• Tidak ada hasil yang ditemukan

INOVASI PELAYANAN PUBLIK (STUDI PADA PT. PLN (PERSERO) DISTRIBUSI LAMPUNG RAYON WAY HALIM)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "INOVASI PELAYANAN PUBLIK (STUDI PADA PT. PLN (PERSERO) DISTRIBUSI LAMPUNG RAYON WAY HALIM)"

Copied!
87
0
0

Teks penuh

(1)

ABSTRACT

INOVATION OF PUBLIC SERVICE (STUDY AT PT. PLN (PERSERO) WAY HALIM REGION OF LAMPUNG DISTRIBUTION)

By

INTAN PP SITORUS

Inovation is a changing process to a better direction in public sector. Inovation is a way or even a breakthrough to overcome the traffic jam, and the organization deadlock in the public. The characteristic of the system in public sector is rigid, so that it has to be loosed by affection of inovated custom. Some of mistakes happened are misredd of electrical gauge, calculation and publication of electricity bill paid by the customer, and discontinuance electrical current if customer do not pay the bill right in time are the reasons why PT. PLN (Persero) Way Halim Region of Lampung Distribution creating the inovation of public service.

The aim of this research is to describle how can the public services inovation in PT. PLN (Persero) Way Halim Region of Lampung Distribution Improve it’s service quality for the society sort of this research is descriptive with qualitative approachment. Technique of data data interpretation are done by interview, documentation, and observation.

Within this research known that the public service inovation created by PT. PLN (Persero) Way Halim Region of Lampung Distribution is smart electricity, new connecting through call center 123, and checking for the bill via online can’t satisfy the society. Because of these three inovation still can’t handle the public anxiety which is often happening related to electrical extinguisting that bring great loss for society, then PT. PLN (Persero) has to react faster in creating the inovation based on public necessity.

(2)

INOVASI PELAYANAN PUBLIK (STUDI PADA PT. PLN

(PERSERO) DISTRIBUSI LAMPUNG RAYON WAY HALIM)

Oleh Intan PP Sitorus

Inovasi merupakan suatu proses perubahan ke arah yang lebih baik. Di sektor publik, inovasi adalah salah satu jalan atau bahkanbreakthroughuntuk mengatasi kemacetan dan kebuntuan organisasi di sektor publik. Karakteristik dari sistem di sektor publik yang kaku harus mampu dicairkan melalui penularan budaya inovasi. Sering terjadinya kesalahan pembacaan meteran, menghitung dan menerbitkan rekening yang harus dibayar pelanggan, melakukan penagihan kepada pelanggan, dan memutus aliran listrik jika pelanggan terlambat atau tidak membayar rekening listrik setelah waktu yang ditentukan adalah alasan PT. PLN (Persero) Distribusi Lampung Rayon Way Halim menciptakan inovasi pelayanan publik.

Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tentang bagaimana inovasi pelayanan publik pada PT. PLN (Persero) Rayon Way Halim dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat. Tipe penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi, dan observasi.

Dalam penelitian ini diketahui bahwa Inovasi Pelayanan Publik yang diciptakan oleh PT. PLN (Persero) Distribusi Lampung Rayon Way Halim adalah listrik pintar, penyambungan baru melaluicall center 123, dan cek tagihan secara online belum dapat dikatakan bisa memberikan kepuasan pelayanan bagi masyarakat karena ketiga inovasi tersebut belum menjawab keresahan masyarakat yaitu sering terjadinya pemadaman listrik yang merugikan masyarakat maka PT. PLN (Persero) harus lebih tanggap untuk menciptakan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

(3)

INOVASI PELAYANAN PUBLIK (STUDI PADA PT. PLN (PERSERO) DISTRIBUSI LAMPUNG RAYON WAY HALIM)

Oleh Intan PP Sitorus

Skripsi

Sebagai salah satu syarat untuk mencapai gelar SARJANA ADMINISTRASI NEGARA

Pada

Jurusan Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS LAMPUNG

(4)

(Skripsi)

Oleh: Intan PP Sitorus

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS LAMPUNG

(5)

DAFTAR BAGAN

(6)

Gambar Halaman

Gambar 1. Model Teknik Analisa Data ... 42

Gambar 2. Struktur Organisasi PT. PLN (Persero) Rayon Way Halim ... 54

Gambar 3. Pelanggan Sedang Mengikuti Prosedur Pelayanan Listrik Pintar . 68 Gambar 4. Brosur Listrik Pintar ... 76

Gambar 5. Contoh kwh yang Biasanya Dipasang ... 77

Gambar 6. Data Pemohon Pasang Baru PT. PLN (Persero) ... 85

Gambar 7. Logo Cek Tagihan Listrik PLN Secaraonline ... 89

Gambar 8. Tempat ID Pelanggan Cek Tagihan Listrik PLN Secaraonline ... 89

(7)

DAFTAR ISI

3. Pengaplikasian Definisi Dari Inovasi... 17

4. Klasifikasi Produk ... 19

5. Keberhasilan Inovasi ... 19

B. Pelayanan Publik ... 22

1. Pengertian Pelayanan Publik ... 22

2. Kualitas Pelayanan Publik ... 24

3. Prinsip Pelayanan Publik ... 27

4. Standar Pelayanan Publik ... 28

C. Inovasi Pelayanan Publik ... 30

D. Perusahaan Listrik Negara... 32

III. METODE PENELITIAN A. Tipe Penelitian ... 35

(8)

E. Teknik Pengumpulan Data ... 40

F. Teknik Analisis Data ... 42

G. Teknik Keabsahan Data ... 44

IV. GAMBARAN UMUM LOKASI PENELITIAN A. Gambaran Umum PT. PLN (Persero) ... 49

B. Tempat Kedudukan dan Wilayah Kerja PT. PLN (Persero)... 51

C. Tugas Pokok dan Fungsi PT. PLN (Persero) ... 52

D. Visi dan Misi PT. PLN (Persero) ... 52

E. Struktur Organisasi PT. PLN (Persero) Rayon Way Halim ... 53

F. Job Description ... 55

G. Disiplin Dunia Kerja ... 61

H. Sarana dan Prasarana ... 62

V. HASIL DAN PEMBAHASAN A. Data Hasil Penelitian 1. Listrik Pintar ... 65

2. Penyambungan Baru ... 83

3. Cek Tagihan Secara Online ... 88

4. Faktor Penghambat ... 91

B. Pembahasan 1. Inovasi Listrik Pintar PLN... 94

2. Inovasi Call center 123 PLN... 100

3. Inovasi Cek Tagihan Secara Online PLN ... 104

(9)

DAFTAR TABEL

Tabel Halaman

Tabel 1. Pelanggan PT. PLN (Persero) UPJ Way Halim ... 6

Tabel 2. Daftar Informan... 39

Tabel 3. Daftar Dokumen-Dokumen yang Berkaitan dengan Penelitian ... 40

Tabel 4. Triangulasi ... 46

Tabel 5. Daftar Pegawai PT. PLN (Persero) Rayon Way Halim ... 55

Tabel 6. Disiplin Waktu Kerja Pegawai atau Karyawan ... 61

Tabel 7. Disiplin Pakaian Pegawai atau Karyawan ... 61

Tabel 8. Jumlah Sarana dan Prasarana PT. PLN (Persero ... 62

Tabel 9. Biaya Pasang Baru yang dibayarkan ke PLN ... 72

Tabel 10. Target Pemohon Pelanggan Listrik Pintar ... 78

Tabel 11. Jumlah Sarana dan Prasarana PT. PLN (Persero) ... 78

Tabel 12. Daftar Bank dan Instansi yang Melayani Pembelian pulsa listrik ... 91

(10)
(11)
(12)

Berserulah kepada-Ku, maka Aku akan menjawab engkau dan akan

memberitahukan kepadamu hal-hal yang besar dan yang tidak

terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui.

Yeremia 33.3

Takut, kawatir dan gelisah akan membuat dirimu tidak dapat

berkembang dengan lebih baik

(Intan Sitorus)

Jika Tuhan Mengijinkan kita menapaki sebuah perjalanan berat, Dia

juga akan memberikan kita sepatu yang kuat.

(13)

P E R S E M B A H A N

Dengan Mengucap Syukur Kepada Tuhan Yesus

Kupersembahkan karya kecilku ini untuk :

Bapak dan Mama tercinta

(Lintong Sitorus & Marulam Sirait)

Yang senantiasa memberikan semangat. Terima kasih atas cinta,

kasih sayang, pengorbanan, kesabaran, dan do a yang tiada henti untuk

keberhasilanku.

Kakak-kakakku, Abangku dan Adikku yang tercinta

(Evy, Ivana, Verawaty, Sandro dan Syahputra)

Yang selalu siap memberikan semangat, kebahagiaan dan motivasi

dalam hidupku

Kekasih, Sahabat dan Teman-teman yang selalu memberikan

warna-warni di di dalam hidupku

Keluarga besar yang selalu memberikan do a dan dukungan kepadaku

Para pendidik dan Almamater Universitas Lampung

(14)

Penulis bernama lengkap Intan PP Sitorus, lahir di Lumban

Lobu pada tanggal 27 Januari 1993. Penulis merupakan anak

ke lima dari enam bersaudara dari pasangan Bapak Lintong

Sitorus dan Ibu Marulam Sirait, A.Ma.Pd. Pendidikan formal

yang telah ditempuh yakni Pendidikan Sekolah Dasar Negeri

1 Lumban Lobu, Tobasa, Sumatera Utara diselesaikan tahun

2004, pendidikan Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Lumban Julu, Tobasa,

Sumatera Utara diselesaikan pada tahun 2007, dan Sekolah Menengah Atas Swasta

Katolik Budi Murni 2 Medan diselesaikan tahun 2010.

