Direktorat Jenderal Pajak FREQUENTLY ASK

26 

Teks penuh

(1)

FREQUENTLY ASK QUESTIONS (FAQ)

1. Siapa saja yang boleh mengikuti Amnesti Jawaban:

Setiap WP baik OP maupun Badan yang

Amnesti Pajak, kecuali WP yang sedang dilakukan penyidikan dan telah P WP yang sedang menjalani hukuman atas

Oleh karena itu, bagi WP yang hanya memiliki kewajiban pajak sebagai Pemotong/Pemungut saja, dapat mengikuti Amnesti Pajak

penyampaian SPT Tahunan PPh Badan se

2. Bagi Orang Pribadi atau Badan yang belum memiliki NPWP, apakah dapat mengikuti Amnesti Pajak? Jawaban:

Orang Pribadi atau Badan harus mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk memperoleh NPWP. Setelah memiliki NPWP, Orang Pribadi

3. Bagi Orang Pribadi atau Badan yang memperoleh NPWP setelah tahun 2015 dan ingin mengikuti Amnesti Pajak, bagaimana perlakuannya?

Jawaban:

Bagi Wajib Pajak yang memperoleh NPWP setelah tahun 2015 dan ingin mengikuti

dengan menyampaikan Surat Pernyataan Harta tanpa melampirkan fotokopi SPT PPh Terakhir. 4. Bagaimana perlakuan Amnesti Pajak untuk warisan yang belum terbagi?

Jawaban:

Warisan yang belum dibagi merupakan subjek pajak tersendiri yang

ahli waris atau pengurus (NPWP masih sama dengan almarhum) sehingga untuk mengikuti program Amnesti Pajak adalah dengan diwakili oleh ahli waris atau pengurus tersebut dengan cara mengungkap harta tambahan yang ada.

5. Siapa saja yang termasuk UMKM? Apakah Orang Pribadi yang menjalankan usaha pekerjaan bebas termasuk dalam pengertian UMKM?

Jawaban:

UU Amnesti Pajak mengatur tarif yang lebih rendah bagi WP baik Orang Pribadi atau Badan yang peredaran usahanya dalam setahun sampai dengan Rp4,8 Milyar, sepanjang peredaran usaha tersebut

dari kegiatan usaha dan pekerjaan bebas.

6. Dalam hal suami-istri memiliki NPWP masing tersebut ingin mengikuti Amnesti Pajak?

Jawaban:

Dalam hal istri memilih untuk melaksanakan kewajiban dilakukan oleh masing-masing.

7. Dalam hal suami-istri masing pelaporannya dalam Amnesti Pajak? Jawaban:

Besaran nilai joint-account untuk pernyataan.

KPP Pratama Bangko

FREQUENTLY ASK QUESTIONS (FAQ)

PENGAMPUNAN PAJAK

SUMBER : FAQ TAX KNOWLEDGE BASE

F

F

F

A

A

A

Q

Q

Q

A

A

A

m

m

m

n

n

n

e

e

e

s

s

s

t

t

t

i

i

i

P

P

P

a

a

a

j

j

j

a

a

a

k

k

k

T

T

T

a

a

a

n

n

n

g

g

g

g

g

g

a

a

a

l

l

l

1

1

1

J

J

J

u

u

u

l

l

l

i

SUBYEK PENGAMPUNAN PAJAK

Siapa saja yang boleh mengikuti Amnesti Pajak?

Setiap WP baik OP maupun Badan yang memiliki kewajiban penyampaian SPT Tahunan PPh Amnesti Pajak, kecuali WP yang sedang dilakukan penyidikan dan telah P

WP yang sedang menjalani hukuman atas pidana di bidang perpajakan.

Oleh karena itu, bagi WP yang hanya memiliki kewajiban pajak sebagai Pemotong/Pemungut saja, dapat mengikuti Amnesti Pajak, misalnya WP Bendahara atau WP yang tidak memiliki kewajiban penyampaian SPT Tahunan PPh Badan seperti WP Joint Operation.

Bagi Orang Pribadi atau Badan yang belum memiliki NPWP, apakah dapat mengikuti Amnesti Pajak?

Orang Pribadi atau Badan harus mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk memperoleh NPWP. Setelah memiliki NPWP, Orang Pribadi dan Badan dapat mengikuti Amnesti Pajak.

Bagi Orang Pribadi atau Badan yang memperoleh NPWP setelah tahun 2015 dan ingin mengikuti Amnesti Pajak, bagaimana perlakuannya?

Bagi Wajib Pajak yang memperoleh NPWP setelah tahun 2015 dan ingin mengikuti

dengan menyampaikan Surat Pernyataan Harta tanpa melampirkan fotokopi SPT PPh Terakhir. Bagaimana perlakuan Amnesti Pajak untuk warisan yang belum terbagi?

Warisan yang belum dibagi merupakan subjek pajak tersendiri yang pelaksanaan perpajakannya diwakili oleh ahli waris atau pengurus (NPWP masih sama dengan almarhum) sehingga untuk mengikuti program Amnesti Pajak adalah dengan diwakili oleh ahli waris atau pengurus tersebut dengan cara mengungkap harta

Siapa saja yang termasuk UMKM? Apakah Orang Pribadi yang menjalankan usaha pekerjaan bebas termasuk dalam pengertian UMKM?

UU Amnesti Pajak mengatur tarif yang lebih rendah bagi WP baik Orang Pribadi atau Badan yang peredaran usahanya dalam setahun sampai dengan Rp4,8 Milyar, sepanjang peredaran usaha tersebut

dan tidak menerima penghasilan dari pekerjaan dalam hubungan kerja dan/atau

istri memiliki NPWP masing-masing, bagaimana perlakuannya apabila suami tersebut ingin mengikuti Amnesti Pajak?

Dalam hal istri memilih untuk melaksanakan kewajiban perpajakan sendiri maka pengajuan Amnesti Pajak masing.

istri masing-masing memiliki NPWP dan mempunyai joint pelaporannya dalam Amnesti Pajak?

account untuk masing-masing diserahkan kepada WP dengan melampirkan surat

KPP Pratama Bangko | Tax Knowledge Base 1

FREQUENTLY ASK QUESTIONS (FAQ)

PENGAMPUNAN PAJAK

SUMBER : FAQ TAX KNOWLEDGE BASE

l

l

i

i

i

2

2

2

0

0

0

1

1

1

6

6

6

SUBYEK PENGAMPUNAN PAJAK

memiliki kewajiban penyampaian SPT Tahunan PPh dapat mengikuti Amnesti Pajak, kecuali WP yang sedang dilakukan penyidikan dan telah P-21, dalam proses peradilan, dan

pidana di bidang perpajakan.

Oleh karena itu, bagi WP yang hanya memiliki kewajiban pajak sebagai Pemotong/Pemungut saja, tidak , misalnya WP Bendahara atau WP yang tidak memiliki kewajiban

Bagi Orang Pribadi atau Badan yang belum memiliki NPWP, apakah dapat mengikuti Amnesti Pajak?

Orang Pribadi atau Badan harus mendaftarkan diri terlebih dahulu untuk memperoleh NPWP. Setelah dan Badan dapat mengikuti Amnesti Pajak.

Bagi Orang Pribadi atau Badan yang memperoleh NPWP setelah tahun 2015 dan ingin mengikuti Amnesti

Bagi Wajib Pajak yang memperoleh NPWP setelah tahun 2015 dan ingin mengikuti Amnesti Pajak, dilakukan dengan menyampaikan Surat Pernyataan Harta tanpa melampirkan fotokopi SPT PPh Terakhir.

Bagaimana perlakuan Amnesti Pajak untuk warisan yang belum terbagi?

pelaksanaan perpajakannya diwakili oleh ahli waris atau pengurus (NPWP masih sama dengan almarhum) sehingga untuk mengikuti program Amnesti Pajak adalah dengan diwakili oleh ahli waris atau pengurus tersebut dengan cara mengungkap harta

Siapa saja yang termasuk UMKM? Apakah Orang Pribadi yang menjalankan usaha pekerjaan bebas

UU Amnesti Pajak mengatur tarif yang lebih rendah bagi WP baik Orang Pribadi atau Badan yang peredaran usahanya dalam setahun sampai dengan Rp4,8 Milyar, sepanjang peredaran usaha tersebut hanya berasal ri pekerjaan dalam hubungan kerja dan/atau

masing, bagaimana perlakuannya apabila suami-istri

perpajakan sendiri maka pengajuan Amnesti Pajak

masing memiliki NPWP dan mempunyai joint-account, bagaimana

(2)

8. Kalau suami WNA dan istri WNI, Bagaimana cara untuk melakukan permohonan Amnesti Pajak? Jawaban:

Dalam hal suami merupakan Subjek Pajak Dalam Negeri dan tidak ada perjanjian pisah ha suami yang mengikuti Amnesti Pajak.

Dalam hal suami bukan Subjek Pajak Dalam Negeri dan tidak ada perjanjian pisah harta, maka tidak dapat mengikuti Amnesti Pajak.

9. Apakah karyawan atau dokter apakah bisa menggunakan tarif UMKM? Jawaban:

Yang dapat memanfaatkan tarif Pasal 4 ayat (3) dalam UU Pengampunan Pajak adalah Wajib Pajak yang memiliki peredaran usaha hanya bersumber dari penghasilan atas kegiatan usaha s.d Rp4.8 miliar pada Tahun Pajak terakhir dan tidak menerima penghasilan tidak

hubungan kerja dan / atau pekerjaan bebas.

Dengan demikian karyawan, dokter harus menggunakan tarif Pasal 4 ayat (1) UU amnesti pajak yaitu 2%, 3%, atau 5% tergantung masa penyampaian Surat Pernyataan.

10. Jika WP tidak ada upaya hukum yang sedang dilakukan, apakah harus melampirkan surat pernyataan mencabut juga sebagai syarat dalam menyampaikan Surat Pernyataan?

Jawaban:

Wajib Pajak tidak perlu melampirkan surat pernyataan mencabut upaya hukum jika tidak sedang mengajukan upaya hukum.

11. Atas warisan orang tua kepada anak yang belum pernah dilaporkan dalam SPT Tahunan, siapa yang berhak mengajukan Amnesti Pajak?

