Peran Hukum Adat dalam Pengelolaan dan Perlindungan Hutan di Desa Sesaot, Nusa Tenggara Barat dan Desa Setulang, Kalimantan Timur
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Penelitian ini menggambarkan penerapan hukum adat dalam pengelolaan hutan pada sistem Agroforesti Parak yang merupakan salah satu kearifan masyarakat lokal dalam pengelolaan sistem
Aspek Hukum Perlindungan Hutan dan Masyarakat Adat Terhadap Pertambangan Batu Bara Di Kampung Tukul Kecamatan Tering Kabupaten Kutai Barat Kalimantan Timur. Kabupaten
Runggandini, Caritas Woro Murdiati, 2012, “Rekonstruksi Kearifan Lokal Untuk Membangun Hukum Kehutanan Yang Berkelanjutan (Studi Terhadap Masyarakat Hukum Adat Kajang dan
Larangan mengelola bagian hutan yang dikeramatkan, masyarakat adat di Ledan melakukan pembatasan bagian tata kelola hutan adat, dimana terdapat pembagian hutan
Kepala adat suku Kuma Yohanes Laga Kuma menjual tanah hak ulayat milik masyarakat hukum adat Kuma sebanyak dua kali. Dimana masing-masing tanah tersebut terletak di desa
Kepala adat suku Kuma Yohanes Laga Kuma menjual tanah hak ulayat milik masyarakat hukum adat Kuma sebanyak dua kali. Dimana masing-masing tanah tersebut terletak di desa
Begitu juga dengan tumbuhnya lumut di hutan Sesaot primer, tidak jauh berbeda dengan hutan sekunder, masyarakat setempat juga banyak menggunakan hutan primer
Kendala yang paling utama dihadapai oleh masyarakat Waerebo adalah Bahasa dan promosi. Bahasa ini mempunyai hubungan dalam mengelola daya tarik wista Waerebo karena bahasa