• Tidak ada hasil yang ditemukan

ADVOKASI PLAN INTERNATIONAL DALAM MALNUTRISI DI SIKKA, NUSA TENGGARA TIMUR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ADVOKASI PLAN INTERNATIONAL DALAM MALNUTRISI DI SIKKA, NUSA TENGGARA TIMUR"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Putranto Cahyo Nugroho
  • Pengajar:
    • Bapak Prof. Dr. H. Bambang Sucipto, M.A.
    • Bapak Ali Muhammad, S. IP, M.A., Ph. D.
    • Ibu Dr. Nur Azizah, M. Si
    • Ibu Siti Muslikhati, S. IP, M. Si
    • Bapak Takdir Ali Mukti, S. Sos., M. Si
  • Sekolah: Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
  • Mata Pelajaran: Hubungan Internasional
  • Topik: Advokasi Plan International Dalam Malnutrisi Di Sikka, Nusa Tenggara Timur
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2017
  • Kota: Yogyakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini memberikan latar belakang pentingnya isu malnutrisi di Sikka, Nusa Tenggara Timur, yang merupakan masalah krusial dalam konteks ketahanan pangan. Penelitian ini menggarisbawahi peran PLAN International sebagai NGO yang berkontribusi dalam mengatasi malnutrisi, serta menjelaskan urgensi peran NGO dalam menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh pemerintah. Penulis mengidentifikasi bahwa meskipun ada upaya dari pemerintah, hasilnya belum memuaskan, sehingga diperlukan advokasi dari organisasi internasional seperti PLAN untuk meningkatkan kondisi gizi masyarakat.

1.1 Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah menjelaskan kebutuhan dasar manusia, termasuk pangan, dan bagaimana ketahanan pangan menjadi agenda utama pemerintah. Penulis menyoroti bahwa meskipun terdapat program pemerintah, prevalensi malnutrisi tetap tinggi di Nusa Tenggara Timur. Data menunjukkan bahwa NTT berada di urutan terbawah dalam ketahanan pangan, sehingga diperlukan intervensi dari NGO untuk membantu mengatasi masalah ini.

1.2 Rumusan Masalah

Rumusan masalah berfokus pada bagaimana advokasi PLAN International dapat meningkatkan nutrisi dan mengatasi isu malnutrisi di Sikka. Penulis merumuskan pertanyaan penelitian yang menjadi panduan dalam menganalisis peran dan strategi PLAN dalam menangani masalah ini, serta dampaknya terhadap kebijakan pemerintah.

1.3 Kerangka Pemikiran

Kerangka pemikiran menggunakan teori Transnational Advocacy Network yang menjelaskan peran NGO dalam advokasi isu-isu global. Penulis menjelaskan bagaimana jaringan advokasi dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah melalui informasi dan kolaborasi dengan berbagai aktor, termasuk masyarakat lokal dan internasional.

1.4 Hipotesa

Hipotesis penelitian mencakup pengumpulan informasi mengenai kondisi malnutrisi di Sikka, aksi yang dilakukan oleh PLAN untuk mengatasi masalah tersebut, dan bagaimana advokasi dapat mendorong pemerintah untuk mengubah kebijakan terkait nutrisi. Ini menjadi dasar untuk menganalisis efektivitas intervensi PLAN.

1.5 Jangkauan Penelitian

Jangkauan penelitian dibatasi pada periode 2013 hingga 2016 di Kabupaten Sikka, dengan fokus pada kondisi malnutrisi. Batasan ini penting untuk memastikan analisis yang mendalam dan relevan terhadap konteks lokal, serta dampak dari program-program yang telah dilaksanakan oleh PLAN.

1.6 Metodologi Penelitian

Metodologi yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penulis mengumpulkan data melalui studi dokumen dan wawancara, yang memungkinkan pemahaman mendalam mengenai peran PLAN dan kondisi malnutrisi di Sikka. Metode ini mendukung pengembangan argumen dan analisis yang komprehensif.

1.7 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian adalah untuk memahami peran NGO dalam advokasi malnutrisi, menjelaskan strategi PLAN dalam meningkatkan kondisi gizi, dan menganalisis dampak advokasi terhadap kebijakan pemerintah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru mengenai kontribusi NGO dalam isu kesehatan masyarakat.

1.8 Sistematika Penelitian

Sistematika penulisan dibagi menjadi lima bab yang menjelaskan latar belakang, profil PLAN, kondisi malnutrisi di Sikka, advokasi PLAN, dan kesimpulan. Struktur ini memudahkan pembaca untuk mengikuti alur pemikiran dan analisis yang disajikan dalam penelitian.

