• Tidak ada hasil yang ditemukan

Form Pengamatan Cuaca Di Lapangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Form Pengamatan Cuaca Di Lapangan"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL PRAKTIKUM LAPANGAN PENGAMATAN CUACA DI STASIUN METEOROLOGI BLANG BINTANG BANDA ACEH

Nama kelompok/ Kelas : Tema pengukuran :

RADIASI MATAHARI

I. DASAR TEORI

ALAT PENGUKUR RADIASI MATAHARI

Pengukuran lamanya sinar matahari bersinar dimaksudkan untuk mengetahui intensitas dan berapa lama/ jam matahari bersinar mulai terbit hingga terbenam. Matahari dihitung bersinar terang jika sinarnya dapat membakar pias Campble stokes. Lamanya matahari bersinar dapat dinyatakan dalam presentase atau jam. Untuk keperluan pemasangan dan pengamatan perlu diketahui hal-hal yang menyangkut waktu smeu lokal dan waktu rata-rata lokal. True Solar Day yaitu waktu antara dua gerakan matahari melintasi meridian. Waktu yang didasarkan panjang hari ini disebut apparent solartime atau waktu semu lokal. Waktu ini dapat ditunjukkan oleh sunshine recorder. Waktu semu lokal ialah waktu yang ditentukan oleh gerakan relatif matahari terhadap horizon. Sepanjang tahun lamanya (panjangnya) True Solar Day berbeda-beda. Untuk memudahkan perhitungan dibayangkan adanya matahari fiktif yang beredar mengelilingi bumi dengan kecepatan tetap selama setahun.

1. PENGUKUR SINAR MATAHARI JENIS CAMPBLE STOKES Campbell Stokes

(2)

akan diperoleh jejak pias terbakar yang tak terputus. Tetapi jika matahari bersinar terputus-putus, maka jejak dipiaspun akan terputus-putus. Dengan menjumlahkan waktu dari bagian-bagian terbakar yang terputus-putus akan diperoleh lamanya penyinaran matahari.

2. PENGUKUR SINAR MATAHARI JENIS JORDAN

Alat ini mencatat sendiri lamanya matahari bersinar dalam sehari yang terdiri dari dua kotak berbentuk setengah silinder dan tertutup. Di bagian dalam dipasang kertas yang sangat peka terhadap sinar matahari langsung.

Apabila seberkas matahari langsung mengenai kertas ini akan meninggalkan bekas yang gelap. Alat ini diatur sedemikian sehingga satu pias dipakai untuk pagi dan pias lainnya untuk siang hari.

3.PENGUKURAN INTENSITAS RADIASI MATAHARI

Untuk mengetahui intensitas radiasi yang jatuh pada permukaan bumi baik yang langsung maupun yang dibaurkan oleh atmosfer. Intensitas radiasi matahari ialah jumlah energi yang jatuh pada suatu bidang persatuan luas dalam satu satuan waktu. Dalam atmosfer bumi terdapat bermacam-macam radiasi seperti :

a. Direct Solar Radiation (S) yaitu radiasi langsung dari matahari yang sampai ke permukaan bumi.

b. Radiation Difus (D) yang berasal dari pantulan-pantulan oleh awan dan pembauran-pembauran oleh partikel-partikel atmosfer.

c. Surface Raflectivity (r) yaitu radiasi yang berasal dari pantulan-pantulan oleh permukaan bumi.

d. Out Going Terrestial radiation (O), yaitu radiasi yang berasal dari bumi yang berupa gelombang panjang.

e. Back Radiation (B) yaitu radiasi yang berasal dari awan-awan dan butir-butir uap air dan CO2 yang terdapat dalam atmosfer.

f. Global (total) Radiation (Q)

g. Net Radiation (R)

Dengan banyaknya jenis radiasi yang terdapat didalam atmosfer berarti banyak pula alat-alat yang diperlukan untuk mengukur radiasi langsung (S). Misalnya :

(3)

 Solarimeter dan Pyranometer untuk radiasi total (Q)

