masyarakat adalah mayarakat petani yang
mengkhususkan diri pada usaha di bidang pertanian.
Masyarakat petani lahir sekitar 10.000 tahun sebelum masehi yang ditandai
dengan munculnya kemampuan untuk memelihara tanaman dan hewan atau yang
disebut kemampuan domistikasi. Menurut Firth yang dikutip Redfield (1982)
memper&'llnakan kata petani untuk setiap masyarakat produsen kecil untuk
keperluannya sendiri. Redfield (1982) mengemukakan bahwa petani hamslah
mata pencaharian dan suatu cara kehidupan, bukan suatu kegiatan usaha untuk
mencari keuntungan. Seorang petani adalah orang yang mengendalikan secara efektif
sebidang tanah yang dia sendiri sudah lama terikat oleh ikatan-ikatan tradisional dan
perasaan, sehingga tanah dan dirinya adalah bagian dari satu kesatuan yang tidak
dapat dipisahkan.
Kepemilikan tanah bagi seorang petani merupakan bagian yang penting karena
tanah atau Iahan pertanian adalah segalanya, sehingga memungkinkan mereka
meajalankan cara hidup yang biasa dan tradisional serta irnireka berinteraksi secara
intim. Akan tetapi tidak semua petani yang memiliki lahan jpertanian adalah sebagai
penanam modal usaha demi keuntungan. Hal ini dapat dilihat dari tingkat
perkembangan kehiclupan petani menurut Wolf yang dikutiJP Sutisna (2001) bahwa
petani terdiri dari pencocok tanam primitif, petani dan pengusaha pertanian atau
farmer. Petani bukanlah pencocok tanam primitif lebih mengutamakan untuk
menggunakan sebagian besar hasil pertanian untuk kepentingannya sendiri dan
memenuhi kewajiban kekerabatan, bukan untuk dipertukarkan dengan barang lain.
Pengusaha pertanian lebih berorientasi kepada bisnis dan mencari laba dalam
mengelola usaha taninya.
Empat karakteristik petani menurut Shani an yang dikutip Sutisna (2001)
adalah:
1. Petani selaku pelaku ekonomi yang memusatkan pada usaha tani milik keluarga.
2. Petani menggantungkan hidupnya kepada tanah, karena tanah merupakan sumber
3. Pernni memiliki budaya sosial yang kental dan mekanistik karena mereka
merupakan bagian dari warga desa yang berukuran kecil
4. Petani tidak gampang ditaklukkan oleh kekuatan ekonomi, budaya dan politik.
Menurut Sarwono (2003), usia seseorang dikatakan produktif adalah 25-29
tahun. Pada usia tersebut seseorang melakukan perkerjaan yang membutuhkan
kekuatan, kecepatan dan kecermatan gerak (misalnya dalam olah raga yang
membutuhkan tenaga fisik). Seorang petani yang memiliki usia diatas 30 tahuh masih
bisa disebut usia produktif Bahkan petani dengan usia diatas 50 tahun pun masih
banyak yang melakukan kegiatan usaha pertanian. Hal ini tidak bisa dikatakan ukuran
seorang µetani yang produktif adalah yang berusia 25-29 tahun.
Hurlock seperti dikutip Sarwono (2003) mengatakan bahwa tahap
perkembangan usia dewasa adalah 21-40 tahun dan usia setengah baya adalah 40-60
tahun serta usia tua adalah diatas 60 tahun. Dasar pengelompokan usia tersebut
dilak.ukan di negara maju seperti Amerika Serikat.
Penelitian ini membatasi usia petani sesuai dengar1 pendapat Hurlock dalam
Sarwono (2003) yaitu usia dewasa adalah 21-40 tahun. Pada kategori usia tersebut
seorang petani masih memiliki kemampuan yang cukup kuat dan semangat dalam
kegiatan usaha pertaniannya. Akan tetapi usia dengan kategori tua tidak mengikuti
pendapat Hurlock yaitu di atas 60 tahun. Penulis mcnentukan usia tua pada petani
antara 41-60 dengan dasar bahwa pada usia tersebut petani sudah masuk kategori tua
tersebut merupakan masa dimana petani masih melakukan kegiatan bertani tetapi
efektivitas waktu bertaninya berkurang.
2.3. Siaran Radio dan Siaran Pertanian di Radio Fiska Fll!l
2.3.1. Siaran Radio
Perkembangan informasi modern tidak lepas dari peni.ngkatan informasi yang
semakin tinggi. Komunikasi timbal balik sering distilahkan dengan komunikasi dua
arah atau two way communication merupakan suatu model komunikasi yang efektif.
Terobosan yang menentukan di lapangan terjadi dengan bermulanya
komunikasi tanpa kabel (wireless communication) yang memungkinkan menerima
pesan yang sama secara simultan di lokasi yang tak teiibatas jumlahnya. Sejak
komunikasi yang bersifat publik dan serempak atau synchronous menjadi mungkin
secara teknis, dan nyatanya memang komunikasi radio hanya dapat dilakukan secara
publik, dan sejak itu pula tidak mungkin untuk mencegah seseorang dari mendengar
apa yang disiarkan oleh suatu stasiun siaran. Satu-satunya syarat untuk menerima
pesan elektro-magnetic adalah pemilikan suatu pesawat pene:rima. Pesawat penerima
dalam penelitian ini adalah media radio yang mampu menerima pesan
e/ektro-magnetic tersebut.
