• Tidak ada hasil yang ditemukan

Masalah Kependudukan di Negara Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Masalah Kependudukan di Negara Indonesia"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

M ASALAH KEPEN D UD UKAN D I N EGARA I N D ON ESI A

Sr i Ra h a y u Sa n u si,SKM ,M k e s.

Fa k u lt a s Ke se h a t a n M a sya r a k a t

Universitas Sumatera Utara

1 .PEN D AH ULUAN

Dari hasil sensus penduduk t ahun 1990 j um lah penduduk I ndonesia adalah 179,4 j ut a. Berart i I ndonesia t erm asuk negara t erbesar k e t iga di ant ara negara-negara y ang sedang berkem bang set elah Gina dan I ndia.Dibanding dengan j um lah sensus t ahun 1980 m aka akan t erlihat peningkat an penduduk I ndonesia rat a- rat a 1,98% pert ahun. Berdasarkan hasil proyeksi penduduk, j um lah penduduk I ndonesia pada t ahun 1995 sebanyak 195,3 j ut a j iw a.

Bila dilihat dari luas w ilayah pada pet a penyebaran penduduknya t erlihat t idak m erat a di 27 propinsi. Berdasarkan hasil sensus penduduk t ahun 1990 sekit ar 60% penduduk t inggal di pulau Jaw a, padahal luas pulau Jaw a hany a 7% dari luas w ilayah I ndonesia. Dilain pihak pulau Kalim ant an yang luas w ilayahnya hanya dit em pat i oleh 5% dari j um lah penduduk ny a.

Kondisi t ersebut m enunj ukan bahw a kepadat an penduduk I ndonesia t idak seim bang. Kondisi t ersebut m em erlukan upaya pem erat aan dan upaya t ersebut t elah dilaksanakan m elalui program t ransm igrasi dan gerakan kem bali ke Desa.

Dilihat dari t ingkat pert am bahan penduduknya I ndonesia m asih t ergolong t inggi, hal ini bila t idak diupay ak an pengendaliany a ak an m enim bulk an bany ak m asalah.

Di I ndonesia dari t ingk at part isipasi anak usia sek olah baru m encapai 53% m eskipun w aj ib belaj ar pendidikan dasar 9 t ahun t elah dicanangkan oleh pem erint ah. Dibanding negara t et angga, t ingk at part isipasi pendidikan k it a t ergolong rendah. Hongkong m isalnya t ahun 1985 t elah m encapai 95% , Korea Selat an 88% dan Singapura t elah m encapai 95 % ( Surabay a Post , 2 Okt ober 1995) .

Masalah- m asalah lain sepert i k et enagak erj aan 77% angk at an k erj a m asih berpendidik an rendah. Dam pak ny a t erhadap pendapat an perkapit a y ang pada gilirannya akan berpengaruh t erhadap kualit as hidup. Juga t erhadap kehidupan rum ah t angga sepert i perceraian dan perkaw inan y ang ak an berpengaruh t erhadap angk a k elahiran dan k em at ian y ang dalam bany ak hal dij adik an indik at or bagi kesej aht eraan suat u negara.

Nam pak ny a sederhana, t et api harus diingat bahw a m anusia adalah sebagai subj ek t et api j uga sek aligus obj ek pem bangunan sehingga bila t idak diant isipasi m ungkin pada gilirannnya akan berakibat ket idakst abilan at au kerapuhan suat u negara.

