• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bangkitan Pergerakan Keluarga Dari Zona Perumahan Tertata (Studi Kasus : Perumahan di Kecamatan Medan Johor)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2016

Membagikan "Bangkitan Pergerakan Keluarga Dari Zona Perumahan Tertata (Studi Kasus : Perumahan di Kecamatan Medan Johor)"

Copied!
137
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHR

Disusun oleh

! " " #$$

%

&

(2)

TUGAS AKHR

Disusun oleh

! " " #$$

Dosen Pembimbing

Ir. Indra Jaya Pandia, MT NIP. 19560618 1986 01 1 001

Penguji I Penguji II Penguji III

( Ir. Jeluddin Daud, M.Eng) ( Medis Surbakti, ST,MT) ( Yusandi Aswad ,ST,MT )

Mengesahkan

Ketua Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara

Dr.Ing. Johannes Tarigan

NIP. 19561224 1981 03 1 002

%

&

(3)

Penelitian yang berjudul Bangkitan Pergerakan Keluarga dari Zona Perumahan Tertata (Studi Kasus : Perumahan di Kecamatan Medan Johor) ini bertujuan untuk mengetahui pergerakan yang terjadi pada 3(tiga) perumahan di Kecamatan Medan Johor yaitu perumahan Citra Wisata, perumahan Graha Johor dan Perumahan Taman Johor Indah Permai I untuk mendapatkan model bangkitan pergerakan. Manfaat dari penelitian ini, diharapkan dari model yang diperoleh dapat memprediksi bangkitan pergerakan yang terjadi di komplek perumahan tersebut. Survey primer dilakukan melalui pengisian kuesioner oleh responden. Karakteristik rumah tangga yang diteliti berdasarkan faktor sosio ekonomi terdiri atas beberapa variabel yaitu jumlah pendapatan keluarga (X1), jumlah pengeluaran keluarga (X2), jumlah kepemilikan kendaraan roda dua(X3), jumlah kepemilikan kenderaan roda empat(X4), jumlah anggota keluarga (X5), jumlah keluarga yang bekerja (X6) serta jumlah keluarga yang sekolah dan kuliah (X7).

Setelah hasil kuesioner ditabulasi pada tabel selanjunya dilakukan analisis. Metode yang digunakan untuk mendapatkan model bangkitan pergerakan adalah dengan menggunakan analisis Regresi Linier Berganda

! ) yang diolah dengan " # SPSS 16.

Dari hasil analisis diperoleh model bangkitan pergerakan untuk perumahan Citra Wisata

Y = 0,230+0,652X1+0,145X2+0,047X3+0,058X4+0,070X5+ 0,119X6; untuk

perumahan Graha Johor : Y = 0.167+ 0,622X1+0,031X2+0,091X3+0,310X4+ 0,032X5 +0,100X6; dan untuk perumahan Taman Johor Indah Permai I: Y = 0,938 +0,388X1+0,140X2+0,006X3+ 0,112X4+0,051X6+0,001X7.

Apabila data responden untuk ketiga perumahan digabungkan, model yang terbentuk adalah :Y= 0,525 +0,570X1+0,025X3+0,173X4+0,002X5+0,108X6

Apabila dari setiap perumahan dipilih salah satu tipe perumahan, dalam hal ini tipe 75, maka diperoleh model bangkitan pergerakan untuk perumahan Citra Wisata :Y= 0,336 +0,982X1+0,410X2+0,255X3+0,279X4+0,136X6+0,215X7, untuk perumahan Graha Johor : Y= -0,033 +0,572X1+0,270X3+0,336X7 dan untuk perumahan Johor Indah Permai I :Y= 0,533 +0,467X1+0,211X2+0,044X4+0,017X5+0,161X6

Dari seluruh model bangkitan diatas dapat dilihat bahwa variable bebas yang tetap mempengaruhi bangkitan pergerakan adalah variabel pendapatan (X1).

(4)

Berkat rahmat Allah SWT dapatlah diselesaikan penulisan tugas akhir ini dengan

baik. Tugas akhir ini disusun untuk melengkapi persyaratan menempuh ujian sarjana

pada Departemen Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara. Adapun

judul tugas akhir ini adalah “Bangkitan Pergerakan Keluarga dari Zona Perumahan

Tertata (Studi Kasus : Perumahan di Kecamatan Medan Johor) “

Penulis menyadari sepenuhnya bahwa selama penulisan tugas akhir ini banyak

sekali bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu dengan segala kerendahan hati, penulis

menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar-besarnya kepada:

1. Bapak Prof.Dr.Ing. Johannes Tarigan sebagai ketua Departemen Teknik Sipil

Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara Medan.

2. Bapak Ir. Syahrizal, MT sebagai sekretaris Departemen Teknik Sipil Fakultas

Teknik Universitas Sumatera Utara Medan.

3. Bapak Ir. Indra Jaya Pandia , MT sebagai dosen pembimbing yang telah

bersedia meluangkan waktu dan pikiran ataupun masukan yang sangat berharga

dalam penyusunan/penulisan tugas khir ini hingga selesai.

4. Bapak Ir. Zulkarnain A. Muis, M.Eng, Sc sebagai Koordinator Bidang Studi.

5. Bapak Ir. Jeluddin Daud, MEng; Bapak Medis S. Surbakti, ST, MT; Bapak

Yusandi Aswad, ST, MT; serta Bapak Ridwan Anas, ST, MT yang telah

memberikan masukan dan waktu dalam penyelesaian tugas akhir ini.

6. Bapak dan Ibu Dosen di Departemen Teknik Sipil yang telah memberikan ilmu

yang bermanfaat bagi penulis selama melaksanakan studi.

7. Istimewa untuk orang tua tercinta, Ir. Betlintine Ritonga dan Ir. Tri

(5)

senantiasa mencurahkan segenap kasih saying, do’a dan segala dukungan

yang tidak dapat terbalas oleh penulis.

8. Buat semua sahabat penulis yang tidak bisa disebutkan namanya satu

persatu, .

Penulis menyadari bahwa penulisan tugas akhir ini masih belum sempurna,

karena keterbatasan pengetahuan, pengalaman serta referensi yang penulis miliki.

Untuk itu penulis mengharapkan saran-saran dan kritik demi perbaikan pada

masa-masa yang akan datang.

Medan, Agustus 2012

(6)

%

Halaman

ABSTRAK ... i

KATA PENGANTAR ... ii

DAFTAR ISI ... iv

DAFTAR TABEL ... x

DAFTAR GAMBAR ... xv

DAFTAR LAMPIRAN ... xix

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

1.1.Latar Belakang ... 1

1.2. Permasalahan ... 2

1.3. Tujuan dan Manfaat ... 3

1.4. Metodologi dan Ruang Lingkup ... 3

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1. Konsep dan Ruang Lingkup Perencanaan Transportasi ... 5

2.2. Bangkitan Pergerakan. ... 6

2.2.1. Jenis Tata Guna Lahan ... 8

2.2.2. Intensitas Aktivitas Tata Guna Lahan ... 9

2.3.Konsep Pemodelan Bangkitan Pergerakan ... 9

2.3.1. Definisi Dasar ... 9

2.3.2. Klasifiksi Pergerakan ... 10

2.3.2.1. Berdasarkan Tujuan Pergerakan ... 10

2.3.2.2. Berdasarkan Waktu ... 11

2.3.2.3. Berdasarkan Jenis Orang ... 11

2.3.3.Model Bangkitan Pergerakan ... 11

2.3.3.1. Metode Analisis Regresi ... 11

2.3.3.1.1. Analisis Regressi Linier Berganda ! $ ………12

2.3.3.1.2. Analisis Model Perhitungan Bangkitan Pergerakan……….. 14

(7)

2.4. Metode Pengambilan Sampel...19

2.5. Analisi Model Bangkitan Pergerakan yang pernah dilakukan...…21

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN ... 25

3.1. Lokasi Penelitian ... ... 25

3.2. Bagan Alir Penelitian ... 25

3.3. Variabel Penelitian ... 27

3.4. Sampel Penelitian ... 28

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 32

4.1.Gambaran Umum Lokasi Penelitian ... 32

4.2. Perumahan Tertata Studi Kasus Penelitian ... 33

4.3. Karakteristik Responden ... 34

4.3.1. Karakteristik Responden di Perumahan Citra Wisata ... 35

4.3.1.1. Jumlah Pendapatan rata-rata perbulan di Perumahan Citra Wisata ... 35

4.3.1.2. Jumlah Pengeluaran rata-rata Responden perbulan di Perumahan Citra Wisata ... 36

4.3.1.3. Jumlah Kepemilikan Kenderaan Roda dua di Perumahan Citra Wisata ... 37

4.3.1.4. Jumlah Kenderaan roda empat Responden di Perumahan Citra Wisata ……… ..38

4.3.1.5. Jumlah Anggota Keluarga Responden di Perumahan Citra Wisata ... 39

4.3.1.6. Jumlah Anggota Keluarga Bekerja Responden di Perumahan Citra Wisata...40

4.3.1.7. Waktu berangkat Responden Menuju Tujuan Bekerja di Perumahan Citra Wisata………41

4.3.1.8. Jenis Pekerjaan Responden di Perumahan Citra Wisata 42 4.3.1.9. Jumlah Anggota Keluarga Responden yang Sekolah dan kuliah di Perumahan Citra Wisata ... 43

(8)