Secara harpiah kata media memiliki arti "perant:ara" atau "pengantar".
Association for Education and Communication Technology (AEC1) yang dikutip oleh
dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi, sedangkan menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (2002), media adalah suatu alat (sarana) komunikasi.
Media sesungguhnya adalah suatu sarana yang dibutuhkan oleh masyarakat
dalam setiap aspek dalam kehidupan. Media tersebut diantaranya adalah media radio
yang memiliki kemampuan penyampaian informasi secara cepat dan akurat kepada
pendengar. Media radio termasuk kedalam media elektronik juga bagian dari media
massa. Media elektronik adalah media massa yang mempergunakan alat-alat
elektror,ik medium, misalkan radio, televisi, dan film. Sedangkan media massa itu
sendiri memiliki definisi di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sarana dan
saluran resmi sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada
masyarakat luas.
Radio merupakan bagian dari media audio. Asnawir dan Masyiruddin (2002)
mengatakan bahwa media audio berkaitan dengan indera pendengaran, dimana pesan
yang disampaikan dituangkan dalam Jambang auditif, baik verbal (ke dalam kata-kata
atau bahasa lisan) maupun non verbal.
Akibat dari kemajuan dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi orang
dapat menciptakan radio. Dalam pandangan Asnawir dan Basyimddin (2002), radio
merupakan perlengkapan elektronik yang dapat digunaka:n untuk mendengarkan
berita yang bagus dan aktual, dapat mengetahui beberapa kejadian dan
Radio sebagai media massa muncul setelah adanya film, yakni sekitar tahun
1920. berberapa orang yang berjasa dalam penemuan radio antara lain Dr. Lee De
Forest, David Sarnoff, dan Dr. Frank Conrad (Amir, 1999).
Menurut Masduki (2004), radio sebagai medium komunikasi makin
diperlukan oleh masyarakat yang aktif bekerja. Masyarakat menurut Sari (1993)
adalah masyarakat yang menggunakan media massa sebagai sumber pemenuhan
kebutuhan bermedia. Sedangkan menurut Jetkins (1996) masyarakat adalah
kelompok atau orang-orang yang berkomunikasi dengan suatu organisasi, baik secara
internal maupun eksternal. Menurut Masduki (2004), radio memiliki tiga kekuatan
dibandingkan media-media lainnya yaitu
1. Mobilitas tinggi. Radio bisa membawa pendengarnya ke mana-mana sambil
tetap sibuk bekerja di suatu lokasi.
2. Realitas. Radio menggiring pendengar ke dalam kenyataan dengan suara-suara
aktual dan bunyi dari fakta yang terekam dan disiarkan.
3. Ke5egaran. Radio menyajikan informasi dan petu1njuk yang dibutuhkan
pendengar secara cepat, bahkan langsung pada saat kejadian. Pendengar bisa
berinteraksi dengan penyiar secara mudah melalui fasilitaB telepon.
Selanjutnya, Masduki (2004) mengatakan radio adalah suara. Suara
merupakan modal utama terpaan radio ke masyarakat dan stimulasi yang
dikoneksikan kepadanya oleh masyarakat. Secara psikologis suara adalah sensasi
yang te1persepsikan ke dalam kemasan auditif. Suara 、セャ。ュ@ sebuah radio adalah
dari suatu suara yang termediasi oleh teknologi yang kemudian menimbulkan formasi
imajinasi visual tertentu di benak pendengar. Setiap suara memiliki komponen visual
yang mampu menciptakan gambaran. Pencampuran antara kata, musik, dan efek
suara lainnya akan mempengaruhi emosi pendengar serta mengajak mereka berada di
lokasi kejadian yang dikomunikasikan.
Acara siaran radio merupakan alat penghubung autara pemberi pesan dengan
sasarannya. Pada masa sebelum jaman orde baru peran serta. siaran radio sangat kuat
sekali sebagai alat informasi yang cukup handal dalam rangka merebut kemerdekaan
dari penjajah (Effendy, 1990). Hampir seluruh masyarakat Indonesia merasakan
bagaimana handalnya peran radio dalam menyebarkan informasi. Radio pada masa
itu merupakan alat komunikasi antara penguasa Hindia Belanda Jepang dan Republik
Indonesia untuk digunakan sebagai alat propaganda yang sangat handal dalam
mempengaruhi audience atau masyarakat (Suharto, 1993).
Sebagai media komunikasi massa, pers (termasuk rad!io dan televisi) menurut
Abdullah (2000) dinilai memiliki kekuatan untuk mempengaruhi opini masyarakat.
Siaran radio merupakan bagian dari proses penyampaian pesan yang dilakukan oleh
stasiun radio dengan tujuan untuk didengar khalayak ramai.
Menurut Moses yang dikutip oleh Jahi (1988) bahwa siaran radio memiliki
suatu peranan yang besar di wilayah yang sangar luas. Hal ini dikarenakan siaran
radio dapat didengar oleh masyarakat dari berbagai tempat dimana siaran radio
Karena didominasi oleh massa yang amat heterogen, siaran radio mampu
mamberntuk opini atau persepsi masyarakat dan menimbulkan citra positif atau
negatif dari masyarakat tersebut. Opini dan citra masyarakat bisa muncul sangat
positif, bisa pula sangat negatif atau kebalikannya (Abdullah, 2000). Media radio
dapat pula dikomsumsi oleh massa yang homogen. Hal ini dapat dilihat dengan
adanya suatu program acara di radio yang lebih terfokus kepada suatu komuitas kecil
atau besar di kota maupun di desa. Misalnya program siaran radio atau salah satu
acaranya adalah yang mengkhususkan diri pada masalah pertanian, dimana tujuan
utama pendengarnya adalah petani.