Selanjutnya pada tahun 2011, penulis terdaftar sebagai mahasiswi pada Jurusan Ilmu

Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Lampung

yang diterima melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri

(SNMPTN). Pada tahun 2014, penulis melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di

Desa Sendang Mulyo Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah

selama 40 hari. Penulis juga mengikuti kegiatan kampus di Persekutuan Doa

Oikumene (PDO) FISIP UNLA dan menjadi Anggota Doa Persekutuan dan

(15)

SANWACANA

Dengan mengucap syukur kepada Tuhan Yesus Kristus, atas berkat dan

anugrahNya yang telah memberikan kemampuan bagi penulis untuk dapat

menyelesaikan skripsi ini yang berjudul “Inovasi Pelayanan Publik (Studi Pada PT. PLN (Persero) Distribusi Lampung Rayon Way Halim)” dengan baik. Penulis

menyadari bahwa dalam penyusunan skripsi ini masih terdapat banyak kekurangan

karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan yang penulis miliki. Pada

kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak

yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan skripsi ini antara lain:

1. Bapak Eko Budi Sulistio, S.Sos, M.AP selaku dosen pembimbing utama.

Terimakasih atas segala masukan, dukungan, semangat, nasehat dan

bimbingannya yang telah banyak membantu penulis dalam menyelesaikan

skripsi ini.

2. Bapak Nana, S.I.P, M.Si., selaku dosen pembimbing kedua. Terimakasih untuk

segala masukan, saran, dukungan yang diberikan, serta waktu untuk bimbingan

sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini.

3. Bapak Dr. Noverman Duadji, M.Si, selaku dosen pembahas. Terimakasih untuk

segala kritik, saran dan masukannya sehingga skripsi ini dapat terlihat dengan

lebih baik.

4. Bapak Drs. Hi. Agus Hadiawan, M.Si., selaku Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan

(16)

kasih atas semua masukan, dukungan, motivasi, semangat yang diberikan serta

turut mendukung kelancaran dalam beberapa hal administratif penyusunan

skripsi ini.

6. Seluruh dosen Ilmu Administrasi Negara (Pak Eko, Pak Nana, Pak Noverman,

Pak Dedy, Mis Devi, Ibu Dian, Ibu Dewi, Pak Simon, Ibu Intan, Prof Yuli, Pak

Bambang, Ibu Novita, Ibu Ani, Ibu Indri dan Pak Fery), terima kasih atas

segala ilmu yang telah diberikan. Semoga ilmu dan pengalaman yang telah

penulis peroleh pada saat perkuliahan dapat menjadi bekal berharga dan

bermanfaat dalam kehidupan penulis ke depannya.

7. Ibu Nur’aini sebagai Staf Jurusan Ilmu Administrasi Negara yang selalu memberikan pelayanan bagi penulis berkaitan dengan administrasi dalam

penyusunan skripsi.

8. Pihak PT. PLN (Persero) Distribusi Lampung dan Rayon Way Halim. Bang

Joki, Bapak I Ketut Darpa, Ibu Fitri Yuliani, Ibu Dita Artsana yang telah

memberikan waktunya untuk dapat diwawancarai sehingga membantu penulis

dapat menyelesaikan skripsi ini dan juga seluruh masyarakat pengguna inovasi

pelayanan.

9. Kedua orang tuaku Bapak Lintong Sitorus dan Mama Marulam Sirait, terima

kasih atas segala dukungan, materi, nasehat, perjuangan dan do’a yang tiada henti dalam proses penyusunan skripsi ini. Terima kasih karena senantiasa

memberikan kasih sayang dan cinta kasih kepada penulis sejak lahir hingga

saat ini dan seterusnya, semoga Bapak dan Mama semakin diberkati Tuhan

(17)

10. Kakak-kakak, Abang dan Adekku(Evy RH. Sitorus, Amd,Ivana H. Sitorus,

S.E,Verawaty RU. Sitorus, S.Pd,Sandro HH. Sitorus, S.E,Syahputra MM.

Sitorus,Amd) yang selalu memberikan canda tawa dengan kejailannya

masing-masing dan untuk mengisi hari-hariku lewat komunikasi jauh juga selalu

menanyakan kapan wisuda (semoga kita bisa menjadi kebanggaan orang tua

yaa..). Amin.. buat iparku (Bg Indra Saragih, Amd) dan keponakanku (Catherin

Simangunsong).

11. Terimakasih untuk seluruh keluarga besar dari bapak dan mama (opung, tulang

nantulang, tante uda, amangboru namboru, uda inanguda, bapatua inangtua) ,

yang selalu mendoa’kan dan memberikan semangat kepadaku serta selalu bertanya kapan selesai kuliahnya.

12. Terimakasih untuk Sahabat-sahabat D’Oneku (Alm. Ontiara, Arma si kecik, Mas Johan, Kyki, Susan-mama Aldino dan Chici). Trimakasih untuk segala

dukungan, semangat, motivasi, dorongan, doa kalian semua yang membuat aku

dapat menyelesaikan skripsi ini. Buat Alm. Kamu tetap yang terbaik  kita

semua kangen.

13. Terimakasih buat Tumanggor Family, hehehe. Buat Nantulang-Tulang, Kakak

& abg. Hmm, buat piyong yg selalu nongol d mana-mana. Tak bisa dibalaskan

semua kebaikan kalian hanya dengan kata-kata tapi biar Tuhan yang membalas

kebaikan kalian yang sebut kalian sebagai keluarga selama merantau di

Lampung. Tuhan memberkati

14. Terimakasih untuk seluruh keluarga besarku di PDO FISIP UNILA. (Bang

Anju FL. Simanjuntak (abang diskusi yg paling kece badai, sering cerita dgn

kegalauannya n menjadi tempat curhat di saat lg butuh, hahaha), Bang Okta,

(18)

yg masih jomblo aja. Ka Dita yg jd mak comblang, ,hehe. Bg Ifan yg pernah

baper n sampe nangis d dpnku,haha. Ka Betty Shewrite, tante kece yg gak

pernah diam kalo udah buka omongan). Angkatan 011 (Jenong teman terbaik yg slalu ada dlm suka duka. Banyak belajar dari Jenong tentang ketegarannya

menjadi wanita hebat, hihi.Yana bonbon yg selalu jutek, diam, ngeselin n jd teman cerita yg slalu gak nyambung,haha tapi asik punya teman yang satu

ini,selalu setia dalam keadaan apapun (masa iya?hmm..ahaha). Pong, kurangi lupa2nya, latahnya, muka seremnya d ilangin, emosinya apalagi,heehe.

Semangat terus slesain skripsinya Anggong yg duluny pendiem n skrg mulutnya cablak n ngeselin, lelet luar biasa tp untung ada yg mau, haha. Yessi yg kalo ketawa bisa mengguncangkan dunia. Selalu siap dimintain jd apapun,

haha. Jangan galau-galau lagi yes. Ito Rijal, semangat buat skripsiny to, semangat ). Angkatan 012 (Frisca, Vero, Tika, Tommy, Viyana, Yohana,

Infantri, Rida, Vera, Lestarida, Oliva, Bulbul, Nando, Bayu, Alex, Osman,

Yessi Igan). Angkatan 013 (Bobby, Semprul, Yolanda, Angel, Maria, Fajar,

Riko, Vania, Jesika, Iko, Budi). Angkatan 014 (Mirani, Malini, Derick yg

ngaku2 imut, Friska, Dewita, Yohana, Tiwi, Maria, Anita, Hernita, Samuel).

Angkatan 015 (Erral, Desi, Rona, Enjel, Swita, Nadia, Riris, Devita)

15. Teman-teman pengurus 2014-2015: mama lolok, pongpong, anggong, gitgit,

saraheyong, yonabaper, bg advenjudes, cukena tkgtidur, andi sukamimisan,

tepeng penggodawanita dan satria tkgmarah2. Kalian semua luar biasa,

trimakasih untuk kebersamaan kita dan aku bisa banyak belajar tentang

(19)

16. Adek2 diskusiku duet dgn jenong (Nadia, Siti, Cici, Tioma (selamat buat baby

Zehan), Rio, Tian, Mae, Bella, Alex). Trimakasih utk kegokilan kalian, hehe.

Semangat studinya & tetap melayani.  Adek2 diskusiku duet dgn Bobby

(Olaf, Sita, Miki, Desna, Sintong, Adeline, Hotma). Terimakasih utk kealayan

kalian selama ini, haha. Semangat buat kuliah & pelayanannnya.

17. Terimakasih untuk teman-teman GCC (Jenong, Amel, Watik, Syilvia, Esa, Oza

(mama Nazwa)). Kalian teman-teman yg selalu menemani hari-hari

perkuliahanku. Kerjain tugas bareng-bareng, menjadi teman curhat yg selalu

siap mendengarkanku, hehehe. Ketika kita sukses & berhasil nanti jangan

pernah berhenti komunikasi yaa..

