• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN PAPARAN KEBISINGAN DENGAN FUNGSI PENDENGARAN PADA PEKERJA BENGKEL LAS DI JALAN SULTAN HAJIKELURAHAN SEPANG RAYA WAY HALIM BANDAR LAMPUNG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HUBUNGAN PAPARAN KEBISINGAN DENGAN FUNGSI PENDENGARAN PADA PEKERJA BENGKEL LAS DI JALAN SULTAN HAJIKELURAHAN SEPANG RAYA WAY HALIM BANDAR LAMPUNG"

Copied!
59
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1.Kerangka Teori (Suma’mur, 1996)
Gambar 3 Proses pengelasan busur las terbungkus (Zamil, 2011)
Tabel 1. Nilai Ambang Batas Bising Menurut Kepmenaker No.13 Tahun 2011
Tabel. 2 Pedoman Dalam Pemilihan dan Pemakaian APT
+4

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengelola tingkat kebisingan yang ada pada unit produksi guard shop agar paparan kebisingan yang melewati nilai ambang batas yang diterima

Hasil dari studi pendahuluan yang dilakukan didapatkan bahwa, terdapat intensitas kebisingan yang diatas NAB (Nilai Ambang Batas) pada tempat konfeksi

APAC INTI CORPORA Bawen, Semarang berdasarkan SNI 7231:2009 tentang Metode Pengukuran Intensitas Kebisingan di Tempat Kerja dan hubungannya pada perubahan nilai ambang

Meski tergolong memenuhi Nilai Ambang Batas (NAB) namun pada titik pengukuran 1 dan 2 dimana didapatkan tingkat kebisingan sebesar 83.9 dBA dan 83.8 dBA

Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesi Nomor Per 13/MEN/X/2011 Tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Faktor Kimia di Tempat Kerja..

Hal ini terjadi jika intensitas bising melebihi nilai ambang batas yang ditetapkan berdasarkan waktu dan tempat Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan hubungan

13/MEN/2011 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika dan Faktor Kimia di Tempat Kerja adalah semua suara yang tidak dikehendaki yang bersumber dari alat-alat

Nilai Ambang Batas yang selanjutnya disingkat NAB adalah standar faktor bahaya di tempat kerja sebagai kadar/intensitas rata-rata tertimbang waktu (time weighted average)