• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATERI BAHAN UJIAN KWH MATERI KE 1 MEMBA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MATERI BAHAN UJIAN KWH MATERI KE 1 MEMBA"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

MATERI BAHAN UJIAN KWH MATERI KE 1

MEMBANGUN KOMITMEN DALAM BERWIRAUSAHA Definisi

- Komitmen adalah suatu perjanjian atau kesepakatan untuk melakukan sesauatu sampai tercapai apa yang dicita-citakan.

- Komitmen dalam berwirausaha merupakan suatu keterikatan diri dan keinginan yang kuat untuk membangun, memajukan, dan mempertahankan keberadaan usahanya dalam situasi apapun.

Komitmen perlu dibangun, sehingga Memiliki kesabaran dan ketabahan dalam berwirausaha. - Memiliki semangat dan tahan uji dalam menghadapi setiap tantangan yang ada.

- Pantang menyerah dalam keadaan dan situasi apapun.

- Selalu berjuang, bekerja, dan rela berkorban demi kemajuan usahanya. - Kekuatan pribadi untuk membangun komitmen

- Ketabahan dan kesabaran. - Keinginan keras untuk maju. - Keyakinan kuat untuk maju. - Keuletan dan ketekunan.

- Pemikiran yang kreatif dan konstruktif. - Ketahanan mental dan fisik.

- Tanggung jawab dan kejujuran. Gunanya komitmen tinggi

- Meningkatkan kesuksesan wirausaha. - Meningkatkan kepercayaan pelanggan.

- Meningkatkan semangat kerja wirausaha maupun karyawannya.

- Mendapatkan hasil usaha yang maksimal dengan sumber daya yang minimal. - Dapat menggunakan sumber daya yang ada seefisien mungkin.

Faktor-faktor yang menunjukan komitmen tinggi - Mempunyai dedikasi yang tinggi

- Mencintai pekerjaannya. - Selalu memegang janji.

- Berorientasi pada mutu hasil kerja. - Mengenal diri

- Tekun dan ulet dalam bekerja. - Keyakinan diri dan kedisiplinan.

(2)

- Komitmen dalam mewujudkan cita-cita atau mimpi. - Komitmen untuk keluar dari kemiskinan.

- Komitmen untuk hidup lebih baik.

- Komitmen untuk tidak mau menjadi orang yang biasa-biasa aja. - Komitmen untuk bisa menafkahi oranglain.

- Komitmen untuk maju, hidup makmur, dan kaya.

JENIS-JENIS KOMITMEN DALAM BERWIRAUSAHA - Komitmen Pada Keluarga

- Komitmen pada Visi Bisnis

- Komitmen Kepada orang yang mempercayai 1.Investor

2.Kolega bisnis atau pemegang saham lainnya. 3.Staf, karyawan, dan manajer.

4.Mitra usaha

5.Bank sebagai pemberi pinjaman, dan 6.Penyuplai barang.

- Komitmen kepada konsumen - Komitmen terhadap lingkungan

JENIS-JENIS KOMITMEN DALAM BERWIRAUSAHA Komitmen terhadap aspek sosial masyarakat

• Ikut mendukung program-program yang dibuat masyarakat • Ikut menjaga kebersihan

• Ikut berpartisipasi dalam program pengentasan kemiskinan atau pengurangan tingkat pengangguran bagi masyarakat sekitar.

• Menyukseskan program RT/RW/kelurahan/kecamatan dalam acara-acara memperingati hari besar, seperti sumpah pemuda, dan hari kemerdekaan.

Komitmen terhadap etika bisnis

Komitmen terhadap Sang Maha Pencipta MATERI KE 2

Mengelola konflik Pengertian konflik

Konflik yaitu akibat situasi dimana keinginan atau kehendak yang berbeda atau berlawanan antara satu dengan yang lain, sehingga salah satu atau keduanya saling terganggu.

konflik adalah kondisi terjadinya ketidakcocokan antar nilai atau tujuan-tujuan yang ingin dicapai, baik yang ada dalam diri individu maupun dalam hubungannya dengan orang lain. Faktor penyebab konflik

• Perbedaan persepsi/ pola pandang • Ketidak harmonisan pemikiran • Egoisme

(3)

• Situasi dan kondisi yang mendukung konflik. • Perilaku seseorang.

• Kurang komunikasi satu dengan yang lainnya. • Diskriminasi

• kebencian

Secara keseluruhan penyebab munculnya konflik ada 3 aspek. 1. Situasi

2. Sikap

3. Tujuan yang dirasakan oleh beberapa pihak

Tipe-tipe konflik Tipe konflik ada bermacam-macam.

Ada tipe konflik berdasarkan faktor penyebabnya dan ada konflik berdasarkan tingkatannya Tipe-tipe konflik berdasarkan faktor penyebabnya :

- Konflik emosi atau perasaan - Konflik ide dan pemikiran - Konflik tujuan

Tipe konflik berdasarkan tingkatannya - Konflik individu atau pribadi

- Konflik antar perorangan atau individu - Konflik dalam kelompok

- Konflik antar kelompok - Konflik interorganisasi

- Konflik vertical dalam organisasi. Contoh konflik antara atasan dan bawahan

- Konflik horizontal dalam organisasi. Contoh konflik antara pegawai dengan pegawai

- Konflik antar manajemen dan staf lain. Contoh konflik antara manajer pemasaran dengan staf bagian produksi.

Mengelola dan mengatasi konflik - Belajar dari pengalaman

- Pengetahuan tentang teknik pemecahan masalah

- Tingkat kecerdasan emosi (EQ) yang belum terbentuk dengan baik. Kecenderungan mengguanakan logika dalam segala hal.

- Tingkat kedewasaan seseorang. - Media yang sering dilihat. - Saran dari orang terdekat. Manfaat konflik

Manfaat Negatif Konflik

(4)

• Banyak karyawan yang mengeluh karena sikap atau perilaku teman kerjanya yang dirasakan kurang adil dalam membagi tugas dan tanggung jawab.

Seringnya terjadi perselisihan antar karyawan yang bisa memancing kemarahan, ketersinggungan yang akhirnya dapat mempengaruhi pekerjaan, kondisi psikis dan keluarganya.

• Banyak karyawan yang sakit-sakitan, sulit untuk konsentrasi dalam pekerjaannya, muncul perasaan-perasaan kurang aman, merasa tertolak oleh teman ataupun atasan, merasa tidak dihargai hasil pekerjaannya, timbul stres yang berkepanjangan yang bisa berakibat sakit tekanan darah tinggi, maag ataupun yang lainnya.

• Seringnya karyawan melakukan mekanisme pertahanan diri bila memperoleh teguran dari atasan, misalnya mengadakan sabotase terhadap jalannya produksi, dengan cara merusak mesin-mesin atau peralatan kerja, mengadakan provokasi terhadap rekan kerja, membuat intrik-intrik yang merugikan orang lain.

• Meningkatnya kecenderungan karyawan yang keluar masuk dan ini disebut labor turn-over. Kondisi semacam ini bisa menghambat kelancaran dan kestabilan organisasi secara menyeluruh karena produksi bisa macet, kehilangan karyawan potensial, waktu tersita hanya untuk kegiatan seleksi dan memberikan latihan dan dapat muncul pemborosan dalam cost benefit.

Manfaat positif konflik

• Meningkatnya ketertiban dan kedisiplinan dalam menggunakan waktu bekerja, seperti hampir tidak pernah ada karyawan yang absen tanpa alasan yang jelas, masuk dan pulang kerja tepat pada waktunya, pada waktu jam kerja setiap karyawan menggunakan waktu secara efektif, hasil kerja meningkat baik kuantitas maupun kualitasnya.

• Meningkatnya hubungan kerjasama yang produktif. Hal ini terlihat dari cara pembagian tugas dan tanggung jawab sesuai dengan analisis pekerjaan masing-masing.

• Meningkatnya motivasi kerja untuk melakukan kompetisi secara sehat antar pribadi maupun antar kelompok dalam organisasi, seperti terlihat dalam upaya peningkatan prestasi kerja, tanggung jawab, dedikasi, loyalitas, kejujuran, inisiatif dan kreativitas.

• Semakin berkurangnya tekanan-tekanan, intrik-intrik yang dapat membuat stress bahkan produktivitas kerja semakin meningkat. Hal ini karena karyawan memperoleh perasaan-perasaan aman, kepercayaan diri, penghargaan dalam keberhasilan kerjanya atau bahkan bisa

mengembangkan karier dan potensi dirinya secara optimal.

Referensi

Dokumen terkait

Terima kasih kepada ibu karena telah ikut berpartisipasi dalam penelitian skripsi saya tentang Analisis Pengaruh Karakteristik Sosial Ketenagakerjaan Pada Perempuan

Kelemahan tersebut, seperti: (1) keharusan menulis identitas, sedangkan desain yang peruntukkan siswa awas yang hanya melingkari atau menghitamkan bulatan-bulatan utnuk

Berdasarkan hal tersebut di atas maka dapat ditentukan informan dalam penelitian ini adalah Camat, Aparatur Pemerintah di Kecamatan Tenga, dan beberapa masyarakat

* Melapor mengenai kendala yang terjadi menggunakan fitur live chat yang ada pada https://kursusvmlepkom.gunadarma.ac.id/, aktif mulai pukul 10 WIB * Harap memperhatikan dengan

Berdasarkan data yang diperoleh peneliti melalui wawancara, dokumentasi dan observasi yang dilakukan kepada Pimpinan dan karyawan bagian Personalia/Umum PT

Sebagaimana diketahui bahwa makna ibadah di dalam Islam adalah luas menyangkut segala aktivitas kehidupan yang ditujukan untuk memperoleh ridla Allah, maka fungsi Masjid

Berdasarkan hal tersebut diperlukan analisis kelayakan usaha pada usaha agrowisata di Kabupaten Rembang dengan penambahan fasilitas rumah makan (skenario II). Dalam

Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan masalah penelitian ini adalah apakah tax avoidance memiliki pengaruh positif terhadap cost of debt pada perusahaan manufaktur yang