Jawaban:

Dalam hal Warisan tersebut belum terbagi, maka atas harta Warisan tersebut dapat diikutkan dalam program Amnesti Pajak dengan menggunakan Subjek Pajak Warisan Yang Belum terbagi sebagai Subjek Pajak menggantikan yang berhak. Pelaksaannya dilakukan oleh salah seorang ahli warisnya, pelaksana wasiatnya atau yang mengurus harta warisan tersebut (Keterangan

adalah sama dengan NPWP Almarhum.

Dalam hal Warisan sudah terbagi, maka yang mengajukan amnesti pajak adalah masing yang mendapatkan harta berupa warisan tersebut.

12. Wajib Pajak menyatakan

serta dipotong pajaknya di luar negeri, serta membeli hartanya di luar negeri. Dengan kondisi tersebut, apakah Wajib pajak tersebut harus ikut Amnesti Pajak?

Jawaban:

Sepanjang Wajib Pajak memiliki kewajiban menyampaikan SPT dan memiliki Harta yang belum diungkapkan dalam SPT Tahunan, maka Harta tersebut dapat diungkapkan melalui Surat Pernyataan.

Perlu diketahui, Indonesia menganut paham

seluruh penghasilan yang diterimanya baik di dalam maupun luar negeri. Atas penghasilan di luar negeri yang telah dikenai pajak, maka pajak tersebut dapat dikreditkan sesuai ketentuan dalam Pasal 24 UU PPh dan aturan pelaksanaannya.

Berdasarkan prinsip tersebut, Wajib Pajak dalam negeri yang bukan berstatus

menyampaikan SPT Tahunan PPh secara benar, lengkap, dan jelas, yang di dalamnya turut mencantumkan penghasilan yang diterimanya maupun harta dimilikinya baik

13. Apakah setiap Wajib Pajak yang belum memiliki NPWP diwajibkan melampirkan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP)?

Jawaban:

Kewajiban pencantuman nomor SIUP dalam Surat Pernyataan hanya bagi Wajib Pajak yang sebelumnya telah memiliki SIUP.

KPP Pratama Bangko

Kalau suami WNA dan istri WNI, Bagaimana cara untuk melakukan permohonan Amnesti Pajak?

Dalam hal suami merupakan Subjek Pajak Dalam Negeri dan tidak ada perjanjian pisah ha suami yang mengikuti Amnesti Pajak.

Dalam hal suami bukan Subjek Pajak Dalam Negeri dan tidak ada perjanjian pisah harta, maka tidak dapat

Apakah karyawan atau dokter apakah bisa menggunakan tarif UMKM?

Yang dapat memanfaatkan tarif Pasal 4 ayat (3) dalam UU Pengampunan Pajak adalah Wajib Pajak yang memiliki peredaran usaha hanya bersumber dari penghasilan atas kegiatan usaha s.d Rp4.8 miliar pada Tahun Pajak terakhir dan tidak menerima penghasilan tidak menerima penghasilan dari pekerjaan dalam hubungan kerja dan / atau pekerjaan bebas.

Dengan demikian karyawan, dokter harus menggunakan tarif Pasal 4 ayat (1) UU amnesti pajak yaitu 2%, 3%, tergantung masa penyampaian Surat Pernyataan.

dak ada upaya hukum yang sedang dilakukan, apakah harus melampirkan surat pernyataan mencabut juga sebagai syarat dalam menyampaikan Surat Pernyataan?

Wajib Pajak tidak perlu melampirkan surat pernyataan mencabut upaya hukum jika tidak sedang ajukan upaya hukum.

Atas warisan orang tua kepada anak yang belum pernah dilaporkan dalam SPT Tahunan, siapa yang berhak mengajukan Amnesti Pajak?

Dalam hal Warisan tersebut belum terbagi, maka atas harta Warisan tersebut dapat diikutkan dalam ogram Amnesti Pajak dengan menggunakan Subjek Pajak Warisan Yang Belum terbagi sebagai Subjek Pajak menggantikan yang berhak. Pelaksaannya dilakukan oleh salah seorang ahli warisnya, pelaksana wasiatnya atau yang mengurus harta warisan tersebut (Keterangan: NPWP Subjek Pajak Warisan Yang Belum terbagi adalah sama dengan NPWP Almarhum.

Dalam hal Warisan sudah terbagi, maka yang mengajukan amnesti pajak adalah masing yang mendapatkan harta berupa warisan tersebut.

Wajib Pajak menyatakan bahwa ia bekerja di luar negeri dan mendapatkan penghasilan dari luar negeri serta dipotong pajaknya di luar negeri, serta membeli hartanya di luar negeri. Dengan kondisi tersebut, apakah Wajib pajak tersebut harus ikut Amnesti Pajak?

jib Pajak memiliki kewajiban menyampaikan SPT dan memiliki Harta yang belum diungkapkan dalam SPT Tahunan, maka Harta tersebut dapat diungkapkan melalui Surat Pernyataan.

Perlu diketahui, Indonesia menganut paham world wide income bagi Wajib Pajak dalam n

seluruh penghasilan yang diterimanya baik di dalam maupun luar negeri. Atas penghasilan di luar negeri yang telah dikenai pajak, maka pajak tersebut dapat dikreditkan sesuai ketentuan dalam Pasal 24 UU PPh dan

rkan prinsip tersebut, Wajib Pajak dalam negeri yang bukan berstatus

menyampaikan SPT Tahunan PPh secara benar, lengkap, dan jelas, yang di dalamnya turut mencantumkan penghasilan yang diterimanya maupun harta dimilikinya baik di dalam maupun di luar negeri.

Apakah setiap Wajib Pajak yang belum memiliki NPWP diwajibkan melampirkan Surat Izin Usaha

Kewajiban pencantuman nomor SIUP dalam Surat Pernyataan hanya bagi Wajib Pajak yang sebelumnya telah

KPP Pratama Bangko | Tax Knowledge Base 2 Kalau suami WNA dan istri WNI, Bagaimana cara untuk melakukan permohonan Amnesti Pajak?

Dalam hal suami merupakan Subjek Pajak Dalam Negeri dan tidak ada perjanjian pisah harta, maka hanya Dalam hal suami bukan Subjek Pajak Dalam Negeri dan tidak ada perjanjian pisah harta, maka tidak dapat

Apakah karyawan atau dokter apakah bisa menggunakan tarif UMKM?

Yang dapat memanfaatkan tarif Pasal 4 ayat (3) dalam UU Pengampunan Pajak adalah Wajib Pajak yang memiliki peredaran usaha hanya bersumber dari penghasilan atas kegiatan usaha s.d Rp4.8 miliar pada menerima penghasilan dari pekerjaan dalam Dengan demikian karyawan, dokter harus menggunakan tarif Pasal 4 ayat (1) UU amnesti pajak yaitu 2%, 3%,

dak ada upaya hukum yang sedang dilakukan, apakah harus melampirkan surat pernyataan mencabut juga sebagai syarat dalam menyampaikan Surat Pernyataan?

Wajib Pajak tidak perlu melampirkan surat pernyataan mencabut upaya hukum jika tidak sedang

Atas warisan orang tua kepada anak yang belum pernah dilaporkan dalam SPT Tahunan, siapa yang

Dalam hal Warisan tersebut belum terbagi, maka atas harta Warisan tersebut dapat diikutkan dalam ogram Amnesti Pajak dengan menggunakan Subjek Pajak Warisan Yang Belum terbagi sebagai Subjek Pajak menggantikan yang berhak. Pelaksaannya dilakukan oleh salah seorang ahli warisnya, pelaksana wasiatnya : NPWP Subjek Pajak Warisan Yang Belum terbagi Dalam hal Warisan sudah terbagi, maka yang mengajukan amnesti pajak adalah masing-masing ahli waris

bahwa ia bekerja di luar negeri dan mendapatkan penghasilan dari luar negeri serta dipotong pajaknya di luar negeri, serta membeli hartanya di luar negeri. Dengan kondisi tersebut,

jib Pajak memiliki kewajiban menyampaikan SPT dan memiliki Harta yang belum diungkapkan dalam SPT Tahunan, maka Harta tersebut dapat diungkapkan melalui Surat Pernyataan.

bagi Wajib Pajak dalam negeri sehingga seluruh penghasilan yang diterimanya baik di dalam maupun luar negeri. Atas penghasilan di luar negeri yang telah dikenai pajak, maka pajak tersebut dapat dikreditkan sesuai ketentuan dalam Pasal 24 UU PPh dan

rkan prinsip tersebut, Wajib Pajak dalam negeri yang bukan berstatus Non Efektif (NE), masih perlu menyampaikan SPT Tahunan PPh secara benar, lengkap, dan jelas, yang di dalamnya turut mencantumkan

di dalam maupun di luar negeri.

Apakah setiap Wajib Pajak yang belum memiliki NPWP diwajibkan melampirkan Surat Izin Usaha

(3)

14. Bagaimana pelakuan Pengampunan Pajak bagi Wajib Pajak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) yang mengelola aset milik negara?

Jawaban:

Aset K3S yang tidak dimiliki oleh WP tidak dapat diajukan pengampunan pajak. 15. Apakah aset Wajib Pajak yang

(PKP2B) boleh mengikuti Amnesti Pajak Jawaban:

Atas Harta yang dimiliki WP PKP2B dapat diajukan Pengampunan Pajak, termasuk harta tidak berwujud. 16. Dokter mendapat penghasilan dari berbagai

belum dilaporkan dalam SPTnya. Bagaimana perlakuan Pengampunan Pajaknya? Jawaban:

Sepanjang terdapat harta yang diperoleh dari penghasilan tersebut belum dilapor dalam SPT PPh Tahunan Tahun terakhir, maka harta tersebut merupakan objek Pengampunan Pajak. Tarif yang digunakan menggunakan tarif Pasal 4 ayat (1) atau ayat (2) UU Pengampunan Pajak.