4.3.2. Karakteristik Responden di Perumahan Graha Johor...45

4.3.2.1. Jumlah Pendapatan rata-rata perbulan di Perumahan

Graha Johor ...45

4.3.2.2. Jumlah Pengeluaran rata-rata perbulan di Perumahan

Graha Johor ...46

4.3.2.3. Jumlah Kepemilikan Kenderaan Roda Dua Responden di

Perumahan Graha Johor...47

4.3.2.4. Jumlah Kepemilikan Kenderaan Roda Empat Responden

di Perumahan Graha Johor………..48

4.3.2.5. Jumlah Anggota Keluarga Rresonden di Perumahan

Graha Johor………49

4.3.2.6. Jumlah Anggota Keluarga Bekerja Responden di

Perumahan Graha Johor ……… 50

4.3.2.7. Waktu berangkat Responden Menuju Tujuan Bekerja

dari Perumahan Graha Johor...51

4.3.2.8. Jenis Pekerjaan Responden di Perumahan Graha Johor .52

4.3.2.9. Jumlah Anggota Keluarga Responden yang Sekolah dan

kuliah di Perumahan Graha Johor...53

4.3.2.10. Waktu berangkat Responden Menuju Tujuan

sekolah dan kuliah dari Perumahan Graha Johor...54

4.3.3. Karakteristik Responden di Perumahan Taman Johor Indah

Permai I………55

4.3.3.1. Jumlah Pendapatan rata-rata responden perbulan di

Perumahan Johor Indah Permai I...55

4.3.3.2. Jumlah Pengeluaran rata-rata perbulan Responden di

Perumahan Johor Indah Permai I...56

4.3.3.3. Jumlah Kepemilikan Kenderaan Roda Dua Responden di

Perumahan Johor Indah Permai I………57

(9)

di Perumahan Johor Indah Permai I ………58

4.3.3.5. Jumlah Anggota Keluarga Responden di Perumahan

Johor Indah Permai I………59

4.3.3.6. Jumlah Anggota Keluarga Responden Bekerja di

Perumahan Johor Indah Permai I ………60

4.3.3.7. Waktu berangkat Responden Menuju Tujuan Bekerja

di Perumahan Johor Indah Permai I………... 61

4.3.3.8. Jenis Pekerjaan Responden di Perumahan

Taman Johor Indah Permai I ……… 62

4.3.3.9 . Jumlah Anggota Keluarga Responden Sekolah

dan Kuliah di Perumahan Johor Indah Permai I………..63

4.3.2.10.Waktu berangkat Responden Menuju Tujuan sekolah

dan kuiah di Perumahan Johor Indah Permai I………….64

4.4. Model Perhitungan Bangkitan Pergerakan...65

4.4.1. Model Perhitungan Bangkitan Pergerakan di

Perumahan Citra Wisata...65

4.4.1.1. Analisis Korelasi Bangkitan Pergerakan di Perumahan

Citra Wisata……….65

4.4.1.2. Analisis Regressi Bangkitan Pergerakan di Perumaha

CitraWisata………...69

4.4.2. Model Perhitungan Bangkitan Pergerakan di Perumahan

Graha Johor...72

4.4.2.1. Analisis Korelasi Bangkitan Pergerakan di

Perumahan Graha Johor...72

4.4.2.2.Analisis Regressi Bangkitan Pergerakan di

Perumahan Graha Johor ...76

4.4.3. Model Perhitungan Bangkitan Pergerakan di Perumahan di

(10)

4.4.3.1. Analisis Korelasi Bangkitan Pergerakan di Perumahan

di Taman Johor Indah Permai I...79

4.4.3.2. Analisis Regressi Bangkitan Pergerakan di Perumahan

Taman Johor Indah Permai I... 83

4.4.4. Model Perhitungan Bangkitan Pergerakan di Ketiga

Perumahan ... 86

4.4.4.1. Analisis Korelasi Bangkitan Pergerakan di

KetigaPerumahan ...86

4.4.4.2.Analisis Regressi Bangkitan Pergerakan di Ketiga

Perumahan...90

4.4.5. Model Perhitungan Bangkitan Pergerakan Perumahan tipe 75

untuk Perumahan Citra Wisata...93

4.4.5.1. Analisis Korelasi Bangkitan Pergerakan Perumahan

tipe 75 untuk perumahan Citra Wisata ...93

4.4.5.2.Analisis Regressi Bangkitan Pergerakan Perumahan

tipe 75 untuk perumahan Citra Wisata ...97

4.4.6. Model Perhitungan Bangkitan Pergerakan Perumahan tipe 75

untuk Perumahan Graha Johor...99

4.4.6.1. Analisis Korelasi Bangkitan Pergerakan Perumahan

tipe 75 untuk perumahan Graha Johor...99

4.4.6.2.Analisis Regressi Bangkitan Pergerakan Perumahan

tipe 75 untuk perumahan Graha Johor... 102

4.4.7. Model Perhitungan Bangkitan Pergerakan Perumahan tipe 75

Perumahan Johor Indah permai I...105

(11)

tipe 75 untuk perumahan Johor Indah Permai I...105

4.4.7.2.Analisis Regressi Bangkitan Pergerakan Perumahan tipe 75untuk perumahan Johor Indah Permai I...109

BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN...112

5.1. Kesimpulan... 112

5.2. Saran... 115

DAFTAR PUSTAKA...116

LAMPIRAN...118

(12)

DAFTAR TABEL

Halaman

Tabel 2.1.Interpretasi Nilai Koefisien Korelasi (R)...15

Tabel 2.2 Jumlah Sampel Berdasarkan Populasi ...21

Tabel 3.1.Jumlah Sampel Penelitian... 30

Tabel 4.1. Perumahan Tertata Studi Kasus Penelitian ...34

Tabel 4.2. Pendapatan Rata-rata Responden perbulan di Perumahan Citra Wisata . 35 Tabel 4.3. Pengeluaran Rata-rata Responden perbulan di Perumahan Citra Wisata...36.

Tabel 4.4..Kepemilikan Kenderaan Roda dua Responden di Perumahan Citra Wisata………..37

Tabel 4.8. Kepemilikan Kenderaan Roda Empat Responden di Perumahan Citra Wisata………...38

Tabel 4.6. Jumlah Anggota Keluarga Responden di Perumahan Citra Wisata... 39

Tabel 4.7.Jumlah Anggota Keluarga Bekerja Responden di Perumahan Citra Wisata...40

Tabel 4.8. Waktu berangkat Responden Menuju Tujuan Bekerja dari Perumahan Citra Wisata... 41

Tabel 4.9. Jenis Pekerjaan Responden di Perumahan Citra Wisata... 42

Tabel 4.10. Jumlah Anggota Keluarga Sekolah dan Kuliah di Perumahan Citra Wisata ...43

Tabel 4.11. Waktu berangkat Anggota Keluarga Responden ke sekolah dan kuliah dari Perumahan Citra Wisata ………... 44

Tabel 4.12. Pendapatan Rata-rata Responden perbulan di Perumahan Graha Johor... 45

Tabel 4.13. Pengeluaran Rata-rata perbulan Responden di Perumahan Graha Johor...46

(13)

Graha Johor...47

Tabel 4.15. Kepemilikan Kenderaan Roda Empat Responden di

Perumahan Graha Johor...48

Tabel 4.16. Jumlah Anggota Keluarga Responden di Perumahan Graha Johor...49

Tabel 4.17. Jumlah Anggota Keluarga Responden Bekerja di Perumahan

Graha Johor...50

Tabel 4.18. Waktu berangkat Responden Menuju Tujuan Bekerja dari

Perumahan Graha Johor...51

Tabel 4.19. Jenis Pekerjaan Responden di Perumahan Graha Johor...52

Tabel 4.20. Jumlah Anggota Keluarga Responden Sekolah dan Kuliah di

Perumahan Graha Johor... 53

Tabel 4.21. Waktu berangkat Responden Menuju tujuan sekolah dan kuliah dari

Perumahan Graha Johor... 54

Tabel 4.22. Pendapatan Rata-rata perbulan Responden di Perumahan

Johor Indah Permai I...55

Tabel 4.23 Pengeluaran Rata-rata Responden perbulan di Perumahan

Johor indah Permai I...56

Tabel 4.24. Kepemilikan Kenderaan Roda Dua Responden di Perumahan

Johor Indah Permai I...57

Tabel 4.25. Kepemilikan Kenderaan Roda Empat Responden di Perumahan

Taman Johor Indah Permai I...58

Tabel 4.26. Jumlah Anggota Keluarga Responden di Perumahan

Taman Johor Indah Permai I ...59

Tabel 4.27. Jumlah Anggota Keluarga Responden Bekerja di Perumahan

Taman Johor Indah Permai I...60

Tabel 4.28. Waktu berangkat Responden Menuju Tujuan Bekerja dari Perumahan

Taman Johor Indah Permai I...61

(14)

Tabel 4.30. Jumlah Anggota Keluarga Responden Sekolah dan Kuliah di Perumahan

Taman Johor Indah Permai I...63

Tabel 4.31. Waktu berangkat Responden Menuju tujuan sekolah dan kuliah dari

Perumahan Johor Indah Permai...64

Tabel 4.32. Matriks Korelasi Antar Variabel di Perumahan Citra Wisata...66

Tabel 4.33. Matriks Korelasi antar variabel di Perumahan Citra Wisata setelah

penghilangan variabel X7 ………...68

Tabel 4.34. untuk Perumahan Citra Wisata……… 69

Tabel.4.35. ANOVA Model Bangkitan Pergerakan untuk Perumahan

Citra Wisata ………..69

Tabel 4.36. Koefisien Regressi Model Bangkitan pergerakan untuk

Perumahan Citra Wisata...70

Tabel 4. 37.Matriks Korelasi antar variabel Model Bangkitan Pergerakan di

Perumahan Graha Johor...73

Tabel 4.38.Matriks Korelasi Model Bangkitan Pergerakan di Perumahan Graha Johor

setelah penghilangan variabel X7 ...75

Tabel 4.39. Model bangkitan Pergerakan untuk Perumahan

Graha Johor...76

Tabel 4.40. ANOVA Model Bangkita Pergerakan untuk Perumahan Graha Johor…...77

Tabel.4.41. Koefisien Regresi Model Bangkitan Pergerakan untuk

Perumahan Graha Johor ...77

Tabel 4. 42.Matriks Korelasi antar variabel Model Bangkitan Pergerakan di

Perumahan Taman Johor Indah Permai I ...80

Tabel 4.43.Matriks Korelasi Model Bangkitan Pergerakan di Perumahan

Taman Johor Indah Permai I setelah penghilangan variabel X5 ...82

(15)

