• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis faktor yang dipentingkan pendengar radio pertanian Ciawi (Kasus pendengar di Desa Ciherang Kecamatan Dramaga)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis faktor yang dipentingkan pendengar radio pertanian Ciawi (Kasus pendengar di Desa Ciherang Kecamatan Dramaga)"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

(1)

(kasus pendengar di Desa Ciherang Kecamatan Dramaga)

Oleh

FITRIA ANANDA

H24104077

PROGRAM SARJANA ALIH JENIS MANAJEMEN

DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

(2)

FITRIA ANANDA. H24104077.

Analysis of the factors that importance of the

listener of Agriculture Radio Ciawi in the case of the Ciherang Village Subdistrict

Dramaga. Under the guidance of

HJ. MIMIN AMINAH

The Mass Media has a major role in disseminating information and

entertainment needs of the community. One of the mass media which until now

still attractive and utilized a lot of people to get the information was the radio. In

the era of multimedia, radio enthusiasts are currently declining. radio have an

amazing track record to indonesian . But now his role seems drowned out by the

presence of the media, the internet, television and mobile phones. According to

MARS Indonesia conducted a survey in the city, namely 8 Jakarta, Bandung,

Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Balikpapan and Palembang contained in

"consumer spending Behavior Indonesia 2009" shows the number of radio

listeners in total was about 37%. The emergence of a new radio in Indonesia led to

intense competition among radio. Each radio vying to create and offer an

interesting and superior compared to other radio. Agriculture Radio Ciawi

popularly known as RPC is Radio that established under the Ministry of

Agriculture of the Republic of Indonesia. RPC is at 95.6 FM and 846 AM.

The purpose of this research is: (1) identify the characteristics of listeners,

(2) analyze the quality of service attributes are most important in determining

listener satisfaction, (3) Analyze factors that affect satisfaction, (4) Formulate the

necessary alternative its efforts the satisfaction of listeners.

The Data used in this research is the primary and secondary data. Primary

Data obtained from field research that has a direct relationship with the problems

examined, through the dissemination of the questionnaire, interview and

observation. Secondary Data obtained by way of doing studies library (library

research) such as books, records or reports of companies, corporate work

programme, papers, research reports, the internet and various other resources

relevant to research topics as complementary data..

(3)
(4)

FITRIA ANANDA. H24104077. Analisis Faktor Yang Dipentingkan Pendengar Radio Pertanian Ciawi. Di bawah bimbingan HJ. MIMIN AMINAH

Media massa memiliki peran besar dalam menyebarkan informasi dan hiburan yang dibutuhkan masyarakat. Salah satu media massa yang sampai sekarang tetap menarik dan dimanfaatkan banyak orang untuk mendapatkan informasi adalah radio. Di era multimedia saat ini, peminat radio semakin berkurang. Padahal radio merupakan media yang punya rekam jejak yang menakjubkan. Namun kini perannya seolah tenggelam oleh kehadiran media televisi, internet, hingga telepon selular. Menuurut MARS Indonesia melakukan survei di 8 kota, yaitu Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Balikpapan, dan Palembang yang termuat dalam “Perilaku Belanja Konsumen Indonesia 2009” menunjukkan jumlah pendengar radio secara total masih sekitar 37%. Munculnya radio-radio baru di Indonesia menimbulkan persaingan yang ketat diantara radio. Setiap radio berlomba-lomba menciptakan dan menawarkan program acara yang menarik dan unggul dibandingkan radio lainya. Radio Pertanian Ciawi atau lebih dikenal dengan RPC merupakan salah satu radio pertanian yang menyajikan program-program siaran radio bernuansakan pertanian dan pedesaan. RPC merupakan radio yang didirikan dibawah Departemen Pertanian Republik Indonesia (DEPTAN RI). RPC berada pada frekuensi FM 95,3 dan AM 846.

Tujuan penelitian ini adalah : (1) Mengidentifikasi karateristik pendengar, (2) Menganalisis atribut kualitas jasa yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pendengar, (3) Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan, (4) Merumuskan alternatif strategi dalam upaya menigkatkan kepuasan pendengar.

Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh dari penelitian lapangan yang mempunyai hubungan langsung dengan masalah yang diteliti, melalui penyebaran kuesioner, interview, dan observasi. Data sekunder diperoleh dengan cara melakukan studi pustaka

(library research) seperti buku, catatan atau laporan perusahaan, program kerja perusahaan, makalah, laporan penelitian, internet dan berbagai sumber lainnya yang relevan dengan topik penelitian sebagai data pelengkap.

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini meliputi uji validitas, uji realibilitas, dan analisis faktor, yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh antara variabel independen atribut siaran RPC seperti tangibles (berwujud),

reliability (keandalan), responsiveness (keresponsifan), assurance (keyakinan),

(5)
(6)

SKRIPSI

Sebagai salah satu syarat untuk memeroleh gelar

SARJANA EKONOMI

pada Program Sarjana Alih Jenis Manajemen

Departemen Manajemen

Fakultas Ekonomi dan Manajemen

Institut Pertanian Bogor

Oleh

FITRIA ANANDA

H24104077

PROGRAM SARJANA ALIH JENIS MANAJEMEN

DEPARTEMEN MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN MANAJEMEN

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

(7)

NIM : H24104077

Disetujuioleh

Dosen Pembimbing

Ir. Hj.Mimin Aminah, MM

NIP 19660907199103 2 002

Mengetahui

Ketua Departemen

Dr. Ir. Jono M. Munandar, M. Sc

NIP 19610123 198601 1 002

(8)

v

Penulis dilahirkan di Medan pada tanggal 29 Agustus 1988. Penulis

merupakan anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Drs. Zaidel Hamdi dan Dra.

Farah Dini Yunius,M.Pd.

Penulis memulai pendidikannya dari TK Al-Azhar Medan, kemudian

melanjutkan ke Sekolah Dasar Negeri Sumur Batu 12 Pagi Jakarta pada tahun 1995.

Pada tahun 2001, penulis melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Pertama

Negeri 4 Bogor dan melanjutkan pendidikan di Sekolah Menengah Atas Negeri 2

Bogor dan masuk dalam program IPS pada Tahun 2004. Pada Tahun 2007 penulis

diterima di Politeknik Negeri jakarta melalui jalur Seleksi Penerimaan Mahasiswa

Baru politeknik Negeri Jakarta di Jurusan Akuntansi Program Studi Keuangan dan

Perbankan. Pada tahun 2010 Penulis melanjutkan pendidikan di Program Sarjana Alih

Jenis Manajemen, Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen

Institut Pertanian Bogor.

Selama menjadi mahasiswi di IPB penulis aktif dalam kegiatan organisasi

kampus, diantaranya menjadi Bendahara II Executive of Management (EXOM) IPB periode 2011-2012. Selain itu penulis aktif dalam kegiatan kemahasiswaan yaitu

(9)

vi

Puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan rahmat

dan nikmat-Nya. Atas izin Tuhan YME penulis dapat menyelesaikan penelitian

ini tepat pada waktunya sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar Sarjana

Ekonomi pada Departemen Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Manajemen,

Institut Pertanian Bogor.

Dalam penelitian skripsi ini penulis mengangkat judul “Analisis Faktor

Yang Dipentingkan Pendengar Radio Pertanian Ciawi”. Penulis menyadari terdapat banyak kekurangan pada penulisan skripsi ini, karena hal tersebut penulis

memohon maaf atas kesalahan yang disengaja maupun tidak disengaja. Namun

demikian, penulis berharap skripsi ini dapat memberikan pengetahuan dan

manfaat secara khusus bagi penulis dan pembaca pada umumnya.

Bogor, Maret 2013

(10)

iv

Puji dan syukur dipanjatkan ke hadapan Allah SWT atas karuniaNya

sehingga skripsi ini berhasil diselesaikan. Penelitian dengan judul Analisis Faktor

yang Dipentingkan Pendengar Radio Pertanian Ciawi.

Dengan selesainya penelitian hingga tersusunnya skripsi ini, penulis ingin

menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Ir. Hj. Mimin Aminah, MM selaku Dosen Pembimbing skripsi yang telah

memberikan bimbingan, motivasi dan saran serta dorongan kepada penulis

selama penelitian.

2. Dr. Muhammad Najib, S.TP, M.Si. sebagai Dosen Penguji pada sidang penulis

yang telah bersedia meluangkan waktu serta memberikan saran dan kritik.

3. Nur Hadi Wijaya, S.TP, MM. Sebagai Dosen Penguji pada sidang penulis

yang telah bersedia meluangkan waktu serta memberikan saran dan kritik.

4. Kedua orang tua, Zaidel Hamdi dan Farah Dini Yunius serta kakak dan adikku

Almeira dan Raisa Goldatama atas segala dorongan, kasih sayang, perhatian,

semangat, dan doa yang terus mengalir untuk keberhasilan penulis.

5. Kepala Pusat Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (PPMKP),

yang telah memberikan kesempatan untuk melakukan penelitian.

6. Pak Dadan, Pak Tata serta crew dan staff Radio Pertanian Ciawi yang telah membantu selama penelitian sampai penyelesaian skripsi ini.