17. Bagaimana perlakuan Wajib Pajak yang ingin mengikuti Amnesti Pajak yang NPWPnya berstatus DE/NE bukan dikarenakan permohonannya ataupun berstatus NE karena permohonan? Dalam hal Wajib Pajak pernah memasukkan SPT pada tahun

Dapatkah harta tersebut diakui dalam pelaporan SPT PPh Tahun Terakhir? Jawaban:

Wajib Pajak dapat mengikuti program pengampunan pajak dengan mengaktifan kembali status NPWPnya.Atas harta yang sudah dilaporkan SPT Tahunan PPh sebelumnya dapat diakui pada saat penyampaian SPT PPh Terakhir

KPP Pratama Bangko

Bagaimana pelakuan Pengampunan Pajak bagi Wajib Pajak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) yang mengelola aset milik negara?

Aset K3S yang tidak dimiliki oleh WP tidak dapat diajukan pengampunan pajak.

Apakah aset Wajib Pajak yang mempunyai Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) boleh mengikuti Amnesti Pajak?

Atas Harta yang dimiliki WP PKP2B dapat diajukan Pengampunan Pajak, termasuk harta tidak berwujud. Dokter mendapat penghasilan dari berbagai tempat yang sudah dipotong PPh oleh pemberi penghasilan, belum dilaporkan dalam SPTnya. Bagaimana perlakuan Pengampunan Pajaknya?

Sepanjang terdapat harta yang diperoleh dari penghasilan tersebut belum dilapor dalam SPT PPh Tahunan maka harta tersebut merupakan objek Pengampunan Pajak. Tarif yang digunakan menggunakan tarif Pasal 4 ayat (1) atau ayat (2) UU Pengampunan Pajak.

Bagaimana perlakuan Wajib Pajak yang ingin mengikuti Amnesti Pajak yang NPWPnya berstatus DE/NE enakan permohonannya ataupun berstatus NE karena permohonan? Dalam hal Wajib Pajak pernah memasukkan SPT pada tahun-tahun sebelumnya namun belum menyampaikan SPT PPh Terakhir, Dapatkah harta tersebut diakui dalam pelaporan SPT PPh Tahun Terakhir?

Wajib Pajak dapat mengikuti program pengampunan pajak dengan mengaktifan kembali status NPWPnya.Atas harta yang sudah dilaporkan SPT Tahunan PPh sebelumnya dapat diakui pada saat penyampaian SPT PPh Terakhir

KPP Pratama Bangko | Tax Knowledge Base 3

Bagaimana pelakuan Pengampunan Pajak bagi Wajib Pajak Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) yang

Aset K3S yang tidak dimiliki oleh WP tidak dapat diajukan pengampunan pajak.

mempunyai Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara

Atas Harta yang dimiliki WP PKP2B dapat diajukan Pengampunan Pajak, termasuk harta tidak berwujud. tempat yang sudah dipotong PPh oleh pemberi penghasilan, belum dilaporkan dalam SPTnya. Bagaimana perlakuan Pengampunan Pajaknya?

Sepanjang terdapat harta yang diperoleh dari penghasilan tersebut belum dilapor dalam SPT PPh Tahunan maka harta tersebut merupakan objek Pengampunan Pajak. Tarif yang digunakan menggunakan tarif Pasal 4 ayat (1) atau ayat (2) UU Pengampunan Pajak.

Bagaimana perlakuan Wajib Pajak yang ingin mengikuti Amnesti Pajak yang NPWPnya berstatus DE/NE enakan permohonannya ataupun berstatus NE karena permohonan? Dalam hal Wajib Pajak tahun sebelumnya namun belum menyampaikan SPT PPh Terakhir, Dapatkah harta tersebut diakui dalam pelaporan SPT PPh Tahun Terakhir?

(4)

U

U

U

p

p

p

d

d

d

a

a

a

t

t

t

e

e

e

F

F

F

1. Apa tujuan penyusunan Undang Jawaban:

Tujuan penyusunan Undang

a. mempercepat pertumbuhan dan restrukturisasi ekonomi melalui pengalihan Harta, yang antara lain akan berdampak terhadap peningkatan likuiditas domestik, perbaikan nilai tukar Rupiah, penurunan suku bunga, dan peningkatan investasi;

b. mendorong reformasi perp

basis data perpajakan yang lebih valid, komprehensif, dan terintegrasi; dan

c. meningkatkan penerimaan pajak, yang antara lain akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan. Dasar hukum: Pasal 2 ayat (2)

2. Apa asas (dasar pemikiran) penyusunan Undang Jawaban:

Pengampunan Pajak dilaksanakan berdasarkan asas:

a. kepastian hukum, yaitu pelaksanaan Pengampunan Pajak harus dapat mewujudkan ketertiban dalam masyarakat melalui jaminan kepastian hukum.

b. keadilan, yaitu pelaksanaan Pengampunan Pajak menjunjung tinggi keseimbangan hak dan kewajiban dari setiap pihak yang

c. kemanfaatan, yaitu seluruh pengaturan kebijakan Pengampunan Pajak bermanfaat bagi kepentingan negara, bangsa, dan masyarakat, khususnya dalam memajukan kesejahteraan umum.

d. kepentingan nasional, yaitu pelaksanaan Pengampunan Pajak mengutamakan k negara, dan masyarakat di atas kepentingan lainnya.

Dasar hukum: Pasal 2 ayat (1) dan penjelasannya

3. Apa yang dimaksud dengan Pengampunan Pajak? Jawaban:

Pengampunan Pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dike

perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap Harta dan membayar Uang Tebusan sebagaimana diatur dalam Undang

Dasar hukum :Pasal 1 angka 1

4. Apa yang dimaksud dengan uang tebusan? Jawaban:

Sejumlah uang yang dibayarkan ke kas negara untuk mendapatkan Pengampunan Pajak. Dasar hukum :Pasal 1 angka 7

5. Sampai kapan periode penyampaian Surat Pernyataan Pengampunan Pajak ini berlangsung? Jawaban:

Periode penyampaian Surat Pernyataan Pengampuna Pengampunan Pajak diundangkan sampai dengan 31 Maret 2017. Dasar hukum : Pasal 4

6. Syarat apa saja yang harus dipenuhi Wajib Pajak untuk mengajukan Pengampunan Pajak Jawaban:

a. memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak; b. membayar Uang Tebusan;

c. melunasi seluruh Tunggakan Pajak;

d. melunasi pajak yang tidak atau kurang dibayar atau melunasi pajak yang seharusnya tidak dikembalikan bagi Wajib Pajak yang sedang dilakukan pemeriksaan bukti permulaan dan/atau penyidikan;

e. menyampaikan SPT PPh Terakhir bagi Wajib Pajak yang telah memiliki kewajiban menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan; dan

f. mencabut permohonan:

1) pengembalian kelebihan pembayaran pajak;

KPP Pratama Bangko

F

F

F

A

A

A

Q

Q

Q

A

A

A

m

m

m

n

n

n

e

e

e

s

s

s

t

t

t

i

i

i

P

P

P

a

a

a

j

j

j

a

a

a

k

k

k

S

S

S

e

e

e

r

r

r

i

i

i

I

I

I

V

V

V

T

T

T

a

a

a

n

n

n

g

g

g

g

g

g

a

a

a

l

l

l

DEFINISI DAN KETENTUAN UMUM

Apa tujuan penyusunan Undang-Undang tentang Pengampunan Pajak ?

Tujuan penyusunan Undang-Undang tentang Pengampunan Pajak sebagai berikut:

mempercepat pertumbuhan dan restrukturisasi ekonomi melalui pengalihan Harta, yang antara lain akan berdampak terhadap peningkatan likuiditas domestik, perbaikan nilai tukar Rupiah, penurunan suku bunga, dan peningkatan investasi;

mendorong reformasi perpajakan menuju sistem perpajakan yang lebih berkeadilan serta perluasan basis data perpajakan yang lebih valid, komprehensif, dan terintegrasi; dan

meningkatkan penerimaan pajak, yang antara lain akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan. asal 2 ayat (2)

Apa asas (dasar pemikiran) penyusunan Undang-Undang tentang Pengampunan Pajak?

Pengampunan Pajak dilaksanakan berdasarkan asas:

kepastian hukum, yaitu pelaksanaan Pengampunan Pajak harus dapat mewujudkan ketertiban dalam masyarakat melalui jaminan kepastian hukum.

keadilan, yaitu pelaksanaan Pengampunan Pajak menjunjung tinggi keseimbangan hak dan kewajiban dari setiap pihak yang terlibat.

kemanfaatan, yaitu seluruh pengaturan kebijakan Pengampunan Pajak bermanfaat bagi kepentingan negara, bangsa, dan masyarakat, khususnya dalam memajukan kesejahteraan umum.

kepentingan nasional, yaitu pelaksanaan Pengampunan Pajak mengutamakan k negara, dan masyarakat di atas kepentingan lainnya.

Dasar hukum: Pasal 2 ayat (1) dan penjelasannya

Apa yang dimaksud dengan Pengampunan Pajak?

Pengampunan Pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dike

perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap Harta dan membayar Uang Tebusan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

Dasar hukum :Pasal 1 angka 1

Apa yang dimaksud dengan uang tebusan?

Sejumlah uang yang dibayarkan ke kas negara untuk mendapatkan Pengampunan Pajak. Dasar hukum :Pasal 1 angka 7

Sampai kapan periode penyampaian Surat Pernyataan Pengampunan Pajak ini berlangsung?

Periode penyampaian Surat Pernyataan Pengampunan Pajak berlangsung sejak Undang Pengampunan Pajak diundangkan sampai dengan 31 Maret 2017.

Syarat apa saja yang harus dipenuhi Wajib Pajak untuk mengajukan Pengampunan Pajak

memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak; membayar Uang Tebusan;

melunasi seluruh Tunggakan Pajak;

melunasi pajak yang tidak atau kurang dibayar atau melunasi pajak yang seharusnya tidak dikembalikan bagi Wajib Pajak yang sedang dilakukan pemeriksaan bukti permulaan dan/atau penyidikan;

aikan SPT PPh Terakhir bagi Wajib Pajak yang telah memiliki kewajiban menyampaikan Surat Pemberitahuan Tahunan Pajak Penghasilan; dan

mencabut permohonan:

pengembalian kelebihan pembayaran pajak;

KPP Pratama Bangko | Tax Knowledge Base 4

l

l

5

5

5

A

A

A

g

g

g

u

u

u

s

s

s

t

t

t

u

u

u

s

s

s

2

2

2

0

0

0

1

1

1

6

6

6

DEFINISI DAN KETENTUAN UMUM

Undang tentang Pengampunan Pajak ?

