ABSTRACT
LEARNING OF MULI SIGER DANCE USING DRILL METHOD AT SMP N 1 JATI AGUNG in ACADEMIC YEAR 2013/2014
By
RATIH ASTARI
This research was conducted in SMP N 1 Jati Agung, at this school, especially learning the art of dance culture has not been implemented before. So the problem in this research is learning how to dance in the muli siger SMPN 1 Jati Agung school students in the Academic Year 2013/2014. Based on these issues, this study aims to describe the process and outcomes of learning dance muli siger using the drill at SMP Negeri 1 Jati Agung students in the Academic Year 2013/2014.
The method used is descriptive qualitative. The theory used is the theory of
learning and drill method. Sources of data in this study were teachers and learners. Data collection techniques were used namely observation, documentation in the form of photos, videos and interviews, practice tests and observation activities of learners and teacher observation activity.
Implementation of learning dance muli siger using drill, teachers and learners play an active role in the learning process. Teachers demonstrate a variety of dance movements muli siger, then students are taught mimicked the motion variety. After being given a few varieties of motion of each meeting, the students do the exercises to see intellectual skills, motor skills, as well as the accuracy and speed of motion ability students on material that taught.
Student learning outcomes in SMP Negeri 1 Jati Agung belonging to both criteria with a value of 77. Based on the ability of students to dance in terms of aspects wiraga scored 80 with both categories, scored 80 wirama aspect with either category, and aspects wirasa scored 72 with enough categories . Thus, the value of the study of students in a demonstration of dance muli siger in SMP Negeri 1 Jati Agung totaled an average value of 77, classified in either category.
ABSTRAK
PEMBELAJARAN TARI MULI SIGER DENGAN MENGGUNAKAN METODE DRILL PADA SISWA DI SMP NEGERI 1 JATI AGUNG
TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Oleh
RATIH ASTARI
Penelitian ini dilakukan di SMP N 1 Jati Agung, di sekolah ini pembelajaran seni budaya khususnya seni tari belum pernah dilaksanakan sebelumnya. Sehingga masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran tari muli siger di pada siswa SMP N 1 Jati Agung Tahun Pelajaran 2013/2014. Berdasarkan masalah tersebut penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil belajar tari muli siger dengan menggunakan metode drill pada siswa di SMP Negeri 1 Jati Agung Tahun Pelajaran 2013/2014.
Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan yaitu teori pembelajaran dan metode drill. Sumber data dalam penelitian ini adalah guru dan peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni pengamatan, dokumentasi yang berupa foto, video serta wawancara, tes praktik dan pengamatan aktivitas peserta didik dan pengamatan aktivitas guru.
Pelaksanaan pembelajaran tari muli siger dengan menggunakan metode drill, guru dan peserta didik berperan aktif dalam proses pembelajaran. Guru memeragakan ragam gerak tari muli siger, kemudian siswa menirukan ragam gerak yang diajarkan. Setelah diberikan beberapa ragam gerak setiap pertemuannya, siswa melakukan proses latihan untuk melihat kecakapan intelek, kecakapan motorik, serta ketepatan dan kecepatan kemampuan siswa pada materi gerak yang diajarkan.
Hasil belajar siswa di SMP Negeri 1 Jati Agung tergolong dalam kriteria baik dengan nilai 77. Berdasarkan kemampuan menari siswa ditinjau dari aspek wiraga mendapat nilai 80 dengan kategori baik, aspek wirama mendapat nilai 80 dengan kategori baik, dan aspek wirasa mendapat nilai 72 dengan kategori cukup. Jadi, nilai hasil belajar peserta didik dalam mempertunjukan tari muli siger di SMP Negeri 1 Jati Agung secara keseluruhan mencapai nilai rata-rata 77, tergolong dalam kategori baik.
PEMBELAJARAN TARI MULI SIGER DENGAN MENGGUNAKAN METODE DRILL PADA SISWA DI SMP NEGERI 1 JATI AGUNG
TAHUN PELAJARAN 2013/2014
(Skripsi)
Oleh RATIH ASTARI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS LAMPUNG
DAFTAR DIAGRAM
Diagram Halaman
4.1.1 Penggunaan Metode Drill 1... 74
4.2.1 Aktivitas siswa peraktik pertama ... ... 76
4.1.2 Penggunaan Metode Drill 2... 86
4.2.2 Aktivitas siswa peraktik kedua ... 88
4.1.3 Penggunaan Metode Drill 3... 96
4.2.3 Aktivitas siswa peraktik ketiga ... 98
4.1.4 Penggunaan Metode Drill 4... 107
4.2.4 Aktivitas siswa peraktik keempat ... 109
4.1.5 Penggunaan Metode Drill 5... 113
4.2.5 Aktivitas siswa peraktik kelima ... 115
4.1.6 Rata-rata penggunaan Metode Drill ...117
4.2.6 Hasil rata-rata aktivitas siswa ... 118
DAFTAR GAMBAR
Gambar Halaman
1. Ragam Gerak Lapah Nyusung Siger ... 22
2. Ragam Gerak Butakhi ...... 23
3. Ragam Gerak Samber Melayang ... 23
4. Ragam Gerak Pungu Ngelik Kanan-Kiri ... 23
5. Ragam Gerak Ngelik Mit Kanan-Kiri 1 ... 24
6. Ragam Gerak Busikhena ... 24
7. Ragam Gerak Bebalik Ngelik kanan-kiri ... 25
8. Ragam Gerak Kanluk ... 26
9. Ragam Gerak Ngelik kanan-kiri ... 26
10. Ragam Gerak Mampam siger ... 27
11. Ragam Gerak Ngelik Mejong kanan-kiri ... 27
12. Ragam Gerak Ngelik Temegi...... 28
13. Ragam Gerak Ngelik Mit kanan-kiri 2 ... 28
14. Ragam Gerak Mejong Kenui Bebayang ... 29
15. Ragam Gerak Lapah Tabik pun ... 30
16. Ragam Gerak Bebalik Kenui Bebayang ...31
17. Ragam Gerak Kenui Bebakhis ... 32
18. Ragam Gerak Kenui Ngangkat Ko Kepi... 33
19. Ragam Gerak Ngelik Ngehaman ...33
20. Ragam Gerak Mampam Kebelah ... 35
21. Ragam Gerak Hentak Kukut ... 35
22. Ragam Gerak Ngelik ... 36
23. Ragam Gerak Mutokh ... 36
24. Ragam Gerak Umbak ... 37
25. Ragam Gerak Kenyi Bebayang Khanggal ... 37
26. Ragam Gerak Mutokh Mampam Kebelah ... 38
27. Ragam Gerak Ngeguwai Siger ... 39
28. Perkenalan Kepada Peserta Didik ... ... 64
29. Peserta didik melihat video tari muli siger... 65
30. Peserta didik melakukan pemanasan ... 65
31. Proses latihan (drill) ragam gerak Lapah Nyusung siger ... 66
32. Peserta didik mempelajari ragam gerak ... 68
33. Proses pemberian ragam gerak Pungu Ngelik kiri ... 78
34. Proses latihan (drill) ...80
35. Proses pemberian ragam gerak Bebalik Ngelik Kanan-kiri ... 80
36. Proses latihan (drill) Bebalik Ngelik Kanan-kiri dan kanluk ... 81
41. Proses pemberian ragam gerak Bebalik kenui Bebayang ... 92
42. Proses pemberian ragam gerak Mampam Kebelah ... 92
43. Proses latihan (drill) gerak Mampam Kebelah ... 93
44. Proses latihan (drill) guru dan siswa... 100
45. Proses pengamatan hafalan siswa ... 100
46. Proses pemberian ragam gerak Mejong Kenui Bebayang ... 102
47. Proses pemberian ragam gerak Umbak ... 102
48. Proses latihan (drill) bersama ... 111
49. Proses latihan (drill) yang dilakukan siswa ... 119
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ... i
ABSTRAK ... ii
ABSTRACT ... iii
MENGESAHKAN ... iv
RIWAYAT HIDUP ... v
PERNYATAAN SKRIPSI MAHASISWA ... vi
MOTTO ... vii
PERSEMBAHAN ... viii
SANWACANA ... ix
DAFTAR ISI ... xiii
DAFTAR TABEL ... ... xv
DAFTAR GAMBAR ... xvi
DAFTAR DIAGRAM ...xviii
DAFTAR LAMPIRAN ...xix
BAB I. PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... . 6
1.3 Tujuan Penelitian ... 6
1.4 Manfaat Penelitian ... 6
1.5 Ruang Lingkup Penelitian ... 7
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ... 8
2.1 Landasan Teori ... 10
2.1.1 Pembelajaran ... 11
a. Komponen Pembelajaran ... 11
b. Ciri-ciri Pembelajaran ... 12
2.1.2 Metode Drill ... 14
a. Pengertian Metode Drill ... 14
