• Tidak ada hasil yang ditemukan

Doa dalam gereja Christian Science

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Doa dalam gereja Christian Science"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Wahyudi Arif
  • Pengajar:
    • Prof. Dr. Kautsar Azhari Noer
  • Sekolah: UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
  • Mata Pelajaran: Perbandingan Agama
  • Topik: Doa dalam Gereja Christian Science
  • Tipe: skripsi
  • Tahun: 2007
  • Kota: Jakarta

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menguraikan latar belakang pentingnya doa dalam Gereja Christian Science, yang berbeda dengan praktik doa dalam tradisi Kristen lainnya. Penulis menyatakan bahwa doa adalah seruan dari yang lebih rendah kepada yang lebih tinggi, dan dalam konteks ini, doa di Christian Science berfokus pada pemahaman dan penghayatan ajaran Yesus. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan konsep doa dalam Christian Science dan peranannya dalam kehidupan umatnya, serta untuk menjembatani pemahaman antaragama.

1.1. Latar Belakang

Latar belakang penelitian ini menekankan pentingnya memahami perbedaan praktik doa dalam Christian Science dibandingkan dengan aliran Kristen lainnya. Penulis mencatat bahwa Mary Baker Eddy, pendiri Christian Science, mengalami penyembuhan yang membangkitkan minatnya dalam spiritualitas dan doa. Ini menjadi dasar bagi peneliti untuk mendalami bagaimana doa dipraktikkan dalam konteks ajaran Christian Science.

1.2. Perumusan Masalah

Perumusan masalah dalam penelitian ini berfokus pada dua pertanyaan utama: apa konsep doa menurut Gereja Christian Science dan sejauh mana peranan doa bagi kehidupan umat Christian Science. Ini menunjukkan bahwa penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman yang lebih dalam tentang praktik doa yang unik dalam konteks aliran ini.

1.3. Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami ajaran Christian Science, terutama mengenai peranan doa dalam kehidupan penganutnya. Penelitian ini juga bertujuan untuk memberikan wawasan tentang hubungan antaragama dan mengurangi kesalahpahaman yang mungkin ada mengenai aliran ini, sehingga menciptakan kehidupan yang harmonis.

1.4. Metodologi Penelitian

Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan fenomenologis, yang berfokus pada pemahaman makna ekspresi keagamaan dalam praktik doa. Pendekatan ini bertujuan untuk menggali makna yang lebih dalam dari pengalaman religius penganut Christian Science dan menginterpretasikan data berdasarkan pengalaman spiritual mereka.

1.5. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan dibagi menjadi lima bab, di mana bab pertama adalah pendahuluan, bab kedua membahas sejarah Gereja Christian Science, bab ketiga menguraikan konsep doa, bab keempat menjelaskan peranan doa dalam kehidupan penganut, dan bab terakhir menyajikan kesimpulan serta saran-saran.

II. SEJARAH KELAHIRAN GEREJA CHRISTIAN SCIENCE

Bab ini menjelaskan sejarah berdirinya Gereja Christian Science, dimulai dari pendiriannya oleh Mary Baker Eddy pada tahun 1879 di Boston, Amerika Serikat. Melalui pengalaman pribadinya yang mengubah pandangannya tentang penyembuhan, ia mengembangkan konsep yang menjadi dasar ajaran Christian Science. Penjelasan ini memberikan konteks penting untuk memahami bagaimana doa menjadi bagian integral dari praktik keagamaan mereka.

2.1. Sejarah Lahirnya

Gereja Christian Science didirikan oleh Mary Baker Eddy setelah ia mengalami penyembuhan yang luar biasa. Pengalaman ini memicu minatnya untuk mengeksplorasi hubungan antara spiritualitas dan kesehatan, yang akhirnya membentuk dasar ajaran Christian Science. Sejarah ini penting untuk memahami konteks di mana praktik doa berkembang.

2.2. Sejarah dan Latar Belakang Perkembangan

Perkembangan Gereja Christian Science di Indonesia dimulai pada tahun 1920. Gereja ini mengalami berbagai tantangan dan perkembangan, termasuk pengakuan resmi dari pemerintah. Ini menunjukkan bahwa meskipun ada tantangan, ajaran ini terus berkembang dan mendapatkan pengikut di Indonesia.

2.3. Pokok-Pokok Ajaran Christian Science

Ajaran Christian Science mencakup pemahaman tentang Allah, Yesus, Kristus, dan Roh Kudus. Dalam konteks ini, ajaran ini menekankan pentingnya pemahaman spiritual dan bukan material, yang mempengaruhi cara penganutnya berdoa dan berinteraksi dengan dunia.

2.4. Praktek Ajaran Christian Science

Praktik ajaran Christian Science mencakup kebaktian rutin dan pengajaran tentang doa sebagai sarana penyembuhan. Ini menunjukkan bahwa doa tidak hanya sebagai ritual, tetapi juga sebagai praktik yang memiliki kekuatan untuk menyembuhkan dan memperkuat iman penganutnya.