2 . M ASALAH KEPEN D UD UKAN D I I N D ON ESI A

A. Masalah Ak ibat Angk a Kelahiran 1. Tot al Fert ilit y Rat e ( TFR)

Hasil perkiraan t ingkat fert ilit as ( m et ode anak kandung) m enunj ukan bahw a penurunan t ingkat fert ilit as I ndonesia t et ap berlangsung dengan kecepat an yang bert am bah sepert i nam pak pada t abel di baw ah ini :

Periode ( t ahun) TFR % Penurunan/ t ahun

1967 - 1970 5,605 1,7

1971 - 1975 5,200 2,3

1976 - 1979 4,680 2,8

1980 - 1984 4,055 3,9

(2)

Sum ber : BPS Jaw a Tim ur, 1996

Tingkat fert ilit as secara keseluruhan dari periode 1981- 1984 k e periode 1986 - 1989 t urun sebesar 18 % at au sekit ar 3,9% pert ahun. Nam un t ingkat penurunan fert ilit as m ulai m elam bat at ara periode 1986- 1989 dan 1987- 1990 y ait u m enj adi 2,1% rat a- rat a pert ahun.

2. Age Spesific Fert ilit y Rat e ( ASFR)

Hasil SP71 dan SP80 m asih m enunj ukan bahw a t ingkat kelahiran unt uk kelom pok um ur w anit a 20- 24 t ahun adalah yang t ert inggi. Nam un dem ikian t erj adi pergeseran ke kelom pok um ur ( 25 - 29) t ahun pada hasil SP80 dan ini akan m em berikan dam pak t erhadap penurunan t ingkat gfert ilit as secara keseluruhan ( Trend Fert ilit as, Mort alit as dan Dem ografi, 1994: 18)

Berdasark an dua k ondisi di at as dapat lah disebut k an beberapa m asalah ( t erk ait dengan SDM) sebagai berik ut :

1) Jika fert ilit as sem akin m eningkat m aka akan m enj adi beban pem erint ah dalam hal penyediaan aspek fisik m isalnya fasilit as kesehat anket im bang aspek int elekt ual. 2) Fert ilit as m eningkat m aka pert um buhan penduduk akan sem akin m eningkat t inggi

akibat nya bagi suat u negara berkem bang akan m enunj ukan korelasi negat if dengan t ingkat kesej aht eraan penduduknya.

Jik a ASFR 20- 24 t erus m eningk at m ak a ak an berdam pak k epada inv est asi SDM yang sem akin m enurun.

B. M a sa la h a k iba t An gk a Ke m a t ia n

Selam a ham pir 20 t ahun t erakhir, Angka Kem at ian Bayi ( AKB) m engalam i penurunan sebesar 51,0 pada periode 1967- 1986. Tahun 1967 AKB adalah 145 per 1000 kelahiran, kem udian t urun m enj adi 109 per 1000 kelahiran pada t ahun 1976. Selam a 9 t ahun t erj adi penurunan sebesar 24,8 persen at au rat a- rat a 2,8 persen per t ahun. Berdasarkan SP90, AKB t ahun 1986 diperkirakan sebesar 71 per 1000 kelahiran yang m enunj ukan penurunan sebesar 34,9 persen selam a 10 t ahun t erakhir at au 3,5 persen pert ahun ( Trend Mort alit as, 66) .

Tabel Perkiraan Angk a Harapan Hidup ( AHH) Tahun Nilai

SP1971 45,7

SP 1980 52,2 SP 1990 59,8

Sum ber: BPS Jat im , 1996.

Sej alan dengan penurunan AKB, AHH m enunj ukan kenaikan. Pada t ahun 1971 AHH adalah 45,7 yang kem udian naik 6,5 t ahun m enj adi 52,2 pada SP80 dan m engalam i k enaikan 7,6 m enj adi 59,8 pada SP90.

Masalah y ang m uncul ak ibat t ingk at m ort alit as adalah :

1) Sem ak in bert am bahny a Angk a Harapan Hidup it u berart i perlu adany a peran pem erint ah di dalam m enyediakan fasilit as penam pungan.

2) Perluny a perhat ian k eluarga dan pem erint ah didalam peny ediaan gizi y ang m em adai bagi anak - anak ( Balit a) .

3) Sebalikny a apabila t ingk at m ort alit as t inggi ak an berdam pak t erhadap reput asi I ndonesia dim at a dunia.