18. Terimakasih buat keluargaku (Menbir Girl’s) Ka Ivo si Ibu Kosan, Ka Vera si tempat curhat, Ka Ely si Jawa asik, Ka Talen si ibu guru, Merry si Calon

Engineer, Lusy si Jabir, Yuni si tkg uduk, Delima si gak nyambung, Olin si

bule, Astri si suara nyaring, Purnama si calon dokter, Pebri yg ngaku2 ibu peri,

Yolanda si pencari lelaki, Oliva si tkg skripsi, Yohana, Agus, Putri, Swita, Devi

si tkg pulsa, Wahyu, Okta) yg mengisi hari-hariku di kosan.

19. Paksi Widyantoro, terima kasih atas do’a, motivasi, keceriaan, cinta kasihnya yang diberikan selama ini dan selalu menemani hari-hariku. Trimakasih juga

buat kebersamaan kita hingga sekarang. GBU

20. Terimakasih untuk seluruh kakak tingkat , teman-teman dan adik tingkat

Himagara yang tidak dapat dituliskan satu per satu. (Fatma, Mut, Oktavia,

Riza, Eka, Kristi, Laras, Coco, Alisa, Hesti, Iid, Astri, Putri, Cindy, Nisa, Okta

casabela, Ninda, Yori, Kartika, Seza, Lisa, Lili, Jusna, Lely, Tiwi, Farah,

(20)

Tengah, Ka Hixkia, Mas Aji, Mas Hafid, Bg Herlambang, Ivon, Gela, Made,

Raffi, Mas Hafid, Harisa).

Akhir kata penulis menyadari bahwa skripsi ini masih jauh dari kesempurnaan akan

tetapi sedikit harapan semoga karya sederhana ini dapat berguna dan bermanfaat

bagi kita semua. Amin.

PENULIS

(21)
(22)

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pada dewasa ini, listrik menjadi kebutuhan utama yang harus dipenuhi. Listrik

menentukan strategis perekonomian negara selain bahan bakar dan tenaga kerja,

terutama bagi wilayah yang perekonomiannya sedang berkembang. Masyarakat

sepenuhnya bergantung terhadap penggunaan listrik dalam kehidupan sehari-hari.

Setiap manusia pasti memerlukan listrik untuk rumah tangga, wilayah

perkantoran, instansi pemerintah, pabrik industri, perusahaan dll. Jika pasokan

listrik di suatu wilayah tercukupi dengan baik, maka sistem perekonomiannya

akan stabil dan dapat berkembang dengan pesat. Tingginya permintaan pasokan

listrik tersebut tidak diimbangi dengan jumlah pembangkit listrik yang ada di

seluruh wilayah Indonesia. Jaringan pembangkit listrik tidak dapat bekerja secara

berkesinambungan dengan normal tanpa adanya gangguan. (ESDM, 23 Januari

2014).

PT. PLN (Persero) merupakan BUMN pemegang kuasa usaha ketenagalistrikan,

yang bertugas menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum dalam jumlah

dan mutu yang memadai, memberikan jasa pelayanan umum berperan mengawasi

(23)

2

pengusaha, dan masyarakat dapat melakukan aktivitasnya. PT. PLN (Persero)

mempunyai tugas sebagai pengelola transmisi, operasi sistem dan transaksi tenaga

listrik dengan kualitas pelayanan kelas dunia yang mampu memenuhi harapan

stakeholder dan memberikan kontribusi dalam peningkatan kesejahteraan

masyarakat.

PT. PLN (Persero) banyak memberikan jasa pelayanan diantaranya pemasangan

listrik baru, penyediaan lampu penerangan jalan, penambahan daya listrik dan

layanan gangguan. PT. PLN (Persero) harus mampu memberikan pelayanan yang

sebaik-baiknya kepada masyarakat karena akan menciptakan kepuasan bagi

konsumen seperti yang ada pada UU No. 30 Tahun 2009 tentang ketenagalistrikan

bahwa konsumen berhak mendapatkan pelayanan yang baik.

Konteks pelayanan atau layanan publik tentu berkenaan dengan pemberian atau

distribusi barang dan jasa yang menjadi harapan masyarakat sesuai yang

dijanjikan lembaga atau badan publik menurut Duadji (2013:17). Sesungguhnya

pembedaan secara tegas antara barang dan jasa (layanan) tidaklah gampang

dilakukan. Hal ini dikarenakan pembelian barang fisik sering kali dibarengi pula

dengan unsur jasa layanan tertentu. Penawaran sebuah organisasi kepada

konsumen maupun calon konsumen biasanya mencakup sejumlah bentuk layanan.

Pelaksana layanan atau penyelenggara pelayanan adalah merupakan pejabat

publik. Akan tetapi sering sekali terjadi bahwa penguasa atau penyelenggara

(24)

birokrasi menjadi semakin jauh dari misinya untuk memberikan pelayanan publik.

Menurut Dwiyanto,dkk (2008:4), bahwa kemampuan dari suatu sistem pelayanan

publik dalam merespons dinamika yang terjadi dalam masyarakatnya secara tepat

dan efisien akan sangat ditentukan oleh bagaimana misi dari birokrasi dipahami

dan dijadikan sebagai dasar dan kriteria dalam pengambilan kebijakan oleh

birokrasi itu.

Menurut Sugandi (2011:123), birokrasi pada sektor publik pada dasarnya

dihadirkan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat. Meskipun birokrasi

publik memiliki ciri-ciri yang berbeda dengan organisasi bisnis, tetapi dalam

menjalankan misi, tujuan dan programnya menganut prinsip-prinsip efisiensi,

efektivitas, dan menempatkan masyarakat sebagai stakeholderyang harus dilayani

secara optimal. Maka dari itu, masalah tanggung jawab publik dan pelayanan

aparat birokrasi sebenarnya bukan semata-mata masalah aparat birokrasi, tetapi

masalah semua pihak yang terlibat dalam urusan pemerintahan, sehingga perlu

perhatian dari setiap komponen penyelenggara negara.

Banyak cara yang telah dilakukan organisasi perusahaan dan organisasi publik

dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, diantaranya adalah dengan

memberikan kesan atau citra yang baik dalam hal produk dan jasa maupun

pelayanan kepada konsumen. Hal ini perlu didukung dengan adanya respon dari

penyelenggara pelayanan publik. Sugandi (2011:124) mengatakan bahwa

(25)

4

daya tanggap aparatur terhadap kebutuhan masyarakat yang membutuhkan

pelayanan sebagaimana diatur di dalam aturan perundang-undangan”.

Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik,

Penyelenggara pelayanan publik harus mampu memperhatikan kebutuhan

masyarakat dan kondisi lingkungan. Dalam hal ini, masyarakat dilibatkan dalam

penyelenggaraan pelayanan tersebut untuk mengawasi pelaksanaan standar

pelayanan juga mendapat tanggapan terhadap pengaduan yang diajukan. Penulis

mengutip dari (http://www.academia.edu/9323905/Manajemen_Pelayanan_Publik,

diakses 03/03/15 pukul 23:30) yang mengatakan bahwa:

“Pelayanan publik yang buruk akan mengakibatkan terganggunya psikologi masyarakat yang dapat terlihat dari akan berkurangnya rasa saling menghargai di kalangan masyarakat, timbulnya kecurigaan-kecurigaan, meningkatnya pilih kasih pada salah satu pihak yang berlebihan yang akhirnya akan menimbulkan apatisme masyarakat baik terhadap pemerintah sebagai penyelenggara pelayanan publik maupun kepada masyarakat sebagai citizen yang memiliki hak untuk mendapatkan pelayanan yang prima dan adil”.

Sehingga dibutuhkan pelayanan yang mampu memberikan keadilan bagi

masyarakat dilihat dari bagaimana penyelenggara publik dalam memberikan

pelayanan yang baik.

Perusahaan atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang

penyediaan tenaga listrik, yaitu PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) bertugas

melayani masyarakat dengan menyediakan tenaga listrik yang kebutuhannya

meningkat setiap tahunnya. Peningkatan akan kebutuhan tenaga listrik sebagai

akibat dari peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat diiringi juga oleh

(26)

secara bergilir. Hal ini membuat masyarakat menjadi resah. Kasus lainnya adalah

bahwa setiap bulan PT. PLN (Persero) harus mencatat meteran dan keluhan

konsumen terkait lonjakan tagihan pemakaian listrik yang tidak sesuai dengan

yang tercantum pada meteran sebagai akibat pembacaan meteran yang tidak benar

oleh petugas, kedatangan petugas pencatat meteran pada waktu yang tidak tepat

dirasa mengganggu konsumen, menghitung dan menerbitkan rekening yang harus

dibayar pelanggan, melakukan penagihan kepada pelanggan yang terlambat atau

tidak membayar, dan memutus aliran listrik jika pelanggan terlambat atau tidak

membayar rekening listrik setelah waktu yang ditentukan. Untuk itu, PT. PLN

ingin memanjakan masyarakat dengan adanya inovasi yang telah diciptakan

sehingga masyarakat tidak lagi berhubungan langsung dengan petugas PLN. Maka

PLN menciptakan berbagai inovasi yang tujuannya untuk mempermudah

masyarakat dalam menikmati penggunaan listrik. Sehingga ada harapan besar agar

kasus-kasus tersebut tidak lagi dirasakan. (Sumber: wawancara penulis)

PT. PLN (Persero) Distribusi Lampung merupakan perusahaan listrik yang

melayani 14 Kabupaten se-wilayah Lampung dalam menyediakan listrik dan salah

satunya Rayon Way Halim. Didasari dengan kebutuhan listrik yang dari tahun ke

tahun pasti mengalami peningkatan khususnya di wilayah Lampung, PT. PLN

(Persero) Distribusi Lampung Rayon Way Halim dituntut untuk melakukan

perbaikan oleh perkembangan jaman yang saat ini terjadi. Selaku perusahaan

BUMN yang menangani masalah kepentingan listrik dan memberikan jumlah

pasokan listrik kepada masyarakat dalam jumlah yang sangat besar, tentunya PT.

