• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keabsahan Informasi pada Media Sosial sebagai Alat Bukti dalam Pembuktian Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Keabsahan Informasi pada Media Sosial sebagai Alat Bukti dalam Pembuktian Tindak Pidana Pencemaran Nama Baik Berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008"

Copied!
139
0
0

Teks penuh

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa bentuk tindak pidana pencemaran nama baik melalui media internet ditinjau dari perspektif hukum pidana pada

Adapun permasalahan yang diajukan dalam penelitian ini adalah apakah hasil uji balistik dapat dijadikan sebagai alat bukti dalam perkara tindak pidana pembunuhan dan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa eksistensi penggunaan alat bukti elektronik dalam pembuktian tindak pidana terorisme adalah secara yuridis telah tercantum dalam Pasal

Berdasarkan ketentuan Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang ITE mengatur tindak pidana pencemaran nama baik melalui media elektronik dengan memberikan pidana terhadap semua

Untuk melakukan pembuktian dalam tindak pidana penipuan via SMS telepon seluler, tugas penyidik seharusnya penggunaan alat rekaman terhadap jaringan telepon juga harus diatur

Menganalisa tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial di kota samarinda tidak terlepas dari kebijakan hukum pidana yang digunakan di kepolisian

Tindak pidana phedofilia telah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) disamping itu juga diatur secara khusus diluar KUHP, yaitu undang- undang nomor 35

(2) Dalam pertimbangan hukum hakim dalam memutus perkara tindak pidana penghinaan dan pencemaran nama baik dalam kasus tersebut adalah dengan mengkaji kualifikasi tindak pidana,