Informasi Dokumen
- Penulis:
- Maya Arbina Br Ginting
- Pengajar:
- Bapak Dr. Syahron Lubis, M.A
- Ibu Dr. Irawaty A. Kahar, M.Pd
- Bapak Drs. Nazaruddin, S.H., M.A
- Bapak Drs. Jonner Hasugian, M.Si
- Bapak Drs. Belling Siregar, M.Lib
- Sekolah: Universitas Sumatera Utara
- Mata Pelajaran: Perpustakaan dan Informasi
- Topik: Penerapan Kode Etik Pustakawan Pada Perpustakaan Politeknik Negeri Medan
- Tipe: skripsi
- Tahun: 2014
- Kota: Medan
Ringkasan Dokumen
I. PENDAHULUAN
Bagian pendahuluan menjelaskan latar belakang pentingnya penerapan kode etik pustakawan di Perpustakaan Politeknik Negeri Medan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana kode etik tersebut diterapkan dan bagaimana pengaruhnya terhadap profesionalisme pustakawan. Dengan pemahaman yang baik tentang kode etik, pustakawan dapat memberikan layanan yang lebih baik kepada pemustaka, yang pada gilirannya mendukung tujuan pendidikan dan penelitian di institusi tersebut.
1.1 Latar Belakang
Latar belakang menyoroti peran penting perpustakaan sebagai pusat informasi dan sumber daya pendidikan. Perpustakaan Politeknik Negeri Medan, sebagai institusi pendidikan, harus memenuhi kebutuhan informasi civitas akademika. Kode etik pustakawan menjadi landasan moral dan profesionalitas yang harus dipatuhi untuk meningkatkan kepercayaan pemustaka dan memperbaiki citra pustakawan.
1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah dalam penelitian ini berfokus pada bagaimana penerapan kode etik pustakawan di Perpustakaan Politeknik Negeri Medan, termasuk sikap dasar pustakawan dan interaksi mereka dengan pemustaka. Hal ini penting untuk mengetahui efektivitas penerapan kode etik dalam meningkatkan layanan perpustakaan.
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian adalah untuk mengevaluasi penerapan kode etik pustakawan di Perpustakaan Politeknik Negeri Medan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan masukan bagi pengembangan perpustakaan dan meningkatkan profesionalisme pustakawan dalam melayani pemustaka.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengelolaan perpustakaan, meningkatkan pemahaman tentang kode etik pustakawan, dan menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya. Selain itu, penelitian ini juga bermanfaat bagi pengembangan ilmu perpustakaan secara umum.
1.5 Ruang Lingkup
Ruang lingkup penelitian ini terbatas pada penerapan kode etik pustakawan di Perpustakaan Politeknik Negeri Medan, dengan fokus pada interaksi pustakawan dan pemustaka serta implementasi prinsip-prinsip kode etik yang berlaku.
II. KAJIAN TEORITIS
Bagian ini membahas teori-teori yang mendasari penelitian, termasuk definisi perpustakaan perguruan tinggi, peran pustakawan, dan pentingnya kode etik dalam profesi pustakawan. Kajian ini memberikan konteks akademis yang kuat untuk memahami penerapan kode etik dalam praktik sehari-hari pustakawan.
2.1 Pengertian Perpustakaan Perguruan Tinggi
Perpustakaan perguruan tinggi berfungsi sebagai pusat informasi yang mendukung tujuan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Perpustakaan Politeknik Negeri Medan berperan penting dalam menyediakan akses informasi yang diperlukan oleh civitas akademika untuk menunjang proses belajar mengajar.
2.1.1 Tujuan Perpustakaan Perguruan Tinggi
Tujuan perpustakaan perguruan tinggi adalah untuk menyediakan bahan pustaka yang relevan bagi dosen dan mahasiswa, mendukung penelitian, serta melestarikan bahan pustaka yang memiliki nilai sejarah. Perpustakaan POLMED harus beradaptasi dengan kebutuhan pengguna untuk meningkatkan kualitas layanan.