b. Penggunaan Metode Drill... 14
c. Kelebihan dan Kelemahan Metode Drill ... 15
d. Tahap Pelaksanaan Metode Drill ... 16
e. Langkah Pelaksanaan Metode Drill... 16
b. Tata rias dan busana Tari Muli Siger ... 19
c. Ragam gerak Tari Muli Siger ... 20
BAB III. METODE PENELITIAN ... 40
3.1 Desain Penelitian ... 40
3.2 Sumber Data ... 41
3.3 Teknik Pengumpulan Data ... 41
3.3.1 Observasi ... 41
3.3.2 Wawancara ... 41
3.3.3 Dokumentasi ... 42
3.4 Instrumen ... 42
3.4.1 Panduan Observasi ... 42
3.4.2 Panduan Wawancara ... 42
3.4.3 Panduan Dokumentasi ... 43
3.4.4 Tes Praktik... 43
3.4.5 Nontest ... 50
3.5 Teknik Analisis Data ... 55
BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 57
4.1 Gambaran Sekolah Tempat Penelitian ... 57
4.1.1 Sejarah SMP N 1 Jati Agung ... 57
4.1.2 Visi dan Misi ... 59
4.1.3 Data Tenaga Pendidik dan Kependidikan ... 59
4.1.4 Data Rombongan Belajar ... 60
4.1.5 Sarana dan Prasarana... 61
4.2 Hasil Penelitian dan Pembahasan... 61
4.2.1 Ijin Penelitian ... 62
4.2.2 Pertemuan Pertama... 63
4.2.3 Pertemuan Kedua ... 66
4.2.4 Pertemuan Ketiga ... 77
4.2.5 Pertemuan Keempat ... 90
4.2.6 Pertemuan Kelima ... 99
4.2.7 Pertemuan Keenam ... 101
4.2.8 Pertemuan Ketujuh ... 110
4.2.9 Pertemuan Kedelapan... 119
4.2.10 Pertemuan Kesembilan... 120
4.3 Pebahasan ... 125
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN ... 129
5.1 Kesimpulan ... 129
5.2 Saran ... 131 DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran Halaman
1. Rancangan Kegiatan Haraian (RKH)... 109
2. Hasil Pengamatan Aktivitas Peserta Didik... 132
3. Hasil Tes Praktik Peserta Didik ... 146
DAFTAR TABEL
Tabel Halaman
1. Urutan ragam gerak tari muli siger ... 20
2. Uraian ragam gerak tari muli siger ... 22
3. Indikator penilaian tes praktik siswa ...43
4. Tolak ukur penilaian 1 ... 47
5. Lembar pengamatan aktivitas guru ... 47
6. Lembar penilaian metode drill ... 50
7. Lembar pengamatan aktivitas siswa ... 52
8. Kriteria skor siswa ... 54
9. Tolak ukur penilaian 2 ... 56
10.Data Pendidik dan tenaga kependidikan ... 59
11.Data rombongan belajar ... 60
12.Sarana dan prasarana ... 61
13.Lembar pengamatan Metode Drill 1 ...72
14.Hasil pengamatan aktivitas siswa pertama ... 75
15.Lembar pengamatan Metode Drill 2 ...85
16.Hasil pengamatan aktivitas siswa kedua ... 87
17.Lembar pengamatan Metode Drill 3 ...94
18.Hasil pengamatan aktivitas siswa ketiga ... 97
19.Lembar pengamatan Metode Drill 4 ...105
20.Hasil pengamatan aktivitas siswa keempat ... 107
21.Lembar pengamatan Metode Drill 5 ...112
22.Hasil pengamatan aktivitas siswa kelima ... 114
23.Rata-rata pengamatan Metode Drill ...116
24.Hasil rata-rata aktivitas siswa ... 118
25.Hasil tes praktik ... 121
MOTO
“Jika anda terus melakukan yang anda lakukan, anda akan terus mendapatkan apa yang anda dapatkan”
Jika anda berbahagia dengan yang anda lakukan, selamat dan tingkatkan. Jika anda kecewa, bersabarlah dan perbaiki.
(Mario Teguh)
“Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan”
(QS. Al-Insyirah:6)
“Bahagia itu sederhana, saat kita bisa menikmati perjalanan hidup yang kita
lewati dengan iklhas, disitu kita akan dapatkan kebahagiaan”
PERSEMBAHAN
Dengan mengucap syukur alhamdulilah kepada Allah SWT atas izin dan ridho-Nya, kini dapat kupersembahkan karya kecil nan sederhana ini kepada orang-orang tercinta yang menyatu dalam darah dan jiwaku dan menjadi motivator serta kebahagiaan hidupku
1. Mama dan Ayah tercinta, yang selalu memberikan kasih sayang yang tiada terhingga kepadaku, senantiasa mendo’akan, menyayangi dan dengan penuh kesabaran membesarkan mendidik dan memberi semangat untuk
keberhasilanku;
2. Pendamping hidupku, yang selalu mendo’akan, memberikan motivasi agar aku bersemangat, dan terus bersabar menunggu keberhasilanku;
3. Mami, Abah, Mama Sami, Bapak Suhadi, Bunda Yayan, Yadoh, Alya, Dedek Nang, Ara terima kasih atas do’a dan semangat yang telah diberikan;
4. Sahabat-sahabatku yang senantiasa ada untukku dalam suka maupun duka; 5. Para pendidikku yang kuhormati;
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Bandar Lampung pada tanggal 19 Januari 1992, sebagai anak pertama, dari buah hati pasangan Bapak Rozali dan Ibu Astuniati.
Pendidikan yang telah ditempuh penulis adalah Sekolah Dasar (SD) Negeri 2 Pahoman Bandar Lampung pada tahun 2003, Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 4 Bandar Lampung pada tahun 2006, dan Sekolah Menengah Atas (SMA) Perintis 1 Bandar Lampung pada tahun 2009.
SANWACANA
Bismillahirohmanirohim....
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Pembelajaran Tari Muli Siger dengan Menggunakan Metode Drill pada Siswa di SMP N 1 Jati Agung Tahun Ajaran 2013/2014”, sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan studi pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.
Dalam menyusun skripsi ini, penulis banyak mendapat bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Oleh karena itu dalam kesempatan yang baik ini penulis mengucapkan terimakasih kepada:
1. Allah SWT berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga dapat terselesaikan skripsi ini dengan baik.
2. Agung Kurniawan, S.Sn.,M.Sn, sebagai pembimbing pertama yang penuh semangat, penuh kesabaran dalam memberikan bimbingan dan ketelitiannya dalam penulisan skripsi ini.
skripsi ini.
5. Dr. Muhammad Fuad,M.Hum., sebagai Ketua Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Lampung.
6. Dr. H. Bujang Rahman, M.Si., sebagai Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Lampung.
7. Seluruh bapak dan ibu dosen, staf TU, serta karyawan pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni FKIP Universitas Lampung.
8. Kepala SMP N 1 Jati Agung atas kesempatan dan bantuan yang diberikan sehingga penulis dapat melaksanakan penelitian.
9. Heri Zusdianto, S.Pd sebagai guru SMP N 1 Jati Agung atas kebaikan beliau membantu dalam penelitian serta selalu memberikan motivasi.
10. Siswa SMP N 1 Jati Agung, Ratih, Rosi, Mely, Ely, dan Dwi yang telah aktif dalam pembelajaran sehingga membantu kelancaran penulisan skripsi. 11. Orang tuaku mama dan ayah yang selalu memberi dukungan kasih sayang
dengan doa dan keikhlasan hati yang telah membimbing dan selalu memperjuangkan segalanya untuk keberhasilan anaknya.
12. Pendamping hidupku, Deni Irawan dan calon baby Adeira yang selalu mendo’akan, memberikan semangat agar aku cepat menyelesaikan tugas
dukungan yang selalu diberikana.
14. Sahabat-sahabatku Fenny, Dian, Kk Vian, Nia, Desi, Arum, Sendy, Adel, Marlina, Nabilla, Hanna, Debi yang selalu memberikan dukungan dan semangatnya.
15. Sahabat seperjuangan Tanjung, Fivita yang sudah banyak membantu dalam menyelesaikan skripsi ini.
16. Teman-teman seperjuangan angkatan 2010 Pendidikan Seni Tari : Anarika, Indah, Rahma, Ami, Zairi, Rahma, Rani N, Ana, Winda, Agel, Adel, Arum, Debi, Devi, Dewa, Eka, Ike, Fivita, Galuh, Hanna, Maria, Ilham, Nabilla, Resti, Risma, Rosita, Roro, Sendy, Tahta, Rima, Mita, Dwitya, Fatimah, Marlina, Rani O, Yadi dan Tanjung.
17. Teman-teman KKN/PPL, Ani, Kalisa, Een, Ica, Fahmi, Ade, Topan, Dira, Mawar, Ara. Terima kasih atas persaudaraan yang kalian berikan padaku. 18. Staf karyawan Prodi Seni tari, Mas Jaya, Mbak Eva, Pak Heru dan semuanya
yang telah membantuku.
19. Adik Tingkat di Program Studi Pendidikan Seni Tari serta semua pihak yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu.
proposal ini. Semoga ini dapat bermanfaat bagi penulis khususnya dan pembaca umumnya.