Pem ecahan m asalah angka kelahiran dan kem at ian : a) Kelahiran

Angk a k elahiran perlu dit ek an m elalui :

(3)

! Tingkat pendidikan w an it a w anit a m em pengaruhi um ur kaw in pert am a dan penggunaan k ont rasepsi.

! Part isipasi dalam angk at an k erj a m em puny ai hubungan negat if dengan fert ilit as

! Peningkat an ekonom i dan sosial.

b) Kem at ian

Angk a k em at ian perlu dit ek an :

! Pelayanan kesehat an yang lebih baik

! Peningkat an gizi keluarga

! Peningk at an pendidikan ( Kesehat an Masy arak at )

C. M a sa la h Kom posisi Ju m la h Pe n du du k

Jum lah penduduk I ndonesia berdasarkan hasil sensus t ahun 1990 berj um lah 179246785 dari j um lah t ersebut k om posisi usiany a t idak berim bang y ang m enyebabkan t im bulnya m asalah- m asalah baru.

Kat agori Berdasark an Usia Sebagai Berik ut : U S I A ( Thn) Jum lah ( Jiw a)

0 - 4 20.985.144

5 - 9 23.223.058

10 - 14 21.482.141

15 - 19 18.926.983

20 - 24 16.128.352

25 - 29 15.623.530

30 - 34 13.245.794

35 - 39 11.184.217

40 - 44 8.081.636

45 - 49 7.565.664

50 - 54 6.687.586

55 - 59 4.831.697

60 - 64 4.526.451

65 - 69 2.749.724

70 - 74 2.029.026

> 75 4.415

Sum ber : Kant or BPS Jaw a Tim ur

Berdasarkan angka- angaka t ersebut t am pak penum pukan j um lah penduduk pada usia m uda, yait u usia 0 - 4 t ahun berj um lah 20985144 j iw a, usia 5- 9 t ahun sebesar 23223058 j iw a dan 10 - 14 t ahun 21428141 j iw a yang m ana pada usia t ersebut belum produk t if m asih t ergant ung pada orang- orang lain t erut am a keluar ga.

Masalah- m asalah y ang dapat t im bul ak ibat k eadaan dem ik ian adalah :

1) Aspek ekonom i dan pem enuhan kebut uhan hidup keluarga. Banyaknya beban t anggungan yang harus dipenuhi biaya hidupnya oleh sej um lah m anusia produkt if yang lebih sedikit akan m engurangi pem enuhan kebut uhan ekonom i dan hay at hidup.

2) Aspek pem enuhan gizi.

(4)

3) Aspek Pendidikan

Pendidikan m em erluk an biay a y ang t idak sedik it , sehingga diperluk an duk ungan k em am puan ekonom i sem ua t erm asuk orang t ua. Apabila k em am puan ekonom i kurang m endukung m aka fasilit as pendidikan j uga sukar unt uk dipenuhi yung m engakibat kan pada kualit as pendidikan t ersebut kurang

4) Lapangan Kerj a

Penum pukan j um lah penduduk usia m uda at au produkt if m em erlukan persiapan lapangan kerj a m asa m endat ang yang lebih luas. Hal ini m erupakan bom w akt u pencari k erj a at au peny edia k erj a. Apabila t idak dipersiapk an SDMny a dan lapangan k erj a ak an berdam pak lebih buruk pada sem ua aspek k ehidupan.

Alt ernat if Pem ecahan yang diperlukan : ( a) Pengendalian angka kelahiran m elalui KB. ( b) Peningkat an m asa pendidikan.

( c) Penundaaan usia perkaw inan

D . M a sa la h Ke pe n du du k a n da n An gk a t a n Ke r j a .