Undang tentang Pengampunan Pajak sebagai berikut:

mempercepat pertumbuhan dan restrukturisasi ekonomi melalui pengalihan Harta, yang antara lain akan berdampak terhadap peningkatan likuiditas domestik, perbaikan nilai tukar Rupiah, penurunan ajakan menuju sistem perpajakan yang lebih berkeadilan serta perluasan basis data perpajakan yang lebih valid, komprehensif, dan terintegrasi; dan

meningkatkan penerimaan pajak, yang antara lain akan digunakan untuk pembiayaan pembangunan.

Undang tentang Pengampunan Pajak?

kepastian hukum, yaitu pelaksanaan Pengampunan Pajak harus dapat mewujudkan ketertiban dalam keadilan, yaitu pelaksanaan Pengampunan Pajak menjunjung tinggi keseimbangan hak dan kewajiban kemanfaatan, yaitu seluruh pengaturan kebijakan Pengampunan Pajak bermanfaat bagi kepentingan negara, bangsa, dan masyarakat, khususnya dalam memajukan kesejahteraan umum.

kepentingan nasional, yaitu pelaksanaan Pengampunan Pajak mengutamakan kepentingan bangsa,

Pengampunan Pajak adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan sanksi pidana di bidang perpajakan, dengan cara mengungkap Harta dan membayar Uang

Sejumlah uang yang dibayarkan ke kas negara untuk mendapatkan Pengampunan Pajak.

Sampai kapan periode penyampaian Surat Pernyataan Pengampunan Pajak ini berlangsung?

n Pajak berlangsung sejak Undang-Undang

Syarat apa saja yang harus dipenuhi Wajib Pajak untuk mengajukan Pengampunan Pajak

melunasi pajak yang tidak atau kurang dibayar atau melunasi pajak yang seharusnya tidak dikembalikan bagi Wajib Pajak yang sedang dilakukan pemeriksaan bukti permulaan dan/atau penyidikan;

(5)

2) pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi dalam Surat Ketetapan Pajak dan/atau Surat Tagihan Pajak yang di dalamnya terdapat pokok pajak yang terutang;

3) pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar; 4) keberatan;

5) pembetulan atas surat 6) banding;

7) gugatan; dan/atau 8) peninjauan kembali,

dalam hal Wajib Pajak sedang mengajukan permohonan dan belum diterbitkan surat keputusan atau putusan.

g. Dalam hal Wajib Pajak bermaksud mengalihkan Harta ke dalam wila

Indonesia (Repatriasi), Wajib Pajak juga harus memenuhi persyaratan yaitu mengalihkan Harta ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menginvestasikan Harta dimaksud di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indon

1) sebelum 31 Desember 2016 bagi Wajib Pajak yang menyampaikan Surat Pernyataan pada periode setelah

Undang-2) sebelum 31 Maret 2017 yang menyampaikan S 2017 sampai dengan 31 Maret 2017.

h. Dalam hal Wajib Pajak mengungkapkan Harta yang berada dan/atau ditempatkan di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (deklarasi), Wajib Pajak juga harus memen

Wajib Pajak tidak dapat mengalihkan Harta ke luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia paling singkat selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak diterbitkannya Surat Keterangan.

Dasar hukum : Pasal 8 ayat (3), (6), dan (7)

7. Apakah WP yang tidak bermaksud mengikuti amnesti pajak boleh melakukan pembetulan SPT 2015? Jawaban:

WP yang tidak mengikuti amnesti pajak dapat melakukan pembetulan SPT 2015 sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam UU KUP

8. Untuk WP yang telah melaporkan SPT PPh yang mana?

Jawaban:

Mengikuti SPT Tahun Pajak Terakhir sesuai UU amnesti pajak dalam kasus ini adalah SPT Tahunan PPh Tahun Pajak 2015

9. Apa ada sanksi administrasi bagi WP yg tidak ikut amnesti paja Jawaban:

Ya. Dalam hal WP tidak mengikuti amnesti pajak dan diketemukan data dan/atau informasi mengenai Harta Wajib Pajak yang diperoleh sejak tanggal 1 Januari 1985 sampai dengan 31 Desember 2015 yang belum dilaporkan dalam SPT Penghasilan, atas Harta dimaksud dianggap sebagai tambahan penghasilan pada saat ditemukannya data dan/atau informasi tersebut dan dikenai pajak dan sanksi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan.

Data dan/atau informasi me

tahun terhitung sejak UU Pengampunan Pajak mulai berlaku

10. Jika WP tidak ada upaya hukum yang sedang dilakukan apakah harus melampirkan surat pernyataan mencabut juga sebagai syar

Jawaban:

Wajib Pajak tidak perlu melampirkan surat pernyataan mencabut upaya hukum jika tidak sedang mengajukan upaya hukum.

11. Apabila WP tidak berkenan dengan skema Pasal 18 PMK 118 Tahun 2016 (ketentuan mengenai penyampaian SPT Tahunan PPh terakhir), apakah WP boleh membetulkan SPT PPH Tahun 2011 sd 2014? Jawaban:

Pembetulan SPT merupakan hak Wajib Pajak, namun apabila SPT Tahun Pajak 2015 disampaikan setelah tanggal 1 Juli 2016 dan Wajib Pajak mengikuti program

KPP Pratama Bangko

pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi dalam Surat Ketetapan Pajak dan/atau Surat Tagihan Pajak yang di dalamnya terdapat pokok pajak yang terutang;

pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar; pembetulan atas surat ketetapan pajak dan surat keputusan; gugatan; dan/atau

peninjauan kembali,

dalam hal Wajib Pajak sedang mengajukan permohonan dan belum diterbitkan surat keputusan atau Dalam hal Wajib Pajak bermaksud mengalihkan Harta ke dalam wila

Indonesia (Repatriasi), Wajib Pajak juga harus memenuhi persyaratan yaitu mengalihkan Harta ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menginvestasikan Harta dimaksud di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia paling singkat selama 3 (tiga) tahun:

sebelum 31 Desember 2016 bagi Wajib Pajak yang menyampaikan Surat Pernyataan pada periode -Undang Pengampunan Pajak berlaku sampai dengan 31 Desember 2016;

sebelum 31 Maret 2017 yang menyampaikan Surat Pernyataan pada periode sejak tanggal 1 Januari 2017 sampai dengan 31 Maret 2017.

Dalam hal Wajib Pajak mengungkapkan Harta yang berada dan/atau ditempatkan di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (deklarasi), Wajib Pajak juga harus memen

Wajib Pajak tidak dapat mengalihkan Harta ke luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia paling singkat selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak diterbitkannya Surat Keterangan.

Dasar hukum : Pasal 8 ayat (3), (6), dan (7)

WP yang tidak bermaksud mengikuti amnesti pajak boleh melakukan pembetulan SPT 2015?

WP yang tidak mengikuti amnesti pajak dapat melakukan pembetulan SPT 2015 sesuai ketentuan sebagaimana diatur dalam UU KUP

Untuk WP yang telah melaporkan SPT PPh Tahun 2015, permohonan amnesti pajak mengikuti dasar SPT

Mengikuti SPT Tahun Pajak Terakhir sesuai UU amnesti pajak dalam kasus ini adalah SPT Tahunan PPh Tahun

Apa ada sanksi administrasi bagi WP yg tidak ikut amnesti pajak dan ditemukan datanya?

Ya. Dalam hal WP tidak mengikuti amnesti pajak dan diketemukan data dan/atau informasi mengenai Harta Wajib Pajak yang diperoleh sejak tanggal 1 Januari 1985 sampai dengan 31 Desember 2015 yang belum enghasilan, atas Harta dimaksud dianggap sebagai tambahan penghasilan pada saat ditemukannya data dan/atau informasi tersebut dan dikenai pajak dan sanksi sesuai dengan ketentuan

undangan di bidang perpajakan.

ata dan/atau informasi mengenai Harta Wajib Pajak tersebut ditemukan paling lama dalam jangka 3 (tiga) tahun terhitung sejak UU Pengampunan Pajak mulai berlaku

Jika WP tidak ada upaya hukum yang sedang dilakukan apakah harus melampirkan surat pernyataan mencabut juga sebagai syarat dalam menyampaikan Surat Pernyataan?

Wajib Pajak tidak perlu melampirkan surat pernyataan mencabut upaya hukum jika tidak sedang mengajukan upaya hukum.

Apabila WP tidak berkenan dengan skema Pasal 18 PMK 118 Tahun 2016 (ketentuan mengenai penyampaian SPT Tahunan PPh terakhir), apakah WP boleh membetulkan SPT PPH Tahun 2011 sd 2014?

Pembetulan SPT merupakan hak Wajib Pajak, namun apabila SPT Tahun Pajak 2015 disampaikan setelah tanggal 1 Juli 2016 dan Wajib Pajak mengikuti program amnesti pajak ini maka Pasal 18 PMK 118 berlaku.

KPP Pratama Bangko | Tax Knowledge Base 5

pengurangan atau penghapusan sanksi administrasi dalam Surat Ketetapan Pajak dan/atau Surat Tagihan Pajak yang di dalamnya terdapat pokok pajak yang terutang;

pengurangan atau pembatalan ketetapan pajak yang tidak benar; ketetapan pajak dan surat keputusan;

dalam hal Wajib Pajak sedang mengajukan permohonan dan belum diterbitkan surat keputusan atau Dalam hal Wajib Pajak bermaksud mengalihkan Harta ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (Repatriasi), Wajib Pajak juga harus memenuhi persyaratan yaitu mengalihkan Harta ke dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menginvestasikan Harta dimaksud di dalam wilayah

esia paling singkat selama 3 (tiga) tahun:

sebelum 31 Desember 2016 bagi Wajib Pajak yang menyampaikan Surat Pernyataan pada periode Undang Pengampunan Pajak berlaku sampai dengan 31 Desember 2016;

urat Pernyataan pada periode sejak tanggal 1 Januari Dalam hal Wajib Pajak mengungkapkan Harta yang berada dan/atau ditempatkan di dalam wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (deklarasi), Wajib Pajak juga harus memenuhi persyaratan yaitu Wajib Pajak tidak dapat mengalihkan Harta ke luar wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia paling singkat selama 3 (tiga) tahun terhitung sejak diterbitkannya Surat Keterangan.