Jadi sebenarnya dapat dilihat bahwa media radio merupakan suatu altematif
alat komunikasi yang cukup handal untuk digunakan sebagai alat di dalam
mendapatkan informasi atau hiburan bagi setiap individu yang membutuhkannya.
2.3.2. Siaran Pertanian di Radio Fislta FM Bogor
Siaran pertanian adalah satu program acara siaran radio dengan sasaran
utamanya adalah kalangan petani yang tinggal di pedesaan. Kondisi petani
mempunyai keragaman yang artinya antara daerah yang satu dengan daerah yang
Iainnya mempunyai perbedaan yang mendasar dalam ha! bahasa, pola hidup,
sosio-politik, clan tradisi atau kebudayaannya.
Program acara siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogar menjadi salah satu
proigram acara yang dibuat untuk memberikan informasi tentang pertanian dengan
satu bagian dari kelompok masyarakat di Desa Sukamulya memiliki potensi untuk
dikembangkan dan diberikan kesadaran akan pentingnya pertanian dalam kehidupan
sehari-hari, karena petani di Desa Sukamulya sudah banyak yang meninggalkan Iahan
pertanian.
Materi atau isi dalam siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor antara lain
pentingnya sektor pertanian merupakan sektor, sektor pertanian dalam bidang
perikanan penting untuk dibudidayakan, sektor pertanian dalam bidang perkebunan
penting untuk dikelola dan dikembangkan, sektor pertanian dalam bidang peternakan
penting untuk dikembangkan dan dibudidayakan, lahan pertanian penting untuk
dikembangkan bukan untuk dijual, dan dampak dari berubalmya lahan pertanian ke
lahan industri (galian pasir). Materi/isi yang akan dilihat dalam penelitian ini adalah :
a. Pentingnya sektor pertanian
b. Manfaat lahan pertanian
c. Dampak berubahnya sektor pertanian ke sektor industri
Informasi dari materi/isi yang disuguhkan dalam siaran pertanian di Radio
Fiska FM Bogor disiarkan pada jam siar pagi dan sore. Jam siar pagi dilaksanakan
padajam 7.00-8.30 WIB dan jam siar sore pada jam 15.30-17.00 WIB. Dalam satu
minggu, siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor dilaksanakan pada Hari Selasa
sore, Rabu malam, Kamis sore, dan Jum'at malam. Artinya dalam satu minggu,
siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor berlangsung selama 4 empat kali siaran
2.4. Faktor-faktor yang Berpengamh Terhadap p・イセ・ーウゥ@
lnformasi manakala mengandung unsur-unsur baru akan menjadi sesuatu yang penting •1ntuk diketahui. Sesuatu yang baru memang relatif, tetapi yang dianggap barn dalam ha! ini adalah sesuatu yang baru atau belum diketahui oleh petani.
figka FM Bogor sebagai agen pembaharu menyajikan informasi yang bersifat inovatif clan barn bagi petani dengan harapan agar petani memberikan respon terhadap informasi yang disampaikan oleh Fiska FM Bogor. Siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor mernpakan sesuatu yang barn untuk diketahui oleh petani clan khalayak lainnya. Hal ini menjadikan Stasiun Radio Fiska FM Bogor menjadi saluran informasi yang akan memberikan ide-ide barn atau sesuatu yang barn ( siaran pertanian) bagi pendengarnya (petani). Dengan demikian petani secara tidak langsung ak:an memberikan penilaian atau persepsinya terhadap ide-ide barn (siaran pertanian) tersebut.
dua puluhan. Kemampuan mental menurun sejalan dengan penurunan kemampuan
Fisik.
Lionberger (1960) melihat hubungan umur deng'm kemampuan kognisi dan
perilaku adopsi inovasi secara praktis. Semakin tua umur, terdapat kecenderungan
semakin menurunnya kesehatan dan kemampuan energi. Selain itu, petani tua
menghadapi permasalahan yang berbeda dengan petani muda. Petani tua cenderung
kurang respektif terhadap ide-ide barn dibanding petani muda.
Schram dalam Jahi (1988) menyebutkan, pendidikan menjadi faktor dalam
mendapatkan pengetahuan. Pendidikan melengkapi khalayak dengan
keterampilan-keterampilan komunikasi yang diperlukan. Sejalan dengan ini, Tichenor dalam
Maman (1996) mengatakan, kenaikan pendidikim formal menunjukkan
keanekaragaman dan perluasan ruang kehidupan. Menumt Tichenor, pendidikan
menggambarkan kemampuan kognitif seseorang serta lebih banyaknya pengetahuan
yang mereka miliki.
