• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kualitas Kimia dan Organoleptik Kulit Jadi dari Kulit Biawak (Varanus salvator) Awet Kering yang Disamak dengan Konsentrasi Valonea, Sodatan dan Krom yang Berbeda

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Kualitas Kimia dan Organoleptik Kulit Jadi dari Kulit Biawak (Varanus salvator) Awet Kering yang Disamak dengan Konsentrasi Valonea, Sodatan dan Krom yang Berbeda"

Copied!
92
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)
(9)
(10)
(11)
(12)
(13)
(14)
(15)
(16)
(17)
(18)
(19)
(20)
(21)
(22)
(23)
(24)
(25)
(26)
(27)
(28)
(29)
(30)
(31)
(32)
(33)
(34)
(35)
(36)
(37)
(38)
(39)
(40)
(41)
(42)
(43)
(44)
(45)
(46)
(47)
(48)
(49)
(50)
(51)
(52)
(53)
(54)
(55)
(56)
(57)
(58)
(59)
(60)
(61)
(62)
(63)
(64)
(65)
(66)
(67)
(68)
(69)
(70)
(71)
(72)
(73)
(74)
(75)
(76)
(77)
(78)
(79)
(80)
(81)
(82)
(83)
(84)
(85)
(86)
(87)
(88)
(89)
(90)
(91)
(92)

Referensi

Dokumen terkait

Biawak air mempunyai fleksibilitas tulang belakang yang baik saat berenang di air atau berlari karena karakteristik skelet aksialnya yang mempunyai jumlah ossa

Skelet kepala biawak air memiliki struktur yang relatif kecil dan kompleks, berbentuk segitiga dan lebih meruncing pada bagian anterior dengan permukaan yang relatif

Pada kelenjar bulbourethralis, sitoplasma sel-sel sekretoris dan sekreta di lumen kelenjar menunjukkan reaksi dengan intensitas lemah sampai kuat terhadap pewarnaan AB

Hasil penelitian ini menyebutkan jenis biawak pada pulau Biawak adalah Varanus salvator, dengan habitat berada di sekitar rawa hutan mangrove, hutan kelapa dan tepi

Hasil penelitian menunjukan bahwa sebaran karbohidrat asam ditemukan pada sel goblet pada keenam bagian usus dengan intensitas reaksi sedang (++) sampai kuat (+++), dan

dalam testis, diantaranya adalah sebagai dukungan fisik, perlindungan, dan nutrisi untuk perkembangan sperma (spermatid); fagositosis terhadap kelebihan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa biawak air memiliki proses pencernaan yang lebih efisien yang dapat dilihat dari morfologi usus yang relatif pendek,

Hasil pewarnaan AB pH 2,5 menunjukkan bahwa kelenjar lingualis dan sublingualis bereaksi positif dengan intensitas reaksi lemah (+) hingga kuat (+++) yang tersebar pada