Bandar Lampung, September 2014 Penulis ,
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Pendidikan merupakan faktor utama dalam pengembangan dan pembangunan bangsa, juga merupakan senjata yang paling ampuh untuk meningkatkan kualitas hidup dan penghidupan manusia. Untuk itu, banyak cara yang digunakan dalam melaksanakan pendidikan dengan baik, terutama dalam memberikan pengalaman belajar kepada siswa melalui proses pembelajaran yang baik.
Seperti yang tertulis pada kebijakan pemerintah dalam Undang-Undang No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pendidikan Nasional berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945 berfungsi untuk mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Sistem Pendidikan Nasional bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
merupakan bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses pemberian ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik. Dengan kata lain, pembelajaran adalah segala upaya yang dilakukan oleh pendidik agar terjadi proses belajar yang baik pada diri siswa.
Kurikulum 2013 yang dijanjikan akan memperkuat nilai-nilai budaya Indonesia, ternyata sebatas mengajarkan budaya sebagai sebuah kesenian. Pembelajaran budaya sebagai karakter bangsa justru tidak termuat dalam buku Seni dan Budaya yang dibuat berdasarkan kurikulum bentukan pemerintah, pelajaran Seni dan Budaya akhirnya lebih tepat disebut pelajaran Kesenian. Kesenian adalah berakar pada kebudayaan yang selalu bersifat luhur, sehingga kesenian selalu berpangkal pada segi keindahan. Kesenian dalam hal ini harus menampilkan keindahan yang lengkap, yaitu keindahan lahir (estetis) dan keindahan batin (etis). Estetika yaitu keindahan seni secara lahiriyah yang bisa ditangkap oleh segenap panca indera manusia (telinga, mata, penciuman, peraba dan lain-lain). Etika yaitu keindahan seni secara batiniah (kalbu) yang berkaitan dengan adat kesusilaan, tentu saja yang sesuai dengan kepribadian nasional bangsa kita.
seni yang berbasis budaya karena seni adalah salah satu dari berbagai unsur budaya. Pendidikan Seni Budaya Kurikulum 2013 merupakan suatu alternatif transformasi nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Sekolah adalah lembaga yang berperan penting dalam pengembangan kemampuan siswa. Seni budaya di sekolah pada umumnya diarahkan untuk memperluas wawasan kemampuan siswa sesuai dengan bakat dan potensi siswa. Kegiatan yang dapat dilakukan sekolah untuk memperluas kemampuan siswa di kelas dan di luar kelas salah satunya melalui kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar struktur program yang dilaksanakan di luar jam pelajaran biasa agar memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan siswa sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat siswa melalui kegiatan secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berwenang di sekolah(Suryosubroto, 2009: 287).
digunakan agar membentuk suatu kebiasaan berlatih tari, yaitu dengan ragam gerak tari yang dilatih secara berulang-ulang agar dapat mempermudah pembelajaran tari sehingga mendapatkan hasil pembelajaran yang sesuai dengan yang diharapkan. Prosesdrill(latihan) dilakukan secara berulang-ulang agar dapat memeragakan tari dengan menguasai teknik hafalan.
Pembelajaran tari daerah Lampung dapat menambah pengetahuan mengenai seni tari daerah setempat. Tari daerah dapat memberikan semangat untuk mempelajari tari daerah yang dimiliki serta sebagai bentuk pelestarian kebudayaan daerah yang kita miliki. Tari daerah Lampung yang dimilki salah satunya adalah tari muli siger. Tari muli siger merupakan tari kreasi daerah Lampung karya I Wayan Mustika yang merupakan hasil penggalian beliau. Tarian ini merupakan sebuah garapan baru yang awalnya mendapat ide dari senicangget.
ekstrakurikuler di SMP N 1 Jati Agung sebelumnya juga sama sekali belum pernah dilaksanakan, namun sebagai usaha untuk mengembangkan pengetahuan dan kemempuan siswa pada pelaksanaan penelitian ini kegiatan ekstrakurikuler akan dilakukan.
Pembelajaran seni budaya khususnya seni tari sangat perlu diajarkan, sebagai bentuk pengetahuan baru untuk guru dan siswa di SMP Negeri 1 Jati Agung. SMP Negeri 1 Jati Agung ini ingin menjadikan tari tradisi daerah masuk ke dalam pembelajaran di sekolah, karena tari tradisi daerah merupakan salah satu kebudayaan berasal dari daerah Lampung, yang tumbuh dan berkembang di masyarakat. Hal ini diutarakan oleh guru bidang studi seni budaya, karena sekolah menganggap bahwa tari tradisi daerah ini adalah yang mencirikan masyarakat Lampung yang harus dijaga dan dilestarikan serta diperkenalkan kepada generasi penerus di masa yang akan datang, yakni termasuk siswa di sekolah tersebut. Pada penelitian di SMP Negeri 1 Jati Agung siswa hanya akan diajarkan ragam gerak tari muli siger, dikarenakan pembelajaran tari di sekolah ini baru pertama kali diajarkan sehingga pembelajaran tari pertama-tama hanya pengenalan terhadap ragam gerak tari saja belum siswa belum akan diajarkan dengan musik iringan tarinya. Kegiatan pembelajaran ragam gerak tari muli sigerdi sekolah ini diawali dengan pengenalan tari muli siger, kemudian siswa diajarkan dengan bentuk atau ragam gerak tarimuli siger.
belajar mengajar seni tari di sekolah tersebut, maka akan dilakukan penelitian dengan judul penelitian sebagai berikut: Pembelajaran Tari Muli Siger dengan Menggunakan Metode Drill Pada Siswa di SMP Negeri 1 Jati Agung Tahun Pelajaran 2013/2014. Pemilihan judul tersebut diharapkan bisa menjadi motivasi dan refensi untuk peneliti selanjutnya dalam proses pembelajaran seni budaya khusunya seni tari di sekolah.
2. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka penelitian ini dapat dirumuskan sebagai berikut: Bagaimanakah pembelajaran tari muli siger dengan menggunakan metode drill pada siswa di SMP Negeri 1 Jati Agung Tahun Pelajaran 2013/2014?
3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah, dapat dijelaskan bahwa penelitian ini memiliki tujuan yaitu:
1. Mendeskripsikan proses pembelajaran tari muli siger menggunakan metode drillpada siswa di SMP Negeri 1 Jati Agung.
4. Manfaat Penelitian
Penelitian ini mempunyai manfaat teoritis dan manfaat praktis yaitu: a. Manfaat Teoritis
Manfaat teoritis pada penelitian ini diharapkan dapat menambah kajian siswa di SMP Negeri 1 Jati Agung, dan dapat menambah referensi penelitian dalam bidang pendidikan, khususnya dalam proses pembelajaran tari tradisi daerah Lampung. b. Manfaat Praktis
Adapun manfaat praktis penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat yaitu:
1. Bahan pertimbangan guru dalam menentukan strategi yang tepat yang harus digunakan dalam pembelajaran di kelas guna meningkatkan kecintaan dan semangat siswa pada saat proses pembelajaran seni budaya khususnya seni tari. 2. Membantu siswa untuk memahami apa yang terjadi, dan bisa menjadi motivasi mereka untuk terus belajar dan mendapat prestasi dalam pembelajaran seni budaya khususnya.
5. Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut:
1. Subjek : subjek penelitian ini adalah guru, kepala sekolah dan siswa di SMP Negeri 1 Jati Agung tahun pelajaran 2013/2014. 2. Objek : objek penelitian ini adalah pembelajaran tarimuli siger
menggunakan metodedrilldi SMP Negeri 1 Jati Agung. 3. Waktu : waktu penelitian adalah pada semester genap tahun ajaran
2013/2014.
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Penelitian ini masih orisinil apabila dilihat dari buku-buku serta hasil penelitian yang telah ada sebelumya. Pada buku-buku yang didapatkan tentang pembelajaran, tari muli siger dan metode drill belum ada yang mencatat tentang pembelajaran tari muli siger dengan menggunakan metode drill pada siswa di SMP Negeri 1 Jati Agung. Pembelajaran adalah proses belajar mengajar yang telah dirancang oleh guru sehingga terjadi proses belajar, yaitu tingkah laku pada diri siswa yang mungkin disebabkan oleh situasi belajar dan faktor yang mempengaruhi proses belajar yang mengakibakan perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan, atau sikapnya setelah menerima pengetahuan (Sobry, 2013: 31-33).
