• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMANFAATAN ANTOSIANIN PADA UBI JALAR UNGU SEBAGAI INDIKATOR ASAM BASA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PEMANFAATAN ANTOSIANIN PADA UBI JALAR UNGU SEBAGAI INDIKATOR ASAM BASA"

Copied!
78
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Viki Andryani
  • Pengajar:
    • Prof. Dr. Edy Cahyono, M.Si
  • Sekolah: Universitas Negeri Semarang
  • Mata Pelajaran: Kimia
  • Topik: Pemanfaatan Antosianin Pada Ubi Jalar Ungu Sebagai Indikator Asam-Basa
  • Tipe: Skripsi
  • Tahun: 2015
  • Kota: Semarang

I. PENDAHULUAN

Bab ini menjelaskan latar belakang penelitian mengenai pemanfaatan antosianin dari ubi jalar ungu sebagai indikator asam-basa. Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) mengandung antosianin yang peka terhadap perubahan pH, menjadikannya sebagai alternatif indikator alami yang ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi potensi antosianin dalam konteks pendidikan kimia, khususnya dalam pengajaran titrasi asam-basa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang penggunaan sumber daya alam dalam aplikasi praktis di laboratorium.

1.1. Latar Belakang

Indonesia kaya akan keanekaragaman hayati, termasuk ubi jalar ungu yang mengandung antosianin. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan antosianin sebagai indikator alami dalam titrasi asam-basa. Ubi jalar ungu memiliki keunggulan dibandingkan indikator buatan karena lebih aman dan ramah lingkungan. Penelitian ini juga mengkaji potensi antosianin dalam mengurangi penggunaan pewarna sintetis yang berbahaya bagi lingkungan.

1.2. Rumusan Masalah

Rumusan masalah dalam penelitian ini mencakup tiga pertanyaan utama: 1) Apa pelarut terbaik untuk ekstraksi antosianin dari ubi jalar ungu? 2) Bagaimana trayek pH dari kertas indikator yang dihasilkan? 3) Berapa persen kesalahan titrasi teoritis saat menggunakan ekstrak ubi jalar ungu sebagai indikator? Pertanyaan ini penting untuk menentukan efektivitas antosianin dalam aplikasi laboratorium.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pelarut terbaik dalam mengekstrak antosianin, mengidentifikasi trayek pH dari kertas indikator, dan menghitung kesalahan titrasi teoritis. Dengan mencapai tujuan ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pengajaran kimia dan memperkenalkan indikator alami sebagai alternatif yang lebih aman dalam praktikum.

1.4. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini adalah untuk menambah wawasan tentang penggunaan indikator alami dalam titrasi asam-basa. Penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dalam pengajaran kimia di sekolah dan universitas, serta sebagai dasar untuk penelitian lebih lanjut mengenai pemanfaatan bahan alami dalam industri.

II. LANDASAN TEORI

Bab ini membahas teori yang mendasari penelitian, termasuk pengertian antosianin, cara ekstraksi, serta sifat-sifat indikator asam-basa. Pemahaman tentang antosianin sebagai senyawa flavonoid yang peka terhadap pH memberikan dasar ilmiah untuk penelitian ini. Selain itu, penjelasan tentang stabilitas warna antosianin dalam berbagai kondisi pH juga dibahas untuk mendukung penggunaan ubi jalar ungu sebagai indikator.

2.1. Ubi Jalar Ungu

Ubi jalar ungu merupakan sumber antosianin yang kaya dan memiliki potensi besar sebagai pewarna alami. Penelitian ini menyoroti pentingnya ubi jalar ungu dalam konteks keanekaragaman hayati Indonesia serta manfaat kesehatan yang ditawarkan oleh kandungan gizi dan antioksidan di dalamnya. Hal ini memberikan konteks yang kuat untuk penelitian tentang pemanfaatan antosianin.

2.2. Antosianin

Antosianin adalah senyawa pigmen alami yang memberikan warna merah, ungu, dan biru pada tanaman. Sifat kimia antosianin yang tergantung pada pH lingkungan menjadikannya kandidat ideal sebagai indikator alami. Penelitian ini menjelaskan struktur dan mekanisme kerja antosianin dalam perubahan warna yang terjadi pada berbagai kondisi pH.