 Pyrgeometer untuk mengukur radiasi bumi (O)

 Net Pyrradiometer untuk mengukur radiasi total (R)

Pada prinsipnya sensor alat pengukur intensitas radiasi matahari dibagi 2 jenis :

a. Sensor yang dibuat dari bimetal yaitu 2 jenis logam yang mempunyai koefisien muai panjang yang berbeda dan diletakkan satu sama lainnya. Alat yang memakai sensor jenis ini ialah Actinograph.

b. Sensor yang dibuat dari Thermopile seperti yang terdapat pada Solarimeter, Pyranometer dll

4. AMSTRONG PYRHELIOMETER

Pyrheliometer dipakai untuk mengukur intensitas radiasi matahari langsung (S). Pyrheliometer terdiri dari 2 bagian pokok, yaitu sensor yang menghasilkan gaya gerak listrik dan recorder yang berisi battery, galvanometer dan amperemeter. Sensor berada didalam sebuah tabung/silinder logam yang dapat diputar horizontal dan vertikal. Tabung diputar mengikuti gerakan matahari sehingga sinar selalu jatuh tegak lurus ke permukaan sensor. Pada bagian ujung/ muka tabung terdapat tutup yang dapat diputar terhadap permukaan silinder. Penutup ini berfungsi sebagai pelindung sensor terhadap matahari dan juga sebagai pemutus dan penghubung kontak listrik.

5. SOLARIMETER DAN PYRANOMETER

Digunakan untuk mengukur radaiasi matahari total. Untuk memperoleh data intensitas matahari secara kontinue, Solarimeter dihubungkan ke sebuah alat pencatat yang dinamakan Chart Recorder yang mempunyai sifat Self Balancing Potentiometric yaitu suatu recorder yang bekerjanya berdasarkan keseimbangan antara signal (tenaga listrik yang masuk berasal dari Solarimeter dengan tenaga listrik dari power supply. Gerakan dan kedudukan pena ditentukan oleh keseimbangan kedua unsur tersebut.

(4)

II. LOKASI PENGAMATAN:

 

Stasiun Meteorologi. Kelas I Blang Bintang - Banda Aceh ( Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Banda Aceh 23372)

III. TUJUAN PENGAMATAN:

1) Mengenal dan memahami fisik alat pengukur unsur-unsur cuaca dan iklim

2) Mengenal dan memahami fungsi dan bagian-bagian alat pengukur unsur-unsur cuaca dan iklim

IV. PROSEDUR KERJA

1) Mendengarkan Penjelasan dari petugas BMKG 2) Mengamati Alat- alat yang telah disediakan

3) Setelah mengamati, praktikan mendokumentasikan alat-alat yang telah dijelaskan oleh petugas BMKG dan membuat laporan dari praktikum yang telah dilakukan.

4) Menganalisis data yang diperoleh pengamatan di lapangan

Alat dan Bahan

Bahan dan alat yang digunakan pada praktikum ini adalah sebagai berikut : 1) Alat tulis

2) Solarimeter dan solarigraf 3) Campbell stokes

4) Pias melengkung

Langkah kerja

1. Memasang alat solarimeter dan Campbell stokes yang di tempatkan dilahan

2. Campbell stokes benar- benar terletak horizontal. Hari ini dilakukan dengan cara mengatur ketinggian sudut tiang penopang alat yang diatur dengan melihat waterpas yang terpasang.

3. Kemudian, setelah pemasangan alat selesai, memasang pias yang sesuai. Untuk Campbell stokes menggunakan pias lurus lengkung pendek karena surya hanya meberikan sinarnya dalam waktu harian yang lebih pendek

(5)

yang terekam selama 30 menit dan mencatat keadaan kejernihan atmosfer hari itu dengan ketentuan:

a) Noda langsung bundar dihitung ½ panjang garis tengah noda b) Noda membentuk titik, setiap titik dihitung 30 menit

c) Noda berbentuk garis lun]bang dihitung dikurangi ½ jamsetiap pemusatan

d) Noda berbentuk garis tidak langsung tidak pada koreksi.