Tari muli siger merupakan tari kreasi daerah Lampung karya I Wayan Mustika yang merupakan hasil penggalian beliau. Tarian ini merupakan sebuah garapan baru yang awalnya mendapat ide dari seni cangget. Seni cangget merupakan tari tradisional pada masyarakat Lampung yang beradat pepadun dipentaskan untuk mengiringi upacara perkawinan dan pemberian gelar adat. Tari muli siger bertemakan tentang gadis-gadis cantik Lampung yang sedang berhias dengan menggunakan siger emas lambang dari kehormatan. Muli siger yang berartimuli artinya gadis cantik dan siger merupakan lambang kehormatan. Kedudukan tari muli siger hanya sebagai tari kreasi baru yang berfungsi untuk penyajian estesis dan sekaligus hiburan. Tari muli siger murni menonjolkan keindahan gerak dan komposisinya. Penari tarimuli sigerberjumlah enam orang gadis, dipilihnya enam orang gadis ini karena tarian tersebut memang dibuat untuk menampilkan keindahan dan kecantikan gadis-gadis Lampung yang menggunakansiger sebagai mahkota kehormatan (Mustika, 2012:23-25).
Metode secara harfiah berarti “cara”. Dalam pemakaian yang umum, metode diartikan sebagai suatu cara atau prosedur yang dipakai untuk mencapai tujuan tertentu (M. Sobry Sutikno, 2013:85). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia “Metode adalah cara teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan
usaha-usaha guru dalam menampilkan pembelajaran yang sesuai dengan situasi dan kondisi sehingga pencapaian tujuan pembelajaran diperoleh secara optimal (Sobry, 2013: 23).
Menurut M. Sobry Sutiknom dalam bukunya yang berjudul Belajar Dan Pembelajaran, mengatakan bahwa “Metode drill, yaitu suatu cara menyampaikan
materi pelajaan untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Metode ini digunakan untuk suatu ketangasan, ketepatan, kesempatan, dan keterampilan”
(Sobry, 2013:99).
Berdasarkan tinjauan pustaka di atas, dapat dikatakan bahwa penelitian ini masih orisinil, di karenakan penelitian ini tidak terdapat pada buku-buku yang menjelaskan tentang judul dan hasil penelitian yang sama.
2.1 Landasan Teori
Landasan teori sangat diperlukan agar penelitian mempunyai dasar yang kokoh, dan agar bukan sekedar perbuatan coba-coba. Adanya teori merupakan ciri bahwa penelitian ini merupakan cara ilmiah untuk mendapatkan data.
pembelajaran dianggap sangat tepat untuk melihat pembelajaran pada setiap petemuan selama melakukan penelitian.
2.1.1 Pembelajaran
Pada dasarnya pembelajaran merupakan proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran menurut Winkel dalam Sutikno (2013:31), mengartikan pembelajaran sebagai seperangkat tindakan yang dirancang untuk mendukung proses belajar peserta didik, dengan memperhitungkan kejadian-kejadian eksternal yang berperan terhadap rangkaian kejadian-kejadian internal yang berlangsung di dalam diri peserta didik.
Lindgren menyebutkan bahwa fokus sistem pembelajaran mencakup tiga aspek, yaitu : (1) Siswa; siswa merupakan faktor yang paling penting, sebab tanpa siswa tidak ada proses belajar. (2) Proses belajar; Proses belajar adalah apa saja yang dihayati siswa apabila mereka belajar bukan apa yang harus dilakukan pendidik untuk membelajarkan materi pelajaran. (3) Situasi belajar; Situasi belajar adalah lingkungan tempat terjadinya proses belajar dan semua faktor yang mempengaruhi proses belajar sperti pendidik, kelas, dan interaksi di dalamnya (Belajar dan Pembelajaran, 2013:32).
a. Komponen Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran merupakan kegiatan yang melibatkan beberapa komponen, yaitu: siswa, guru, tujuan pembelajaran, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, metode, media, sumber belajar, dan evaluasi. Penjelasan dari masing-masing komponen itu sebagai berikut :
2. Guru, adalah fasilitator dalam proses pembelajaran.
3. Tujuan pembelajaran, adalak suatu cita-cita yang ingin dicapai dari pelaksanaan pembelajaran.
4. Materi pembelajaran, adalah unsur inti yang ada di dalam kegiatan pembelajaran yang harus dipahami oleh siswa.
5. Kegitan pembelajaran, adalah interaksi guru dan siswa dalam sebuah proses pembelajaran dan materi pembelajaran sebagai mediumnya.
6. Metode, merupakan suatu cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
7. Media, merupakan segala sesuatu yang dapat digunakan dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran.
8. Sumber belajar, adalah segala sesuatu yang dapat digunakan sebagai tempat dimana materi pelajaran terdapat.
9. Evaluasi, adalah suatu tindakan atau proses untuk menentukan nilai-nilai dari suatu tindakan.
b. Ciri-ciri Pembelajaran
Ada delapan ciri pembelajaran yang efektif untuk digunakan, yaitu sebagai berikut:
1. Memiliki tujuan, yaitu untuk membentuk siswa dalam suatu perkembangan tertentu.
2. Terdapat mekanisme, langkah-langkah, metode dan teknik yang direncanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
4. Adanya aktivitas siswa merupakan syarat mutlak bagi berlangsungnya kegiatan pembelajaran.
5. Tindakan guru yang cermat dan tepat.
6. Terdapat pola aturan yang ditaati guru dan siswa dalam proporsi masing-masing.
7. Limit waktu untuk mencapai tujuan pembelajaran. 8. Evaluasi, baik evaluasi proses maupun evaluasi produk. (Belajar Dan Pembelajaran, 2013:34).
Mustika mengatakan dalam bukunya yang berjudul ‘Tari Muli Siger’, tari merupakan ungkapan ekspresi jiwa yang berbentuk gerakan tubuh. Seni tari adalah keindahan ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dalam bentuk gerak tubuh yang diperhalus melalui estetika. Hawkins menyatakan tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diubah oleh imajinasi dan diberi bentuk melalui gerak sehingga menjadi bentuk gerak yang simbolis dan sebagai ungkapan si pencipta. Curt Sachs menyatakan bahwa tari merupakan gerak yang ritmis. Tidak jauh berbeda dengan pendapat Soedarsono yang menyatakan bahwa tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dengan gerak ritmis yang indah. Tari adalah gerak-gerak yang dibentuk secara ekspresif yang diciptakan oleh manusia untuk dinikmati dengan rasa.
(tubuh), wirama (irama), wirasa (penghayatan), dan wirupa (wujud). Keempat unsur tersebut merupakan satu ikatan yang membentuk harmoni.
a. Wiraga merupakan raga atau tubuh, yaitu gerak kaki sampai kepala, merupakan media pokok gerak tari.
b. Wirama merupakan ritme (tempo) atau suatu pola untuk mencapai gerakan yang harmonis.
c. Wirasa merupakan tingkatan penghayatan dan penjiwaan dalam tarian, perasaan yang diekspresikan lewat raut wajah dan gerak.
d. Wirupa merupakan rupa atau wujud, yaitu memberi kejelasan gerak tari yang diperagakan melalui warna, busana, dan rias yang disesuaikan dengan peranannya.
2.1.2 MetodeDrill
A. Pengertian MetodeDrill
Menurut M. Sobry Sutiknom dalam bukunya yang berjudul Belajar Dan Pembelajaran, mengatakan bahwa “Metode drill, yaitu suatu cara menyampaikan materi pembelajaran untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Metode ini digunakan untuk suatu ketangasan, ketepatan, kesempatan, dan keterampilan”
(2013:99).
B. Penggunaan MetodeDrill
Penggunaan metode latihan ini dalam proses pembelajaran menurut Djamarah (2000), diantaranya:
2. Dapat untuk memperoleh kecakapan mental (intelek), seperti dalam perkalian, penjumlahan, pengurangan, pembagian, tanda-tanda atau simbol. 3. Dapat membentuk kebiasaan dan menambah ketepatan dan kecepatan
pelaksanaan.
(M. Sobry Sutiknom, 2013:99)
Roestiyah N.K mengatakan dalam bukunya yang berjudul ‘Strategi Belajar Mengajar’ bahwa, dalam penggunaan metode drill yang perlu ditanamkan pengertian bagi instruktur maupun siswa ialah tentang sifat-sifat suatu latihan, bahwa selalu berbeda dengan latihan yang sebelumnya dan guru juga perlu memperhatikan dan memahami nilai dari latihan serta kaitannya dengan keseluruhan pelajaran di sekolah. Dalam persiapan sebelum memasuki latihan guru harus memberikan pegertian dan perumusan tujuan yang jelas bagi siswa (2008:126).
C. Kelebihan Dan Kelemahan MetodeDrill
Menurut Sriyono, kelebihan dan kelemahan metode drill yaitu: a. Kelebihan
1. Bahan ajar yang diberikan secara teratur tidak loncat-loncat akan lebih melekat pada diri anak dan benar-benar akan menjadi miliknya.
2. Adanya pengawasan dan bimbingan yang segera diberikan oleh guru memungkinkan murid untuk segera melakukan perbaikan.
b. Kelemahan
1. Menghambat bakat dan inisiatif anak didik karena anak didik lebih mudah untuk disesuaikan dan diarahkan pada pengertian.
2. Terkadang drill atau latihan yang dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yang monoton dan mudah membosankan.
