i
HUBUNGAN KONSUMSI KOPI DENGAN DAYTIME
SLEEPINESS PADA MAHASISWA PSIK FIKES
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
SKRIPSI
Untuk Memenuhi Sebagai Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana Keperawatan (S.Kep) Pada Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Malang
Oleh :
RIZKI OKTAFIANI
NIM. 201210420311035
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS ILMU KESEHATAN
iii
SURAT PERYATAAN KEASLIAN PENELITIAN
Saya yang bertanda tangan dibawah ini :
Nama : Rizki Oktafiani
NIM : 201210420311035
Jurusan : Ilmu Keperawatan
Judul Skripsi : Hubungan Konsumsi Kopi dengan Daytime Sleepines pada
Mahasiswa PSIK FIKES Universitas Muhammadiyah Malang
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa Tugas Akhir yang saya tulis ini benar-benar
hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambil alihan tulisan atau pikiran orang
lain yang saya akui sebagai tulisan atau pikiran saya sendiri. Apabila dikemudian hari
dapat dibuktikan bahwa Tugas Akhir ini adalah hasil jiplakan, maka saya bersedia
menerima sanksi atas perbuatan tersebut.
Malang, Juli 2016
Yang Membuat Peryataan
iv
KATA PENGANTAR
Puji Syukur kepada Allah SWT atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan Rahmat
dan Hidayah-Nya maka penulis dapat meneyelesaikan skripsi dengan judul
“Hubungan Konsumsi Kopi dengan Daytime Sleepiness pada Mahasiswa
PSIK Universitas Muhammadiyah Malang”.Skripsi ini dibuat sebagai salah satu
syarat untuk memperoleh gelar sarjana keperawatan (S.Kep) pada Program Studi
Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.
Penulis menyadari bahwa skripsi ini dapat terselesaikan berkat bantuan,
arahan dan bimbingan dari berbagai pihak. Untuk itu tidak lupa penulis
menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada yang terhormat:
1. Bapak Yoyok Bekti Prasetyo, S.Kep, M.Kep., Sp.Kom selaku Dekan Fakultas
Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.
2. Ibu Nurul Aini, S.Kep., Ns., M.Kep selaku Ketua Program Studi Ilmu
Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.
3. Bapak Edi Purwanto, S.Kep, Ns, M.Ng sebagai dosen pembingbing I yang
dengan sabar dan kebesaran hati dalam membimbing saya untuk mewujudkan
proposal skripsi ini.
4. Erma Wahyu M., S.Kep, Ns, M.Si sebagai dosen pembimbing II yang telah
memberikan bimbingan, arahan, dan motivasi dalam penyusunan proposal
skripsi ini.
5. Seluruh Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan yang telah memberikan
v
6. Kepada Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah yang
telah memberikan kepercayaan untuk melakukan penelitian ini.
7. Kedua orang tua dan segenap keluarga tercinta yang telah memberikan
kesabarannya dan dukungan moril dan materil serta doa yang tidak terhenti
hingga saat ini.
8. Teman- teman PSIK 2012 A yang telah memberikan bantuan, motivasi dan
do’a dalam penyusunan proposal skripsi ini.
9. Kepada semua pihak yang tidak bisa disebutkan satu persatu atas doa dan
dukungannya.
Dalam penulisan skripsi ini,penulis menyadari sepenuhnya bahwa masih
banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan, sehingga peneliti mengharapkan
adanya saran dan masukan dalam rangka penyempurnaan proposal skripsi ini,
sehingga dapat bermanfaat bagi banyak pihak khususnya dibidang kesehatan.
