• Tidak ada hasil yang ditemukan

Keanekaragaman Semut pada Berbagai Tipe Penggunaan Lahan di Jambi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Keanekaragaman Semut pada Berbagai Tipe Penggunaan Lahan di Jambi"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1  Area penelitian (dalam kotak) yang terletak di lanskap Taman Nasional Bukit Duabelas dan Hutan Harapan di Provinsi Jambi
Tabel 1  Daftar plot penelitian pada masing-masing lanskap di Jambi
Gambar 2  Plot penelitian di lanskap Taman Nasional Bukit Duabelas (TNBD).
Gambar 3  Plot penelitian di lanskap Hutan Harapan. Plot diberikan kode dengan
+5

Referensi

Dokumen terkait

Keanekaragaman famili Collembola di lahan hutan lebih tinggi dibandingkan dengan di tiga kebun yang diamati, sedangkan keanekaragaman famili Collembola di kebun

Penggunaan/ penutupan lahan hutan mangrove sekunder, hutan rawa primer, dan hutan rawa sekunder di Kabupaten Kubu Raya secara konsisten menurun, sedangkan

Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah perubahan alih fungsi lahan dari hutan primer ( Wana ngkiki ) menjadi hutan sekunder ( Pangale ) dan lahan

Terdapat 51 - 53 jenis tumbuhan pada areal hutan sekunder (dari total 58 jenis) yang tidak dijumpai pada areal kebun sawit dan kebun kopi.. Perbedaan komposisi juga ditunjukkan

Bedasarkan hasil penelitian yang dilakukan pada tiga penggunaan lahan yang berbeda (hutan, kebun kelapa sawit, dan kebun karet), dapat disim- pulkan bahwa

Di Indonesia, penelitian telah dilakukan oleh Sholih (2017) di habitat hutan sekunder, hutan karet, perkebunan karet dan perkebunan kelapa sawit. Namun, informasi yang

Sedangkan berkurangnya luas hutan primer disebabkan karena adanya konversi hutan oleh masyarakat menjadi perkebunan kelapa, perkebunan kelapa sawit dan tambak, serta

Penggunaan/ penutupan lahan hutan mangrove sekunder, hutan rawa primer, dan hutan rawa sekunder di Kabupaten Kubu Raya secara konsisten menurun, sedangkan