Hasil pengamatan dan pembahasan

……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ……… ….

(6)

MODUL PRAKTIKUM LAPANGAN PENGAMATAN CUACA DI STASIUN METEOROLOGI BLANG BINTANG BANDA ACEH

Nama kelompok/ Kelas : Tema pengukuran :

(7)

I. Dasar Teori

Suhu (suhu udara dan tanah)

Pembangunan membawa kesan ke atas sistem iklim mikro. Pembangunan mengubah iklim mikro suatu kawasan; kesan utama adalah terhadap imbangan sinaran tenaga dan gangguan terhadap kitaran hidrologi. Penebangan pokok mengakibatkan kuantiti sinaran tenaga yang diserap oleh tanah lapang meningkat. Ini menyebabkan peningkatan suhu permukaan tanah dan suhu udara. Pembalikan sinar tenaga bertambah hingga menyebabkan suhu udara meningkat (anonim, 2008).

Suhu dan kelembaban udara ini sangat erat hubungannya, karena jika kelembaban udara berubah, maka suhu juga akan berubah. Di musim penghujan suhu udara rendah, kelembaban tinggi, memungkinkan tumbuhnya jamur pada kertas, atau kertas menjadi bergelombang karena naik turunnya suhu udara (anonim, 2008).

ALAT PENGUKUR SUHU UDARA

Suhu (temperatur) adalah suatu besaran panas yang dirasakan oleh manusia. Satuan suhu yang biasa digunakan di Indonesia adalah derajat celcius (0C). Mengingat pentingnya faktor suhu terhadap kehidupan dan aktifitas manusia menyebabkan pengamatan suhu udara yang dilakukan oleh stasiun meteorologi dan klimatologi memiliki beberapa kriteria diantaranya:

 Suhu udara permukaan (suhu udara aktual, rata-rata, maksimum dan minimum).

 Suhu udara di beberapa ketinggian/ lapisan atmosfer (hingga ketinggian ± 35 Km).

 Suhu tanah di beberapa kedalaman tanah (hingga kedalaman 1 m).

 Suhu permukaan air dan suhu permukaan laut.

Alat ukur yang umum digunakan oleh BMG untuk mengamati suhu udara akan dijelaskan lebih rinci pada pokok bahasan selanjutnya.

(8)

3.2. THERMOMETER MAXIMUM

Thermometer air raksa ini memiliki pipa kapiler kecil (pembuluh) didekat tempat/ tabung air raksanya, sehingga air raksa hanya bisa naik bila suhu udara meningkat, tapi tidak dapat turun kembali pada saat suhu udara mendingin. Untuk mengembalikan air raksa ketempat semula, thermometer ini harus dihentakan berkali-kali atau diarahkan dengan menggunakan magnet.

Dari gambar disamping dapat diilustrasikan bahwa apabila temperatur naik dan kolom air raksa tidak terputus, maka air raksa terdesak melalui bagian yang sempit. Ujung kolom menunjukkan temperatur udara. Apabila suhu turun, kolom air raksa terputus pada bagian yang sempit setelah air raksa dalam bola temperatur menyusut. Ujung lain dari kolom air raksa tetap pada tempatnya.

Untuk pengamatan suhu udara ujung kolom ini menunjukkan suhu udara karena penyusutan air raksa kecil sekali dan dapat diabaikan. Jadi Thermometer menunjukkan suhu udara tertinggi setelah terakhir dikembalikan. Thermometer dikembalikan setelah dibaca.

3.3. THERMOMETER MINIMUM

(9)

Untuk mengembalikan posisi indeks ke posisi aktual dapat dilakukan dengan memiringkan/ membalikkan posisi thermometer hingga indek bergerak ke ujung dari alkohol (posisi suhu aktual).

3.4. THERMOGRAPH

(10)

mengukur atmospher.