Sementara itu Rogers yang dikutip Maman (1996) mengatakan bahwa dalam
menjelaskan kesenjangan pengetahuan lebih menekankan pada perbedaan struktur
sosial ekonomi. Menurut pengamatannya, kelompok masyarakat yang memiliki status
sosial ekonomi lebih tinggi memiliki penerimaan dan respon terhadap perubahan
yang lebih tinggi. Selain itu, mereka yang berasal dari kelom]pok yang berstatus sosial
ekonomi lebih tinggi cenderung memiliki sumber daya yang memadai untuk
melakukan inovasi. Sedangkan yang berstatus sosial ekonominya rendah cenderung
Selain itu, menurut Rogers dalam Maman (1996), mereka yang berstatus
sosial ekonomi lebih tinggi cenderung memiliki persamaan dengan para komunikator.
Pesan-pesan yang disampaikan akan lebih cepat memiliki efek bila disampaikan
kepada para petani yang berstatus sosial ekonomi lebih tinggi.
Pengamatan Lionberger (1960) terhadap proses dalam ide-ide dan praktek
baru menunjukkan status lahan garapan berhubungan dengan keutuhan adopsi
inovasi. Adopsi inovasi memerlukan proses pengambilan keputusan. Para petani
pemilik dapat mengambil keputusan dengan mudah untuk melakukan sebuah praktek
baru. Sebaliknya petani penggarap sangat tergantung kepad'a pemilik, terutama bila
adopsi memerlukan dukungan finansial. Sebagai konsekuensinya, adopsi inovasi
lebih banyak dilakukan oleh petani pemilik. Dalam kaitannya dengan persepsi petani
terhadap siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor; adopsi inovasi yang dimaksud
adalah siaran pertanian sebagai sesuatu yang barn untuk diketahui oleh petani dan
khalayak lainnya. Siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor tersebut pada dasarnya
mengadopsi siaran pedesaan yang pemah ada di Indonesia pada zaman sebelum era
reformasi.
2.5. Kerangka Pemikiran
Persepsi adalah proses pemberian makna sehingga memperoleh pengetahuan
baru. Salah satu komponen masyarakat di pedesaaan adalah petani. petani dapat
memperoleh pengetahuan baru jika dalam proses kehiduparmya mendapatkan suatu
adanya siaran radio yang menjadi tujuan untuk memberikan informasi atau
pesan-pesan kepada petani di Desa Sukamulya. Salah satu program acara dengan tujuan
khusus untuk petani adalah siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor. Informasi
yang diperoleh oleh petani dari siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor diperoleh
dengan cara mendengarkan dan alat untuk memahaminy:a adalah kesadaran dan
kognisi.
Penelitian ini akan melihat persepsi petani terhadap siaran pertanian di Radio
Fiska FM Bogor, yaitu bagaimana petani memberikan makna pada pesan atau
informasi dari siaran radio dari apa yang diberikan oleh Radio Fiska FM Bogor
tentang siaran pertanian. Hal ini ditentukan oleh karakteristik petani sebagai individu
yaitu umur, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan status kepemilikan Iahan
pertanian. Gambar 2 menunjukkan kerangka berfikir :;ecara operasional dari
penelitian yang dilakukan.
Gambar 2. Bagan Kerangka Pemikiran Persepsi Petani Terbadap Siaran Pertanian di
Radio Fiska FM Bogor.
Karakteristik Jndividu Petani
Persepsi Plltani terhadap Siaran
l. Umur Pertanian
2. Tingkat Pendapatan
l. Materi I isi
3. Tingkat Pendidikan
2. Jam Siar
4. Status Kepemilikan Laban
[image:37.595.38.459.169.505.2]2.6. Hipotesa
Ada hubungan antara karakteristik individu petani ( mnur, tingkat pendapatan,
tingkat pendidikan, dan status kepemilikan lahan pertanian) dengan persepsi petani
BAB ill
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Tempat dan Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten
Bogor, Provinsi Jawa Barat. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja atau
purposive, dengan pertimbangan bahwa di desa tersebut telah terjadi degradasi lahan
pertanian yaitu dengan berubahnya lahan pertanian ke lahan pertambangan galian C
serta adanya media siaran radio lokal yang memberikan informasi dan penyuluhan
tentang pertanian secara khusus kepada masyarakat di Desa Sukamulya.
Perubahan status lahan pertanian tersebut dialdbatkan oleh adanya
pertambangan galian basil alam seperti pasir, teras, clan lainnya yang sebagian besar
menggunakan lahan pertanian. Berdasarkan pengamatan awal penulis, petani di Desa
Sukamulya sebagian besar berpindah pekerjaan yaitu dari petani ke buruh kasar
seperti kuli menaikkan hasil alam ke mobil karena lahan pertmian mereka telah dijual
ke pengusaha galian. Penelitian ini dilakukan dari Bulan Juli sampai Bulan Agustus
2004.
3.2. Teknik Pengambilan Sampel
Populasi adalah keseluruhan objek penelitian, yaitu seluruh petani di Desa
Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Sampel
yang merupakan bagian atau elemen dari suatu populasi diambil dengan tujuan untuk
Metode pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Simple Random Sampling (SRS). Metode tersebut merupakan metode pengambilan
sampel berpeluang acak sederhana, artinya setiap elemen dalam populasi (responden petani), mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sebagai sampel. Adapun jumlah petani di Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat berjumlah 250 orang. Data petani tersebut diambil dari Laporan Potensi Desa Sukamulya ta:hun 2004.