Penduduk usia kerj a didefinisikan sebagai penduduk yang berum ur 10 t ahun k eat as. Merek a t erdiri dari angk at an k erj a dan buk an angk at an k erj a ( BPS : 1994,30) . Penduduk y ang t ergolong angk at an k erj a dik enal dengan Tingk at Part isipasi Angk at an Kerj a ( TPAK) .

TPAK m enurut um ur m engikut i pola huruf " U" t erbalik. Angkat an rendah pada usia- usia m uda karena sekolah, kem udian naik sej alan kenaikan um ur sam pai m encapai 25 - 29 t ahun, kem udian t urun secara perlahan pada um ur- um ur berikut nya ( ant ara lain karena pensiun) .

Angk a k esem pat an k erj a y ang m erupak an pebandingan ant ara penduduk yang bekerj a dengan angkat an kerj a pada t ahun 1993 cukup t inggi yait u sekit ar 97,2% . I ni berart i angk a penganguran k urang lebih hany a 2,8 0/ 00 ( BPS: 1994,30) .

Berdasarkan hasil sensus t ahun 1994 j um lah TPAK sebesar 19.254.554 ( Sensus PBS; 1990,417) sedangk an j um lah penduduk m encapai 179.247.283 j iw a sehingga TPAK m eskipun m ungkin t erm asuk angkat an kerj a. Melihat rasio TPAK dan Non TPAK t am paknya j auh t idak seim bang hal ini kem ungkinan dapat m enyebabkan m asalah ant ara lain:

( a) Produkt ifit as yang dihasilkan oleh sebagian kecil m anusia kem ungkinan bisa habis dik onsum si sebagian besar penduduk .

( b) Pendapat an perkapit a ak an rendah sehingga berpengaruh pada sek t or ekonom i m asyarakat .

Alt ernat if Pem ecahan Masalah : ( a) Peny ediaan lapangan k erj a

( b) Peningkat an m ut u SDM m elalui pendidikan dan ket eram pilan.

E. M a sa la h M obilit a s Pe n du du k di I n don e sia

Masalah m igrasi penduduk di I ndonesia m enj adi isu polit ik kependudukan di I ndonesia.

Mobilit as Ant ar Pulau

Mobilit as ant ar pulau didom inasi m obilit as penduduk di Pulau Jaw a. Penduduk yang keluar dari Jaw a sebanyak 3,6 j ut a j iw a t ahun 1980 dan 5,3 j ut a j iw a t ahun 1990. Sebagian besar m igrasi m enuj u Sum at era, yait u 79,75% pada t ahun 1980 dan 68,70% pada t ahun 1990.

(5)

Pulau Jaw a. Dari 0,2 j ut a j iw a pada t ahun 1980 adaa 73,32% m enuj u Pulau Jaw a dan pada t ahun 1990 ada sebanyak 0,5 j ut a t ernyat a yang 76,49 % j uga m enuj u Pulau Jaw a. ( BPS: 107,110)

Dapat dim ak lum i bahw a Pulau Jaw a sebagai t uj uan ut am a para m igran, k arena di Pulau Jaw a m erupak an pusat perek onom ian, pusat pendidikan, pusat pem erint ahan dan pusat k egiat an sosial ekonom i lainny a. Migran t erbesar y ang m asuk ke Pulau Jaw a berasal dari Sum at era, karena Pulau Sum at era secara geografis berdekat an dengan Pulau Jaw a dan sist im t ransport asi y ang m enghubungkan kedua pulau ini lebih bervariasi dan lebih banyak frekuensinya dibandingk an dengan pulau- pulau lainny a.

Mobilit as Penduduk ant ar Pulau Propinsi

Pola m obilit as di Jaw a m asih sangat besar. Di Jaw a Tim ur j um lah pendat ang m asih didom inasi m igran sek it arny a t erut am a Jaw a Tengah. Keadaan ini m enunj ukan bahw a pekem bangan m obilit as t erj adi karena peningkat an peranan lalu lint as di Pulau Jaw a dan Sek it arny a t erm asuk Lam pung, Sum at era Selat an sebagai akibat pert um buhan ekonom i yang sem akin cepat . Sedang m igran yang keluar dari Jaw a Tim ur m ay orit as m enuj u w ilay ah I ndonesia Barat t erut am a Sum at era dan daerah pusat pert um buhan ekonom i sepert i Jak art a.