(27)

6

satunya perusahaan yang sudah menciptakan beberapa inovasi dan telah

memperkenalkannya ke masyarakat melalui berbagai cara, seperti: Listrik Pintar,

Pelayanan pasang baru, cek tagihan secara online dan pengaduan melalui call

center 123. (Sumber: Wawancara Penulis)

Sosialisasi pelayanan listrik prabayar di Indonesia dimulai pada tahun 2008

khususnya untuk daerah Jawa dan Bali, sementara untuk PT PLN (Persero)

Distribusi Lampung melakukan sosialisasi dan pemasangan listrik prabayar

dimulai pada bulan Oktober 2009. Data yang didapatkan terkait pengguna

pelayanan PT. PLN (Persero) Distribusi Lampung pada awal-akhir Desember

2013 oleh Bidang Niaga & PP PT PLN (Persero) Distribusi Lampung, saat ini

jumlah pelanggan PLN di wilayah Lampung telah mencapai 1.502.275 pelanggan

dengan tingkat Ratio Elektrifikasi mencapai 77,55 % pada Desember 2013 lalu.

Sedangkan pada UPJ Way Halim pada Aplikasi Pelayanan Pelanggan Terpusat

(AP2T) jumlah pelanggan UPJ Way Halim hingga Oktober 2013 sebanyak 86.053

pelanggan yang terdiri dari 67.633 pelanggan pascabayar dan 18.420 pelanggan

prabayar. Sedangkan pada Maret 2015 pelanggan prabayar meningkat menjadi

30.075. Rincian jumlah pelanggan total dan pelanggan listrik pra bayar PT PLN

(Persero) UPJ Way Halim tersebut dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Pelanggan PT. PLN (Persero) UPJ Way Halim- Listrik Prabayar

No. Golongan Tarif/Daya Pelanggan

1. Sosial S2/450 VA I 1

(28)

S3/200 KVA 0

Jumlah Sosial 229

2. Rumah Tangga R.1/450 VA I 41

R.1/900 VA I 17.325

4. Industri I.1/450 VA I 0

I.1/900 VA I 1

Sumber: Buku Info Pintar Pelanggan PT. PLN (Persero) Rayon Way Halim Tahun 2015

PT. PLN (Persero) memiliki harapan dengan adanya inovasi pelayanan ini, yaitu

masyarakat akan lebih sejahtera untuk menikmati pelayanan yang diberikan dan

akan lebih mudah dalam mengontrol penggunaan listrik. Masyarakat juga tentu

menginginkan supaya kontinuitas dan kualitas pelayanan listrik PLN dapat

dijamin. Namun dalam operasional pelayanan tidak dapat dihindari terjadinya

(29)

8

menimbulkan ketidakpuasan pelanggan. Mengingat besarnya peranan inovasi bagi

setiap organisasi publik dan swasta dalam era global membawa dampak dalam

setiap pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, sehingga dapat

mempengaruhi meningkatnya kualitas pelayanan.

Konsumen atau pelanggan mempunyai arti penting bagi PLN (Persero) yang

bergerak dibidang jasa ataupun industri, suatu organisasi (PLN) akan tidak sangat

mungkin dapat hidup tanpa didukung oleh keberadaan konsumen atau pelanggan.

Konsumen atau pelanggan adalah faktor utama bagi ekstensi bagi suatu

perusahaan (PLN) oleh sebab itu orientasi pada konsumen atau pelanggan

merupakan syarat mutlak yang harus dipegang PLN (Persero). Salah satunya

memberikan pelayanan yang baik yang berkualitas bagi pelanggan agar terjadi

hubungan yang baik antara, PLN dan konsumen. Kepuasan pelanggan merupakan

respon pelanggan terhadap ketidaksesuaian antara tingkat kepentingan

sebelumnya dan kinerja aktual yang dirasakannya setelah pemakaian. Berdasarkan

hal tersebut peneliti merasa tertarik untuk mengadakan penelitian mengenai

“INOVASI PELAYANAN PUBLIK (STUDI PADA PT. PLN (PERSERO)

DISTRIBUSI LAMPUNG RAYON WAY HALIM)”.

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka rumusan masalah dalam

penelitian ini adalah :

1. Bagaimana inovasi pelayanan publik pada PT. PLN (Persero) Rayon Way

(30)

2. Apa saja faktor penghambat yang dihadapi PT. PLN (Persero) Rayon Way

Halim dalam pelaksanaan inovasi pelayanan publik ?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan dengan rumusan masalah di atas, penelitian ini bertujuan:

1. Untuk memberikan gambaran tentang bagaimana inovasi pelayanan publik

pada PT. PLN (Persero) Rayon Way Halim dalam meningkatkan kualitas

pelayanan bagi masyarakat

2. Untuk mengetahui apa saja yang menjadi kendala-kendala yang dihadapi PT.

PLN (Persero) Rayon Way Halim dalam pelaksanaan inovasi pelayanan

publik.

D. Manfaat Penelitian

Adapun manfaat dari penelitian ini adalah :

1. Manfaat dari kegiatan penelitian yang dilakukan oleh penulis secara

akademik, bahwa temuan-temuan dalam penelitian menjadi bahan kajian

yang memberikan manfaat bagi Universitas Lampung yaitu khususnya dalam

rangka pengembangan ilmu administrasi negara, dan pengembangan tentang

konsep inovasi pelayanan publik dari sisi peningkatan kualitas pelayanan

publik.

2. Manfaat dari kegiatan penelitian yang dilakukan oleh penulis secara praktis,

bahwa hasil penelitian ini memberikan masukan bagi pemerintahan

khususnya bagi instansi yang terkait dalam meningkatkan kualitas pelayanan

(31)

10

pelayanan publik sehingga dapat mengetahui pada titik mana masyarakat

akan puas dengan pelayanan yang diberikan sesuai dengan keinginan

(32)

II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Inovasi

1. Pengertian Inovasi

Istilah inovasi memang selalu diartikan secara berbeda-beda oleh beberapa ahli.

Menurut Suryani (2008:304), Inovasi dalam konsep yang luas sebenarnya tidak

hanya terbatas pada produk. Inovasi dapat berupa ide, cara-cara ataupun obyek

yang dipersepsikan oleh seseorang sebagai sesuatu yang baru. Inovasi juga sering

dugunakan untuk merujuk pada perubahan yang dirasakan sebagai hal yang baru

oleh masyarakat yang mengalami. Namun demikian, dalam konteks pemasaran

dan konteks perilaku konsumen inovasi dikaitkan dengan produk atau jasa yang

sifatnya baru. Baru untuk merujuk pada produk yang memang benar-benar belum

pernah ada sebelumnya di pasar dan baru dalam arti ada hal yang berbeda yang

merupakan penyempurnaan atau perbaikan dari produk sebelumnya yang pernah

ditemui konsumen di pasar.

Kata inovasi dapat diartikan sebagai “proses” atau “hasil” pengembangan danatau pemanfaatan atau mobilisasi pengetahuan, keterampilan (termasuk keterampilan

teknologis) dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk, proses

(33)

12

Sutarno (2012:132), inovasi adalah transformasi pengetahuan kepada produk,

proses dan jasa baru, tindakan menggunakan sesuatu yang baru. Sedangkan

menurut Mitra pada buku tersebut dan pada halaman yang sama, bahwa inovasi

merupakan eksploitasi yang berhasil dari suatu gagasan baru atau dengan kata lain

merupakan mobilisasi pengetahuan, keterampilan teknologis dan pengalaman

untuk menciptakan produk, proses dan jasa baru. Namun menurut Vontana

(2009:20), inovasi adalah kesuksesan ekonomi dan sosial berkat diperkenalkannya

cara baru atau kombinasi baru dari cara-cara lama dalam mentransformasi input

menjadi output yang menciptakan perubahan besar dalam hubungan antara nilai

guna dan harga yang ditawarkan kepada konsumen dan/atau pengguna,

komunitas, sosietas dan lingkungan.

Hampir sama dengan inovasi organisasi menurut Sutarno (2012:134-135) yang

didefinisikan sebagai cara-cara baru dalam pengaturan kerja, dan dilakukan dalam

sebuah organisasi untuk mendorong dan mempromosikan keunggulan kompetitif.

Inti dari inovasi organisasi adalah kebutuhan untuk memperbaiki atau mengubah

suatu produk, proses atau jasa. Inovasi organisasi mendorong individu untuk

berpikir secara mandiri dan kreatif dalam menerapkan pengetahuan pribadi untuk

tantangan organisasi. Semua organisasi bisa berinovasi termasuk untuk organisasi

perusahaan, rumah sakit, universitas, dan organisasi pemerintahan. Pentingnya

nilai, pengetahuan dan pembelajaran dalam inovasi organisasi sangat penting.

Menurut Yogi dalam LAN (2007:115), inovasi biasanya erat kaitannya dengan

lingkungan yang berkarakteristik dinamis dan berkembang. Pengertian inovasi

(34)

(2007:115) menjelaskan bahwa inovasi adalah sebuah ide, praktek, atau objek

yang dianggap baru oleh individu satu unit adopsi lainnya. Sedangkan menurut

Damanpour bahwa sebuah inovasi dapat berupa produk atau jasa yang baru,

tekonologi proses produk yang baru, sistem struktur dan administrasi baru atau

rencana baru bagi anggota organisasi.