D. Tahap Pelaksanaan MetodeDrill
Teknik peyajian pembelajaran tari menggunakan drill adalah dengan cara instruktur akan mengajarkan beberapa ragam gerak yang berbeda-beda pada setiap pertemuan. Setelah diajarkan satu ragam gerak, akan dilakukan proses latihan sampai siswa mampu bergerak sesuai dengan yang diinginkan, setelah itu akan diberikan ragam gerak tari berikutnya. Proses pembelajaran seperti ini akan dilakukan pada praktik pertemuan pertama hingga pertemuan ke delapan. Penggunaan metode drill biasanya hanya dilakukan sebatas proses berlatih yang dilakukan secara berulang-ulang saja, namun dalam penelitian ini akan dilakukan proses berlatih yang berbeda dari penelitian yang pernah dilakukan sebelumnya.
Penggunaan metode drill diharapkan sangat bagus peranannya bagi siswa dalam penghafalan gerak tari, dan kemampuan siswa tetap terlihat walaupun pembelajaran tari belum pernah dilakukan sebelumnya, sehingga tetap akan mencapai kemampuan bergerak sesuai dengan yang diinginkan.
E. Langkah Pelaksanaan MetodeDrill
2. Mengutamakan ketepatan agar siswa dapat melakukan latihan secara tepat. Memperhatikan kecepatan agar siswa dapat melakukan keterampilan menurut waktu yang disepakati.
3. Memperhitungkan waktu atau masa latihan, agar tidak melelahan dan membosankan.
4. Memikirkan dan mengutamakan proses-proses yang pokok dan inti, sehingga tidak melakukan hal-hal yang tidak diperlukan. Proses pembentukan kecakapan intelek, kecakapan motorik, serta ketepatan dan kecepatan nalar siswa.
5. Instruktur perlu memperhatikan perbedaan kemampuan bergerak pada setiap siswa saat berlatih, apabila terdapat siswa yang kurang tepat pada gerakan yang diajarkan instruktur harus cepat tanggap memberikan penjelasan gerak pada siswa tersebut, sehingga kemampuan dan kebutuhan pada setiap siswa dapat tersalurkan atau dikembangkan.
2.1.3 Aktivitas Belajar
Pada penelitian ini, jenis aktivitas yang dilakukan dalam proses pembelajaran yaitu:
1. Visual activities,yaitu memperhatikan. 2. Motor activities, yaitu percobaan.
3. Emotional activities,yaitu kebiasaan sikap.
2.1.4 Ekstrakurikuler
Menurut Suharsimi dalam Suryosubroto, kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan tambahan, diluar struktur program yang pada umumnya merupakan kegiatan pilihan (2009:287). Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan di luar struktur program yang dilaksanakan di luar jam pelajaran biasa agar memperkaya dan memperluas wawasan pengetahuan dan kemampuan siswa sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, dan minat siswa melalui kegiatan secara khusus diselenggarakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berwenang di sekolah.
2.1.5 TariMuli Siger
Mustika mengatakan dalam bukunya yang berjudul ‘Tari Muli Siger’bahwa tari muli siger merupakan tari kreasi baru daerah Lampung yang bertemakan tentang gadis-gadis Lampung yang sedang berhias dengan menggunakan siger emas sebagai lambang kehormatan (Mustika, 2012: 24).
adanya cerminan keagungan yang sangat tinggi dalam falsafah kehidupan masyarakat Lampung. Antara penari dengan siger sebagai lambang kehormatan kebesaran masyarakat Lampung terlihat jelas dalam garapan tari muli siger. Tari muli siger mencerminkan karakteristik kecantikan gadis yang sangat terhormat (Mustika, 2013: 41).
a. Musik Pengiring TariMuli Siger
Proses penyusunan tarimuli sigerdari awal sampai selesai diiringi oleh alat musik tradisional Lampung yang disebut dengantalo balakatautala balak..
b. Tata Rias dan Busana TariMuli Siger
Tata Rias dalam pementasan tarimuli siger yang digunakan adalah tata rias koretif (coretive make-up), yakni rias cantik dengan mempertebal garis-garis pada mata, bibir, pipi, dan hidung. Adapun warna pokok yang digunakan pada tata rias tari muli siger yaitu warna putih, kuning, dan biru pada kelopak mata, sedangkan untuk penggunaan warna merah dipakai pada bagian pipi (Mustika, 2012:84). Busana yang dipakai penari tarimuli siger diantaranya:
1. Siger atau Makuto 2. Kalung Jimat 3. Gelang Kano 4. Tapis
c. Ragam Gerak TariMuli Siger
Tari muli siger memiliki beberapa gerak dasar pokok yang sudah menjadi gerak inti, yaitu :
1. Gerak Lapah Tebeng (Melangkah) 2. Gerak Simbol Siger
3. Gerak Samber Melayang (Burung terbang)
[image:40.595.115.463.393.760.2]Ketiga gerak dasar pokok ini yang kemudian dikembangkan menjadi beberapa gerakan yang terdapat pada tari muli siger. Namun, hanya satu yang menjadi gerak esensial atau khas, yaitu gerakan simbolsiger. Gerak simbolsigermemiliki makna yang sangat mendalam bagi masyarakat Lampung.
Tabel 2.2. Urutan ragam gerak tarimuli sigersecara keseluruhan:
No Nama Gerak TariMul Siger
1. Lapah nyusung siger(berjalan membawa siger) 2 Butakhi(akan menari)
3. Samber melayang(gerak menirukan burung terbang) 4. Pungu ngelik kanan( tangan dikelik atau diukel ke kanan) 5. Ngelik mit kanan(kelik atau diukel ke kanan)
6. Samber melayang(gerak menirukan burung terbang) 7. Busikhena(berhias)
8. Samber melayang(gerak menirukan burung terbang) 9. Pungu ngelik kiri(tangan dikelik atau diukel ke kiri) 10. Ngelik mit kiri(kelik atau diukel ke kiri)
12. Busikhena(berhias)
13. Bebalikh ngelik kanan-kiri(serong ukel atau kelik kanan dan kiri)
14. Kanluk(merentangkan selendang)
15. Ngelik mit kanan-kiri(kelik atau diukel ke kanan dan kiri) 16. Mampam siger(membawa siger)
17. Ngelik mejong kanan-kiri(diukel atau dikelik kanan an kiri) 18. Ngelik temegi(ukel atau kelik berdiri)
19. Mampam siger(membawa siger)
20. Ngelik mit kanan-kiri(kelik atau diukel ke kanan dan kiri) 21. Mejong kenui bebayang(duduk membuka sayap)
22. Lapah tabikpun(jalan penghormatan)
23. Bebalikh kenui bebayang(serong membuka sayap) 24. Lapah tabikpun(jalan penghormatan)
25. Kenui bebakhis(bergerak berbaris)
26. Kenui ngangkat kokepi(bergerak mengagkat sayap) 27. Ngelik ngehaman(kelik atau ukel diam ditempat) 28. Kenui bebakhis(bergerak berbaris)
29. Mampam kebelah(membawa siger dengan tangan sebelah) 30. Lapah tabikpun(jalan penghormatan)
31. Hentak kukut(menghentakkan kaki) 32. Ngelik(diukel atau kelik)
34. Umbak(bergerak sepert ombak)
35. Kenui bebayang khanggal(bergerak membuka sayap tinggi) 36. Mutokh mampam kebelah(berputar membawa siger dengan
tangan sebelah)
[image:42.595.112.462.83.255.2]37. Lapah tabikpun(jalan penghormatan) 38. Ngeguwai siger(membentuk siger)
Tabel 2.3 Uraian Ragam Gerak TariMuli Siger
No Gerak TariMuli Siger Foto
1. Lapah Ngusung Siger
• Posisi badan tegak, berjalan ke depan dengan kedua tangan direntangkan ke samping sejajar pinggang, telapak tangan digerakkan membuka dan menutup secara bergantian.
[image:42.595.114.487.294.754.2]Hitungan 1,2,3,4,5,6,7,8 Gambar 2.1 (Foto, Ratih:2014)
2. Butakhi
• Posisi badan mendak diam di tempat, kedua tangan direntangkan ke depan (serong kanan-kiri), telapak tangan di ukel, lalu gerak memutar mencari posisi.
[image:43.595.114.489.77.741.2]Hitungan 1,2,3,4 Gambar 2.3 (Foto, Ratih:2014) 3. Samber Melayang
• Posisi badan diam di tempat, kedua tangan proses mulai dari di letakkan di depan dada lalu kedua tangan direntangkan ke samping (saat proses merentangkan, kaki di jinjit lalu menapak kembali).
Hitungan 5,6,7,8 Gambar 2.4 (Foto, Ratih:2014) 4. Pungu Ngelik Kanan dan Kiri
• Posisi badan diam di tempat, kedua tangan di letakkan di depan dada lalu kedua tangan di rentangkan dan di kelik (tangan kanan serong kanan atas dan tangan kiri ke depan dada).
• Begitu pula dengan gerak Pungu Ngelik Kiri
5. Ngelik Mit Kanan dan Kiri 1
• Kaki di arahkan ke samping kanan (kaki kanan-kiri secara bergantian), posisi tangan serong kanan atas lalu kedua tangan di arahkan kelutut dengan posisi badan agak merunduk (tangan kanan dan tangan kiri di pinggang).