Menentukan jumlah ukuran sampel dari 250 poplasi p(itani di Desa Sukamulya adalah dengan menggunakan rumus simple random sampling menurut Zikmulk yang dikutip oleh Ruslan (2004) yaitu :
Keterangan :
11
z
s
E
(ZS)2
n =
-E
: ukuran atau besarnya sampel : nilai standar corifidental level
: standar deviasi ( estimasi) terhadap populasi : besarnya error yang dapat diterima
Maka standar deviasi yang diperoleh adalah 25 responden petani dari 250 populasi
petani. Sampling error yang dapat diterima adalah 2 % dengan kata Iain persentase
ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat diinginkan
sekitar 2 %. Maka dengan error 2 % dari 250 populasi petani di Desa Sukamulya
didapatkan 5 responden sampel yang salah. Dengan demikian hasilnya adalah sebagai
berikut:
n = (ZS)2
E
= (1,96) (25)2 5
= (49)2
5
= (9,8)2
= 96,04 "' 96 sampel petani
Berdasarkan rumus Zikmulk dalam Ruslan (2004) di atas dihasilkan 96
responden sampel dari 250 populasi petani di Desa Sukamulya. Sampel 96 petani di
Desa Sukamulya didapatkan dengan cara menggunakan daftar nama petani, kemudian
ditetapkan nomor yang ganjil sesuai dengan ukuran sampel yang telah di tentukan
yaitu 96 sampel.
3.3. Teknik Pengumpulan Data
Metode penelitian yang digunakan adalah metode survai yaitu penelitian yang
mengambil sampel dari suatu populasi. Pada pelaksanaan survai, digunakan
kuesioner sebagai alat pengumpulan data pokok yang kemudian akan diolah dan
Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Pengumpulan data primer di penelitian ini menggunakan kuesioner, yaitu dengan memberikan sejumlah daftar pertanyaan kepad.a responden yang terpilih untuk menjadi sampel penelitian. Sedangkan data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan, seperti buku, laporan penelitian, dan literatur yang relevan dengan penelitian.
3.4. Teknik Pengolahan dan Analisis Data
Pengolahan data dilakukan dari basil kuesioner dalam rangka menjawab identifikasi masalah dan tujuan peneltian, selanjutnya membuat tabulasi silang. Beberapa data lainnya dianalisis dengan pengujian secara statistik, yaitu chi square (Khi-Kuadrat) untuk melihat hubungan antara karakteristik individu petani dengan persepsi terhadap siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor.
Rumus chi square berdasarakan Singarimbun (1989) adalah sebagai berikut :
(Fo-ft)2
x•=I:[
J
ft
Keterangan :
X2 : Chi-kuadrat hitung (nilai perhitungan)
Fo : Frekuensi yang diperoleh dari survai Ft : Frekuensi teoritis
X2hit K=
X21iit+ n
Keterangan :
n : Jumlah responden
3.5. Definisi Operasional
3.5.1. Karakteristik Individn Petani
1. Umur adalah usia petani yang dihitung dari tahun kelahiran saat penelitian berlangsung. Umur dikelompokkan menjadi :
a. Muda/remaja : 21 - 40 tahun b. Tua : 41 -60 tahun
2. Tingkat pendapatan adalah jumlah uang yang diperoleh petani setiap bulan dan hasil dari hasil bertani, berdagang, pemberian anak, kiriman, dan Iain-Iain. Pendapatan dikelompokkan menjadi :
a. Rendah : < Rp 550.000,-b. Tinggi : > Rp
555.000,-3. Tingkat pendidikan adalah pendidikan formal tertinggi yang dicapai oleh petani. tingkat pendidikan dikelompokkan menjadi :
a. Rendah : Tidak Sekolah - SD
b. Tinggi : SMP-SMU
a. Petani penggarap adalah petani yang menggrap mahan milik orang Jain dan mempunyai hak untuk membuat dan memutuskan atas lahan tersebut.
b. Petani pemilik adalah petani yang mempunyai lahan dan menggarapnya sendiri.
3.5.2. Persepsi Petani terhadap Siaran Pertanian
I. Persepsi terhadap materi/isi adalah persepsi petani terhadap materi/isi pada acara siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor. materi/isi siaran pertanian tersebut adalah:
a. Pentingnya sektor pertanian b. Manfaat lahan pertanian
c. Dampak berubahnya sektor pertanian ke sektor industri
Terdapat dua kategori (I) negatif = skor 5 - 10, artinya materi-materi atau isi siaran pertanian yang dianggap tidak menarik oleh responden petani; dan (2) positif = skor 11 - 15, · artinya materi-materi atau isi siaran pertanian yang dianggap menarik oleh responden petani.
BAB IV
GAMBARAN UMUM LOKASI PENELllTIAN '
4.1. Keadaan Umum Desa Sukamulya
Penelitian ini dilakukan di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor. Desa Sukamulya adalah desa yang terletak di Kabupaten Bogor bagian barat dimana posisinya berdekatan langsung dengan Desa Suradita Kabupaten Tangerang Provinsi Banten. Luas Wilayah Desa Sukamulya 1070,2 ha yang digunakan untuk berbagai penggunaan. Secara rinci dapat dilihat pada tabel l dli bawah ini.
Tabel I. Penggunaan tanah di Desa Sukamulya
セッN@
·•·· ',. ZNᄋN\ᄋセᄋZGᄋZ[⦅N|MLᄋZ⦅GOB@ ___ :::: __ :-.·.·:'·'·/-_- -. >> •··· .
tallun
2()o4
·.>;\'.'' .• p・QQァァQQョセAャセ@ Gヲ。QQセィO@ ... · .. ·
, . Jmllfa!t IB"ii\
· ·· ...