Menurut Rogers dalam LAN (2007:116) mengatakan bahwa inovasi mempunyai

atribut sebagai berikut:

1. Keuntungan Relatif

Sebuah inovasi harus mempunyai keunggulan dan nilai lebih dibandingkan

dengan inovasi sebelumnya. Selalu ada sebuah nilai kebaruan yang melekat dalam

inovasi yang menjadi ciri yang membedakannya dengan yang lain.

2. Kesesuaian

Inovasi juga sebaiknya mempunyai sifat kompatibel atau kesesuain dengan

inovasi yang digantinya. Hal ini dimaksudkan agar inovasi yang lama tidak serta

merta dibuang begitu saja, selain karena alasan faktor biaya yang sedikit, namun

juga inovasi yang lama menjadi bagian dari proses transisi ke inovasi terbaru.

Selain itu juga dapat memudahkan proses adaptasi dan proses pembelajaran

terhadap inovasi itu secara lebih cepat.

3. Kerumitan

Dengan sifatnya yang baru, maka inovasi mempunyai tingkat kerumitan yang

boleh jadi lebih tinggi dibandingkan dengan inovasi sebelumnya. Namun

demikian, karena sebuah inovasi menawarkan cara yang lebih baru dan lebih baik,

(35)

14

4. Kemungkinan Dicoba

Inovasi hanya bisa diterima apabila telah teruji dan terbukti mempunyai

keuntungan atau nilai dibandingkan dengan inovasi yang lama. Sehingga sebuah

produk inovasi harus melewati fase “uji publik”, dimana setiap orang atau pihak mempunyai kesempatan untuk menguji kualitas dari sebuah inovasi.

5. Kemudahan diamati

Sebuah inovasi harus juga dapat diamati, dari segi bagaimana sebuah inovasi

bekerja dan menghasilkan sesuatu yang lebih baik.

Berdasarkan pendapat dari beberapa ahli maka peneliti dapat menarik kesimpulan

bahwa inovasi merupakan suatu penemuan baru yang berbeda dari yang

sebelumnya berupa hasil pemikiran dan ide yang dapat dikembangkan juga

diimplementasikan agar dirasakan manfaatnya.

Inovasi erat kaitannya teknologi dan informasi, khususnya internet, memiliki

peranan penting dalam meningkatkan transparansi. Richard Heeks dalam LAN

(2007:98) mengelompokkan manfaat tekonologi informasi dan komunikasi dalam

dua kelompok, yaitu:

1. Manfaat pada Tingkat Proses

a. Menghemat biaya: mengurangi biaya transaksi bagi masyarakat untuk akses ke

informasi pemerintah dan mengirim informasi ke pemerintah, mengurangi biaya

bagi pemerintah untuk menyediakan inoformasi.

b. Menghemat waktu: mempercepat proses internal dan proses pertukaran data

(36)

c. Mengurangi keterbatasan: dimanapun, kapanpun informasi dan layanan

pemerintah dapat diakses oleh masyarakat.

d. Keputusan yang lebih baik: pimpinan dapat mengontrol kinerja stafnya,

mengontrol kegiatan, ataupun mengontrol kebutuhan.

2. Manfaat pada Tingkat Pengelolaan

a. Merubah perilaku aparatur: mengurangi interes pribadi dan meningkatkan

interes rasional atau nasional. Misalnya dalam mengurangi tindakan korupsi,

mengurangi pemalsuan, kerja lebih efektif dan efisien dan perlakuan terhadap

masyarakat yang lebih setara dalam pelayanan publik.

b. Merubah perilaku masyarakat: partisipasi yang lebih besar terhadap proses

pemerintahan dan memperluas kesempatan pemasok untuk ambil bagian dalam

pelayanan pengadaan barang atau jasa.

c. Pemberdayaan: meningkatkan keseimbangan kekuatan antar kelompok, melalui

kemudahan, akses ke informasi kepemerintahan. Pemberdayaan aparatur lebih

meningkat melalui akses ke informasi yang dibutuhkan mereka dalam

menjalankan tugas dan fungsinya, pemberdayaan pemasok melalui akses ke

informasi tentang pengadaan barang dan jasa dan pemberdayaan manajer melalui

akses ke informasi mengenai stafnya dan sumberdaya lainnya.

2. Jenis-Jenis Inovasi

Menciptakan inovasi harus bisa menentukan inovasi seperti apa yang seharusnya

dilakukan dalam meningkatkan pelayanan PT. PLN (Persero) agar inovasi

tersebut dapat berguna dan bertahan lama. Jenis-jenis inovasi menurut Robertson

(37)

16

dalam menciptakan inovasi layanan PT. PLN, jenis-jenis inovasi tersebut antara

lain:

a. Inovasi Terus Menerus

Adalah modifikasi dari produk yang sudah ada dan bukan pembuatan produk

yang baru sepenuhnya. Inovasi ini menimbulkan pengaruh yang paling tidak

mengacaukan pola perilaku yang sudah mapan. Contohnya, memperkenalkan

perubahan model baru, menambahkan mentol pada rokok atau mengubah

panjang rokok.

b. Inovasi Terus Menerus Secara Dinamis

Mungkin melibatkan penciptaan produk baru atau perubahan produk yang

sudah ada, tetapi pada umumnya tidak mengubah pola yang sudah mapan dari

kebiasaan belanja pelanggan dan pemakaian produk. Contohnya antara lain,

sikat gigi listrik, compact disk, makanan alami dan raket tenis yang sangat

besar.

c. Inovasi Terputus

Melibatkan pengenalan sebuah produk yang sepenuhnya baru yang

menyebabkan pembeli mengubah secara signifikan pola perilaku mereka.

Contohnya, komputer,videocassete recorder.

Menurut Wibisono (2006:113) cara yang paling mudah untuk mendeteksi

keberhasilan inovasi adalah melalui pengecekan didapatkannya pelanggan baru

(akuisisi pelanggan), pertumbuhan penjualan, loyalitas pelanggan, dan

(38)

Nugroho (2003:395) berpendapat bahwa kebanyakan produk baru berasal dari

bentuk terus menerus. Pada tahun-tahun belakangan adalah modifikasi atau

perluasan dari produk yang sudah ada, dengan sedikit perubahan pada pola

perilaku dasar yang diminta oleh konsumen. Namun dari jenis-jenis inovasi

tersebut, penulis lebih memilih inovasi terus menerus secara dinamis. Karena PT.

PLN (Persero) Rayon Way Halim menciptakan inovasi pelayanan publik yang

tidak sepenuhnya mengubah secara signifikan produk yang sudah ada sebelumnya

namun hanya dengan menambah pola pada produk sebelumnya sehingga terlihat

semakin canggih.

3. Pengaplikasian Definisi Dari Inovasi

Terdapat empat faktor yang mendasarinya, menurut Nugroho (2003:398), terdiri

dari:

a. Orientasi Produk

Konsumen menyukai produk yang menawarkan kualitas dan performance

terbaik serta inovatif. Perusahaan seringkali mendesain produk tanpa input

daricustomer.

b. Orientasi Pasar

Kunci untuk mencapai tujuan organisasi terdiri dari penentuan kebutuhan dan

keinginan dari target market serta memberikan kepuasan secara lebih baik

dibandingkan pesaing.

Ada empat faktor yang menjadi landasan utama konsep ini, yaitu:

1. Penetuan target market secara tepat dan mempersiapkan program

pemasaran yang sesuai.

(39)

18

3. Integrated marketing, setiap bagian atau departement dalam perusahaan

bekerja sama untuk melayani kepentingan konsumen yang terdiri dari

dua tahap, yaitu: fungsi-fungsi marketing harus terkoordinir dan

kerjasama antar departement.

4. Profitability, profit diperoleh melalui penciptaan nilai pelanggan yang

berkualitas, pemuasan akan kebutuhan pelanggan lebih baik daripada

pesaing.

c. Orientasi Perusahaan

Adalah menentukan keinginan dan kebutuhan dari target market dan

memberikan kepuasan secara lebih baik dibandingkan para pesaing melalui

suatu cara yang dapat meningkatkan kesejahteraan konsumen dan

masyarakat.

d. Orientasi Konsumen

Pada prinsipnya dalam penyebaran produk baru (inovasi), konsumen

menginginkan produk yang ada tersedia di banyak tempat, dengan kualitas

yang tinggi, akan tetapi dengan harga yang rendah sehingga konsumen lebih

banyak mengkonsumsi barang dan bahkan sampai pembelian yang

berulang-ulang.