Taman Johor Indah Permai I………... 83

Tabel 4.45. ANOVA Model Bangkitan Pergerakan untuk Perumahan

Taman Johor Indah Permai I………...84

Tabel.4.46. Koefisien Regresi Model Bangkitan Pergerakan untuk Perumahan

Taman Johor Indah Permai I………84

Tabel 4. 47.Matriks Korelasi antar variabel Model Bangkitan Pergerakan di

Ketiga Perumahan...87

Tabel 4.48.Matriks Korelasi Model Bangkitan Pergerakan di Ketiga Perumahan

setelah penghilangan variabel X2 dan X7 ...90

Tabel 4.49. Model bangkitan Pergerakan untuk

KetigaPerumahan ……….91

Tabel 4.50. ANOVA Model Bangkitan Pergerakan untuk KetigaPerumahan …...91

Tabel.4.51. Koefisien Regresi Model Bangkitan Pergerakan untuk Ketiga

Perumahan ……… 92

Tabel 4. 52.Matriks Korelasi antar variabel Model Bangkitan Pergerakan

Tipe 75 di Perumahan Citra Wisata...94

Tabel 4.53.Matriks Korelasi Model Bangkitan Pergerakan Perumahan tipe 75 di

Perumahan Citra Wisata setelah penghilangan variabel X5 ...96

Tabel 4.54. Model bangkitan Pergerakan Perumahan tipe 75 untuk

Perumahan Citra Wisata…...………...97

Tabel 4.55. ANOVA Model Bangkitan Pergerakan Perumahan tipe 75 untuk

Perumahan Citra Wisata ….………...97

Tabel.4.56. Koefisien Regresi Model Bangkitan Pergerakan Perumahan tipe 75

Untuk Perumahan Citra Wisata……….98

Tabel 4. 57.Matriks Korelasi antar variabel Model Bangkitan Pergerakan Perumahan

Tipe 75 graha Johor... ...100

(16)

Perumahan Graha Johor setelah penghilangan variabel

X2, X4, X5 dan X6... 102

Tabel 4.59. Model bangkitan Pergerakan Perumahan tipe 75 untuk

Perumahan Graha Johor…...………... 103

Tabel 4.60. ANOVA Model Bangkitan Pergerakan Perumahan tipe 76 untuk

Perumahan Graha Johor ….………...103

Tabel.4.61. Koefisien Regresi Model Bangkitan Pergerakan Perumahan tipe 70

Untuk Perumahan Graha Johor……….103

Tabel 4. 62.Matriks Korelasi antar variabel Model Bangkitan Pergerakan Perumahan

Tipe 75 di Perumahan Johor Indah Permai I ...106

Tabel 4.63.Matriks Korelasi Model Bangkitan Pergerakan Perumahan tipe 75 di

Perumahan Johor Indah Permai I setelah penghilangan

variabel X3,X7 ...108

Tabel 4.64. Model bangkitan Pergerakan Perumahan tipe 75 untuk

Perumahan Johor Indah Permai I…...………... 109

Tabel 4.65. ANOVA Model Bangkitan Pergerakan Perumahan tipe 75 untuk

Perumahan Johor Indah Permai I...………...109

Tabel.4.66. Koefisien Regresi Model Bangkitan Pergerakan Perumahan tipe 75

(17)

%

Halaman

Gambar 2.1. % Dan ! &&&&&...7

Gambar 2.2. Bangkitan dan Tarikan Pergerakan……….8

Gambar 2.3. Proses kalibrasi pengabsahan model analisis regressi……….. 17

Gambar 3.1.Bagan Alir Metode Penelitian……… 31

Gambar 4.1. Peta Wialyah Kecamatan Medan Johor………...32

Gambar 4.2. Pendapatan Rata-rata Responden perbulan di Perumahan Citra Wisata...35

Gambar 4.3. Pengeluaran Rata-rata Responden perbulan di Perumahan Citra Wisata... 36

Gambar 4.4. Jumlah kepemilikan kenderaan roda 2 responden di Perumahan Citra Wisata ...37

Gambar 4.5. Jumlah kepemilikan kenderaan roda 4 responden di Perumahan Citra Wisa...38

Gambar 4.6. Jumlah Anggota Keluarga Responden di Perumahan Citra Wisata...39

Gambar 4.7. Jumlah Anggota Keluarga Bekerja Responden di Perumahan Citra Wisata...40

Gambar 4.8.Waktu berangkat Responden Menuju Tujuan Bekerja di Perumahan Citra Wisata...41

Gambar 4.9. Jenis Pekerjaan responden di Perumahan Citra Wisata... 42

Gambar 4.10. Jumlah anggota keluarga Responden yang sekolah dan kuliah di Perumahan Graha Johor ...43

(18)

Gambar 4.12. Pendapatan Rata-rata Responden perbulan di Perumahan

Graha Johor...45

Gambar 4.13. Pengeluaran Rata-rata Responden perbulan di Perumahan

Johor Indah Permai...46

Gambar 4.14. Jumlah kepemilikan kenderaan roda 2 Responden di

Perumahan Graha Johor...47

Gambar 4.15. Jumlah kepemilikan kenderaan roda 4 responden di

Graha Johor...48

Gambar 4.16. Jumlah anggota keluarga Responden di Perumahan

Graha Johor...49

Gambar 4.17. Jumlah anggota keluarga Responden bekerja di Perumaha

Graha Johor...50

Gambar 4.18.Waktu berangkat Responden Menuju Tujuan Bekerja di Perumahan

Graha Johor...51

Gambar 4.19. Jenis Pekerjaan responden di Perumahan Citra Wisata...52

Gambar 4.20. Jumlah anggota keluarga Responden di Perumahan Graha Johor

yang sekolah dan kuliah ...53

Gambar 4.21. Waktu berangkat Anggota Keluarga Responden ke sekolah

dan kuliah dari Perumahan Graha Johor ...54

Gambar 4.22. Pendapatan Rata-rata Responden perbulan di Perumahan

Johor Indah Permai I...55

Gambar 4.23. Pengeluaran Rata-rata Responden perbulan di Perumahan Johor

Indah Permai I...56

Gambar 4.24. Jumlah kepemilikan kenderaan roda 2 Responden di Taman

Johor Indah Permai I...57

Gambar 4.25. Jumlah kepemilikan kenderaan roda 4 Responden di Perumahan

Taman Johor Indah Permai I...58

(19)

Indah Permai I...59

Gambar 4.27. Jumlah anggota keluarga bekerja Responden di Perumahan Taman

Indah Permai I...60

Gambar 4.28. Waktu berangkat Responden Menuju Tujuan Bekerja dari

Perumahan Taman Johor Indah Permai I...61

Gambar 4.29. Jenis Pekerjaan Responden di Perumahan Taman Johor Permai I...62

Gambar 4.30. Jumlah anggota keluarga sekolah dan kuliah Responden di Perumahan

Taman Johor Indah Permai I...63

Gambar 4.31. Waktu berangkat ke sekolah dan kuliah dari Perumahan Taman

(20)

Penelitian yang berjudul Bangkitan Pergerakan Keluarga dari Zona Perumahan Tertata (Studi Kasus : Perumahan di Kecamatan Medan Johor) ini bertujuan untuk mengetahui pergerakan yang terjadi pada 3(tiga) perumahan di Kecamatan Medan Johor yaitu perumahan Citra Wisata, perumahan Graha Johor dan Perumahan Taman Johor Indah Permai I untuk mendapatkan model bangkitan pergerakan. Manfaat dari penelitian ini, diharapkan dari model yang diperoleh dapat memprediksi bangkitan pergerakan yang terjadi di komplek perumahan tersebut. Survey primer dilakukan melalui pengisian kuesioner oleh responden. Karakteristik rumah tangga yang diteliti berdasarkan faktor sosio ekonomi terdiri atas beberapa variabel yaitu jumlah pendapatan keluarga (X1), jumlah pengeluaran keluarga (X2), jumlah kepemilikan kendaraan roda dua(X3), jumlah kepemilikan kenderaan roda empat(X4), jumlah anggota keluarga (X5), jumlah keluarga yang bekerja (X6) serta jumlah keluarga yang sekolah dan kuliah (X7).

Setelah hasil kuesioner ditabulasi pada tabel selanjunya dilakukan analisis. Metode yang digunakan untuk mendapatkan model bangkitan pergerakan adalah dengan menggunakan analisis Regresi Linier Berganda

! ) yang diolah dengan " # SPSS 16.