2.3. Ekstraksi

Ekstraksi merupakan proses penting dalam memperoleh antosianin dari ubi jalar ungu. Berbagai metode ekstraksi, termasuk maserasi dengan pelarut etanol dan metanol, dibahas untuk menentukan cara yang paling efektif dalam memisahkan senyawa antosianin. Pengetahuan tentang teknik ekstraksi ini sangat relevan dalam konteks pendidikan praktikum kimia.

2.4. Stabilitas Warna Antosianin

Stabilitas warna antosianin dipengaruhi oleh pH, suhu, dan keberadaan ion tertentu. Penelitian ini mengkaji bagaimana kondisi tersebut memengaruhi warna yang dihasilkan oleh antosianin, serta bagaimana hal ini dapat diterapkan dalam eksperimen titrasi asam-basa di laboratorium.

2.5. Indikator Titrasi Asam-Basa

Indikator asam-basa adalah zat yang menunjukkan perubahan warna berdasarkan konsentrasi ion hidrogen. Penjelasan tentang berbagai jenis indikator, termasuk indikator alami seperti antosianin, memberikan dasar untuk memahami aplikasi praktis dalam titrasi. Ini juga menunjukkan relevansi penelitian dalam konteks pendidikan kimia.

2.6. Pelarut

Pemilihan pelarut yang tepat sangat penting dalam proses ekstraksi antosianin. Penelitian ini membahas berbagai jenis pelarut dan pengaruhnya terhadap hasil ekstraksi, yang merupakan informasi penting bagi mahasiswa kimia dalam memahami prosedur laboratorium.

2.7. Titrasi Asam-Basa

Titrasi adalah metode analisis yang digunakan untuk menentukan konsentrasi asam atau basa. Penjelasan tentang titrasi asam-basa dalam konteks penggunaan indikator antosianin memberikan wawasan tambahan bagi mahasiswa tentang aplikasi praktis dari teori yang mereka pelajari.

2.8. Kertas Indikator Asam-Basa

Kertas indikator yang dibuat dari ekstrak antosianin dapat digunakan untuk menentukan pH larutan. Penelitian ini menunjukkan bagaimana kertas indikator dapat dihasilkan dan digunakan dalam eksperimen kimia, memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam laboratorium.

III. METODE PENELITIAN

Bab ini menjelaskan metodologi yang digunakan dalam penelitian untuk mengekstrak antosianin dari ubi jalar ungu dan menguji aplikasinya sebagai indikator asam-basa. Metode yang digunakan termasuk maserasi dan kromatografi lapis tipis (KLT) untuk memisahkan senyawa antosianin, serta prosedur untuk menguji kertas indikator yang dihasilkan. Metodologi ini penting untuk memberikan pemahaman praktis kepada mahasiswa mengenai teknik laboratorium.

3.1. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam penelitian ini mencakup peralatan laboratorium standar seperti pH meter, spektrofotometer, dan bahan kimia untuk ekstraksi. Penjelasan tentang alat dan bahan ini memberikan informasi penting bagi mahasiswa tentang peralatan yang diperlukan dalam eksperimen kimia.

3.2. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian meliputi langkah-langkah untuk menyiapkan dan mengekstrak antosianin, serta membuat kertas indikator. Prosedur ini dirancang untuk memastikan hasil yang akurat dan dapat diulang, serta memberikan panduan praktis bagi mahasiswa dalam melakukan eksperimen di laboratorium.

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

Bab ini menyajikan hasil penelitian dan analisis mengenai efektivitas antosianin sebagai indikator asam-basa. Data yang diperoleh dari eksperimen, termasuk perubahan warna pada berbagai pH, dibahas secara mendalam. Hasil ini menunjukkan potensi antosianin dalam aplikasi praktis di laboratorium dan relevansinya dalam pendidikan kimia.