7. Seluruh Dosen dan Staf Alih Jenis Manajemen, terima kasih banyak untuk

semua bantuan, pengajaran, dan motivasi yang luar biasa.

8. Teman-Teman EXOM (Executive of Management) Dendi, Nuni, Hendri,

Agung, Wilfridus, Arnold, Kemas, Wawan dan Prass.

9. Teman-teman satu bimbingan Taufik, Dewinta, Rifi, Reza, Aji, Sieva, mbak

Nia, dan mbak Lika atas motivasi dan dukungan untuk segera menyelesaikan

tugas akhir.

10. Sahabat-sahabat terbaik Alih Jenis Manajemen : Ida, Lili, Putri, Ayu, Dika,

David, Herman, Eka, Arfi, Teddy, Isti, Hervin, Randy, Fani, Trian, Pak de dan

(11)

v

12. Seluruh pihak yang telah membantu dalam penulisan skripsi ini yang belum

disebutkan namanya. Semoga Allah SWT senantiasa memberikan balasan atas

(12)

ix

Halaman

RINGKASAN

RIWAYAT HIDUP ……….. v

PRAKATA ... vi

UCAPAN TERIMA KASIH ... vii

DAFTAR ISI... ix

DAFTAR GAMBAR... xi

DAFTAR TABEL ... xi

DAFTAR LAMPIRAN ... xi

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Rumusan Masalah ... 7

1.3 Tujuan Penelitian ... 5

1.4 Manfaat Penelitian ... 5

1.5 Ruang Lingkup ... 6

II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Manajemen Pemasaran... 7

2.1.1 Konsep Jasa ...,... 7

2.2 Kepuasan Pelanggan... 12

2.2.1 Strategi Kepuasan Pelanggan... 14

2.2.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Pelanggan... 15

2.2.3 Pengukuran Kepuasan Pelanggan ... 17

2.3 Radio... 18

2.3.1 Karateristik Khalayak Radio ... 19

2.3.2 Segementasi Pendengar ... 21

2.3.3 Isi Siaran radio ... 27

2.4 Penelitian Terdahulu... 29

III. METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran Penelitian ... 33

3.2 Lokasi dan Waktu ... 35

3.3 Jenis dan Sumber Data ... 35

3.4 Metode Pengumpulan Data... 35

3.5 Pengolahan dan Analisis Data ... 36

3.5.1 Uji Validitas ... 36

3.5.2 Uji Reliabilitas ... 37

3.5.3 Analisis Deskriptif ... 38

(13)

x

4.1.1 Profil Radio Pertanian Ciawi ... 42

4.1.3 Struktur Organisasi RPC ... 46

4.1.4 Format Radio Pertanian Ciawi ... 47

4.2 Gambaran Umum Wilayah Desa Ciherang ... 54

4.3 Hasil Uji Validitas dan Reliabilitas Kuesioner ... 56

4.3.1 Hasil Uji Validitas ... 56

4.3.2 Hasil Uji Reliabilitas ... 56

4.4 Karateristik Pendengar RPC ... 57

4.5 Atribut Tingkat Kepentingan Kualitas Siaran RPC dalam Menen-tukan Kepuasan Pendengar ... 62

4.5.1 Faktor Perhatian (Faktor 1) ... 68

4.5.2 Faktor Keunggulan (Faktor 2) ... 70

4.5.3 Faktor Penyajian Siaran (Faktor 3) ... 71

4.5.4 Faktor Fasilitas (Faktor 4) ... 73

4.5.5 Faktor Pendukung (Faktor 5) ... 74

4.5.6 Faktor daya tangkap (Faktor 6) ... 74

4.6 Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepuasan Pendengar Radio Pertanian Ciawi ... 75

4.7 Upaya yang diperlukan untuk meningkatkan kepuasan pendengar ... 80

4.8 Impikasi Hasil Penelitian ... 82

KESIMPULAN DAN SARAN 1. Kesimpulan ... 84

2. Saran ... 85

DAFTAR PUSTAKA ... 86

(14)

xi

Halaman

1. Hasil riset Voice of Americatahuan 2012 ... 1

2. Jumlah penduduk menurut kelompok umur dan jenis kelamin Desa Ciherang ... 54

3. Mata pencaharian masyarakat Desa Ciherang ... 55

4. Tingkat pendidikan masyarakat Desa Ciherang ... 55

5. Hasil analisis KMO and Bartlett's Test... 63

6. Nilai communalitiesberdasarkan urutan ... 64

7. Hasil analisis faktor ... 67

DAFTAR GAMBAR

Halaman 1. Hasil survei pendengar berdasarkan 8 kota di Indonesia ... 2

2. Hasil Survei Pendengar Berdasarkan Kelompok Usia ... 3

3. Hasil Survei Pendengar Berdasarkan Strata Sosial Ekonomi ... 3

4. Diagram segitiga pemasaran jasa ... 10

5. Tingkat kepuasan pelanggan ... 13

6. Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pelanggan ... 16

7. Kerangka pemikiran penelitian ... 34

8. Hasil survei RPC berdasarkan jenis kelamin ... 44

9. Hasil survei RPC berdasarkan usia pendengar ... 44

10. Hasil survei RPC berdasarkan tingkat pendidikan ... 45

11. Hasil survei RPC berdasarkan jenis pekerjaan ... 45

12. Struktur organisasi RPC ... 46

13. Karateristik pendengar RPC berdasarkan jenis kelamin ... 57

14. Karateristik pendengar RPC berdasarkan usia ... 58

15. Karateristik pendengar RPC berdasarkan pendidikan ... 58

16. Karateristik pendengar RPC berdasarkan pekerjaan ... 59

17. Karateristik pendengar RPC berdasarkan intensitas mendengarkan siaran RPC ... 60

18. Karateristik pendengar RPC berdasarkan lama mengenal RPC ... 60

19. Karateristik pendengar RPC berdasarkan lama waktu mendengarkan siaran RPC ... ... 61

20. Karateristik pendengar RPC berdasarkan manfaat mendengarkan siaran RPC ... 62

(15)

xii

Halaman

1. Daftar stasiun radio di Bogor ... 89

2. Kuesioner penelitian ... 90

3. Uji validitas dan realibilitas untuk tingkat kepentingan ... 95

4. Uji validitas dan realibilitas untuk tingkat kinerja ... 97

5. Anti-Image Matrices... 99

6. Total Variance Explained... 100

7. Component Matrix(a) ... 101

8. Rotated Component Matrix(a) ... 102

(16)

1.1. Latar Belakang

Media massa memiliki peran besar dalam menyebarkan informasi dan

hiburan yang dibutuhkan masyarakat. Setiap media massa memiliki

masing-masing karakteristik yang berbeda dalam penyampaiannya. Saat ini terdapat

beragam media yang memberikan informasi dengan berbagai

karakteristiknya, seperti media elektronik ; televisi, radio dan internet, serta

media cetak, seperti koran, majalah, tabloid. Baik media cetak (printed media) atau media elektronik (electronic media) memiliki kelebihan dan keunggulannya masing-masing dalam menyebarluaskan informasi.

Salah satu media massa yang sampai sekarang tetap menarik dan

dimanfaatkan banyak orang untuk mendapatkan informasi adalah radio.

Radio pertama kali ditemukan oleh Macroni pada tahun 1896. Keunggulan

dari radio seperti biaya yang murah, kecepatan dalam mengakses siaran radio,

jangkauan siaran yang luas sehingga dapat menjangkau daerah pedalaman,

cepat, serta dapat didengarkan dimanapun sambil melakukan aktifitas.

Di era multimedia saat ini, peminat radio semakin berkurang. Padahal

radio merupakan media yang punya rekam jejak yang menakjubkan, karena

perkembangan radio di Indonesia memiliki kaitan erat dengan sejarah

perjuangan bangsa, seperti pada masa awal kemerdekaan, era demokrasi

terpimpin, hingga orde baru ini. Namun kini perannya seolah tenggelam oleh

kehadiran media televisi, internet, hingga telepon selular. Hal ini dapat dilihat

(17)

Tabel 1. Hasil Riset Voice of America siaran Bahasa Indonesia tahun 2012

No Hasil Riset

1. Televisi masih menjadi media yang dominan di Indonesia, dimana

95,9% orang dewasa Indonesia menggunakan media ini untuk

mendapatkan berita.

2. Hampir semua (96,2%) pengguna internet di Indonesia menggunakan

jejaring sosial dan 72% menggunakan internet untuk mencari berita

ter-update.

3. 87% penduduk Indonesia menggunakan TV untuk mendapatkan

berita, 36% melalui SMS, 11% memperoleh informasi dari radio dan

hanya 7% yang masih menggunakan koran / majalah untuk

mendapatkan berita

4. Tahun 2010, 50% penduduk Indonesia mendengarkan radio untuk

mendapatkan berita, angka tersebut anjlok menjadi 31% pada 2011

dan terus merosot tinggal 24% pada tahun 2012.

5. Kepemilikan pesawat radio pada tahun 2011 sebesar 46%, sedangkan

pada tahun 2012 merosot menjadi 38,1%

Sumber : Voice of America siaran Bahasa Indonesia, 2012

Selain itu, MARS Indonesia melakukan survei di 8 kota, yaitu Jakarta,

Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Balikpapan, dan

Palembang yang termuat dalam “Perilaku Belanja Konsumen Indonesia

2009” menunjukkan jumlah pendengar radio secara total masih sekitar 37%.

