• Tidak ada hasil yang ditemukan

Penerapan Metode Ripple Down Rules Untuk Mengidentifikasi Penyakit Ayam.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Penerapan Metode Ripple Down Rules Untuk Mengidentifikasi Penyakit Ayam."

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

PENERAPAN METODE

RIPPLE DOWN RULES

UNTUK

MENGIDENTIFIKASI PENYAKIT AYAM

Tri Sagirani

1)

Tutut Wurijanto

2)

Azis Rahma Muraegi

3)

1,2,3) S1/Jurusan Sistem Informasi, STIKOM Surabaya

1,2)[email protected]; [email protected]

Abstract: Chickens are exposed to disease or illness usually show symptoms - symptoms that weird. Both changes in the head, neck, body, wings, legs, behavior, disorders of the internal organs and other. Among the symptoms that occur there are symptoms that can be seen by the eye or clinical symptoms and by seeing these symptoms can be known disease affecting chickens. But not everyone can do it, it takes a tool to do so. Method of Ripple Down Rule (RDR) is one method that has the capability of expert system inference / search and acquisition of knowledge. By using the RDR a system will be able to identify the disease as an expert with clinical symptoms as inputannya. Based on the research and experiments performed by using clinical symptoms of some diseases, the system can identify the disease based on knowledge of diseases that have been stored in the system. Besides, the system can add to the knowledge that comes directly from the experts.

Keywords: Disease, Chicken, Ripple Down Rule, System

Penyakit ayam merupakan masalah yang bisa menimbulkan kerugian bagi mereka yang memelihara dirumah maupun peternakan ayam. Ayam yang terkena penyakit biasanya mereka “bunuh” untuk menghindari penyebarannya. Apalagi dengan adanya kabar penyakit flu burung banyak orang takut untuk memelihara maupun mengkonsumsi ayam yang sakit karena takut tertular. Kebanyakan ayam – ayam tersebut mereka kubur atau di bakar. Menurut Tabbu (2000), penyakit – penyakit tersebut biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, parasit, keracunan zat makanan atau kekurangan zat tertentu.

Jamur merupakan salah satu penyebab penyakit yang sering menyerang ayam. Jamur biasa hidup ditempat yang lembab dan suhu udara yang biasa tetapi tidak tahan dengan suhu yang tinggi. Indonesia yang beriklim tropis membuat jamur mudah berkembang. Namun bila ayam mengalami pertumbuhan lambat, produksi telur atau daging rendah dan kematian belum tentu ayam tersebut terkena penyakit bisa juga terjadi keracunan makanan atau kekurangan zat – zat makanan tertentu. Hal tersebut bisa dilihat dari gejala yang timbul pada ayam. Memang untuk orang awang akan sulit membedakan gejala penyakit satu dengan yang lain.

Sistem pakar ini berusaha mengidentifikasi penyakit selayaknya dokter hewan sehingga bisa mengdiagnosa apakah ayam bisa mati lebih cepat atau menular ke ayam yang lain sehingga kita bisa mencegahnya.

Sistem pakar adalah sebuah program komputer yang mencoba meniru atau mensimulasi pengetahuan (knowledge) dan keterampilan (skill) dari seorang pakar pada area tertentu (Irawan, 2006: 5). Sistem yang akan dibuat dalam penelitian ini akan menggunakan metode

Ripple Down Rules (RDR). RDR sendiri merupakan

metode yang berbasis aturan (Rule – Base). Metode

RDR selain memiliki algoritma inferensia juga memiliki algoritma untuk akuisisi pengetahuan dari pakar (Subakti, 2006: 89). Algoritma dalam akuisisi

pengetahuan berguna untuk membantu proses transfer atau perpindahan pengetahuan dari pakar ke sistem.

Dengan begitu pengetahuan atau knowledge base pada

sistem terus up to date sehingga dapat memberikan

informasi yang akurat kepada pengguna

.