Dari hasil analisis diperoleh model bangkitan pergerakan untuk perumahan Citra Wisata

Y = 0,230+0,652X1+0,145X2+0,047X3+0,058X4+0,070X5+ 0,119X6; untuk

perumahan Graha Johor : Y = 0.167+ 0,622X1+0,031X2+0,091X3+0,310X4+ 0,032X5 +0,100X6; dan untuk perumahan Taman Johor Indah Permai I: Y = 0,938 +0,388X1+0,140X2+0,006X3+ 0,112X4+0,051X6+0,001X7.

Apabila data responden untuk ketiga perumahan digabungkan, model yang terbentuk adalah :Y= 0,525 +0,570X1+0,025X3+0,173X4+0,002X5+0,108X6

Apabila dari setiap perumahan dipilih salah satu tipe perumahan, dalam hal ini tipe 75, maka diperoleh model bangkitan pergerakan untuk perumahan Citra Wisata :Y= 0,336 +0,982X1+0,410X2+0,255X3+0,279X4+0,136X6+0,215X7, untuk perumahan Graha Johor : Y= -0,033 +0,572X1+0,270X3+0,336X7 dan untuk perumahan Johor Indah Permai I :Y= 0,533 +0,467X1+0,211X2+0,044X4+0,017X5+0,161X6

Dari seluruh model bangkitan diatas dapat dilihat bahwa variable bebas yang tetap mempengaruhi bangkitan pergerakan adalah variabel pendapatan (X1).

(21)

#(

#(#( ) *+ ,

-Sejalan dengan meningkatnya kepadatan penduduk, maka jumlah perjalanan

pun juga semakin meningkat. Munculnya banyak perumahan akan menambah

jumlah pergerakan yang dilakukan oleh penghuni perumahan, baik kegiatan yang

berkaitan dengan bekerja, sosial, pendidikan, rekreasi dan sebagainya yang dapat

mengganggu arus lalu lintas yang kemudian akan menurunkan tingkat pelayanan

jalan. Penurunan tingkat pelayanan tersebut berlangsung pada macetnya lalu lintas

jalan, terutama di Kota Medan sebagai tujuan utama dari penghuni perumahan

dalam melakukan aktivitas.

Model bangkitan pergerakan yang dilakukan oleh individu yang terjadi di

suatu kawasan perlu diketahui besarnya dengan mempelajari berbagai variasi

hubungan antara ciri pergerakan dengan lingkungan tata guna lahan. Dalam hal ini

akan dilakukan kajian pergerakan yang terjadi pada perumahan di Kecamatan

Medan Johor dengan menggunakan data rinci mengenai tingkat bangkitan

pergerakan dan variabel sosio ekonomi.

Adanya bangkitan pergerakan dari penghuni perumahan di kawasan

perumahan di kecamatan Medan Johor ini yang mayoritas beraktivitas di kota

Medan seperti bekerja, bersekolah, sosial, berbelanja, rekreasi dan sebagainya

(22)

Mengingat pola bangkitan pergerakan yang diakibatkan dari penghuni perumahan ini

dan untuk mengantisipasi kebutuhan serta memperhitungkan beban, diperlukan

penelitian tentang bangkitan pergerakan penghuni perumahan tersebut yang

bertujuan untuk memodelkan bangkitan pergerakan individu penghuni perumahan

perhari pada setiap rumah tangga di perumahan tersebut.

Dalam beraktivitassehari-hari penghuni perumahan menggunakan kendaraan

roda empat dan roda dua umumnya. Maka pengamatan pergerakan individu yang

pekerja dan non pekerja dilakukan dengan cara menggunakan kuesioner pada

sejumlah keluarga di kawasan perumahan tersebut.

Hasil yang ingin dicapai pada penelitian yang dilakukan adalah untuk

mengetahui faktor-faktor sosio ekonomi yang berpengaruh dan seberapa besar

pengaruhnya terhadap pergerakan individu berdasarkan aktivitas pada penghuni

perumahan yang pada akhirnya diperoleh suatu model bangkitan pergerakan pada

kawasan perumahan di Kecamatan Medan Johor tersebut yang mana nantinya model

yang diperoleh tersebut bisa dipergunakan untuk memprediksi bangkitan pergerakan

yang terjadi.

#('( * . / + 0

Pesatnya perkembangan perumahan di Kecamatan Medan Johor

mengakibatkan bertambahnya jumlah pergerakan individu seperti kerja, sekolah,

belanja, rekreasi, kunjungan sosial dan lainnya dari penghuni perumahan yang akan

mempengaruhi kapasitas jalan dan berdampak pada permasalahan pengembangan

(23)

Menurut Hamdi (2011) munculnya kawasan perumahan menyebabkan

berubahnya fungsi tataguna lahan yang menimbulkan permasalahan. Kegiatan

masyarakat untuk beraktivitas , menyebabkan timbulnya bangkitan – bangkitan

perjalanan yang membebani jalur jaringan jalan menuju pusat-pusat kegiatan.

Meningkatnya jumlah perjalanan oleh kawasan perumahan berdampak pada

kapasitas pelayanan jalan yang ada di sekitar lokasi perumahan, sehingga kemacetan

lalu-lintas sukar dihindari.

Maka dari itu dibutuhkan suatu pemodelan pergerakan berdasarkan aktivitas

oleh penghuni perumahan dengan menggunakan parameter sosio ekonomi.

#(1( 2 3 ) * *+ )

Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pergerakan yang terjadi oleh

penghuni kawasan perumahan di Kecamatan Medan Johor untuk mendapatkan

model bangkitan pergerakan.

Manfaat dari penelitian ini diharapkan dari hasil model yang diperoleh dapat

memprediksi bangkitan pergerakan terjadi di komplek perumahan tersebut.

#("( *)424+4- 2 - -, 5 * *+ )

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang berisikan data

rumah tangga dan data pergerakan individu rumah tangga.

Dengan mempertimbangkan luasnya daerah kajian penelitian dan

keterbatasan waktu dan biaya peneliti, maka digunakan batasan-batasan sebagai

(24)

1. Daerah penelitian diambil pada kawasan perumahan di Kecamatan Medan

Johor, dengan studi kasus Perumahan Citra Wisata, Perumahan Taman Johor

Indah Permai I serta Perumahan Graha Johor. Alasan memilih ketiga

perumahan tersebut karena perumahan tersebut memiliki akses langsung ke

Jl. Karya Wisata dan merupakan perumahan terdekat dengan jalan arteri (Jl.

Jend. A.H. Nasution).

Pengumpulan data untuk keperluan analisa diperoleh dengan metode teknik

sampling.

2. Karakteristik rumah tangga yang diteliti berdasarkan faktor sosio ekonomi

yang terbagi atas beberapa variabel yaitu jumlah pendapatan keluarga

(rupiah), jumlah pengeluaran keluarga (rupiah), jumlah kepemilikan

kenderaan roda dua (unit), , jumlah kepemilikan kendaraan roda empat (unit),

jumlah anggota keluarga (orang), jumlah keluarga yang bekerja (orang) dan

jumlah keluarga yang sekolah dan kuliah (orang).

3. Metode yang digunakan untuk mendapatkan model bangkitan pergerakan

adalah dengan menggunakan analisis Regresi Linier Berganda

! ) yang diolah dengan " # SPSS

(25)

'(#( 4 /*5 2 - -, 5 * * 6 /54 ) /

Menurut LPM ITB (1997) dalam Tamin (2008), permasalahan transportasi

bertambah luas dan bertambah parah baik di negara maju (industri) maupun di

negara berkembang. Permasalahan tersebut semakin bertambah parah melihat

kenyataan bahwa meskipun sistem prasarana transportasi sudah sangat terbatas,

tetapi banyak dari sistem prasarana tesebut yang berfungsi secara tidak efisien. Oleh

karena itu sangatlah penting untuk mengetahui secara akurat besarnya kebutuhan

akan transportasi pada masa mendatang sehingga sumberdaya dapat dihemat dengan

mengatur atau mengelola sistem prasarana transportasi yang dibutuhkan (Tamin,

2008). Untuk mengatasi permasalahan diatas diperlukan perencanaan transportasi.

Tujuan dasar perencanaan transportasi (Tamin, 2008) adalah memperkirakan jumlah

serta lokasi kebutuhan akan transportasi (misalnya menentukan total pergerakan baik

untuk angkutan umum maupun pribadi ) pada masa mendatang.

Terdapat beberapa konsep perencanaan transportasi (Tamin, 2008) yang

paling populer adalah ” Model Perencanaan Transportasi Empat Tahap ” Model ini

merupakan gabungan dari beberapa seri sub model yang masing-masing harus

dilakukan secara terpisah dan berurutan. Sub model tersebut adalah :

a. Bangkitan dan tarikan pergerakan

b. Sebaran pergerakan

c. Pemilihan moda

(26)

e. Arus lalu lintas dinamis

Di dalam tugas akhir ini yang akan dibahas khusus mengenai bangkitan pergerakan.

'('( -, ) * -* ,

Bangkitan perjalanan/pergerakan ( ) dapat diartikan sebagai

banyaknya jumlah perjalanan/pergerakan/ lalu lintas yang dibangkitkan oleh suatu

zona (kawasan) per satuan waktu (Miro, 2002). Dari pengertian tersebut maka

bangkitan perjalanan merupakan tahap permodelan transportasi yang bertugas untuk

memperkirakan jumlah (banyaknya) perjalanan yang berasal (meninggalkan) dari

suatu zona /kawasan/petak lahan dan jumlah (banyaknya) perjalanan yang datang

/tertarik (menuju) ke suatu zona /kawasan/petak lahan pada masa yang akan datang

(tahun rencana ) per satuan waktu.

Model bangkitan pergerakan memperkirakan jumlah pergerakan berdasarkan

tujuan dasar tata guna lahan atau karakteristik sosio ekonomi tiap kawasan (Morlok,

1978).