Gambar 1. Hasil Survei Pendengar Berdasarkan 8 Kota di Indonesia

(Mars Indonesia, 2009) 37.5

36.6

50.1 41.1

16.5 34 13.2

45.4 JakartaBandung

(18)

Berdasarkan data pada Gambar 1 bahwa Semarang menjadi kota yang

warganya paling suka mendengar siaran radio sebesar 50,1%, disusul

kemudian Palembang dan Surabaya. Sebaliknya, kota yang warganya paling

banyak meninggalkan siaran radio adalah Balikpapan dan Medan.

Gambar 2. Hasil Survei Pendengar Berdasarkan Kelompok Usia

(Mars Indonesia, 2009)

Pada Gambar 2 bahwa karateristik pendengar radio berasal dari

kelompok 18-25 tahun, yaitu sebesar 47,4%.

Gambar 3. Hasil Survei Pendengar Berdasarkan Strata Sosial Ekonomi

(Mars Indonesia, 2009)

Sementara pada Gambar 3 mayoritas pendengar radio berasal dari

strata sosial ekonomi kategori B, yaitu dengan pengeluaran bulannya di bawah

Rp 2.500.000 hingga Rp 1.250.000. Besarnya presentase pada strata sosial

ekonomi kategori B adalah sebesar 42,8%.

Dengan adanya penurunan pendengar radio, penyiaran radio harus

semakin inovatif dan kreatif dalam menggarap program-program acaranya,

Berdasarkan Strata Sosial Ekonomi

39,2

42,8 33,9

36,2

A B C D & E 47.4

36.4 28.3

(19)

sehingga media ini dapat menghibur kembali menyapa pendengarnya yang

masih tersisa. Begitu pula masyarakat di beberapa daerah terpencil atau

pedesaan, telah menjadikan siaran radio sebagai media berita dan hiburan

satu-satunya.

Munculnya radio-radio baru di Indonesia menimbulkan persaingan

yang ketat antar satu radio dengan lainnya. Setiap radio berlomba-lomba

menciptakan dan menawarkan program acara yang menarik dan unggul

dibandingkan radio lainya. Menurut data Direktorat Politik dan Komunikasi

BAPPENAS tahun 2012, jumlah stasiun radio swasta di Indonesia sebanyak

2200 stasiun radio. Di Bogor terdapat tujuh belas stasiun radio. Tujuh belas

stasiun Radio tersebut dapat dilihat pada Lampiran 1.

Sebagian besar radio seperti radio swasta lebih berfokus pada hiburan,

kalaupun memiliki acara berita/informasi bentuknya hanya sebagai sisipan

dan hanya sedikit yang menyiarkan acara yang dikemas khusus untuk

masyarakat pedesaan. Hal ini menimbulkan terlupakannya kebutuhan

informasi bagi masyarakat pedesaan.

Radio Pertanian Ciawi atau lebih dikenal dengan RPC merupakan

salah satu radio pertanian yang menyajikan program-program siaran radio

bernuansakan pertanian dan pedesaan. Pada awalnya RPC adalah radio

komunitas dan kemudian berkembang menjadi radio yang bersifat semi

komersial. RPC merupakan media komunikasi radio yang berada dibawah

naungan Departemen Pertanian Republik Indonesia (DEPTAN RI). RPC

berada pada frekuensi FM 95,3 dan AM 846. Radio Pertanian Ciawi

mempunyai visi “Menjadi Suara Hati Masyarakat Pertanian”. Sasaran

pendengar potensial RPC berada di wilayah meliputi kota maupun kapubaten

Bogor sampai di beberapa wilayah Sumatera (Lampung dan Palembang).

Sebagai radio yang didirikan oleh Deptan, Radio Pertanian Ciawi

berperan untuk memberikan informasi yang luas kepada pendengar

khususnya seputar pertanian serta menyelenggarakan program-program

penyuluhan kepada petani. Salah satu cara agar siaran pertanian dapat

menarik perhatian petani adalah dengan merangkum siaran tersebut secara

(20)

Radio Pertanian Ciawi (RPC) berupaya menyajikan program-program

siaran yang menarik bagi pendengarnya yang dikemas secara akrab, santai,

dan kekeluargaan. Program siaran yang disiarkan oleh RPC tidak hanya

pertanian saja, tetapi terdapat juga program siaran yang dikemas untuk semua

khalayak. RPC juga terus meningkatkan kualitas pelayanan radio seperti

kualitas penyiar, kualitas waktu siaran, kualitas signal dll. sehingga bisa menjadi

radio yang dinikmati dan diminati oleh pendengarnya. Keseluruhan acara

tersebut pada hakekatnya untuk menyajikan informasi dan hiburan dengan

maksud untuk menarik dan mempertahankan pendengarnya.

1.2. Perumusan Masalah

Perkembangan sejumlah stasiun radio di Bogor mengakibatkan adanya

persaingan yang ketat diantara stasiun-stasiun radio itu sendiri. Radio

Pertanian Ciawi (RPC) sebagai radio komersil dibawah Departemen

Pertanian yang memiliki jangkauan pemancar FM sebesar 10.000 watt.

Namun pada tahun 2008 daya pemancar FM diturunkan menjadi 5.000 watt.

Penurunan jangkauan pemancar FM menjadi 5.000 watt dikarenakan

penurunan anggaran pada Deptan (Departemen Pertanian). Dampak

penurunan daya pemancar FM tersebut akan mempengaruhi penerimaan

sinyal Radio Pertanian Ciawi yang diterima oleh pendengar RPC. Adanya

perubahan ini memungkinkan adanya perubahan kepuasan. Oleh karena itu

dalam penelitian ini akan di uji :

1. Bagaimana karateristik pendengar Radio Pertanian Ciawi (RPC).

2. Atribut kualitas jasa apakah yang dianggap penting dalam menentukan

kepuasan pendengar Radio Pertanian Ciawi (RPC).

3. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kepuasan pendengar Radio

Pertanian Ciawi (RPC).

4. Upaya apakah yang diperlukan untuk meningkatkan kepuasan pendengar

Radio Pertanian Ciawi (RPC).

(21)

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui dan menganalisis

kepuasan pendengar terhadap siaran Radio Pertanian Ciawi (RPC). Adapun

tujuan penelitian lebih rinci adalah sebagai berikut:

1. Mengidentifikasi karateristik pendengar

2. Menganalisis atribut kualitas jasa yang paling penting dalam menentukan

kepuasan pendengar

3. Menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan pendengar

4. Merumuskan cara menigkatkan kepuasan pendengar

1.4. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi dan

masukan untuk beberapa pihak yang berkepentingan antara lain :

1. Bagi RPC

Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai masukan dalam

rangka menentukan strategi untuk meningkatkan kepuasan pendengar

RPC.

2. Bagi Penulis

Sebagai upaya untuk meningkatkan kemampuan dalam mengidentifikasi

menganalisis masalah serta mencari solusi dari permasalahan yang

tersebut.

1.5. Ruang Lingkup dan Batasan Penelitian

Berdasarkan wawancara mendalam dengan pihak RPC, Penelitian ini

difokuskan pada pendengar di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.

Menurut pihak RPC pendengar RPC banyak terdapat di Kecamatan Dramaga,

karena itu pihak RPC meminta peneliti untuk mensurvei kepuasan pendengar

di Kecamatan Dramaga. Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan

(22)

2.1. Manajemen Pemasaran

Didalam suatu perusahaan manajemen pemasaran mempunyai

peranan yang penting untuk mencapai tujuan perusahaan. Tugas

manajemen pemasaran adalah melakukan perencanaan mengenai

bagaimana mencari peluang pasar untuk melakukan pertukaran barang dan

jasa dengan konsumen. Setelah itu, manajemen pemasaran

mengimplementasikan rencana tersebut dengan cara melaksanakan

strategi-strategi pemasaran untuk menciptakan dan mempertahankan

pertukaran yang menguntungkan dengan konsumen demi tercapainya

tujuan perusahaan.

Menurut Kotler (2002), pengertian manajemen pemasaran adalah

proses pernecanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi,

serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran

yang memenuhi sasaran individu dan organisasi.

Sedangkan pengertian manajemen pemasaran menurut Kotler dan

Armstrong (2003), manajemen pemasaran adalah analisis, perencanaan,

implementasi dan pengendalian dari program yang dirancang untuk

menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang

menguntungkan dengan pembeli sasaran demi mencapai tujuan

organisasi. Jadi dapat diartikan bahwa Manajemen Pemasaran adalah

proses perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian program yang

dirancang untuk menciptakan pertukaran yang menguntungkan dengan

pembeli demi memenuhi dan mencapai individu dan organisasi.

