• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENDAHULUAN Perbandingan Kurikulum Mentoring Al-Islam dan Kemuhammadiyahan antara tahun 2008 dan 2015 di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENDAHULUAN Perbandingan Kurikulum Mentoring Al-Islam dan Kemuhammadiyahan antara tahun 2008 dan 2015 di Universitas Muhammadiyah Surakarta."

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang Masalah

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) adalah salah satu Pergu-

ruan Tinggi Muhammadiyah yang berslogan “Wacana Keilmuan dan

Ke-Islaman”. Oleh karenanya, UMS tidak hanya dituntut untuk menyebarkan dan

mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, namun juga dituntut untuk

menyebarluaskan sekaligus menginternalisasikan nilai-nilai ke-Islaman pada

mahasiswa1. Sebagai perguruan tinggi yang mengemban misi ke-Islaman,

UMS perlu mebekali mahasiswanya dengan pemahaman keagamaan yang lebih

dibandingkan dengan Perguruan Tinggi lain yang tidak berbasis ke-Islaman.

Dalam rangka membekali pemahaman keagamaan pada mahasiswanya, UMS

bertekad untuk membangun suasana kampus yang ilmiah namun juga Islami2.

Suasana kampus yang Islami diupayakan melalui berbagai aktivitas

ke-Islaman, baik yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan Al-Islam

dan Kemuhammadiyahan (LPIK), Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM),

Mahasiswa Pecinta Al-Qur’an (MPQ), dan Lembaga Dakwah Mahasiswa

Pengambdian Masyarakat (LDMPM)3.

Berbagai aktivitas tersebut dianggap belum cukup untuk mewujudkan

kampus yang Islami. Oleh karena itu, mulai tahun akademik

1

Mahasri Shobahiya, dkk., Profil Mentoring Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (Surakarta: LPIK, 2012), hlm. 1-2.

2

Abu Bakri Royani, Ber-Islam menuju Kesalehan Individual dan Sosial (Surakarta: LPIK UMS, 2014), hlm. i.

(2)

2

2001/2002 UMS mengambil kebijakan untuk meningkatkan upaya

mewujudkan kampus yang Islami melalui kegiatan Mentoring Al-Islam dan

Kemuham- madiyahan4.

Mentoring Al-Islam dan Kemuhammadiyaha adalah kegiatan yang

dikembangkan oleh Kepala Seksi (Kasi) Mentoring Al-Islam dan Kemuham-

madiyahan di bawah tanggung jawab Lembaga Pengembangan Al-Islam dan

Kemuhammadiyahan (LPIK)5. Mentoring Al-Islam dan Kemuhammadiyahan

wajib diikuti oleh semua mahasiswa baru selama dua semester yaitu semester I

dan semester II6.

Agar pelaksanaan Mentoring Al-Islam dan Kemuhammadiyaha dapat

berjalan secara terarah, terencana, dan tercapai tujuannya. Maka diperlukan

sebuah perencanaan (planning) yang matang, upaya-upaya yang

sistematik-optimal dalam berbagai hal, baik dalam hal komponen lunak (soft component)

maupun komponen keras (hard component)7. Dengan kata lain diperlukan

sebuah perangkat yang mampu menata dan mempola. Salah satu perangkat

tersebut adalah kurikulum Mentoring Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.

Dalam rentang tahun perjalanan, Mentoring Al-Islam dan Kemuham-

madiyahan sudah beberapa kali mengalami perubahan kurikulum, yaitu

kurikulum tahun 2001, 2003, 2008, dan 2015. Berdasarkan pemikiran tersebut,

penulis merasa tertarik untuk meneliti Perbandingan Kurikulum Mentoring

4

Taufik, Ber-Islam menuju Kesalehan Individual dan Sosial (Surakarta: LPID UMS, 2005), hlm. iii.

5

Mahasri Shobahiya, dkk., Profil Mentoring Al-Islam, hlm. 2-3.

6

Surat Rektor No. 189/II/2014 tentang Pelaksanaan Mentoring Al-Islam dan Kemuhamma- diyahan.

7

(3)

3

Al-Islam dan Kemuhammadiyahan antara Tahun 2008 dan 2015 di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

B.Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas, maka permasalahan yang akan dibahas

dalam penelitian ini yaitu:

1. Apa perbedaan dan persamaan kurikulum Mentoring Al-Islam dan

Kemuhammadiyahan antara tahun 2008 dan 2015 di Universitas

Muhammadiyah Surakarta?

2. Apa kelebihan dan kekurangan kurikulum Mentoring Al-Islam dan

Kemuhammadiyahan antara tahun 2008 dan 2015 di Universitas

Muhammadiyah Surakarta?

C.Tujuan Penelitian

Berpijak pada permasalahan diatas, maka tujuan yang hendak dicapai

dalam penulisan ini yaitu:

1. Mendeskripsikan perbedaan dan persamaan kurikulum Mentoring Al-Islam

dan Kemuhammadiyahan antara tahun 2008 dan 2015 di Universitas

Muhammadiyah Surakarta.

2. Mendeskripsikan kelebihan dan kekurangan kurikulum Mentoring Al-Islam

dan Kemuhammadiyahan antara tahun 2008 dan 2015 di Universitas

(4)

4

D.Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini mencakup

dua macam, yaitu:

1. Manfaat Teoritis

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah khazanah keilmuan

dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan Islam.

2. Manfaat Praktis

Ada dua manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini, yaitu:

a. Bagi peneliti: hasil penelitian ini dapat meningkatkan wawasan peneliti

tentang kurikulum Mentoring Al-Islam dan Kemuhammadiyahan tahun

2008 dan 2015 di Universitas Muhammadiyah Surakarta.

b. Bagi Koordinator Mentoring Pusat: hasil penelitian ini dapat dijadikan

Referensi

Dokumen terkait

bagi peserta didik. Kemampuan pemahaman konsep dan keterampilan berpikir kritis pada satu sisi merupakan hal yang penting untuk dimiliki dan dikembangkan kepada peserta

Baik itu kemampuan penguasaan teknik maupun kemampuan kondisi fisik, seperti yang dijelaskan oleh Buckley (2003) US Youth Soccer Coaches Workshop Indianapolis 2003

Penelitian yang dilaksanakan sejak November 2013 ini memiliki tema pengolahan air limbah dan berjudul Kombinasi Pemanfaatan Arang Aktif dari Limbah Padat Agar dan Kayu

Bila penyembelihan biasa tujuannya hanya untuk dikonsumsi (dimakan), sedangkan aqiqah mempunyai tujuan yang khusus. Ketentuan hewan yang akan disembelih pun juga berbeda.

[r]

Nurlaela Jufri, Supervisor Satuan Bakti Pekerja Sosial, Wawancara, pada tanggal 3 Maret 2015 di Ruang Kepala Seksi Pelayanan Anak Kementerian Sosial Provinsi Sulawesi

Dalam mengendalikan dampak sosial setelah adanya pembangunan perumahan, dapat dilakukan dengan mengadakan kegiatan-kegiatan sosial yang melibatkan masyarakat, Sehingga

Kedokteran adalah profesi tertua yang telah memiliki kode etik. Kode etik adalah pedoman perilaku bagi para dokter/dokter gigi dalam menjalankan profesinya.