Maka dapat disimpulkan bahwa keberhasilan sebuah inovasi ditandai dengan

adanya keempat faktor di atas sebagai pendukung. Apabila inovasi yang telah

diciptakan oleh PT. PLN (Persero) sudah memiliki faktor-faktor tersebut maka

(40)

4. Klasifikasi Produk

Inovasi sering dihubungkan dengan produk baru. Menurut Sunyoto (2013:9), dari

produk yang biasa dibeli konsumen, kita dapat melakukan penggolongan atau

klasifikasi mengenai produk. Produk menurut daya tahannya dikelompokkan

menjadi tiga, yaitu:

a. Barang yang tahan lama

Barang yang tahan lama (durable goods) adalah merupakan barang nyata

yang biasanya melayani banyak kegunaan, misalnya pakaian, peralatan

otomotif, komputer, peralatan bengkel, lemari es, dan sebagainya.

b. Barang yang tidak tahan lama

Barang yang tidak tahan lama (nondurable goods) adalah merupakan barang

nyata yang biasanya dikonsumsi untuk satu atau beberapa kegunaan,

misalnya pasta gigi, kuliner, minuman energi, obat generik dan lainnya.

c. Jasa

Merupakan kegiatan, manfaat atau kegunaan yang ditawarkan untuk dijual,

misalnya bengkel sepeda motor, reparasi komputer dan televisi, loundry, jasa

angkutan barang, jasa olah data, rental mobil dan sepeda motor, kursus

bahasa asing, kursus program komputer, dan lainnya.

5. Keberhasilan Inovasi

Produk baru yang dibuat perlu diperkenalkan kepada pasar agar produk tersebut

diterima dan dipakai secara meluas. Proses mulai dikenalkan hingga digunakan

oleh masyarakat secara luas inilah yang disebut prosesdifusi. Rogers dalam

Suryani (2008:305) mendefinisikannya sebagai proses dimana inovasi

(41)

20

diantara anggota suatu sistem sosial. Menurut Rogers dalam difusi ini terdapat

beberapa faktor yang menentukan keberhasilan difusi inovasi, yaitu ada empat

faktor:

a. Karakteristik Inovasi (Produk)

Sebuah produk baru dapat dengan mudah diterima oleh konsumen

(masyarakat) jika produk tersebut mempunyai keunggulan relatif. Artinya

produk baru akan menarik konsumen jika produk tersebut mempunyai

kelebihan dibandingkan produk-produk yang sudah ada sebelumnya di pasar.

Contohnya, handphone. Dalam waktu yang relatif pendek telah banyak

digunakan oleh masyarakat karena produk tersebut mempunyai keunggulan

relatif dibandingkan dengan sarana komunikasi sebelumnya.

Faktor produk lain berupa compability juga berpengaruh terhadap hasil

inovasi. Produk yang kompatibel adalah produk yang mampu memenuhi

kebutuhan, nilai-nilai, dan keinginan konsumen secara konsisten. Faktor

ketiga dari karakteristik produk berpengaruh terhadap difusi adalah

kompleksitas. Semakin komplek, semakin sulit mengoperasikannya, semakin

tidak menarik konsumen. Konsumen akan memilih produk yang sederhana

dan mudah digunakan. Konsumen lebih menarik menggunakan produk yang

lebih sederhana dibandingkan dengan produk yang kesulitan dalam

pengoperasiannya. Faktor keempat adalah kemampuan untuk dicoba

(triability). Produk baru apabila memberikan kemudahan untuk dicoba dan

dirasakan oleh konsumen akan menarik bagi konsumen. Dan faktor lain

adalah kemampuan untuk dilihat konsumen (observability). Observability

(42)

kepada konsumen lainnya. Semakin mudah dilihat dan mampu

mengkomunikasikan kepada konsumen lain bahwa produk tersebut baru akan

semakin menarik karena artinya mampu memberikan petunjuk kepada

konsumen lain bahwa dirinya termasuk konsumen yang mengikuti

perkembangan.

b. Saluran Komunikasi

Inovasi akan menyebar pada konsumen yang ada di masyarakat melalui

saluran komunikasi yang ada. Suatu produk baru akan dapat dengan segera

dan menyebar luas ke masyarakat (konsumen) jika perusahaan memanfaatkan

saluran komunikasi yang banyak dan jangkauannya luas seperti media massa

dan jaringan interpersonal.

c. Upaya Perubahan dari Agen

Perusahaan harus mampu mengidentifikasi secara tepat opinion leader yang

akan digunakan dan mampu melibatkannya sebagai agen perusahaan untuk

mempengaruhi konsumen atau masyarakat dalam menerima dan

menggunakan produk baru (inovasi).

d. Sistem Sosial

Pada umumnya sistem sosial masyarakat modern lebih mudah menerima

inovasi dibandingkan dengan masyarakat yang berorientasi pada sistem sosial

tradisional karena masyarakat modern cenderung mempunyai sikap positif

terhadap perubahan, umumnya menghargai terhadap pendidikan dan ilmu

pengetahuan, mempunyai perspektif keluar yang lebih baik dan mudah

(43)

22

mempermudah masukan penerimaan ide-ide baru dalam sistem sosial dan

anggotanya dapat melihat dirinya dalam peran yang berbeda-beda.

Penulis menyimpulkan bahwa suatu inovasi dikatakan berhasil maka harus

memiliki empat faktor berikut, yaitu: karakteristik, adanya saluran komunikasi,

adanya upaya dari agen dan dipengaruhi sistem sosial.

B. Pelayanan Publik

1. Pengertian Pelayanan Publik

Terdapat banyak literatur ilmiah yang telah menyajikan defenisi tentang

pelayanan publik tetapi pada penelitian ini akan diuraikan beberapa penjabaran

dari beberapa ahli diantaranya menurut Pasolong (2010:128), pelayanan pada

dasarnya didefinisikan sebagai aktifitas seseorang, sekelompok dan atau

organisasi baik secara langsung maupun tidak langsung untuk memenuhi

kebutuhan. Jadi dapat dikatakan bahwa dalam pelayanan terdapat dua aspek yaitu

seseorang atau organisasi dan pemenuhan kebutuhan. Menurut Sinambela

(2006:5) pelayanan publik diartikan, pemberian layanan (melayani) keperluan

orang atau masyarakat yang mempunyai kepentingan pada organisasi itu sesuai

dengan aturan pokok dan tata cara yang telah ditetapkan.

Sedangkan menurut Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan

Publik, Pelayanan publik adalah kegiatan atau kebutuhan pelayanan bagi setiap

warga negara dan penduduk atas barang, jasa, dan atau pelayanan administratif

(44)

Sugandi (2011:124) bahwa dalam sistem pemerintahan dominan, perumus dan

pelaksana layanan publik dilakukan oleh pemerintah, dan masyarakat sebagai

penerima layanan. Namun menurut Dwiyanto dalam Sugandi (2011:124),

pelayanan oleh birokrasi seharusnya digerakkan oleh visi dan misi pelayanan,

namun pada kenyataannya justru digerakkan oleh peraturan dan anggaran yang

tidak dimengerti oleh publik karena tidak disosialisasikan secara transparan.

Dalam Undang-undang Pelayanan Publik No. 25 Tahun 2009 disebutkan bahwa

layanan publik oleh pemerintah dibedakan menjadi tiga kelompok layanan

administratif, yaitu: Pertama, kelompok layanan yang mengahasilkan bentuk

dokumen resmi yang dibutuhkan publik; Kedua, kelompok layanan yang

menghasilkan berbagai bentuk atau jenis barang yang digunakan oleh publik;

Ketiga, kelompok layanan yang menghasilkan barang jasa yang dibutuhkan oleh

publik.

Undang-undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik dalam Lukman

(2013:16) memaparkan ruang lingkup pelayanan publik yang dapat digolongkan

ke dalam dua bentuk, yaitu:

a. Pelayanan Barang dan Jasa Publik

Pelayanan pengadaan dan penyaluran barang dan jasa publik bisa dikatakan

mendominasi seluruh pelayanan yang disediakan pemerintah kepada

masyarakat. Pelayanan publik kategori ini bisa dilakukan oleh instansi

pemerintah yang sebagian atau seluruh dananya merupakan kekayaan negara

(45)

24

pemerintah yang sebagian atau seluruh dananya berasal dari kekayaan negara

yang dipisahkan (Badan Usaha Milik Negara/BUMN).

b. Pelayanan Administratif

Pelayanan publik dalam kategori ini meliputi tindakan administratif

pemerintah yang diwajibkan oleh negara dan diatur dalam

perundang-undangan dalam rangka mewujudkan perlindungan pribadi, keluarga,

kehormatan, dan harta benda juga kegiatan administratif yang dilakukan oleh

instansi nonpemerintah yang diwajibkan oleh negara dan diatur dalam

perundang-undangan serta diterapkan berdasarkan perjanjian dengan

penerima pelayanan.

Berdasarkan beberapa definisi yang dikemukakan oleh beberapa ahli seperti yang

ada di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pelayanan publik adalah suatu

kegiatan pelayanan yang dilakukan oleh pemberi pelayanan dalam memenuhi

kebutuhan masyarakat yang harus digerakkan dan disosialisasikan secara terbuka.

Juga berdasarkan pemaparan tentang ruang lingkup yang berkaitan dengan

pelayanan publik, PT. PLN (Persero) Rayon Way Halim masuk kedalam kategori

pelayanan barang dan jasa publik yang mana PT. PLN (Persero) ini memberikan

jasa kepada masyarakat dalam hal ketersediaan listrik.

2. Kualitas Pelayanan Publik

Kualitas pelayanan publik merupakan tolak ukur untuk menentukan bagaimana

kinerja layanan publik di suatu lembaga penyedia layanan publik. Menurut

(46)

“Kualitas pada dasarnya merupakan kata yang menyandang arti relatif bersifat abstrak, kualitas dapat digunakan untuk menilai atau menentukan tingkat penyesuaian suatu hal terdapat persyaratan atau spesifikasinya itu terpenuhi berarti kualitas suatu hal yang dimaksud dapat dikatakan baik, sebaliknya jika persyaratan tidak terpenuhi maka dapat dikatakan tidak baik. Secara teoritis, tujuan pelayanan publik pada dasarnya adalah memuaskan masyarakat”.