2.1.1 Konsep Jasa

Menurut Kotler (2002), definisi jasa adalah setiap tindakan

atau kegiatan yang dapat ditawarkan oleh satu pihak ke pihak lain,

yang pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan

kepemilikan apapun, produksinya dapat dikaitkan atau tidak

(23)

dan Wright (2005), jasa adalah tindakan atau kinerja yang

menciptakan manfaat bagi pelanggan dengan mewujudkan

perubahan yang diinginkan dalam diri atau atas nama penerima jasa

tersebut.

Jasa buka suatu barang, melainkan suatu proses atau aktivitas

yang tidak berwujud (Lupiyoadi, 2006). Menurut Rangkuti (2006),

jasa merupakan pemberian suatu kinerja atau tindakan tak kasat mata

dari suatu pihak kepada pihak lain. Zeithaml et al. (2006) mendefinisikan jasa sebagai suatu kegiatan ekonomi yang outputnya

bukan produk, jasa dikonsumsi bersamaan dengan waktu produksi

dan memberikan nilai tambah, serta bersifat tak berwujud.

Menurut Kotler (2002), Jasa memiliki empat karateristik yang

sangat mempengaruhi rancangan program pemasaran, yaitu :

1. Intangibility (tidak berwujud)

Jasa memiliki sifat tidak berwujud. Tidak seperti halnya produk fisik, jasa tidak dapat dilihat, dirasa, diraba, didengar, ataupun

dicium sebelum dibeli. Seseorang tidak dapat menilai hasil dari

jasa sebelum membeli jasa tersebut terlebih dahulu. Mereka akan

menarik kesimpulan mengenai mutu jasa dari tempat, orang,

peralatan, alat komunikasi, simbol, dan harga yang mereka lihat.

2. Inseparability(Tidak terpisahkan)

Umumnya jasa dijual terlebih dahulu kemudian diproduksi dan

dikonsumsi secara bersamaan dimana penyedia jasa juga

merupakan bagian dari jasa tersebut, baik penyedia maupun

pelanggan akan mempengaruhi hasil dan jasa tersebut.

3. Variability(Bervariasi)

Jasa bersifat sangat variabel karena merupakan nonstandardized output yang berarti bahwa terdiri dari banyak variasi bentuk, kualitas, dan jenis, tergantung kepada siapa, kapan dan dimana

(24)

4. Perishability(Mudah lenyap)

Jasa merupakan komoditas yang tidak tahan lama dan tidak dapat

disimpan jika permintaan jasa bersifat konstan sehingga bila

tidak digunakan maka jasa tersebut akan berlalu begitu saja.

Umumnya permintaan jasa bervariasi dan dipengaruhi faktor

musiman.

Selanjutnya Kotler (2002) menyatakan bahwa keunggulan

suatu produk jasa tergantung dari keunikan serta kualitas yang

diperlihatkan oleh jasa tersebut, apakah sudah sesuai dengan harapan

dan keinginan pelanggan.

Suatu cara perusahaan jasa untuk tetap dapat unggul bersaing

adalah dengan memberikan jasa dengan kualitas yang lebih tinggi dari

pesaingany secara konsisten. Harapan pelanggan dibentuk oleh

pengalaman masa lalunya, pembicaraan dari mulut, serta promoosi

yang dilakukan oleh perusahaan jasa (Supranto,2001).

Parasuraman, Zeithaml, dan Berry dalam Supranto (2001), membentuk model kualitas jasa yang menyoroti syarat-syarat utama

untuk memberikan kualitas jasa yang diharapkan. Ada lima

kesenjangan yang mengakibatkan kegagalan dalam penyampaian jasa,

yaitu :

a. Kesenjangan antara harapan pelanggan dan persepsi manajemen.

Manajemen tidak selalu memahami benar apa yang menjadi

keinginan pelanggan.

b. Kesenjangan antara persepsi manajemen dengan spesifikasi

kualitas jasa

Manajemen mungkin benar dalam memahami keinginan

pelanggan, tetapi tidak menetapkan standar pelaksanaan yang

spesifik.

c. Kesenjangan antara spesifikasi kualitas jasa dan penyampaian

jasa

Para personel mungkin tidak terlatih baik dan tidak mampu

(25)

d. Kesenjangan antara penyampaian jasa dan komunikasi eksternal

Harapan konsumen dipengaruhi oleh penyataan yang dibuat

wakil-wakil dan iklan perusahaan

e. Kesenjangan antara jasa yang dialami dan jasa yang diharapkan

Terjadi bila konsumen mengukur kinerja perusahaan dengan cara

yang berbeda dan memiliki persepsi yang keliru mengenai

kualitas jasa

Rangkuti (2003) menyatakan bahwa sukses suatu industri jasa

tergantung pada sejauh mana perusahaan mampu mengelola ketiga

aspek berikut, yaitu :

1. Janji perusahaan mengenai jasa akan disampaikan kepada

pelanggan

2. Kemampuan perusahaan untuk membuat karyawan mampu

memenuhi janji tersebut

3. Kemampuan karyawan untuk menepati janji kepada pelanggan

Model kesatuan ketiga aspek tersebut dikenal sebagai segitiga

jasa, dimana setiap sisi segitiga mewakili setiap aspek Model

kesatuan dari ketiga aspek tersebut dikenal sebagai segitiga jasa,

dimana sisi segitiga mewakili setiap aspek. Kegagalan di satu sisi

menyebabkan segitiga roboh yang berarti distribusi jasa tersebut

gagal. Pembahasan industri jasa harus meliputi perusahaan,

karyawan, serta pelanggan. hal ini dapat dilihat pada Gambar 1

Pelanggan

Internal Marketing menyampaikan produk/jasa sesuai yang

telah dijanjikan External Marketing

menetapakan janji mengenai produk/jasa yang akan

disampaikan

Manajemen Karyawan

Internal Marketing membuat agar produk/jasa yang disampaikan sesuai dengan yang

dijanjikan

(26)

Irawan (2003) menyatakan bahwa konsep ServQual yang

dikembangkan oleh Parasuraman, Zeithaml, dan Berry adalah konsep

yang paling banyak digunakan oleh para pelaku bisnis dalam hal

pelayanan pelanggan. Ketika pertama konsep dari dimensi pelayanan

diformulasikan terdapat 10 (sepuluh) dimensi, setelah itu

disederhanakan menjasi 5 (lima) dimensi, yaitu:

1. Tangible, karena suatu service tidak bisa dilihat, tidak bisa dicium, dan tidak bisa diraba, maka aspek tangible menjadi

penting sebagai aturan ukuran terhadap pelayanan. Atribut dari

dimensi tangible selain berupa gedung dan peralatan, dapat juga

berupa materi promosi (brosur dan leaflet).

2. Reliability, yaitu dimensi yang mengukur keandalan dari perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggannya.

Dibandingkan dengan empat dimensi kualitas pelayanan lainnya,

dimensi ini dianggap paling penting bagi pelanggan dari berbagai

industri jasa. Ada 2 aspek dari diemnsi ini, yaitu kemampuan

perusahaan untuk memberikan pelayanan seperti yang dijanjikan,

dan seberapa jauh suatu perusahaan mampu memberikan pelayan

yang akurat.

3. Responsiveness, merupakan dimensi kualitas pelayanan yang paling dinamis. Harapan pelanggan terhadap kecepatan pelayanan

hampir dapat dipastikan akan berubah dengan kecenderungan naik

dari waktu ke waktu

4. Assurance, dimensi kualitas yang berhubungain dengan kemampuan perusahaan dalam menanamakan rasa percaya dan

keyakinan kepada para pelanggannya. Ada 4 aspek dari dimensi

ini, yaitu keramahan, kompetensi, kredibilitas, dan keamanan.

5. Emphaty, dimensi yang memberikan peluang besar untuk memberikan pelayanan yang bersifat suprise. Sesuatu yang tidak

diharapkan pelanggan. banyak cara yang dapat dilakukan untuk

menyenangkan pelanggan, misalnya: memberikan ucapan selamat

(27)

2.2. Kepuasan Pelanggan

Kepuasan (Satisfaction) berasal dari bahasa latin yaitu satis yang berarti enough atau cukup dan facere yang berarti to do atau melakukan.

Sebuah kepuasan bisa didefinisikan sebagai persepsi terhadap sesuatu

yang telah memenuhi harapannya. Menurut Kotler (2004:10) kepuasan

pelanggan yaitu tingkatan dimana anggapan kinerja (perceived performance) produk yang akan sesuai dengan harapan seorang pelanggan. Kotler (2002) juga menyatakan perasaan senang atau kecewa

seseorang muncul setelah membandingkan antara persepsi dan kesannya

terhadap kinerja atau hasil dari suatu produk dan harapan dari produk

tersebut. Jika kinerja memenuhi harapan maka pelanggan akan puas,

sebaliknya jika kinerja tidak memenuhi harapan maka pelanggan akan

kecewa. Sementara itu jika kinerja melebihi harapan maka pelanggan akan

puas.

Menurut Engel, dkk dalam Sumarwan (2003), “Satisfaction is defined here asa a post consumption evaluation that a choose alternative at least meet or exceeds expectation”. Kepuasan pelanggan merupakan evaluasi purnabeli, dimana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya

sama atau melampaui harapan pelanggan, sedangkan ketidakpuasan

pelanggan muncul apabila tidak memenuhi harapan.

