PENDAHULUAN Evaluasi Kesesuaian Lahan untuk Kawasan Industri di Wilayah Pengembangan Industri Kabupaten Karawang.
Teks penuh
Gambar
Dokumen terkait
Identifikasi dan diskripsi tanah didasarkan pada Soil Survey Manual dan petumjuk pengamatan tanah di lapangan oleh Puslitanak (1995) dengan beberapa modifikasi yang
Tekstur tanah mempengaruhi kapasitas tanah untuk menahan air (Rayes, 2006), tanah bertekstur agak halus seperti lempung liat berpasir mempunyai drainase agak buruk yang
Topografi banyak berperan dalam proses pembentukan tanah, antara lain melalui pengaturan drainase, aliran permukaan dan erosi, disamping itu perubahan kondisi tanahnya,
Daya dukung tanah merupakan kemampuan tanah untuk menahan beban pondasi tanpa terjadi keruntuhan akibat menggeser (Wesley, 1997 dalam Khalifatul Hidayatsah, 1991). Hal ini
Kelas kesesuaian pada SPL 2 (S3r) dan SPL 4 (S2rfn) mempunyai faktor pembatas media perakaran dengan variabel utama kedalaman tanah, faktor pembatas kedalaman
Sedangkan faktor pembatas berupa curah hujan dan kedalaman tanah tidak dapat diperbaiki karena merupakan parameter bersifat permanen untuk jangka waktu yang cukup
Lahan pada kemampuan pengembangan tinggi dan cukup merupakan lahan yang sesuai untuk dikembangkan budidaya berupa lahan terbangun, sedangkan pada kemampuan lahan
Secara umum, areal lahan di wilayah Kecamatan Wates Cukup Sesuai (S-2) untuk budidaya tanaman kelapa sawit; hanya permasalahan potensi erosi, longsor dan limpasan air