Propinsi pengirim m igran t ot al t erbesar adalah Jaw a Tengah, y ait u 3,1 j ut a j iw a pada t ahun 1980 dan 4,4 j ut a t ahun 1990. Jaw a Tim ur sebanyak 1,6 j ut a pada t ahun 1980 dan 2,5 j ut a t ahun 1990, disusul Propinsi Jaw a Barat dan DKI Jakart a ( BPS 1994; 111) .

Mobilit as Penduduk dari Desa ke Kot a

Urbanisasi pada dasarnya adalah pert um buhan penduduk perkot aan yang disebabk an perpindahan dari desa k e k ot a, dari k ot a k e k ot a, sert a ak ibat proses perluasan w ilayah perkot aan ( Reklam asi) .

Perm asalah y ang Tim bul :

Pert um buhan penduduk perkot aan selalu m enunj ukan peningkat an yang t erus m enerus, hal ini disebabk an pesat ny a perkem bangan ekonom i dengan perkem bangan indust ri, pert um buhan sarana dan prasarana j alan perkot aan.

Upay a Pencegahan:

Pert um buhan penduduk di perkot aan periode 1971- 1980 j auh lebih pesat dibandingk an dengan periode 1980- 1990, hal ini disebabk an periode 1971- 1980 pert um buhan ekonom i m asih t erpusat didaerah perkot aan, sehingga penduduk banyak pindah ke perkot aan unt uk m em peroleh penghidupan yang lebih layak.

Pada periode 1980- 1990 pem erat an pem bangunan m ulai t erasa sam pai k e daerah pedesaan. Keadaan ini m em ungk ink an penduduk t idak lagi m em bangun daerah perkot aan, ak an t et api cendrung m encipt ak an lapangan pek erj aan sendiri di pedesaan. ( BPS 1994: 18) .

Sej alan dengan arah pem bangunan yang diharapkan persent ase penduduk perkot aan cendrung m eningkat . Proyeksi yang diharapkan ada peningkat an dari 31,10 persen t ahun 1990 m enj adi 41,46 % pada t ahun 2000.

(6)

beroreant asi pedesaan perlu digalakan dengan m em asukan fasilit as perkot aan ke pedesaan, sehingga m erangsang k egiat an ekonom i pedesaan.

F. M a sa la h Ke pa da t a n Pe n du du k di I n don e sia

Dilihat dari j um lah penduduknya I ndonesia t erm asuk negara t erbesar ket iga diant ara negara- negara sedang berkem bang set elah Gina dan I ndia. Hasil pencacahan lengk ap sensus penduduk 1990, penduduk I ndonesia berj um lah 179,4 j ut a j iw a. Berdasarkan hasil proyeksi penduduk, j ulah penduduk pada t ahun 1995 m encapai 195,3 j ut a j iw a.

Kepadat an di 27 Propinsi m asih belum m erat a. Berdasarkan sensus penduduk t ahun 1990 sekit ar 60% penduduk t inggal di Pulau Jaw a, padahal luas Pulau Jaw a hanya sekit ar 7% dari seluruh w ilayah darat an I ndonesia. Dilain pihak, Kalim ant an yang m em iliki 28% dari luas t ot al, hanya dihuni oleh 5% penduduk I ndonesia. Dengan dem ik ian k epadat an penduduk secara regional j uga sangat t im pang, sem ent ara k epadat an per k ilom et er persegi di Pulau Jaw a m encapai 814 orang, di Maluk u dan I rian Jay a hany a 7 orang ( BPS, 1994: 29) .