Malang, Juli 2016
vi
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ... i
LEMBAR PERSETUJUAN ... ii
SURAT PERNYATAAN KEASLIAN PENELITIAN ... iii
KATA PENGANTAR ... iv
DAFTAR ISI ... vi
DAFTAR GAMBAR ... ix
DAFTAR TABEL... xii
DAFTAR LAMPIRAN ... xiii
ABSTRAK ... xiv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 4
1.3 Tujuan Penelitian ... 4
a. Tujuan Umum ... 4
b. Tujuan Khusus ... 5
1.4 Manfaat Penelitian ... 5
a. ManfaatTeoritis ... 5
b. Manfaat Praktis ... 5
1.5 Keaslian Penelitian ... 6
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 10
2.1 Konsep Kopi ... 10
a. Definisi Kopi ... 10
b. Sejarah Kopi ... 10
c. Kandungan Kopi ... 11
d. Jenis-jenis Kopi ... 16
e. Efek samping ... 16
1 Dampak Positif Kopi ... 16
2 Dampak Negatif Kopi ... 17
e. Faktor-faktor Konsumsi Kopi ... 18
2.2 Konsep Daytime Sleepiness ... 20
a. Definisi Daytime Sleepiness ... 20
b. Penyebab Daytime Sleepiness ... 21
c. Dampak Daytime Sleepiness ... 22
2.3 Konsep Mahasiswa ... .22
2.4 Hubungan Konsumsi Kopi dengan Daytime Sleepiness ... 23
BAB III KERANGKA KONSEP DAN HIPOTESIS PENELITIAN ... 25
3.1 Kerangka Konseptual ... 25
3.2 Penjelasan Kerangka Konseptual ... 26
3.3 Hipotesis Penelitian ... 27
BAB IV METODE PENELITIAN ... 28
4.1 Desain Penelitian ... 28
vii
4.3 Populasi, Sampel, dan Teknik Sampling ... 30
a. Populasi ... 30
b. Teknik Pengambilan Sampling ... 30
c. Sample ... 30
4.4 Variabel Penelitian ... 31
a. Variabel Independent ... 31
b. Variabel Dependent ... .31
4.5 Definisi Operasional... ... 31
4.6 Tempat Penelitian ... 32
4.7 Waktu Penelitian ... 33
4.8 Instrument Penelitian ... ... 33
4.9 Uji Validitas dab Reliabelitas ... 36
a. Uji Validitas ... 36
b. Uji Reliabilitas ... 36
4.10 Prosedur Pengumpulan Data ... 37
4.11 Pengolahan Data ... 38
4.12 Analisa Data ... 38
a. Analisa Unvariat... 38
b. Analisa Bivariat ... 39
4.13 Etika Penelitian ... 39
BAB V HASIL PENELITIANDAN ANALISA DATA ... 41
5.1 Karakteristik Responden ... 41
a. Karakteristik Responden Berdasarkan Usia ... 41
b. Karakteristik Responden Berdasarkan Jenis Kelamin ... 42
c. Karakteristik Resonden Berdasarkan Angkatan ... 43
d. Karakteristik Resonden Berdasarkan Budaya Konsumsi Kopi ... 43
5.2 Data Khusus ... 44
a. Konsumsi Kopi pada mahasiswa PSIK FIKES Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2013, 2014, dan 2015 ... 44
b. Daytime Sleepiness Kopi pada mahasiswa PSIK FIKES Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2013, 2014, dan 2015 ... 45
5.3 Analisa Data ... 45
a. Cross Tabulation dan Hasil Analisa Korelasi SpearmanRank Test Hubungan antara Konsumsi Kopi dengan Daytime Sleepiness ... 45
BAB VI PEMBAHASAN ... 47
6.1 Gambaran Konsumsi Kopi pada Mahasiswa PSIK FIKES Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2013, 2014, dan 2015 ... 47
6.2 Gambaran Daytime Sleepinesspada Mahasiswa PSIK FIKES Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2013, 2014, dan 2015 ... 49
6.3 Hubungan Konsumsi Kopi dengan Daytime Sleepiness pada Mahasiswa PSIK FIKES Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2013, 2014, dan 2015 ... 50
6.4 Keterbatasan penelitian... 51
viii
BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN ... 55
7.1 Kesimpulan ... 55
7.2 Saran ... 56
ix
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Kopi ... 10 Gambar 3.1 Kerangka Konseptual ... 25 Gambar 4.1 Kerangka Penelitian ... 29 Gambar 5.1 Responden Berdasarkan Usia Mahasiswa PSIK FIKES Universitas
Muhammadiyah Malang Angkatan 2013, 2014 dan 2015 ... 42 Gambar 5.2 Responden Berdasarkan Jenis Kelamin Mahasiswa PSIK FIKES
Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2013, 2014 dan 2015 . 42 Gambar 5.3 Responden Berdasarkan Angkatan Mahasiswa PSIK FIKES Universitas
Muhammadiyah Malang Angkatan 2013, 2014 dan 2015 ... 43 Gambar 5.4 Responden Berdasarkan Buadaya Konsumsi Kopi dalam Keluaga
x
DAFTAR TABEL
Tabel 4.1 Definisi Operasional ... 30 Tabel 4.2 Kisi Kisi Kuesioner Konsumsi Kopi ... 34 Tabel 4.4 Kisi Kisi Kuesioner Epworth Sleepiness Scale ... 35 Tabel 5.1 Responden Berdasarkan Usia Mahasiswa PSIK FIKES Universitas
Muhammadiyah Malang Angkatan 2013, 2014 dan 2015 ... 41 Tabel 5.2 Identifikasi Kategori Daytime Sleepiness pada mahasiswa PSIK FIKES
Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2013, 2014 dan 2015 ... 44 Tabel 5.3 Hasil Cross Tabulation Hubungan antara Konsumsi Kopidengan Daytime