WP yang tidak bermaksud mengikuti amnesti pajak boleh melakukan pembetulan SPT 2015?

WP yang tidak mengikuti amnesti pajak dapat melakukan pembetulan SPT 2015 sesuai ketentuan

Tahun 2015, permohonan amnesti pajak mengikuti dasar SPT

Mengikuti SPT Tahun Pajak Terakhir sesuai UU amnesti pajak dalam kasus ini adalah SPT Tahunan PPh Tahun

k dan ditemukan datanya?

Ya. Dalam hal WP tidak mengikuti amnesti pajak dan diketemukan data dan/atau informasi mengenai Harta Wajib Pajak yang diperoleh sejak tanggal 1 Januari 1985 sampai dengan 31 Desember 2015 yang belum enghasilan, atas Harta dimaksud dianggap sebagai tambahan penghasilan pada saat ditemukannya data dan/atau informasi tersebut dan dikenai pajak dan sanksi sesuai dengan ketentuan ngenai Harta Wajib Pajak tersebut ditemukan paling lama dalam jangka 3 (tiga)

Jika WP tidak ada upaya hukum yang sedang dilakukan apakah harus melampirkan surat pernyataan at dalam menyampaikan Surat Pernyataan?

Wajib Pajak tidak perlu melampirkan surat pernyataan mencabut upaya hukum jika tidak sedang

Apabila WP tidak berkenan dengan skema Pasal 18 PMK 118 Tahun 2016 (ketentuan mengenai penyampaian SPT Tahunan PPh terakhir), apakah WP boleh membetulkan SPT PPH Tahun 2011 sd 2014?

(6)

12. Apakah pembetulan SPT PPh 2015 yang dilakukan sebelum berlakunya UU Pengampunan pajak atas harta yang dilaporkan dalam SPT tersebut dapat diperhitungkan dalam Surat Pernyataan?

Jawaban:

SPT Pembetulan yang dilaporkan ke KPP sebelum tanggal 1 Juli 2016 adalah SPT yang sah sehingga nilai Harta bersih yang telah dilaporkan dalam SPT pembetulan tersebut, dapat diperhitungkan dalam pengungkapan Harta pada Surat Pernyataan.

13. Apabila di tahun 2016 Wajib Pajak tid

pada periode ketiga pengampunan pajak (1 januari 2017 s.d 31 maret 2017), apakah SPT Tahun Pajak Terakhirnya menggunakan SPT 2015 atau 2016?

Jawaban:

SPT Tahun Pajak 2015

14. Apakah ketentuan dalam Pasal 18 PMK Nomor 118/PMK.03/2016 mengenai kewajiban Wajib Pajak dalam melaporkan SPT PPh Terakhir yang:

- mencerminkan Harta yang telah dilaporkan dalam SPT sebelum SPT PPh Terakhir yang disampaikan sebelum UU Pengampunan Pajak berlaku, dan

- Harta yang bersumber dari penghasilan pada Tahun Pajak Terakhir Jawaban:

Ketentuan ini berlaku bagi Wajib Pajak yang ingin mengikuti program Pengampunan Pajak.

15. Apakah ketentuan dalam Pasal 18 PMK Nomor 118/PMK.03/2016 berlaku untuk laporan keuangan Wajib Pajak yang diwajibkan pembukuan?

Jawaban:

Ketentuan Pasal 18 PMK Nomor 118/PMK.03/2016

wajib pajak berlaku ketentuan umum. Laporan keuangan dapat disampaikan sesuai dengan cara atau sistem yang lazim dipakai di Indonesia, misalnya berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan.

16. WP telah memiliki NPWP di Tahun 2013. WP baru pertama kali menyampaikan SPT PPh Tahun 2015 pada 1 Agustus 2016 dengan tidak mengikuti ketentuan pada Pasal 18 PMK Nomor 118/PMK.03/2016 karena WP tidak berniat mengikuti Pengampunan Pajak.

Pada 1 November 2016, WP mengikuti Tahun 2015 tersebut?

Jawaban:

Atas SPT PPh yang telah disampaikan tersebut tetap diterima sebagai SPT PPh Terakhir, namun pengisian Surat Pernyataan Harta sesuai ketentuan dalam

Dengan demikian atas Harta yang dimiliki selain yang berasal dari penghasilan pada Tahun Pajak 2015, harus diungkapkan sebagai Harta tambahan dalam Surat Pernyataan.

17. a. Bolehkan saat ini Wajib Pajak menyampaikan SPT PPh Tahun 2015 kebawah UU Pengampunan Pajak berlaku

b. Dalam hal Wajib Pajak menyampaikan Surat Pernyataan dapatkan harta yang telah disampaikan dalam SPT PPh Tahun

SPT? Jawaban:

a. Boleh

b. Ketentuan Pasal 18 PMK Nomor 118/PMK.03/2016 berlaku. Dengan demikian, harta yang telah dilaporkan dalam SPT PPh Tahun 2015 kebawah (2014, 2013, dst.) tersebut, masuk kedalam Harta Tambahan yang belum pernah dilaporkan SPT PPh Terakhir da

KPP Pratama Bangko

Apakah pembetulan SPT PPh 2015 yang dilakukan sebelum berlakunya UU Pengampunan pajak atas harta yang dilaporkan dalam SPT tersebut dapat diperhitungkan dalam Surat Pernyataan?

dilaporkan ke KPP sebelum tanggal 1 Juli 2016 adalah SPT yang sah sehingga nilai Harta bersih yang telah dilaporkan dalam SPT pembetulan tersebut, dapat diperhitungkan dalam pengungkapan Harta pada Surat Pernyataan.

Apabila di tahun 2016 Wajib Pajak tidak mengikuti Amnesti Pajak, dan berniat mengikuti amnesti pajak pada periode ketiga pengampunan pajak (1 januari 2017 s.d 31 maret 2017), apakah SPT Tahun Pajak Terakhirnya menggunakan SPT 2015 atau 2016?

am Pasal 18 PMK Nomor 118/PMK.03/2016 mengenai kewajiban Wajib Pajak dalam melaporkan SPT PPh Terakhir yang:

mencerminkan Harta yang telah dilaporkan dalam SPT sebelum SPT PPh Terakhir yang disampaikan sebelum UU Pengampunan Pajak berlaku, dan

yang bersumber dari penghasilan pada Tahun Pajak Terakhir

Ketentuan ini berlaku bagi Wajib Pajak yang ingin mengikuti program Pengampunan Pajak.

Apakah ketentuan dalam Pasal 18 PMK Nomor 118/PMK.03/2016 berlaku untuk laporan keuangan Wajib Pajak yang diwajibkan pembukuan?

Ketentuan Pasal 18 PMK Nomor 118/PMK.03/2016 berlaku dalam pengisian SPT PPh Terakhir. Pembukuan wajib pajak berlaku ketentuan umum. Laporan keuangan dapat disampaikan sesuai dengan cara atau sistem yang lazim dipakai di Indonesia, misalnya berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan.

NPWP di Tahun 2013. WP baru pertama kali menyampaikan SPT PPh Tahun 2015 pada 1 Agustus 2016 dengan tidak mengikuti ketentuan pada Pasal 18 PMK Nomor 118/PMK.03/2016 karena WP tidak berniat mengikuti Pengampunan Pajak.

Pada 1 November 2016, WP mengikuti program Pengampunan Pajak. Bagaimana perlakuan SPT PPh

Atas SPT PPh yang telah disampaikan tersebut tetap diterima sebagai SPT PPh Terakhir, namun pengisian Surat Pernyataan Harta sesuai ketentuan dalam Pasal 18 PMK Nomor 11

Dengan demikian atas Harta yang dimiliki selain yang berasal dari penghasilan pada Tahun Pajak 2015, harus diungkapkan sebagai Harta tambahan dalam Surat Pernyataan.

Bolehkan saat ini Wajib Pajak menyampaikan SPT PPh Tahun 2015 kebawah UU Pengampunan Pajak berlaku

Dalam hal Wajib Pajak menyampaikan Surat Pernyataan dapatkan harta yang telah disampaikan dalam SPT PPh Tahun 2015 kebawah tersebut dianggap sebagai Harta yang telah dilaporkan dalam

Ketentuan Pasal 18 PMK Nomor 118/PMK.03/2016 berlaku. Dengan demikian, harta yang telah dilaporkan dalam SPT PPh Tahun 2015 kebawah (2014, 2013, dst.) tersebut, masuk kedalam Harta Tambahan yang belum pernah dilaporkan SPT PPh Terakhir dalam Surat Pernyataan Harta

KPP Pratama Bangko | Tax Knowledge Base 6

Apakah pembetulan SPT PPh 2015 yang dilakukan sebelum berlakunya UU Pengampunan pajak atas harta yang dilaporkan dalam SPT tersebut dapat diperhitungkan dalam Surat Pernyataan?

dilaporkan ke KPP sebelum tanggal 1 Juli 2016 adalah SPT yang sah sehingga nilai Harta bersih yang telah dilaporkan dalam SPT pembetulan tersebut, dapat diperhitungkan dalam

ak mengikuti Amnesti Pajak, dan berniat mengikuti amnesti pajak pada periode ketiga pengampunan pajak (1 januari 2017 s.d 31 maret 2017), apakah SPT Tahun Pajak

am Pasal 18 PMK Nomor 118/PMK.03/2016 mengenai kewajiban Wajib Pajak

mencerminkan Harta yang telah dilaporkan dalam SPT sebelum SPT PPh Terakhir yang disampaikan

yang bersumber dari penghasilan pada Tahun Pajak Terakhir berlaku untuk semua Wajib Pajak ?