• Begitu pula sebaliknya pada gerak
[image:44.595.113.491.77.751.2]Ngelik Mit Kiri Hitungan 1,2
Gambar 2.6 (Foto, Ratih:2014)
Hitungan 3,4 Gambar 2.7 (Foto, Ratih:2014) 6. Busikhena
• Posisi badan mendak, kedua kaki di langkahkan ke depan secara bergantian, kedua tangan sejajar dada, lalu kedua tangan diarahkan ke samping kiri dengan di ukel dan bergerak memutar mencari posisi.
Busikhena
[image:45.595.114.489.80.739.2]Hitungan 5,6,7,8 Gambar 2.9 (Foto, Ratih:2014)
7. Bebalik Ngelik Kanan-Kiri
• Posisi badan mendak serong kiri, kedua tangan digerakan memutar di depan dada, lalu di ukel dan di letakkan di atas bahu.
• Begitu sebaliknya pada gerak Bebalik Ngelik Kanan
Hitungan 1,2 Gambar 2.10 (Foto, Ratih:2014)
8. Kanluk
• Posisi badan mendak, gerakkan kaki ke depan secara bergantian, posisi tangan di depan dan gerakkan tangan secara bergantian (letakkan tangan kanan di atas tangan kiri dan sebaliknya), lalu rentangkan kedua tangan ke samping.
[image:46.595.114.490.81.728.2]Hitungan 1,2,3,4 Gambar 2.12 (Foto, Ratih:2014)
Hitungan 5,6,7,8 Gambar 2.13 (Foto, Ratih:2014) 9. Ngelik Kanan dan Kiri
• Posisi badan mendak, tangan di ukel ke kanan, kaki kanan di serong ke kiri di kuti kaki kiri di letakkan bersebelahan dengan kaki kanan.
• Begitu juga dengan gerak Ngelik Mit Kiri
10. Mampam Siger
• Posisi badan mendak, kedua tangan di letakkan di atas bahu, lalu badan memutar proses sampai menjadi posisi duduk
[image:47.595.114.489.78.751.2]Hitungan 1,2,3,4 Gambar 2.15 (Foto, Ratih:2014)
Hitungan 5,6,7,8 Gambar 2.16 (Foto, Ratih:2014) 11. Ngelik Mejong Kanan dan Kiri
• Posisi badan duduk jongkok, kedua tangan di arahkan ke kanan sambil di ukel, lalu di arahkan ke kiri sambil di ukel (Serong kanan atas dan serong kiri atas, gerak di lakukan secara bergantian).
Ngelik Mejong Kanan dan Kiri
[image:48.595.114.488.79.744.2]Hitungan 3,4 Gambar 2.18 (Foto, Ratih:2014) 12. Ngelik Temegi
• Posisi badan jongkok, kedua tangan di letakkan di dekat pinggang sambil di ukel, lalu berdiri dan mencari posisi.
Hitungan 1,2,3,4,5,6,7,8 Gambar 2.19 (Foto, Ratih:2014) 13. Ngelik Mit Kanan dan Kiri 2
• Posisi badan mendak, kaki bergerak maju mundur dengan posisi tangan di ukel ke kanan, kaki kanan di serong ke kiri di letakkan bersebelahan dengan kaki kanan
• Begitu pula pada gerak Ngelik Mit Kiri
Ngelik Mit Kanan dan Kiri 2
[image:49.595.113.491.83.734.2]Hitungan 5,6,7,8 Gambar 2.21 (Foto, Ratih:2014) 14. Mejong Kenui Bebayang
• Posisi badan duduk jongkok, posisi tangan di letakkan di depan dada sebelah kiri, kedua tangan di rentangkan ke samping, letakkan lagi di depan dada lalu rentangkan lagi ke samping.
Hitungan 1,2 Gambar 2.22 (Foto, Ratih:2014)
Mejong Kenui Bebayang
[image:50.595.114.489.81.744.2]Hitungan 5,6 Gambar 2.24 (Foto, Ratih:2014)
Hitungan 7.8 Gambar 2.25 (Foto, Ratih:2014) 15. Lapah Tabik Pun
• Posisi badan mendak, kedua tangan di ukel secara bergantian ke kanan dan kiri lalu bergerak lari kecil nenutar sambil mencari posisi
Lapah Tabik Pun
[image:51.595.115.490.79.740.2]Hitungan3,4 Gambar 2.27 (Foto, Ratih:2014) 16. Bebalik Kenui Bebayang
• Posisi badan mendak serong ke kiri dengan kedua tangan diarahkan serong ke kanan dan ke kiri secara bergantian, lalu posisi badan diarahkan ke kiri diikuti kedua tangan (tangan kanan letakkan di atas tangan kiri dan sebaliknya, kedua tangan di depan lalu rentangkan kedua tangan ke
samping. Hitungan 1,2
Gambar 2.28 (Foto, Ratih:2014)
Bebalik Kenui Bebayang
[image:52.595.115.490.75.740.2]Hitungan 5,6,7,8 Gambar 2.30 (Foto, Ratih:2014) 17. Kenui Bebakhis
• Posisi badan mendak dan diam di tempat, tangan di kelik di depan dada lalu berputar. Setelah itu, kedua tangan proses berputar ke depan lalu di letakkan di samping bawah.
Hitungan 1,2,3,4 Gambar 2.31 (Foto, Ratih:2014)
18. Kenui Ngangkat ko Kepi
• Posisi badan mendak dan diam di tempat, kedua tangan di rentangkan ke samping atas dan bawah secara bergantian.
[image:53.595.112.490.76.737.2]Hitungan1,2,3,4 Gambar 2.33 (Foto, Ratih:2014)
Hitungan 5,6,7,8 Gambar 2.34 (Foto, Ratih:2014) 19. Ngelik Ngehaman
• Posisi badan mendak dan diam di tempat, kedua tangan di ukel ke arah kanan dan kiri secara bergantian. Lalu kedua tangan proses memutar ke samping bawah, ada pula yang proses memutar sampai kedua tangan sejajar.
Ngelik Ngehaman
[image:54.595.120.490.81.736.2]Hitungan 3,4 Gambar 2.36 (Foto, Ratih:2014)
Hitungan 5,6 Gambar 2.37 (Foto, Ratih:2014)
20. Mampam Kebelah
• Posisi badan mendak dan berputar, tangan kanan di letakkan di atas bahu dan tangan kiri di rentangkan ke bawah (begitu pula sebaliknya).
[image:55.595.113.489.84.708.2]Hitungan 1,2,3,4,5,6,7,8 Gambar 2.39 (Foto, Ratih:2014) 21. Hentak Kukut
• Posisi badan mendak, kaki kanan dan kiri di hentakkan secara bergantian, tangan kanan di letakkan di atas tangan kiri, lalu kedua tangan diletakkan sejajar kepala, di ukel dan direntangkan.
Hitungan 1,2 Gambar 2.40 (Foto, Ratih:2014)
Hentak Kukut
[image:56.595.114.488.81.752.2]Hitungan5,6,7,8 Gambar 2.42 (Foto, Ratih:2014) 22. Ngelik
• Posisi badan mendak, kaki berjalan ke samping kanan, kedua tangan di arahkan ke samping kanan sambil di ukel.
Hitungan 1,2,3,4 Gambar 2.43 (Foto, Ratih:2014) 23. Mutokh
• Posisi badan mendak, kedua tangan di kelik, lalu berputar mencari posisi.
24. Umbak
• Posisi badan mendak dan serong kanan kiri, tangan di letakkan ke arah serong kanan dan kiri sambil kedua tangan di putar.
[image:57.595.113.489.78.736.2]Hitungan 1,2 Gambar 2.45 (Foto, Ratih:2014)
Hitungan 3,4 Gambar 2.46 (Foto, Ratih:2014) 25. Kenui Bebayang Khanggal
• Posisi badan mendak, kedua kaki diarahkan ke samping kanan dan kiri, tangan di letakkan di depan dada lalu di rentangkan.
Kenui Bebayang Khanggal
[image:58.595.113.491.74.743.2]Hitungan 5,6,7,8 Gambar 2.48 (Foto, Ratih:2014) 26. Mutokh Mampam Kebelah
• Posisi badan sambil berputar di tempat, kedua tangan di rentangkan ke samping dengan salah satu tangan di arahkan ke atas dan bawah
Hitungan 1,2,3,4,5,6,7,8 Gambar 2.49 (Foto, Ratih:2014)
27. Ngeguwai Siger
• Membentuk gerak seperti siger
[image:59.595.115.491.80.738.2]Hitungan 1,2,3,4,5,6,7,8 Gambar 2.51 (Foto, Ratih:2014)
Hitungan 1,2,3,4,5,6,7,8 Gambar 2.52 (Foto, Ratih:2014)
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Desain Penelitian
Metode penelitian merupakan cara yang digunakan untuk mendapatkan data suatu pengetahuan tertentu dengan tujuan yang ditemuka dan dapat dikembangkan, sehingga dapat digunakan untuk memahami, memecahkan dan mengantisipasi masalah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah suatu metode penelitian yang ditunjukan untuk menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, yang berlangsung pada saat ini atau saat yang lampau (Sukmadinata, 2007:54).