Sinambela (2006:6) menjelaskan bahwa untuk mencapai kepuasan itu dituntut

kualitas pelayanan prima yang tercermin dari:

1. Transparansi, yakni pelayanan yang bersifat terbuka, mudah dan disediakan

secara memadai serta mudah dimengerti.

2. Akuntabilitas, yakni pelayanan yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai

dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

3. Kondisional, yakni pelayanan yang sesuai dengan kondisi dan kemampuan

pemberi dan penerima pelayanan dengan tetap berpegang pada prinsip

efisiensi dan efektivitas.

4. Partisipatif, yaitu pelayanan yang dapat mendorong peran serta masyarakat

dalam penyelenggaraan pelayanan publik dengan memperhatikan aspirasi,

kebutuhan, dan harapan masyarakat.

5. Kesamaan hak, yaitu pelayanan yang tidak melakukan diskriminasi dilihat

dari aspek apa pun khususnya suku, ras, agama, golongan, status sosial, dan

lain-lain.

6. Keseimbangan hak dan kewajiban, yaitu pelayanan yang mempertimbangkan

aspek keadilan antara pemberi dan penerima pelayanan publik.

Gasperz dalam Sinambela (2006:7) mengemukakan bahwa pada dasarnya kualitas

(47)

26

1. Kualitas terdiri atas sejumlah keistimewaan produk, baik keistimewaan

langsung, maupun keistimewaan atraktif yang memenuhi keinginan

pelanggan dan memberikan kepuasan atas penggunaan produk.

2. Kualitas terdiri atas segala sesuatu yang bebas dari kekurangan atau

kerusakan.

Disamping itu, Zeithhalm-Parasuman-Berry dalam Pasolong (2010:135),

mengatakan bahwa untuk mengetahui kualitas pelayanan yang dirasakan secara

nyata oleh konsumen, ada beberapa indikator ukuran kepuasan konsumen yang

terletak pada lima dimensi kualitas pelayanan menurut apa yang dikatakan

konsumen. Kelima dimensi tersebut antara lain yaitu :

1. Tangibles : kualitas pelayanan berupa sarana fisik perkantoran, komputerisasi

administrasi, ruang tunggu, tempat informasi.

2. Reliability : kemampuan dan kehandalan untuk menyediakan pelayanan yang

terpercaya.

3. Responsivess : kesanggupan untuk membantu dan menyediakan pelayanan

secara cepat dan tepat, serta tanggap terhadap keinginan konsumen.

4. Assurance : kemampuan dan keramahan serta sopan santun pegawai dalam

meyakinkan kepercayaan konsumen.

5. Emphaty: sikap tegas tetapi penuh perhatian dari pegawai terhadap konsumen.

Menurut Sinambela (2006:29), agar terdapat kepastian pelayanan publik perlu

segera disusun standar pelayanan yang jelas. Standar demikian diperlukan bukan

hanya kepastian pelayanan, tetapi juga dapat digunakan untuk menilai kompetensi

(48)

masyarakat dalam pelayanan publik perlu diekspose untuk diketahui masyarakat,

demikian pula kewajiban aparatur dalam memberi pelayanan.

Berdasarkan beberapa uraian di atas maka dapat disimpulkan bahwa pelayanan

menjadi berkualitas apabila sesuai dengan standar pelayanan serta dapat

memuaskan pelanggan. Dengan demikian berdasarkan konsep tentang kualitas

pelayanan maka definisi dari kualitas pelayanan pelanggan oleh PT. PLN

(Persero) Rayon Way Halim, diharapkan sesuai dengan standar atau melebihi

standar yang ditetapkan. Kualitas suatu pelayanan publik harus mencakup antara

lain, yaitu: transparansi, akuntabilitas, kondisional, partisipatif, tidak diskriminatif

(kesamaan hak), dan kesinambungan hak dan kewajiban.

3. Prinsip Pelayanan Publik

Menurut Sulistio dan Budi (2009:39) pelayanan publik yang diberikan oleh

Birokrasi hendaknya berdasarkan prinsip-prinsip dasar berikut ini:

1. Rasional, efektif dan efisien yang dilakukan melalui manajemen terbuka.

2. Ilmiah, berdasarkan kajian dan penelitian serta didukung oleh cabang-cabang

ilmu pengetahuan lainnya.

3. Inovatif, pembaruan yang dilakukan terus-menerus untuk menghadapi

lingkungan yang dinamis, berubah dan berkembang.

4. Produktif, berorientasi kepada hasil kerja yang optimal.

5. Profesionalisme, penggunaan tenaga kerja profesional, terampil dalam istilah

“The Right Man in The Right Pleace”.

(49)

28

Islamy dalam Sulistio dan Budi (2009:41) menyatakan bahwa pelayanan publik

harus dilaksanakan oleh Birokrasi Pemerintah berdasarkan kepada prinsip-prinsip

pelayanan prima berikut ini:

1. Appropriateness (kesesuaian)

2. Accesibility (keterjangakauan)

3. Continuity (keberlanjutan)

4. Technically (teknis)

5. Profitability (menguntungkan)

6. Equitability (adil)

7. Transparency (terbuka)

8. Accountability (bertanggungjawab)

9. Effectiveness and Efficiency (efektif dan efisien)

Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan publik harus

memenuhi prinsip yang rasional, ilmiah, inovatif, produktif, profesional dan

penggunaan teknologi yang tepat guna. PT. PLN (Persero) Rayon Way Halim

diharapkan mampu menerapkan prinsip-prinsip tersebut agar berhasil

menjalankan inovasi pelayanan yang telah diciptakannya.

4. Standar Pelayanan Publik

Menurut Undang-Undang Nomor 25 Pasal 1 Tahun 2009 tentang Pelayanan

Publik, standar pelayanan adalah tolak ukur yang dipergunakan sebagai pedoman

penyelenggaraan pelayanan dan acuan penilaian kualitas pelayanan sebagai

kewajiban dan janji penyelenggara kepada masyarakat dalam rangka pelayanan

(50)

Setiap penyelenggaraan pelayanan publik harus memiliki standar pelayanan dan

dipublikasikan sebagai jaminan adanya kepastian bagi penerima pelayanan.

Standar pelayanan merupakan ukuran yang dibakukan dalam penyelenggaraan

pelayanan publik yang wajib ditaati oleh pemberi atau penerima pelayanan.

Menurut Keputusan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara No. 63 Tahun 2004

dalam Ratminto dan Atik (2005:23) tentang pedoman umum penyelenggaraan

pelayanan publik, standar pelayanan harus meliputi:

1. Prosedur Pelayanan

Prosedur pelayanan yang dilakukan dalam hal ini antara lain kesederhanaan,

yaitu kemudahan dalam memenuhi persyaratan.

2. Waktu Penyelesaian

Waktu yang ditetapkan sejak saat pengajuan permohonan sama dengan waktu

penyelesaian pelayanan termasuk pengaduan haruslah berkaitan dengan

kepastian waktu dalam memberikan pelayanan yang sesuai dengan lamanya

waktu layanan masing-masing.

3. Biaya Pelayanan

Biaya atau tarif pelayanan termasuk rincian dalam proses pemberian

pelayanan, haruslah dengan pengenaan biaya yang secara wajar dan terperinci

serta tidak melanggar ketentuan yang berlaku.

4. Produk Layanan

Hasil layanan yang diterima harus sesuai dengan ketentuan yang telah

(51)

30

yaitu hasil pelayanan yang tidak sesuai dengan ketentuan yang telah

ditentukan.

5. Sarana dan Prasarana

Penyedia sarana dan prasarana yang memadai oleh penyelenggara pelayanan

publik. Hal ini berkaitan dengan ketersediaan perangkat penunjang pelayanan

yang memadai serta adanya kemudahan dan kenyamanan dalam memperoleh

suatu pelayanan.

6. Kompetensi Petugas Pemberi Pelayanan

Kompetensi petugas memberi pelayanan harus ditetapkan dengan tetap

berdasarkan pengetahuan, keahlian, keterampilan, sikap, dan perilaku yang

dibutuhkan. Hal ini berkaitan dengan tanggung jawab petugas pelayanan

seperti pengetahuan, kedisiplinan, kesopanan, dalam memberikan pelayanan.

Berdasarkan beberapa uraian diatas dapat disimpulkan bahwa, standar pelayanan

adalah ukuran kualitas pelayanan yang dilakukan oleh penyelenggara pelayanan

publik terhadap masyarakat sebagai kewajiban dan janji yang berkualitas, juga

dinilai dari ketersediaan waktu yang tepat, biaya pelayanan, menikmati produk

pelayanan yang memuaskan yang didukung oleh sarana dan prasarana.

C. Inovasi Pelayanan Publik

Menurut Yogi dalam LAN (2007:113), Inovasi di sektor publik adalah salah satu

jalan atau bahkan breakthrough untuk mengatasi kemacetan dan kebuntuan

organisasi di sektor publik. Karakteristik dari sistem di sektor publik kaku harus

(52)

ditemukan di sektor bisnis kini mulai diterapkan dalam sektor publik. Budaya

inovasi harus dapat dipertahankan dan dikembangkan dengan lebih baik. Hal ini

tidak terlepas dari dinamika eksternal dan tuntutan perubahan yang sedemikian

cepat, yang terjadi di luar organisasi publik. Selain itu perubahan di masyarakat

juga begitu penting sehingga demikian, maka sektor publik dapat menjadi sektor

yang dapat mengakomodasi dan merespon secara cepat setiap perubahan yang

terjadi.