(A) (B)

Contoh Thermograph Contoh Thermohygrograph

3.5. THERMOMETER TANAH

Prinsipnya sama dengan thermometer air raksa yang lain, hanya aplikasinya digunakan untuk mengukur suhu tanah dari kedalaman 0, 2, 5, 10, 20, 50 dan 100 cm. Untuk kedalaman 50 dan 100 cm, harus tanam sebuah tabung silinder untuk menempatkan thermometer agar mudah untuk melakukan pembacaan. Untuk kedalaman 0-20 cm, cukup dengan membenamkan bola tempat air raksa sesuai dengan kedalaman yang diperlukan.

3.6 THERMOMETER APUNG

(11)

terbuat dari bahan yang tahan air/ karat (biasanya almunium). Setelah dilakukan pembacaan, posisi indek pada thermometer minimum harus dikembalikan ke suhu actual dengan memiringkannya. Sedangkan untuk thermometer maksimum, tinggi air raksa juga dikembalikan pada suhu actual dengan menggunakan magnet.

3.7. KALIBRATOR THERMOMETER

Alat ini ini berfungsi untuk menguji/ mengkalibrasi thermometer/ thermograph dengan kendali temperatur elektronik, lampu indikator dan satu set termometer standard. Temperature test cabinet biasanya terbuat dari baja tahan-karat dengan kamar uji yang dilengkapi dengan tameng kaca dibagian depan. Dapat digunakan untuk mengkalibrasi 4 termograph/ thermohygrographs

secara bersamaan, atau instrumen serupa. Nilai temperatur ditentukan melalui papan tombol dan DPC [DIODE PEMANCAR CAHAYA]

Lokasi Pengamatan:

 

Stasiun Meteorologi. Kelas I Blang Bintang - Banda Aceh ( Bandara Sultan Iskandar Muda Blang Bintang, Banda Aceh 23372)

Tujuan Pengamatan:

1) Mengenal dan memahami fisik alat pengukur unsur-unsur cuaca dan iklim

2) Mengenal dan memahami fungsi dan bagian-bagian alat pengukur unsur-unsur cuaca dan iklim

V. PROSEDUR KERJA

(12)

3) Setelah mengamati, praktikan mendokumentasikan alat-alat yang telah dijelaskan oleh petugas BMKG dan membuat laporan dari praktikum yang telah dilakukan.

4) Menganalisis data yang diperoleh pengamatan di lapangan

Alat dan Bahan

(13)

……… ……… ….

Referensi

Dokumen terkait

Untuk itu tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran mengenai kelompok acuan dan keluarga terhadap keputusan pembelian Batik Jambi terutama di kalangan mahasiswa

Judul Disertasi : Studi perbandingan performans reproduksi, karakteristik genetik dan pola suara antara tetua dan turunannya pada penyilangan burung tekukur (

Sekretariat: Kp.Cibungur Rt.02/10 Kel.Setiawargi Kec.Tamansari Kota Tasikmalaya Jawa Barat..

Lembaga pemasaran yang terlibat dalam memasarkan ikan Kelemak dari desa Naumbai Kecamatan Kampar adalah pedagang pengumpul lokal, pedagang pengumpul luar daerah, pedagang

Pengujian lelah dengan siklus rendah dari alu- minum padu 7475-T351 merupakan pengujian dasar untuk mendapatkan karakteristik suatu material dimana hasilnya menunjukkan bahwa

Kami telah beranya kepada 200 orang : 80% telah menggunakan platform berbagi mobil, 10% menyewa mobil dari agen, 10% mempunyai mobil yang mereka gunakan hampir setiap

Penelitian dari Basri et,al (2013) menemukan bahwa seekor sapi dapat menghasilkan kotoran (feses) sebanyak 8-10 kg setiap hari. Kotoran sapi sebanyak itu dapat dihasilkan

Capung jarum (Zygoptera) memiliki tubuh yang kecil dan ditangkap di sekitar daerah danau dan di sekitar daerah lapangan pacuan kuda, sedangkan capung biasa