3.2 Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian di SMP Negeri 1 Jati Agung adalah Kepala Sekolah, guru seni budaya, dan siswa kelas VII yang berjumlah 5 orang.
3.3 Teknik Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian merupakan hal yang esensial. Teknik pengumpulan data adalah langkah yang strategis, karena tujuan pokok penelitian adalah mengumpulkan data. Ada beberapa teknik pengumpulan data yaitu:
3.3.1 Observasi
Observasi atau pengamatan dapat diartikan sebagai penghimpunan bahan-bahan keterangan yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan serta sistematis terhadap berbagai fenomena yang dijadikan objek pengamatan (Sobry Sutikno, 2013:133). Dalam penelitian ini melakukan pengamatan langsung terhadap pembelajaran yang dilakukan oleh dalam pembelajaran tari muli siger menggunakan metode driil pada siswa di SMP Negeri 1 Jati Agung. Observasi atau pengamatan yang dilakukan sebelum penelitian berlangsung. Observasi dalam penelitian ini yaitu kunjungan secara langsung kesekolah sebelum penelitian untuk mengetahui pembelajaran dan mengidentifikasi masalah yang terjadi sehingga memudahkan peneliti untuk mendapatkan solusi dan melakukan penelitian lebih lanjut.
3.3.2 Wawancara
dalam penelitian ini dilakukan dengan bapak Hery Zusdianto selaku guru di SMP Negeri 1 Jati Agung, untuk menggali data yang berkaitan dengan pembelajaran seni tari di sekolah tersebut.
3.3.3 Dokumentasi
Dokumentasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen tertulis, gambar, ataupun elektronik (Sukmadinata, 2007:222). Dalam penelitian ini dokumentasi yang digunakan berupa catatan lapangan, foto, dan video yang digunakan untuk mendokumentasikan proses pembelajaran tari muli siger pada siswa di SMP Negeri 1 Jati Agung yang diambil pada setiap pertemuan saat penelitian. Dokumentasi ini digunakan untuk mempermudah peneliti dalam menganalisis hasil penelitian.
3.4 Instrumen Penelitian
Instrumen utama dalam penelitian ini adalah peneliti sebagai fasilitator. Pengumpulan data yang digunakan ini menggunakan beberapa panduan, diantaranya:
3.4.1 Panduan Observasi
Panduan observasi yang digunakan dalam penelitian ini berupa lembar pengamatan yang berisi kisi-kisi yang akan diamati dalam proses penelitian. Supaya mendapatkan data yang otentik, maka akan dilakukan pencatatan atas apa yang dilihat dan didengar secara langsung pada saat pengamatan dilakukan.
3.4.2 Panduan Wawancara
saat wawancara berupa alat tulis yaitu buku dan pena, untuk mencatat hal-hal penting yang di dapat selama proses penelitian berlangsung.
3.4.3 Panduan Dokumentasi
Panduan dokumentasi digunakan dalam mengumpulkan dokumen-dokumen yang berkaitan dengan data-data penelitian berupa catatan lapangan, foto dan video yang menggunakan alat bantu berupa buku, pena dan kamera untuk mencatat dan mengabadikan suatu proses pembelajaran saat berlangsungnya proses penelitian. 3.4.4 Tes Praktik
[image:63.595.122.507.511.753.2]Jenis tes yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes praktik. Tes ini digunakan untuk mengetahui penguasaan siswa terhadap materi pelajaran yang telah diajarkan mengenai pembelajaran tari muli siger dengan menggunakan metode drill.Data tes yang digunakan berupa data penguasaan materi tes praktik siswa yang dinilai menggunakan pedoman penskoran dengan menggunakan panduan indikator penilaian yang telah ditentukan.
Tabel 3.1
Indikator penilaian tes praktik siswa (individu) dalam pembelajaran tari muli siger
No Aspek yang dinilai
Sub
Indikator Deskriptor Skor
1. Kemampuan gerak dan hafalan (Wiraga)
Hafalan 1. Siswa mampu menarikan ragam gerak tarimuli sigerdengan urutan yang benar dari awal hingga akhir
2. Siswa menarikan ragam gerak tarimuli siger
dengan urutan yang tidak benar dengan melakukan 1-3 kesalahan gerak
5
3. Siswa menarikan ragam gerak tarimuli siger
dengan urutan yang tidak benar dengan melakukan 4-6 kesalahan gerak 4. Siswa menarikan ragam
gerak tarimuli siger
dengan urutan yang tidak benar dengan melakukan 7-10 kesalahan gerak 5. Siswa menarikan ragam
gerak tarimuli siger
dengan urutan yang tidak benar dengan melakukan lebih dari 10 kesalahan gerak 3 2 1 2. Kesesuaian gerak dengan tempo/hitunga n (wirama) Ketepatan dengan hitungan
1. Siswa mampu menarikan ragam gerak tarimuli sigerdengan urutan yang benar dan tempo yang tepat dari awal hingga akhir tanpa ada kesalahan
2. Siswa mampu menarikan ragam gerak tarimuli sigerdengan urutan yang tidak benar dan tempo yang tidak tepat dengan melakukan 1-3
kesalahan
5
3. Siswa menarikan ragam gerak tarimuli siger
dengan urutan yang tidak benar dan tempo yang tidak tepat dengan melakukan 4-6 kesalahan
4. Siswa menarikan ragam gerak tarimuli siger
dengan urutan yang tidak benar dan tempo yang tidak tepat dengan melakukan 7-10 kesalahan
5. Siswa belum dapat menarikan ragam gerak tarimuli sigerdengan urutan yang tidak benar dan tempo yang tidak tepat sama sekali
3
2
1
3. Ekspresi dan penjiwaan (wirasa)
Ekspresi wajah
1. Siswa mampu menarikan ragam gerak tarimuli sigerdengan
menggunakan ekspresi wajah tersenyum selama menari dan tidak terlihat bingung atau ragu dalam bergerak
2. Siswa mampu menarikan ragam gerak tarimuli sigerdengan
menggunakan ekspresi wajah tersenyum saat
5
menari tetapi terkadang terlihat bingung atau ragu dalam bergerak 3. Siswa mampu menarikan
ragam gerak tarimuli siger,namun terkadang menggunakan ekspresi wajah tersenyum, dan sesekali terlihat bingung atau ragu dalam bergerak 4. Siswa mampu menarikan
ragam gerak tarimuli sigernamun tidak menggunakan ekspresi wajah tersenyum saat menari
5. Siswa menarikan ragam gerak tarimuli siger
terlihat bingung dan ragu-ragu dalam bergerak
3
2
1
Penilaian kemampuan menari muli siger dengan indikator wiraga, wirama dan wirasa. Pada wiraga indikator penilaiannya dengan penghafalan gerak yang sudah diberikan, pada wirama indikator penilaian mengacu pada ketepatan tempo/hitungan dalam bergerak, dan pada wirasa indiktor penilaiannya adalah siswa dapat mengekspresikan wajah dalam menarikan tarimuli siger.
15, sehingga hasil belajar siswa dapat dilihat menggunakan patokan dengan perhitungan presentase untuk skala lima.
Tabel 3.2
Tolak ukur penilaian
Interval Presentasi Tingkat Penguasaan Keterangan
85-100 Baik Sekali
75-84 Baik
60-74 Cukup
40-59 Kurang
0-39 Kurang Sekali
(Nurgiantoro, 2001:36)
Setelah skor didapat, maka dilakukan akumulasi penilaian lembar praktik. Selanjutnya setelah skor siswa diperoleh maka diolah menjadi nilai dengan rumus berikut:
Nilai Siswa = Skor Siswa x Skor Ideal % Skor Maksimum
Dengan demikian, jika disandingkan dengan tolak ukur patokan dengan perhitungan persentase untuk skala lima maka nilai siswa mendapat presentase lebuh baik.
Tabel 3.3
Lembar Pengamatan Aktivitas Guru No Instrumen Kegiatan
Guru
P.1 P.2 P.3 P.4 P.5 P.6 P.7 P.8 P.9
[image:67.595.112.506.634.737.2]2 Memberitahukan KD dalam pembelajaran hari ini
3 Memberitahukan
indikator atau tujuan pembelajaran
4 Memberikan penjelelasan ragam gerak sebelum mempraktikan gerak tari pada siswa 5 Melibatkan peserta
didik secara aktif dalam pembelajaran
6 Melakukan pengecekan gerak tari pada saat siswa melakukan proses berlatih 7 Memberikan contoh
gerak tari yang jelas pada siswa yang kurang memahami bentuk gerak yang diajarkan pada saat bergerak 8 Memberi motivasi
9 Menyimpulkan hasil belajar
10 Memperhitungkan dan menyelesaikan waktu latihan sesuai dengan waktu belajar
Keterangan:
P.1 = Pertemuan Pertama
P.2 = Pertemuan Kedua
P.3 = Pertemuan ketiga
P.4 = Pertemuan Keempat
P.5 = Pertemuan Kelima
P.6 = Pertemuan Keenam
P.7 = Pertemuan Ketujuh
P.8 = Pertemuan Kedelapan
P.9 = Pertemuan Kesembilan
3.4.5 Nontest
[image:70.595.115.509.271.754.2]Tekniknontestdigunakan dalam penelitian dengan tujuan untuk memperoleh data penelitian tentang aktivitas belajar siswa pada saat proses pembelajaran tari muli siger menggunakan metode drill berlangsung. Pada saat mengamati aktivitas siswa, digunakan lembar penilian sebagai berikut.
