SKRIPSI PERTIMBANGAN HAKIM DALAM MEMERIKSA DAN MENGADILI PERMOHONAN PRAPERADILAN TENTANG SAH ATAU TIDAKNYA PENETAPAN TERSANGKA.
Teks penuh
Dokumen terkait
7) Mengenai Legal Standing Pemohon praperadilan (LSM Sorot Indonesia), dalam ketentuan Pasal 80 KUHAP disebutkan bahwa permintaan untuk memeriksa sah atau tidaknya
praperadilan terkait dengan sah atau tidaknya penetapan tersangka, ternyata ada yang9. mecoba untuk mengajukan praperadilan dengan menggunakan alasan tersebut, dan
Dalam putusan Praperadilan nomor: 2/Pid.Prap/2017/PN Trg hakim mengabulkan permohonan Praperadilan yang diajukan oleh pemohon (Rudy Tanair) mengenai penetapan tersangka, dan
Berdasarkan hasil penelitian ini dapat diambil kesimpulan bahwa, Hakim Pengadilan Negeri Gorontalo dalam memeriksa dan memutus berdasarkan Putusan Praperadilan
Hasil dari penelitian ini menjelaskan bahwa Pertama, Hakim praperadilan yang memutuskan untuk menetapkan tersangka tidak dapat dikatakan telah melampaui kewenangannya,
Legalitas penyidik dalam menetapkan tersangka pasca putusan praperadilan yang mengadili tindak sahnya penetapan tersangka tersebut sebelumnya dinyatakan batal demi
praperadilan, polemik mengenai pemeriksaan sah tidaknya penetapan tersangka kemudian memasuki area hukum materiil dari praperadilan itu sendiri, yaitu apa objek
Hal ini tidak terlepas adanya perkembangan hukum yang terjadi konteks Praperadilan dalam beberapa Putusan Praperadilan yaitu masuknya pengujian sah atau tidaknya Petenapan Tersangka