• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bahan tugas termo diagram mollier

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Bahan tugas termo diagram mollier"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

DIAGRAM MOLLIER

Diagram Mollier adalah representasi grafis dari hubungan antara udara, kelembaban dan temperatur konten entalpi, dan merupakan alat desain dasar untuk membangun teknisi. Diagram di bawah ini dapat digunakan untuk menentukan entalpi dibandingkan entropi air dan uap :

Entalpi-entropi (Diagram h-s) yang berharga dalam analisis steady, contoh aplikasinya adalah pada aliran perangkat seperti nozzle, turbin, dan kompresor.

Diagram h-s juga disebut diagram Mollier setelah ilmuwan R. Jerman Mollier. Diagram Mollier untuk air mengandung konstan berkualitas garis, konstan-tekanan garis, dan konstan-garis suhu. Garis suhu di wilayah campuran lurus.

(2)
(3)

Fase – fase yang terdapat dalam diagram mollier adalah sebagai berikut : Titik Embun – TDP

 Titik embun adalah suhu di mana uap air mulai mengembun dari udara, suhu di mana udara menjadi benar-benar jenuh. Di atas suhu ini kelembaban akan tetap di udara.  Jika suhu titik embun ini dekat dengan suhu udara, kelembaban relatif tinggi, dan jika

titik embun jauh di bawah suhu udara, kelembaban relatif rendah.

(4)

mulai kondensat pada bagian luar bisa, suhu pada termometer ini cukup dekat dengan titik embun dari udara yang sebenarnya.

 Suhu titik embun dapat dibaca dengan mengikuti garis vertikal dari titik-negara dengan garis saturasi. Titik embun diwakili sepanjang garis kelembaban relatif 100% dalam diagram Mollier.

Titik Kering- Suhu Udara – Tdb

 suhu kering biasanya disebut sebagai suhu udara, adalah properti udara yang paling umum digunakan. Ketika orang merujuk ke suhu udara, mereka biasanya mengacu pada suhu bola kering nya. Dry-bola temperatur - Tdb, dapat diukur dengan menggunakan termometer yang normal. Suhu bola kering-merupakan indikator konten panas dan ditampilkan sepanjang sumbu kiri diagram Mollier. Garis horisontal membentang dari sumbu ini adalah konstan suhu garis.

Titik Basah –Suhu Basah – TWB

 suhu basah dikaitkan dengan kadar air dari udara. Suhu basah dapat diukur dengan termometer yang memiliki bola ditutupi dengan perban air-dibasahi dengan air mengalir di atas termometer. Suhu bola basah selalu lebih rendah dari suhu bola kering tetapi mereka akan identik dengan kelembaban relatif 100% di udara (udara di garis saturasi). Pada diagram Mollier, lereng basah-bola garis agak ke atas di sebelah kiri (garis putus-putus).

(5)

Pendinginan dan Pengeringan Udara

Pencampuran Udara Kondisi yang berbeda

Keseimbangan panas untuk campuran dapat dinyatakan sebagai: LA hA + LC sdM = (LA + LC) hb

dimana

L = tingkat pencampuran h = entalpi udara

Saldo kelembaban untuk campuran dapat dinyatakan sebagai: LA xA + LC Xc = (LA + LC) xB

dimana :

x = kadar air di udara

(6)

Pelembaban , Menambahkan Uap atau air (cairan)

(7)

Penguapan dari Permukaan Air

Jumlah air yang menguap dapat dinyatakan sebagai:

(

)

amount of evaporated water (kg/s) A = water surface area (m2)

h = heat transfer coefficient (W/m2 K) = mean specific heat for moist air (J/kg K)

Gambar

Grafik  Pemanasan Udara

Referensi

Dokumen terkait

Setelah diperoleh termometer bola basah dan bola kering yang telah terkalibrasi maka dihitung selisihnya kemudian digunakan bantuan tabel untuk perhitungan

Adapun thermometer bola basah adalah thermometer yang pada bola air raksa (sensor) dibungkus dengan kain basah agar suhu yang terukur adalah suhu saturasi/ titik jenuh,

• Kelembaban mutlak: perbandingan antara berat uap air di udara dengan berat udara kering pada suhu yang sama → kg uap/kg udara kering atau lb uap/lb udara kering, atau

Kelembaban relatif didefinisikan sebagai perbandingan fraksi molekul uap air di dalam udara basah terhadap fraksi molekul uap air jenuh pada suhu dan tekanan

Adapun thermometer bola basah adalah thermometer yang pada bola air raksa (sensor) dibungkus dengan kain basah agar suhu yang terukur adalah suhu saturasi/

• Bahan pangan basah; dikeringkan dengan menggunakan udara kering, panas, pada suhu dan RH yang konstan. • Udara kering,

• Bahan pangan basah; dikeringkan dengan menggunakan udara kering, panas, pada suhu dan RH yang konstan. • Udara kering,

kemudian akan dikorelasikan dengan pengarnatan suhu dan kelembaban relatif pada grid tersebut. Metode yang digunakan dalam menganalisis suhu dan kelembaban udara