2.1.2 Fungsi Perpustakaan Perguruan Tinggi
Fungsi perpustakaan perguruan tinggi meliputi edukasi, informasi, riset, rekreasi, publikasi, deposit, dan interpretasi. Fungsi-fungsi ini harus dijalankan secara efektif untuk memenuhi kebutuhan informasi civitas akademika dan masyarakat luas.
2.1.3 Tugas Perpustakaan Perguruan Tinggi
Tugas perpustakaan perguruan tinggi meliputi pengembangan koleksi, layanan informasi, dan administrasi perpustakaan. Pustakawan di POLMED harus proaktif dalam memenuhi kebutuhan pengguna dan terus memperbarui koleksi untuk mendukung proses belajar mengajar.
2.2 Pengertian Pustakawan
Pustakawan adalah individu yang memiliki kompetensi dalam mengelola dan memberikan layanan perpustakaan. Mereka harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang sesuai untuk melayani pemustaka dengan baik, serta memahami kode etik yang mengatur profesi mereka.
2.2.1 Peran Pustakawan
Pustakawan memiliki peran sebagai edukator, manajer, administrator, dan supervisior. Dalam konteks perpustakaan, mereka bertanggung jawab untuk mendidik pengguna tentang penggunaan sumber informasi dan mengelola koleksi perpustakaan secara efektif.
2.3 Pengertian Profesi
Profesi adalah pekerjaan yang memerlukan pendidikan dan pelatihan khusus. Pustakawan sebagai profesi harus menjalankan tugasnya dengan mengedepankan etika dan tanggung jawab sosial, serta berkomitmen untuk terus belajar dan meningkatkan keterampilan.
2.4 Etika dan Kode Etik
Etika adalah norma dan nilai moral yang mengatur perilaku individu dalam profesinya. Kode etik pustakawan berfungsi sebagai pedoman bagi pustakawan dalam menjalankan tugasnya dan menjaga integritas profesi, serta meningkatkan kepercayaan publik.
2.4.1 Etika Profesi
Etika profesi mencakup norma dan ketentuan yang harus dipatuhi oleh pustakawan dalam memberikan layanan kepada masyarakat. Hal ini penting untuk menjaga hubungan baik antara pustakawan dan pemustaka serta antar sesama pustakawan.
2.4.2 Prinsip-Prinsip Etika Profesi
Prinsip-prinsip etika profesi mencakup tanggung jawab, keadilan, dan otonomi. Pustakawan harus bertindak adil dan bertanggung jawab dalam melayani pemustaka, serta memiliki kebebasan untuk menjalankan tugas profesinya tanpa campur tangan yang berlebihan.
2.4.3 Tujuan Kode Etik
Tujuan kode etik adalah untuk menjaga martabat profesi, memelihara hubungan antar anggota profesi, dan meningkatkan mutu layanan. Kode etik juga berfungsi untuk melindungi masyarakat pemakai jasa pustakawan dari tindakan yang tidak etis.
2.4.4 Fungsi Kode Etik
Fungsi kode etik adalah sebagai pedoman moral bagi pustakawan dalam menjalankan tugasnya. Kode etik juga berfungsi untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan, serta menjaga citra dan reputasi profesi pustakawan di masyarakat.
III. METODE PENELITIAN
Metode penelitian menjelaskan pendekatan yang digunakan untuk mengumpulkan dan menganalisis data mengenai penerapan kode etik pustakawan di Perpustakaan Politeknik Negeri Medan. Metode deskriptif digunakan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang situasi saat ini, serta mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.
3.1 Metode Penelitian
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif, yang bertujuan untuk menggambarkan situasi dan kondisi penerapan kode etik pustakawan di Perpustakaan POLMED. Metode ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan data yang akurat dan relevan.
3.2 Lokasi Penelitian
Penelitian dilakukan di Perpustakaan Politeknik Negeri Medan, yang merupakan institusi pendidikan tinggi dengan koleksi yang beragam. Lokasi ini dipilih karena pentingnya peran perpustakaan dalam mendukung proses belajar mengajar di POLMED.