Dalam prosesnya, bangkitan pergerakan dianalisis secara terpisah menjadi 2

bagian (Miro, 2002) , yaitu :

a. % , merupakan banyaknya pergerakan yang dihasilkan oleh zona

asal, dengan kata lain merupakan pergerakan/ arus lalu-lintas yang

meninggalkan suatu kawasan/zona.

b. ! , merupakan banyaknya pergerakan yang tertarik ke zona tujuan,

dengan kata lain merupakan pergerakan/arus lalu-lintas yg menuju ke suatu

kawasan/zona.

(27)

Bangkitan Pergerakan ( % $ digunakan untuk menyatakan suatu

pergerakan berbasis rumah yang mempunyai asal dan/atau tujuan adalah rumah atau

pergerakan yang dibangkitkan oleh pergerakan berbasis bukan rumah.

Tarikan Pergerakan ( ! ) digunakan untuk menyatakan suatu pergerakan

berbasis rumah yang mempunyai tempat asal dan/atau tujuan bukan rumah atau

pergerakan yang tertarik oleh pergerakan berbasis bukan rumah (Tamin, 1997,

2000, 2008), seperti terlihat pada Gambar 2.2.

Gambar 2.1. % Dan ! (Miro, 2002)

Tujuan akhir perencanaan bangkitan pergerakan adalah menaksir setepat mungkin

bangkitan dan tarikan pergerakan pada masa sekarang yang akan digunakan untuk

meramalkan pergerakan pada masa mendatang. (Tamin, 1997, 2000, 2008) Zona asal perjalanan yang berasal

dari zona i ( )

Zona asal perjalanan yang

menujudari zona j ( )

(28)

Gambar 2.2. Bangkitan dan Tarikan Pergerakan

Sumber : Tamin (1997, 2000, 2008)

Bangkitan dan tarikan pergerakan tergantung pada dua aspek tata guna lahan

(Tamin, 2008), yaitu jenis tata guna lahan dan jumlah aktivitas (dan intensitas) pada

tata guna lahan tersebut.

2.2.1. Jenis tata guna lahan

Jenis tata guna lahan yang berbeda (pemukiman, pendidikan dan komersial )

mempunyai ciri bangkitan lalu lintas yang berbeda , antara lain :

a. Jumlah arus lalu lintas

b. Jenis lalu lintas (pejalan kaki, truk, mobil)

c. Lalu lintas pada waktu tertentu (kantor menghasilkan arus lalu lintas pagi

dan sore hari, sedangkan pertokoan menghasilkan arus lalu lintas di sepanjag

hari).

Jumlah dan jenis lalu lintas yang dihasilkan oleh setiap tata guna lahan merupakan

hasil dari fungsi parameter sosial dan ekonomi; seperti contoh di Amerika Serikat

(Black, 1979 dalam Tamin, 2008) : Rumah

Tempat Belanja Tempat Kerja

Tempat Kerja Bangkitan

Bangkitan

Bangkitan Bangkitan

Tarikan Tarikan

Tarikan

(29)

a. 1 ha perumahan menghasilkan 60-70 pergerakan kenderaan per minggu

b. 1 ha perkantoran menghasilkan 700 pergerakan kenderaan per hari

c. 1 ha tempat parkir menghasilkan 12 pergerakan kenderaan per hari

2.2.2. Intensitas aktivitas tata guna lahan

Bangkitan pergerakan bukan saja beragam dalam jenis tata guna lahan, tetapi

juga tingkat aktivitasnya. Semakin tinggi tingkat penggunaan sebidang tanah,

semakin tinggi pergerakan arus lalu lintas yang dihasilkan. Salah satu ukuran

intensitas aktivitas sebidang tanah adalah kepadatannya (Tamin, 2008)

'(1( 4 /*5 *.42*+ -, ) * -* ,

Model (Tamin, 2000) dapat didefenisikan sebagai bentuk penyederhanaan

suatu realita (atau dunia yang sebenarnya).

Pemodelan bangkitan pergerakan bertujuan menetapkan fungsi hubungan antara

pergerakan, tata guna lahan, dan karakteristik dari sebuah kawasan. (Wright dan

Ashford , 1989).

'(1(#( *3 / 2 /

Beberapa definisi dasar yang selalu digunakan dalam tahap pemodelan

bangkitan pergerakan (Tamin, 2008) :

a. Perjalanan pergerakan satu arah darizoa asal ke zona tujuan , termasuk

pererakan berjalan kaki. Berhenti secara kebetulan (misalnya berhenti

diperjalanan untuk membeli rokok ) tidak dianggap sebagai tujuan perjalanan,

(30)

b. Pergerakan berbasis rumah pergerakan yang salah satu atau kedua zona

(asal dan /atau tujuan) pergerakan tersebut adalah rumah .

c. Pergerakan berbasis bukan rumah : pergerakan yang salah satu atau kedua

zona (asal dan / atau tujuan) pergerakan tersebut adalah bukan rumah.

d. Bangkitan pergerakan digunakan untuk suatu pergerakan berbasis rumah

yang mempunyai tempat asal dan/atau tujuan adalah rumah atau pergerakan

yang berbasis bukan rumah

e. Tarikan Pergerakan digunakan untuk menyatakan suatu pergerakan berbasis

rumah yang mempunyai tempat asal dan/atau tujuan bukan rumah atau

pergerakan yang tertarik oleh pergerakan berbasis bukan rumah .

f. Tahapan bangkitan pergerakan sering digunakan untuk menetapkan

besarnya bangkitan pergerakan yang dihsilkan oleh rumah tangga (baik utuk

pergerakan berbasis rumah maupun berbasis bukan rumah pada selang waktu

tertentu (perjam atau perhari)

'(1('( + / 3 , / * -* ,

'(1('(#( * 2 / , ) 5* -* ,

Dalam kasus pergerakan berbasis rumah ada lima kategori tujan pergerakan

yang sering digunakan (Tamin, 2008) , yaitu :

• Pergerakan ke tempat kerja

• Pergerakan ke sekolah atau universitas (pergerakan dengan tujuan

pendidikan)

(31)

• Pergerakan untuk kepentingan sosial dan rekreasi

• Lain-lain

Dua tujuan pergerakan pertama (bekerja dan pendidikan) disebut tujuan pergerakan

utama yang merupakan keharusan untuk dilakukan setiap orang setiap hari,

sedangkan pergerakan tujuan lain sifatnya pilihan dan tidak rutin dilakukan.

'(1('('( * 2 / , 7 ,)

Pergerakan biasanya dikelompokkan menjadi pergerakan pada jam sibuk dan

pada jam tidak sibuk. Proporsi pergerakan yang dilakukan oleh setiap tujuan

pergerakan sangat berfluktuasi atau bervariasi sepanjang hari.

'(1('(1( * 2 / , * / 4

-Hal ini merupakan salah satu jenis pengelompokan yang penting karena

perilaku pergerakan individu sangat dipengaruhi oleh atribut sosio ekonomi. Atribut

dimaksud adalah :

• Tingkat pendapatan : biasanya terdapat tiga tingkat pendapatan di Indonesia,

tinggi, menengah dan rendah

• Tingkat pemilikan kenderaan biasanya terdapat empat tingkat 0, 1, 2 atau lebih 2

per rumah tangga

• Ukuran dan struktur rumah tangga.

'(1(1( 42*+ -, ) * -* ,

'(1(1(#( *)42* + / / *- */

Menurut Miro (2002), metode analisis regresi merupakan salah satu dari

(32)

alat analisis statistik yang menganalisis faktor–faktor penentu yang menimbulkan

suatu kejadian atau kondisi tertentu yang diamati, sekaligus menguji sejauh mana

kekuatan faktor–faktor penentu yang dimaksud berhubungan dengan kondisi yang

ditimbulkan/diciptakan.

'(1(1(#(#( + / / *- */ * * - 2

Dalam pemodelan bangkitan pergerakan, metode analisis regresi linear

berganda ( ! ) yang paling sering

digunakan baik dengan data zona dan data rumah tangga atau individu.

Metode analisis regresi linear berganda digunakan untuk menghasilkan

hubungan dalam bentuk numerik dan untuk melihat bagaimana variabel

saling terkait.

Ada beberapa asumsi statistik harus dipertimbangkan dalam

menggunakan metode analisis regresi linear berganda, sebagai berikut:

1. Variabel terikat (Y) merupakan fungsi linear dari variabel bebas (X).

2. Variabel , terutama variabel bebas adalah tetap atau telah diukur tanpa

galat.

3. Tidak ada korelasi antara variabel bebas.

4. Variansi dari variabel terikat terhadap garis regresi adalah sama untuk

(33)

5. Nilai variabel terikat harus tersebar normal atau minimal mendekati

normal.

Sebagian besar studi tentang bangkitan pergerakan ( ( )

yang berbasis rumah tangga menunjukkan bahwa variabel-variabel penting

yang berkaitan dengan produksi perjalanan seperti perjalanan ketempat kerja,

sekolah dan perdagangan ( ) *++,), yaitu:

1. Pendapatan

2. Kepemilikan kendaraan

3. Struktur rumah tangga

4. Ukuran rumah tangga

5. Nilai lahan

6. Kepadatan daerah pemukiman

7. Aksesibilitas

Secara khusus penelitian ini mengkaji faktor-faktor tersebut, termasuk

menentukan faktor-faktor utama yang berpengaruh pada obyek penelitian.