Menurut Supranto (2011) istilah kepuasan pelanggan merupakan

label yang digunakan oleh pelanggan untuk meringkas suatu himpunan

aksi atau tindakan terlihat, terkait produk atau jasa. Purnomo (2003)

mengartikan kepuasan pelanggan sebagai “perbedaan antara harapan dan

kinerja atau hasil yang diharapkan”, maksudnya adalah kepuasan

pelanggan tercipta jika pelanggan merasa output atau hasil pekerjaan

sesuai dengan harapan mereka, atau bahkan melebihi harapan pelanggan.

Kepuasan pelanggan ditentukan oleh persepsi pelanggan atau

performance produk atau jasa dalam memenuhi harapan pelanggan (Irawan, 2003). Pelanggan merasa puas apabila harapannya terpenuhi atau

akan sangat puas jika harapan pelanggan terlampaui. Harapan adalah kunci

(28)

Tanpa mengenal keinginan pelanggan, sangatlah sulit untuk perusahaan

untuk mampu memberikan kepuasan yang optimal untuk pelanggannya.

Menurtut Supranto (2001), pelanggan harus dipuaskan. Jika mereka

tidak puas, mereka akan meninggalkan perusahaan dan akan menjadi

pelanggan bagi pesaing. Tingkat kepuasan pelanggan dapat digambarkan

sebagai berikut:

Dari berbagai pendapat para ahli diatas, maka bisa disimpulkan bahwa

definisi kepuasan pelanggan adalah respon atau tanggapan dari perilaku

yang ditunjukkan oleh pelanggan dengan membandingkan antara kinerja

atau hasil yang dirasakan dengan harapan dan keinginan pelanggan.

Sebenarnya perusahaan tidak cukup hanya sekedar mengejar

kepuasan pelanggan. Perusahaan juga harus mampu menciptakan

pelanggan-pelanggan setia yang baru dan mempertahankan pelanggan

setia yang lama. Keberhasilan perusahaan dalam memberikan nilai dan

kepuasan pada pelanggannya akan menimbulkan pertumbuhan dan

keuntungan bagi perusahaan. Tujuan perusahaan

Kebutuhan dan keinginan konsumen

Produk

Nilai produk Bagi konsumen

Harapan konsumen terhadap produk

Tingkat kepuasan konsumen

(29)

2.2.1 Strategi Kepuasan Pelanggan

Pada dasarnya strategi kepuasan pelanggan menyebabkan

pesaing harus berusaha keras dan memerlukan biaya tinggi dalam

usahanya merebut pelangan suatu perusahaan. Menurut Schnaars

(1991) dalam Tjiptono (2006) kepuasan pelanggan merupakan strategi jangka panjang yang membutuhkan komitmen, baik

menyangkut dana maupun sumber daya manusia.

Ada beberapa strategi yang dapat dipadukan untuk meraih dan

meningkatkan kepuasan pelanggan, antara lain :

1. Strategi pemasaran berupa Relationship Marketing

Merupakan strategi dimana suatu transaksi antara penjual dan

pembeli berkelanjutan dan tidak berakhir setelah proses

penjualan selesai. Dengan kata lain terjalin suatu kemitraan

dengan pelanggan secara terus-menerus. Strategi ini dapat

diimplementasikan dengan membuat daftar nama pelanggan,

mencakup catatan penting lainnya mengenai pelanggan yang

dianggap perlu dibina hubungan jangka panjang. Dengan

tersedianya informasi semacam itu, maka diharapkan perusahaan

dapat memuaskan para pelanggan secara lebih baik, yang pada

gilirannya dapat menumbuhkan loyalitas pelanggan sehingga

terjadi pembelian ulang.

2. Strategi Superior Customer Service

Merupakan strategi dimana perusahaan berorientasi untuk

menawarkan pelayanan yang lebih baik daripada pesaing. Hal ini

membutuhkan dana yang besar, kemampuan sumber daya

manusia, dan usaha yang gigih agar dapat tercipta suatu

pelayanan superior. Akan tetapi perusahaan akan memperoleh manfaat yang sangat besar dari pelayanan yang lebih baik.

3. Strategi Unconditional Service Guarantee

Strategi ini berintikan komitmen untuk memberikan kepuasan

kepada pelanggan yang pada gilirannya akan menjadi sumber

(30)

perusahaan. Selain itu juga akan meningkatkan motivasi para

karyawan untuk mencapai tingkat kinerja yang lebih baik.

4. Strategi Penanganan Keluhan Yang Efisien

Penanganan keluhan memberikan peluang untuk mengubah

seorang pelanggan yang tidak puas menjadi puas. Kecepatan dan

ketepatan penanganan merupakan hal yang penting bagi

terwujudnya kepercayaan pelanggan terhadap perusahaan.

Karena semakin lama keluhan ditangani, maka pelanggan akan

berfikir bahwa perusahaan tidak mampu memberikan kepuasan

kepada pelanggan. Semua pihak yang ada dalam perusahaan

berhak dan wajib turut campur dalam penanganan keluhan

terutama pihak manajemen puncak.

5. Strategi Peningkatan Kinerja Perusahaan

Meliputi berbagai upaya seperti, melakukan pemantauan dan

pengukuran kepuasan pelanggan secara berkesinambungan,

memberikan pendidikan dan pelatihan menyangkut komunikasi,

salesmanship, dan public relations kepada pihak manajemen dan karyawan, memasukkan unsur kemampuan untuk memuaskan

pelanggan ke dalam sistem penilaian prestasi karyawan, dan

memberikan empowerment yang lebih besar kepada para karyawan dalam melaksanakan tugasnya.

6. Menerapkan Quality Function Deployment

Yaitu praktik untuk merancang proses sebagai tangapan terhadap

kebutuhan pelanggan, QFD berusaha menerjemahkan apa yang

dibutuhkan pelanggan menjadi apa yang dihasilkan organisasi.

Dengan demikian, QFD memungkinkan suatu perusahaan untuk

memprioritaskan kebutuhan pelanggan, menemukan tanggapan

inovatif terhadap kebutuhan tersebut, dan memperbaiki proses

hingga mencapai efektivitas maksimum.

2.2.2 Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Pelanggan

Menurut Irawan (2002), terdapat lima pendorong utama

(31)

1. Mutu produk

Konsumen atau pelanggan akan merasa puas jika setelah

membeli dan menggunakan produk tersebut, mendapatkan mutu

produk yang baik.

2. Harga

Begi pelanggan yang sensitif, harga yang murah adalah sumber

kepuasan yang penting karena mereka kan mendapat value for

money yang tinggi.

3. Service quality (ServQual)

Karena mutu produk dan harga seringkali tidak mampu

menciptakan keunggulan bersaing dalam hal kepuasan dan

keduanya relatif mudah ditiru, perusahaan cenderung

menggunakan pendorong ini.

4. Emotional Factor

Konsumen yang merasa bangga dan mendapatkan keyakinan

bahwa orang lain akan kagum terhadap dia bila menggunakan

produk dengan merek tertentu akan cenderung mempunyai

tingkat kepuasan yang lebih tinggi. Pendorong ini biasanya

berhubungan dengan gaya hidup seperti mobil, pakaian,

kosmetik dan sebagainya.

5. Kemudahan

Kemudahan yang didukung dengan kenyamanan dan efisiensi

dalam mendapatkan produk fisik atau jasa akan mendorong

kepuasan pelanggan.

Kepuasan

Pelanggan

Kualitas produk

Biaya dan kemudahan Harga

Faktor emosional

Kualitas layanan

[image:31.612.156.533.549.710.2]

Loyalitas

(32)

2.2.3 Pengukuran Kepuasan Pelanggan

Ada beberapa metode yang bisa dipergunakan setiap

perusahaan untuk mengukur dan memantau kepuasan pelanggan

pesaing. Menurut Kotler (2004) , terdapat empat perangkat untuk

melacak dan mengukur kepuasan pelanggan. keempat perangkat

tersebut adalah sebagai berikut:

1. Sistem Keluhan dan Saran

Setiap organisasi yang berorientasi pada pelanggan (customer

oriented) perlu menyediakan kesempatan dan akses yang mudah

dan nyaman bagi para pelanggannya guna menyampaikan saran,

kritik, pendapat dan keluhan pelanggan. Media yang digunakan

bisa berupa kotak saran yang ditempatkan di lokasi-lokasi

strategis (yang mudah dijangkau atau sering dilewati pelanggan),

kartu komentar (yang diisi langsung maupun yang dikirim via pos

kepada peruahaan), saluran telepon khusus bebsa pulsa, website

dan lain-lain.

2. Ghost Shopping (Mystery Shopping)

Salah satu cara memperoleh gambaran mengenai kepuasan

pelanggan adalah dengan memperkerjakan beberapa orang ghost shopper untuk berperan atau berpura-pura sebagai pelanggan potensial produk perusahaan pesaing. Mereka diminta beriteraksi

dengan staf penyedia jasa dan menggunakan produk/jasa

perusahan.

3. Lost Customer Analysis

Sedapat mungkin perusahaan menghubungi para pelanggan yang

telah berhenti membeli atau yang telah pindah pemasok agar dapat

memahami mengapa hal itu terjadi dan supaya dapat mengambil

kebijakan perbaikan atau penyempurnaan selanjutnya.