ᄋセᄋゥ|@..
. -· ::; .· .· .1. Pemukiman 382.49 35,74
2. Banmman 32.43 3.03
3. Pertanian
-
Persawahan 197,45 18.45-
Perkebunan 38.95 3.64-
Perikanan Darat/Air Tawar 6.0 0.564 LadangJTegalan 345.25 32.26
5. Padang Rumput/Stepa/Ladang 41.20 3.85
Gembalaan/Pangonan
6. Rekreasi dan Olah Raga 1· • 9.1 0.85
7. Raw a 3.0 0.28
8. Lain-lain 14.34 1.34
TOTAL 1070.2 100
Sumber : Data PotenSI Desa Sukamulya (2004)
[image:45.595.38.453.208.592.2]Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Suradita Kecamatan Cisauk Kabuapten Tangerang Provinsi Banten.
Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Tamansari Kern>matan Rumpin Kabupaten Bogor Provinsi Jawa Barat
Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Mekarsari Kecama.tan Rumpin Kabuapten Bogor Provinsi Jawa Barat
Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Gunung Sindur Ke1;amatan Gunung Sindur Provinsi Jawa Barat
Lokasi Desa Sukamulya dengan ibu kota Kecamatan berjarak I 0 km yang dapat ditempuh selama setengah jam. Jarak tersebut Iebih dekat jika dibandingkan dengan jarak desa ke Ibukota Kabupaten mencapai 6 kali jarak ke ibukota kecamatan yaitu 59 Km dan diternpuh selama 3 jam. Sedangkan ke ibukota kota provinsi waktu yang dibutuhkan selama 7 jam dengan jarak tempuh 184 Km. Kondisi seperti ini mengakibatkan Desa Sukarnulya mengalami hambatan di dalam rnelakukan pembani,>unan sarana dan prasarana karena jauhnya dari ibukota kabupaten dan telah rusaknya sarana jalan umum yang sudah berlangsung cul::up lama. Dengan keadaan seperti ini, rnaka rnasyarakat di Desa Sukamulya mengala.mi kesulitan mendapatkan informasi yang berkernbang di wilayah Kabupaten Bogor.
Jumlah kepala keluarga (KK) di Desa Sukamulya mencapai 2401 orang dengan jumlah penduduk sebanayk 11785 orang. Ada.pun komposisi penduduk berdasarkan jender yaitu Iaki-Iaki 5792 orang dan perempuan 5993 orang, yang berarti jumlah wanita di Desa Sukamulya lebih banyak di !bandingkan dengan laki-laki.
Tabel 2. Kondisi Demografi Desa Sukamulya Tahun 2004
No. Kondisi Demo1?rafi . • .. ... · Jumlal1Jofa1illtY .
.
.
l. Jumlah Kepala Keluarga IKKl 2401
2. Jumlah penduduk Desa Sukamulva 11785
3. Jumlah Penduduk laki-laki 5792
4. Jumlah penduduk peremouan 5993
5. Jumlah penduduk laki-laki dalam 2287
kelomook umur 21-40 tahun
6. Jumlah penduduk laki-laki dalam 1214
kelomeok umur 41-60 tahun Sumber: Da1a Potens1 Dcsa Sukarnulya, 2004
[image:47.595.36.456.172.466.2]Tingkat pendidikan di Desa Sukamulya secara umum relatif cukup baik. Pada
tabel di bawah dapat dilihat bahwa tingkat pendidikan tamata SLTP mencapai 3105
orang dan SLTA sebanyak 2085, sedangkan tingkat pendidian masyarakat yang tamat
SD berjumlah 1722. Secara lebih rinci dapat dilihat pada tabel 3 berikut ini:
Tabel 3. Tingkat Pendidikan penduduk Desa Sukamulya
;;:iNi>; .• •.
< .. ····•···.·.···
GiGゥQャウエォャャNエGQ_・ョ、ゥゥャゥォャャNョゥᄋᄋGセZᄋキ@•
I. Tidak tamat SD
2. Tamat SD 1722
3. SLTP 3105
4. SLTA 2085
5. D-1 150
6. D-2 60
7. D-3 60
8. S-1 140
9. S-2 30
10. S-3 10
Sumber: Data Potensi Desa Sukamulya, 2004
Pada tabel 3 tersebut meggambarkan penyebaran tingkat pendidikan di Desa
Sukamulya. Tingkat pendidikan petani di Desa Sukamulya umumnya berada pada
tingkat tidak sekolah sampai tingkat tamat SD. Sedangkan petani yang memiliki
tingkat pendidikan diatas tamat SD jumlahnya tidak sig11ifikan, ha! ini disebabkan
karena rendahnya minat sekolah dan tidak adanya dorongan dari keluarga dan
lingkungan. Pada tingkat pendidikan SLTP ke atas umumnya didominasi oleh
pekerja swasta dan buruh industri
Penduduk di Desa Sukamulya yang memiliki peh:rjaan berdasarkan data
potensi Desa Sukamulya tahun 2004 berjumlah 2375 jiwa. Dari klasifikasi mata
[image:48.595.39.457.175.474.2]berjumlah 250 orang petani. Sedangkan mata pencahi:rian dengan jumlah paling banyak adalah karyawan swasta yaitu sebesar 651 orang. Pada tabel 4 dibawah ini digambarkan secara rinci jumlah petani yang bekerja sesuai dengan mata pencahariannya masing-masing.