Model regresi linier berganda (Walpole, 1982) :

Y = B0 + B1X1 + B2X2 + ……… + bzXz

Dimana :

Y = peubah tidak bebas

B0 = konstanta

(34)

X1, X2,…,Xz = peubah bebas

'(1(1(#('( + / / 42*+ * 0 ) - -, ) * -* ,

Model analisis regresi linier berganda(

! ) merupakan model yang sering digunakan dalam memperkirakan

bangkitan pergerakan dimasa yang akan datang, dimana dua atau lebih

variabel bebas yang mempengaruhi jumlah pergerakan (Tamin 1997). Model

ini dibuat sebagai usaha untuk mendapatkan hubungan linier antara jumlah

pergerakan yang dibangkitkan oleh zona dari ciri siosio ekonomi rata-rata

dari rumah tangga pada setiap zona. Data yang diperoleh dioah dengan

menggunakan bantuan " # SPSS.

a. Analisis Bivariat dan Multivariat

Analisis yang dilakuan untuk mengetahui variabel-variabel mana yang

akan digunakan dalam permodel selanjutnya , dilakukan proses

penyeleksian variabel dengan cara melakukan uji korelasi antar semua

variabel yang ditinjau.

a) Analisis Bivariat

Analisis korelasi bivariat mencari derajat keeratan hubungan dan

arah hubungan. Semakin tinggi nilai korelasi, semakin tinggi keeratan

hubungan antara variabel. Untuk melihat hubungan bivariat antara

variabel bebas dan variabel terikat dapat dilhat dari hasil uji korelasi

Pearson.

Syarat didalam metode analisis regressi linier berganda bahwa

(35)

terikat dan sesama variabel bebas tidak boleh saling berkorelasi.

Apabila terdapat korelasi diantara variabel bebas, pilih salah satu yang

mempunyai korelasi yang terbesar untuk mewakili. Interpretasi uji

[image:35.595.185.455.249.360.2]

korelasi (R) dapat dilihat pada tabel 2.1.

Tabel 2.1. Interpretasi Nilai Koefisien Korelasi (R)

Interval Koefisien Tingkat Hubungan

0,00 - 0,199 0,20 - 0,399 0,40 – 0,599 0,60 – 0,799 0,80 - 1.000

Sangat rendah Rendah Sedang Kuat Sangat kuat Sumber : Sugiyono (2010)

b) Analisis Multivariat

Analisis multivariat digunakan untuk meramalkan suatu variabel

terikat (Y) berdasarkan dua atau lebih variabel bebas (X1, X2, ....Xn)

dalam suatu persamaan linier. Untuk mendapatkan model paling sesuai

yang meggambarkan pengaruh satu atau beberapa variabel bebas

terhadap variabel terikatnya dapat dapat digunakan analisis linier

berganda.

Pada langkah awal adalah memilih variabel bebas yang mempunyai

korelasi yang besar dengan variabel terikatnya. Pada langkah

selanjutnya mengadakan seleksi variabel bebas yang saling berkorelasi,

jika ada antara variabel bebas memiliki korelasi besar maka ini dipilih

(36)

bebas. Pada tahap akhir memasukkan variabel bebas dan variabel terikat

ke dalam persamaan model linier berganda.

b. Koefesien Determinasi (R²)

Koefesien determinasi (Tamin, 2000) didefinisikan sebagai nisbah

antara variasi tidak terdefinisi dengan variasi total.

= =

− −

− =

-. .

. .

1

2 ^

1

2 ^

2

) (

) (

1

Koefesien ini mempunyai batasan limit sama dengan 1 (satu) ( "

/ ) dan 0 (nol) ( / ). Nilai antara kedua batas limit

ini ditafsirkan sebagai persentase total variasi yang di jelaskan oleh

analisis regresi linear.

Secara umum proses pemodelan bangkitan pergerakan dengan

(37)

[image:37.595.158.472.82.398.2]

Gambar 2.3. Proses kalibrasi dan pengabsahan model analisis regresi

Sumber : Tamin (2000)

'(1(1('( 42*+ + / / )*-4

Metode analisis kategori dikembangkan pertama sekali pada The Puget Sound

Transportation Study pada tahun 1964. Metode analisis kategori ini didasarkan pada

adanya keterkaitan antara terjadinya pergerakan dengan atribut rumah tangga.

Asumsi dasarnya adalah tingkat bangkitan pergerakan dapat dikatakan stabil dalam

waktu untuk setiap stratifikasi rumah tangga tertentu ) 0111$.

Konsep dasarnya sederhana, dan variabel yang umum digunakan dalam

analisis kategori adalah:

1. Ukuran rumah tangga (jumlah orang)

tidak

lolos

Data sosio ekonomi

Kandidat peubah bebas

Uji Korelasi

Alternatif Fungsi Data trip end

(peubah tak bebas)

Uji statistik dan uji kewajaran

(38)

2. Kepemilikan kendaraan

3. Pendapatan rumah tangga

Kategori ditetapkan menjadi tiga dan kemudian rata-rata tingkat bangkitan

pergerakan (dari data empiris) dibebankan untuk setiap kategori. Kategori ini

kemudian digunakan untuk menentukan sifat ketergantungan antar variabel.

Persamaan analisis kategori yang digunakan untuk bangkitan pergerakan dengan

tujuan ‘ 2 yang dilakukan oleh orang berjenis 2 2 di zona ‘2 adalah berikut ini

0111$:

3

i = zona asal

p = zona tujuan

n = jenis orang (dengan atau tanpa kendaraan)

= jumlah rumah tangga dengan jenis ‘h’ di zona ‘i’

= rumah tangga dengan jenis ‘h’ yang berisikan orang berjenis ‘n’

= perbandingan rata-rata nilai

Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah

(39)

1. Analisis kategori mempunyai lebih sedikit batasan dibandingkan dengan

analisis regresi linear, misalnya, analisis kategori tidak mengasumsikan adanya

hubungan linear.

2. Pada analisis kategori tidak terdapat uji statistik untuk menguji keabsahan

model, sedangkan analisis regresi linear dilakukan uji statistik.

'("( *)42* * - .8 + .5*+

Salah satu pertimbangan yang bijaksana, sebaiknya sample penelitian diambil

sebanyak mungkin dari populasinya, dengan demikian sifat dan karakteristik

populasi dapat terwakili. Alasan pengambilan sampel adalah karena keterbatasan

waktu, tenaga dan biaya . Untuk itu sangat penting menentukan cara yang tepat

dalam menarik sample yang dimaksud agar benar-benar mampu mempresentasikan

kondisi seluruh populasi. Teknik penarikan sampel yang dipergunakan adalah sampel

acak sederhana.

Rumus sederhana untuk penentuan ukuran sampel yang dikembangkan oleh

Solvin dapat ditemui pada tulisan Husein Umar (2004) dalam bukunya yang berjudul

“Metode Penelitian untuk Skripsi dan Tesis Bisnis” terbitan Raja Grafindo Persada.

Dalam buku Sugiyono (2001) yang berjudul “Statistik Nonparametrik untuk

Penelitian” terbitan Alfabeta tersedia tabel penentuan ukuran sampel yang dikenal

dengan nama Tabel Krejcie-Morgan, sehingga pengguna tidak usah lagi repot-repot

menghitung, sebab berdasarkan tabel itu, ukuran sampel (n) bisa langsung diketahui

hanya dengan mengetahui ukuran populasinya (N). Dari aspek aplikasi dan

kepraktisan, rumus Solvin dan Tabel Krejcie- Morgan sangat mudah dan sederhana

(40)

Secara matematis, besarnya sampel minimum dari populasi dapat dirumuskan

sebagai berikut :

Rumus Solvin :

1

.

2

+

=

dimana: n = ukuran sampel

N = ukuran populasi

d = presisi yang ditetapkan

Besarnya jumlah sampel menurut Krejcie dan Morgan dengan tingkat presisi 5%

(41)

8*+ '('( .+ 0 / .5*+ 8* 2 / , .+ 0 545 + /

45 + / .5*+ 45 + / .5*+ 45 + / .5*+

10 10 220 140 1200 291

15 14 230 144 1300 297

20 19 240 148 1400 302

25 24 250 152 1500 306

30 28 260 155 1600 310

35 32 270 159 1700 313

40 36 280 162 1800 317

45 40 290 165 1900 320

50 44 300 169 2000 322

55 48 320 175 2200 327

60 52 340 181 2400 331

65 56 360 186 2600 335

70 59 380 191 2800 338

75 63 400 196 3000 341

80 66 420 201 3500 346

85 70 440 205 4000 351

90 73 460 210 4500 354

95 76 480 214 5000 357

100 80 500 217 6000 361

110 86 550 226 7000 364

120 92 600 234 8000 367

130 97 650 242 9000 368

140 103 700 248 10000 370

150 108 750 254 15000 375

160 113 800 260 20000 377

170 118 850 265 30000 379

180 123 900 269 40000 380

190 127 950 274 50000 381

200 132 1000 278 75000 382

210 136 1100 285 1000000 384

Sumber: Krejcie dan Morgan (1970) dalam Uma Sekaran (1992)

'($( + / / 42*+ -, ) * -* , 9 - * 0 + , ,

Adapun penelitian yang pernah dilakukan yang berkaitan dengan bangkitan

(42)

1. Model Bangkitan Pergerakan Komunitas Perumahan (Studi Kasus:

Penduduk Kompleks BTN Minasa Upa ke Pasar Pa’Beng-baeng), Jurnal

Simposium VII FSTPT, Universitas Katolik Parahyangan, 11 September

2004, (Pasra, M. Ali, N dan Ramli, I. 2004). Menurut hasil analisis di dapat

bentuk model sebagai berikut :

