• Tidak ada hasil yang ditemukan

HUBUNGAN ANTARA FAKTOR – FAKTOR SOSIAL EKONOMI DENGAN TINGKAT ADOPSI INOVASI PETANI PADA BUDIDAYA TANAMAN JERUK BESAR DI KECAMATAN PLUPUH KABUPATEN SRAGEN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "HUBUNGAN ANTARA FAKTOR – FAKTOR SOSIAL EKONOMI DENGAN TINGKAT ADOPSI INOVASI PETANI PADA BUDIDAYA TANAMAN JERUK BESAR DI KECAMATAN PLUPUH KABUPATEN SRAGEN"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Kandungan zat gizi jeruk besar per 100 gram bagian yang dapat dimakan
Tabel 2. Dosis anjuran jeruk besar yang berproduksi tiap pohon
Tabel 3. Nama Desa dan Kelompok Tani beserta Jumlah Anggotanya
Tabel 5. Luas lahan di Kecamatan Plupuh menurut tipe pemanfaatannya
+7

Referensi

Dokumen terkait

Leonard Purba (080309001) dengan judul skripsi “Faktor - Faktor Sosial Ekonomi yang mempengaruhi Tingkat Adopsi Petani Teknologi Anjuran Budidaya Kentang di Kecamatan

oleh penyuluh kepada dirinya. Untuk mengadopsi suatu inovasi memerlukan jangka waktu tertentu dari mulai petani mengetahui pesan sampai terjadinya adopsi. Faktor yang

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana tingkat adopsi Petani terhadap teknologi budidaya padi sawah di daerah penelitian dan bagaimana hubungan faktor

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana tingkat adopsi Petani terhadap teknologi budidaya padi sawah di daerah penelitian dan bagaimana hubungan faktor

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana tingkat adopsi Petani terhadap teknologi budidaya padi sawah di daerah penelitian dan bagaimana hubungan faktor

Adopsi inovasi PTT jagung oleh petani di Kabupaten Gorontalo dipengaruhi oleh faktor sosial- ekonomi, yaitu tingkat pendidikan, pengalaman berusahatani, luas lahan, akses

Tujuan penelitian adalahUntuk mengetahui bagaimana teknologi budidaya kentang yang dianjurkan oleh PPL di daerah penelitian, bagaimana tingkat adopsi petani terhadap

(2) Peningkatan adopsi inovasi tekno- logi budidaya dan pasca panen kakao mengakibatkan terjadinya peningkatan produktivitas kakao dari 450,71 kg/ha/th menjadi 720,50 kg/ha/th di