Tabel 4. Mata Pencaharian Penduduk Desa Sukamulya No.
Mata Pencaharian
.
··. •.i. .
Jullifah(orliii'"···· .... · .. ·.•
><·... .
l. Buruh tani 30
2. Petani 250
3. p・、。セ。ョァOp・ョァオウ。ィ。Owゥイ。ウキ。ウエ。@ 270
4. PNS 549
-5. TNVPOLRl 20
6. Buruh Industri 266
7. Karyawan Swasta 651
8. _Tu k_1!!_1g_ k a Y_ll_ _ 208
· ·
-9. tオォ。ョセ@ batu 100
10. Guru S wast a 31
Sumber: Data Potens1 Desa Sukamulya, 2004
[image:49.595.37.458.151.480.2]4.2. Keadaan Radio Fiska FM Bogor
Stasiun Radio Fiska FM Bogor berdiri pada tahun 2003 di Desa Sukamulya
Kecamatan Rumpin Bogor Provinsi Jawa Barat. Radio ini didirikan oleh sebuah
Y ayasan yang bernama Y ayasan Fl Silmy Kaafah dengan penanggung jawabnya
adalah Kepala Desa Sukamulya.
Bentuk radio ini adalah radio lokal yang tidak mempunyai tujuan untuk
mencari untung atau non profit. Penanggung jawab biaya operasional siaran radio
oleh Kantor Desa Sukamulya dan donasi dari pihak-pihak yang secara ikhlas
membantu.
Radio ini memiliki tujuan sebagai sarana informasi kepada masyarakat Desa
Sukamulya. Radio ini memiliki jangkauan frekuensi dengan radius 15 km. Dengan
radius 15 km maim seluruh masyarakat Desa Sukamulya dapat mendengarkan siaran
Radio Fiska KM.
Lokasi Radio Fiska FM Bogor secara geografis berada dekat dengan Provinsi
Banten dan cukup jauh dari kantor Kabupaten Bogor. Hal ini disebabkakn karena
daerah ini merupakan daerah yang berada di bagian Bogor Barat dari Kabupaten
BABV
HASIL DAN PEMBAHASAN
5.1. Karakteristik Responden Petani
5.1.1. Umur
Petani yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 96 orang dan berada pada
rentang umur 21-60 tahun. Pada tabel 5 di bawah ini dijelaskan tingkat umur
respondeu petani yang terpilih menjadi sampel penelitian di Desa Sukamulya
Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor.
Tabel 5. Jumlah Responden Petani Berdasarkan Umur
.
Umur . Jmnlah(N)
. . ... ' ' , "
Muda 32 30,72
Tua 64 69,28
Jumlah 96 100
Sumber : Data primer yang lelah diolah
Pada tabel diatas dapat dilihat bahwa kelompok umur dengan kategori tua atau
yang berumur antara 41-60 tahun lebih dominan dibandingkan umur dengan kategori
muda yaitu responden petani yang berumur antara 21-40 tahun. Responden petani
yang berumur tua berjumlah lebih dua kali lipat lebih banyak (69,28 %) dibandingkan
responden petani muda (30, 72 %). Artinya responden petani berusia tua tetap
melakukan usaha utamanya adalah bekerja di sektor pertanian seperti bertani di
sawah da.n ladang, sedangkan responden petani berusia muda lebih memilih bekerja
[image:51.595.34.456.163.470.2]berusia muda tidak menjadikan pekerjaan kuli pasir sebagai pekerjaan utama. Mereka masih melakukan pekerjaannya sebagai petani tetapi intensitasnya rendah.
5.i.2. Tingkat Pendapatan
Tingkat pendapatan petani dikelompokkan menjadi tingkat pendapatan rendah dan tinggi. Petani yang memiliki pendapatan di bawah Rp 550.000,- merupakan kelompok respoden petani yang berpendapatan rendah dan sebaliknya tingkat pendapatan di atas Rp 555.000,- adalah petani yang berpcndapatan tinggi. Pada tabel 6 di bawah ini secara jelas dapat dilihat jumlah responden petani di Desa Sukamulya berdasarkan tingkat pendapatannya.
Tabet 6. Jumlah Responden Petani Berdasarkan Tingkat Pendapatan
Tingkat Pendapatan --_-, .: Jtlmfah (NJ ·· .. ·
'
'
.· ··
Npセョエ|ョゥ。ウᄁ@. ···.·. .· ..
Rend ah 56 53,76
Tingg!_ 40 46,24
-Jumlah 96 100
Sumbcr : Dala pmner yang telah d10lah
menunjukkan bahwa tingkat pendapatan responden petani di Desa Sukamulya tidak
beragam.
5.1.3. Tingkat Pendidikan
Tingkat pendidikan responden petani di Desa Sukamulya sebagian besar tidak
lulus sampai lulus Sekolah Dasar (SD), yaitu sebesar 70,08 persen atau 73 responden
petani dari total responden petani yang berjumlah 96 orang. Hal ini terjadi karena
pada umumnya orang tua responden petani bukan merupakan orang yang
berkecukupan serta rendahnya motivasi untuk menyekolahkan anak mereka ke
lembaga-lembaga pendidikan. Pada tabel 7 di bawah ini terlihat cukup besar
perbedaan tingkat pendidikan responden petani di Desa Sukamulya Kecamatan
Rump in Kabupaten Bogor.
