• Tidak ada hasil yang ditemukan

Respons Dan Karakteristik Estrus Setelah Sinkronisasi Estrus Dengan Cloprostenol Pada Sapi Friesian Holstein

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Respons Dan Karakteristik Estrus Setelah Sinkronisasi Estrus Dengan Cloprostenol Pada Sapi Friesian Holstein"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 5 Mekanisme regresi CL dengan cara apoptosis oleh PGF2α
Gambar 9 Pola dan rataan pengukuran resistansi lendir estrus sapi FH kelompok
Tabel 3 Suhu vulva, ketegangan uterus, dan tingkah laku sapi pada kelompok injeksi tunggal
Tabel 5 Pengukuran impedansi lendir saat sebelum estrus, estrus, dan setelah estrus sapi pada kelompok injeksi tunggal
+5

Referensi

Dokumen terkait

Masa kering yang lama akan dapat untuk meningkatkan produksi susu pada periode laktasi berikutnya akan lebih tinggi karena sapi FH tersebut mempunyai banyak waktu untuk

Herdis dkk., (1999) berpendapat bahwa penyuntikan dosis tunggal prostaglandin tidak akan menjamin seluruh hewan bisa estrus sekaligus, untuk itu agar hewan bisa estrus dalam

Persentase CR kelompok sinkronisasi estrus yang dilanjutkan dengan sinkronisasi ovulasi dengan hCG baik pada sapi dara (K2) maupun sapi induk (K3) lebih

Kolin tidak seperti vitamin yang larut dalam air lainnya, belum banyak dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi sindrom defisiensi kolin pada mamalia

Pengamatan lebih lanjut pada komponen kualitas susu lainnya (Tabel 3) menunjukkan sapi genotipe BB di BPPT-SP Cikole cenderung menghasilkan bahan kering dan bahan kering tanpa

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan folikel, korpus luteum dan profil progesteron plasma setelah sinkronisasi estrus dengan impIan progesteron intravagina CIDR,

Penelitian ini bertujuan untuk melihat perkembangan folikel, korpus luteum dan profil progesteron plasma setelah sinkronisasi estrus dengan implan progesteron intravagina CIDR,

Hasil induksi ovulasi kuda A,B dan C sesuai dengan yang dilakukan Estrada dan Samper (2003) dengan pemberian hCG saat diameter folikel terbesar ≥30 mm, maka ovulasi