Tabel 3.4
Lembar Penilaian Menggunakan MetodeDrill
No Aspek Keterangan Skor Kriteria
1. Kecakapan intelek
a. Semua siswa mampu memeragakan ragam gerak tari muli siger dengan hitungan yang benar
b. Terdapat 2 siswa tidak mampu memeragakan ragam gerak tari muli siger dengan hitungan yang benar
c. Terdapat 3 siswa tidak mampu memeragakan ragam gerak tari muli siger dengan hitungan yang benar
d. Terdapat 4 siswa tidak mampu memeragakan ragam gerak tari muli siger dengan hitungan yang benar
e. Semua siswa tidak mampu memeragakan ragam gerak tari muli siger dengan hitungan yang benar
2. Keterampilan motoris
a. Semua siswa mampu menirukan guru pada saat proses pemberian materi ragam gerak tarimuli siger berlangsung
b. Saat guru memperagakan ragam gerak tarimuli siger terdapat 2 siswa yang tidak mampu menirukan gerak dengan benar
c. Saat guru memperagakan ragam gerak tarimuli siger terdapat 3 siswa yang tidak mampu menirukan gerak dengan benar
d. Saat guru memperagakan ragam gerak tarimuli siger terdapat 4 siswa yang tidak mampu menirukan gerak dengan benar
e. Saat guru memperagakan ragam gerak tarimuli siger semua siswa tidak mampu menirukan gerak dengan benar 5 4 3 2 1 Baik Sekali Baik Cukup Kurang Gagal 3. Keseriusan berlatih
a. Semua siswa bersungguh-sungguh dalam berlatih ragam gerak tarimuli siger
b. Terdapat 2 siswa yang terlihat bermalas-malasan saat berlatih ragam gerak tari muli
5
4
Baik Sekali
siger
c. Terdapat 3 siswa yang terlihat bermalas-malasan saat berlatih ragam gerak tari muli siger
d. Terdapat 4 siswa yang terlihat bermalas-malasan saat berlatih ragam gerak tari muli siger
[image:72.595.115.505.82.387.2]e. Semua siswa tidak bersungguh-sungguh dalam berlatih ragam gerak tari muli siger dan terlihat bermalas-malasan 3 2 1 Cukup Kurang Gagal Tabel 3.5
Lembar Penilaian Aktivitas Siswa
No Jenis
Aktivitas Indikator Skor
Skor Maks 1. Visual
Activities
a. Semua siswa memerhatikan penjelasan yang disampaikan oleh guru
b. Ada 1-2 siswa yang tidak memerhatikan guru
c. Ada 3 siswa yang tidak memerhatikan guru
d. Ada 4 siswa yang tidak memerhatikan guru
2. Motor Activities
a. Semua siswa dapat mengimitasi ragam gerak dengan baik seperti yang disampaiakn oleh guru b. Ada 2 siswa tidak dapat
mengimitasi ragam gerak dengan baik seperti yang disampaiakn oleh guru
c. Ada 3 siswa tidak dapat mengimitasi ragam gerak dengan baik seperti yang disampaiakn oleh guru
d. Ada 4 siswa tidak dapat mengimitasi ragam gerak dengan baik seperti yang disampaiakn oleh guru
e. Semua siswa tidak dapat mengimitasi ragam gerak dengan baik seperti yang disampaiakn oleh guru 5 4 3 2 1 5 3. Emotional Activities
a. Semua siswa sangat bersemangat saat proses pembelajaran ragam gerak tarimuli siger
b. Ada 2 siswa yang tidak bersemangat saat proses pembelajaran ragam gerak tari muli siger
c. Ada 3 siswa yang tidak bersemangat saat proses pembelajaran ragam gerak tari muli siger
d. Ada 4 siswa yang tidak 5
4
3
2
bersemangat saat proses pembelajaran ragam gerak tari muli siger
e. Semua siswa tidak bersemangat saat proses pembelajaran ragam gerak tarimuli siger
1
[image:74.595.114.505.84.238.2](Sadirman, 2004: 101)
Tabel 3.6
Kriteria Skor Siswa
Skor Kriteria
5 Baik sekali
4 Baik
3 Cukup
2 Kurang
1 Gagal
Hasil belajar gerak tarimuli siger yang diukur dengan lembar pengamatannontest kemudian diakumulasikan dengan total skor keseluruhan yang berjumlah 15, sehingga hasil belajar siswa dapat dilihat menggunakan patokan dengan perhitungan presentase untuk skala lima. Setelah skor didapat, maka dilakukan akumulasi penilaiannontest. Selanjutnya setelah skor siswa diperoleh maka diolah menjadi nilai dengan rumus berikut:
3.5 Teknik Analisi Data
Analisis data adalah proses mencari data dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dimengerti oleh diri sendiri maupun orang lain (Sugiyono, 2012: 244).
Analisis data merupakan proses penyusunan data agar dapat ditafsirkan. Semua data yang diperoleh selama penelitian akan dianalisis secara deskriptif kualitatif untuk mengetahui penguasaan tari muli siger pada siswa di SMP Negeri 1 Jati Agung. Langkah-langkah analisis data yang diamati antara lain:
1. Membuat perencanaan kegiatan harian pada pembelajaran tari muli siger karena pembelajaran diawali dengan perencanaan sebelum memasuki langkah pelaksanaan dan evaluasi.
2. Mengamati pembelajaran tari muli siger menggunakan metode drill pada setiap penelitian.
3. Menganalisis hasil pembelajaran siswa menggunakan lembar indikator penilaian tes praktik siswa dalam pembelajaran tari muli siger setiap pertemuan.
4. Memberi nilai atau mempresentasikan hasil tes praktik siswa dalam pembelajaran tari muli siger menggunakan metode drill dengan rumus dan tolak ukur sebagai berikut:
Skor Siswa
NS = x Skor ideal %
Keterangan:
NS = Nilai Siswa Skor ideal = 100%
[image:76.595.133.451.268.421.2]5. Menentukan nilai hasil tes praktik yang diakumulasikan kemudian diukur kualitas hasil praktiknya menggunakan tolak ukur sebagai berikut:
Tabel 3.7 Tolak ukur penilaian
Interval Presentasi Tingkat Penguasaan Keterangan
85-100 Baik Sekali
75-84 Baik
60-74 Cukup
40-59 Kurang
0-39 Kurang Sekali
(Nurgiantoro, 2001:36)
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
1. Pembelajaran tari muli siger dengan menggunakan metode drill dapat mempermudah siswa dalam pembelajaran tari, khususnya dalam hal menirukan ragam gerak tari dengan benar, penghafalan gerak tari terutama pada siswa yang baru pertama kali mengenal seni tari dan siswa dapat berperan aktif dalam menganalisis ragam gerak, selain itu dapat menambah pengetahuan siswa terhadap kebudayaan daerah Lampung khususnya pada seni tari. Pembelajaran tari muli sigerdengan menggunakan metodedrill pada siswa dapat menghasilkan kecakapan intelek pada siswa yaitu siswa dapat memeragakan ragam gerak tari muli siger dengan tempo hitungan yang tepat, dapat meningkatkan keterampilan motoris siswa yaitu siswa dapat menirukan ragam gerak tari muli siger yang diajarkan dengan serius, serta menambah ketepatan dan kecepatan siswa dalam menerima materi belajar yang bersifat praktik dalam proses berlatih.
ragam gerak tarimuli sigersecara keseluruhan dengan baik. Ditinjau dari hasil tes praktik dengan aspek hafalan gerak, ketepatan gerak dengan hitungan, dan penggunaan ekspresi wajah memeroleh nilai rata-rata 77 tergolong dalam kategori baik. Ditinjau dari pengamatan siswa per aspek yaitu : 1). Aspek hafalan gerak memeroleh nilai rata-rata 80 dengan kategori baik.
2). Aspek ketepatan gerak dengan hitungan memeroleh nilai rata-rata 80 dengan kategori baik.
3). Aspek penggunaan ekspresi wajah memperoleh nilai rata-rata 72 dengan kategori cukup.
Pengamatan penggunaan metode drill pada proses pembelajaran tari muli siger menunjukan bahwa keseluruhan penilaian mendapatkan nilai 81 dan mendapatkan k