Sleepiness pada Mahasiswa PSIK FIKES Universitas Muhammadiyah Malang Angkatan 2013, 2014 dan 2015 ... 45 Tabel 5.4 Analisa Data Hubungan antara Konsumsi Kopi dengan Daytime Sleepiness
pada mahasiswa PSIK FIKES Universitas Muhammadiyah Malang
xi
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1 Surat Izin Studi Pendahuluan ... 60
Lampiran 2 Lampiran 2 Surat Keterangan Penelitian ... 61
Lampiran 3 Lembar Persetujauan Menjadi Responden ... 62
Lampiran 4 Lembar Kuesioner ... 64
Lampiran 5 Tabulasi Data Uji Validitas dan Reliabilitas ... 68
Lampiran 6 Uji Validitas dan Reliabilitas ... 69
Lampiran 7 Tabulasi Data Konsumsi Kopi ... 71
Lampiran 8 Tabulasi Data Daytime Sleepiness ... 75
Lampiran 9 Hasil Uji Spearmen Rank ... 79
Lampiran 10 Lembar Konsultasi ... 80
Lampiran 11 Dokumentasi ... 85
xii
DAFTAR SINGKATAN
Singkatan 1 AEKI (Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia) Singkatan 2 SHF (Sleep Health Foundation)
Singkatan 3 FSC (Food Source of Caffeine)
xiii
RELATIONSHIP OF COFFEE CONSUMPTION WITH
DAYTIME SLEEPINESS IN NURSING STUDENTS OF
FACULTY HEALTH SCIENCES UNIVERSITY OF
MUHAMMADIYAH MALANG
Rizki Oktafiani¹ ; Edi Purwanto² ; Erma Wahyu Mashfufa³
ABSTRACT
Background : Daytime sleepiness is a sleepy condition at active hours when a person is expected to awake and alert. Daytime sleepiness is a problem that is often complained students when performing daily activities, especially when learning takes place. Coffee consuming lifestyle was reportedly one cause of daytime sleepiness in students. The purpose of this study is to determine the relationship of coffee consumption with daytime sleepiness in nursing students of Health Sciences Faculty University of Muhammadiyah Malang.
Metode :The method in this study using Cross-sectional method. This research was conducted in February-June 2016 at the University of Muhammadiyah Malang. The subject of this research was the students who consume coffee by the number of respondents as many as 82 respondent. Sampling technique used total sampling. Data analysis used Spearman Rank Test.
Result :Based on the results of this study showed that there was a relationship between coffee consumption and daytime sleepiness in nurisng students of Health Sciences Faculty of Muhammadiyah Malang University. A total of 40 respondents that have ESS score> 10. Results Spearman Rank Test with SPSS, obtained p = 0.000 which is less than the value α = 0.05 which means that H1 is accepted and r count = 0.640.
Discussion : Excessive coffee consumption may cause some negative impact on health, such as daytime sleepiness. Limiting coffeeconsumption can minimize the negative impacts that may occur.
Keywords: Daytime sleepiness, Konsumsi kopi
xiv
HUBUNGAN KONSUMSI KOPI DENGAN DAYTIME
SLEEPINESS PADA MAHASISWA PSIK FIKES UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH MALANG
Rizki Oktafiani¹ ; Edi Purwanto² ; Erma Wahyu Mashfufa³
ABSTRAK
Latar Belakang : Daytime sleepiness merupakan kondisi mengantuk pada jam-jam aktif ketika seseorang diharapkan dalam keadaan terjaga dan siaga.Daytime sleepinessmerupakanmasalah yang seringdikeluhkankhususnyapelajarsaatmelakukankegiatansehari-hariterutamasaat proses belajarberlangsung. Mengkonsumsi kopi gaya hidup yang dilaporkan salah satu penyebab terjadinya daytime sleepinesspada mahasiswa. Tujuan dilakukan penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan konsumsi kopi dengan daytime sleepinesspada mahasiswa PSIK FIKES Universitas Muhammadiyah Malang.
Metode : Metode dalam penelitian ini menggunakan metode Cross-sectional. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Juni 2016 di Universitas Muhammadiyah Malang. Subyek penelitian ini adalah mahasiswa yang mengkonsumsi kopi dengan jumlah responden sebanyak 82mahasiswa. Tehnik samplingdigunakanTotal sampling. Analisa data yang digunakan Uji Spearman Rank.
Hasil : Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan bahwa ada hubungan antara konsumsi kopi dengandaytime sleepinesspada Mahasiswa PSIK FIKES Universitas Muhammadiyah Malang. Sebanyak 40 mahsiswa yang memiliki skor ESS >10. Hasil
Uji Spearmen Rank dengan bantuan SPSS, diperoleh p = 0,000 dimana lebih kecil dari pada α = 0,05 dan sehingga H1 diterima dengan nilai rhitung = 0,640.