Perm asalahan y ang t im bul:

Ket idak seim bangan k epadat an penduduk ini m engak ibat k an k et idak m erat aan pem bangunan baik phisik m aupun non phisik yang selanj ut nya m engakibat kan keinginan unt uk pindah sem akin t inggi. Arus perpindahan penduduk biasanya bergerak dari daerah y ang agak t erkebelak ang pem bangunanny a k e daerah y ang lebih m aj u, sehingga daerah y ang sudah padat m enj adi sem ak in padat .

Pem ecahan Masalah:

Unt uk m em ecahk an m asalah ini dilak sanak an program pepindahan penduduk dari daerah padat k e daerah k ek urangan penduduk , y ait u program t ransm igrasi.

Sasaran ut am a program t ransm igrasi sem ula adalah unt uk m engurangi kelebihan penduduk di Pulau Jaw a. Tet api t ernyat a j um lah penduduk yang berhasil di t ransm igrasikan keluar Jaw a sangat kecil j um lahnya. Pada t ahun 1953 direncanakan 100.000 penduduk , t et api hany a sebany ak 40.000 orang y ang berhasil dipindahk an ( BPS 1994: 90)

Walaupun dem ikian, program t ransm igrasi sudah m enunj ukan hasilnya dim ana penduduk yang t inggal di Pulau Jaw a t urun dari 60% pada t ahun 1990, diproyeksikan m enj adi 57,7% pada t ahun 2000. Sebaliknya diluar Jaw a diproyeksikan akan t erj adi kenaikan t ahun 1990- 2000. Di Pulau Sum at era naik dari 21% pada t ahun 1990 m enj adi 21,65 % pada t ahun 2000 ( BPS 1990: 6- 7) .

G. M a sa la h Pe r k a w in a n da n Pe r ce r a ia n

Perkaw inan bukan m erupakan kom ponen yang langsung m em pengaruhi pert um buhan penduduk akan t et api m em punyai pengaruh yang cukup besar t erhadap fert ilit as, karena dengan adanya perkaw inan dapat m eningkat kan angka kelahiran. Sebaliknya perceraian adalah m erupalkan pengham bat t ingkat fert ilit as karena dapat m enurunkan angka kelahiran.

Di I ndonesia st at us perkaw inan ( k aw in) m asih j auh lebih t inggi dibandingk an dengan st at us perceraian hal ini dapat dilihat pada t abel berikut :

JEN I S KELAM I N KAW I N CERAI H I D UP/ M ATI

Pria 25.312.260 1.322.446

Wanit a 26.448.577 6.176.904

(7)

Dari dat a di at as m em berikan gam bar bahw a j um lah perkaw ina baik pia m aupun w anit a sebesar 5.176.837 m asih j auh lebih besar bila dibandingk an dengan j um lah perceraian baik cerai hidup m aupun cerai m at i y ang hany a sek it ar 7.499.340.

Masalah y ang t im bul ak ibat perkaw inan ant ara lain: 1. Perum ahan

2. Fasilit as kesehat an

Masalah y ang t im bul ak ibat perceraian m eningk at adalah : 1. Sosial Ekonom i

2. Nilai agam a yang lem ah Alt ernat if Pem ecahan : Perkaw inan

1. Menam bah m asa laj ang.

2. Meningkat kan m asa pendidikan. Pecer aian :

1. Konsult asi Keluarga. 2. Pendalam an Agam a.

PEN UTUP

Dari uraian di at as dapat disim pulkan bahw a m enurut j um lah penduduknya, I ndonesia t erm asuk negara yang besar dan m enduduki urut an t erbesar ke t iga di ant ara negara- negara berkem bang set elah Gina dan I ndia.