Ketentuan ini berlaku bagi Wajib Pajak yang ingin mengikuti program Pengampunan Pajak.

Apakah ketentuan dalam Pasal 18 PMK Nomor 118/PMK.03/2016 berlaku untuk laporan keuangan Wajib

berlaku dalam pengisian SPT PPh Terakhir. Pembukuan wajib pajak berlaku ketentuan umum. Laporan keuangan dapat disampaikan sesuai dengan cara atau sistem yang lazim dipakai di Indonesia, misalnya berdasarkan Standar Akuntansi Keuangan.

NPWP di Tahun 2013. WP baru pertama kali menyampaikan SPT PPh Tahun 2015 pada 1 Agustus 2016 dengan tidak mengikuti ketentuan pada Pasal 18 PMK Nomor 118/PMK.03/2016 karena

program Pengampunan Pajak. Bagaimana perlakuan SPT PPh

Atas SPT PPh yang telah disampaikan tersebut tetap diterima sebagai SPT PPh Terakhir, namun pengisian Pasal 18 PMK Nomor 118/PMK.03/2016.

Dengan demikian atas Harta yang dimiliki selain yang berasal dari penghasilan pada Tahun Pajak 2015, harus

Bolehkan saat ini Wajib Pajak menyampaikan SPT PPh Tahun 2015 kebawah (2014, 2013, dst.) setelah

Dalam hal Wajib Pajak menyampaikan Surat Pernyataan dapatkan harta yang telah disampaikan 2015 kebawah tersebut dianggap sebagai Harta yang telah dilaporkan dalam

Ketentuan Pasal 18 PMK Nomor 118/PMK.03/2016 berlaku. Dengan demikian, harta yang telah dilaporkan dalam SPT PPh Tahun 2015 kebawah (2014, 2013, dst.) tersebut, masuk kedalam Harta

(7)

U

U

U

p

p

p

d

d

d

a

a

a

t

t

t

e

e

e

F

F

F

A

OBYEK PENGAMPUNAN PAJAK, HARTA, UTANG

1. Apa yang menjadi objek pengampunan pajak? Jawaban:

Objek pengampunan pajak adalah kewajiban perpajakan yang belum atau belum sepenuhnya diselesaikan oleh Wajib Pajak, yang terepresentasi dalam Harta yang belum pernah dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh Terakhir.

Pengampunan Pajak diberikan kepada Wajib Pajak Pernyataan.

Dasar hukum : Pasal 3 dan penjelasan Pasal 5 ayat (2)

2. Bolehkah mengungkapkan harta yang belum dibaliknamakan atas nama Wajib Pajak pada Surat Pernyataan pengampunan pajak?

Jawaban:

Wajib Pajak boleh mengungkapkan harta yang belum dibaliknama pada Surat Pernyataan Pengampunan Pajak.

3. Apa manfaat yang diperoleh Wajib Pajak dalam hal Wajib Pajak mengungkapkan harta berupa tanah dan/atau bangunan, dan saham yang belum dibaliknamakan atas

Pernyataan pengampunan pajak? Jawaban:

a. Fasilitas pengampunan pajak; dan

b. Pembebasan pengenaan Pajak Penghasilan, dengan syarat:

1) Untuk harta berupa tanah dan/atau bangunan, kepada WP ini dapat dibebaskan dari pengenaan PPh Final atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dalam hal:

a) permohonan pengalihan hak; atau

b) penandatanganan surat pernyataan oleh kedua belah pihak di hadapan notaris yang menyatakan bahwa Harta tersebut adalah benar milik Wajib Pajak yang menyampaikan Surat Pernyataan, dalam hal Harta dimaksud belum dapat diajukan permohonan pengalihan hak, dilakukan dalam jangka waktu paling lambat tanggal 31 Desember 2017.

2) Pengalihan hak atas saham dibebaskan dari pengenaan Pajak Penghasilan dalam hal terdapat perjanjian pengalihan hak dalam jangka waktu paling lambat tanggal 31 Desember 2017.

Dasar hukum: Pasal 15 ayat (2) dan (3)

4. Bagaimana jika Wajib Pajak tidak melakukan balik nama atas tanah dan/atau bangunan atau saham sampai dengan tanggal 31 Desember 2017?

Jawaban:

Apabila sampai dengan tanggal 31 Desember 2017, Wajib Pajak tidak mengalihkan hak, yang dilakukan dikenai pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang mengenai Pajak Penghasilan.

Dasar hukum: Pasal 15 ayat (4)

5. Apa saja kewajiban perpajakan yang diberikan pengampunan? Jawaban:

Pengampunan Pajak meliputi pengampunan atas kewajiban perpajakan sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir, yang belum atau belum sepenuhnya diselesaikan oleh Wajib Pajak. Kewajiban perpajakan ini terdiri atas kewajiban PPh, dan PPN atau PPnBM.

Yang dimaksud dengan Tahun Pajak Terakhir ini adalah Tahun Pajak yang berakhir pada jangka waktu 1 Januari 2015 sampai dengan 31 Desember 2015.

Dasar hukum : Pasal 3

KPP Pratama Bangko

F

F

A

A

A

Q

Q

Q

A

A

A

m

m

m

n

n

n

e

e

e

s

s

s

t

t

t

i

i

i

P

P

P

a

a

a

j

j

j

a

a

a

k

k

k

s

s

s

e

e

e

r

r

r

i

i

i

V

V

V

T

T

T

a

a

a

n

n

n

g

g

g

g

g

g

a

a

a

l

l

l

1

1

1

OBYEK PENGAMPUNAN PAJAK, HARTA, UTANG

Apa yang menjadi objek pengampunan pajak?

Objek pengampunan pajak adalah kewajiban perpajakan yang belum atau belum sepenuhnya diselesaikan oleh Wajib Pajak, yang terepresentasi dalam Harta yang belum pernah dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh Pengampunan Pajak diberikan kepada Wajib Pajak melalui pengungkapan Harta yang dimilikinya dalam Surat Dasar hukum : Pasal 3 dan penjelasan Pasal 5 ayat (2)

Bolehkah mengungkapkan harta yang belum dibaliknamakan atas nama Wajib Pajak pada Surat Pernyataan pengampunan pajak?

ajib Pajak boleh mengungkapkan harta yang belum dibaliknama pada Surat Pernyataan Pengampunan

Apa manfaat yang diperoleh Wajib Pajak dalam hal Wajib Pajak mengungkapkan harta berupa tanah dan/atau bangunan, dan saham yang belum dibaliknamakan atas

Pernyataan pengampunan pajak?

Fasilitas pengampunan pajak; dan

Pembebasan pengenaan Pajak Penghasilan, dengan syarat:

Untuk harta berupa tanah dan/atau bangunan, kepada WP ini dapat dibebaskan dari pengenaan PPh Final atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dalam hal:

permohonan pengalihan hak; atau

penandatanganan surat pernyataan oleh kedua belah pihak di hadapan notaris yang menyatakan bahwa Harta tersebut adalah benar milik Wajib Pajak yang menyampaikan Surat Pernyataan, dalam hal Harta dimaksud belum dapat diajukan permohonan pengalihan hak, ilakukan dalam jangka waktu paling lambat tanggal 31 Desember 2017.

Pengalihan hak atas saham dibebaskan dari pengenaan Pajak Penghasilan dalam hal terdapat perjanjian pengalihan hak dalam jangka waktu paling lambat tanggal 31 Desember 2017.

Pasal 15 ayat (2) dan (3)

Bagaimana jika Wajib Pajak tidak melakukan balik nama atas tanah dan/atau bangunan atau saham sampai dengan tanggal 31 Desember 2017?

Apabila sampai dengan tanggal 31 Desember 2017, Wajib Pajak tidak mengalihkan hak, yang dilakukan dikenai pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang mengenai Pajak Penghasilan.

Dasar hukum: Pasal 15 ayat (4)

Apa saja kewajiban perpajakan yang diberikan pengampunan?

nan Pajak meliputi pengampunan atas kewajiban perpajakan sampai dengan akhir Tahun Pajak Terakhir, yang belum atau belum sepenuhnya diselesaikan oleh Wajib Pajak. Kewajiban perpajakan ini terdiri atas kewajiban PPh, dan PPN atau PPnBM.

n Tahun Pajak Terakhir ini adalah Tahun Pajak yang berakhir pada jangka waktu 1 Januari 2015 sampai dengan 31 Desember 2015.

KPP Pratama Bangko | Tax Knowledge Base 7

1

1

1

2

2

2

A

A

A

g

g

g

u

u

u

s

s

s

t

t

t

u

u

u

s

s

s

2

2

2

0

0

0

1

1

1

6

6

6

OBYEK PENGAMPUNAN PAJAK, HARTA, UTANG

Objek pengampunan pajak adalah kewajiban perpajakan yang belum atau belum sepenuhnya diselesaikan oleh Wajib Pajak, yang terepresentasi dalam Harta yang belum pernah dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh melalui pengungkapan Harta yang dimilikinya dalam Surat

Bolehkah mengungkapkan harta yang belum dibaliknamakan atas nama Wajib Pajak pada Surat

ajib Pajak boleh mengungkapkan harta yang belum dibaliknama pada Surat Pernyataan Pengampunan

Apa manfaat yang diperoleh Wajib Pajak dalam hal Wajib Pajak mengungkapkan harta berupa tanah dan/atau bangunan, dan saham yang belum dibaliknamakan atas nama Wajib Pajak pada Surat

Untuk harta berupa tanah dan/atau bangunan, kepada WP ini dapat dibebaskan dari pengenaan PPh Final atas pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dalam hal:

penandatanganan surat pernyataan oleh kedua belah pihak di hadapan notaris yang menyatakan bahwa Harta tersebut adalah benar milik Wajib Pajak yang menyampaikan Surat Pernyataan, dalam hal Harta dimaksud belum dapat diajukan permohonan pengalihan hak, ilakukan dalam jangka waktu paling lambat tanggal 31 Desember 2017.

Pengalihan hak atas saham dibebaskan dari pengenaan Pajak Penghasilan dalam hal terdapat perjanjian pengalihan hak dalam jangka waktu paling lambat tanggal 31 Desember 2017.