Diskusi : Konsumsi kopi yang berlebihan dapat menimbulkan beberapa dampak negatif bagi kesehatan, seperti daytime sleepiness. Membatasi konsumsi kopi dapat meminimalisasikan dampak negatif yang dapat ditimbulkan.
Kata Kunci : Daytime sleepiness, Konsumsi kopi
1. Mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang.
2. Dosen Program Studi Ilmu Keperawatan, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Muhammadiyah Malang.
56
DAFTAR PUSTAKA
AEKI. (2012). Konsumsi Kopi Domestik. http://www.aeki-aice.org, Diperoleh tanggal 2 Oktober 2015.
Asmadi. (2008). Konsep Dasar Keperawatan. Jakarta. EGC. 79.
Brice, M.. (2012). Seven Surprising Health Benefits of Coffee.
http://www.medicaldaily.com/seven-surprising-health-benefits-coffee-241981, Diperoleh tanggal 10 February 2016.
Budiman. (2014). Hubungan antara konsumsi kafein dalam kopi dengan tingkat kepadatan tulang pada lansia di Kelurahan Bandung Rejosari Kota Malang. Universitas Muhammadiyah Malang.
Calvin, C., Holzhaeuser, D., Scharf, A., Huber, W.W,. & Schilter, B. (2002). Cafestol and kahweol, two coffee specific diterpenes with anticarcinogenic activity. Elsevier, Vol.40, Issue 8, 1.
Drake, C., Roehrs T., Shambroom J., & Roth T. (2010). Caffeine Effects on Sleep Taken 0, 3, or 6 hours Before Going to Bed. Sleep Disorders and Research Center, 1-4.
EFSA. . (2015).Scientific Opinion on the safety of caffeine. EFSA, 15(3), 1.
Eskelinen, M.H., Ngandu, T., Tuomilehto, J., Soininen, H., & Kivipelto, M. (2009). Midlife Coffee and Tea Drinking and The Risk of Late-Life Dementia: A Population-Based CAIDE Study.Journal of Alzheimer's Disease, 16, 86.
Farah, A. (2012). Coffe: Emerging Health Effect and Disease Prevention. Boston: Blackwell Publishing Ltd.
Faturrahman, Sholiq & Muqtadiroh, F.A. (2013). Rancang Bangun Perangkat Lunak Sistem Kemahasiswaan dan Alumni untuk Pengembangan Sistem Informasi Terintegrasi Sesuai Kebutuhan Pengisian Borang Akreditasi BAN-PT pada Jurusan Sistem Informasi ITS. Jurnal Teknik Pomits, Vol.1 No.1, 2.
FSC. (2012). Food Source of Caffeine. www.hc-sc.gc.ca/fn-an/nutrition/fiche-nutri-data/index-eng.php. Diperoleh tanggal 3 Maret 2016.
Freedman, N.D., Park Y., Abnet, C.C., Hollenbeck, A.R., & Sinha R. (2012).Association of Coffee Drinking with Total and Cause-Spesific Mortality. N Engl J Med, 366, 1892.
GJBAHS. (2014). Assessing The Prevalence of Excessive Daytime Sleepiness by Epworth Sleepiness Scale Technique. ISSN, 3(2).
57
Jampes, I. (2009). Kitab Kopi dan Rokok. Yogyakarta: Pustaka Pesantren.
Johns, M.W. (2009). What is Excessive Daytime Sleepiness?. Nova Science Publishers, 1-2
Kleisiaris C.F., Maniou, M., Dragasi, A., Mitara, D., & Sfakianakis, M.Z., (2013). The Prevalence of Daytime Sleepiness in Greek Adolescents in Primary Care. Health Science Journal, 7 (1), 41-42.
Kucer, N. (2009).The Relationship Between Daily Caffeine Consumption and Withdrawal Syptoms: A Questinonaire-based study. TUBITAK, 40 (1),106.
Kumar, P., & Vermaa KD. (2013). Effect of Cofee on Blood Pressure and Electroniccardiography Changes in Young and Elderly Healthy Subjects. National Journal of Medical Research, vol.3(1), 1-3.
Kurniawan, R.F. (2014). Rahasia Terbaru Kedahsyatan Terapi Enzim : Praktis Hemat Tanpa Resiko. Jakarta: Lembar Langit Indonesia.
Kristiyanto, D., Pranoto, B.D.H., & Abdullah., (2013). Penurunan kadar Kafein Kopi Arabika dengan Proses Fermentasi Menggunakan Nopkor MZ-15. Undip, vol2 No.4.
Lee, K.A., Chae, J.I., & Shim J.H. (2012). Natural diterpenes from coffee, cafestol and kahweol induce apoptosis through regulation of specificity protein 1 expression in human malignant pleural mesothelioma. Biomed Central, 19, 2.