III. KONSEP GEREJA CHRISTIAN SCIENCE TENTANG DOA

Bab ini menguraikan konsep doa dalam Gereja Christian Science, termasuk definisi dan jenis-jenis doa yang dipraktikkan. Doa dipahami sebagai komunikasi dua arah dengan Allah, yang mencakup permohonan dan penerimaan. Ini menjadi landasan untuk memahami bagaimana penganut Christian Science menjalani kehidupan spiritual mereka.

3.1. Pengertian Doa Secara Umum

Pengertian doa secara umum mencakup permohonan dan komunikasi dengan Tuhan. Dalam konteks ini, doa dianggap sebagai tindakan yang menghubungkan manusia dengan kekuatan adikodrati. Ini menunjukkan bahwa doa adalah bagian penting dari kehidupan spiritual dalam banyak tradisi agama.

3.2. Pengertian Doa Menurut Gereja Christian Science

Dalam Christian Science, doa diartikan sebagai komunikasi dengan Allah yang bersifat dua arah. Penganut percaya bahwa doa yang benar melibatkan pemahaman dan penerimaan pesan dari Allah, yang membedakan praktik mereka dari tradisi lainnya. Ini menekankan pentingnya kesadaran spiritual dalam doa.

3.3. Jenis-Jenis Doa dalam Gereja Christian Science

Jenis-jenis doa dalam Gereja Christian Science mencakup doa penyembuhan, doa syukur, dan doa permohonan. Setiap jenis doa memiliki tujuan dan cara pelaksanaan yang berbeda, tetapi semuanya berfokus pada penguatan hubungan dengan Allah dan pemahaman akan kebenaran spiritual.

3.4. Etika Berdoa dalam Gereja Christian Science

Etika berdoa dalam Christian Science menekankan pentingnya sikap mental dan spiritual yang benar saat berdoa. Penganut diajarkan untuk menghindari doa yang bersifat materialistis dan lebih fokus pada pemahaman spiritual, yang dianggap lebih efektif dalam mencapai tujuan doa.

IV. PERANAN DOA DALAM KEHIDUPAN UMAT CHRISTIAN SCIENCE

Bab ini membahas peranan doa dalam kehidupan penganut Christian Science, termasuk sebagai sarana penyembuhan dan kekuatan moral. Doa dianggap sebagai inti dari praktik spiritual yang memungkinkan penganut untuk mengalami transformasi dan penyembuhan dalam kehidupan sehari-hari.

4.1. Doa Sebagai Sarana Penyembuhan Segala Penyakit

Doa dalam Christian Science diyakini memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa. Penganut percaya bahwa dengan berdoa, mereka dapat mengatasi berbagai penyakit tanpa bergantung pada pengobatan medis. Ini menunjukkan bahwa doa adalah sarana utama dalam mencapai kesehatan dan kesejahteraan.

4.2. Doa Sebagai Kekuatan Moral dan Perisai Diri

Doa juga berfungsi sebagai kekuatan moral yang melindungi penganut dari pengaruh negatif dan tantangan hidup. Melalui doa, penganut dapat memperkuat iman mereka dan mendapatkan ketenangan dalam menghadapi kesulitan, yang menunjukkan pentingnya doa dalam kehidupan sehari-hari.

4.3. Keajaiban Kekuatan Doa di Luar Logika Manusia

Penganut Christian Science sering mengklaim bahwa kekuatan doa dapat menghasilkan keajaiban yang tidak dapat dijelaskan secara logika. Ini menunjukkan keyakinan mereka bahwa doa dapat mengubah realitas dan membawa penyembuhan yang tidak terduga, yang menjadi bagian penting dari pengalaman spiritual mereka.

V. PENUTUP

Bab penutup menyajikan kesimpulan dari penelitian ini serta saran-saran untuk penelitian lebih lanjut. Penulis menekankan pentingnya pemahaman yang lebih baik tentang doa dalam Gereja Christian Science dan bagaimana hal ini dapat berkontribusi pada dialog antaragama. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam tentang praktik spiritual yang unik ini.

5.1. Kesimpulan

Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa doa dalam Gereja Christian Science memiliki makna yang dalam dan berbeda dibandingkan dengan tradisi Kristen lainnya. Doa bukan hanya sebagai ritual, tetapi sebagai praktik yang memiliki kekuatan penyembuhan dan transformasi spiritual.

5.2. Saran-saran

Saran untuk penelitian lebih lanjut mencakup eksplorasi lebih dalam tentang praktik doa dalam konteks interaksi sosial dan dampaknya terhadap kesehatan mental penganut. Penelitian ini juga dapat membantu membangun jembatan pemahaman antaragama yang lebih baik.

Referensi Dokumen

  • Ilmupengetahuan dan Kesehatan dengan Kunci untuk Kitab Suci ( Mary Baker Eddy )
  • Menguak Misteri Ajaran Agama-Agama Besar ( Arifin )
  • Fenomenologi Agama ( Mariasusai Dhavamony )
  • Penyembuhan Kristen Hal yang Mungkin Sekarang ( Linda Dinardo )
  • Doa ( Kafrawi Ridwan )

Gambar

Gambaran Allah dalam  Christian Science menurut Penulis mirip dengan
Gambaran tersebut adalah sebagai berikut.

Referensi

Dokumen terkait