• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ekstrak secang berukuran nano dengan kaolin Sebagai pembawa

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Ekstrak secang berukuran nano dengan kaolin Sebagai pembawa"

Copied!
1
0
0

Teks penuh

(1)

Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, Agustus 2011, hlm. 125-129 Vol. 16 No.2 ISSN 0853 – 4217

EKSTRAK SECANG BERUKURAN NANO DENGAN KAOLIN

SEBAGAI PEMBAWA

(NANOPARTICLE SAPPANWOOD EXTRACT WITH KAOLIN AS CARRIER)

Irmanida Batubara1,2), Zaenal Abidin2), Min Rahminiwati1,3)

ABSTRACT

Sappanwood extracts reported had antiacne activity with brazilin as active component. To develop anti-acne formula from sappanwood extract, nanoparticle sappanwood with kaolin nanosize as carrier was developed. Carrier used was montmorillonite yellow, brown montmorillonite, yellow kaolin from Cicalengka, white kaolin from Cicalengka, kaolin from Bangka Belitung, and kaolin from Wonosari. The best carrier for active components of Sappanwood was selected based on UV-Vis spectroscopy, thin layer chromatography, liquid chromatography tinggi.dan performance antijerawat activity test. The most potent kaolin as Sappanwood carrier was kaolin from Bangka Belitung with percent inhibiton of DPPH scavenging reaction about 78% at 50 mg kaolin.

Keywords: Nanoparticle, sappanwood, kaolin, anti-acne.

ABSTRAK

Ekstrak kayu secang (Caesalpinia sappan) dilaporkan memiliki aktivitas antijerawat dengan senyawa aktif brazilin. Untuk mengembangkan formula antijerawat dari ekstrak kayu secang dikembangkan sediaan ekstrak secang berukuran nano dengan kaolin yang telah berukuran nano sebagai pembawa. Pembawa yang digunakan yaitu montmorilonit kuning, montmorilonit coklat, kaolin asal Cicalengka berwarna kuning, Kaolin asal Cicalengka berwarna putih, kaolin asal Bangka Belitung, dan kaolin asal Wonosari. Keberhasilan penjerapan bahan aktif kayu secang pada berbagai pembawa ditentukan menggunakan spektroskopi UV-Vis, kromatografi lapis tipis, kromatografi cairan kinerja tinggi.dan uji aktivitas antijerawat. Kaolin yang dapat menjerap bahan aktif dengan baik ialah kaolin yang berasal dari Bangka Belitung dengan persen inhibisi reaksi oksidasi DPPH sebesar 78% pada 50 mg kaolin berekstrak secang 10 kali pengenceran

Kata Kunci: Nanopartikel, secang, kaolin, anti-jerawat.

PENDAHULUAN

Jerawat adalah kondisi abnormal kulit akibat produksi kelenjar minyak berlebih yang menyebabkan penyumbatan pori-pori kulit. Munculnya jerawat sering terjadi pada masa pubertas (14-19 tahun), disebabkan oleh perubahan hormon. Hasil penelitian menunjukkan sekitar 85% populasi yang mengalami jerawat terjadi pada usia 12-25 tahun dan 15%

hingga usia 25 tahun. Kondisi kulit yang

menyusahkan ini dapat menyebabkan masalah fisiologis yang signifikan seperti krisis kepercayaan diri.

Kayu secang (

Caesalpinia sappan

) secara

tradisional telah digunakan oleh masyarakat di Pulau

Sumbawa untuk perawatan kulit (Sangat

et al

. 2000).

Selain itu tumbuhan ini telah dilaporkan pula

merupakan bahan yang dapat mencegah

fotokarsinogenesis kulit (Chun

et al

., 2002) dan telah

digunakan sebagai antioksidan pada produk

kosmetika di Jepang (Yoko & Motutsugu 1998). Hasil penelitian lain juga menyebutkan pada ekstrak metanol dan etanol 50% memberikan hasil yang baik

sebagai antijerawat (Batubara

et al

., 2009) dengan

senyawa aktifnya adalah brazilin (Batubara

et al

.,

2010a) menggunakan

Propionibacterium

acnes

sebagai bakteri uji.

Metode penentuan kontrol kualitas secang sebagai antijerawat telah dikembangkan oleh Pusat

Studi Biofarmaka (Batubara

et al.,

2010b). Dengan

demikian, peluang untuk mengembangkan produk anti-jerawat dari secang semakin terbuka. Fokus pengembangan produk anti-jerawat didasarkan pada pembentukan nanopartikel.

1) Pusat Studi Biofarmaka Lembaga Penelitian dan

Pengabdian kepada Masyarakat, Institut Pertanian Bogor.

2) Dep. Kimia FMIPA IPB, Gedung Fakultas Peternakan,

Institut Pertanian Bogor.

3) Dep. Fisiologi dan Farmakalogi, Fakultas Kedokteran

Referensi

Dokumen terkait

Fokus penelitian ini adalah melihat pengaruh penambahan Na- CMC terhadap sifat fisik dan aktivitas antioksidan dari sediaan granul effervescent ekstrak secang.. Sifat fisik

Ekstrak kulit batang secang dapat diformulasikan menjadi sediaan pewarna pipi, hasil pengamatan organoleptik yaitu pada warna, memiliki warna merah tua dengan hasil ekstrak

OPTIMASI FORMULA SEDIAAN SNEDDS (SELF NANOEMULSIFYING DRUG DELIVERY SYSTEM) EKSTRAK KLOROFORM DAUN SALAM DENGAN PEMBAWA VCO (VIRGIN COCONUT OIL) MENGGUNAKAN.. METODE SIMPLEX

Tujuan percobaan ilmiah yang dilaksanakan secara preklinis ini ialah untuk mengetahui kemampuan atau pengaruh sam- pel uji ekstrak kayu secang dalam memperbaiki

Ekstrak kulit batang secang dapat diformulasikan menjadi sediaan pewarna pipi, hasil pengamatan organoleptik yaitu pada warna, memiliki warna merah tua dengan hasil ekstrak

Maka dari itu perlu diujikan efektivitas penggunaan ekstrak kayu secang sebagai bahan pengawet daging cincang mengingat bahan pangan ini merupakan bahan pangan yang mudah rusak

Penelitian ini bertujuan menganalisis perubahan warna formula ekstrak secang dengan penambahan ekstrak jeruk nipis, ekstrak asam kandis, dan ekstrak belimbing wuluh sebagai

Demi perkembangan ilmu pengetahuan, saya menyetujui skripsi/karya ilmiah saya, dengan judul : Penggunaan Kaolin sebagai clay mineral pada Formula Sediaan Masker Wajah