Lestari, E.W., Haryanto I & Mawardi S. (2009). Tingkat Konsumsi Kopi Domestik dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi pada Mahasiswa Perkotaan di Kabupaten Jember. Pelita Perkebunan, 25(3), 231.
Lietz, J. (2011). What are causes of drowsiness? http://www.ehow.com/about _5097741_causes-drowsiness.html. Diperoleh tanggal 11 Februari, 2016.
Liang, N., Kitts, D.D. (2014). Antioxidant Property of Coffee Components: Assessment of Methods that Define Mechanisms of Action. Molecules, 19, 19196.
NHS, Epworth Sleepiness Scale.NHS Foundation Trust..
Notoatmodjo, S. (2010). Metodelogi Penelitian Kesehatan Eds. Revisi Jakarta : PT Rineka Cipta
Nursalam. (2014). Metodelogi penelitian Ilmu Keperawatan. Jakarta : Salemba Medika
Ogah, C.O. & Obebe, T.O. (2012). Caffeine Content of Cocoa and Coffee Beverages in Lagos, Nigeria, Global Research Publishing, 3 (1), 404-405.
Pagel, J.F.,. 2009. Excessive Daytime Sleepiness. American Academy of Family Physicians, vol.9 No.5, 391-392.
58
Passos, T.E.S., Minotelli R.G., Koeke R.S., Proto V. J., Junior S.A.S., Araujo M.G., & Fragosos Y.D. (2013). Quality of Sleep and Daytime Sleepiness among University Students. Sci Technol, 2:2, 1-4.
Prasadja, A. (2009). Ayo Bangun! dengan Bugar karena Tidur yang Benar. Jakarta. Penerbit Hikmah.14
Rahardjo P. (2012). KOPI. Jakarta. Penebar Swadaya. 7-9
Rani, P. (2014). Factors Influencing Consumer Behavior. Excelent Publishers, 2 (9), 53-58.
Ribeiro, J.A., & Sebastiao A.M., (2010). Caffeine and Adenosine. Journal of Alzheimer's, 1.
Roehrs, T. & Roth, T. (2008). Caffeine: Sleep and Daytime Sleepiness. Elsevier, 12, 159.
SHF. (2011). Excessive Daytime Sleepiness. Sleep Health Foundation.
Shneerson, J.M.(2005).Sleep Medicine: A guide to Sleep and its Disorders. Australia: Blackwell Publishing.
Simamora, B. (2004). Panduan Riset Perilaku Konsumen. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.
Suarnianti. (2013). Hubungan antara Konsumsi Caffein dengan Kejadian Gastritis di RSU Islam Faisal Makassar. library.stikesnh, Vol. 3 No.2, 2.
Sugiyono. (2014). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sujarweni, W. (2014). Panduan Penelitian Keperawatan dengan SPSS. Yogyakarta : Pustaka Baru Press.
Sumarwan, U. (2004). Perilaku Konsumen: TeoridanPenerapannyadalam Pemasaran. Bogor: Ghalia Indonesia.
Swarjana, I.K. (2012). Metodelogi Penelitian Kesehatan Eds.1, Yogyakarta: ANDI
Syah, A.N.D. (2006). Taklukan Penyakit dengan Teh Hijau. Jakarta: Agromedia Pustaka.
Thorpy, M.J. & Billiard, M. (2011). Sleepiness Causes, Consequences and Treatment. New York: Cambridge University Press.
Tran J., Lertmaharit S., Lohsoonthorn V., Pensukan W.P., Rattananupong T., Tadesse M. G., Gelaye B., & Williams M.A. (2014). Daytime sleepiness, circadian preference, caffeine consumption and use of other stimulants among Thai college students. Academic Journal, vol. 6 (6), 1-9.
59
Velez, J. C., Souza A., Traslavifia S., Barbosa C., Wosu A., Andrade A., Frye M., Annette L., Fitzpatrick L., Gelaye B., Williams M. A. (2013). The Epidemiology of Sleep Quality and Consumption of Stimulant Beverages among Patagonian Chilean College Students. Hindawi Publishing Corporation, 12, 1.
Weinberg, B. (2009). The miracle of caffein: Manfaat tak terduga kafein. Bandung : Qanita
Whittier, A., Sanchez S., Castaneda B., Sanchez E., Gelaye, B, Yanez D. & Williams, M.A. (2014). Mary Ann Liebert, (4) 1, 23.
Wu, S., Wang, R., Ma, X., Zhao., Yan, X., & He, J. (2012). Excessive Daytime Sleepiness assessed by The Epworth Sleepiness Scale and Its Association with Health Related Quality of Life: A Population-Based study in China. BMC Public Health, 1.
Yazid E. (2015). Fakta Tentang Kopi. AAK Delima Husada Gresik, IV.