Bagaimana jika Wajib Pajak tidak melakukan balik nama atas tanah dan/atau bangunan atau saham

Apabila sampai dengan tanggal 31 Desember 2017, Wajib Pajak tidak mengalihkan hak, atas pengalihan hak yang dilakukan dikenai pajak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang mengatur

(8)

6. Wajib Pajak sudah jujur melaporkan seluruh penghasilan, hanya saja terdapat beberapa harta yang belum dilaporkan dalam SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2015, apakah atas harta yang belum dilaporkan tersebut dapat mengikuti Amnesti Pajak?

Jawaban:

Wajib Pajak dapat mengikuti Amnesti Pajak dengan mengungkapkan seluruh Harta yang belum dilaporkan di SPT melalui Surat Pernyataan Harta dan membayar Uang Tebusan dengan jumlah tertentu.

Dalam hal WP memilih untuk tidak mengikuti program amnesti pajak, maka WP dapat melakukan pembetulan SPT Tahunan PPh tahun pajak 2015 tersebut dengan memasukkan semua ha

dilaporkan. Dan kepada WP ini tidak akan mendapat manfaat amnesti pajak. Dan dalam hal Direktur Jenderal Pajak menemukan data dan/atau informasi mengenai Harta Wajib Pajak yang diperoleh sejak tanggal 1 Januari 1985 sampai dengan tanggal 31

Harta dimaksud dianggap sebagai tambahan penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak pada saat ditemukannya data dan/atau informasi mengenai Harta dimaksud;

7. WNI bekerja di luar negeri

dan bekerja di luar negeri lebih dari 183 hari. WNI tersebut ingin mengikuti Amnesti Pajak, bagaimana caranya? Harta mana saja yang dilaporkan?

Jawaban:

Wajib Pajak yang berada da

dapat mengikuti Amnesti Pajak dengan mengaktifkan kembali NPWP

Harta yang dilaporkan dalam Surat Penyataan Harta adalah harta yang belum atau belum seluruhnya dilaporkan dalam SPT PPh Terakhir.

8. WP melakukan deklarasi dalam negeri, namun sebelum 3 tahun WP tersebut mengalihkan harta ke luar negeri, bagaimana perlakuannya menurut UU Amnesti Pajak?

Jawaban:

Ketika WP melakukan deklarasi dalam negeri maka tarif tebusan yang digu

UU Amnesti Pajak yakni 2%, 3% atau 5% tergantung periode penyampaian Surat Pernyataan. Namun, apabila sebelum 3 tahun WP mengalihkan harta tersebut ke luar negeri maka atas seluruh Harta bersih tambahan yang tercantum dalam Su

pajak berserta sanksi administrasi sesuai ketentuan peraturan perundang

9. Utang yang mana yang dapat menjadi pengurang untuk menghitung nilai Harta b

Utang siapa? Dan bagaimana pembuktian Utang yang berkaitan langsung dengan perolehan harta? Apa dokumen pendukung yang diperlukan?

Jawaban:

Utang yang dapat menjadi pengurang untuk menghitung nilai Harta bersih adalah utang yang be

langsung dengan perolehan harta. Utang dimaksud harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum kebenaran dan keberadaannya. Cara pembuktian utang dimaksud antara lain terdapat pengakuan bermeterai oleh pemberi pinjaman atau terdapat dokumen penduku

bahwa Utang terkait perolehan harta adalah: a. Utang tersebut nyata

Kredit Kepemilikan Apartemen, Kredit Kepemilikan Kendaraan Bermotor) utang, atau:

b. Untuk utang yang sifatnya umum (misalnya KTA), Wajib Pajak perlu membuat surat pernyataan bermaterai yang menyatakan bahwa utang tersebut diperuntukan untuk memperoleh Harta tambahan dimaksud.

Nilai Utang adalah nilai per 31 Desember 2015 atau akhir Tahun Pajak Terakhir. 10. Utang yang mana yang bisa diklaim? Kalau fiktif bagaimana?

Jawaban:

Utang yang dapat diakui adalah Utang yang benar

Dalam hal utang yang diungkap adalah fiktif, dapat dilakukan pembetulan atas Surat Keterangan dengan menetapkan nilai Harta yang sebenarnya.

KPP Pratama Bangko

Wajib Pajak sudah jujur melaporkan seluruh penghasilan, hanya saja terdapat beberapa harta yang belum dilaporkan dalam SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2015, apakah atas harta yang belum dilaporkan tersebut dapat mengikuti Amnesti Pajak?

Wajib Pajak dapat mengikuti Amnesti Pajak dengan mengungkapkan seluruh Harta yang belum dilaporkan di SPT melalui Surat Pernyataan Harta dan membayar Uang Tebusan dengan jumlah tertentu.

Dalam hal WP memilih untuk tidak mengikuti program amnesti pajak, maka WP dapat melakukan pembetulan SPT Tahunan PPh tahun pajak 2015 tersebut dengan memasukkan semua ha

dilaporkan. Dan kepada WP ini tidak akan mendapat manfaat amnesti pajak. Dan dalam hal Direktur Jenderal Pajak menemukan data dan/atau informasi mengenai Harta Wajib Pajak yang diperoleh sejak tanggal 1 Januari 1985 sampai dengan tanggal 31 Desember 2015 dan belum dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh, atas Harta dimaksud dianggap sebagai tambahan penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak pada saat ditemukannya data dan/atau informasi mengenai Harta dimaksud;

WNI bekerja di luar negeri, memiliki harta di luar negeri dan dalam negeri, memiliki NPWP namun berada dan bekerja di luar negeri lebih dari 183 hari. WNI tersebut ingin mengikuti Amnesti Pajak, bagaimana caranya? Harta mana saja yang dilaporkan?

Wajib Pajak yang berada dan bekerja di luar negeri lebih dari 183 hari dan status NPWP dapat mengikuti Amnesti Pajak dengan mengaktifkan kembali

NPWP-Harta yang dilaporkan dalam Surat Penyataan NPWP-Harta adalah harta yang belum atau belum seluruhnya am SPT PPh Terakhir.

WP melakukan deklarasi dalam negeri, namun sebelum 3 tahun WP tersebut mengalihkan harta ke luar negeri, bagaimana perlakuannya menurut UU Amnesti Pajak?

Ketika WP melakukan deklarasi dalam negeri maka tarif tebusan yang digu

UU Amnesti Pajak yakni 2%, 3% atau 5% tergantung periode penyampaian Surat Pernyataan. Namun, apabila sebelum 3 tahun WP mengalihkan harta tersebut ke luar negeri maka atas seluruh Harta bersih tambahan yang tercantum dalam Surat Keterangan diperlakukan sebagai penghasilan Tahun Pajak 2016 dan dikenai pajak berserta sanksi administrasi sesuai ketentuan peraturan perundang

Utang yang mana yang dapat menjadi pengurang untuk menghitung nilai Harta b

Utang siapa? Dan bagaimana pembuktian Utang yang berkaitan langsung dengan perolehan harta? Apa dokumen pendukung yang diperlukan?

Utang yang dapat menjadi pengurang untuk menghitung nilai Harta bersih adalah utang yang be

langsung dengan perolehan harta. Utang dimaksud harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum kebenaran dan keberadaannya. Cara pembuktian utang dimaksud antara lain terdapat pengakuan bermeterai oleh pemberi pinjaman atau terdapat dokumen penduku

bahwa Utang terkait perolehan harta adalah:

Utang tersebut nyata-nyata diperoleh untuk tujuan tertentu (misalnya KPR, Kredit Kepemilikan Tanah, Kredit Kepemilikan Apartemen, Kredit Kepemilikan Kendaraan Bermotor)

Untuk utang yang sifatnya umum (misalnya KTA), Wajib Pajak perlu membuat surat pernyataan bermaterai yang menyatakan bahwa utang tersebut diperuntukan untuk memperoleh Harta tambahan

ilai per 31 Desember 2015 atau akhir Tahun Pajak Terakhir. Utang yang mana yang bisa diklaim? Kalau fiktif bagaimana?

Utang yang dapat diakui adalah Utang yang benar-benar terjadi dan didukung dengan dokumen pendukung. Dalam hal utang yang diungkap adalah fiktif, dapat dilakukan pembetulan atas Surat Keterangan dengan menetapkan nilai Harta yang sebenarnya.

KPP Pratama Bangko | Tax Knowledge Base 8

Wajib Pajak sudah jujur melaporkan seluruh penghasilan, hanya saja terdapat beberapa harta yang belum dilaporkan dalam SPT Tahunan Pajak Penghasilan Tahun Pajak 2015, apakah atas harta yang belum

Wajib Pajak dapat mengikuti Amnesti Pajak dengan mengungkapkan seluruh Harta yang belum dilaporkan di SPT melalui Surat Pernyataan Harta dan membayar Uang Tebusan dengan jumlah tertentu.

Dalam hal WP memilih untuk tidak mengikuti program amnesti pajak, maka WP dapat melakukan pembetulan SPT Tahunan PPh tahun pajak 2015 tersebut dengan memasukkan semua harta yang belum dilaporkan. Dan kepada WP ini tidak akan mendapat manfaat amnesti pajak. Dan dalam hal Direktur Jenderal Pajak menemukan data dan/atau informasi mengenai Harta Wajib Pajak yang diperoleh sejak tanggal 1 Desember 2015 dan belum dilaporkan dalam SPT Tahunan PPh, atas Harta dimaksud dianggap sebagai tambahan penghasilan yang diterima atau diperoleh Wajib Pajak pada saat

, memiliki harta di luar negeri dan dalam negeri, memiliki NPWP namun berada dan bekerja di luar negeri lebih dari 183 hari. WNI tersebut ingin mengikuti Amnesti Pajak, bagaimana

n bekerja di luar negeri lebih dari 183 hari dan status NPWP-nya non-efektif, -nya.

