SITOTOKSISITAS EKSTRAK METANOL DAUN SUKUN (Artocarpus altilis), NANGKA (Artocarpus heterophyllus), DAN KLUWIH (Artocarpus camansi) Sitotoksisitas Ekstrak Metanol Daun Sukun (Artocarpus altilis), Nangka (Artocarpus heterophyllus), dan Kluwih (Artocarpus c
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
EFEK SITOTOKSIK EKSTRAK METANOL KULIT BATANG KLUWIH ( Artocarpus altilis Park) TERHADAP SEL HeLa DAN.. PROFIL KROMATOGRAFI
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak metanol kulit batang kluwih (Artocarpus altilis Park) mempunyai efek sitotoksik terhadap sel HeLa dengan nilai IC50 sebesar 17,82 μ
Tahapan uji dan pengamatan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa ekstrak dan senyawa flavonoid daun sukun memiliki potensi sitotoksik melalui induksi apoptosis
Dengan terbuktinya ekstrak daun Terap, Sukun dan Nangka memiliki aktivitas insektisida yang bersifat antifidan terhadap hama Rayap, maka perlu dilakukan tindakan
Ekstrak metanol daun nangka (Artocarpus heterophyllus Lam.) dosis 150 mg/kgbb memiliki aktivitas antiinflamasi yang lebih baik dibandingkan dengan dosis 75 mg/kgbb
Berdasarkan hal tersebut, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas penurunan kadar glukosa ekstrak daun sukun dengan pelarut metanol dan etil
Ekstrak dan senyawa flavonoid daun sukun yang mempunyai potensi sitotoksik paling baik dalam menginduksi apoptosis pada sel kanker payudara T47D adalah ekstrak ekstrak
telah dilakukan menunjukkan bahwa ekstrak metanol daun sukun (Artocarpus altilis) mengandung sejumlah flavonoid yaitu geranyl dihydrochalcones yang terbukti mempunyai