4.1. Pembuatan Indikator Ekstrak Ubi Jalar Ungu

Proses pembuatan indikator dari ekstrak ubi jalar ungu dijelaskan secara rinci, termasuk metode yang digunakan dan hasil yang diperoleh. Penjelasan ini memberikan wawasan bagi mahasiswa tentang cara membuat indikator alami dari sumber daya lokal.

4.2. Pemisahan Senyawa Antosianin dengan KLT

Hasil pemisahan senyawa antosianin menggunakan metode KLT dijelaskan, termasuk analisis terhadap komponen yang terpisah. Ini memberikan pemahaman yang lebih baik tentang teknik pemisahan dalam kimia analitik.

4.3. Uji Kualitatif Antosianin

Uji kualitatif dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan antosianin dalam ekstrak. Hasil uji ini penting untuk memastikan bahwa senyawa yang diharapkan memang ada dalam ekstrak yang digunakan sebagai indikator.

4.4. Aplikasi Indikator Ekstrak Pekat Ubi Jalar Ungu sebagai Indikator Titrasi Asam-Basa

Pengujian ekstrak ubi jalar ungu sebagai indikator dalam titrasi asam-basa menunjukkan hasil yang positif. Penelitian ini membahas bagaimana perubahan warna terjadi pada berbagai pH, yang menunjukkan efektivitas antosianin sebagai indikator.

V. PENUTUP

Bab ini menyimpulkan hasil penelitian dan memberikan rekomendasi untuk penelitian selanjutnya. Kesimpulan menegaskan bahwa antosianin dari ubi jalar ungu dapat digunakan sebagai indikator asam-basa yang efektif dan ramah lingkungan. Rekomendasi untuk penelitian lebih lanjut dapat membantu pengembangan aplikasi praktis dalam bidang kimia.

5.1. Simpulan

Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa antosianin dari ubi jalar ungu memiliki potensi besar sebagai indikator asam-basa. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dalam pengajaran kimia dan memperkenalkan penggunaan indikator alami di laboratorium.

5.2. Saran

Saran untuk penelitian selanjutnya mencakup eksplorasi lebih lanjut tentang penggunaan antosianin dalam aplikasi industri dan pengembangan metode ekstraksi yang lebih efisien. Ini penting untuk meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam dalam pendidikan dan industri.

Gambar

Gambar                                                                                                 Halaman
Tabel 2.1. Kadar antosianin pada berbagai tanaman
Gambar 2.1. Struktur antosianin dan betasianin (Harborne, 1987: 76)
Gambar 2.3. Perubahan struktur antosianin akibat penambahan buffer pH (Sumber: Lee, et al, 2005)
+5

Referensi

Dokumen terkait

Pembuatan yoghurt ubi jalar ungu ini diawali dengan mengukus 100 gram ubi. jalar ungu sampai masak Selanjutnya mengupas kulit ubi jalar ungu

Pengolahan tepung ubi jalar ungu menjadi spreads dapat meningkatkan nilai ekonomis ubi jalar, serta menghasilkan produk dengan tampilan warna yang menarik

Setelah itu direndam dalam larutan zat warna ubi jalar ungu yang mengandung pigmen antosianin, ter- bentuk warna ungu pada permukaan kaca yang merupakan kompleks dari

Tekstur ubi jalar ungu akan semakin lembut dikarenakan subtitusi ubi jalar ungu yang semakin tinggi dengan penambahan telur pada proses pembuatan bolu kukus ubi

“Pengaruh Perbandingan Ubi Jalar Ungu dengan Air dan Konsentrasi Starter terhadap Mutu Minuman Probiotik Sari Ubi Jalar Ungu”.

Hasil penelitian tahap II, menunjukkan bahwa ekstrak warna dari ubi jalar ungu lebih stabil pada kondisi pH asam dari pada pH basa, masih stabil pada kadar gula sampai 50%;

Gambar 8 menunjukan bahwa kenaikan analisis tekstur pada cookies ubi jalar ungu dikarenakan substitusi ubi jalar ungu dibandingkan tepung terigu protein sedang

Bioetanol yang dihasilkan dari kulit ubi jalar ungu dapat menghasilkan bioetanol berdasarkan lama waktu fermentasi dengan menggunakan ragi tape.. Berdasarkan rendemen