Y = -1,849 + 0,741 X1 + 0,451 X2 + 0,634X6

3 Y = Kunjungan dalam seminggu

X1 = jenis rumah

X2 = Jumlah anggota keluarga (orang)

X6 = moda transportasi

2. Model terbaik yang dapat digunakan untuk menggambarkan jumlah

Bangkitan Pergerakan Zona Kecamatan Palu Utara menurut Jurair Patunrangi

(2010) dalam Jurnal SMARTek, vol.8 No.3 Agustus 2010, adalah :

Y = 0,108 + 0,475 X

1 + 0,285 X2 + 0,151 X5

Dari model dijelaskan bahwa besarnya bangkitan pergerakan (Y) di wilayah

Kecamatan Palu Utara dipengaruhi oleh peubah bebas Jumlah Anggota

Keluarga (X

1), Jumlah Kepemilikan Kendaraan Bermotor Roda 2 (X2), dan

Jumlah Pendapatan (X

5) dengan koefisien determinasi (R 2

) sebesar 0,335

atau 33,5% bangkitan pergerakan dapat dijelaskan oleh ketiga peubah bebas

(43)

Koefisien jumlah anggota keluarga (X

1) sebesar 0,475 berarti setiap

penambahan 1 orang anggota keluarga akan meningkatkan pergerakan sebesar

0,475. Koefisien kepemilikan kendaraan bermotor roda 2 (X

2) sebesar 0,285

berarti setiap penambahan 1 buah kendaraan bermotor roda 2 akan

meningkatkan pergerakan sebesar 0,285.Koefisien jumlah pendapatan (X 5)

sebesar 0,151 berarti bila terjadi peningkatan pendapatan secara rata-rata

dalam rumah tangga akan meningkatkan pergerakan sebesar 0,151.

3. Model bangkitan perjalanan pada perumahan Bougenville Palembang

menurut Hamdi (2011) pada jurnal Sipil Volume 5 No.2, Maret 2011 dari

hasil analisis terhadap data sosio-ekonomi, diperoleh kenyataan bahwa

kombinasi parameter ukuran keluarga (X1), kepemilikan sepeda motor (X2)

dan jumlah penghasilan rata-rata keluarga (X4) menghasilkan nilai R2 yang

lebih besar dibandingkan dengan kombinasi-kombinasi yang lain. Model

terpilih untuk bangkitan perjalanan pada komplek perumahan Bougenville

adalah :

Y = -0,188 + 0,830 X1 + 0,026 X3 + 0,166 X4

4. Menurut Daniel Simbolon (2011) dalam skripnya yang berjudul:

Analisa Bangkitan Perjalanan pada Kecamatan Deli Tua, diperoleh model

bangkitan perjalanan terbaik, yaitu:

Y = -0,226 + 1,106 X4 + 1,005 X5

Dimana : Y = bangkitan perjalanan,

X4 = jumlah anggota keluarga bekerja,

(44)

5. Menurut Muhammad Efrizal Lubis dalam thesisnya yang berjudul Penetapan

Model Bangkitan Pergerakan untuk Beberapa Tipe perumahan di Kota

Pematangsiantar (Studi Kasus: Perumahan Pinggiran Kota Siantar), diperoleh:

Model yang dihasilkan tipe perumahan mewah (Y1):

Y1 = -0,728 + 1,885X1 + 0,649X3 + 0,772X6

Model yang dihasilkan tipe perumahan menengah (Y2):

Y2 = 0,600 + 1,300 X1 + 0,900X3

Model yang dihasilkan tipe perumahan sederhana (Y3):

Y3 = 0,271 + 1,518X1 + 0,905X4

Dimana: Y1 = bangkitan pergerakan di perumahan mewah,

Y2 = bangkitan pergerakan di perumahan menengah,

Y3 = bangkitan pergerakan di perumahan sederhana.

X1 = jumlah anggota keluarga

X3 = jumlah kepemilikan mobil

X4 = jumlah kepemilikan sepeda motor

X6 = jumlah anggota keluarga yang bersekolah

Berdasarkan hasil analisis model bangkitan pergerakan yang pernah dilakukan di

beberapa kota yang berbeda, bahwa variabel bebas yang selalu muncul pada model

yaitu : jumlah anggota keluarga dan kepemilikan kendaraan. Hal ini menunjukkan

kedua variabel bebas ini merupakan faktor paling berpengaruh pada model bangkitan

(45)

1(#( 4, / * *+ )

Lokasi penelitian yang dipilih adalah pada kawasan perumahan di Kecamatan

Medan Johor, dengan studi kasus Perumahan Citra Wisata, Taman Johor Indah

Permai I serta Perumahan Graha Johor. Alasan memilih ketiga perumahan tersebut

karena perumahan tersebut memiliki akses langsung ke Jl. Karya Wisata dan

merupakan perumahan terdekat dengan jalan arteri (Jl. Jend. A.H. Nasution).

1('( - + * *+ )

Untuk melihat secara jelas langkah-langkah yang akan dilakukan, dapat dilihat

pada bagan alir metode penelitian pada Gambar 3.1.

* . / . / + 0

Berdasarkan uraian latar belakang masalah, maka dirumuskan secara

rinci masalah-masalah yang menjadi sasaran/tujuan pemecahan masalah

) 2 )* )

Studi literatur dimaksudkan untuk medapatkan landasan teoritis yang

digunakan sehubungan dengan tujuan penelitian yang hendak dicapai.

* - .5 + 2 )

Pengumpulan data dilakukan dengan survei lapangan maupun mengutip

langsung dari laporan/penelitian yang sudah pernah dilakukan serta dari

(46)

( ) .*

Pengumpulan data primer dilakukan dengan metode penyebaran

kuesioner ( kuesioner penelitian dicantumkan pada lampiran 1) secara acak

dan dengan wawancara di kawasan perumahan yang menjadi objek penelitian.

Wawancara dilakukan dengan maksud untuk mendapatkan informasi langsung

perihal daftar pertanyaan yang terdapat pada lembar kuesioner. Dimana 1

orang responden mewakili satu keluarga yang tinggal pada 1 unit rumah.

Responden dengan dibantu petugas survey mengisi lembar kuesioner. Dalam

hal ini data primer dimaksud adalah: jumlah pergerakan perhari, jumlah

pendapatan, jumlah pengeluaran, kepemilikan kenderaan roda dua dan roda

empat, jumlah anggota keluarga, jenis pekerjaan, jumlah anggota keluarga,

jumlah anggota keluarga yang bekerja serta jumlah anggota keluarga sekolah

dan kuliah

8( ) , 2*

Data skunder yang meliputi jumlah populasi penduduk kawasan

perumahan Medan Johor yang dijadikan sebagai studi kasus, diperoleh dari

survey dilapangan; peta Kecamatan Medan Johor diperoleh dari Dinas Tata

(47)

+ / / )

Analisis data hasil survei dilakukan dengan menggunakan analisis

Regresi Linier Berganda ( ! ) yang diolah

dengan " # SPSS ( % ' ) untuk

mengambil kesimpulan dari tujuan penelitian .

1(1( & 8*+ * *+ )

Untuk menghindari penafsiran ganda terhadap variabel-variabel yang

digunakan maka perlu dilakukan pendefinisian variable sebagai berikut :

1. Bangkitan pergerakan (Y) adalah jumlah pergerakan yang dihasilkan oleh

kawasan masing-masing perumahan

'(Variabel yang berhubungan dengan bangkitan pergerakan yaitu:

X1 = jumlah pendapatan rata-rata perbulan (rupiah),

X2 : jumlah pengeluaran rata-rata perbulan (rupiah),

X3 = jumlah kepemilikan kenderaan roda dua (unit),

X4 = jumlah kepemilikan kendaraan roda empat (unit),

X5 = jumlah anggota keluarga (orang)

X6 = jumlah anggota keluarga bekerja (orang),

X7 = jumlah anggota keluarga yang sekolah dan kuliah (orang),

1("( 54)*/ / * *+ )

Ho = tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara varibel bebas dan variabel

(48)

Ha = terdapat pengaruh yang signifikan antara varibel bebas dan variabel terikat

Dengan tingkat signifikansi = 5%, kriteria penolakan Ho apabila Fhitung > Ftabel maka

Ha diterima.

1($( .5*+ * *+ )

Sebaiknya sample penelitian diambil sebanyak mungkin dari populasinya,

dengan demikian sifat dan karakteristik populasi dapat terwakili. Tetapi karena

keterbatasan waktu, tenaga dan biaya hal itu tidak memungkinkan . Untuk itu sangat

penting menentukan cara yang tepat dalam menarik sample yang dimaksud agar

benar-benar mampu mempresentasikan kondisi seluruh populasi. Teknik penarikan

sampel yang dipergunakan adalah sampel acak sederhana.

Mengingat jumlah penduduk yang terdapat pada setiap kawasan perumahan tidak

sama , maka untuk memperoleh sampel yang representatif, pengambilan sampel dari

setiap perumahan ditentukan seimbang atau sebanding dengan banyaknya populasi

dalam masing – masing perumahan . Teknik penarikan sampel yang dipergunakan

adalah % atau sampel proporsi atau sampel imbangan.

Dimana dari data diperoleh :

i. Jumlah populasi untuk perumahan Citra Wisata 500 KK.

ii. Jumlah populasi untuk perumahan Graha Johor sebanyak 59 KK.

iii. Jumlah populasi untuk perumahan aman Johor Indah Permai I sebanyak 611

KK.