METODE

Desain umum Sistem

Sistem yang dibangun diharapkan dapat mengatasi masalah untuk memudahkan proses analisis, dengan menghasilkan desain arsitektue Aplikasi untuk mengidentifikasi penyait ayam menggunakan Metode RDR. Dan menghasilkan sebuah ouput jenis penyakit dan pengendaliannya.

User User Interfece Inference Engine

Knowledge Base Pakar Expert Interface Knowledge Base Editor

Fakta

Hasil Pengetahuan

Debug Result

Working Memory Output: 1. Hasil identifikasi penyakit pada ayam 2. Pengendalian penyakit pada ayam

Gambar 1. Desain arsitetur Umum Sistem

Seperti ditunjukkan pada gambar 1, Sistem terdiri dari beberapa modul yaitu (1) User Interface, Tampilan sistem yang digunakan untuk membantu user untuk berinteraksi dengan sistem, yaitu dengan menginputkan fakta –fakta untuk mendapatkan sebuah kesimpulan. (2)

(2)

Terdapat panah bolak – balik antara komponen Inferensia dengan Knowledge Base. Hubungan dengan Knowledge Base selain mengambil fakta yang tersimpan, Inferensia Engine juga memasukkan data berupa gejala yang tidak bisa ditemukan konklusinya. (3) Expert Interface, Tampilan sistem yang digunakan oleh pakar untuk mengelola knowledge base aplikasi. Pakar dalam hal ini adalah orang yang memiliki kebijakan untuk membuat serta merubah rule. (4) Working Memory, Disini sistem akan menyimpan dan membaca informasi tentang fakta – fakta yang di inputkan oleh user ataupun fakta – fakta hasil kesimpulan dari komponen Inferensia Engine. Dalam hal ini Working Memory merupakan memori sementara dalam proses. (4)Knowledge Base Editor,

Elemen ini bertugas untuk melakukan perubahan pada knowledge base sesuai dengan fakta atau pengetahuan yang di inputkan oleh pakar. Metode akuisisi dari metode RDR digunakan dalam proses ini. (5) Knowledge Base Knowledge Base dalam sistem ini merupakan sebuah database yang berisikan fakta – fakta dan juga teknik dalam menerangkan masalah yang disusun dalam urutan yang logis. Knowledge Base untuk sistem pakar ini berisikan informasi atau pengetahuan mengenai masalah penyakit ayam, baik gejala, cara penanggulangan dan pencegahannya

Penelitian yang dilakukan pada pengembangan (proyek) karena penelitian ini bertujuan untuk membuat aplikasi untuk mengidentifikasi penyakit ayam dengan menggunakan metode Ripple Down Rules (RDR) berdasarkan gejala klinis yang muncul. Pemodelan aplikasi untuk mengidentifikasi penyakit ayam dapat digambarkan secara sederhana seperti gambar 2.

INPUT

Ø Gejala Penyakit Ayam

Ø Pengetahuan tentang Penyakit Ayam

PROSES

Ø Proses identifikasi penyakit

Ø Proses update knowledge base

OUTPUT

Informasi tentang Penyakit dan cara penanganannya

Gambar 2. Blok Diagram Aplikasi Identifikasi Ayam

Sistem ini terdiri dari 2 (dus) proses yaitu (1) Proses Identifikasi penyakit , untuk memproses input

untuk di cocoka dengan knowledge base, (2) Proses

Update Knowledge Base, di update dengan data

pengetahuan tentang penyakit ayam yang di inputkan oleh user.

Penerapan MODEL Pohon data Dalam Sistem

Fase pertama dalam pembangun apliaksi adalah membangun pohon data adalm sistem , yang digunakan untuk merancang rule identifikasi penyakit ayam ,

seperti digambarkan di gambar 3. Fase pembuatan data

warehouse digunakan SQL Server 2005 Integration Services untuk proses pemuatan data ke star schema. Proses pemuatan data pertama kali dilakukan pada tabel-tabel dimensi, kemudian pemuatan data dilakukan

pada tabel fakta. Pembuatan data warehouse dilakukan

sebagai underlying database yang menyediakan sumber

data untuk kubus OLAP. Star schema yang digunakan

dapat dilihat pada gambar 3.

Keluar lendir dari mulut Jengger berwarna ungu kebiruan

Pial berwarna ungu kebiruan Muka berwarna ungu kebiruan

Lesu Demam Mengantuk

Ngorok Diare Tinja berwarna kehijauan

Flow Cholera Kebutaan pada matakaki kaku Lesu Diare Gangguan pertumbuhan

Arizonosis

Muka pucat Tinja berwarna kekuningan

Gangguan pertumbuhan

Flow Typhoid

Pembengkakan sendi Badan kurus

Anoreaksi Tinja bau busuk

Stafilokokosis

Pial pucat Kepala gemetaran Bulu badan berdiri Depresi Demam Lesu Berat badan menurun Tinja berwarna kekuningan

Streptokokosis

Pial pucat Bulu badan berdiri Pembengkaka sendi Kelumpuhan Tinja berwarna hijau keputihan

Infeksi Mycoplasma Synovieae

(MS) Muka pucatPial pucat

Kulit badan berwarna kuning Depresi

lesu

Inclusion Body Hepatitis (IBH)

Menekuk kepala dan leher Bulu badan berdiri

Diare Banyak minum

Mengantuk Lesu anemia

Kosidiosis

Bulu badan berdiri Lesu Nafu makan berkurang

Ngorok

Kolibasilosis

Jengger mengecil Jengger berwarna kelabu

Kepala kaku Tinja berwarna putih

Lesu Nafsu makan berkurang

Pulorium/Berak Kapur

2

Root Muka membengkak Pial membengkak Kelopak mata berwarna merah

Keluar lendir dari hidung Keluar lendir dari Mata

Bersin Ngorok Nafsu makan berkurang

Infectious Coryza(snot)

Mata Berair Bulu sayap kotor

Nafas sesak Batuk

Chronic Respiratory Disease (CRD)

Mulut terbuka Leher dijulur keatas Jengger berwarna kebiruan

Kulit kepala berwarna kebiruan Nafas sesak Nafsu makan berkurang

Ngorok

Aspergilosis

Kepala terputar Kaki lumpuh Sayap lumpuh Diare Nafsu makan berkurang

Bersin Nafas sesak

Gemetar Batuk Lesu

Newcastle Disease(ND)/Tetelo

Muncul bintik pada pial Muncul bintik pada muka Keluar lendir dari hidung Kebutaan pada mata Muncul bintik pada kulit badan

Nafas sesak Nafsu makan berkurang

Flow Pox(CacarUnggas)

Muka membengkak Mata membengkak Tinja berwarna kehijauan

Batuk Keluar lendir dari mata Kepala menghadap keatas

Kepala gemetaran Bersin Sulit berdiri

Lesu Nafsu makan berkurang

Swollen Head Syndrome (SHS)

Badan kurus Bulu badan kusam Bulu badan berkerut Perut membesar Nafsu makan berkurang

Nafas sesak Lesu

Limfoid Leukosis (Busung Ayam)

Jengger pucat Muka pucat Kebutaan pada mata

Badan kurus Kaki lumpuh Sayap lumpuh Diare Langkah tegap

(3)

Gambar 3. Pohon Data Dalam Sistem

Diagram Alir Sistem

Diagram Alur Sistem Aplikasi

Gambar 4. Menggambarkan diagram alir sistem aplikasi secara umum. Terdapat dua proses yang dimana pada proses akuisisi hanya bisa diakses oleh user yang diberi hak akses dalam hal ini adalah pakar. Terlihat jalannya proses dari verifikasi user dalam hal ini pakar, jalannya data dari input sampai keluaran.

Mulai

Identifikasi Penyakit? Update

knowledge base?

Diberi Akses?

Selesai Data gejala

Penyakit

Informasi jenis penyakit dan cara penanggulangannya Proses Identifikasi

Penyakit Periksa Rule X

yang berstatus usulan

Menemukan RuleX dengan status usulan?

Gunakan RuleX yang ditemukan?

Informasi tambahan berupa jenis dan

gejala penyakit

Jenis dan gejala penyakit

Membentuk ruleX dengan status

usulan

Proses Akuisisi

Pengetahuan Knowledge Base

Gambar 4. Diagram Alur Sistem aplikasi

Diagram Alur Proses Identifikasi

Diagram alur proses identifikasi pada gambar 5. Menunjukkan proses identifikasi penyakit dengan menggunakan algoritma inferensi dari metode RDR, yang dimulai dengan masukan data gejala klinis ayam yang sakit dan menerima keluaran berupa informasi penyakit dan cara penanggulangannya.

2

Kaki lemah Bulu badan menjadi hitam /kotor

Kulit badan menjadi hitam Kulit badan mudah mengelupas Timbunan cairan dibawah kulit badan

Depresi Inkordinasi Nafsu makan berkurang

Sempoyongan

Dermatitis Gangrenosa (Sayap Busuk)

Leher lumpuh sayap lumpuh Kaki lumpuh Bulu badan berdiri Bulu badan mudah dicabut

Gangguan pernafasan

Botulisme

Kepala tertunduk Mata tertutup

Lesu Depresi Keluar lendir dari mata Berdiri dengan satu kaki Sayap menggantung

Bulu badan berdiri Mengantuk Nafsu makan berkurang

Banyak minum

Infeksi Paratifoid

Bulu badan kusam

Enteritis Ulseratifa (Quail disease)

Ayam bergerombol

Enteritis Nekrotikan

Muka mengecil Pial mengecil Bulu badan kusam Bulu badan berdiri Berat badan menurun Kulit badan mengering Kaki lumpuh Sayap menggantung

Depresi Lesu

Tuberkulosis

Langkah kaku

Histomoniasis

Pembengkakan sendi Inkordinasi

Diare Kelumpuhan

Ataksia

Infeksi Pseudomonas

Bulu badan berdiri Gangguan pertumbuhan

Lesu Tinja berwarna putih

Kandidiasi Keluar lendir dati hidungKeluar lendir dari mata Ngorok Nafsu makan berkurang

Bersin Nafas sesak

Batuk Lesu Gangguan pertumbuhan

Ayam bergerombol

Infectious Bronchitis (IB)

Mata berair Keluar darah dari hidung

Keluar darah dari mulut Batuk Nafas sesak

Lesu Tinja bercampur darah

Infectious Laryngotracheitis (Batuk

Darah) Muka membengkakMata berair Depresi

Diare Bersin Ngorok Batuk Kematian mendadak

Avian Influenza (Flu Burung)

Bulu badan berdiri Diare Gemetar

Lesu Tinja berwarna putih

Nafsu makan baik

Infectious Bursal Disease (IBD/ Gumboro)

Kepala kaku Leher kaku Kebutaan pada mata

Mata sayu Bulu badan rontok

Kaki pincang Diare Sempoyongan

Avian Ensefalomielitis

Jengger pucat Muka pucat Jengger membengkak

Depresi Demam Nafsu makan berkurang

Lesu Tinja berwarna kehijauan

Gangguan pernafasan

Malaria Avian

Keluar lendir dari mulut Leher dijulur keatas

Mulut bau busuk Perut kosong

Diare Tinja berwarna kekuningan

Trikomoniasis

Jengger mengecil Jengger pucat Kebutaan pada mata

Inkordinasi Tinja berwarna putih

Gemetar

(4)

Data gejala klinis penyakit ayam Membentuk rule X

Cek Clause Pada Node Corner

Stone

Knowledge Base

Menemukan konklusi?

Ada node

Child? Cek node child

Menemukan konklusi Rule habis?

Mengisi konklusi rule X dengan konklusi yang ditemukan

Mengisi konklusi rule X dengan ‘tidak ada’ dan mengubah status rule X menjadi =

usulan Hasil Inferensi

Return

Proses Identifikasi

Penyakit

Gambar 5. Diagram Alur Proses Identifikasi

Diagram Alur Akusisi Pengetahuan

Diagram alur proses akuisisi pengetahuan pada gambar 3.13 menunjuk-kan proses pemindahan pengetahuan dari seorang pakar ke aplikasi. Sebelumnya data yang dimasukkan dicek dengan mencoba mencari pembanding pada rule base. Proses pembanding hampir mirip dengan proses identifikasi, jika ditemukan maka akan dibuat tabel pembanding. Dari tabel tersebut user akan diberi 5 opsi untuk memasukkan pengetahuan yang baru tersebut. Opsi tersebut adalah:

Opsi 1, Rule baru yang akan dihasilkan adalah negasi dari clauses rule pada node di daftar perbedaan.

Opsi 2, Rule baru yang akan dihasilkan adalah clauses ruleX di daftar perbedaan

Opsi 3, Rule yang baru dihasilkan dari gabungan opsi 1 dan opsi 2

Opsi 4, Rule baru yang akan dihasilkan semuanya berasal dari rule baru yang tersedia tanpa melihat daftar perbedaan, namun letaknya pada level yang sama dari CC yang sedang dicek tadi. Artinya rule baru tersebut setingkat dengan CC yang dicek atau memiliki parent yang sama dengan CC

Opsi 5, Rule baru yang akan dihasilkan semuanya berasal dari rule baru yang tersedia tanpa melihat daftar perbedaan dan letaknya langsung berada dibawah root imajiner.

RuleX

Cek Clause Pada Node Cornerstone

Case

Knowledge Base

Ada node CC yang clausenya menyamai?

Ada node Child yang juga node Cornerstone case?

Cek node child

Rule habis?

Buat tabel pembanding

Opsi 1 Opsi 2 Opsi 3 Opsi 4 Opsi 5

Menyimpan rule yang baru ke knowledge base

sesuai opsi

Return

Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

Tidak

Tidak

Tidak

Tidak Ada node CC

yang clausenya menyamai? Proses Akuisisi

Pengetahuan

Gambar 6.Diagram Alur Proses Akuisisi Pengetahuan

Struktur Database

Struktur ini digunakan untuk menyimpan data yang akan dipakai oleh knowledge base .

FK_KONKLUSI_MENGAMBIL_MAST ER_R

FK_CLAUSES_MEMERIKSA_MAST ER_R

FK_PENANGAN_MENUNJUKK_KONKLUSI

FK_PENCEGAH_MENUNJUKK_KONKLUSI FK_CLAUSES__MENGISI_RULEX

Master Rule

id_rule

<pk> Clauses

id_clauses

konklusi dan detail

id_konklusi

Hak Akses

user_name

Gambar 7. Struktur Database

HASIL DAN PEMBAHASAN Form Untuk Proses Identifikasi

(5)

Gambar 8. Form Input Gejala Pada Bagian Kepala

Form Hasil Identifikasi

Gambar 10 merupaka form untuk menampilkan hasil identifikasi yang dilakukan oleh user, yang akan menghasilkan jeis penyakitnya dan juga penangananya.

Gambar 9. Form Hasil Identifikasi

Uji Coba Penelusuran /Identifikasi

Sekelompok ayam ditemukan dengan gejala keluar lendir dari hidung dan mata, mata berair, bulu sayap kotor, nafsu makan berkurang, ngorok, nafas sesak dan batuk.

Pada gambar 10, gambar 11, dan gambar 12 adalah form konsultasi user yang memberikan inputan berupa gejala – gejala yang terjadi pada ayam.

Fakta – fakta yang di inputkan:

Gejala yang terjadi pada bagian kepala dan leher: (1) Keluar lendir dari hidung, (2) Keluar lendir dari mata, (3) Mata berair

Gejala yang terjadi pada bagian Badan hingga kaki: Bulu sayap kotor

Gejala yang terjadi pada tingkah laku dan kondisi ayam: (1) Nafsu makan berkurang, (2) Ngorok, (3) Nafas sesak, (4) Batuk

Gambar 10. Form Input Gejala Bagian Kepala dan Leher

Gambar 11. Form Input Gejala Bagian Badan

Gambar 12. Form Input gejala umum dan tingkah laku

Penyelesaian/kesimpulan dari proses identifikasi oleh sitem adalah nama penyakit adalah Infeksi

Mycoplasma Gallisepticum/chronic respiratory disaese

(CRD), penyebabnya bakteri Mycoplasma

(6)

Gambar 13. Hasil Identifikasi

Simpulan

Secara garis besar setelah melakukan

implementasi dan evaluasi sistem untuk mengidentifikasi penyakit ayam dengan menggunakan metode Ripple Down Rules dapat ditarik kesimpulan: (1)Sistem dapat mengidentifikasikan penyakit ayam sesuai dengan pengetahuan yang tersimpan pada knowledge base berdasarkan gejala yang dinputkan dengan hasil identifikasi berupa nama penyakit, penyebab, penanganan dan pencegahan. (2) Sistem ini memvalidasi inputan untuk akuisisi pengetahuan berdasarkan nama penyakit dan gejala penyakit. (3)Sistem ini menyimpan gejala dalam bentuk text. Saat proses akuisisi jika ada gejala yang memiliki berbedaan kata namun memiliki persamaan arti, keduanya bisa terimput.

Daftar Rujukan

1. Diambil dari Buku/ Literatur

Astuti, Widi, 2008, Sistem Pendukung Keputusan

Dalam Bidang Forensik Menggunakan Sistem Pakar, Surabaya: STIKOM.

Gozales, Avelino J. dan Dankel, Douglas D., 1993, The

Engineering of Knowledge – based Systems, New Jersey : Alan Arp

Irawan, Jusak, 2006, Buku Pegangan Kuliah Sistem

Pakar, Surabaya:STIKOM.

Silvianawati, Laila Rachma, 2006, Sistem Pakar Untuk

Menditeksi Penyakit Pada Tanaman Buah – Buahan, Surabaya: STIKOM.

Subakti, Irfan, 2006, Sistem Berbasis Pengetahuan,

Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh November.

Tabbu, Charles Rangga, 2000, Volume 1 Penyakit Ayam

dan Penanggulangannya: Penyakit Bakteri, Mikal dan Viral, Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Tabbu, Charles Rangga, 2000, Volume 2 Penyakit Ayam

dan Penanggulangannya: Penyakit Asal Parasit, Noninfeksius dan Etiologi Komples, Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

2. Diambil dari Jurnal

Ho, V., W. Wobcke, P. Compton, 2003, EMMA: An

Gambar

Gambar 1. Desain arsitetur Umum Sistem
tabel-tabel dimensi,  kemudian pemuatan data dilakukan
Gambar 4.  Diagram Alur Sistem aplikasi
Gambar 7.  Struktur Database
+3

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian ini mendukung penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Griffiths dkk (2004) mengatakan bahwa para pemain game mengorbankan aktivitas yang lain untuk bisa

Skala Nano sangat unik, karena tidak ada struktur padat yang dapat diperkecil dan pada ukuran ini material menunjukkan sifat yang berbeda, sehingga para ilmuwan berharap

mengikuti ketentuan mengenai persyaratan untuk mendapatkan sertipikat hak atas tanah. Konflik agraria yang dipicu karena persoalan pengalokasian lahan kepada pihak ketiga

Menurut penelitian yang ditulis oleh [ CITATION Ayu06 \l 1033 ] mengungkapkan bahwa IT Governance merupakan konsep yang berkembang dari sektor swasta, namun

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui seberapa besar efek rasio massa reaktan dalam mengubah komponen utama minyak terpentin, α-pinena, menjadi senyawa terpineol

Dengan melihat demografi dan peta masyarakat Indonesia yang notabenenya terdiri dari berbagai budaya, bermacam adat, beragam bahasa. Dalam hal ini pendidikan

Jalur output digunakan untuk sistem pendingin larutan nutrisi, sistem pendinginan ruangan, pompa air listrik pengaduk larutan nutrisi, katup selenoid asam dan basa,

The benefit of pulmonary rehabilitation againts quality of life alteration and functional capacity of chronic obstructive pulmonary disease (COPD) patient assessed