II. PLAN INTERNATIONAL

Bagian ini menjelaskan profil PLAN International sebagai organisasi yang berfokus pada isu kemanusiaan, termasuk malnutrisi. Penulis merinci sejarah, visi, misi, dan strategi PLAN dalam mengatasi masalah yang dihadapi oleh anak-anak di seluruh dunia. Informasi ini penting untuk memahami konteks operasional PLAN dan bagaimana mereka berkontribusi dalam meningkatkan kondisi gizi di Sikka.

2.1 Sejarah, Visi, dan Misi PLAN Internasional

Sejarah PLAN International dimulai pada tahun 1937 dengan fokus pada bantuan kepada anak-anak yang terkena dampak perang. Seiring waktu, visi dan misi mereka berkembang untuk mencakup perlindungan hak anak dan pemenuhan gizi. Visi PLAN adalah menciptakan dunia yang menghargai hak dan martabat setiap anak, sementara misi mereka menempatkan anak-anak sebagai pusat dari segala kegiatan.

2.2 Strategi PLAN Internasional

Strategi PLAN yang dikenal sebagai 'ONE PLAN' mencakup peningkatan sumber daya, kolaborasi dengan organisasi lain, dan penguatan sistem operasi. Melalui strategi ini, PLAN berupaya untuk meningkatkan dampak program mereka dan memastikan bahwa bantuan yang diberikan tepat sasaran dan efektif.

2.3 Struktur PLAN Internasional

Struktur organisasi PLAN Internasional terdiri dari beberapa tingkat, mulai dari pusat hingga cabang di negara-negara yang mereka layani. Struktur ini memastikan bahwa program-program yang dijalankan dapat dikelola dengan baik dan sesuai dengan visi serta misi organisasi. Setiap bagian memiliki tanggung jawab yang jelas dalam pelaksanaan program.

2.4 Sumber Dana

PLAN International mengandalkan dana sponsor dan bantuan dari berbagai sumber untuk menjalankan program-programnya. Dana sponsor merupakan sumber utama, sementara dana bantuan berasal dari kerjasama dengan negara, institusi, dan perusahaan. Keberagaman sumber dana ini memungkinkan PLAN untuk memperluas jangkauan dan efektivitas program mereka.

2.5 Keberhasilan PLAN

PLAN International telah mencapai banyak keberhasilan dalam program-program mereka di berbagai negara. Contoh keberhasilan mencakup peningkatan kesadaran masyarakat tentang pentingnya nutrisi anak, penanganan bencana, dan pendidikan. Keberhasilan ini menunjukkan dampak positif dari advokasi dan program yang dijalankan oleh PLAN.

III. KONDISI KEKURANGAN GIZI ATAU MALNUTRISI di KABUPATEN SIKKA, NUSA TENGGARA TIMUR

Bagian ini membahas kondisi fisik dan tantangan yang dihadapi oleh Kabupaten Sikka dalam konteks malnutrisi. Penulis menjelaskan faktor-faktor yang berkontribusi terhadap masalah gizi di daerah tersebut, termasuk kondisi geografi, iklim, dan ketahanan pangan. Informasi ini penting untuk memahami konteks lokal yang menjadi latar belakang intervensi PLAN.

3.1 Kondisi Fisik Nusa Tenggara Timur

Kondisi fisik Nusa Tenggara Timur, termasuk letak astronomis, iklim, dan topografi, berpengaruh besar terhadap ketahanan pangan dan gizi. Penulis menjelaskan bagaimana faktor-faktor ini dapat mempengaruhi akses masyarakat terhadap pangan yang bergizi, serta dampaknya terhadap kesehatan anak-anak.

3.2 Kondisi Ketahanan Pangan di Nusa Tenggara Timur

Kondisi ketahanan pangan di Nusa Tenggara Timur menunjukkan tantangan yang signifikan. Penulis mencatat bahwa meskipun ada program pemerintah, prevalensi malnutrisi tetap tinggi. Hal ini menunjukkan perlunya intervensi tambahan dari organisasi seperti PLAN untuk meningkatkan akses dan kualitas gizi di masyarakat.

3.3 Kondisi fisik Kabupaten Sikka, Flores, NTT

Kondisi fisik Kabupaten Sikka, termasuk sumber daya alam dan infrastruktur, berperan dalam memperburuk masalah malnutrisi. Penulis menjelaskan bagaimana keterbatasan akses terhadap sumber daya dapat menghambat upaya peningkatan gizi dan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.

IV. KASUS MALNUTRISI YANG TERJADI DI SIKKA SERTA CARA ADVOKASI DAN IMPLEMENTASI OLEH PLAN

Bagian ini menguraikan kasus-kasus malnutrisi di Sikka dan bagaimana PLAN International melakukan advokasi serta implementasi program untuk mengatasi masalah tersebut. Penulis menjelaskan berbagai inisiatif yang dilakukan oleh PLAN dan hasil yang dicapai, memberikan gambaran tentang efektivitas strategi yang diterapkan.