Menurut Yogi dalam LAN (2007) secara khusus inovasi dalam lembaga publik

dapat didefinisikan sebagai penerapan (upaya membawa) ide-ide baru dalam

implementasi, dicirikan oleh adanya perubahan langkah yang cukup besar,

berlangsung lama dan berskala cukup umum sehingga dalam proses

implementasinya berdampak cukup besar terhadap organisasi dan tata hubungan

organisasi. Inovasi dalam pelayanan publik mempunyai ciri khas, yaitu sifatnya

yangintangible karena inovasi layanan dan organisasi tidak semata berbasis pada

produk yang dapat dilihat melainkan pada perubahan dalam hubungan pelakunya,

yaitu antara service provider dan service receiver (user), atau hubungan antar

berbagai bagian di dalam organisasi atau mitra sebuah organisasi.

Menurut Yogi dalam LAN (2007), ditinjau secara lebih khusus, pengertian inovasi

dalam pelayanan publik bisa diartikan sebagai prestasi dalam meraih,

meningkatkan dan memperbaiki efektivitas, efisiensi dan akuntabilitas pelayanan

publik yang dihasilkan oleh inisiatif pendekatan, metodologi dan atau alat baru

dalam pelayanan masyarakat. Dengan pengertian ini, inovasi pelayanan publik

(53)

32

upaya dalam mengisi menafsirkan dan menyesuaikan aturan mengikuti keadaan

setempat.

Proses kelahiran suatu inovasi, bisa didorong oleh bermacam situasi. Secara

umum inovasi dalam layanan publik ini bisa lahir dalam bentuk inisiatif, seperti:

1. Kemitraan dalam penyampaian layanan publik, baik antara pemerintah dan

pemerintah, sektor swasta dan pemerintah.

2. Penggunaan teknologi informasi untuk komunikasi dalam pelayanan publik.

3. Pengadaan atau pembentukan lembaga layanan yang secara jelas

meningkatkan efektivitas layanan (kesehatan, pendidikan, hukum dan

keamanan masyarakat).

Maka inovasi pelayanan publik dapat penulis simpulkan sebagai terobosan jenis

pelayanan baik yang merupakan ide kreatif original dan/atau adaptasi atau

modifikasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Inovasi pelayanan publik

sendiri tidak mengharuskan suatu penemuan baru, tetapi dapat merupakan suatu

pendekatan baru yang bersifat kontekstual.

D. Perusahaan Listrik Negara (PLN)

PT. PLN (Perusahaan Listrik Negara) merupakan salah satu perusahaan BUMN di

bidang kelistrikan yang bertugas melayani masyarakat seluruh Nusantara. PLN

merupakan badan usaha tunggal yang diberi kepercayaan serta kewenangan oleh

Pemerintah dalam pengadaan dan pemberdayaan energi listrik di pelosok negeri.

Adapun kegiatan bisnis PLN dalam hal menjalankan usaha penyediaan tenaga

(54)

sampai dengan perencanaan serta pembangunan sarana prasarana penyediaan

tenaga listrik. Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebagai Badan Usaha Milik

Negara yang berbentuk Perusahaan Perseroan (Persero) berkewajiban untuk

menyediakan tenaga listrik bagi kepentingan umum dengan tetap memperhatikan

tujuan perusahaan yaitu menghasilkan keuntungan sesuai dengan Undang-Undang

Nomor 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara.

Bidang usaha yang dilakukan perusahaan PT PLN (Persero) mencakup berbagai

rangkaian kegiatan yang mengacu pada Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009

tentang Ketenagalistrikan serta anggaran Dasar perusahaan PT. PLN (Persero),

diantaranya adalah:

1. Menjalankan usaha penyediaan tenaga listrik yang mencakup:

a. Pembangkitan tenaga listrik

b. Penyaluran tenaga listrik

c. Distribusi tenaga listrik

d. Perencanaan dan pembangunan sarana penyediaan tenaga listrik

e. Pengembangan penyediaan tenaga listrik

f. Penjualan tenaga listrik.

2. Menjalankan usaha penunjang tenaga listrik yang mencakup:

a. Konsultasi ketenagalistrikan

b. Pembangunan dan pemasangan peralatan ketenagalistrikan

c. Pemeliharaan peralatan ketenagalistrikan

d. Pengembangan teknologi peralatan yang menunjang penyediaan tenaga

(55)

34

3. Menjalankan kegiatan-kegiatan lainnya mencakup:

a. Kegiatan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam dan sumber energi

lainnya untuk kepentingan tenaga listrik

b. Pemberian jasa operasi dan pengaturan (dispatcher) pada pembangkitan,

penyaluran, distribusi dan retail tenaga listrik

c. Kegiatan perindustrian perangkat keras dan lunak di bidang ketenagalistrikan

dan peralatan lain terkait dengan tenaga listrik

d. Kerjasama dengan pihak lain atau badan penyelenggara bidang

ketenagalistrikan baik dari dalam maupun luar negeri di bidang

pembangunan, operasional, telekomunikasi dan informasi terkait dengan

ketenagalistrikan

e. Usaha jasa ketenagalistrikan.

(56)

III. METODE PENELITIAN

A. Tipe dan Pendekatan Penelitian

Tipe penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan tipe

penelitian kualitatif. Hal ini sesuai dengan pendapat Bogdan dan Taylor dalam

Moleong (2007:4) tentang metode kualitatif yaitu “sebagai prosedur penelitian

yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari

orang-orang dan perilaku yang dapat diamati”.

Dalam penelitian ini, peneliti merupakan instrumen kunci, karena penelitian itu

sendiri bergantung pada pengamatan yang dilakukan oleh peneliti dalam suatu

kasus tertentu. Metode kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini bertujuan

untuk menggambarkan atau memaparkan tentang suatu keadaan secara objektif

terhadap situasi dalam suatu deskripsi, faktual dan akurat mengenai fakta-fakta

tentang fenomena-fenomena yang diteliti, yaitu tentang inovasi pelayanan publik

di PT. PLN (Persero) Rayon Way Halim juga kendala-kendala yang dihadapi.

B. Fokus Penelitian

Sesuai dengan pernyataan Sugiyono (2012:209) bahwa dalam penelitian kualitatif,

(57)

36

bersifat umum. Sedangkan menurut Moleong (2007: 97), fokus pada dasarnya

adalah masalah pokok yang bersumber dari pengalaman peneliti atau melalui

pengetahuan yang diperolehnya melalui kepustakaan ilmiah ataupun kepustakaan

lainnya.

Sesuai dengan rumusan masalah, maka peneliti memfokuskan pada:

1. Inovasi pelayanan publik di PT. PLN (Persero) Distribusi Lampung Rayon

Way Halim, meliputi:

a. Listrik Pintar

b. Pelayanan pasang baru

c. Cek Tagihan secaraonline

Melalui 3 indikator, yaitu:

a. Kebijakan

b. Prosedur

c. Keunggulan dan Kelemahan

2. Faktor penghambat yang dialami PT. PLN (Persero) Distribusi Lampung

Rayon Way Halim dalam pelaksanaan inovasi pelayanan publik.

Dalam penelitian ini, penulis berusaha menemukan kendala-kendala yang

dihadapi oleh PT. PLN (Persero) Distribusi Lampung Rayon Way Halim dalam

pelaksanaan inovasi pelayanan publik dengan memfokuskan pada beberapa aspek

yang sifatnya kondisional, antara lain yaitu :

a. Faktor Internal

Gambar

Tabel 2. Daftar Informan
Tabel 3. Daftar Dokumen-Dokumen yang Berkaitan dengan Penelitian
Gambar 1. Model Teknik Analisis Data (Matthew B. Miles dan A. MichaelHuberman)
Tabel 4. Triangulasi
+5

Referensi

Dokumen terkait

Penertiban Pemakaian Tenaga Listrik (P2TL) adalah pemeriksaan oleh PLN terhadap instalasi PLN dan instalasi pelanggan dalam rangka penertiban pemakaian/pemanfaatan

ANALISIS SUSUT TEGANGAN DISTRIBUSI 20 KV PADA PENYULANG NLH RAYON LEMBANG AREA CIMAHI PT..

Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa kinerja PT PLN (Persero) Rayon Semarang Tengah belum optimal karena masih mengalami kendala terkait

PLN (Persero) Rayon Kakap yang sebagian besar terjadi pada sistem distribusi 20 kV, perlu dilakukan tindakan untuk meminimalisir jumlah pelanggan padam akibat

PLN (persero) Rayon Jasinga” ini merupakan hasil karya tulis saya sendiri dan tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar sarjana di Perguruan Tinggi

Pada Tugas Akhir ini menganalisis keandalan sistem distribusi 20KV di PLN (PERSERO) Rayon Panam pada feeder OGF 18 Taman Karya dan feeder OGF 12 Kualu yaitu

Gambar 1.1 Denah Lokasi di PT PLN Persero Distribusi Lampung Sumber: Google Maps2019 1.5 Jadwal Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan Setiap mahasiswa FTIK Universitas Teknokrat

PLN Persero Rayon Samarinda Seberang sangat sesuai dengan komponen-komponen pengendalian intern, ini dibuktikan dengan hasil analisis yang mendapat nilai persentase 83,2%, dengan