4. Survei Kepuasan Pelanggan

Sebagian besar riset kepuasan pelanggan dilakukan dengan

menggunakan metode survei, baik survei melalui pos, telepon,

(33)

Gerson (2001), mengemukakan beberapa manfaat dari

pengukuran kepuasan pelanggan yaitu:

1. Pengukuran menyebabkan orang memiliki rasa berhasil dan

berprestasi, yang kemudian diterjemahkan menjadi pelayanan

prima kepada pelanggan.

2. Pengukuran memberitahukan apa yang harus dilakukan untuk

memperbaiki mutu dan kepuasan pelanggan serta bagaimana

harus melakukannya.

3. Pengukuran memberikan umpan balik segera pada pelaksana,

terutama bila pelanggan sendiri yang mengukur kinetrja

pelaksana atau perusahaan yang memberikan pelayanan.

4. Pengukuran bisa dijadikan dasar penentuan standar kinerja dan

prestasi yang harus dicapai, yang akan mengarahkan menuju

peningkatan mutu dan kepuasan pelanggan.

5. Pengukuran memotivasi orang untuk melakukan dan mencapai

tingkat produktivitas yang lebih tinggi.

2.3. Radio

Radio merupakan media yang memiliki ciri khas tersendiri.

Pemanfaatan radio semakin lama semakin bertambah. Sebagai salah satu

media massa, radio memiliki karateristik yang khas dibandingkan media

massa lain yaitu (Riswandi, 2009) yaitu:

1. Imajinatif, pesan radio dapat mengajak pendengarnya untuk

berimajinasi.

2. Auditif, sifat radio untuk didengar sehingga dengan demikian sampai

di pendengaran hanya sepintas dan tidak dapat diulangi kembali.

3. Mengandung ganguan, baik berupa ganguan yang disebabkan faktor

semantik maupun oleh faktor teknis.

4. Akrab. Meskipun radio merupakan media komunikasi massa, akan

tetapi radio siaran bisa “menyapa” pendengar secara pribadi,

(34)

5. Identik dengan musik, radio adalah saran hiburan termurah dan

tercepat sehingga menjadi media utama untuk mendengarkan musik.

Sedangkan menurut Effendy (1991) menjelaskan bahwa radio

siaran memiliki gaya tersendiri (radio siaran style). Gaya radio siaran ini disebabkan beberapa sifat radio siaran. 1) Imajinatif. Karena hanya indera

pendengaran yang digunakan oleh khalayak dan pesannya pun selintas,

maka radio siaran dapat mengajak komunikannya untuk berimajinasi. 2)

Auditori. Auditori merupakan konsekuensi dari radio siaran untuk

didengar secara selintas. 3) Akrab. Sifat radio siaran adalah akrab dan

intim karena pada umumnya kita mendengar radio siaran sambil

melakukan pekerjaan sesuatu. 4) Materi siaran. Radio siaran bergaya

percakapan (conversational style)

Ketika khalayak menerima pesan dari radio siaran, khalayak yang

berada dalam tatanan mental yang pasif dan bergantung pada jelas atau

tidaknya kata-kata yang diucap penyiar. Oleh karena itu radio siaran

dianggap memiliki kekuatan yang begitu besar dan memiliki kekuasaan

yang begitu hebat terhadap khalayaknya.

Menurut Effendy (1991), ada tiga faktor penyebab yang membuat

radio memiliki kekuatan yaitu:

1. Daya langsung

Daya langsung radio siaran berkaitan dengan proses penyusunan dan

penyampaian pesan pada pendengarnya yang relatif cepat.

2. Daya Tembus

Daya tembus memungkinkan khalayak dapat mengakses informasi,

sekalipun terbentang jarak yang jauh.

3. Daya tarik

Daya tarik ini radio siaran disebabkan sifatnya yang serba hidup berkat

tiga unsur yang ada padanya, yaitu musik, kata-kata, dan efek suara

(35)

2.3.1 Karateristik Khalayak Radio

Khalayak bisa disebut dengan istilah penerima, pendengar,

audience, decoder, atau komunikan. Khalayak adalah salah satu

aktor dari proses komunikasi (Changara,2006). Radio merupakan

salah satu media massa tentunya juga memiliki khalayak yang

terlibat. Biasanya khalayak dari media massa radio disebut sebagai

khalayak pendengar. Menurut Changara (1998) dalam Firlani (2002), khalayak adalah salah satu pemeran dalam proses

komunikasi. Unsur khalayak tidak boleh diabaikan. Sebab berhasil

atau tidaknya proses komunikasi massa bisa berupa individu,

kelompok atau masyarakat. McQuail (2005) karateristik individu

yang berkaitan dengan khalayak media massa meliputi jenis

kelamin, umur, tingkat pendidikan, dan jenis pekerjaan.

Sari dalam Puspitasari (2009) menyatakan bahwa pada prinsipnya yang dimaksud dengan khalayak dalam komunikasi

massa adalah sejumlah manusia yang menerima suatu pesan dalam

waktu yang sama kendati berada pada tempat yang berjauhan dan

tidak mengenal serta tidak dapat mengadakan interaksi sevara

langsung dengan komunikator. Ia menambahkan secara garis besar

terdapat dua tipe khalayak, yaitu general public audience dan

specialized audience. General public audience merupakan khalayak yang sangta luas, heterogen dan anonim secara lengkap.

Contoh konkrit dari general public audience ini adalah pemirsa

televisi dan pendengar radio. Sedangkan specialized audience

dibentuk dari beberapa macam kepentingan bersama antara

anggotanya sehingga lebih homogen (paling tidak sama satu aspek

tertentu).

Menurut Masduki (2002) membagi pendengar radio dalam

empat kategori yakni pendengar aktif, pasif, selektif dan spontan.

Pendengar spontan adalah pendengar yang tanpa sengaja

mendengar suatu siaran radio dan relatif lebih mudah teralih

(36)

sering mendengarkan suatu progran radio tetapi jarang melakukan

interaksi dengan penyiar dan hanya mendengarkan siaran radio

saja. Pendengar selektif adalah pendengar yang hanya memilih

untuk mendengarkan program siaran tertentu yang memang

diminati olehnya, baik dikarenakan kualitas program yang

ditawarkan maupun karena tertarik terhadap penyiar yang

bersiaran. Pendengar aktif adalah pendengar yang selalu

mendengarkan siaran suatu stasiun radio dan mereka juga sering

aktif berinteraksi dengan penyiar pada saat siaran berlangsung

dengan mengirimkan sms atau telepon ke stasiun radio yang

bersangkutan.

Dalam interaksinya dengan radio, ada enam macam perilaku

mendengar (Masduki,2004) yaitu:

1. Rentang konsentrasi dengarnya pendek, karena menyimak

radio sambil mengerjakan berbagai kegiatan lain.

2. Perhatiannya dengan cepat beralih oleh orang atau peristiwa

disekitarnya, karena baginya radio merupakan “teman santai”.

3. Tidak dapat menyerab informasi banayak dalam sekali dengar,

karena daya ingat yang terbatas akibat dari aktivitas

pendengarannya yang selintas.

4. Lebih tertarik pada hal-hal yang mempengaruhi kehidupan

mereka secara langsung.

5. Secara mental dan literal (melek huruf) mudah mematikan

radio.

6. Umumnya pendengar terdeteksi secara konstan sehingga tidak

dapat diketahui apakah mereka pintar, heterogen, dan fanatik

2.3.2 Segmentasi Pendengar

Pada awal perkembangan industri penyiaran Indonesia,

pengelola media penyiaran pada umumnya membidik audien hanya

berdasarkan perkiraan saja. Mereka hanya memperkirakan saja siapa

audien mereka dan apa yang dibutuhkan oleh audien (Morissan,

(37)

sisi pihak pengelola itu sendiri. Mereka memposisikan diri mereka

seolah – olah mereka adalah audien. Padahal mengetahui apa saja

kebutuhan audien merupakan hal yang penting karena pelaku media

massa tidak akan bisa hanya sekedar menghadirkan sebuah program

penyiaran saja tanpa tahu apa yang di inginkan oleh audien.

Menurut Effendy (1991), pendengar merupakan sasaran

komunikasi massa melalui media siaran radio. Pendengar adalah

massa atau sejumlah orang yang sangat banyak yang sifatnya

heterogen dan terpencar-pencar di berbagai tempat. Oleh karena itu,

penerapan segmentasi pendengar tidak akan bisa diterapkan hanya

berdasarkan sebuah perkiraan, karena suatu masyarakat akan

mengalami perubahan begitu juga dengan kebutuhan mereka, setiap

perusahaan media massa harus memahami akan perubahan yang

terjadi disekitar lingkunganya dengan melakukan pengamatan

lingkungan.

Dengan persaingan media penyiaran yang semakin ketat

membuat pelaku media massa harus bisa menarik perhatian audien.

Dalam hal ini pelaku media harus mengerti akan keberagaman

pendengar yang ada karena akan sangat sulit untuk bisa memenuhi

kebutuhan mereka semua akan informasi dan hiburan yang mereka

butuhkan sehingga media penyiaran memerlukan sebuah segmentasi

pendengar.