Untuk memudahkan dan menentukan besarnya ukuran sampel maka dapat digunakan rumus

Solvin (Husein Umar ,2004) dan sebagai perbandingan digunakan table Krejcie dan

(49)

Secara matematis besarnya sampel dari populasi menurut rumus Solvin dapat

dirumuskan sebagai berikut :

1

.

2

+

=

dimana: n = ukuran sampel

N = ukuran populasi

d = presisi yang ditetapkan

Perhitungan jumlah sampel menurut Solvin untuk perumahan Citra Wisata sbb:

Ukuran populasi(N)=500,dengan presisi (d)=5%, maka ukuran sampel (n) adalah:

(

)

[

0

,

05

]

1

222

,

22

500

500

2

=

+

=

Perhitungan jumlah sampel menurut Solvin untuk perumahan Graha Johor sbb :

Ukuran populasi (N) = 59, dengan presisi (d) = 5%, maka ukuran sampel (n) adalah :

(

)

[

0

,

05

]

1

51

,

42

59

59

2

=

+

=

Perhitungan jumlah sampel menurut Solvin untuk perumahan Taman Johor Indah

Permai I sbb :

Ukuran populasi (N) = 611, dengan presisi (d) = 5%, maka ukuran sampel (n) adalah

(

)

[

0

,

05

]

1

241

,

74

611

611

2

=

+

(50)

Menurut tabel Krejcie dan Morgan (tabel 2.1) dengan jumlah populasi pada

perumahan Citra Wisata sebesar 500 dan presisi 5%, maka diambil jumlah sampel

sebesar 217. Sehingga jumlah sampel yang diambil dari kedua metode tersebut

sebesar 223.

Pada perumahan Graha Johor jumlah populasi sebesar 59 tidak tercantum pada

tabel Krejcie dan Morgan, maka dianggap jumlah populasi sebesar 60, maka

diperoleh jumlah sampel sebesar 52. Sementara untuk Johor Indah Permai I dengan

jumlah populasi sebesar 611 juga tidak ditemukan pada tabel, maka dianggap

populasi sebesar 650 (sesuai yang tercantum pada tabel) .Dengan jumlah populasi

sbesar 650 diperoleh jumlah sampel 242. Dari kedua metode tersebut maka jumlah

sampel yang diambil telah mendekati. Sehingga besarnya sampel pada

[image:50.595.116.405.473.588.2]

masing-masing perumahan dapat dilihat pada tabel 3.1.

Tabel 3.1. Jumlah Sampel Penelitian

No Perumahan Jumlah

populasi

Jumlah sampel

1 Citra Wisata 500 223

2 Graha Johor 59 52

3 Taman Johor Indah Permai I

611 242

(51)

Gambar 3.1.Bagan Alir Metode Penelitian

SELESAI PENGOLAHAN DATA

• Menentukan parameter sosio ekonomi yang akan digunakan sebagai peubah bebas.

• Uji korelasi .

• Menentukan variabel bebas yang saling berkorelasi

• Menghilangkan salah satu variabel bebas yang saling berkorelasi

• Melakukan uji korelasi ulang

• Analisis regresi untuk menetukan model dan menetukan R2

PEMBAHASAN

KESIMPULAN DAN SARAN MULAI

STUDI LITERATUR PERUMUSAN MASALAH

DATA PRIMER

• Jumlah kegiatan orang perhari

• Jumlah anggota keluarga

• Jenis Pekerjaan

• Penghasilan /pendapatan keluarga

• Pengeluaran keluarga

• Jumlah anggota keluarga yang bekerja dan sekolah

• Jumlah kepemilikan kendaraan

DATA SKUNDER

• Jumlah populasi penduduk kawasan perumahan Medan Johor yang dijadikan sebagai studi kasus

(52)

&

"(#( .8 . . 4, / * *+ )

Kecamatan Medan Johor terletak di wilayah Selatan Kota Medan dengan luas

14,58 km2 dengan penduduk berjumlah 113.593 jiwa, merupakan salah satu dari 21

kecamatan yang ada di kota Medan. Batas-batas wilayahnya sebagai berkut :

• Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Medan Selayang dan

Kecamatan Medan Tuntungan

• Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Medan Amplas

• Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Namorambe dan Kecamatan

Delitua Kabupaten Deli Serdang

• Sebelah Utara berbatasan dengan Medan Maimun dan Medan Polonia

[image:52.595.131.484.346.670.2]

Gambar 4.1. Peta Wilayah Kecamatan Medan Johor Sumber : Dinas Tata Kota & Tata Bangunan Pemko Medan

(53)

Kecamatan Medan Johor terdiri dari 6 kelurahan. Di Kecamatan Medan Johor

banyak terdapat perumahan kelas menengah dan mewah. Daerah ini sangat potensial

bagi para investor yang bergerak dibidang real estate. Disini juga terdapat Balai

Pembibitan Pertanian dan sebuah asrama haji besar yang melayani peserta ibadah

haji setiap tahunnya. Walaupun bukan sebagai daerah pusat industri, di kecamatan

Medan Johor ini juga terdapat beberapa industri kecil seperti pengolahan kopi dan

produk minuman ringan.

Lokasi penelitian yang dipilih adalah pada kawasan perumahan di Kecamatan Medan

Johor, dengan studi kasus Perumahan Citra Wisata, Perumahan Taman Johor Indah

Permai I serta Perumahan Graha Johor. Alasan memilih ketiga perumahan tersebut

karena perumahan tersebut memiliki akses langsung ke Jl. Karya Wisata dan

merupakan perumahan terdekat dengan jalan arteri (Jl. Jend. A.H. Nasution).

Jalan Karya Wisata terletak di Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor.

Jalan ini merupakan salah satu jalan alternatif menuju pusat Kota Medan. Pada kiri

kanan jalan Karya Wisata banyak terdapat perumahan penduduk maupun perumahan

tertata ( ). Perjalanan dari kawasan ini dari titik nol kota Medan

membutuhkan waktu ± 30 menit dengan menggunakan angkutan umum melewati

jalan perkotaan dengan jarak ± 15 km.

"('( * . 0 * ) ) ) 2 / / * *+ )

Kecamatan Medan Johor sangat potensial bagi investor yang bergerak di bidang

, sehingga pada kawasan ini telah banyak dibangun perumahan tertata

antara lain, perumahan Citra Wisata, perumahan Graha Johor, perumahan Taman

(54)

Kencana , Graha Wisata, Pertamanan Johor Baru, Villa Prima Indah, Taman Permata

Surya, Taman Pesona Johor dan Taman Karya Kasih Indah. Disamping itu juga saat

ini di Kecamatan Medan Johor masih ada beberapa perumahan tertata yang masih

dalam tahap pembangunan.

Pada penelitian ini sebagai studi kasus diambil 3(tiga) perumahan tertata di

Kecamatan Medan Johor yang diampilkan pada tabel 4.1.

Tabel 4.1.Perumahan Tertata Studi Kasus Penelitian

No Perumahan Jumlah

(unit)

Luas

(Ha)

Tipe Rumah

1 Citra Wisata 500 22 75,100,120

2 Graha Johor 59 1,3 75,90

3 Taman Johor Indah Permai I 611 11 45,65,75,100

"(1( ,)* /) , */54 2*

Responden dalam penelitian ini dapat dikatagorikan ke dalam beberapa

karakteristik , yaitu berdasarkan pendapatan, pengeluaran, jumlah kepemilikan

kenderaan roda dua, jumlah kepemilikan kenderaan roda empat, jumlah anggota

keluarga, jumlah anggota keuarga bekerja, jumlah anggota keluarga sekolah dan

kuliah serta jenis pekerjaan.Uraian berikut merupakan penjelasan karakteristik

(55)

"(1(#( ,)* /) ,

"(1(#(#( .+ 0 * 2

Jumlah pendapatan res

dilihat pada tabel 4.2.

8*+ "('( * 2 5 )

; / )

Sumber : D

Dari tabel 4.2 dapa

Wisata berjumlah 223

sampai dengan Rp 7

Gambar

Tabel 2.1. Interpretasi Nilai Koefisien Korelasi (R)
Gambar 2.3. Proses kalibrasi dan pengabsahan model analisis regresi
Tabel 3.1. Jumlah Sampel Penelitian
Gambar 4.1. Peta Wilayah Kecamatan Medan Johor
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sehubungan dengan lokasi perumahan tertata tersebut dilakukan penelitian tentang perkembangan perumahan di sebelah Barat dan Timur Kota Medan yaitu Kecamatan Medan Sunggal dan

1 pada Tabel 3 terdapat pesyaratan statistik yang tidak dipenuhi sehingga Model tersebut tidak representatif untuk digunakan untuk memprediksi jumlah bangkitan pergerakan di

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis jenis serta tingkat kepadatan larva pada kelurahan Gedung Johor, kecamatan Medan Johor, Medan.. Penelitian ini bersifat

Perumahan nasional Simalingkar yang dipilih dalam penelitian bangkitan perjalanan terletak di kecamatan Medan Tuntungan tepatnya kelurahan Mangga dan desa Perumnas

Selatan Kota Medan (Studi Kasus: Kecamatan Medan Marelan dan Medan. Johor, Universitas

Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk melihat seberapa besar bangkitan pergerakan yang terjadi di kawasan perumahan Buddha Tzu Chi Desa Peunaga Baro dan

Kesimpulan dari persamaan penelitian di atas ialah pergerakan masyarakat pada zona kecamatan palu utara kota palu ialah parameter konstantanya ialah senilai

X9 1 -.141 Luas bangunan X10 1 Model Bangkitan Pergerakan Tipe Perumahan Menengah Hasil analisis regresi linear berganda untuk tipe perumahan menengah yang terbentuk, yaitu: