Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sistem Informasi
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Disusun Oleh:
RAMADHANI NIM: 107093002987
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
ii
Skripsi
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Oleh:
RAMADHANI
107093002987
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
v
DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA SKRIPSI INI BENAR-BENAR HASIL KARYA SENDIRI YANG BELUM PERNAH DIAJUKAN SEBAGAI SKRIPSI ATAU KARYA ILMIAH PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN.
Jakarta, 29 Agustus 2014
vi
More-Share Corp. merupakan sebuah komunitas group/forum online yang berpusat pada situs utama www.ms-room.com yang mencakup segala bidang project IT dengan didukung oleh masterweb profesional. Berbagai macam aplikasi webbase
telah diluncurkan dengan menggunakan analisa yang mampu menghasilkan segudang fitur kreatifitas baru. Kasus yang menjadi pusat permasalahan terjadi pada bagian pelayanan webhosting yaitu server domain yang ingin dikembangkan sebagai pemberdayaan untuk mengatasi kritis penamanaan domain tingkat satu. Pada era saat ini muncul pelopor baru untuk menanggulangi kritis pada Top Level Domain yaitu dengan meluncurkan Second Level Domain (SLD). SLD adalah domain tingkat dua yang memiliki fungsi sama dengan TLD, Misalnya seperti peranakan baru pada TLD Indonesia (co.id, net.id, or.id). SLD dapat menjadi solusi yang tepat pada saat ini agar proses penamaan domain tidak menjadi kritis. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem informasi manajemen domain tingkat dua untuk mempermudah pengelolaan data informasi serta proses otomatis sistem yang mampu mengintegrasikan antara server
domain tingkat satu dengan server domain tingkat dua. Dalam penelitian ini, metode
pengembangan sistem yang digunakan adalah Waterfall Strategy Sequential (Strategi Air Terjun Beraturan) dengan pemodelan objek yang terdiri dari Permulaan Sistem (System Initiation), Analisis Sistem (System Analysis), Desain Sistem (System
Design) dan Implementasi Sistem (System Implementation). Tools perancangan
yang digunakan adalah Unified Modelling Language (UML). Bahasa pemrograman yang digunakan adalah Hypertext Preprocessor (PHP) dan My Structure Query
Language (MySQL) sebagai database. Hasil dari penelitian ini adalah sebuah sistem
informasi manajemen domain tingkat dua yang terintegrasi secara akurat antara
domain tingkat satu dengan domain tingkat dua serta memiliki interface yang user
friendly bagi penggunanya.
Kata Kunci : Rancang bangun, Sistem Informasi Manajemen, Domain Tingkat Satu,
Domain Tingkat Dua, Server Webhosting, UML, PHP, MySQL,
Waterfall strategy sequential.
Bab I-V + 154 Halaman + xviii Halaman + 66 Gambar + 35 Tabel + Pustaka + Lampiran.
vii
Puji dan syukur kehadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya, sehingga penyusunan skripsi ini dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada suri tauladan umat, Rasulullah Muhammad SAW.
Penyusunan skripsi ini adalah salah satu syarat untuk memenuhi kelulusan pada Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta Jurusan Sistem Informasi. Dengan judul skripsi ini adalah ”Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Domain Tingkat Dua”.
Dalam penyusunan skripsi ini, telah banyak bimbingan dan bantuan yang didapatkan baik dari segi moral maupun segi material dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada :
1. Bapak DR. Agus Salim, M.Si, selaku Dekan Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Bapak Zulfiandri, MMSI, selaku Ketua Program Studi Sistem Informasi, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, sekaligus selaku Dosen Pembimbing I, yang dengan sabar serta perhatian memberikan masukan serta saran kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini. 3. Ibu Meinarini Catur Utami, MT, selaku Dosen Pembimbing II, yang telah
viii
dan dukungannya.
6. Teman-temanku semua, khususnya Djoko Febrianto serta teman-teman SIC dan seluruh mahasiswa/i Sistem Informasi angkatan 2007. Terima kasih atas semangat, dukungan dan masukannya yang membantu demi selesainya skripsi ini.
Penyusunan skripsi ini masih terdapat kekurangan, dan jauh dari sempurna sehingga saran dan kritik yang berguna dari pembaca dapat disampaikan melalui
e-mail [email protected]. Akhir kata semoga skripsi ini dapat memberikan
sedikit wacana dan bermanfaat bagi kita semua.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Jakarta, 29 Agustus 2014
ix
LEMBAR PENGESAHAN SKRIPSI... iii
LEMBAR PENGESAHAN UJIAN SKRIPSI ... iv
PERNYATAAN ... v
ABSTRAK ... vi
KATA PENGANTAR ... vii
DAFTAR ISI ... ix
DAFTAR GAMBAR ... xiv
DAFTAR TABEL ... xvii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Rumusan Masalah ... 4
1.3. Batasan Masalah... 5
1.4. Tujuan Penelitian ... 6
1.5. Manfaat Penelitian ... 6
1.6. Metodologi Penelitian ... 8
1.7. Sistematika Penulisan... 10
BAB II LANDASAN TEORI ... 12
2.1. Pengertian Rancang Bangun ... 12
x
2.2.4. Definisi Informasi ... 18
2.2.5. Definisi Sistem Informasi ... 20
2.2.6. Manfaat Sistem Informasi ... 21
2.2.7. Komponen Sistem Informasi... 21
2.2.8. Detail Komponen Sistem Informasi ... 22
2.2.9. Definisi Sistem Informasi Manajemen... 23
2.2.10. Karakteristik Sistem Informasi Manajemen... 24
2.3. Pengelolaan Data ... 24
2.4. Pengertian dan fungsi domain tingkat dua ... 25
2.5. Perkembangan domain internasional ... 26
2.6. Perlengkapan Pendukung Aplikasi ... 28
2.6.1. Internet ... 29
2.6.2. Web Hosting ... 30
2.6.3. Web Server ... 33
2.6.4. Web Browser ... 33
2.6.5. Cara Kerja Word Wide Web ... 34
2.6.6. Definisi Halaman Web ... 36
2.7. Metode Pengumpulan data ... 36
2.7.1. Studi Pustaka ... 36
2.7.2. Studi Lapangan... 37
2.7.3. Studi Literatur ... 37
xi
2.11. UML (Unified Modelling Language) ... 49
2.11.1. Use Case Diagram ... 51
2.11.2. Class Diagram ... 52
2.11.3. Activity Diagrams ... 53
2.11.4. Sequence Diagrams ... 54
2.11.5. Statechart Diagram ... 54
2.12. Sekilas tentang bahasa pemograman PHP serta MySQL database ... ... 55
2.12.1. Bahasa pemograman PHP (Hypertext Processor) ... 55
2.12.2. Database MySQL ... 56
2.13. Konsep dasar testing dan pengujian sistem ... 57
2.13.1. Definisi Pengujian sistem ... 57
2.13.2. Aktifitas Pengujian sistem ... 57
2.13.3. Black Box Testing ... 58
2.13.4. Tujuan Testing ... 59
BAB III METODOLOGI PENELITIAN... 60
3.1. Metode Pengumpulan Data ... 60
3.1.1. Studi Pustaka ... 60
3.1.2. Studi Lapangan... 60
3.1.3. Studi Literatur ... 62
xii
3.2.4. Implementasi Sistem (System Implementation) ... 64
3.3. Kerangka Penelitian ... 64
BAB IV PEMBAHASAN ... 66
4.1. System Initiation ... 66
4.1.1. Identifikasi Masalah ... 66
4.1.2. Lingkup Sistem ... 67
4.1.3. Tujuan ... 67
4.2. System Analysis ... 67
4.2.1. Gambaran Umum More-Share Corp ... 68
4.2.1.1. Sejarah More-Share Corp ... 68
4.2.1.2. Visi dan Misi Perusahaan ... 68
4.2.1.3. Logo dan Icon Perusahaan ... 69
4.2.1.4. Struktur Organisasi ... 69
4.2.1.5. Unit Usaha ... 71
4.2.2. Analisis Sistem yang sedang berjalan ... 73
4.2.3. Analisis Pemecahan Masalah ... 74
4.2.4. Kebutuhan User dan Sistem ... 75
4.2.4.1. Kebutuan User ... 75
4.2.4.2. Kebutuan Sistem ... 76
4.3. System Design ... 77
xiii
4.3.2. Perancangan Database ... 119
4.3.2.1. Class Diagram ... 119
4.3.2.2. Normalisasi Database ... 122
4.3.2.3. Skema Database... 125
4.3.2.4. Matriks CRUD ... 126
4.3.3. Perancangan User Interface ... 130
4.3.3.1. Perancangan layout ... 130
4.4. System Implementation ... 141
4.4.1. Pemograman (Coding) ... 141
4.4.2. Pengujian Sistem ... 142
BAB V PENUTUP ... 151
5.1. Kesimpulan ... 151
5.2. Saran ... 151
xiv
Gambar 2.1 Lima komponen Sistem Informasi (Jogiyanto, 2008) ... 21
Gambar 2.2 Contoh Skema Fungsi Kerja Domain (Mueller, 2002) ... 25
Gambar 2.3 Grafik jumlah pengguna domain (Cherry, 2001) ... 28
Gambar 2.4 Contoh Jaringan Internet (Comerford, 2001) ... 30
Gambar 2.5 Contoh Skema Webhosting (Zhangfeng et all, 2011) ... 32
Gambar 2.6 Contoh Skema Webserver (Kadir, 2003) ... 33
Gambar 2.7 Contoh Skema Web browser (Kadir, 2003) ... 34
Gambar 2.8 Contoh Skema World Wide Web (Kadir, 2003) ... 35
Gambar 2.9 The Sequential orWaterfall Strategy (Whitten, 2004) ... 43
Gambar 2.10 Contoh Diagram Model Use Case (Munawar, 2005) ... 52
Gambar 2.11 Contoh Model Class Diagram (Munawar, 2005) ... 53
Gambar 2.12 Contoh Model Activity Diagram (Munawar, 2005) ... 53
Gambar 2.13 Contoh Model Sequence Diagram (Munawar, 2005) ... 54
Gambar 2.14 Contoh Model Statechart Diagram (Whitten et all. 2004) ... 55
Gambar 3.1 Kerangka Penelitian ... 65
Gambar 4.1 Logo More-Share Corp ... 69
Gambar 4.2 Icon More-Share Corp ... 69
Gambar 4.3 Struktur Organisasi More-Share Corp... 69
Gambar 4.4 Rich Picture Sistem Berjalan ... 74
Gambar 4.5 Rich Picture Sistem Usulan... 75
xv
Gambar 4.10 Activity DiagramLogin ... 95
Gambar 4.11 Activity Diagram Order Domain... 96
Gambar 4.12 Activity Diagram Manage Domain ... 97
Gambar 4.13 Activity Diagram Manage account ... 98
Gambar 4.14 Activity Diagram Ticket Message ... 99
Gambar 4.15 Activity Diagram Setting ... 100
Gambar 4.16 Activity Diagram Set Email ... 101
Gambar 4.17 Activity Diagram Manage Domain Ordered ... 102
Gambar 4.18 Activity Diagram Manage Customer... 103
Gambar 4.19 Activity Diagram Mass Message ... 104
Gambar 4.20 Sequence Diagram Check Whois ... 105
Gambar 4.21 Sequence Diagram Register ... 106
Gambar 4.22 Sequence Diagram Activation ... 107
Gambar 4.23 Sequence Diagram Login ... 108
Gambar 4.24 Sequence Diagram Order Domain ... 109
Gambar 4.25 Sequence Diagram Manage Domain ... 110
Gambar 4.26 Sequence Diagram Manage Account ... 111
Gambar 4.27 Sequence Diagram Ticket Message... 112
Gambar 4.28 Sequence DiagramSetting ... 113
Gambar 4.29 Sequence DiagramSet Email ... 114
Gambar 4.30 Sequence Diagram Manage Domain Ordered ... 115
xvi
Gambar 4.35 Halaman Register ... 130
Gambar 4.36 Halaman Check Whois ... 131
Gambar 4.37 Halaman Support ... 131
Gambar 4.38 Halaman Activation ... 132
Gambar 4.39 Halaman Login Customer... 132
Gambar 4.40 Halaman Account ... 133
Gambar 4.41 Halaman Home (Order Domain)... 134
Gambar 4.42 Halaman Manage Domain ... 134
Gambar 4.43 Halaman Ticket Customer ... 135
Gambar 4.44 Halaman Login Admin ... 135
Gambar 4.45 Halaman Summary ... 136
Gambar 4.46 Halaman Setting ... 137
Gambar 4.47 Halaman Set Mail ... 138
Gambar 4.48 Halaman Manage Domain Ordered ... 139
Gambar 4.49 Halaman Manage Client... 139
Gambar 4.50 Halaman Ticket Admin ... 140
xvii
Tabel 2.1 Daftar Jumlah Pengguna domain (Cherry, 2001) ... 27
Tabel 2.2 Studi Literatur Sejenis ... 38
Tabel 2.3 Tabel Korelasi antara langkah-langkah pemecahan masalah yang umum dengan proses pengembangan system (Whitten, 2004) ... 41
Tabel 4.1 Identifikasi Aktor ... 78
Tabel 4.2 Identifikasi Use Case Diagram SIM Domain Tingkat Dua... 79
Tabel 4.3 Narasi Use Case Check Whois ... 80
Tabel 4.4 Narasi Use Case Register ... 81
Tabel 4.5 Narasi Use Case Activation ... 82
Tabel 4.6 Narasi Use Case Login ... 83
Tabel 4.7 Narasi Use Case Order Domain ... 84
Tabel 4.8 Narasi Use Case Manage Domain ... 85
Tabel 4.9 Narasi Use Case Manage Account ... 85
Tabel 4.10 Narasi Use Case Ticket Message ... 86
Tabel 4.11 Narasi Use Case Setting ... 88
Tabel 4.12 Narasi Use Case set Email ... 88
Tabel 4.13 Narasi Use Case Manage Domain Ordered ... 89
Tabel 4.14 Narasi Use Case Manage Customer ... 90
Tabel 4.15 Narasi Use Case Mass Message ... 91
Tabel 4.16 Tabel Daftar Objek Potensial ... 119
Tabel 4.17 Tabel Daftar Seleksi Objek Potensial ... 120
xviii
Tabel 4.22 Tabel Third Normal Form (3 NF) ... 124
Tabel 4.23 Matriks CRUD Basis Data ... 124
Tabel 4.24 Tabel Adminweb ... 126
Tabel 4.25 Tabel domain ... 127
Tabel 4.26 Tabel Klien ... 127
Tabel 4.27 Tabel Setting ... 128
Tabel 4.28 Tabel set_mail ... 129
Tabel 4.29 Tabel ticket ... 129
Tabel 4.30 Uji Coba Level Visitor ... 143
Tabel 4.31 Uji Coba Level Customer ... 144
1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kebutuhan akan suatu sistem yang terkomputerisasi pada jaman sekarang ini mencakup segala bidang. Setiap organisasi baik yang berbentuk dalam penanganan jaringan komunikasi maupun hanya sebagai pengolah data sangat membutuhkan sistem komputerisasi agar suatu proses yang dikerjakan dapat menghasilkan data yang akurat, cepat, dan efisien. Semua data yang diproses dalam suatu sistem harus dapat diakses secara mudah oleh anak cabang dari perusahaan maupun oleh pihak ketiga yang terkait, dalam hal ini mencakup pegawai, customer maupun klien (Breslin dan Decker, 2007).
Perkembangan kebutuhan sistem komputerisasi juga sejalan dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Khususnya ilmu komputer, bahwa komputer mampu memegang peranan terpenting sebagai alat bantu dalam pengolahan dan penyimpanan data serta dapat memecahkan masalah yang kecil sampai dengan masalah yang sangat komplek. Penggunaan komputer yang dilengkapi dengan program aplikasi dapat memberikan hasil informasi yang berkualitas. Jadi dengan demikian penanganan sistem informasi secara terkomputerisasi pada saat ini sangat tepat (Aharony et al. 2009).
Salah satu peran penting yang mendukung itu semua adalah media online
tersebut secara cepat dan mudah. Fasilitas tersebut telah terkemas secara rapi yang mencakup domain sebagai alamat akses dan media penyimpanan data yang biasa disebut dengan hosting. Sehingga pada tahun 1998 Departemen Perdagangan AS yang berwenang membangun sebuah organisasi Internet Corporation for Assigned
Names and Numbers (ICANN) untuk menetapkan kebijakan yang mengatur
sistem nama domain. ICANN memiliki wewenang untuk memutuskan apakah layak suatu perusahaan tertentu untuk mendirikan Top Level Domain (TLD) sebagai domain baru dan diresmikan untuk digunakan secara global, pengajuan atas pembuatan Top Level Domain baru harus melalui proposal meliputi fungsi serta tujuan pembuatan TLD, siapa yang akan bertanggung, sekaligus cara pengawasan terhadap penggunaan fasilitas tersebut secara umum yang biasa disebut domain registrar, baik dalam hal penjualan maupun kontrol nama domain
(Mueller, 2002).
Top Level Domain Name adalah deretan kata dibelakang nama domain
seperti .com (commercial), .net (network), .org (organization), .edu (education), .gov(goverment), dan .mil(military). Ada dua macam Top Level Domain, yaitu
Global Top Level Domain (GTLD) dan Country Code Top Level Domain
(CCTLD). GTLD adalah seperti yang diungkapkan diatas dan CCTLD adalah TLD yang diperuntukkan untuk masing-masing negara, seperti Indonesia dengan kode ID atau Singapura dengan kode SG, dan sebagainya. Namun dalam hal ini ruang untuk TLD Com sebagai mayoritas penggunaan nama domain yang paling banyak diminati telah semakin menipis sehingga menimbulkan konflik domain
kritis (Cherry, 2001).
Pada era saat ini muncul pelopor baru untuk menanggulangi kritis pada Top
Level Domain yaitu dengan meluncurkan Second Level Domain (SLD). SLD
adalah domain tingkat dua yang memiliki fungsi sama dengan TLD, Misalnya seperti peranakan baru pada TLD Indonesia (co.id, net.id, or.id). SLD dapat menjadi solusi yang tepat pada saat ini agar proses penamaan domain tidak menjadi kritis. Namum dari itu setiap negara tetap memiliki aturan tersendiri pada fungsional SLD untuk mendaftarkan nama domain baru dan aturan-aturan tersebut dapat berubah sesuai perkembangan sistem (Sinaci et al. 2010).
More Share Corp. adalah suatu perusahaan IT yang sedang berkembang dan telah berpartisipasi langsung dalam memberikan solusi serta konsultasi terkait masalah yang banyak dihadapi saat ini termasuk dalam penanganan webhosting
dengan cara melakukan pemberdayaan nama domain tingkat satu menuju tingkat dua agar ketersediaan nama domain tingkat satu yang sangat menipis menjadi lebih bisa dimanfaatkan dan dapat menutupi banyaknya penggunaan nama domain
oleh publik. More Share Corp. membutuhkan suatu sistem yang mampu memproses pendataan nama domain tingkat dua secara otomatis, akurat dan terintegrasi dengan server domain tingkat satu. Pengelolaan sistem yang mudah juga menjadi sangat berpengeruh untuk memanajemen penggunaan nama domain
yang begitu banyak saat ini. Data serta dokumentasi yang tersedia pada More Share Corp. akan menjadi dasar dalam penganalisaan lebih lanjut dalam mengatasi kritisnya nama domain.
Berdasarkan gambaran latar belakang di atas, maka topik penelitian dengan judul “Rancang Bangun Sistem Informasi Manajemen Domain
Tingkat Dua” bisa menjadi solusi yang tepat untuk menanggulangi krisis TLD
sekaligus menjadi topik yang sangat menarik untuk diangkat kepermukaan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka identifikasi permasalahan penelitian ini adalah:
1. Semakin banyaknya pengguna domain pada top level domain name sehingga menimbulkan konflik kritis domain.
3. Belum adanya sistem yang dapat menunjang pengontrolan pada second level domain name.
Berdasarkan permasalahan tersebut maka rumusan masalah pada penelitian ini adalah “Bagaimana merancang sistem informasi dalam bentuk aplikasi sebagai pusat data pengelolaan domain tingkat dua yang baik dan user friendly?”
1.3 Batasan Masalah
Untuk lebih menspesifikkan dan memperjelas tahap penelitian yang sesuai dengan judul penelitian, maka batasan masalah penelitian ini dipersempit pada poin-poin berikut:
1. Penelitian ini hanya terfokus pada data-data yang telah disediakan oleh More-Share Corp.
2. Pada penelitian ini hanya membahas proses pendaftaran serta pengelolaan
domain yang meliputi analisa serta perancangan sistem integrasi antara
domain utama dengan domain tingkat dua serta penamaan domain yang
sesuai standar. Pada tahap ini hanya sebatas penganalisaan request data antara
domain tingkat dua dengan server domain tingkat satu agar aplikasi mampu merespon data secara akurat.
3. Metodologi pengembangan sistem yang digunakan yaitu SDLC (System
Development Life Cycle) dengan model pengembangan waterfall yang hanya
4. Alat bantu (tools) yang digunakan sebagai pendeskripsian dan desain sistem digunakan Unified Modelling Language (Use Case Diagram, Activity
Diagram dan Sequence Diagram), PHP sebagai alat pengkodean, MYSQL dipakai sebagai database dan PHPMyAdmin untuk pengelolaan database.
5. Perancangan design dan sistem aplikasi SLD registrar yang user friendly. Pada fase ini meliputi design halaman utama pemesanan, registrasi member, halaman member, serta halaman admin yang mencakup hal untuk memanage aktifitas pemesanan domain. Design ini dibuat hanya sebagai pelengkap dan tidak difokuskan untuk memiliki kompleksitas yang rumit sehingga poin penting dalam perancangan ini hanya terfokus pada lima poin diatas.
1.4 Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian rancang bangun sistem informasi manajemen
domain tingkat dua ini adalah:
a. Menghasilkan rancangan sistem informasi manajemen dalam bentuk aplikasi yang mudah serta ramah untuk digunakan oleh webmaster profesional maupun pemula.
b. Menghasilkan sistem manajemen yang terintegrasi secara akurat antara
domain utama dengan domain tingkat dua.
1.5 Manfaat Penelitian
1. Bagi Peneliti.
a) Menerapkan ilmu-ilmu yang didapat selama kuliah.
b) Membandingkan teori-teori yang ada dan didapat selama kuliah dengan masalah sebenarnya di dunia kerja.
c) Untuk memenuhi salah satu syarat kelulusan strata satu (S1) Jurusan Sistem Informasi Fakultas Sains dan Teknologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
2. Bagi Universitas.
a) Mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menguasai teori yang telah diperoleh selama kuliah.
b) Mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menerapkan ilmunya dan sebagai bahan evaluasi.
c) Memberikan gambaran tentang kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja yang sebenarnya.
3. Bagi Perusahaan.
a) Menghasilkan service yang berkualitas dengan efisiensi yang tinggi. b) Membantu serta mempermudah perusahaan dalam mengelola data. c) Meningkatkan pemasaran yang lebih luas secara global dalam dunia
online. 4. Bagi Masyarakat.
a) Memberikan peluang bagi masyarakat untuk ikut menikmati fasilitas
domain secara gratis.
c) Menjadi solusi untuk mengatasi masalah krisis domain name.
1.6 Metodologi Penelitian
Metode penelitian dalam penyusunan laporan ini menggunakan 2 jenis metode, yaitu:
1. Metode pengumpulan data
Metode pengumpulan data dilakukan dengan tiga cara yaitu:
a. Studi pustaka, dilakukan dengan membaca buku-buku yang berkaitan dengan materi penelitian (Nazir, 2005).
b. Studi lapangan, dilakukan dengan melakukan observasi yang merupakan teknik atau pendekatan untuk mendapatkan data primer dengan mengamati langsung objek datanya, serta wawancara sebagai sarana komunikasi dua arah untuk mendapatkan data dari responden (Jogiyanto, 2008).
c. Studi literatur, mengumpulkan data melalui jurnal-jurnal, maupun penelitian sebelumnya yang sejenis dengan penelitian ini.
2. Metode pengembangan sistem
Metode pengembangan sistem yang penulis gunakan yaitu dengan
Waterfall Strategy Sequential (Strategi Air Terjun Beraturan) dengan
Berikut merupakan tahapan-tahapan yang ada pada metodologi pengembangan sistem:
a. System Initiation
Pada tahap ini penulis mengidentifikasi masalah, menentukan ruang lingkup sistem, serta tujuan pengembangan sistem.
b. System Analysis
Pada tahap ini penulis memahami gambaran umum pada tempat penelitian dan menganalisis sistem yang berjalan disana, kemudian menganalisis pemecahan masalah yang ada pada tempat penelitian dan mengetahui kebutuhan user dalam sistem yang diusulkan.
c. System Design
Pada tahap ini penulis melakukan perancangan proses, perancangan input dan output, perancangan database, serta user interface
sebagai desain untuk solusi terbaik.
d. System Implementation
1.7 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan tugas akhir ini agar dapat terlihat jelas keterkaitan antara bab yang satu dengan bab yang lain, maka penulisannya disusun secara sistematis yang terdiri dari lima bab yaitu :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini membahas tentang latar belakang, rumusan masalah, batasan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, metodologi penelitian, dan sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Pada bab ini akan dibahas mengenai dasar-dasar teori yang mendukung penulisan tugas akhir seperti pembahasan mengenai teori–teori dan konsep yang terkait dengan pengembangan sistem yang akan dirancang, bahasa pemrograman yang dipakai yaitu PHP, meliputi MySQL database, Online web server.
BAB III METODOLOGI PENELITIAN
BAB IV PEMBAHASAN
Pada bab ini akan menguraikan sejarah singkat More-Share Corp. serta membahas perancangan yang akan dibuat sekaligus tahap rancang bangun sistem aplikasi yang telah dianalisis sesuai dengan data informasi yang ada.
BAB V PENUTUP
12
2.1 Pengertian Rancang Bangun
Kata “rancang” merupakan kata sifat dari “perancangan” yakni merupakan
serangkaian prosedur untuk menerjemahkan hasil analisis dari sebuah sistem ke dalam bahasa pemrograman untuk mendeskripsikan dengan detail bagaimana komponen-komponen sistem diimplementasikan (Pressman, 2005).
Kata “bangun” merupakan kata sifat dari “pembangunan” adalah kegiatan
menciptakan sistem baru maupun mengganti atau memperbaiki sistem yang telah ada baik secara keseluruhan maupun sebagian (Pressman, 2005).
Dengan demikian pengertian rancang bangun merupakan kegiatan menerjemahkan hasil analisa kedalam bentuk paket perangkat lunak kemudian menciptakan sistem tersebut ataupun memperbaiki sistem yang sudah ada.
dikenali selama fase spesifikasi dan pendefinisian keperluan. Pemilihan ini melibatkan analisis algoritma dari alternatif struktur dalam rangka menentukan perancangan yang paling efisien. Beberapa prinsip dalam perancangan data, yaitu : a. Prinsip-prinsip analisis sistematis yang diterapkan pada fungsi dan perilaku harus
juga diterapkan pada data.
b. Seluruh struktur data dan operasi yang harus dilakukan padanya harus dikenali. c. Kamus data harus diadakan dan digunakan untuk mendefinisikan perancangan
data dan program.
d. Keputusan perancangan data level rendah haruslah ditunda sampai akhir proses perancangan.
e. Gambaran dari struktur data mesti hanya dikenali oleh modul yang menggunakan secara langsung isi data di dalam struktur pustaka struktur data dan operasinya mesti dikembangkan.
f. Rancangan perangkat lunak dan bahasa pemograman mesti mendukung spesifikasi dan realisasi dari jenis data abstrak.
2.2 Konsep Dasar Sistem Informasi Manajemen
2.2.1 Definisi Sistem
Dalam mendefinisikan sistem terdapat dua kelompok pendekatan sistem, yaitu sistem yang lebih menekankan pada prosedur dan elemennya. Prosedur didefinisikan sebagai suatu urutan-urutan yang tepat dari tahapan-tahapan instruksi yang menerangkan apa yang harus dikerjakan, siapa yang mengerjakan, kapan dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya (Ladjamudin, 2005).
2.2.2 Karakteristik Sistem
Definisi sistem memiliki karakteristik tertentu (Ladjamudin, 2005), yaitu:
a. Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
b. Batas Sistem
memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan dan menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.
c. Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan luar dari suatu sistem adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan juga merugikan. Lingkungan luar yang menguntungkan merupakan energy dari sistem dan dengan demikian harus dijaga dan dipelihara.
d. Penghubung Sistem
Penghubung merupakan media yang menghubungkan antara satu subsistem dengan subsistem lainnya, melalui penghubung ini kemungkinan sumber-sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem lainnya.
e. Masukan Sistem (Input)
f. Keluaran Sistem (Output)
Keluaran adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem lain.
g. Pengolah Sistem
Suatu sistem mempunyai suatu bagian pengolah atau sistem itu sendiri sebagai pengolahnya. Pengolah yang akan merubah masukan menjadi keluaran.
h. Sasaran Sistem
Suatu sistem mempunyai tujuan atau sasaran, kalau sistem tidak memiliki sasaran maka sistem tidak akan ada.
2.2.3 Klasifikasi Sistem
Sistem dapat diklasifikasikan dari beberapa sudut pandang (Ladjamudin, 2005), di antaranya adalah sebagai berikut:
a. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem abstrak dan sistem fisik.
b. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem alamiah dan buatan manusia. Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam, tidak hasil buatan manusia. Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi antara manusia dengan mesin disebut dengan human-machine system.
c. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertentu dan sistem tak tentu. Sistem tertentu beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi di antara bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti, sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan. Sistem tak tentu adalah sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.
d. Sistem diklasifikasikan sebagai sistem tertutup dan terbuka.
2.2.4 Definisi Informasi
Informasi dalam sebuah perusahaan atau instansi merupakan sesuatu yang sangat penting guna untuk mendukung kelangsungan perkembangannya. Akibat kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu perusahaan atau instansi tersebut akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya yang pada akhirnya akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan persaingannya.
Nilai dari informasi ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya yang mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa informasi yang digunakan dalam suatu sistem informasi umumnya digunakan untuk beberapa kegunaan. Sehingga tidak memungkinkan dan sulit untuk menghubungkan suatu bagian informasi pada suatu masalah yang tertentu dengan biaya yang diperolehnya, karena sebagian besar informasi dinikmati tidak hanya oleh satu pihak di dalam perusahaan.
Anthony dan Dearden mengatakan bahwa keadaan sistem dalam hubungannya dengan keberakhirannya dengan istilah entropy (Jogiyanto, 2008). Informasi yang berguna bagi sistem akan menghindari proses entropy
yang disebut dengan negative entropy atau negentropy.
Informasi dikatakan berguna apabila mempunyai kualitas yang baik dalam membantu seorang manager mengambil keputusan dan dapat menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan guna mencapai tujuan organisasi (Jogiyanto, 2008). Oleh sebab itu informasi yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
1. Akurat
Informasi yang diperoleh harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak boleh menyesatkan serta harus mencerminkan suatu maksud. Informasi diharuskan akurat karena dari informasi yang tidak akurat akan banyak timbul gangguan (noise) yang dapat merubah atau merusak informasi tersebut.
2. Tepat Waktu
Informasi yang sampai pada yang membutuhkan tidak boleh terlambat, informasi yang telah usang tidak akan mempunyai nilai, hal ini disebabkan karena informasi merupakan landasan dalam pengambilan keputusan, maka akan berakibat fatal pada suatu organisasi, instansi maupun perusahaan.
3. Relevan
baik hanya akan dihasilkan oleh data yang baik dengan pemrosesan data yang tepat.
4. Lengkap
Diartikan bahwa informasi yang disampaikan kepada penerima tidak terpotong-potong, Karena hal itu mempengaruhi dalam pengambilan keputusan.
5. Jelas dan lugas
Diartikan bahwa informasi yang disampaikan kepada penerima harus jelas sehingga dapat diterima dan mudah dipahami.
2.2.5 Definisi Sistem Informasi
Telah diketahui bahwa informasi merupakan hal yang sangat penting bagi manajemen di dalam pengambilan keputusan. Informasi dapat diperoleh dari sistem informasi (information system) atau disebut juga dengan
processing system atau information processing system atau information-
generating sistem.
2.2.6 Manfaat Sistem Informasi
Sebagian besar sistem informasi berlandaskan komputer terdapat di dalam suatu organisasi dalam berbagai jenis. Anggota organisasi adalah pemakai informasi yang dihasilkan sistem tersebut termasuk manajer yang bertanggung jawab atas pengalokasian sumber daya untuk pengembangan dan pengoprasian sumberdaya untuk pengembangan dan pengoprasian perusahaan (Ladjamudin,2005).
2.2.7 Komponen Sistem Informasi
Terdapat 5 komponen dalam sistem informasi (Jogiyanto, 2008), kelima komponen tersebut dapat diklasifikasikan sebagai berikut.
a. Hardware dan software yang berfungsi sebagai mesin.
b. People dan procedures yang merupakan manusia dan tatacara
menggunakan mesin.
c. Data merupakan jembatan penghubung antara manusia dan mesin agar terjadi suatu proses pengolahan data.
Perangkat keras
Peangkat lunak
Data Prosedur manusia
2.2.8 Detail Komponen Sistem Informasi
Penjelasan bahwa komponen sistem informasi dapat secara garis besar dikelompokkan ke dalam enam blok (Jogiyanto, 2008), yaitu :
a. Blok Masukan (Input Block)
Meliputi metode-metode dan media untuk menangkap data yang akan dimasukkan, dapat berupa dokumen-dokumen dasar.
b. Blok Model (Model Block)
Terdiri dari kombinasi prosedur, logika dan model matematika yang berfungsi memanipulasi data untuk menghasilkan keluaran tertentu. c. Blok Keluaran (Output Block)
Berupa keluaran dokumen dan informasi yang berkualitas. d. Blok Teknologi (Technology Block)
Untuk menerima input, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data, menghasilkan dan mengirimkan keluaran serta membantu pengendalian dari sistem secara keseluruhan.
e. Blok Basis Data (Database Block)
f. Blok Kendali (Controls Block)
Meliputi masalah pengendalian yang berfungsi mencegah dan menangani kesalahan atau kegagalan sistem.
2.2.9 Definisi Sistem Informasi Manajemen
Sistem Informasi Manajemen (SIM) adalah sebuah sistem informasi yang menyediakan pelaporan berorientasi manajemen berdasarkan pemrosesan transaksi dan operasi organisasi (Whitten et all, 2004). Selain itu SIM disebut juga jaringan prosedur pengolah data yang dikembangkan dalam suatu sistem terintegrasi dengan maksud memberikan informasi yang bersifat
intern ataupun ekstern kepada manajemen, dengan dasar pengambilan
keputusan. Secara garis besar SIM dibangun atas komponen: 1. Basisdata (database)
Sebuah sistem manajemen memiliki subsistem manajemen data. Subsistem manajemen data merupakan manajemen yang memasukan data ke suatu database untuk suatu situasi dan dikelola oleh perangkat lunak untuk menjadi sebuah informasi.
2. Sistem Perangkat Lunak (software)
dalam SIM juga terdapat manajemen laporan, merupakan aspek laporan informasi yang diberikan kepada pengguna.
2.2.10 Karakteristik Sistem Informasi Manajemen
Beberapa karakteristik dari SIM (Kadir, 2009), yaitu:
1. Beroperasi pada tugas-tugas yang terstruktur yakni pada lingkungan yang telah mendifinisikan hal-hal berkut secara tegas dan jelas terkait prosedur, operasi, aturan pengambilan keputusan dan arus informasi.
2. Meningkatkan efisiensi dengan mengurangi biaya.
3. Menyediakan laporan dan kemudahan akses yang berguna untuk pengambilan keputusan tetapi tidak secara langsung (manajer menggunakan laporan dan inforamsi serta membuat kesimpulan-kesimpulan tersendiri untuk melakukan pengambilan keputusan).
2.3 Pengelolaan Data
2.4 Pengertian dan fungsi domain tingkat dua
Domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server
komputer seperti web server atau email server di jaringan komputer ataupun
internet. Fungsi Domain adalah untuk mempermudah pengguna di internet pada saat
melakukan akses ke server, selain juga dipakai untuk mengingat nama server yang dikunjungi tanpa harus mengenal deretan angka yang rumit yang dikenal sebagai IP
address. Nama domain ini juga dikenal sebagai sebuah kesatuan dari sebuah situs
web seperti contohnya “google.com”. Nama domain kadang-kadang disebut pula dengan istilah URL, atau alamat website, domain tingkat dua merupakan sub dari
domain utama yang memiliki fungsi sama. Penanggung jawab, sekaligus pengawasan
terhadap penggunaan fasilitas domain tersebut secara umum biasa disebut domain
registrar, baik dalam hal penjualan maupun kontrol nama domain (Mueller, 2002).
2.5 Perkembangan domain internasional
TLD .com (commercial) adalah suatu TLD internasional yang melingkupi
host yang menangani aktifitas komersial. Selain itu, dikenal pula TLD .net (network) untuk jaringan, .org (organization) untuk organisasi lain-lain, .edu (educational) untuk lembaga pendidikan, .gov (government) untuk lembaga pemerintahan dan .mil (military) untuk kepentingan militer. Penetapan TLD internasional tersebut berada dalam wewenang ICANN (The Internet Corporation for Assigned Names and
Numbers, www.icann.org), sebuah organisasi nirlaba internasional yang khusus
menangani hal-hal yang berkaitan dengan alokasi IP di internet, protokol-protokol yang digunakan, serta manajemen sistem penamaan berbasis domain. Sementara itu, pengelolaan TLD secara administratif merupakan wewenang dari IANA (Internet
Assigned Numbers Authority, www.iana.org), yang juga merupakan sebuah organisasi
nirlaba yang mengemban fungsi koordinasi global di internet.
Pada mulanya, TLD .com, .net, maupun .org, digunakan sesuai peruntukannnya, namun belakangan karena pemilikan domain dibawah TLD ini bersifat bebas dan menerapkan prosedur yang otomatis, maka peruntukannya cenderung diabaikan. Diantara seluruh TLD internasional tersebut, TLD .com merupakan TLD yang paling laris. Mungkin ini berhubungan dengan demam
DotCom yang saat ini sedang melanda dunia sehingga setiap perusahaan akan merasa
pemilik domain baru, akan sulit sekali untuk menemukan baik kata, maupun singkatan yang belum terpakai. Karenanya ICANN menetapkan beberapa TLD baru, diantaranya .info, .news, .biz, .museum, .coop, .name, dan .aero (Cherry, 2001).
Pertumbuhan jumlah situs internet yang fenomenal telah menjadikan internet
sebagai sumber informasi yang tidak dapat diabaikan. Internet Software Consortium
(ISC.ORG) telah membuat grafik peningkatan nama-nama domain dari hanya beberapa diawal 1990-an, menjadi lebih dari 353 juta pada bulan juli 2005.
Domain-domain baru ini mencerminkan kemungkinan pelanggan-pelanggan, pemasok, dan
sekutu-sekutu bisnis baru (McLeod, 2006).