Harta yang dilaporkan dalam Surat Penyataan Harta adalah harta yang belum atau belum seluruhnya

WP melakukan deklarasi dalam negeri, namun sebelum 3 tahun WP tersebut mengalihkan harta ke luar

Ketika WP melakukan deklarasi dalam negeri maka tarif tebusan yang digunakan sesuai dengan ketentuan UU Amnesti Pajak yakni 2%, 3% atau 5% tergantung periode penyampaian Surat Pernyataan. Namun, apabila sebelum 3 tahun WP mengalihkan harta tersebut ke luar negeri maka atas seluruh Harta bersih tambahan rat Keterangan diperlakukan sebagai penghasilan Tahun Pajak 2016 dan dikenai pajak berserta sanksi administrasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang perpajakan. Utang yang mana yang dapat menjadi pengurang untuk menghitung nilai Harta bersih? Posisi per kapan? Utang siapa? Dan bagaimana pembuktian Utang yang berkaitan langsung dengan perolehan harta? Apa

Utang yang dapat menjadi pengurang untuk menghitung nilai Harta bersih adalah utang yang berkaitan langsung dengan perolehan harta. Utang dimaksud harus dapat dipertanggungjawabkan secara hukum kebenaran dan keberadaannya. Cara pembuktian utang dimaksud antara lain terdapat pengakuan bermeterai oleh pemberi pinjaman atau terdapat dokumen pendukung dari bank. Cara untuk membuktikan nyata diperoleh untuk tujuan tertentu (misalnya KPR, Kredit Kepemilikan Tanah, Kredit Kepemilikan Apartemen, Kredit Kepemilikan Kendaraan Bermotor) dengan melampirkan sertifikat Untuk utang yang sifatnya umum (misalnya KTA), Wajib Pajak perlu membuat surat pernyataan bermaterai yang menyatakan bahwa utang tersebut diperuntukan untuk memperoleh Harta tambahan

ilai per 31 Desember 2015 atau akhir Tahun Pajak Terakhir.

(9)

11. Berapa maksimal utang yang dapat menjadi pengurang nilai Harta untuk menentukan nilai Harta bersih? Jawaban:

Utang yang bisa menjadi pengurang nilai harta maksimal adalah 75% dari nilai Harta untuk WP badan dan 50% dari nilai Harta untuk WP OP.

Misalnya: PT A memiliki harta yang belum dilaporkan dalam SPT PPh sebesar Rp500 juta yang dibiayai sebagian besar dari utang sebesar Rp400juta. Maka utang yang bisa dikurangkan untuk menghitung nilai Harta bersih maksimal Rp500 juta x 75% =Rp375 juta. Jadi nilai Harta bersih s

adalah Rp500 juta – Rp375 juta = Rp125 juta.

12. Misal untuk kasus sebelumnya, berapa nilai utang yang diakui di neraca 2016 (misal Badan), apakah Rp400 juta atau Rp375 juta?

Jawaban:

Penetapan maksimal utang hanya untuk kepentingan pe

pengakuan di neraca tetap menggunakan nilai utang seluruhnya yaitu Rp400 juta. 13. Harta siapa yang bisa diklaim? De facto atau de jure? Per kapan?

Jawaban:

Amnesti Pajak sifatnya self assessment, sehingga harta yang

diserahkan kepada WP dan atas harta yang dilaporkan dalam Surat Pernyataan Harta tersebut tidak perlu dilampiri dokumen pendukung.

14. Bagaimana kalau asset dalam sengketa, siapa yang berhak mengakui aset tersebut mengikuti Amnesti Pajak?

Jawaban:

Amnesti Pajak sifatnya self assessment, sehingga harta yang akan dilaporkan dalam Surat Pernyataan diserahkan kepada WP.

15. Untuk asset trust apakah perlu dilaporkan? Jawaban:

Sepanjang asset trust tersebut

Harta tambahan dalam Surat Pernyataan.

16. Apakah harta yang diungkapkan dalam Surat Pernyataan perlu didukung dengan data/dokumen kepemilikan?

Jawaban:

Atas Harta yang diungkapkan da

mencatumkan informasi mengenai harta dalam Surat Pernyataan.

17. Bagaimana bila harta yang diungkap dalam Surat Pernyataan masih atas nama orang lain? Jawaban:

Status kepemilikan Harta diserahkan pada Wajib Pajak dan dalam hal terdapat harta yang diungkapkan dalam Surat Pernyataan masih atas nama orang lain, maka Surat Pernyataan dapat dilampiri Surat Pernyataan Nominee.

18. Bagi WP yang memiliki NPWP tahun 2015 dan sebelumnya yang be

tahun 2015, terdapat potensi moral hazard dengan cara menyampaikan SPT Tahunan PPh tahun 2015 yang nilai hartanya telah digelembungkan sehingga Uang Tebusan yang harus dibayarkan menjadi rendah. Bagaimana cara mencegah hal i

Jawaban:

Harta yang dicantumkan dalam SPT Tahunan PPh Tahun 2015 harus mencerminkan harta yang telah dilaporkan dalam SPT PPh sebelum SPT PPh Tahun 2015 ditambah harta yang bersumber dari penghasilan tahun 2015.

KPP Pratama Bangko

simal utang yang dapat menjadi pengurang nilai Harta untuk menentukan nilai Harta bersih?

Utang yang bisa menjadi pengurang nilai harta maksimal adalah 75% dari nilai Harta untuk WP badan dan 50% dari nilai Harta untuk WP OP.

ki harta yang belum dilaporkan dalam SPT PPh sebesar Rp500 juta yang dibiayai sebagian besar dari utang sebesar Rp400juta. Maka utang yang bisa dikurangkan untuk menghitung nilai Harta bersih maksimal Rp500 juta x 75% =Rp375 juta. Jadi nilai Harta bersih s

Rp375 juta = Rp125 juta.

Misal untuk kasus sebelumnya, berapa nilai utang yang diakui di neraca 2016 (misal Badan), apakah Rp400 juta atau Rp375 juta?

Penetapan maksimal utang hanya untuk kepentingan penghitungan uang tebusan, sedangkan untuk pengakuan di neraca tetap menggunakan nilai utang seluruhnya yaitu Rp400 juta.

Harta siapa yang bisa diklaim? De facto atau de jure? Per kapan?

Amnesti Pajak sifatnya self assessment, sehingga harta yang akan dilaporkan dalam Surat Pernyataan Harta diserahkan kepada WP dan atas harta yang dilaporkan dalam Surat Pernyataan Harta tersebut tidak perlu dilampiri dokumen pendukung.

Bagaimana kalau asset dalam sengketa, siapa yang berhak mengakui aset tersebut mengikuti Amnesti Pajak?

Amnesti Pajak sifatnya self assessment, sehingga harta yang akan dilaporkan dalam Surat Pernyataan

Untuk asset trust apakah perlu dilaporkan?

Sepanjang asset trust tersebut diakui sebagai harta oleh trust yang bersangkutan, dapat dilaporkan sebagai Harta tambahan dalam Surat Pernyataan.

Apakah harta yang diungkapkan dalam Surat Pernyataan perlu didukung dengan data/dokumen

Atas Harta yang diungkapkan dalam Surat Pernyataan tidak perlu dilampiri bukti pendukung. WP hanya perlu mencatumkan informasi mengenai harta dalam Surat Pernyataan.

Bagaimana bila harta yang diungkap dalam Surat Pernyataan masih atas nama orang lain?

Harta diserahkan pada Wajib Pajak dan dalam hal terdapat harta yang diungkapkan dalam Surat Pernyataan masih atas nama orang lain, maka Surat Pernyataan dapat dilampiri Surat

Bagi WP yang memiliki NPWP tahun 2015 dan sebelumnya yang be

tahun 2015, terdapat potensi moral hazard dengan cara menyampaikan SPT Tahunan PPh tahun 2015 yang nilai hartanya telah digelembungkan sehingga Uang Tebusan yang harus dibayarkan menjadi rendah. Bagaimana cara mencegah hal ini?

Harta yang dicantumkan dalam SPT Tahunan PPh Tahun 2015 harus mencerminkan harta yang telah dilaporkan dalam SPT PPh sebelum SPT PPh Tahun 2015 ditambah harta yang bersumber dari penghasilan

KPP Pratama Bangko | Tax Knowledge Base 9 simal utang yang dapat menjadi pengurang nilai Harta untuk menentukan nilai Harta bersih?

Utang yang bisa menjadi pengurang nilai harta maksimal adalah 75% dari nilai Harta untuk WP badan dan ki harta yang belum dilaporkan dalam SPT PPh sebesar Rp500 juta yang dibiayai sebagian besar dari utang sebesar Rp400juta. Maka utang yang bisa dikurangkan untuk menghitung nilai Harta bersih maksimal Rp500 juta x 75% =Rp375 juta. Jadi nilai Harta bersih sebagai DPP Uang Tebusan

Misal untuk kasus sebelumnya, berapa nilai utang yang diakui di neraca 2016 (misal Badan), apakah

nghitungan uang tebusan, sedangkan untuk pengakuan di neraca tetap menggunakan nilai utang seluruhnya yaitu Rp400 juta.

akan dilaporkan dalam Surat Pernyataan Harta diserahkan kepada WP dan atas harta yang dilaporkan dalam Surat Pernyataan Harta tersebut tidak perlu

Bagaimana kalau asset dalam sengketa, siapa yang berhak mengakui aset tersebut apabila ingin

Amnesti Pajak sifatnya self assessment, sehingga harta yang akan dilaporkan dalam Surat Pernyataan

diakui sebagai harta oleh trust yang bersangkutan, dapat dilaporkan sebagai

Apakah harta yang diungkapkan dalam Surat Pernyataan perlu didukung dengan data/dokumen

lam Surat Pernyataan tidak perlu dilampiri bukti pendukung. WP hanya perlu

Bagaimana bila harta yang diungkap dalam Surat Pernyataan masih atas nama orang lain?

Harta diserahkan pada Wajib Pajak dan dalam hal terdapat harta yang diungkapkan dalam Surat Pernyataan masih atas nama orang lain, maka Surat Pernyataan dapat dilampiri Surat

Bagi WP yang memiliki NPWP tahun 2015 dan sebelumnya yang belum melaporkan SPT Tahunan PPh tahun 2015, terdapat potensi moral hazard dengan cara menyampaikan SPT Tahunan PPh tahun 2015 yang nilai hartanya telah digelembungkan sehingga Uang Tebusan yang harus dibayarkan menjadi

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...