Pengertian segmentasi pendengar oleh Morissan (2005)

adalah suatu kegiatan untuk membagi – bagi atau mengelompokkan

audien kedalam kotak kotak yang lebih homogen ketika audience

sudah dikelompokkan, maka akan terlihat kebutuhan yang sama dari

audien tersebut sehingga segmen – segmen yang lain yang tidak

sesuai dengan kebutuhan mereka bisa ditinggalkan.

Penetapan jenis segmentasi pendengar radio terbagi dalam

(38)

A. Segmentasi Demografis

Segmentasi yang didasarkan demografis merupakan

segmentasi pada kependudukan yang berkaitan dengan jumlah,

struktur serta pertumbuhanya. Data demografi sangat diperlukan,

karena berhubungan dengan bagaimana media penyiaran menilai

potensi pendengar yang tersedia dalam wilayah geografi yang

dapat dijangkau. Dan hal itu bisa diamati melalui berbagai

komponen seperti tingkat penghasilan, pekerjaan, usia,

pendidikan dan lain sebagainya. Adapun penjelasan mengenai

komponen dalam segmentasi demografis antara lain :

1) Usia

Segmentasi yang sering diambil oleh stasiun radio biasanya

adalah segmentasi Demografis dari segi usia, pendengar

dibedakan menurut usia dibagi dalam kategori anak-anak,

remaja, dewasa dan orang tua. Namun terkadang pembagian

usia akan dikelompokkan dalam kategori yang lebih spesifik.

2) Jenis kelamin

Isi media masa akan mempengaruhi siapa yang akan

manggunakan media tersebut. Begitu juga dengan radio,

ketika informasi berkaitan dengan tips kecantikan, memasak

dan berbagai hal yang berhubungan dengan wanita tentu akan

disukai dan menarik minat pendengar wanita. Sama halnya

bila ada informasi yang berkaitan dengar kebutuhan laki –

laki misalnya saja informasi seputar olah raga, mesin dan

seba gainya. Sehingga penentuan informasi yang

disampaikan melalui radio juga perlu diperhatikan sesuai

dengan target pendengar agar program siaran yang dibuat

nantinya bisa berhasil.

3) Pekerjaan

Jenis pekerjaan khalayak juga akan berpengaruh dengan jenis

program tertentu dalam media massa. Seperti halnya dengan

(39)

siaran talk show seputar dunia bisnis, berita lebih suka dengan lagu – lagu pop Indonesia atau wastern music.

Sedangkan untuk pekerjaan kasar kebanyakan menyukai

musik dangdut.

4) Pendidikan

Pendengar juga bisa dikelompokkan menurut pendidikan

yang dicapai. Pendidikan yang berhasil diselesaikan tentu

akan menentukan tingkat kecerdasan dan peemahaman

pendengar akan penerimaan sebuah informasi tertentu.

Sehingga pada akhirnya akan menentukan juga pilihan

informasi yang mereka butuhkan.

Pendengar yang berpendidikan tinggi biasanya menyukaai

informasi yang membutuhkan pikiran ataupun membutuhkan

sebuah analis. Wawasan mereka luas sehingga mampu

menerima informasi yang cukup berat untuk dikonsumsi.

Bagi mereka, informasi merupakan sebuah kebutuhan penting

yang harus di penuhi. Berbeda dari pendengar yang masih

dalam taraf belajar di sekolah atau bahkan hanya mencapai

pendidikan tingkar rendah. Tentu mereka akan lebih

menyukai informasi ringan yang menghibur dan mudah di

pahami.

5) Penghasilan

Penghasilan audien akan menentukan kelas social mereka

serta mempengaruhi kemampuan mereka untuk mengakses

informasi melalui media massa. Hal ini akan menentukan

pula program siaran seperti apa yang tepat untuk suatu kelas

social tertentu sehingga program siaran biasa lebih tepat

sasaran.

6) Agama

Segmentasi agama biasanya akan mempengaruhi bentuk

program siaran yang akan dibuat. Seperti halnya radio yang

(40)

membuat beberapa program yang bertemakan agama islam

seperti halnya ceramah. Segmentasi agama juga biasanya

didunakan untuk memasarkan produk tertentu misalnya saja

majalah atau buku agama.

B. Segmentasi Geografis

Dalam segmentasi geografis, pendengar akan di bagi atau

dikelompokkan menurut suatu wilayah daerah atau geografis

tertentu seperti Negara, provinsi, kota hingga suatu lingkungan

tertentu. Biasanya pemasang iklan juga melihat kepada

segmentasi geografis yang dibidik oleh suatu stasiun radio karena

setiap wilayah memiliki karakter pendengar yang juga akan

berbeda – beda.

C. Segmentasi Geodemografis

Segmentasi geodemografis merupakan gabungan dari segmentasi

demografis dan segmentasi geografis. Pendengar yang

menempati wilayah geografis tertentu akan memiliki karakter

demografis yang sama pula. Misalnya saja pendengar yang

memiliki pemukiman elit di kota besar akan cenderung memiliki

karakter tingkat penghasilan, pendidikan dan pekerjaan yang

hamper sama. Begitu pula dengan mereka yang bermukim di

pedesaan, akan memiliki tingkat penghasilan, pendidikan, hingga

pekerjaan yang cenderung sama.

D. Segmentasi psikografis.

Psikografis merupakan segmentasi berdasarkan gaya

hidup dan kepribadian seseorang. Misalnya saja seorang wanita

karir akan memiliki gaya hidup yang berbeda dengan ibu rumah

tangga. Tentu kebutuhan mereka akan sesuatu informasi juga

akan berbeda. Biasanya seorang wanita karir akan lebih suka

mendengarkan program siaran.

Menurut Kotler (2005), syarat untuk dapat menghasilkan

(41)

1. Dapat diukur

ukuran, daya beli, dan profil segmen dapat diukur

2. Besar

segmen cukup besar dan menguntungkan untuk dilayani. Segmen

tersebut harus merupakan kelompok homogen terbesar yang

memungkinkan perancangan strategi khusus

3. Dapat diakses

segmen dapat dijangkau dan dilayani secara efektif

4. Dapat dibedakan

segmen-segmen secara konseptual dapat dipisah-pisahkan dan

memberikan tanggapan yang berbeda terhadap unsur dan

program yang berbeda

5. Dapat dilaksanakan

program-program yang efektif dapat dirumuskan untuk menarik

dan melayani segmen-segmen tersebut

Strategi pemasaran berdasarkan segmentasi menurut Tony

Proctor (2000) terdiri dari dua tipe yaitu :

a. Single Segment Strategy

Strategi pemasaran berdasarkan satu jenis segmentasi saja dan

berkonsentrasi pada pemenuhan kebutuhan berdasarkan satu

jenis segmentasi. Dalam Fandy Tjiptono (2008) disebut

Concentrated Marketing atau berkonsentrasi pada segmen tunggal.

b. Multi Segment Strategy

Strategi pemasaran yang menggabungkan beberapa segmen

untuk tujuan meraih pasar yang lebih luas dan kesempatan yang

lebih besar. Hal ini memungkinkan untuk perusahaan

memikirkan banyak jenis promosi atau pemasaran yang sesuai

untuk semua segmen yang telah dipilih.

Kemudian, menurut Kotler (2005) segmentasi dapat dibentuk

(42)

preferensi atau pola segmentasi berdasarkan preferensi. Pola

segmentasi pasar tersebut antara lain:

 Preferensi homogen: menunjukkan pasar dimana semua konsumen

secara kasar memiliki preferensi yang sama. Pasar itu tidak

menunjukkan segmen alami.

 Preferensi tersebar: preferensi konsumen yang mungkin tersebar ke

seluruh bidang, yang menunjukkan bahwa preferensi konsumen

sangat beragam

 Preferensi terkelompok: pasar mungkin menunjukkan kelompok preferensi yang khas, yang dinamakan segmen pasar alami dimana

hal ini mempengaruhi positioningdari perusahaan/organisasi. 2.3.3 Isi Siaran radio

Produksi siaran merupakan keterampilan memadukan

wawasan, kreativitas, dan kemampuan mengoperasikan peralatan

produksi (Masduki, 2004). Sedangkan menurut Morissan (2005),

memproduksi program siaran memerlukan kemampuan dan

keterampilan sehingga menghasilkan produksi program yang

menarik untuk didengar. Secara umum program siaran radio terdiri

atas dua jenis, yaitu musik dan informasi. Kedua jenis program ini

kemudian dikemas dalam berbagai bentuk yang pada intinya hatus

bisa memenuhi kebutuhan khalayak dalam hal musik dan informasi.

Pada umumnya setiap stasiun radio memiliki cara

masing-masing dalam mengemas siarannya agar menarik perhatian khalayak

pendengar. Penyajian suatu siaran yang menarik oleh stasiun radio

akan menetukan keberhasilan dari radio tersebut untuk menjaring

khalayak pendengar dalam menyiarkan suatu informasi. Program

siaran radio yang sering disajikan oleh pihak stasiun radio untuk

dikemas secara menarik seperti siaran berita, talk show, hiburan,

jingleradio, dan infotainment radio.