Tabel 2.1 Daftar jumlah pengguna domain (Cherry, 2001).
Top Level Domain Domains worldwide
. Com 108.124.540
. De 15.383.974
. Net 15.052.468
. Uk 10.386.743
. Org 10.243.889
. Cn 7.433.744
Gambar 2.3 Grafik jumlah pengguna domain (Cherry, 2001)
2.6 Perlengkapan Pendukung Aplikasi
Untuk mengintegrasikan antara aplikasi dengan server domain, dibutuhkan adanya dukungan teknologi berupa internet, webservers, web hosting, domain, dan teknologi lainnya yang mendukung pembangunan sistem registrar second level domain.
. Nl 5.219.687
. Ru 4.459.121
2.6.1 Internet
Internet adalah ribuan komputer diseluruh dunia yang terhubung
dengan perangkat jaringan untuk menyediakan informasi-informasi kepada pengguna. Informasi-informasi tersebut dapat berupa suara, gambar, file, dan lain-lain. Internet adalah sebuah infrastruktur komunikasi yang terdiri dari ribuan komputer di seluruh dunia dan terhubung bersama-sama oleh sistem telekomunikasi. Dalam memberikan informasi kepada pengguna, internet
mengirimkan informasi kepada pengguna ketika komputer pengguna sedang berada dalam komunikasi dengan komputer pengguna lain. Semua komputer dan penyedia layanan komunikasi dari pengirim dan penerima merupakan perantara atau saluran (Comerford, 2001).
Konektivitas internet umumnya didirikan dengan menggunakan
Internet Service Provider (ISP). ISP adalah organisasi yang memiliki
kehadiran permanen di internet dan memberikan fixed line atau dial-up
(Comerford, 2001). Jadi dengan adanya ISP, kita dapat melakukan proses tukar-menukar data dengan komputer lain. ISP tersebut juga memberikan alamat sendiri pada komputer kita. Alamat tersebut kita kenal dengan nama IP
address. IP address mengizinkan ribuan atau ratusan komputer di seluruh
Gambar 2.4 Contoh Jaringan Internet (Comerford, 2001)
2.6.2 Web Hosting
Web hosting adalah sebuah ruangan yang kita sewa untuk meletakkan
website dan database kita agar dapat diakses oleh publik. Untuk memiliki web
hosting, kita butuh layanan jasa penyewaan untuk meletakkan aplikasi web
yang sudah kita bangun. Selain butuh web hosting kita membutuhkan domain
untuk memberikan alamat pada website kita. Domain pada website itu bisa diibaratkan alamat bagi sebuah rumah. Dan hosting itu bisa diibaratkan sebagai tempat tinggal bagi pemilik rumah. Web hosting yang beredar di
internet ada yang tersedia secara gratis dan ada yang berbayar.
didapatkan dengan cara yang sedikit mahal dengan mengeluarkan uang. Penggunaan hosting dari segi biaya tergantung pada fitur dan kinerjanya. Fitur yang dibutuhkan berupa aplikasi yang ingin dipublikasikan, database, mail
server, perangkat lunak keamanan yang berguna sebagai firewall dan detektor
virus. Sedangkan kinerja yang dibutuhkan pada hosting bergantung pada jenis
hosting yang kita gunakan. Jika kita menggunakan jenis hosting secara gratis,
2.6.3 Web Server
Web server adalah program yang menafsirkan permintaan HTTP
sehingga halaman web dapat dimengerti oleh sebuah web browser. Web server
yang tersedia dipasaran ada banyak dan Anda dapat menggunakan salah satu dari web server yang tersedia (Kadir, 2003). Penggunaan web server sangat dibutuhkan ketika sedang membangun sebuah website menggunakan bahasa pemrograman dan database, web server dibutuhkan untuk menjalankan aplikasi web yang sudah kita bagun dari komputer kita menggunakan situs
local/localhost.
2.6.4 Web Browser
Web browser adalah aplikasi yang kita gunakan untuk mengakses
halaman suatu website dan menjelajahi isi dari website tersebut. Tanpa web browser kita tidak dapat menjelajahi situs-situs yang ada di seluruh dunia.
Web browser bisa dikatakan sebagai perangkat lunak pelengkap dalam
berhubungan dengan internet. Web browser adalah program komputer yang dapat digunakan oleh pengunjung untuk menjelajahi atau mengunjugi sebuah
website dan menampilkan halaman website tersebut. Web browser pertama
dikembangkan oleh Netscape (Kadir, 2003).
Gambar 2.7 Contoh Skema Web browser (Kadir, 2003)
2.6.5 Cara Kerja World Wide Web
website bekerja satu sama lain untuk menampilkan halaman website yang kita inginkan. Cara kerja web browser yang terkoneksi internet dalam menampilkan halaman suatu website menggunakan prinsip kerja klien atau
server. World Wide Web (WWW) beroperasi menggunakan prinsip jaringan
klien/server. Ketika Anda memasukkan URL (alamat web) ke dalam browser
dan mengkliknya, Anda telah membuat membuat sebuah permintaan HTTP dari komputer yang memiliki alamat URL tersebut. Jadi setelah permintaan kita ditanggapi oleh server, web browser akan menampilkan halaman web dari alamat website yang sebelumnya telah kita input-kan (Kadir, 2003).
Gambar 2.8 Contoh Skema World Wide Web (Kadir, 2003)
browser. Web browser berperan sebagai klien dan mengirimkan permintaan ke server dari alamat situs yang kita inginkan. Setelah itu, server akan menanggapi keinginan kita dan menampilkan halaman website pada halaman
web browser.
2.6.6 Definisi Halaman Web
Halaman web adalah halaman pada web browser dimana kita dapat melihat isi dari suatu website. Halaman web adalah halaman antar muka pengguna yang melibatkan pengunjung dengan suatu website untuk menavigasi serangkaian halaman web yang terhubung dengan teks, gambar, dan sebagainya. Pada umumnya setiap website merupakan halaman yang terpisah antara file dengan server (Kadir, 2003).
2.7 Metode Pengumpulan Data
2.7.1 Studi Pustaka
2.7.2 Studi Lapangan
Metode penelitian lapangan dibagi menjadi 2(dua), yaitu metode observasi dan wawancara (Jogiyanto, 2008).
a. Observasi
Observasi (observation) merupakan teknik atau pendekatan untuk mendapatkan data primer dengan cara mengamati langsung objek datanya. Pendekatan observasi dapat diklasifikasikan ke dalam observasi perilaku
(behavioral observation) dan observasi non-perilaku (nonbehavioral
observation) (Jogiyanto, 2008).
b. Wawancara
Wawancara (interview) adalah komunikasi dua arah untuk mendapatkan dari responden. Wawacara (interview) dapat berupa wawancara personal (personal interview), wawancara intersep (intercep
interview) dan wawancara telepon (telephone interview) (Jogiyanto,
2008).
2.7.3 Studi Literatur
merupakan beberapa hasil penelitian sejenis dengan penelitian yang dilakukan oleh penulis:
Tabel 2.2 Studi Literatur Sejenis NO Nama
Peneliti
Judul Tahun Kelemahan Kelebihan
1 Mueller Why ICANN can't
[failings of Internet
Corporation for
Assigned Names and dibahas terkait sulitnya
mendapatkan
domain tingkat
satu bisa Identity Sanctions Act:
empowering law
enforcement or limiting
belum sampai
domain tingkat
satu bisa dijadikan landasan pentingnya fungsi domain
tingkat dua informasi tentang produk yang up to
Rancang bangun sistem informasi pemesanan
online pada perusahaan
konveksi pakaian seragam (studi kasus : CV. ALFISA)
2010 Kurangnya fitur
chat online untuk mempermudah interaksi pembeli dengan
perusahaan.
Desain user interface yang
user friendly.
winzone pro CV. estie
pembeli dapat mensortir
barang yang dibeli.