Menurut hasil sensus penduduk t ahun 1990 penduduk I ndonesia berj um lah 179,4 j ut a j iw a. Jum lah t ersebut m eningkat sekit ar 1,98% per t ahunnya. Berdasarkan hasil proyeksi penduduk t ahun 1995 adalah 195,3 j ut a j iw a. Dari kondisi sem acam ini t im bul berbagai m asalah kependudukan ant ara lain: Ket idak m erat aan peny ebaran penduduk di set iap Propinsi. Di I ndonesia berdasark an SP 1990 k urang lebih 60% penduduk I ndonesia t inggal di Pulau Jaw a y ang luasny a hanya 7% dari luas seluruh w ilayah I ndonesia. Sebaliknya Kalim ant an yang m em punyai luas 28 persen dari seluruh darat an I ndonesia hanya dihuni oleh lebih kurang lebih 5% penduduk sehingga secara regional kepadat an penduduk sangat lah t im pang.

Tingkat pendidikan penduduk yang bekerj a, t am pak m asih rendah di m ana t ingkat pendidikan yang t erbanyak adalah SD, yait u 37,6% dari seluruh penduduk y ang bek erj a. Hal t ersebut m eny ebabk an k et idak seim bangan ant ara perm int aan ak an t enaga k erj a dengan penaw aran t enaga k erj a pada suat u t ingk at upah t ert ent u. Pada t ahun 1993, dari sekit ar 1,2 j ut a orang yang t erdapat sebagal PENCARI KERJA HANYA SEKI TAR 328.000 at au 27 % y ang m em peroleh penem pat an.

D AFTAR PUSTAKA

BPS, 1994, Pr ofil Ke pe n du du k a n Pr opin si Ja w a Tim u r , BPS, Jakar t a. BPS, 1994, Tr e n d Fe r t ilit a s, M or t a lit a s da n M igr a si, BPS, Jak art a.

BPS, 1994, Pr oy e k si Pe n du du k I n don e sia Pe r Ka bu pa t e n / Kody a 1 9 9 0 - 2 0 0 0 BPS,Jak art a

Daldj oeni N, 1986, M a sa la h Pe n du du k da la m Fa k t a da n An gk a , Alum ni Bandung Goelt enbot h, F. 1996, Applie d Ge ogr a ph y a n d D e v e lopm e n t , Volum e 47 I nst it ut e

Referensi

Dokumen terkait

diketahui kecepatan airnya. 5) Perlu dilakukan pembahasan lebih lanjut mengenai sistem drainase bawah permukaan untuk lapangan yang telah dipakai dimana terjadi pemadatan

Pendaftaran dan pengambilan Dokumen Pemilihan dapat diwakilkan dengan membawa surat tugas dari direktur utama/ pimpinan perusahaan/ kepala cabang dan kartu pengenal.. Dokumen

Pada hari ini KAMIS tanggal TIGA BELAS bulan SEPTEMBER tahun DUA RIBU DUA BELAS (13-09-2012), Pokja Pengadaan Jasa Konsultansi PDAM Kota Cirebon telah menyelenggarakan Rapat

Kepada Peserta SELEKSI SEDERHANA yang merasa keberatan atas Penetapan Hasil Kualifikasi ini diberikan kesempatan untuk mengajukan sanggahan secara tertulis melalui

Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Tahun Anggaran 2016, telah melaksanakan Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) Dokumen Pengadaan Pembangunan Kawasan

Jika tidak lulus, mendaftar kembali dengan menyerahkan FORMULIR PENDAFTARAN PROPOSAL SKRIPSI SEMINAR KEDUA/ KETIGA yang telah diisi, dilengkapi dengan berkas persyaratan yang

Demikian Berita Acara Pemberian Penjelasan [Aanwijzing) Dokumen Pengadaan ini dibuat dalam rangkap tiga dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari persyaratan/ketentuan

Karena kegiatan ini adalah sebuah agenda rutin yang akan dilaksanakan setiap akhir semester untuk memamerkan hasil-hasil tugas praktek berupa karya seni rupa dengan