1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kopi adalah tanaman yang sudah sejak dahulu dibudidayakan dan menjadi salah
satu sumber penghasilan rakyat. Konsumsi kopi sudah menjadi kebiasaan yang turun
temurun bagi masyarakat Indonesia (Rahardjo, 2012: 7). Kebiasaan mengkonsumsi kopi
saat ini bahkan sudah menjadi trend khususnya pada kaum muda. Trend ini dapat dilihat
dari banyaknya kedai-kedai kopi dan cafe dipinggiran jalan dari tempat yang sederhana
sampai tempat-tempat dengan desain yang menarik dengan pengunjung yang tak pernah
sepi terutama para mahasiswa. Menurut Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia dalam kurun
waktu tiga tahun konsumsi di Indonesia meningkat dari 0,80 kilogram/kapita/tahun
pada 2010 dan telah mencapai 0,94/kilogram/kapita/tahun pada tahun 2012 (AEKI,
2012). Kopi memiliki beberapa manfaat sebagai minuman stimulant, namun kopi juga
memiliki dampak, salah satunya yaitu daytime sleepiness. Daytime sleepiness adalah rasa kantuk
dalam situasi ketika seorang individu akan diharapkan untuk menjadi tersadar dan siaga
(Arand, et al, 2009; Johns, 2009: 1).
Daytime sleepines adalah kondisi umum di seluruh dunia yang memiliki banyak efek
negatif pada orang yang mengalaminya, terutama pada kualitas kesehatan yang
berhubungan hidup mereka (Wu, et al, 2012: 1). Daytime sleepiness merupakan masalah
yang sering dikeluhkan khususnya pelajar saat melakukan kegiatan sehari-hari terutama
2
bahwa mereka tidak memiliki tenaga untuk beraktivitas sehari-hari, seperti saat berbicara
dengan keluarga dan teman-teman mereka atau untuk melaksanakan tugas atau pekerjaan
mereka. Dampak yang biasanya terjadi adalah kelelahan, kurang konsentrasi, gangguan
belajar, gangguan memori, motivasi berkurang untuk melakukan kegiatan, dan malas
(Ohayon, 2009; Kleisiaris, et al,2013: 42). Di Indonesia sendiri sebuah studi juga pernah
dilakukan pada 140 mahasiswa di Universitas PSPD FKIK UIN Syarif Hidayatullah
Jakarta dan menunjukkan hasil sebanyak 55% mahasiswa mengalami kondisi daytime
sleepiness (Tubagus, 2013: 38).
Seperti yang disampaikan oleh Tran, et al (2014: 201) dari hasil penelitian mereka
yang dilakukan pada 3.000 mahasiswa di Thailand yang mengkonsusmsi minuman
berstimulant dapat meningkatkan terjadinya daytime sleepiness dengan pravelensi 27,9%.
Mengkonsusmsi minuman stimulant seperti kopi memang memberikan efek terjaga
namun dalam beberapa penelitian kopi juga dapat memberikan efek negatif salah satunya
adalah kesulitan tidur sehingga berdampak pada buruknya kualitas tidur individu (Seifert,
et al, 2010; Velez, 2013: 1). Penelitian yang dilakukan pada 799 mahasiswa kedokteran
bahwa buruknya kualitas tidur merupakan salah satu faktor yang berhubungan dengan
daytime sleepiness (Zailinawati, et al, 2009: 1). Hasil penelitian ini juga diperkuat oleh Passos,
et al (2013: 1) yang juga berpendapat sama. Penelitian yang mereka lakukan di Brazil pada
502 Universttas dengan 2.619 mahasiswa menunjukkan bahwa ada hubungan antara
buruknya kualitas tidur dengan daytime sleepiness.
Daytime sleepiness sering terjadi pada pelajar khususnya mahasiswa hal ini
3
sehingga mahasiswa mengkonsumsi minuman berstimulant seperti kopi untuk tetap
terjaga dan mengorbankan waktu tidurnya untuk tujuan akademik atau hanya sekedar
hobi untuk melepas kepenatan dari beban akademik, serta lingkungan sosial yang juga
berperan (Tran, et al, 2014: 203). Kebiasaan seperti itu berakibat buruk pada kualitas tidur
mereka seperti pendapat yang disampaikan Valez, et al (2013: 1) bahwa mengkonsumsi
kopi berdampak pada buruknya kualitas tidur karena kandungan caffein pada kopi
merupakan blocker adenosin sehingga dapat menghambat hormon adenosin yang
merupakan hormon perangsang tidur pada seseorang (Prasadja, 2009: 14). Buruknya
kualitas tidur ini mengakibatkan beberapa dampak negatif yang salah satunya adalah
daytime sleepiness seperti yang disampaikan oleh Zailinawati, et al (2009: 1) dan Passos, et al
(2013: 1) diatas.