Tabel 7. Jumlah Responden Petani Berdasarkan Tingkat Pendidikan
·•· · Tingkat Pendidikan.
Rend ah 73 70,08
Tin i 23 29,92
Jumlah 96 100
Sumber : Data primer yang telah diolah
Pada tingkat pendidikan responden petani yang tinggi atau responden petani
sekolah pada tingkat SMP-SMU pada tabel 7 diatas berjumilah 23 orang atau 29,92
persen dari total jumlah responden petani sebesar 96 orang. Hal ini menunjukkan
bahwa responden petani yang sekolah sampai tingkat SMP-S.MU umumnya memiliki
keinginan yang tinggi untuk memperoleh pengetahuan dan tidak ingin dikatakan buta
[image:53.595.37.462.161.520.2]pendidikannya walaupun hanya sampai SMP atau SMU. Sedangkan responden petani yang memiliki pendidikan rendah Jebih disebabkan oleh lrurangnya motivasi untuk sekolah serta keterbatasan biaya.
5.1.4. Status Kepemilikan Lahan Pe1ia11ian
Status kepemilikan lahan pertanian dibagi ke dalam dua bagian yaitu petani yang berstatus penggarap dan petani yang berstatus pemilik. Responden petani penggarap merupakan bagian dari petani yang melakukan usaha taninya di atas tanah negara dan tanah milik perorangan yang tidak digunakan oleh pemiliknya. Petani penggarap ini umumnya tidak memberikan hasil usaha taninya ke negara karena mereka merasa ini hasil kerja kerasnya kecuali mereka menggarap lahan orang lain dimana hasil yang diperolehnya harus dibagi dengan pemilik lahan tersebut. Sedangkan responden petani pemilik merupakan petani yang memiliki lahan pertanian. Lahan yang dimiliki oleh petani pemilik ini umumnya digarap sendiri dan ada juga yang digarap oleh petani penggarap. Pada tabel 8 di! bawah ini dapat dilihat perbedaan yang cukup signifikan antara responden petani penggarap dan responden petani pemilik.
Tabel 8. Jumlah Responden Petani Berdasarkan Status Kepemilikan Lahan Status Kepemilikan Jnllllah(N) .•.•... .· .. .
Pers¢fftase/' ··
,' ·_,· '"
Pemmarnp 36 34,56
Pcmilik 60 65,44
Jumlah 96 - 100
Sumber : Data pmner yang tclall diolal1
[image:54.595.41.455.562.640.2]responden petani dari total responden petani di Desa Sukamulya yaitu 96 petani
adalah berstatus sebagai pemilik lahan pertanian. Sedangkan responden yang
berstatus sebagai penggarap lahan pertanian hanya berjumlah 36 responden atau
34,56 persen dari total 96 responden petani. Hal ini menunuj:ukkan bahwa responden
petani sebagai pemilik lebih dominan dibandingkan dengan responden petani
penggarap dan ini berarti bahwa responden petani pemilik lebih suka melakukan
kegiatan pertaniannya secara mandiri.
5.2. Pernepsi Petani Terhadap Siaran Pertanian
Pada bagian ini akan diuraikan hasil penelitian terhadap responden petani yang
terpilih di Desa Sukamulya Kecamatan Rumpin Kabupaten Bogor Provinsi Jawa
Barat. Adapun subyek yang menjadi bahasannya adalah persepsi petani terhadap
siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor.
Pembahasan ini dimaksudkan untuk melihat seberapa besar persepsi petani
terhadap siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogar. Persepsi petani terhadap Siaran
pertanian di Radio Fiska FM Bogar akan dilihat dari karakteristik siarannya yaitu
seberapa besar persepsi petani terhadap materi/isi siaran pertanian dan seberapa besar
persepsi petani terhadap jam siar pada siaran pertanian tersebut. Selain itu juga akan
dilihat seberapa besar pengaruh karakteristik individu petani (umur, tingkat
pendapatan, tingkat pendidikan, dan status kepemilikan lal'1an pertanian) terhadap
5.2.1. Persepsi Petani terhadap Materi!Isi Siaran Pertanian di Radio Fiska FM Bogor
lvfateri/isi siaran pertanian di Radio Fiska FM Bogor adalah materi/isi siaran
pertanian yang ada di Radio Fiska FM Bogor. Materi/isi tersebut telah dipilih dan
ditentukan sesuai dengan permasalahan yang ada di lokasi penelitian. Materi-materi
tersebut antara lain tentang pentingnya sektor pertanian, manfaat lahan pertanian, dan
dampak berubahnya sektor pertanian ke sektor industri (pertambangan galian C).
Pada tabel 9 di bawah ini dapat dilihat persepsi responden petani terhadap materi/isi
siaran pe1tanian di Radio Fiska FM Bogor berdasarkan karakteristik individu petani.
Tabel 9. Persepsi Petani Terhadap Materi/Isi Siaran Pe1tanian di Radio Fiska Fm Bogor
-
·--Persepsi Petani Terhadap Materi/Isi · ..
./
Karakteristik Siaran Pertanian · . . ·. ヲセエゥ、@
..
Pctani . Positif · ·._ · .. ·, Ne ati.f : --- -...
-.··...
ᄋᄋMセᄋᄋ@
...