8 Yunizar Aplikasi e-commerce
aromatherapy berbasis
CMS (studi kasus CV. Viko collection)
2009 Kurangnya sistem keamanan pada sistem ini.
Ada nya sistem interaksi antara pelanggan dan perusahaan. 9 Rohilahima Pengembangan sistem
informasi transaksi penjualan jasa percetakan pada CV. Hijau Production Samadiru di Bekasi
2008 Kurangnya sistem verifikasi otomatis informasi yang ada pada percetakan.
melakukan singkronisasi otomatis terhadap domain tingkat satu maupun proses otomatis antara pengguna dengan sistem. Dari segi keamanan juga akan lebih ditingkatkan agar dapat menutupi segala kekurangan maupun resiko jika terjadi penyalahgunaan dari pihak yang tidak bertanggung jawab, sistem akan melakukan beberapa verifikasi terkait data pribadi maupun data lainnya sehingga mengurangi tingkat penyalahgunaan.
2.8 Pengembangan Sistem
Kebanyakan organisasi memiliki system development process/proses pengembangan sistem resmi yang terdiri dari satu set standar proses-proses atau langkah-langkah yang mereka harapkan akan diikuti oleh semua proyek pengembangan sistem. Sementara proses ini bervariasi untuk organisasi yang berbeda, ada karakteristik umum yang ditemukan yaitu proses pengembangan sistem di kebanyakan organisasi mengikuti pendekatan pemecahan masalah. Pendekatan tersebut biasanya terdiri dari beberapa langkah pemecahan masalah yang umum (Whitten, 2004):
Tabel 2.3 Tabel korelasi antara langkah-langkah pemecahan masalah yang umum dengan proses pengembangan sistem (Whitten, 2004).
Proses Pengembangan Sistem
yang disederhanakan
System initiation
1. Mengidentifikasi masalah (Juga merencanakan solusi
untuk masalah)
System analysis
2. Menganalisa dan memahami masalah.
3. Mengidentifikasi Persyaratan dan harapan solusi.
System design
4. Mengidentifikasi solusi alternatif dan memilih tindakan
terbaik.
5. Mendesain solusi yang dipilih.
System implementation
6. Mengimplementasikan solusi yang dipilih
7. Mengevaluasi hasilnya. (Jika masalah tidak terpecahkan,
kembalilah ke langkah 1 atau 2 seperlunya).
2.8.1 The Sequential or Waterfall Strategy
Pengembangan sistem secara alamiah adalah proses berurutan
(sequential). Strategi ini mengisyaratkan “penyelesaian” tiap proses satu per
satu. Penyelesaian “berurutan” menghasilkan pengembangan sistem informasi
yang seluruhnya baru. Karena penampilan pendekatan ini seperti air terjun
(waterfall), maka pendekatan ini disebut proses “Pengembangan Air Terjun”
Gambar 2.9 The Sequential orWaterfall Strategy (Whitten, 2004)
Berikut penjelasan Gambar 2.9.
1. System Initiation adalah perencanaan awal untuk sebuah proyek
untuk mendefinisikan lingkup, tujuan, jadwal, dan anggaran bisnis awal. Pada permulaan sistem ini untuk menentukan lingkup proyek dan rencana pemecahan masalah.
2. System Analysis adalah studi domain masalah bisnis untuk
merekomendasikan perbaikan dan menspesifikasikan persyaratan dan prioritas bisnis untuk solusi.
3. System Design adalah spesifikasi atau konstruksi solusi yang teknis
dan berbasis komputer untuk persyaratan bisnis yang diidentifikasikan dalam analisis sistem. Desain tersebut dalam bentuk prototipe yang bekerja.
4. System Implementation adalah mengimplementasikan solusi yang
telah dipilih, kemudian mengevaluasi sistem informasi yang telah dibuat.
pengembangan sistem. System implementation meliputi kegiatan membangun,
menginstall, menguji dan mengoperasikan sistem informasi.
Kelebihan menggunakan metode pengembangan sistem waterfall
strategy sequential (Whitten, 2004) adalah:
1. Metode ini mempunyai tahapan-tahapan yang jelas.
2. Setiap tahapan harus diselesaikan terlebih dahulu untuk menghidari terjadinya pengulangan dalam tahapan sehingga pengembangan sistem yang dilakukan dapat memperoleh hasil yang diinginkan.
3. Mudah untuk mengidentifikasi kebutuhan yang panjang sebelum
programming dimulai.
4. Mudah untuk meminimalkan perubahan kebutuhan dari sistem yang akan dibuat.
5. Baik untuk sistem yang belum pernah dibuat.
6. Kualitas dari sistem yang dihasilkan akan baik. Ini dikarenakan oleh pelaksanaannya secara bertahap. Sehingga tidak terfokus pada tahapan tertentu.
7. Document pengembangan system sangat terorganisir, karena setiap
fase harus terselesaikan dengan lengkap sebelum melangkah ke fase berikutnya. Jadi setiap fase atau tahapan akan mempunyai dokumen tertentu.
metode ini juga masih masuk akal jika kebutuhan sudah diketahui dengan baik.
Sedangkan kelemahan menggunakan metode pengembangan sistem
waterfall strategy sequential (Whitten, 2004) adalah:
1. Diperlukan majemen yang baik, karena proses pengembangan tidak dapat dilakukan secara berulang sebelum terjadinya suatu produk. 2. Kesalahan kecil akan menjadi masalah besar jika tidak diketahui sejak
awal pengembangan yang berakibat pada tahapan selanjutnya.
3. Pelanggan sulit menyatakan kebutuhan secara eksplisit sehingga tidak dapat mengakomodasi ketidak pastian pada saat awal pengembangan. 4. Pelanggan harus sabar, karena pembuatan perangkat lunak akan
dimulai ketika tahap desain sudah selesai. Sedangkan pada tahap sebelum desain bisa memakan waktu yang lama.
5. Pada kenyataannya, jarang mengikuti urutan sekuensial seperti pada teori. Iterasi sering terjadi menyebabkan masalah baru.
2.9 Analisis Berorientasi Objek (Object-Oriented Analysis)
Object-Oriented Analysis (OOA) adalah suatu pendekatan yang digunakan
untuk dipadukan dengan objek-objek lainnya sehingga membentuk suatu aplikasi bisnis yang berdaya guna tinggi. (Whitten, 2004).
2.10 Perancangan Berorientasi Objek (Object Oriented Design)
Object Oriented Design (OOD) adalah suatu pendekatan yang digunakan
untuk menentukan solusi terbaik bagi piranti lunak dalam hal perpaduan objek (objects), atribut (attributes) dan metode (methods). Perancangan suatu piranti lunak berorientasi objek membutuhkan penggunaan arsitektur piranti lunak berlapis
(multilayered software architecture), juga membutuhkan spesifikasi dari subsistem
yang menyediakan fungsi-fungsi (functions) yang dibutuhkan. Selain itu, gambaran tentang penggunaan objek yang membentuk sistem dan gambaran mekanisme komunikasi yang memungkinkan aliran data mengalir melalui lapisan (layers), subsistem dan objek juga dibutuhkan. Semua itu dilakukan dan diselesaikan dengan menggunakan pendekatan OOD (Whitten, 2004).
Analisis dan Desain Berbasis Objek atau OOAD adalah salah satu pendekatan dalam rekayasa atau pengembangan perangkat lunak yang memodelkan sebuah sistem sebagai kumpulan dari banyak objek yang saling berinteraksi. Setiap objek merupakan representasi dari entitas-entitas yang ada pada sistem tersebut dan dapat dibedakan berdasarkan atribut (elemen data) dan perilaku entitasnya.
merancangnya hingga terdapat penyesuaian, perkembangan, dan substitusi bagian dapat dengan mudah diimplementasikan.
Terdapat empat aktivitas utama yang digunakan dalam menggunakan metode
Unified Software Deployment untuk OOAD (Object Oriented Analysis and Design)
(Whitten, 2004) ini, yaitu:
1. Problem Domain Analysis
Dalam tahapan ini sistem dirancang sesuai dengan kebutuhan informasi dari pengguna, tahapan ini menentukan hasil dari keseluruhan aktivitas analisis dan perancangan. Tahapan dari Problem Domain Analysis ini adalah :
Menentukan Class yang ada dalam sistem dengan melakukan proses identifikasi dari definisi sistem yang telah dikembangkan.
Menganalisa dan mengembangkan struktur hubungan dari class-class
yang ada.
Menganalisa behavior dari class-class tersebut untuk menentukan state
dari setiap class yang termasuk dalam sistem ini.
Hasil laporan perancangan yang dihasilkan dari tahapan ini adalah:
1. System Definition
Mendefinisikan seluruh sistem sebagai sebuah model yang akan dilihat
2. Class Diagram
Untuk menggambarkan hubungan antara class-class dalam sebuah sistem.
3. State Diagram
Untuk menggambarkan bagaimana state dari daur hidup kelas yang ada di dalam sistem ini.
Dapat dilihat dari tahap ini telah dapat dilihat model aplikasi secara keseluruhan bagaimana aplikasi tersebut akan terbentuk.
2. Application Domain Analysis
Tahapan ini berfokus pada bagaimana sistem akan digunakan oleh pengguna. Tahap ini dan tahap sebelumnya dapat dimulai secara bergantian, tergantung pada kondisi pengguna (Whitten, 2004). Terdapat tiga tahapan yang akan dilakukan dalam
Application Domain Analysis, yaitu:
a) Menentukan pemakai, yaitu menentukan actor dan use case yang terlibat dan interaksinya.
b) Menentukan fungsi sistem untuk memproses informasi dan membuat daftar fungsi.
c) Menentukan interface pengguna dan sistem, untuk interaksi sesungguhnya dari pengguna dan sistem informasi yang dirancang.
d) Use Case Diagram, yang menggambarkan interaksi pengguna sebagai
e) Function List, yaitu kemampuan yang harus dimiliki sistem sebagai kebutuhan dasar dari user.
f) User Interface Navigation Diagram, yaitu diagram untuk
menggambarkan tampilan layar yang akan dirancang untuk memenuhi kebutuhan user.
3. Architectural Design
Dalam tahap ini dirancang arsitektur hubungan antara Client dan Server yang memadai untuk sistem agar dapat berjalan baik. Perancangan tahap ini menentukan bagaimana struktur sistem fisik akan dibuat dan bagaimana distribusi sistem informasi pada rancangan fisik tersebut. Laporan yang dihasilkan adalah Deployment
Diagram.
4. Component Design
Tahap terakhir dalam Unified Software Deployment sebelum melakukan
programming. Sistem akan dimodelkan secara lengkap dalam diagram yang disebut
programming. Sistem akan dimodelkan secara lengkap dalam diagram yang disebut
sebagai Component Diagram. Pada tahap ini dapat dilihat bagaimana sistem bekerja dan interaksi yang terjadi antara sistem dan pengguna.
2.11 UML (Unified Modelling Language)
kerena UML menyediakan bahasa pemodelan visual yang memingkinkan bagi pengembang sistem untuk membuat cetak biru atas visi mereka dalam bentuk yang baku, mudah dimengerti serta dilengkapi dengan mekanisme yang efektif untuk berbagi dan mengkomunikasikan rancangan mereka dengan yang lain (Munawar, 2005).
UML merupakan kesatuan dari bahasa pemodelan yang dikembangkan oleh Booch, Object Modeling Technique (OMT) dan Object Oriented Software
Engineering (OOSE). Metode Booch dari Grady Booch sangat terkenal dengan nama
metode Design Object Oriented. Metode ini menjadikan proses analisis dan design ke dalam 4 (empat) tahapan iterative, yaitu: identifikasi kelas-kelas dan objek-objek, identifikasi semantik dari hubungan obyek dan kelas tersebut, perincian interface dan implementasi. Keunggulan metode Booch adalah pada detil dan kayanya dengan notasi dan elemen. Pemodelan OMT yang dikembangkan oleh Rumbaugh didasarkan pada analisis terstruktur dan pemodelan entity-relationship (Munawar, 2005).
UML tidak menentukan metode untuk sistem-sistem pengembangan hanya catatan yang saat ini telah diterima luas sebagai standar untuk pemodelan objek (Whitten, 2004).
Desain sistem pada UML disusun oleh simbol-simbol yang terbentuk menjadi sebuah diagram model, symbol tersebut diantaranya adalah Use Case, Actor, Control Flow/Message, Initial State, Final State, State, Decision, Object Lifeline, Message
Call, Class, Communicates, dan Transition. Untuk lebih jelasnya simbol pada UML
2.11.1 Use Case Diagrams
Use case adalah deskripsi fungsi dari sebuah sistem dari perspektif pengguna. use case bekerja dengan cara mendeskripsikan tipikal interaksi antara user (pengguna) sebuah sistem dengan sistemnya sendiri melalui sebuah cerita bagaimana sebuah sistem dipakai (Munawar, 2005).
Dalam sebuah pembicaraan tentang use case, pengguna biasanya disebut dengan actor. actor adalah sebuah peran yang bisa dimainkan oleh pengguna dalam interaksinya dengan sistem. Use case adalah alat bantu terbaik guna menstimulasi pengguna potensial untuk mengatakan tentang suatu sistem dari sudut pandangnya. Diagram use case mempunyai 3 notasi yang menunjukkan aspek dari sistem (Munawar, 2005):
1. Actor (Pengguna) yaitu abstraksi dari orang dan sistem lain yang
mengaktifkan fungsi dari target sistem. Actor mewakili peran orang, sistem yang lain atau alat ketika berkomunikasi dengan use case. 2. Use Case adalah abstraksi dari interaksi antara sistem dan actor. Use
case dibuat berdasarkan keperluan actor. Use Case harus merupakan “apa” yang dikerjakan softwareaplikasi, bukan “bagaimana” software
aplikasi mengerjakannya. Setiap use case harus diberi nama yang menyatakan apa hal yang dicapai dari hasil interaksinya dengan actor.
3. Relationship (hubungan) yaitu hubungan antara actor/pelaku dengan
Actor 1
Use Case 1
Use Case 2
Use Case 3
Actor 2
Actor 3
System
Gambar 2.10 Contoh Diagram Model Use Case (Munawar, 2005)
2.11.2 Class Diagrams
Class dalam notasi UML digambarkan dengan kotak. Nama class
menggunakan huruf besar di awal kalimatnya dan diletakkan diatas kotak. Bila class mempunyai nama yang terdiri dari 2 (dua) suku kata atau lebih, maka semua suku kata digabungkan tanpa spasi dengan huruf awal tiap suku kata menggunakan huruf besar. Atribute adalah property dari sebuah class.
Attribute ini melukiskan batas nilai yang mungkin ada pada obyek dari class.
Sebuah class mungkin mempunyai nol atau lebih attribute (Munawar, 2005).
Operation adalah sesuatu yang bisa dilakukan oleh sebuah class atau yang anda (atau class yang lain) dapat lakukan untuk sebuah class.
Responsibility adalah keterangan tentang apa yang akan dilakukan class yaitu
+Operation 1() +Operation 2() +Operation n() -Attribute 1 -Attribute 2 -Attribute 3 -Attribute n
Class1
+Operation 1() +Operation n() -Attribute 1 -Attribute 2 -Attribute n
Class2
+Operation 1() +Operation n() -Attribute 1 -Attribute 2 -Attribute n
Class3
*
1 1
*
Gambar 2.11 Contoh Model Class Diagram (Munawar, 2005)
2.11.3 Activity Diagrams
Activity Diagram adalah teknik untuk mendeskripsikan logika
procedural, proses bisnis dan aliran kerja dalam banyak kasus. Activity
diagram mempunyai peran seperti halnya flowchart, akan tetapi perbedaannya
dengan flowchart adalah activity diagram bisa mendukung perilaku paralel sedangkan flowchart tidak bisa (Munawar, 2005).
ActionState1
ActionState2 If True Control Flow Start
Finish