Menurut Morissan (2005) bentuk penyajian berita radio

(43)

bersamaan melaporkannya dari lokasi. (2) Siaran Tunda, reporter

mendapatkan fakta dari lapangan, kemudian kembali ke studio untuk

mengolahnya terlebih dahulu sebelum disiarkan.

Adapun masih menurut Morissan (2005) tiga bentuk talk show

yang banyak digunakan oleh stasiun radio adalah: (1) One-on-one-show, yaitu bentuk perbincangan saat penyiar dan narasumber mendiskusikan suatu topik dengan dua posisi mikropon terpisah d

ruang studio yang sama. (2) Panel discussion, pewawancara sebagai moderator hadir bersama sejumlah narasumber. (3) Call in show, program perbincangan yang hanya melibatkan telepon dari

pendengar. Topik ini ditentukan oleh penyiar kemudian pendengar

diminta untuk memberikan

Sementara itu infotainment, yang merupakan singakatan dari

information and entertainment berupa kombinasi sajian siaran informasi dan hiburan dikemas secara easy listening. Infotainment

dalam kemasan yang lebih lengkap disebut majalah udara yaitu suatu

acara yang memadukan antara musik, lagu, tuturan informasi, berita,

dan iklan (Morissan, 2005). Biasanya tema yang dibahas dalam

program ini antara lain wawancara artis penyanyi yang membahas

album barunya, interaktif dengan pendengar membahas suatu tema

tertentu, dan lain-lain.

Agar acara yang disiarkan oleh stasiun radio menarik,

beberapa petunjuk yang dapat dijadikan sebagai patokan. Seperti

sasarannya harus jelas, acaranya spesifik, memiliki keutuhan,

beragam, waktu penyiaran yang tepat, orisinil, kualitas terjaga, dan

bahasanya harus sederhana (Munthe, 1996).

a. Acara harus sesuai sasaran. Sasaran yang akan dituju harus jelas.

Hal ini penting untuk memudahkan pengelola siaran dalam

mengolah bahan siaran. Misalnya suatu program acara ditujukan

kepada anak remaja

b. Acara harus utuh. Pembahasan materi harus dijaga agar tidak

(44)

permasalahan, pembahasan, dan penyelesaian masalah secara

sistematis.

c. Kemasan acara harus bervariasi. Acara dikemas dalam bentuk

yang bervariasi. Variasi dapat ditampilkan dalam dua bentuk,

yaitu dialog dan monolog.

Menurut Tede (2012) Keunggulan sebuah acara ditentukan

oleh lima faktor, yaitu:

1. Materi sesuai dengan kebutuhan pendengar

2. Kemasan acara yang interaktif dan memikat

3. Pemanduan yang kreatif

4. Penempatan waktu siar pada jam siar utama

5. Interaksi/partisipasi pendengar yang besar

Keberhasilan stasiun radio dalam menyajikan suatu program

siaran akan ditentukan oleh seberapa banyak pendengar yang tertarik

untuk mendengarkan program siaran yang disajikan. Selain itu,

keberhasilan suatu progam siaran yang disajikan oleh pihak stasiun

radio akan digunakan dalam menjaring khalayak pendengar yang

lebih banyak untuk mau mendengarkan program siaran tersebut. Ada

atau tidaknya khalayak yang mengikuti tau mendengarkan acara

yang disajikan oleh stasiun radio tentunya menentukan keberhasilan

dari program tersebut dalam menyajikan suatu siaran yang menarik

pendengar (Kermite, 1997)

2.4. Hasil Penelitian Terdahulu

Marwanti (2006) melakukan penelitian dengan judul analisis

kepuasan pendengar terhadap program siaran Radio Pertanian Ciawi.

Penulis mengukur tingkat kepuasan pendengar terhadap kinerja PT Radio

Pertanian Ciawi dengan diagram kartesius dan tabulasi silang dengan uji

Chi-Square. Hasil karateristik respondennya adalah laki-laki sebesar 56 persen, kelompok usia 20-30 tahun sebesar 38 persen, tingkat pendidikan

SMA sebesar 52 persen, jenis pekerjaannya adalah karyawan sebesar 28

persen, tingkat pendapatan kurang dari 1 juta sebesar 46 persen, frekuensi

(45)

6 sampai 12 bulan yang lalu sebesar 54 persen, manfaat yang didapat dari

RPC adalah hiburan sebesar 51 persen.

Hasil pengukuran diagram kartesius menunjukkan bahwa terdapat

satu atribut di kuadran A, di kuadran B ada tujuh belas, kuadran C ada tiga

belas dan di kuadran D ada dua atribut. Berdasarkan peringkat atribut,

pendengar radio dalam memilih program siaran radio, lebih

mengutamakan dimensi reliability atau kehandalan yaitu kemampuan manajemen stasiun radio untuk melaksanakan jasa, kemudian dimensi

assurance, kemudian diikuti berturut-turut oleh dimensi tangible, emphaty

dan responsiveness. Dari hasil analisis tabulasi silang antara profil responden dengan tingkat kepentingan dan kinerja secara umum

didapatkan bahwa penilaian tingkat kepentingan dipengaruhi oleh tingkat

pendidikan, sedangkan penilaian terhadap kinerja dipengaruhi oleh usia

dan jenis pekerjaan responden.

Kurniawan (2006) melakukan penelitian terhadap kepuasan

pendengar PT Radio Ika Lesmana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa

mayortitas pendengar Radio Lesmana adalah perempuan, pegawai dan

mahasiswa, dan merupakan pendengar yang setia dan loyal kepada Radio

Lesmana. Frekuensi mendengar Radio Lesmana oleh pendengar sangat

tinggi yang menggambarkan kesetiaan terhadap Radio Lesmana. Atribut

kualitas jasa yang dianggap penting adalah sinyal Radio Lesmana yang

ditangkap dengan kualitas baik(tidak ada ganguan/noise).

Penulis mengukur tingkat kepuasan pendengar terhadap kinerja PT

Radio Lesmana dengan Customer Satisfaction Index(CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Secara keseluruhan dapat dikatakan tingkat kepuasan responden terhadap kinerja dan kualitas Radio Lesmana sudah

tinggi dengan hasil Customer Satisfaction Index 86,01%. Akan tetapi

perusahaan juga harus terus melakukan perbaikan terhadap atribut-atribut

kualitas jasa yang nilai kerjanya masih dibawah tingkat kepentingan.

Galiano (2006) melakukan penelitian yang hampir serupa yaitu

Analisa Kepuasan Pendengar Terhadap Kualitas Siaran Radio Kalimaya

(46)

Penulis menggunakan Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis(IPA) sebagai alat analisis untuk mendapatkan hasil penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh para pendengar menganggap

penting dimensi kualitas pelayanan yang memiliki bobot berkisar antara

426 sampai dengan 468. Atribut yang dianggap paling penting oleh

pendengar adalah pengetahuan, wawasan dan kapasitas penyiar yang

memiliki skor sebesar 468. Atribut yang dianggap kurang penting adalah

kekuatan frekuensi, sehingga kepuasan dari pendengar/mahasiswa

terhadap kualitas siaran Radio Kalimaya Bhaskara paling besar ditentukan

oleh pengetahuan, wawasan dan kapasitas penyiar. Tingkat kinerja Radio

<

Gambar

Gambar 1. Hasil Survei Pendengar Berdasarkan 8 Kota di Indonesia(Mars Indonesia, 2009)
Gambar 2. Hasil Survei Pendengar Berdasarkan Kelompok Usia (Mars Indonesia, 2009)
Gambar 4. Diagram segitiga pemasaran jasa (Rangkuti, 2003)
Gambar 5. Tingkat kepuasan pelanggan (Engel, et al. 1994)
+7

Referensi

Dokumen terkait

PERTANTAN SERTA FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP KESEMPATAN KERJA SEKTOR PERTANIAN. BAYU KRISNAMURTHI).. Saat ini proses pembangunan Indonesia

Pada bab sebelumnya sudah dipaparkan faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja PKH di Desa Petir, baik itu faktor internal seperti koordinasi perencanaan dan pelaksanaan program

Untuk itulah penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui signifikan atau tidaknya pengaruh faktor Positioning Radio, Konsep Produk, Format Station , Profil Pendengar,

Yang bertanda tangan di bawah ini saya, Bayu Setyoko, menyatakan bahwa skripsi dengan judul : Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Petani Mengkonversi

Penelitian ini berjudul “Analisis Faktor-Faktor Pengurang Zakat Pertanian (Studi Kasus: Petani di Desa Trucuk Kecamatan Trucuk Kabupaten Klaten)”. Penelitian ini berasal

Dari uraian permasalahan di atas penulis tertarik melakukan penelitian mengenai analisis usahatani jagung yang bertujuan untuk menganalisis faktor- faktor yangmempengaruhi

skripsi ini “Analisis Faktor -Faktor yang Mempengaruhi Produksi Bawang Merah (Studi Kasus: Desa Silalahi III, Kecamatan Silahisabungan, Kabupaten Dairi).” Tujuan

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayahnya sehingga penulis dapat penyelesaikan proposal skripsi dengan judul