Hasil studi pendahuluan melalui wawancara yang dilakukan pada sebelas
mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas
Muhammadiyah Malang yang dilakukan di perpustakaan dan hotspot kampus II mereka
yang mengkonsumsi kopi di kedai-kedai kopi ataupun dikost, rata-rata dua sampai empat
kali seminggu dan dosis satu sampai tiga cangkir sehari mengatakan tertidur rata-rata
diatas tengah malam, gelisah, tidak nyenyak tidur dan delapan dari mereka juga
mengantuk di jam-jam aktif atau saat beraktivitas terlebih jika ada kuliah sehingga
konsentrasi mereka berkurang.
Menurut Barone & Roberts (1996 dalam Roehrs & Roth 2008: 159)
menyarankan mengkonsumsi caffeine 85 mg per 150 ml/hari yaitu setara dengan satu
4
Pendapat lain dari Drake, et al (2010: 1-4) menyarankan jika ingin mengkonsumsi kopi
sebaiknya mengkonsumsi kopi enam jam sebelum tidur hal ini dikarenakan minum satu
cangkir kopi atau lebih sekitar enam jam sebelum tidur, memungkinkan seseorang
berkurang satu jam di malam hari. Hal ini dikarenakan proses efek dari konsumsi kopi
cukup panjang. Butuh waktu kurang lebih dua sampai sembilan jam untuk mengeliminasi
kadar kafein yang berfungsi sebagai stimulant di dalam tubuh.
Dari hasil uraian latar belakang tersebut, peneliti ingin meneliti apakah ada
hubungan mengkonsumsi kopi dengan daytime sleepiness pada mahasiswa PSIK
Universitas Muhammadiyah Malang karena daytime sleepiness pada mahasiswa merupakan
variabel yang penting untuk diteliti dan ditelaah karena rasa daytime sleepiness akan
berdampak pada menurunnnya kemampuan untuk berkonsentrasi sehingga dapat
mempengaruhi proses belajar yang dapat mempengaruhi menurunnya prestasi dan nilai
akademik.
1.2 Rumusan Masalah
Apakah ada hubungan konsumsi kopi dengan daytime sleepiness pada mahasiswa
PSIK FIKES Universitas Muhammadiyah Malang?
1.3 Tujuan Penelitian
a. Tujuan Umum
Mengetahui hubungan konsumsi dengan daytime sleepiness pada mahasiswa
5
b. Tujuan Khusus
1. Mengidentifikasi kebiasaan konsumsi kopi mahasiswa PSIK FIKES
Universitas Muhammadiyah Malang.
2. Mengidentifikasi daytime sleepiness mahasiswa PSIK FIKES Universitas
Muhammadiyah Malang.
3. Menganalisis apakah ada hubungan konsumsi kopi dengan daytime sleepiness
mahasiswa PSIK FIKES Universitas Muhammadiyah Malang.
1. 4 Manfaat Penelitian
a. Manfaat Teoritis
Hasil penelitian yang diperoleh dapat menambah pengetahuan dan memberikan
sumbanggan terhadap ilmu keperawatan bidang mata kuliah kebutuhan dasar
manusia, khususnya dalam kebutuhan istirahat dan tidur mengenai daytime sleepiness.
b. Manfaat Praktis
1. Bagi Peneliti
Penelitian ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang penelitian
serta menerapkan ilmu yang telah diperoleh selama menempuh pendidikan.
2. Bagi Mahasiswa
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi bahan referensi mahasiswa terkait
dengan daytime sleepinessnya guna mempertahankan dan meningkatkan
6
3. Bagi Institusi Pendidikan
Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan referensi mengenai
hubungan konsumsi kopi dengan daytime sleepiness, serta untuk menambah
kepustakaan jurusan Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu
Kesehatan Universitas Muhammadiyah Malang.
1.5 Keaslian Penelitian
Penelitian tentang hubungan konsumsi kopi denag daytime sleepiness belum
pernah diteliti sebelumnya. Adapun penelitian yang pernah dilakukan terkait dengan
penelitian ini, antara lain:
1. Penelitian yang dilakukan oleh Kumar dan Verma (2013) berjudul "Effectof Cofeeon
Blood Pressureand Electroniccardiography Changesin Youngand Elderly Healthy Subjects".
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui adakah pengaruh konsumsi kopi
terhadap tekanan darah dan denyut jantung yang dilakukan pada 80 responden
dengan usia 21-40 tahun dan dengan dengan rata-rata Indeks Massa Tubuh
(BMI) 17,3-28,0 kg /m2. Responden kemudian dibagi menjadi dua kelompok
yaitu : Kelompok Control (n = 40) dengan usia kurang dari 25 tahun dan
Kelopmpok Studi (n = 40) dengan usia> 40 tahun. Hasil pada penelitian ini
menunjukkan bahwa tidak ada perubahan yang signifikan pada tekanan darah
diastolik pada kelompok apapun sementara tekanan rata-rata arteri lebih tinggi di
kedua kelompok. serta ada penurunan denyut jantung pada kedua kelompok
setelah 40 menit mengkonsumsi kopi tetapi persentase penurunan denyut jantung
lebih rendah pada kelompok studi dibandingkan kelompok kontrol..Perbedaan
7
dan denyut jantung sedangkan pada penelitian saya variabel dependennya adalah
daytime sleepiness.