3.3 Populasi
Populasi penelitian terdiri dari seluruh pegawai Perpustakaan POLMED yang berjumlah 12 orang. Dengan menggunakan total sampling, semua anggota populasi diikutsertakan dalam penelitian untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif.
3.4 Sampel
Sampel penelitian diambil dari seluruh pegawai perpustakaan yang terdiri dari pustakawan dan staf non-pustakawan. Pengambilan sampel dilakukan secara total sampling, sehingga semua pegawai terlibat dalam pengisian kuesioner.
3.5 Teknik Pengumpulan Data
Data dikumpulkan menggunakan kuesioner dan studi kepustakaan. Kuesioner disebarkan kepada semua pegawai untuk mengumpulkan informasi tentang pemahaman dan penerapan kode etik pustakawan.
3.6 Sumber Pengumpulan Data
Sumber data terdiri dari data primer yang diperoleh melalui kuesioner dan data sekunder yang diambil dari literatur terkait kode etik pustakawan. Penggunaan kedua sumber ini memberikan wawasan yang lebih mendalam.
3.7 Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian berupa kuesioner yang dirancang untuk mengukur pemahaman dan penerapan kode etik pustakawan di Perpustakaan POLMED. Kuesioner ini mencakup berbagai aspek yang relevan dengan kode etik.
3.8 Analisis Data
Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif untuk memberikan gambaran jelas mengenai penerapan kode etik pustakawan. Hasil analisis diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk perbaikan di masa depan.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
Bagian ini menyajikan hasil penelitian mengenai penerapan kode etik pustakawan di Perpustakaan POLMED, serta membahas implikasi dari hasil tersebut terhadap profesionalisme pustakawan dan layanan perpustakaan.
4.1 Sikap Dasar Pustakawan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap dasar pustakawan di POLMED sudah cukup baik dalam melayani pemustaka. Pustakawan menunjukkan sikap ramah dan profesional, namun masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan untuk lebih mengedepankan etika dalam layanan.
4.2 Hubungan Dengan Pemustaka
Hubungan antara pustakawan dan pemustaka di POLMED terbilang positif, di mana pustakawan mampu memberikan informasi yang dibutuhkan dengan baik. Namun, masih ada tantangan dalam menjaga kepercayaan pemustaka, terutama terkait dengan privasi dan hak akses informasi.
4.3 Hubungan Antar Pustakawan
Hubungan antar pustakawan di POLMED juga menunjukkan kolaborasi yang baik, meskipun terkadang terdapat perbedaan pendapat dalam pengambilan keputusan. Penting bagi pustakawan untuk terus membina hubungan baik agar dapat bekerja sama secara efektif.
4.4 Hubungan Dengan Perpustakaan
Perpustakaan POLMED sebagai institusi pendidikan harus terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Pustakawan diharapkan untuk berkontribusi dalam pengembangan perpustakaan dengan menerapkan kode etik yang baik dan meningkatkan layanan bagi pengguna.
V. KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan kode etik pustakawan di Perpustakaan POLMED untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas layanan. Saran diberikan untuk terus meningkatkan pemahaman dan penerapan kode etik di kalangan pustakawan.
5.1 Kesimpulan
Penerapan kode etik pustakawan di Perpustakaan POLMED sudah dilakukan, namun masih ada beberapa aspek yang perlu ditingkatkan. Pustakawan diharapkan untuk lebih memahami dan menerapkan kode etik dalam setiap aspek pekerjaan mereka.
5.2 Saran
Disarankan agar Perpustakaan POLMED mengadakan pelatihan berkala tentang kode etik bagi pustakawan dan staf, serta meningkatkan komunikasi antara pustakawan dan pemustaka untuk memperkuat hubungan dan kepercayaan.
Referensi Dokumen
- Antologi Kepustakawanan Indonesia ( Sudarsono, Blasius )
- Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif Dan R&D ( Sugiyono )
- Ilmu Perpustakaan & Kode Etik Pustakawan ( Suwarno, Wiji )
- Pengantar Dasar Kepustakaan ( Suwarno, Wiji )
- Pedoman Penyelenggaraan Perpustakaan ( Syahrial-Pamuntjak, Rusina )