• Tidak ada hasil yang ditemukan

207001216 M.Ali Mursid Alfathoni

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "207001216 M.Ali Mursid Alfathoni"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Peran Gordang Sembilan Dalam

Ritual Adat Siriaon

di Maga Dolok Mandailing Natal

SENI DAN RELIGI

(2)

Maga Dolok,

(3)

Sebelum agama islam masuk ke Mandailing Natal

masyarakatnya memiliki sistem kepercayaan lama yang disebut

dengan kepercayaan animisme

sipelebegu

(pemujaan roh-roh)

yang dikenal dengan sebutan Begu. (ditutupi masa sekarang)

Keadaan di masa lalu sebagai “masa yang hitam dan kelam” itu

mereka sebut dengan

“maso na itom na robi”.

Mereka percaya bahwa begu yang mereka sembah sangat

banyak dan mendiami berbagai tempat

Dalam sistem kepercayaan mereka ada namanya

Begu

Tagasan

 dipercayai sebagai 

begu 

pelindung, yang mampu

melindungi satu keturunan, yang satu kakek( pelindung marga

atau orang tertentu .

Dari semua 

begu

 yang dipuja terdapat tokoh tunggal atau satu

tokoh yang maha kuasa yang dikenal dengan 

Na Gumorga

Langit Na Tumompa Tano

 (yang mengukir menciptakan langit,

yang menempati tanah atau bumi).

Kepercayaan Animiseme

Sipelebegu

(4)

animisme

sipelebegu

Si Baso Bayo Datu

Pelantara dalam melakukan

hubungan komunikasi dengan

alam gaib roh nenek moyang

mereka

penyembuhan serta

mengobati, melakukan

ritual-ritual, mendampingi para raja,

(5)

Kepercayaan Animisme

si pebelengu

pun mulai terkikis dengan

masuknya islam ke Mandailing.

Pada masa sekarang masih ada beberapa ritual upacara adat

yang erat kaitannya dengan sistem religi kuno 

Si pelebegu

,

seperti misalnya ritual 

mangupa-upa

( upacara untuk

(6)

keperca

yaan

Perdebatan

Tokoh-tokoh

Adat

Ombar do adat dohot

ugamo

Islam

sipelebe

gu

Para ulama

Titik Temu

(7)

Peran Gordang Sembilan Dalam Ritual Adat Siriaon

 Alat musik, Gondang artinya gendang atau drum sedangkan sambilan

berarti sembilan jadi, dapat disimpulkan bahwa gordang sembilan

merupakan alat musik yang tersusun dari sembilan buah gendang yang tersusun dari secara berurutan mulai dari yang terbesar sampai terkecil.

 Orang mandailing menyebutkan musik tradisional mereka dengan sebuah

ungkapan yang berbunyi” Uning-uningan di ompunta na parjolo sundut i “

yang dapat diartikan seni musik dari para leluhur yang diwariskan secara turun-temurun.

 Adat Siriaon merupakan sebuah upacara perkawinan adat Mandailing yang

mana setiap upacara adat perkawinan melalui tahap-tahapan adat perkawinan dan pelaksanaannya mulai dari kegiatan

adat markobar (berpidato adat) dan marpokat (musyawarah adat) untuk mencapai “kata sepakat”.

 Di maga dolok mandailing natal jika ada diantara mereka yang menikah

(8)

Pada masa kepercayaan animisme(

sipelebegu)

gordang

sembilan dimainkan ketika sebuah huta atau banua

(perkampungan) sedang mengalami sebuah bencana.

Untuk mengetahui penyebab dari bencana tersbut maka

diadakan sebuah upacara ritiual adat yang dikenal

dengan sebutan

paturun sibaso

atau

pasusur begu

.

Disini nampak jelas bahwa seni dan religi menyatu

dalam masyarakat Mandailing pada masa

masyarakatnya menganut kepercayaan terhadap

animisme

sipelebegu

begitu juga halnya pada masa

sekarang

.

Dalam pementasan gordang Sembilan ada sebuah

tarian yang mengiringi yang dikenal dengan nama

Sarama Datu

, tarian ini masih ada dimainkan di

kelompok tertentu di Mandailing berbeda halnya di

Maga Dolok tarian ini jarang ditemukan mungkin karena

faktor pengarug religi islam yang kental di daerah

(9)

 Dalam ritual adat siriaon ada istilah Panaek Gondang yang merupakan

salah satu ritual yang menjadi bagian penting dari seluruh rangkaian upacara adat perkawinan dalam masyarakat Mandailing, apalagi ritual yang dibarengi penambalan marga, jika diartikan panaek artinya

menaikkan , Gondang artinya gendang atau drum , maka panaek

gondang adalah menaikan atau memainkan alat musik gendang , yang lebih dikenal dengan Gordang Sambilan. Panaek gondang merupakan satu hal yang sangat penting serta harus dilakukan, karena hal demikian sangat erat kaitannya dengan adat.

 Tujuan inti dari dimainkan Gordang sembilan dalam acara tersebut dalah

untuk memberitahu kepada para leluhur kalau anak keturunannya lagi berbahagia dan ada penambahan anggota di salah satu keturunan

mereka dan berharap para leluhur mau menjaga serta menolong anak keturuanannya dari hal-hal yang tidak diinginkan. Tapi harus sesusai dengan ungkapan ombar do adat dohot ugamo”, agar tidak

menyimpang dari ajaran islam.

 Dengan datangnya islam Gordang Sembilan tidak hanya dimainkan

untuk hajat terhadap para leluhur tapi juga dimainkan dalam hal-hal sakral seperti pernikahan, pelekatan marga, pada hari raya idul fitri, perlombaan seni budaya, dan lain-lain.

(10)

S E K I A N

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah membahas bentuk penyajian gondang, tata aturan dalam penyajian gondang pada upacara adat perkawinan masyarakat Mandailing di Desa

jumlah frekuensi setiap jenis tindak tutur yang digunakan Dalihan na tolu pada prosesi makkobar dalam upacara perkawinan adat Angkola- Mandailing.. 1.4

Judul Skripsi : Upacara Adat Perkawinan pada Masyarakat Mandailing di Padang Lawas kajian Semiotik.. Penelitian ini menggunakan teori semiotik yang dikemukakan oleh Ferdinand

Hal ini yang membuat penulis tergerak untuk meneliti makna-makna yang terkandung pada upacara adat perkawinan masyarakat Mandailing agar kebudayaan tersebut dapat di

Panji yang terwujud dalam upacara ritual adat Nuju jerami yang diartikan sebagai.. penutup dan pembuka tahun yang baru untuk membuka ladang

Masyarakat Keratuan Darah termasuk dalam sistem adat saibatin, sehingga rangkaian upacara perkawinan dapat dilihat berdasarkan golongan adat tertinggi mulai dari

Tor-tor Manilpokkon Hasaya adalah suatu yang dipersembahkan untuk sidang adat pada masyarakat Mandailing yang dilaksanakan saat upacara perkawinan Horja Godang yang

Hal tersebut berkaitan dengan fungsi ritual tari Rumah Inai dalam upacara inisiasi masyarakat Melayu yaitu upacara adat perkawinan masyarakat Melayu di desa Tasik Serai, yang tujuannya