4.1 Hasil temuan malnutrisi di Sikka oleh PLAN

PLAN melakukan penelitian untuk mengidentifikasi tingkat malnutrisi di Sikka. Penulis menyampaikan data dan temuan yang menunjukkan tingginya prevalensi malnutrisi di kalangan anak-anak, serta faktor-faktor yang menyebabkannya. Temuan ini menjadi dasar bagi intervensi yang dilakukan oleh PLAN.

4.2 Kerjasama PLAN dengan Pemerintah dalam Peningkatan Angka Gizi Bayi dan Anak di Sikka

Kerjasama antara PLAN dan pemerintah daerah sangat penting dalam upaya meningkatkan gizi bayi dan anak. Penulis menjelaskan program-program yang dijalankan, termasuk Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) dan bagaimana kolaborasi ini membantu mencapai tujuan bersama dalam perbaikan gizi.

4.3 Hasil Pencapaian PLAN dari Kegiatan di Sikka

Penulis menjelaskan pencapaian yang diraih oleh PLAN dalam program-program yang dilaksanakan di Sikka. Ini mencakup peningkatan praktik pemberian ASI, pemberian makanan yang tepat bagi anak-anak, serta penciptaan lingkungan yang mendukung gizi. Hasil ini menunjukkan dampak positif dari advokasi dan program yang dijalankan.

4.4 Serah Terima Kegiatan PLAN kepada Pemerintah Sikka

Serah terima kegiatan dari PLAN kepada pemerintah merupakan langkah penting dalam memastikan keberlanjutan program. Penulis menjelaskan bagaimana proses ini dilakukan dan harapan untuk penerapan kebijakan yang mendukung keberhasilan program-program gizi di Sikka.

V. KESIMPULAN

Kesimpulan merangkum temuan penelitian dan memberikan rekomendasi untuk langkah-langkah selanjutnya dalam mengatasi malnutrisi di Sikka. Penulis menekankan pentingnya peran NGO dalam advokasi dan implementasi program gizi, serta perlunya kerjasama yang lebih erat antara pemerintah dan organisasi internasional untuk mencapai hasil yang lebih baik.

Referensi Dokumen

  • Nongovernmental Organizations, Definition and History ( Lewis, D. )
  • The NGO Challenge for International Relations Theory ( William E. DeMars, D. D. )
  • UNDANG – UNDANG REPUBLIK INDONESIA NOMOR 7 TAHUN 1996 TENTANG PANGAN ( Republik Indonesia )
  • Transnational Advocacy Networks in Internasional dan Regional Politics ( Sinkkink, M. E. )
  • Non-Governmental Organizations and Civil Society Engagement in World Bank Supported Projects: Lessons from OED Evaluations ( Operations Evaluation Department )

Gambar

Tabel 1 : Indikator Praktek Perubahan Pemberian ASI
Tabel 2 : Perubahan Praktek Pemberian Makan Anak Usia 6 - 23 bulan
Tabel 3.a : Hasil yang diperoleh dalam menciptakan BFCI di wilayah Sikka
Tabel 3.b : Hasil yang diperoleh dalam menciptakan BFHI di wilayah Sikka

Referensi

Dokumen terkait

Selain itu, penelitian ini penting untuk dilakukan karena tidak semua destinasi wisata melibatkan masyarakat lokal dalam pengelolaannya, serta lewat penelitian ini

bertanya. Bertanya merupakan permintaan keterangan atau penjelasan untuk memperoleh informasi. Dalam hal SRWR ZXD WD¶D , bertanya merupakan permintaan keterangan atau

menurut Global Alliance Against in Woman (GGATW) mendefinisikan perdagangan manusia sebagai semua usaha atau tindakan yang berkaitan dengan perekrutan, pembelian, penjualan,

Menang gapi pro dan kontra terhadap pengelolaan secara adat oleh masyarakat lokal, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana masyarakat lokal dan hukum adatnya mengelola

politik pada tingkatan pemerintahan lokal, nasional, dan internasional. Dengan demikian pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan sangat berkaitan erat dengan

KESIMPULAN Berdasarkan hasil artikel yang ditulis, sebagaimana yang telah disajikan berupa nilai luhur dari belis tersebut dan tahap perkawinannya, terdapat beberapa kesimpulan

menurut Global Alliance Against in Woman GGATW mendefinisikan perdagangan manusia sebagai semua usaha atau tindakan yang berkaitan dengan perekrutan, pembelian, penjualan, transfer,

Kesimpulan: Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi berperan dalam mengatasi pengangguran dengan membuat program Kartu Kuning tetapi dalam pelaksanaannya ada kendala yang dihadapi oleh