• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK SENSORIK MAKANAN DENGAN SISA MAKANAN BIASA PADA PASIEN RAWAT INAP Hubungan Antara Karakteristik Sensorik Makanan Dengan Sisa Makanan Biasa Pada Pasien Rawat Inap RSUD dr. Soeratno Gemolong, Kabupaten Sragen.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HUBUNGAN ANTARA KARAKTERISTIK SENSORIK MAKANAN DENGAN SISA MAKANAN BIASA PADA PASIEN RAWAT INAP Hubungan Antara Karakteristik Sensorik Makanan Dengan Sisa Makanan Biasa Pada Pasien Rawat Inap RSUD dr. Soeratno Gemolong, Kabupaten Sragen."

Copied!
16
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 3. Distribusi Penilaian Karakteristik Sensorik  Makanan menurut Jenis Makanan
Tabel 4. menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki sisa makanan
Tabel di atas menunjukkan bahwa sisa makanan pokok dan lauk hewani
Tabel  7. Hubungan antara Karakteristik Sensorik Makanan dengan Sisa Makanan Biasa

Referensi

Dokumen terkait

Menganalisis hubungan warna, besar porsi, bentuk, cara penyajian, rasa, suhu makanan dengan sisa makanan pasien bangsal rawat inap RSUD Salatiga.

Pasien menyatakan suhu nasi dan lauk nabati paling sesuai, hal ini dikarenakan jarak antara makanan matang dengan waktu pendistribusian tidak terlalu lama, sehingga makanan

Selain itu adanya hubungan antar persepsi pasien mengenai kebiasaan makan dengan terjadinya sisa makanan diit Diabetes Mellitus karena kebiasaan makan ini

Pasien menyatakan suhu nasi dan lauk nabati paling sesuai, hal ini dikarenakan jarak antara makanan matang dengan waktu pendistribusian tidak terlalu lama, sehingga makanan

Ada hubungan antara makanan dari luar rumah sakit dengan sisa makanan. Ada hubungan antara kebiasaan makan dengan

Hal ini bisa dilihat dari hasil penelitian bahwa penyajian makanan pagi, siang, sore sudah sesuai dengan jadwal yang ditentukan oleh Direktur Rumah sakit Umum RAA

Pada warna makanan yang dinilai oleh pasien secara keseluruhan sudah menarik, rata-rata sebanyak 73% pasien menilai warna makan baik pada pagi, siang maupun

Waktu pembagian makanan yang tepat dengan jam makan pasien serta jarak waktu yang sesuai antara makan pagi, siang, dan malam hari dapat mempengaruhi habis tidaknya makanan yang