2. Penelitian oleh Suarnianti (2013) berjudul "Hubungan antara Konsumsi Caffein dengan
Kejadian Gastritis di RSU Islam Faisal Makassar". Penelitian ini adalah jenis
penelitian Eksposfacto retrospsektif dengan desain/rancangan Crossectional Study pada
50 responden ini untuk mengetahui adakah hubungan mengkonsumsi caffein
dengan kejadian Gastritis. S etelah dilakukan uji statistik dengan chi-square
diperoleh nilai p = 0,000 < α (0,05) yang artinya terdapat hubungan antara
Konsumsi Caffein dengan Kejadian Gastritis dikarenakan oleh cafein dapat
menyebabkan lambung memproduksi asam yang berlebihan sehingga dapat
mengiritasi mucosa lambung. Perbedaan dengan penelitian tersebut terletak pada
variabel dependen yaitu kejadian gastritis sedangkan pada penelitian saya variabel
dependennya adalah daytime sleepiness.
3. Penelitian oleh Budiman (2014) berjudul “Hubungan antara konsumsi kafein dalam
kopi dengan tingkat kepadatan tulang pada lansia di Kelurahan Bandung Rejosari Kota
Malang” merupakan penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional.
dan menggunakan analisa data Accidental sampling.. yang menganalisis adakah
hubungan antara konsumsi kafein dalam kopi dengan tingkat kepadatan tulang
pada lansia di Kelurahan Bandung Rejosari Kota Malang, Jawa Timur dengan
responden 53 otrang lansia yang datang ketika kegiatan pengukuran tulang, data
diambil dengan cara menggunakan alat Densitometri dan Kuesioner. Hasil penelitian
ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara konsumsi kafein
8
tersebut terletak pada variabel dependen yaitu tingkat kepadatan tulang
sedangkan pada penelitian saya variabel dependennya adalah daytime sleepiness.
4. Penelitian oleh Tjekyan (2007) berjudul "Risiko Penyakit Diabetes Melitus Tipe 2
di Kalangan Peminum Kopi di Kotamadya Palembang Tahun 2006-2007".
Desain penelitian menggunakan studi kasus kontrol dengan DM tipe 2 sebagai
kelompok kasus dan kontrol non DM tipe 2 dengan sampel sebanyak 482 setiap
kelompok. kopi murni merupakan faktor proteksi diabetes tipe 2 dan bermakna
c2=4.61, p=0.036, Takaran 1-3 sendok makan dibandingkan dengan kelompok
yang tidak minum kopi didapatkan odd ratio=0.65, p=0.001036. Secara
keseluruhan lamanya minum kopi didapatkan odd ratio rerata = 0.863 dan korelasi
Spearman bermakna pada p < 0.01. Secara keseluruhan didapatkan odd ratio =
0.758 antara jumlah kopi yang diminum perhari dengan kejadian diabetes tipe 2,
disimpulkan jumlah kopi yang diminum berperan menurunkan angka kejadian
diabetes tipe 2. dengan korelasi Spearman =- 0.121. Perbedaan dengan penelitian
tersebut terletak pada variabel dependen yaitu penyakit Diabetes Melitus Tipe 2
sedangkan pada penelitian saya variabel dependennya adalah daytime sleepiness.
5. Penelitian oleh Viosta (2009) dengan judul "Hubungan Konsumsi Kopi Pada
Perokok Berat Dengan Kejadian Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas
Ngesrep Semarang Tahun 2008". Responden pererokok berat pada penelitian ini
berjumlah 50 responden di wilayah kerja Puskesmas Ngesrep yang mempunyai
kebiasaan merokok dengan menggunakan jenis penelitian ini adalah survei
analitik dengan pendekatan cross sectional Hasil penelitian didapatkan bahwa ada
9
RP=0,625) dan hasil penelitian didapatkan bahwa 52 % konsumsi kopi rendah
pada perokok berat dan 48 % konsumsi kopi tinggi pada perokok berat. Dari
hasil uji statistik didapatkan nilai ρ< 0,05. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan
bahwa ada hubungan antara konsumsi kopi pada perokok berat dengan kejadian
hipertensi. Perbedaan dengan penelitian tersebut terletak pada variabel dependen
yaitu penyakit Hipertensi sedangkan pada penelitian saya variabel dependennya